42304 research outputs found
Sort by
Pembuatan Video Tutorial Untuk Meningkatkan Keterampilan Dasar Bola Basket Bagi Pemula
Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan media pembelajaran berbasis web yang memuat video berdurasi 30-60 detik untuk enam teknik dasar bola basket: dribble, passing, shooting, pivot, lay-up, dan rebound. Pemain pemula sering mengalami kesulitan dalam menguasai teknik-teknik tersebut secara sistematis karena terbatasnya panduan latihan yang terstruktur dan menarik. Meskipun terdapat banyak video tutorial di media sosial, sebagian besar tidak menyediakan program latihan harian yang konsisten serta tidak dilengkapi evaluasi untuk mengukur pemahaman pengguna. Dalam penelitian ini, kebutuhan pengguna diidentifikasi melalui kuesioner kepada 30 responden dan wawancara dengan pelatih, lalu dikembangkan program latihan selama 14 hari yang diintegrasikan dalam sebuah website
Successful Therapeutic Response of Intravenous Immunoglobulin in Guillain-Barre Syndrome with Onset More Than Two Weeks: A Case Report
Guillain-Barré Syndrome (GBS), with a global incidence of 1–2 cases per 100,000 population annually, remains the most common cause of acute flaccid paralysis. Standard treatment includes plasma exchange within 4 weeks or intravenous immunoglobulin (IVIg) within 2 weeks of symptom onset. However, IVIg may still benefit selected late-presenting cases. Here, we report a case a 17-year-old male presented with progressive bilateral limb weakness and paresthesia that began approximately 3 weeks before admission. He also experienced a brief syncope episode and defecation syncope, indicating possible autonomic involvement. On hospital day 3, after shared decision-making, the family opted for IVIg over plasma exchange. Laboratory tests on admission and prior to IVIg showed normal albumin and elevated C-reactive protein (CRP), resulting in a low CRP-Albumin Ratio (CAR = 0.12). Although CAR has not been validated in GBS, studies in Kawasaki disease suggest that lower CAR may be associated with a favorable response to IVIg. The patient received IVIg at 0.4 g/kg/day for 5 days, starting on hospital day 4 (approximately day 24 of symptoms). By day 3 of IVIg therapy, the patient showed improved limb strength and reduced paresthesia. The GBS disability score improved from 4 to 2 upon completion of treatment. This case supports the potential benefit of IVIg beyond the conventional 2-week window in GBS, particularly in patients with autonomic symptoms. The use of CRP-Albumin Ratio (CAR) as a potential supportive marker for predicting IVIg responsiveness in GBS warrants further investigation
Pengaruh Faktor Manusia Dalam Rancangan Order Picking Untuk Meningkatkan Efisiensi Order Picking
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya pengaruh faktor manusia dalam perancangan sistem OP untuk meningkatkan efisiensi OP di gudang. Fokus utama dalam penelitian ini untuk mengevaluasi aspek-aspek utama, yang mencakup fisik, mental, dan psikososial, yang memiliki peran penting dalam menentukan produktivitas tenaga kerja. Dengan menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) sebagai metode analisis untuk mengukur hubungan antara variabel-variabel tersebut terhadap efisiensi OP. Pada hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai (T=3.975, P=0.000), yang artinya aspek psikososial, seperti motivasi, komunikasi, umpan balik, dan kepuasan kerja, memiliki pengaruh paling signifikan terhadap efisiensi OP. Pada intervensi psikososial, seperti dukungan sosial dan komunikasi tim, efektif dalam mengurangi waktu OP dari rata-rata 2,895 menit serta meningkatkan kesejahteraan pekerja. Selain itu aspek fisik dan mental berkontribusi lebih kecil namun tetap relevan dalam mendukung performa kerja dan mengurangi tingkat kesalahan. Disisi lain Analisis Variance Accounted For (VAF) menunjukkan bahwa aspek fisik memiliki mediasi parsial (39,88), aspek mental menunjukkan mediasi kuat (83,87), dan aspek psikososial memiliki mediasi parsial (50,9). Pengujian koefisien path menunjukkan aspek fisik dan mental tidak berpengaruh signifikan terhadap efisiensi order-picking (p-value 0.05), sehingga H1-H4 ditolak. Namun, aspek psikososial berpengaruh signifikan terhadap Strategi Order-Picking (p-value 0.05) dan berfungsi sebagai mediator penuh dalam meningkatkan efisiensi (VAF 96,3). Temuan ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperkaya literatur terkait pengaruh faktor manusia dalam aktivitas order picking di gudang, sekaligus memberikan panduan praktis bagi manajemen perusahaan dalam merancang strategi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas melalui pendekatan yang holistik
Optimization of Biodiesel Production from Palm Oil via Sodium Hydroxide-Catalyzed Transesterification in a Tubular Microreactor
Biodiesel production can be improved using new microdevice technologies that increase reaction efficiency and yield. This study focused on biodiesel synthesis from palm oil through transesterification using a sodium hydroxide catalyst. A compact PTFE microreactor with a 1 mm diameter was used. The effect of methanol-to-oil ratio, temperature, and catalyst concentration was explored to determine the optimal conditions for producing fatty acid methyl esters (FAME). The highest FAME yield reached 90.30% with a short residence time of 10.85 minutes. The final product had a density of 0.848 to 0.909 g/ml and a viscosity of 4.038 to 24.987 CSt, showing the method’s effectiveness
The Isoflavone Contents of Devon 1 Soybeans during Fermentation and Processing into Soybean-Tempeh Steamed Buns
The soybean Devon 1 variety is a superior variety developed in Indonesia. The isoflavone content makes this soybean a top choice for a functional food. However, fermenting soybeans into tempeh and processing them into other products can affect the final isoflavone content. The objective of this study was to analyze the total isoflavone and its derivatives content in Devon 1 soybeans, soybean tempeh, soybean tempeh flour, and buns made from tempeh flour. The content of each isoflavone type was determined by high-performance liquid chromatography at λ249 and λ260 nm wavelengths. The buns were made from tempeh flour with variations of tempeh flour substitution of 0, 10, 20, and 30%. The results showed that the fermentation of Devon 1 soybeans and further processing of tempeh significantly altered the isoflavone components and content. The concentrations of daidzin and genistin in tempeh were decreased, while daidzein and genistein were increased. Further processing of tempeh into flour increased all isoflavone levels significantly, which might be caused by the isoflavone transformation during drying and enzymatic activity. Substitution of wheat flour with soybean tempeh flour increased these four isoflavones content of the buns. Therefore, tempeh flour made from Devon 1 soybeans has the potential to be used as a functional food ingredient rich in bioactive compounds that promote health.
Kedelai varietas Devon 1 merupakan varietas unggul yang dikembangkan di Indonesia. Kandungan isoflavonnya menjadikan kedelai ini sebagai pilihan utama untuk pembuatan pangan fungsional. Namun, proses fermentasi kedelai menjadi tempe, serta pengolahan lebih lanjut menjadi berbagai produk turunan dapat memengaruhi kandungan akhir isoflavonnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kandungan total isoflavon dan turunannya pada kedelai Devon 1, tempe kedelai, tepung tempe kedelai, serta bakpao yang dibuat dari tepung tempe. Kandungan masing-masing jenis isoflavon diuji menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi pada panjang gelombang λ249 dan λ260 nm. Adapun bakpao dibuat dari tepung tempe dengan variasi substitusi tepung tempe sebesar 0, 10, 20, dan 30%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fermentasi kedelai Devon 1 dan pengolahan tempe lebih lanjut secara signifikan mengubah komponen dan kandungan isoflavon. Kandungan daidzin dan genistin dalam tempe menurun, sedangkan kandungan daidzein dan genisteinnya mengalami peningkatan. Pengolahan tempe menjadi tepung lebih lanjut meningkatkan seluruh kandungan isoflavon secara signifikan, yang kemungkinan disebabkan oleh transformasi isoflavon selama proses pengeringan dan aktivitas enzimatis. Substitusi tepung terigu dengan tepung tempe meningkatkan kandungan keempat jenis isoflavon pada bakpao. Dengan demikian, tepung tempe kedelai Devon 1 berpotensi digunakan sebagai bahan pangan fungsional yang kaya akan senyawa bioaktif untuk menunjang kesehatan
Hubungan antara Illness Perception dan Fungsi Paru pada Penyakit Paru Obstruktif Kronik
COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease) is a chronic disease with long-term therapy. Self-management for patients with COPD aims to increase motivation, that influence self-management is illness perception. The purpose was to determine the effect of illness perception on COPD symptoms and lung function in stable COPD patients on an outpatient basis. This research type was cross-sectional design. The research location was in Rungkut District, Surabaya, March-June 2022, involving 38 respondents, with the research variables were illness perception and lung function. Most of the respondents had an average pulmonary function score of 1.28±0.713 liters. There was a positive correlation for beliefs about illness perception in COPD patients and lung function (r=0.57; P<0.0001). COPD patient had a high level of illness perception, and also had a relatively good value of lung function compared to a COPD patient who had a low level of illness perception.
PPOK (Penyakit Paru Obstruksi Kronis) merupakan penyakit kronis dengan terapi jangka panjang. Manajemen diri pada pasien PPOK bertujuan untuk meningkatkan motivasi, yang mempengaruhi manajemen diri adalah illness perception. Manajemen diri pada pasien PPOK bertujuan untuk meningkatkan motivasi, yang salah satu faktornya adalah illness perception. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh illness perception terhadap gejala PPOK dan fungsi paru pada pasien rawat jalan PPOK stabil. Jenis penelitian ini adalah desain cross-sectional. Lokasi Penelitian dilakukan di Kecamatan Rungkut, Surabaya, Maret-Juni 2022, yang melibatkan melibatkan 38 orang responden, dengan variabel penelitian berupa illness perception dan fungsi paru-paru. Sebagian besar responden memiliki skor fungsi paru rata-rata 1,28±0,713 liter. Terdapat hubungan positif antara keyakinan tentang illness perception pada pasien PPOK dengan fungsi paru (r=0,57; P<0,0001). Pasien PPOK memiliki tingkat illness perception yang tinggi, dan juga memiliki nilai fungsi paru yang relatif baik dibandingkan dengan pasien PPOK yang memiliki tingkat illness perception yang rendah
Optimization Subproblem Importance Analysis Based on Machine Learning Prediction in A Three Stage-Export Container Scheduling
A traditional way to optimize a complex optimization problem is to divide the problem into several subproblems and solve each subproblem separately or another problem that consists of some subproblems. Despite many attempts to define and solve various optimization problems in the container terminal logistics field, how to measure the importance of each subproblem is often ignored in many studies and remains a difficult issue. Most studies directly propose methods to solve a specific subproblem after stating the importance of the specific subproblem, with or without simply considering the effect of other subproblems as input. The advancement of machine learning techniques allows a new paradigm for understanding the importance of such optimization subproblems. In this study, a scheduling problem for export containers in a terminal is considered. The case considers scheduling subproblems on subsequent processing stages on yard cranes, internal trucks, and quay cranes. With the input of each stage’s processing time information (mean and standard deviation values) and the selected scheduling rule for each stage, the makespan of all containers’ processing is predicted. The numerical experiments show that the scheduling rules for quay cranes and internal trucks have the most significant impact on system performance. These finding challenges conventional approaches by revealing that not all subproblems contribute equally to system optimization. The proposed machine learning framework enables terminal operators to adapt their optimization focus to address high-impact areas, reducing computational complexity while providing a data-driven methodology for understanding interdependencies between operational components
Pengaruh Komposisi Virgin Coconut Oil Dan Xanthan Gum Terhadap Kestabilan Emulsi Pada Minuman Kacang Hijau
Minuman emulsi berbasis Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan produk minuman alternatif yang memiliki rasa berminyak (oily taste) lebih rendah dibandingkan VCO yang dikonsumsi secara langsung. Emulsi dibuat dari campuran VCO dan pelarut ekstrak sari kacang hijau dengan menambahkan lesitin sebagai bioemulsifier dan xanthan gum sebagai penstabil. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh komposisi minyak VCO dengan penambahan lesitin dan xanthan gum terhadap karakteristik dari minuman emulsi berbasis VCO. Parameter yang dipelajari adalah indeks kestabilan emulsi, ukuran dan distribusi droplet serta viskositas dari emulsi yang dihasilkan. Emulsi yang terbentuk merupakan emulsi oil in water (O/W). Pada penelitian ini digunakan campuran emulsi yang terdiri dari VCO dengan komposisi 10%, 15%, 20%, 25%, 30% , xanthan gum 0,05%, 0,1%, 0,15% dan lesitin 1%. Berdasarkan hasil penelitian, semakin besar konsentrasi VCO dan xanthan gum yang digunakan, maka indeks kestabilan emulsi dan viskositas akan semakin tinggi, serta dihasilkan ukuran droplet yang semakin kecil dengan distribusi lebih lebar. Untuk mengetahui kesesuaian selera konsumen terhadap minuman emulsi berbasis VCO, dilakukan uji organoleptik dengan berbagai sampel emulsi. Selain itu, uji organoleptik ini bertujuan untuk mengevaluasi aspek sensoris, seperti rasa, aroma, warna, dan tekstur. Hasil yang diperoleh bahwa emulsi yang sangat disukai merupakan emulsi dengan komposisi 20% VCO, 1% lesitin, dan 0,1% xanthan gum
Studi Literatur Model Intervensi terhadap Pasien Prediabetes
Prediabetes is a condition characterized by blood sugar levels that are not yet
included in the Diabetes Mellitus (DM) category but are too high to be considered
normal. Conditions that include prediabetes are Impaired Fasting Glucose (IFG)
with blood glucose levels after fasting for around 8-10 hours of 100-125 mg/dl
(5.6-6.9 mmol/L) and Impaired Glucose Tolerance (IGT) with Blood sugar levels
were 140-199 mg/dl (7.8-11 mmol/L) two hours after being given a load of 75
grams of glucose. The diagnosis of prediabetes can also be made based on the
results of an HbA1c examination which shows a figure of 5.7-6.4%. Intervention
for prediabetic subjects focuses on maintaining a diet high in fiber and low in
fat, physical activity of 75-150 minutes per week, weight loss of 5-7%, stopping
smoking and alcohol consumption. The aim of this literature review is to review
the current evidence regarding intervention trials aimed at reducing the
incidence of Diabetes Mellitus in prediabetic subjects. A literature review shows
that lifestyle interventions are effective in preventing and reducing the
incidence of D
Hanger Dinding Ulir Logo
Hanger Dinding Ulir Logo adalah gantungan pakaian yang dipasang menempel pada permukaan vertikal yaitu dinding dengan bantuan sekrup. Digunakan untuk menggantung berbagai jenis barang seperti pakaian, topi, tas, atau aksesori pelengkap pakaian lainnya. Desainnya minimalis terbuat dari bahan stainless steel dengan ornamen hiasan ulir membentuk logo dfp pada tepi sisi kanan-kiri nya. Terdapat tiang gantungan utama tunggal untuk menggantung pakaian dan berbagai merchandise. Hanger dinding ini memberikan solusi penyimpanan yang efisien tanpa memakan ruang lantai, serta dapat berfungsi sebagai elemen dekoratif di dalam ruangan. Praktis, hemat ruang, cocok untuk ruangan sempit atau untuk menambah fungsi pada dinding kosong, sehingga cocok digunakan di berbagai area seperti toko pakaian, ruang pameran produk pakaian/kain, serta ruang ganti