42304 research outputs found
Sort by
Analisis Wacana Kritis Ayah Yang Memiliki Anak Dengan Spektrum Autisme
Families raising children on the autism spectrum experience significant parenting challenges.
To provide effective support, it is important to understand the distinct roles and experiences of
fathers and mothers. Existing family research has predominantly focused on mothers as primary
caregivers, leaving fathers' voices underrepresented. Consequently, support for fathers is often
generalized from findings based primarily on mothers’ experiences. Using a critical discourse
analysis approach, this study aims to construct a discourse that uncovers the hidden social
power driving marginalization in the context of caregiving and disability, experienced by fathers. Findings from interviews with 14 fathers of children on the autism spectrum reveal three dominant discourses that shape their understanding of their roles, influenced by sociocultural dynamics. These discourses include: (1) discourse on the transformation of gender roles in the family; (2) the discourse of social power: norms, stigma, and hierarchy; and (3) cultural discourse: the construction of autism in society
Peranan Persepsi Risiko dalam Memediasi Pengaruh Bias Perilaku terhadap Keputusan Investasi pada Generasi Z di Indonesia
Penelitian ini didasari oleh meningkatnya jumlah investor ritel, khususnya Generasi Z di Indonesia yang didorong oleh kemudahan akses platform digital serta kesadaran akan pentingnya pengelolaan keuangan. Namun, pengambilan keputusan investasi sering dipengaruhi oleh bias perilaku yang dapat menurunkan tingkat rasionalitas, sementara persepsi risiko berpotensi memperkuat atau melemahkan dampak bias perilaku terhadap keputusan investasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peranan persepsi risiko dalam memediasi pengaruh bias perilaku terhadap keputusan investasi pada Generasi Z di Indonesia. Data penelitian dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS dengan 250 responden yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi risiko memediasi hubungan antara disposition effect, herding bias, dan overconfidence dengan keputusan investasi. Variabel tersebut memiliki pengaruh langsung terhadap persepsi risiko dan terhadap keputusan investasi, sedangkan blue-chip stocks tidak berpengaruh signifikan secara langsung. Studi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam mengenai pengaruh bias perilaku, serta menunjukkan pentingnya edukasi dan strategi mitigasi untuk meningkatkan rasionalitas investor di Indonesia
Antioxidant activity of formulation of Roselle calyx herbal syrup as a functional beverage
Roselle (Hibiscus sabdariffa) flowers are rich in anthocyanins and organic acids, which contribute to their characteristic red-colored calyx and sour flavor, along with notable biological activities. This study aimed to develop and optimize a functional roselle syrup formulation by incorporating selected spices—cinnamon, cloves, and cardamom—and using xanthan gum and Tween 60 as stabilizing agents. Six formulations (F1–F6) were prepared and evaluated based on their physicochemical characteristics, antioxidant activity, and stability. Among the formulations, F3 (containing 1% xanthan gum and 0.2% Tween 60) showed the most favorable results, with a pH of 2.73, viscosity of 403.3 cP, total anthocyanin content of 67.85 mg/L, and DPPH free radical inhibition of 50.43% and 64.05% at concentrations of 1% v/v and 2% v/v, respectively. Upon reconstitution at a 1:5 ratio, the syrup retained appealing organoleptic qualities, including a bright red color, sweet-sour taste, and herbal aroma. During a 42-day storage study, the syrup maintained stable viscosity and antioxidant activity for up to 21 days, with pH remaining within the acceptable range (2–4) despite a slight increase. However, anthocyanin content showed significant degradation after day 7. These findings highlight the need for further formulation improvement to enhance anthocyanin and antioxidant stability in roselle syrup products
Strategi Desain dan Proses Pembuatan Purwarupa dengan 3D Printing
Persaingan industri manufaktur menjadikan teknologi terus menerus dikembangkan. Salah satu teknologi tersebut adalah prototyping atau pembuatan purwarupa. Purwarupa ini dibutuhkan agar pengembang produk bisa memvisualisasikan ide dalam bentuk fisik sebelum memasuki tahap produksi massal. Purwarupa harus dibuat dalam waktu cepat untuk memotong biaya pengembangan maupun waktu peluncuran produk ke pasar. Pembuatan purwarupa dapat dilakukan dalam dengan menggunakan berbagai macam material dan proses. Buku Strategi Desain dan Proses Pembuatan Purwarupa dengan 3D Printing ini lebih lengkap mengulas dasar-dasar 3D printing, panduan desain, panduan proses, dan aplikasi nyata dalam pembuatan purwarupa di berbagai sektor industri
Role of Solar Photovoltaic Energy in GHG Emission Reduction within Indonesia's Long-Term Strategy for Low Carbon and Climate Resilience 2050
Indonesia’s Long-Term Strategy for Low Carbon and Climate Resilience 2050 (LTS-LCCR 2050) outlines ambitious goals for achieving a low-carbon and climate-resilient future, with solar photovoltaic (PV) energy playing a pivotal role. This paper explores the pathways, contributions, and challenges associated with achieving the target of 113 GW of installed solar PV capacity by 2050. Using a comprehensive methodology, the study examines solar energy potential, trends in PV deployment, greenhouse gas (GHG) emission reductions, and scenarios for target achievement. Findings highlight that transitioning to solar PV could reduce GHG emissions by approximately 794.87 million tons of CO₂ annually by replacing coal-based electricity. Three deployment scenarios are analyzed: constant growth, gradual ramp-up, and aggressive early deployment, each presenting unique challenges and opportunities. Key barriers include financial constraints, technical limitations, regulatory hurdles, and public acceptance issues. The study concludes that achieving the target requires strong policy frameworks, significant investments, and technological innovation. Solar PV has the potential to transform Indonesia’s energy sector, contributing to national climate goals and sustainable development
Sustainability Assessment of Residential Grid-Connected Monocrystalline Module Solar PV Systems in Three Major Cities in Indonesia: A Life Cycle Assessment Perspective
This work presents a life cycle assessment (LCA) of grid-connected photovoltaic (PV) systems for households in three major cities in Indonesia, i.e., Jakarta, Surabaya, and Medan. The study emphasizes environmental sustainability and energy performance of monocrystalline-type modules. Adopting the previous similar work that employed the IMPACT2002+ and Cumulative Energy Demand (CED) methodologies, the study evaluates multiple environmental effects, such as greenhouse gas (GHG) emissions, energy payback period time (PBT), and energy return on investment (ROI) for PV systems with capacities of 2 to 15 kWp. It was found that GHG emissions decrease as system capacity increases. The emissions decrease is about 70.89 g CO₂-eq/kWh for smaller systems to 65.06 g CO₂-eq/kWh for larger systems. The primary source of emissions is from the energy-intensive manufacturing processes of PV modules. The PBT values were found to range from 6.88 to 8.10 years. The ROI values varied between 2.98 and 4.01. Extending the system lifespan from 20 to 30 years results in a 31% decrease in GHG emissions. The regions with higher solar irradiation, such as Surabaya, exhibited superior environmental performance and energy efficiency. This study emphasizes the potential of PV systems in Indonesia to advance sustainability objectives. Besides, the necessity for improved module manufacturing processes and system longevity should be considered
Perlindungan Hukum Terhadap Pejabat Pembuat Akta Tanah Dalam Pembuatan Akta Pemberian Hak Tanggungan Terkait Itikad Tidak Baik Penghadap
Pejabat Pembuat Akta Tanah sudah menerapkan prinsip kehati-hatian dalam
membuat akta pemberian hak tanggungan tetapi ternyata terdapat itikad tidak baik
dari debitur yang tidak menjelaskan secara rinci mengenai tanah dan bangunan
tersebut karena dalam peraturan perundang-undangan tidak ada kewajiban bahwa
PPAT wajib menyelidiki kebenaran dokumen yang dibawa oleh penghadap. Metode
penelitian ini adalah yuridis normatif, penelitian yang dilakukan berdasarkan bahan
hukum utama dengan cara mengkaji teori-teori, konsep-konsep, asas-asas hukum
serta peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan penelitian ini.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akibat hukum atas akta yang dibuat oleh
PPAT dengan adanya itikad tidak baik dari penghadap serta perlindungan hukum
terhadap pejabat pembuat akta tanah dalam pembuatan akta pejabat pembuat akta tanah terkait itikad tidak baik penghadap. Hasil penelitian dalam penelitian ini yaitu akibat hukum dari akta autentik Pejabat Pembuat Akta Tanah yang cacat hukum adalah akta tersebut kehilangan keautentikannya, penyelesaiannya dengan cara menghukum pihak yang menyebabkan akta tersebut kehilangan keautentikannya, sedangkan perlindungan hukum yang dapat diberikan kepada PPAT dalam memulihkan haknya atas adanya itikad tidak baik dari penghadap dalam memberikan keterangan pada akta PPAT adalah dengan rehabilitasi menjadi bentuk dalam penghapusan segala kerugian yang telah disebabkan oleh kasus yang telah menimpa PPAT
Metode Penelitian: Pendekatan Kuantitatif Dan Kualitatif
Buku Metode Penelitian: Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif ini disusun dengan logika mengikuti alur pembuatan proposal penelitian yang lazimnya terdiri dari tiga bagian yaitu pendahuluan, telaah literatur dan metode penelitian. Buku ini terdiri atas Sembilan belas bab yang dimulai dari Pengenalan Riset, dimana pada bab 1 ini dibahas berbagai terminologi yang akan digunakan pada seluruh bab. Bagian selanjutnya pada bab 2 membahas pendekatan riset agar pembaca dapat mengetahui berbagai macam pendekatan riset yang mungkin dapat dipilih untuk menjawab masalah penelitian bisnis. Bab 3 berisi penjelasan bagaimana penelitian mendefinisikan masalah hingga membedakan antara research problem dan research question, dimana tiga bab awal ini merupakan dasar dan sekaligus bagian dari pendahuluan dalam proposal penelitian. Bab 4 berisikan penjelasan mengenai telaah literatur yang biasanya ada pada bab 2 proposal penelitian. Bab 5 akan mempelajari tentang hipotesis. Selanjutnya bab 6 pembahasan tentang desain riset yang merupakan bagian dari bab 3 dalam proposal. Pada bab 7 akan mendiskusikan tentang teknik sampling, penentuan besaran sampel dan mewaspadai adanya error sampling. Bab 8 hingga bab 11 akan dilanjutkan dengan pembahasan tentang metode pengumpulan data mulai dari interview, observasi, survey dan eksperimen. Dilanjutkan dengan bab 12 dimana didiskusikan definisi operasional dan bagaimana membuat pertanyaan kuesioner. Pada bab 13 dilanjutkan dengan pembahasan skala, validitas dan reliabilitas yang wajib ada pada pengumpulan data primer. Bab 14 hingga 18 pembaca akan diajak membahas analisis data, mulai dari analisis data kuantitatif, multivariat baik dependensi dan interdependensi, hingga analisis data kualitatif. Bab 19 ditutup dengan bagaimana membuat proposal penelitian