42304 research outputs found
Sort by
Tas
Tas ini bisa berguna untuk membawa barang bawaan sehari-hari, dengan gaya desain yang menarik dan
playful, cocok digunakan untuk remaja baik untuk aktivitas sekolah ataupun aktivitas hiburan lainnya. Tas ini
juga dilengkapi dengan opening buckle atau kunci sodok untuk memudahkan penggunanya mengambil barang
yang ada di dalam tas dengan cepat. Kapasitas utama pada tas ini dapat dimanfaatkan untuk membawa laptop
maupun ipad, beserta keperluan sekolah lainnya. Pada bagian depan terdapat kantong dengan resleting untuk
menyimpan barang kecil. Tas ini juga ilengkapi dengan carabiner yang dapat dimanfaatkan untuk
menggantungkan case pod, case kartu, kunci, ataupun gantungan lainnya
Penyusunan Uraian Jabatan dan Pengembangan Performance Appraisal Berbasis Kompetensi di PT. BA
Seiring dengan pertumbuhan perusahaan yang pesat, PT BA yang merupakan
perusahaan angkutan ekspedisi muatan kapal laut (EMKL) menghadapi berbagai
tantangan terutama terkait dengan manajemen sumber daya manusia. Saat ini PT BA
sedang menghadapi tantangan terkait penempatan pegawai yang sesuai antara
kompetensi dengan posisinya. Hasil asesmen awal menunjukkan bahwa PT BA hingga
saat ini belum memiliki uraian pekerjaan yang formal dan penilaian kinerja berbasis
kompetensi. Implikasi dari kondisi tersebut yaitu berpotensi menjadi penyebab adanya
penurunan produktivitas serta kinerja secara keseluruhan di perusahaan karena terjadi
inefisiensi akibat tumpang tindih perkerjaan. Selain itu, tidak adanya pemetaan
kompetensi serta penilaian kinerja yang objektif menimbulkan ketidakpuasan di antara
pegawai yang merasa bahwa kinerja serta usaha yang dilakukan tidak diakui secara
adil. Lingkup penelitian ini berfokus pada departemen Administrasi dan Operasional
yang terdiri dari 9 jabatan dan pegawai sejumlah 19 orang. Penelitian ini menggunakan
metode action research yaitu suatu pendekatan yang berfokus pada partisipasi peneliti
terhadap objek penelitian yaitu organisasi atau masyarakat yang bertujuan untuk
menciptakan suatu perubahan positif. Desain action research atau penelitian tindakan
adalah desain penelitian yang menggunakan tahapan siklus. Hasil penerapan pada
penelitian ini berupa dokumen uraian pekerjaan, pemetaan kompetensi yang terbagi
menjadi tiga kompetensi yaitu: core competency, specific competency, dan managerial
competency, serta pengembangan sistem penilaian pekerjaan berbasis kompetensi.
Peneliti juga merancang modul yang bertujuan sebagia pedoman untuk melaksanakan
penilaian kinerja berbasis kompetensi di perusahaan. Hasil dari intervensi ini
diharapkan dapat memberikan PT BA kerangka kerja yang berkelanjutan untuk
mengelola sumber daya manusia secara lebih strategis dan efisien, serta mendukung
pertumbuhan dan keberhasilan perusahaan dalam jangka panjang dengan menciptakan
proses evaluasi yang lebih objektif dan adil, yang pada akhirnya dapat meningkatkan
kepuasan dan motivasi pegawa
Valorization of Keting fish (Mystus nigriceps) viscera using papain for antioxidant protein hydrolysate production
Underutilized viscera from keting fish (Mystus nigriceps) processing in Kenjeran, Surabaya offer opportunities for resource recovery and pollution prevention. This study aimed to optimize the hydrolysis conditions of keting viscera using papain and to evaluate its potential as a source of antioxidant protein hydrolysate. The optimal hydrolysis conditions were determined based on the most effective scavenging activity of 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazil (DPPH) radical. Viscera were hydrolyzed under various conditions, including four enzyme concentration levels (0, 1, 3, and 5%) and four hydrolysis durations (1, 2, 4, and 6 hours). Enzyme concentration, hydrolysis duration, and their interaction showed a significant influence on antioxidant activity (p < 0.05). Hydrolysate was produced under optimal conditions with a 5% papain solution applied for six hours. This resulted in a product with strong antioxidant properties, as measured by its IC50 value of 1.22 mg/mL against DPPH radicals. The proximate analysis of the hydrolysate showed the protein content was 30.04% and distributed its molecular weight in the range of 68 – 134 kDa and ≤ 10 kDa. This research demonstrates the feasibility of valorizing fish processing waste into a valuable product with prospective uses in the functional food, nutraceutical and pharmaceutical fields
Artificial Intelligence Dalam Audit: Revolusi Paradigma Dan Kebutuhan Kompetensi Profesi Audit Laporan Keuangan
Penelitian ini mengeksplorasi dampak revolusioner teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam proses audit laporan keuangan, dengan fokus pada kolaborasi antara auditor dan AI. Menggunakan pendekatan kualitatif dan paradigma interpretif, penelitian ini memanfaatkan wawancara dengan auditor dari dua KAP Big Four dan analisis dokumen berupa studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi AI, seperti Machine Learning dan Robotic Process Automation, meningkatkan efisiensi dan akurasi audit dengan mengotomatisasi tugas berulang. Namun, kehadiran AI juga memunculkan tantangan berupa kemampuan untuk adaptif dan selalu melek dengan perkembangan teknologi di sekitar. Penelitian ini juga memberikan pandangan tentang skenario masa depan audit keuangan serta keterampilan yang harus disiapkan oleh auditor untuk tetap relevan. Implikasi penelitian ini mencakup kontribusi terhadap literatur akademik, pengembangan kurikulum pendidikan, serta strategi adaptasi bagi profesional dan organisasi di industri audi
Desain Proyek Etil Akrilat dari Proses Esterifikasi Asam Akrilat dan Etanol Kapasitas Produksi 10.000 Ton/tahun
Etil akrilat dengan rumus molekul C 5 H 8 O 2 merupakan senyawa kimia
ester yang memiliki fase cair dan memiliki bau yang menyengat. Etil akrilat dapat
digunakan sebagai pelapis logam, bahan pembuatan fiber , bahan kertas, pelapis
kain, dan banyak lainnya. Proses yang digunakan dalam pembuatan etil akrilat
adalah esterifikasi oleh karena yield yang tinggi, bahan yang mudah didapatkan
dan murah, potensi keuntungan yang tinggi, serta kondisi proses yang rendah.
Proses pembuatan etil akrilat dimulai dengan melelehkan inhibitor berupa
MeHQ sampai suhu 55 o C. Kemudian bahan-bahan yang digunakan akan
dimasukkan dalam reaktor CSTR pada suhu 90 o C dan 230 mmHg. Akan ada 2
aliran keluar dari reaktor, yaitu yang berfase cair dan berfase gas. Aliran gas yang
mengandung produk etil akrilat akan dialirkan menuju menara distilasi 1 agar
mendapatkan etil akrilat, etanol, dan air di produk atas. Kemudian, untuk aliran
fase cair akan dialirkan menuju menara distilasi 2 untuk mendapatkan etil akrilat,
etanol, dan air sebagai produk atas. Produk atas menara distilasi 1 dan menara
distilasi 2 akan dimasukkan ke mixing tank 1, dan produk bawah menara distilasi
1 dan menara distilasi 2 akan dimasukkan ke mixing tank 2. Aliran keluar mixing
tank 1 akan dialirkan ke menara distilasi 3 untuk memperoleh aliran produk etil
akrilat di aliran bawah dengan kemurnian 99,63. Aliran keluar mixing tank 2
akan di- recycle kembali ke reaktor karena banyak mengandung asam akrilat.
Aliran atas dari menara distilasi 3 akan dialirkan menuju vaporizer dan molecular sieve untuk dimurnikan, sehingga banyak mengandung etanol dan dapat di- recycle
kembali ke reakto
Validation of Genderism and Transphobia Scale Indonesian Version: Short Version, Factor Structure, and Reliability
This study aimed to develop a short version of the Genderism and Transphobia Scale
(GTS) that is culturally appropriate for the Indonesian context. The GTS is a measuring tool
developed by Hill and Willoughby in 2005 to measure transphobia, which is operationalized by
the thoughts, feelings, and behavior that someone has toward transgender and gender-diverse
people. While the GTS has been validated across various cultural contexts, results have varied.
No validation study has been conducted in Indonesia to date. This research consisted of two
quantitative studies using a non-random survey design: Study I involved 265 secondary data
sources, and Study II involved 109 primary data sources. In Study I, the Indonesian short version
of the GTS (GTS-SV) was developed using Exploratory Factor Analysis (EFA), Cronbach’s alpha
reliability testing, and inter-item correlation analysis. Study II evaluated the internal structure of
the GTS-SV using the same analytical methods. Findings from both studies supported the validity
and reliability of the Indonesian version of the GTS-SV. This scale provides a psychometrically
sound instrument for assessing transphobia in Indonesia and may support future research and
interventions aimed at fostering greater social acceptance of gender-diverse populations
Perbedaan Relationship Satisfaction pada Emerging Adult yang Menjalin Hubungan Romantis Ditinjau dari Jenis Kelamin dan Jarak Hubungan
Emerging adulthood merupakan masa ketika individu mulai mengeksplorasi berbagai hal, salah satunya hubungan romantis. Keberhasilan dalam menjalin hubungan romantis dapat memengaruhi tahapan perkembangan selanjutnya. Hubungan romantis terdiri dari dua jenis berdasarkan jaraknya, yaitu hubungan jarak jauh atau long-distance relationship (LDR) dan hubungan jarak dekat atau tidak LDR. Penelitian ini dilakukan untuk melihat perbedaan dan dinamika keterkaitan antara relationship satisfaction, jenis kelamin, dan jarak hubungan (LDR dan tidak LDR) pada emerging adult yang menjalin hubungan romantis di Indonesia. Penelitian ini dilakukan menggunakan jenis penelitian kuantitatif survei. Kriteria partisipan dalam penelitian ini adalah emerging adult heteroseksual usia 18 hingga 25 tahun yang sedang berpacaran selama minimal enam bulan. Total partisipan berjumlah 146 orang, terdiri dari 36 perempuan dengan hubungan LDR, 41 perempuan dengan jarak hubungan tidak LDR, 38 laki-laki dengan hubungan LDR, dan 31 laki-laki dengan jarak hubungan tidak LDR. Pengambilan data dilakukan menggunakan alat ukur Couples Satisfaction Scale (CSI) yang memiliki 32 butir pertanyaan. Data dianalisis menggunakan two-way ANOVA dengan IBM SPSS versi 25 untuk mencari perbedaan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan relationship satisfaction pada emerging adult yang menjalin hubungan romantis ditinjau melalui jenis kelamin dan jarak hubungan
Modifikasi Sistem Penggerak Mobil Minibus Daihatsu Espass Menjadi Independent Hybrid E-Vehicle
Indonesia telah siap untuk memasuki era mobil listrik. Hal ini didukung oleh Perpres No 55 Tahun 2019 yang bertujuan mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan emisi karbon. Namun, keterbatasan infrastruktur pengisian daya membuat solusi kendaraan hybrid menjadi lebih sesuai untuk kondisi saat ini. Mobil hybrid menggunakan mesin pembakaran internal dan motor listrik untuk penggerak. Tugas Akhir berfokus pada modifikasi Daihatsu Espass tipe ZL tahun 2004 menjadi kendaraan independent hybrid. Metodologi yang digunakan meliputi identifikasi masalah, perancangan konsep, analisis teknik, hingga uji kelayakan jalan. Modifikasi melibatkan penambahan motor listrik, baterai, dan gearbox dengan desain yang mempertimbangkan keterbatasan ruang pada mobil. Proses uji coba memastikan kemampuan kendaraan untuk beroperasi menggunakan motor listrik maupun mesin bakar secara terpisah. Modifikasi ini menggunakan motor listrik yang memiliki daya 10 kW dengan tegangan 72 Volt dan arus 139 A, serta baterai berkapasitas 14,4 kWh dengan tegangan 72 Volt dan arus 200 Ah. Gearbox yang dirancang memiliki dimensi 400 x 238 x 75 mm dengan rasio 1:2:2. Bracket motor listrik dan gearbox dibuat dari plat A-36 Steel dengan ketebalan 10 mm. Bracket motor listrik dipasang pada rumah gardan bagian belakang, sementara bracket gearbox dipasang pada axle gardan
The ASEAN Harmonization Policies Among Members on Personal Data Protection Law to Strengthen E-Commerce: Focus on Indonesia
This article evaluates the efficacy of Indonesia's data protection laws in bolstering
the foundations of the ASEAN Economic Community (AEC), characterized by
dynamism, productivity, and competitiveness. The AEC is required to evaluate
the interrelated policies of all subjects and member nations. Policy countries may
encounter prevalent economic challenges. Consequently, they must be adequately
prepared. Indonesia must enhance its output in terms of quantity while ensuring
quality development to remain competitive within the AEC, particularly in the
highly competitive economic regions, as the second pillar of AEC 2015. It will be
achieved through multiple collaborations, particularly in the domain of e-
commerce policy. The e-ASEAN framework outlines several strategic metrics in
this context. The primary concerns include the suitability of the operating system,
security measures, the accuracy of the framework, the reliability of electronic
identity, signature authorization, and comprehensive protection of personal data.
This paper utilizes a descriptive-analytic approach through normative legal
research, referencing legal sources, including the ASEAN Framework on E-
Commerce, the Indonesian Law on Commerce, and the Law on Personal Data
Protection. The study suggests that Indonesia should advocate for the focused and efficient enactment of personal data protection rules to synchronize with the
evolving foundations of productivity, competitiveness, and efficiency within the
AEC. Cross-border data transmission among ASEAN member nations is essential
for facilitating e-commerce transactions. The government is obligated to safeguard
consumer interests. The findings of this study influence the Indonesian
government's strategies for enforcing personal data privacy in e-commerce