42304 research outputs found
Sort by
Pharmacogenetics of metamizole-induced agranulocytosis: a systematic review and drug regulation implications
Introduction: Metamizole (dipyrone) is a widely used analgesic and antipyretic,
but its use has been restricted in some countries due to the risk of metamizole-
induced agranulocytosis (MIA). This systematic review investigated genetic
variants associated with MIA, allele frequencies across ancestry groups, and
the drug’s legal status.
Methods: A literature search was conducted across nine databases for studies
published up to 08 April 2025. Study selection and data extraction were performed
by two independent reviewers. The Withdrawn 2.0 platform was used to assess the
global legal status of metamizole, while allele frequencies were obtained from the
gnomAD browser (version v4.1.0) and the Allele Frequency Net Database (AFND).
Bibliometric analysis was conducted using the VOS viewer software.
Results: In total, four studies were included in the review. Data related to HLA,
NAT2, CYP2C9, CYP2C19, and variants located on chromosome nine were
reported; however, statistically significant associations were observed only for
variants in chromosome nine and HLA-C*04:01. When comparing countries from
different continents with varying metamizole status, the analysis of allele
frequencies did not reveal sufficient differences in allele frequencies between
countries, which does not justify distinct regulatory frameworks.
Conclusion: This study highlights the scarcity of data in the literature reporting
the association between genetic variants and MIA. Furthermore, there is
insufficient evidence to justify the prohibition of metamizole in certain
countries based on genetic variants alone. Additional studies are essential to
evaluate the prevalence of MIA, better characterize populations, and explore
potential genetic associations, particularly concerning the HLA-C*04:01 allele
Perbedaan Tabungan dan Investasi Keluarga
Poster yang berisikan apa saja perbedaan tabungan dan investasi hingga syarat dan bentuk investasi dalam keluarga. Poster ini diciptakan oleh pihak Ubaya InnovAction Hub yang sedang bekerja sama dengan HOPE Sampoerna untuk memberikan materi pada HOPE
Implementasi Metode Analytical Hierarchy Process dan SupportVector Regression untuk Sistem Rekomendasi Pembelian Pemain Sepak Bola
Pembelian pemain yang tepat merupakan faktor kunci kesuksesan tim dalam industri modern sepak bola, namun proses pembelian pemain saat ini masih subjektif, tidak efisien, dan sering kali menghasilkan harga yang tidak wajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Support Vector Regression (SVR) dalam sebuah sistem rekomendasi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dataset yang digunakan mencakup data kriteria (attribute) pemain dari SoFIFA—dengan fitur nama pemain, posisi, skor performa (seperti shooting, dribbling, pace), dan lain sebagainya— dan data transfer dari Transfermarkt yang mencakup nama pemain, klub asal, klub tujuan, tahun transfer, dan biaya transfer. AHP berfungsi merekomendasikan pemain terbaik berdasarkan kriteria yang diinginkan pengguna, sementara SVR memprediksi biaya transfer pemain yang wajar berdasarkan kriteria dan performa. Dataset ini digabungkan melalui proses preprocessing dan dikelompokkan ke dalam empat jenis posisi (goalkeeper, defender, midfielder, forward), menghasilkan empat model SVR spesifik posisi. Model ini memprediksi biaya transfer pemain pada data terbaru, yang kemudian dimanfaatkan dalam rekomendasi AHP. Hasil uji model SVR menunjukkan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) sebesar 1%-2,5% dan R-squared sebesar 0,48-0,71, sedangkan sistem AHP berhasil menghasilkan daftar rekomendasi pemain sesuai kriteria pengguna. Sistem ini menawarkan solusi berbasis data untuk mengatasi subjektivitas, ketidakefisienan, dan ketidakwajaran harga dalam proses pembelian pemain, memberikan pendekatan yang lebih objektif, efektif, dan terukur
Heat Manipulation Material Design For Smart Textile
Poster ini dibuat berdasarkan hasil eksperimen dari penelitian yang telah dilakukan. Hasil eksperimen berupa tekstil manipulasi berupa tekstur kain yang bergelombang dikarenakan pemanasan pada suhu tertentu menggunakan heat gun yang dilakukan pada kain tersebut. Pada poster ini juga membahas terkait kelemahan dari tekstil manipulasi yang dibuat yaitu teknik ini tidak bisa digunakan untuk pembuatan produk pakaian dalam jumlah banyak. Selain itu, poster ini juga menampilkan tip dan trik pembuatan tekstil manipulasi menggunakan pemanas heat gun, serta pengembangan dari hasil eksperimen di masa yang akan datang yaitu penggunaan material atau kain yang berkelanjutan, dapat diterapkan pada pakaian, serta dapat dilakukan penelitian lanjut dengan melakukan eksperimen 3D
Organic Connection: A Sensory Approach to Sustainable Textile
Poster dengan judul "Organic Connection : A Sensory Approach to Sustainable Textile" merupakan karya desain poster yang mempresentasikan proyek penelitian tekstil berkelanjutan dengan pendekatan sensoris. Poster ini berisi tentang penjelasan konsep, batasan desain, proses pengembangan, validasi teknis, serta pengembangan manipulasi tekstil berbahan daur ulang untuk menciptakan pengalaman taktil yang terinspirasi dari alam. Kain yang digunakan dalam project merupakan kain daur ulang, yang diolah sedemikian rupa untuk merepresentasikan tekstur
Tas Bepergian untuk Ibu dan Anak
Produk ini berfungsi sebagai wadah penyimpanan untuk perlengkapan kebutuhan travelling ibu dan anak usia
6 bulan hingga 3 tahun, produk ini dapat digunakan sebagai trolly bag dan bagpack, serta memiliki beberapa
fungsi yaitu fungsi utama dan fungsi khusus, fungsi utama pada produk yaitu memiliki kantong utama yang
dapat menyimpan pakaian ibu dan anak maupun kebutuhan lainnya yang dilengkapi dengan sekat untuk
memilah pakaian ibu dan anak, selain itu adapun kantong khusus di bagian depan untuk menyimpan
kebutuhan anak selama dalam perjalanan yaitu botol susu, botol susu formula, popok, dan pakaian ganti
Analisis Performa dan Resiko Honeypot Cowrie dan Heralding pada Single Board Computer dan Virtual Private Server Menggunakan Stress Test dan Kerangka Cobit 2019
Transformasi digital yang masif telah meningkatkan kompleksitas ancaman siber, khususnya pada layanan jaringan yang vital. Honeypot merupakan salah satu pendekatan yang efektif untuk mendeteksi dan menganalisis serangan, namun pemilihan platform dan strategi pengelolaan masih menjadi tantangan. Penelitian ini menganalisis performa dan risiko dua jenis honeypot Cowrie dan Heralding yang diimplementasikan pada Single Board Computer (SBC) dan Virtual Private Server (VPS), dengan acuan kerangka COBIT 2019 pada domain EDM03, APO12, dan DSS05. Evaluasi dilakukan melalui eksperimen Stress Test pada layanan SSH, Telnet, FTP, SMB, MySQL, dan HTTP dengan skenario isolated dan multistage honeypot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cowrie efektif mencatat aktivitas penyerang secara detail, termasuk perintah, upaya transfer file, dan eksplorasi sistem. Kompleksitas log Cowrie memunculkan tantangan dalam validasi false positive yang lebih tinggi. Sementara itu, Heralding terbukti efisien dalam mendeteksi dan mencatat percobaan autentikasi pada berbagai protokol secara cepat dan sederhana, dengan tingkat false positive yang relatif lebih terkendali, namun detail aktivitas penyerang yang terekam lebih terbatas dibanding Cowrie. Evaluasi tata kelola menggunakan COBIT 2019 pada domain EDM03, APO12, dan DSS05 menyoroti adanya peningkatan dalam proses identifikasi dan manajemen risiko keamanan, meskipun masih diperlukan penguatan pada dokumentasi, pelatihan sumber daya manusia, serta pengelolaan SOP monitoring
Perancangan Koleksi Citywear Dan Produk Lifestyle Spring/summer 2025/2026 Terinspirasi Dari Kemampuan Transdifrensiasi Pada Immortal Jellyfish
Restorative Realms adalah sebuah trend forecast yang didasari oleh akibat
adanya krisis lingkungan dan sumber daya alam. Dimana trend tersebut
memberikan awareness terhadap isu lingkungan melalui desain dan produk yang
bersifat regeneratif. Desain regeneratif menekankan pada pemulihan dan perbaikan
ekosistem tempat desain berada, sehingga inspirasi dapat muncul dari alam. Uburubur Turritopsis Dohrni atau lebih dikenal sebagai immortal jellyfish merupakan
hewan yang memliki kemampuan regeneratif yang unik. Saat mencapai fase
medusa immortal jellyfish dapat kembali ke fase awal hidupnya melalui
kemampuan transdifrensiasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif
deskriptif melalui kuesioner untuk proses pengembangan konsep dari inspirasi
kemampuan transdifrensiasi pada immortal jellyfish sehingga dapat diolah menjadi
teknik-teknik yang dapat diterapkan pada koleksi ready-to-wear. Teknik-teknik ini
adalah wave pintuck, flounce dan bordir. Rancangan koleksi ready-to-wear
diproduksi menjadi lima look garment yang sesuai dengan hasil rancangan pakaian
dengan inspirasi kemampuan transdifrensiasi pada immortal jellyfish. Strategi
manajemen produk yang diterapkan untuk memasarkan produk hasil rancangan
menggunakan analisa SWOT, STPD dan marketing mix
Good Vibes Only: Gen Z Emerging Adult’s Perspective On Career Planning
Gen Z refers to individuals born between 1995 and 2010, often characterized by high curiosity and growing up in a fully digital world. These traits may influence how they plan and approach their careers. This study explores how Gen Z individuals, during their emerging adulthood, perceive their current careers and plan for their future, as well as the factors they consider in this process. Therefore, this study aim is to understand, explore, or explain specific aspects of Gen Z's career planning. The study involved three female students aged 21–22 as participants. Data were analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), which revealed several key themes: career identity exploration, career decision inspiration, career preference, career meaning, and perceived career constraints. The findings indicates that Gen Z's unique characteristics, their immersion in the digital landscape, and personal goals significantly influence their career meaning and career planning, alongside with how they see occupation. This research provides valuable insights for families, educators, and labor market practitioners to better support Gen Z in navigating their career journeys, ultimately helping create work environments that align with Gen Z's aspirations
Implementing Electronic Forms for Prescription Screening during Pregnancy in Outpatient Obstetric Clinic
Background: Prescription screening is an assessment of the suitability of a prescription performed by a
pharmacist to minimize medication errors. Numerous drugs can cross the placenta; therefore, caution is required
when using medications during pregnancy. Objective: This study aimed to determine the problems of prescribing
based on administrative, pharmaceutical, and clinical requirements using electronic forms and to analyze drug
safety during pregnancy using electronic prescription archives from the outpatient obstetric clinic. Methods: This
research employed an observational study utilized quantitative methods and retrospective data collection. The
analysis focused on descriptive statistics to summarize and interpret the data according to the Pharmaceutical
Care Standard in hospitals. Results: Administrative problems included the absence of a digital signature from the
prescriber, patient weight, and allergy history in 100 electronic prescriptions (100%). Pharmaceutical
requirement problems included the absence of dosage strength (8.00%) and unclear usage rules (9.00%). Clinical
considerations included indications for drug selection (8%), potential drug interactions (3.00%), dose
appropriateness (3.00%), duplication (2.00%), and contraindications (6.00%). Based on drug safety in pregnant
women, 40 types of drugs were identified as category A drugs (7.50%), category B (32.50%), category C (50.00%),
off-label (2.50%), and unknown (7.50%). Conclusion: Electronic prescription screening, which uses digital forms
to review prescriptions, is a tool developed to improve patient safety by efficiently identifying potential drug
therapy problems. The system accommodates structured screening based on specific criteria, such as pregnancy
category and potential drug interactions, which helps prevent errors and ensures appropriate medication use