42304 research outputs found
Sort by
Designing Project And Process To Foster Intrapreneurship Competence Of Employees
This research aims to determine the practical model of the intrapreneurship process and project in
Muamalat Bank. This research paper was conducted using a qualitative method with a descriptive
analysis. In terms of the data collection process, the interview technique was used. Some data were
collected, including numerous processes and projects related to intrapreneurship efforts in this Sharia
Bank. The novelty of this research is how a Sharia bank increases intrapreneurship competence with
the most applicable model. The discussion was analyzed using a design thinking process, including
empathizing, defining, ideating, prototyping, and testing. This is to find out the current model used by
Muamalat Bank. Intrapreneurship, nowadays known as corporate entrepreneurship, fosters creativity,
innovation, and spirit to compete and survive in a tight business competition. The top management of
the bank proposes some intrapreneurship activities for its employees. The final goal of this research is
the test result of the intrapreneurship model, which was created with the Design Thinking Process
earlier. Furthermore, this model will be tested with a CEAI or Corporate Entrepreneurship
Assessment Instrument. In general, with Intrapreneurship, business owners will be more confident in
doing business as usual. Due to this fact, staff has more creativity and actively contributes to
sustainability and the effort to increase the corporation's profit. Especially for this leading Sharia
banking, this is one of the efforts to choose in order to be a part of Fortune 100 Indonesi
Pengaruh Faktor-faktor Belanja Online Terhadap Customer Satisfaction Pada Pengguna Shopee Di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor belanja
online terhadap customer satisfaction pada pengguna Shopee di Indonesia.
Penelitian ini memiliki tujuh dimensi dari variabel konstruktif Security,
Information Availability, Shipping, Quality, Pricing, Time dan Customer
Satisfaction. Penelitian ini merupakan basic research yang termasuk dalam jenis
causal research. Teknik pengambilan sampel yang digunakan daalm penelitian ini
yaitu non-probability sampling dengan metode purpose sampling. Pengolahan
data penelitian menggunakan software SmartPls 4. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa masing-masing variabel Security, Information Availability, Quality, dan
Time berpengaruh signifikan terhadap Customer Satisfaction, tetapi Shipping dan
Pricing tidak berpengaruh terhadap Customer Satisfaction
Social Identity of Buginese-Makassarese Migrant Student
The Bugis-Makassar tribes are two large tribes from South Sulawesi, Indonesia, renowned for their migration tradition. Many Buginese-Makassarese young people continue this tradition by seeking better educational opportunities outside their hometown. This study aims to explore the social identity of Buginese-Makassarese migrant students in foreign cities. Using a qualitative research design with a phenomenological approach and interpretive paradigm, data was collected through semi-structured interviews and analyzed using thematic analysis, which resulted in five key themes. The findings reveal that Buginese-Makassarese migrant students feel secure in revealing their social identity, as they maintain a positive balance in their relations with both ingroups and outgroups. They display strong cohesiveness and empathy when interacting within the ingroup and exhibit self-esteem, tolerance, and effective adaptation when engaging with the outgroup. Notably, the cultural values of siri’ na pacce—which emphasize dignity, empathy, and mutual support—play a crucial role in shaping their social identity and promoting psychological well-being. These values contribute significantly to the student’s self-concept and their ability to navigate complex social interactions in a new environment. This study provides valuable insights into how migrant students, particularly from the Buginese-Makassarese ethnic group, can adjust and maintain their cultural values while adapting to life in different cities
Evaluasi Pengendalian Internal Menggunakan Coso Framework Terhadap Siklus Pendapatan Untuk Meningkatkan Efektivitas Hotel X
COSO Framework merupakan kerangka kerja pengendalian internal yang diakui secara global, dirancang untuk meningkatkan kinerja organisasi dalam mengevaluasi, mempertahankan dan meningkatkan sistem pengendalian internal. Penelitian ini bertujuan meningkatkan efektivitas dengan mengevaluasi pengendalian internal pada siklus pendapatan menggunakan COSO Framework di Hotel X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksplanatori dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur, observasi, dan analisis dokumen.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hotel X memiliki pengendalian internal yang baik, namun terdapat beberapa titik area yang
perlu ditingkatkan. Pada Lingkungan Pengendalian, pengendalian kuat pada prinsip
Menjalankan Tanggung Jawab Pengawasan dengan dukungan struktur organisasi yang jelas, peran pengawasan berkompeten, dan pemantauan berkala. Namun, terdapat kelemahan dalam kurangnya evaluasi kepatuhan etika, sosialisasi whistleblower, dan perencanaan suksesi. Direkomendasikan agar melakukan evaluasi kepatuhan etika, peningkatan sosialisasi whistleblower, dan rencana suksesi formal. Pada Penilaian Risiko, pengendalian kuat pada Menentukan Tujuan yang Sesuai diterapkan, namun lemah dalam penilaian insentif, tekanan kerja, dan perubahan kepemimpinan. Direkomendasikan agar melakukan evaluasi sistem insentif dan kepemimpinan. Pada Aktivitas Pengendalian, pengendalian kuat pada prinsip Mengembangkan Pengendalian Umum atas Teknologi didukung sistem manajemen terintegrasi, namun kurang evaluasi rutin terhadap kebijakan.
Direkomendasikan agar melakukan evaluasi berkala kebijakan dan prosedur. Pada
Informasi dan Komunikasi, pengendalian kuat pada Menghasilkan Informasi yang Relevan diterapkan dengan baik, memproses data mendukung keputusan, dan menjaga kualitas informasi. Pada Pemantauan, pengendalian kuat pada Melakukan Evaluasi Berkelanjutan dan/atau Terpisah diterapkan melalui audit rutin. Informasi dan Komunikasi serta Pemantauan telah berjalan optimal. Implementasi rekomendasi diharapkan meningkatkan efektivitas Hotel X
Kedudukan Pembuktian Keterangan Anak Korban dan Anak Saksi tanpa Sumpah Ditinjau dari Undang-undang Nomor. 8 Tahun 1981 Tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP)
Pada dasarnya anak korban di mungkinkan juga dapat diposisikan sebagai anak saksi karena ia dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di pengadilan terkait dengan tindak pidana yang dialaminya sendiri. Keterangan anak adalah keterangan yang diberikan oleh seorang anak tentang hal yang diperlukan untuk membuat terang suatu perkara pidana guna kepentingan pemeriksaan. Proses pembuktian memiliki peran yang sangat penting dalam persidangan. Pembuktian mengenai keterangan anak tanpa sumpah berperan untuk menentukan kedudukan keterangan anak sebagai alat bukti yang sah, sehingga dapat memberikan keyakinan bagi hakim untuk menentukan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana atau tidak. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif yaitu menggunakan aturan hukum atau norma hukum positif sebagai acuan analisis. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa, keterangan anak korban dan anak saksi tidak memiliki kedudukan sebagai alat bukti keterangan saksi yang sah karena tidak memenuhi syarat dalam Pasal 160 Ayat (3) KUHAP jo. Pasal 161 Ayat (2) KUHAP jo. Pasal 185 Ayat (7) KUHAP, melainkan memiliki keduudkan sebagai alat bukti petunjuk sebagaimana diatur dalam Pasal 171 KUHAP berserta penjelasannya jo. Pasal 188 KUHAP dan berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 65/PUUVIII/2010
Perlindungan Hukum bagi Ah sebagai Pencipta Karya Fotografi yang Karyanya digunakan dalam Video Musik Milik N secara Komersial tanpa Izin Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta
Fotografi adalah salah satu jenis karya cipta yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Perlindungan tersebut memberikan hak moral dan hak ekonomi kepada penciptanya. Hak ekonomi memungkinkan pencipta untuk mendapatkan keuntungan finansial dari karya ciptaannya. Perlindungan hak cipta menegaskan bahwa pihak yang ingin memanfaatkan suatu ciptaan secara ekonomi wajib memperoleh izin dari pencipta terlebih dahulu. YouTube adalah platform yang digunakan untuk memperoleh keuntungan ekonomi dari karya sinematografi, termasuk video musik. Namun, format gambar bergerak berpotensi disalahgunakan oleh pihak lain untuk mencari keuntungan ekonomi dari gambar tidak bergerak. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, yang didasarkan pada norma hukum positif yang relevan dengan penelitian ini untuk mendapatkan kebenaran yang koheren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pihak yang menggunakan ciptaan untuk tujuan ekonomi tanpa izin pencipta dapat dikenakan tuntutan pidana maupun perdata
Sepatu
Sepatu sneakers ARVIPIO ini berfungsi sebagai alas kaki untuk kegiatan sehari-hari. Sepatu sneakers ini
memiliki loop tali sepatu yang dapat dilalui tali dengan lingkar hingga 1,5 cm yang memungkinkan tali sepatu
untuk diganti sesuai preferensi. Sepatu sneakers ini juga dilengkapi dengan 2 loop tali sepatu tambahan, 1
buah loop berlokasi di bawah panel quilt lidah untuk mengunci lidah sepatu agar tidak mudah geser, dan loop
belakang di atas panel quilt yang dapat dilalui 2 tali berukuran 1,5 cm, yang secara bersamaan yang berfungsi
menambah estetika sepatu
Sandal
Sebagai sandal yang terinspirasi dari hubungan manusia dengan dunia futuristik AI yang sangat tertuju pada
Cyborg atau Human Robot. Bentuk, warna, dan embellishment parts yang digunakan pada sandal Entwined
Wave Sandal ini semua diambil dari karakteristik sebuah cyborg, dimana hampir seluruh badan cyborg
dipenuhi dengan elemen warna silver dari material promethium atau baja. Sehingga kebanyakan detail yang
digunakan pada sandal ini adalah seperti stud dan eyelet berwarna silver yang melambangkan body parts
sebuah cyborg. Sedangkan untuk warna cerah merah, detail lilitan strap pita, serta bentuk potongan wave atau
gelombang tersebut diperoleh dari elemen lain yang masih melambangkan atau mewakili paradoks kehadiran
kesadaran hati dan logika manusia yang dipercaya dapat lahir dalam sosok cyborg
Antibiotics consumption in neurosurgery versus appendectomy: a call for antibiotic stewardship initiatives
Background and aims. Surgical site infection (SSI) remains a significant global
health concern, including in Indonesia. The administration of prophylactic antibiotics
plays a pivotal role in the prevention and the reduction in mortality rates associated
with SSIs. Prophylactic antibiotic use is recommended in surgical procedures that are
at risk of infection, including in clean surgical operations that last more than three
hours and clean-contaminated surgeries. The objective of this study was to analyze
the quantity of prophylactic antibiotic consumption and to compare the consumption
of antibiotics between neurosurgery (clean surgery) and appendectomy (clean-
contaminated surgery).
Methods. Data in this observational study were obtained from the medical records of
patients who underwent neurosurgery and appendectomy at two hospitals in Surabaya:
one private and one public hospital. The quantity of antibiotic consumption will be
analyzed descriptively and presented as a defined daily dose (DDD) per 100 bed days.
Results. Research findings revealed a higher quantity of antibiotic consumption
in elective neurosurgery, representing 47.43 DDD/100 bed-days, in comparison to
21.26 DDD/100 bed-days and 76.34 DDD/100 bed-days in elective and emergency
appendectomy, respectively. The most frequently used antibiotics were broad-
spectrum antibiotics, which included cefixime (36.91 DDD/100 bed-days) and
ceftriaxone (5.45 DDD/100 bed-days) in elective neurosurgery; and ceftriaxone
(14.94 vs 50.86 DDD/100 bed-days) and metronidazole (5.75 vs 19.16 DDD/100
bed-days) in elective and emergency appendectomy, respectively.
Conclusion. The consumption of prophylaxis antibiotics remains a significant
concern. In order to develop strategies to prevent bacterial resistance through an
antibiotic stewardship program, it is essential to evaluate antibiotic consumption and
monitor trends over time