42304 research outputs found
Sort by
Set Tas Olahraga
Tas ini mengusung teknik tranformable yang dapat digunakan pada berbagai macam cabang olahraga yang tercatat popular di Indonesia seperti sepakbola, futsal, basket, voli, tennis, badminton dan cabang lainnya. Fitur transformable dapat mengubah bentuk tas dari backpack menjadi dufflebag dan dilengkapi dengan kompartemen lepas pasang dengan velcro yang dapat diubah bentuknya sesuai dengan kebutuhan pengguna
Phyllanthus niruri leaves: Unveiling their reversible anti-inflammatory activity on MIF protein and macrophage cells
Background: Phyllanthus niruri leaves have been known for their various biological activities, including potential anti-inflammatory effects for prevention and treatment of chronic diseases. However, their anti-inflammatory effects have not yet been comprehensively elaborated. This study introduces the novel finding that Phyllanthus niruri leaf extract reversibly exhibits inhibition of macrophage migration inhibitory factor (MIF) activity, a key protein in chronic inflammation, with a low IC50. Furthermore, it demonstrates the extract's ability to reduce the levels of pro-inflammatory cytokines IL-1β and IFN-γ in macrophage cells, suggesting a previously unelaborated mechanism for its anti-inflammatory potential.
Methods: The research innovatively combines the assessment of MIF tautomerase inhibition with the evaluation of pro-inflammatory cytokine reduction in macrophage cells to comprehensively characterize the anti-inflammatory activity of Phyllanthus niruri. The determination of the reversibility of MIF inhibition adds a crucial layer of understanding to its potential therapeutic action, suggesting a dynamic interaction with the target protein.
Results: Phyllanthus niruri leaf extract inhibited MIF activity reversibly with an IC50 in the low mg/L range and reduced the concentrations of IL-1β and IFN-γ pro-inflammatory cytokines in macrophage RAW 264.7 cells to different extents.
Conclusion: These findings suggest that Phyllanthus niruri leaf extract holds promise as a natural anti-inflammatory agent for managing inflammation-associated chronic diseases. The demonstrated in vitro efficacy warrants further investigation into its potential as a therapeutic or preventive agent, paving the way for future in vivo studies and clinical trials to validate its use in human health
Penerapan Keadilan Restoratif Pada Anak Dalam Kasus Tindak Pidana Narkotika Di Desa Balongwono Kabupaten Mojokerto
Fenomena penyalahgunaan narkotika di kalangan anak mengalami peningkatan
signifikan, termasuk di wilayah pedesaan seperti Desa Balongwono, Kabupaten
Mojokerto. Anak sebagai pelaku tindak pidana narkotika memerlukan pendekatan hukum yang berbeda dari orang dewasa, sebagaimana diatur dalam UndangUndang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji: (1) bagaimana pengaturan keadilan restoratif pada anak dalam kasus narkotika menurut peraturan yang berlaku, serta (2) bagaimana penerapan sanksi yang memiliki unsur rehabilitasi dan edukasi melalui keadilan restoratif terhadap anak dalam kasus tindak pidana narkotika di Desa Balongwono. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan didukung data empirik dari lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan keadilan restoratif bagi anak pengguna narkotika telah didukung oleh sejumlah regulasi, antara lain UU SPPA dan PERMA No. 4 Tahun 2014. Desa Balongwono telah menginisiasi program pemulihan berbasis masyarakat, antara lain SAPA BERSINAR dan Sekolah Kehidupan Balongwono yang mengintegrasikan unsur rehabilitasi non-medis (psikososial) dan edukasi melalui pendekatan humanistik. Kegiatan seperti Rumah Pulih Desa, pendampingan sebaya, kelas edukasi, hingga mediasi keluarga menjadi bentuk nyata penerapan keadilan restoratif. Peran aktif pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan pihak kesehatan menjadi kunci keberhasilan program ini. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam mengurangi kekambuhan anak, menghapus stigma, serta mempercepat reintegrasi sosial anak ke lingkungan masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan perluasan model serupa di wilayah pedesaan lain serta perlunya penguatan regulasi teknis dan dukungan lintas sektor untuk menjamin keberlanjutan pendekatan keadilan restoratif dalam penanganan anak pelaku tindak pidana narkotika
Perlindungan Hukum Terhadap Anak Korban Perundungan Pada Satuan Pendidikan Keagamaan
Perundungan fisik dapat diartikan sebagai bentuk penindasan atau kekerasan
yang dilakukan dengan sengaja oleh satu orang atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain, dengan tujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus. Perundungan fisik menjadi salah satu
permasalahan yang sangat serius dan sampai hari ini masih sulit untuk
dihilangkan. Ada beberapa kasus perundungan fisik yang beredar di berbagai
Media, baik media elektronik maupun media cetak yang mengakibatkan korban
mengalami patah tulang, luka-luka, benjolan dikepala, lebam, dan bahkan ada
yang sampai meninggal dunia. Dengan demikian maka perlu adanya penelitian
mengenai hal tersebut terkait dengan perlindungan hukumnya. Penelitian ini
menggunakan metode yuridis normative, bahan yang digunakan yaitu
menggunakan bahan hukum primer yang bersumber dari undang-undang dan
peraturan-peraturan terkait dan didukung oleh bahan hukum skunder yaitu kasus nyata terkait perundungan fisik yang dikumpulkan dari pemberitaan media-media elektronik. Adapun tujuan yang ingin dicapai penulis dalam penelitian ini adalah: 1. Menjawab pengaturan terkait perlindungan anak sebagai korban perundungan fisik. 2. pencegahan agar anak terhindar menjadi korban perundungan fisik. Hasil penelitian ini menghasilkan data perundungan fisik. Sedangkan perlindungan hukum yang dapat dilakukan bagi korban adalah secara preventif dan secara represif dengan bantuan beberapa pihak untuk mencegah maupun menanggulangi perundungan di satuan pendidikan keagamaan. Regulasi terkait perundungan fisik ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, yang merupakan revisi dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, yang menetapkan norma-norma hukum untuk melindungi anak-anak dari perilaku yang merugikan mereka di lingkungan satuan pendidikan keagaman dan masyarakat
Framing Effect dan Self-efficacy Dalam Pengambilan Keputusan Pengelolaan Perusahaan Oleh Direktur Utama
Penelitian ini merupakan basic research dengan tujuan untuk menguak lebih dalam apakah dalam pengambilan keputusan suatu perusahaan oleh seorang Direktur Utama juga tidak lepas akan framing effect dan mendalami efek self-efficacy yang dimiliki oleh seorang “atasan” berpengaruh dalam kebijakan yang dibuatnya. Dalam Teori Prospek yang mengamati fenomena perilaku manusia yang khususnya dalam pengambilan keputusan. Teori Prospek memprediksi bahwa keputusan yang diambil seseorang akan bergantung pada suatu informasi yang dibingkai sehingga dapat melihat dari satu perspektif saja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan melakukan wawancara singkat untuk mendalami hasil dan memperoleh data atau informasi yang dibutuhkan. Beberapa peneltian framing effect dan self-efficacy mengacu pada pemilihan bentuk investais. Namun penelitian ini mendalami efek dari framing effect dan self-efficacy yang dialami oleh Direktur Utama dalam mengambil keputusan dan menetapkan kebijakan yang dibuatnya dalam perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya terdapat framing effect dan efek self-efficacy dalam pengambilan kebijakan perusahaan yang dilakukan oleh Direktur Utama
Perilaku Pengguna Mobile Payment Shopeepay Di Surabaya Dari Perspektif Utaut 2
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor unified theory of
the acceptance and use of technology 2 (UTAUT2) terhadap behavioral intention
dan use behavior pada pengguna mobile payment ShopeePay di Surabaya.
Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu non-probability
sampling dengan pendekatan purposive sampling. Penelitian ini mengambil data
sebanyak 213 responden yang memenuhi karakteristik populasi yaitu pengguna
ShopeePay yang menggunakan layanan ShopeePay minimal dua kali dalam tiga
bulan terakhir, memiliki usia minimal 18 tahun, berdomisili di Surabaya, dan
pendidikan terakhir minimal SMA/Sederajat. Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa effort expectancy dan habit berpengaruh positif dan signifikan terhadap
behavioral intention, dan juga behavioral intention berpengaruh positif dan
signifikan terhadap use behavior pada pengguna mobile payment ShopeePay,
sedangkan performance expectancy, social influence, facilitating conditions, dan
hedonic motivation tidak berpengaruh signifikan terhadap behavioral intention
pengguna mobile payment ShopeePay
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Brand Loyalty Dan Willingness To Pay Premium Price Konsumen Merek Smartphone Samsung Di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh. Pengaruh
dimensi Social Media Marketing Activities terhadap Brand Awareness Brand
Image, serta Brand Loyalty dan Willingess to Pay Premium Price. Objek yang
digunakan dalam penelitian ini adalah smartphone merek Samsung di Indonesia.
Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan Regresi Linear Berganda
menggunakan software PSPP 2.11. Penelitian ini menggunakan data primer yang
diperoleh dari penyebaran kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 170
responden yang merupakan pengguna smartphone merek Samsung di Indonesia.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah nonprobability sampling dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini
menyatakan hanya Interactivity, Trendindiness dan Customization yang memiliki
pengaruh pada Brand Awareness atau Brand Image, kemudian brand image
memainkan peranan penting karena berpengaruh langsung dan tidak langsung
terhadap Willingness to Pay Premium Price
Membangkitkan Sensitivitas Kesejahteraan Subjektif Pada Lansia Panti Werdha Pangesti Lawang Kabupaten Malang Melalui Melukis Ekspresif
Loneliness, boredom, and feelings of abandonment from family are complex psychological issues that older adults in nursing homes often experience. This community service aims to identify the psychological needs and stimulate the subjective well-being of the elderly, ultimately helping them find meaning in old age. The method used includes painting together as an assessment, followed by group counselling as a form of intervention. The assessment involved ten elderly individuals aged 70–85 years at Panti Werdha Pangesti Lawang, where they expressed their feelings and experiences through the art of painting. The results showed that painting activities not only helped the elderly express thoughts that were dif icult to convey verbally but also became a medium for meaningful self-reflection. The group counselling intervention further explored their social and emotional needs, especially the need for social interaction and family presence. The conclusion of this study emphasizes the importance of paying attention to social and emotional needs, as well as family support, in improving the subjective well-being of the elderly in nursing homes
Sleep Calls and Emotional Intimacy in Non-Long-Distance Romantic Relationships: A Qualitative Exploration of Virtual Communication Practices
In the context of modern romantic relationships in Indonesia, digital communication has facilitated the maintenance of intimacy and commitment beyond face-to-face interactions. One such practice, sleep calls, has gained prominence even among non-long-distance couples, raising questions about its role in emotional bonding andrelationship dynamics. This study investigates how sleep calls function within non-long-distance romantic relationships, focusing on their potential to strengthen intimacy, foster self-disclosure, and provide social support. Through qualitative data from in-depth interviews with two couples, this research examines how sleep calls are perceived and utilized to enhance emotional closeness, while also exploring potential drawbacks, such as the impact on sleep quality. Findings suggest that sleep calls serve as a unique form of virtual intimacy, allowing couples to nurture emotional connections and demonstrate commitment, but also posing challenges to physical well-being. By positioning this study within the broader context of virtual communication in contemporary relationships, we argue that while sleep calls can significantly deepen emotional bonds, their long-term effects on relationship satisfaction and individual health remain an important area for future exploration
Aplikasi Theory Of Planned Behavior Dan Marketing Mix Pada Intention To Purchase Konsumen Mixue Di Surabaya
Pesatnya pertumbuhan industri es krim Indonesia menimbulkan persaingan
yang semakin ketat. Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi
intention to purchase konsumen terhadap produk es krim Mixue di Surabaya. Studi ini menganalisis pengaruh bauran marketing mix dan theory of planned behavior (TPB) terhadap intention to purchase, dengan melibatkan 213 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis SEM. Hasil analisis menunjukkan bahwa marketing mix secara signifikan mempengaruhi attitude toward behavior, subjective norm, perceived behavior control, dan intention to purchase. Selain itu, attitude dan subjective norm terbukti
berpengaruh positif terhadap intention to purchase, namun perceived behavior
control tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini tidak hanya
memberikan wawasan berharga bagi Mixue dalam menyusun strategi pemasaran
yang lebih efektif, tetapi juga memperkaya literatur mengenai penerapan TPB
dalam konteks bisnis kuliner di Indonesi