20988 research outputs found
Sort by
Digitalisasi Sistem Persediaan dan Penjualan Ramah Difabel pada UMKM Tiara Handycratf
Artikel ini membahas penyusunan dan implementasi sistem digitalisasi yang ramah difabel pada UMKM Tiara Handicraft, sebuah usaha kecil di Surabaya yang fokus pada pemberdayaan kaum difabel, terutama karyawan tunarungu. UMKM ini menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaanpenjualan dan persediaan yang masih dilakukan secara manual, yang berisiko menimbulkan kesalahan pencatatan, ketidakefisienan, dan keterlambatan dalam memenuhi permintaan pasar. Sistem manual yang digunakan saat ini tidak mampu mengakomodasi kebutuhan khusus karyawan difabel, terutama tunarungu, yang menghadapi kesulitan dalam menjalankan tugas administratif secara efektif. Sebagai solusi, dirancang sistem digitalisasi berbasis teknologi yang dirancang secara inklusif untuk mendukung karyawan difabel. Sistem ini menawarkan antarmuka yang lebih visual dengan penggunaan ikon gambar dan warna, sehingga memudahkan karyawan tunarungu dalam mengoperasikan sistem tanpa terlalu bergantung pada teks. Proses perancangan sistem meliputi survei lapangan, analisis kebutuhan karyawan, dan perancangan prototipe yang disesuaikan dengan proses bisnis UMKM Tiara Handicraft. Setelah melalui proses persetujuan dengan pemilik, sistem dikembangkan dan diuji untuk memastikan fungsionalitasnya, mencakup pencatatan penjualan, persediaan, serta pelaporan penjualan dan stok secara real-time. Sistem ini dirancang agar mudah dioperasikan oleh karyawan dengan fitur-fitur seperti pemilihan barang berbasis gambar, pengurangan stok otomatis saat penjualan, serta laporan harian dan bulanan yang dapat diakses dengan cepat. Sistem telah dievaluasi oleh pemilik bai dan telah dilatihkan kepada karyawan. Karyawan dapat menggunakan sistem dengan mudah tanpa kesulitan, dan pemilik menyatakan bahwa sistem ini telah memenuhi kebutuhan operasional secara optima
KawanSurya: an Android-based mobile app for assessing the techno-economic potential of rooftop photovoltaic
Many developing countries, including Indonesia, are progressing poorly in residential rooftop photovoltaic (PV) adoption, including on-grid systems. On the customer side, the decision to implement on-grid rooftop PV or rely only on power from the utility grid has often been made without appropriate knowledge of techno-economic considerations. This includes the impression of high system costs. This paper introduces KawanSurya: PV calculator, a solar rooftop PV techno-economic application for Android mobile phones, designed to help residential customers assess the potential of installing on-grid rooftop PV systems. The tool allows users to select a specific geographic location, calculate daily load profiles, and determine available roof areas. It uses irradiance data from the PVGIS API and HOMER’s solar PV output equation to determine hourly PV output power. Simulation results for a typical 2,200 VA household show a payback period of 9.44 years or beyond, significantly influenced by electrical load profiles and bill reduction factors. A 65% bill reduction factor and similar load profile prolong the payback period, while a 0% billing reduction factor or uncompensated electricity sales may exceed the project’s lifetime
Coastal Settlements and Javanese Vernacular Art: A Historical and Cultural Analysis of Damar Kurung Gresik in Indonesia
Gresik, an ancient port city in East Java has played a significant role in international trade and has given rise to unique coastal settlements with distinctive cultures due to the interaction between foreigners and the local community. In 2017, Damar Kurung, a Gresik vernacular art, was declared a national intangible cultural heritage for representing the communitys collective memory and local knowledge values, crucial in building a national identity. This paper explores the connection between coastal settlements and Javanese vernacular art and analyzes their effect on Damar Kurung. This study utilizes art historiography as a methodology, which combines biographical interpretation approaches and formal analysis. Thus, it develops a comprehensive understanding of Damar Kurung and its artists in the past, present, and future, and their relation to geographical context. The findings reveal that the Gresik coastal settlement has had a significant impact on Damar Kurungs style, themes, methods, and materials. Damar Kurungs paintings reflect maritime traditions ranging from daily activities to myths in fisherman kampong. The coastal settlements and Damar Kurung have a mutual relationship that influences each other. Throughout history, coastal settlements have transformed Damar Kurung into a captivating vernacular art that represents Gresiks cultural identity. The evolution of this settlement from craft to painting demonstrates the societys flexibility to adapt to changing times. As an intangible cultural heritage, Damar Kurung requires conservation efforts to establish an inclusive and appreciative space
Edukasi Pelaporan Perpajakan Pekerja Gereja untuk Meningkatkan Kepatuhan Pajak
Terdapat kesenjangan pengetahuan yang signifikan dalam memahami kewajiban untuk mendaftarkan diri guna memperoleh Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) bagi orang pribadi yang telah memenuhi persyaratan subjektif dan objektif sesuai dengan ketentuan perpajakan. Kesenjangan ini menyebabkan tingkat ketidakpatuhan perpajakan yang tinggi, khususnya di kalangan pekerja gereja, yang sering kali belum sepenuhnya memahami tanggung jawab perpajakan mereka. Akibat dari ketidakpahaman ini adalah ketidakpatuhan yang berpotensi menimbulkan masalah hukum dan finansial di kemudian hari. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan perpajakan para pekerja gereja dalam melaksanakan kewajiban pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Wajib Pajak Orang Pribadi. Kegiatan ini dilaksanakan melalui dua tahap edukasi yang terstruktur. Pada tahap pertama, pekerja gereja diberikan pemahaman mendalam mengenai konsep dasar perpajakan, yang mencakup definisi, tujuan, serta manfaat pajak bagi pembangunan negara Indonesia. Selain itu, mereka juga dibekali dengan pengetahuan tentang kewajiban gereja atau organisasi pengelola gereja untuk melakukan pemotongan pajak sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk peran mereka sebagai pemotong pajak yang sah. Pada tahap kedua, para pekerja gereja mengikuti pelatihan praktis pengisian SPT 1770, yang difasilitasi oleh mahasiswa, dosen, dan praktisi perpajakan berpengalaman. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para pekerja gereja dalam memahami berbagai aspek kewajiban perpajakan, serta peningkatan kemampuan mereka dalam melaksanakan kewajiban pelaporan SPT 1770 dengan benar
Sejarah Perkembangan Epidemiologi
Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari distribusi dan faktor determinan penyakit dalam populasi manusia serta penerapan hasil studi ini untuk mengendalikan masalah kesehatan. Seiring waktu, ruang lingkup epidemiologi telah berkembang mencakup penyakit infeksi, penyakit kronis, kesehatan lingkungan, dan determinan sosial kesehatan. Dengan metode analisis data yang terus berkembang, epidemiologi memainkan peran penting dalam mengidentifikasi faktor risiko, menyusun kebijakan kesehatan, serta mencegah dan mengendalikan penyakit di tingkat populasi. Dalam sejarahnya, tokoh-tokoh seperti Hippocrates, John Snow, dan William Farr memberikan dasar-dasar ilmiah yang berkontribusi pada evolusi epidemiologi dari pendekatan deskriptif hingga analitis yang berfokus pada hubungan antara faktor lingkungan dan penyakit.
Di era modern, kemajuan teknologi seperti big data, kecerdasan buatan (AI), dan Internet of Things (IoT) telah merevolusi praktik epidemiologi. Alat-alat ini memungkinkan pengumpulan data yang lebih cepat dan akurat, meningkatkan respons terhadap wabah, dan membantu memprediksi pola penyakit di masa depan. Namun, perkembangan ini juga menghadirkan tantangan etis, seperti privasi data dan bias algoritmik, yang membutuhkan perhatian khusus. Melalui pendekatan multidisiplin, epidemiologi terus berkembang sebagai disiplin ilmiah yang tidak hanya fokus pada penyakit menular, tetapi juga mencakup penyakit kronis, kesehatan mental, dan berbagai faktor lain yang memengaruhi kesehatan masyarakat. Hal ini menegaskan peran vital epidemiologi dalam menghadapi tantangan kesehatan global di masa depan
Penggunaan Media Sosial dalam Mendukung Kinerja Pemasaran: Evaluasi Dampak Value Co-Creation dan Produktivitas Kerja
UMKM sebaiknya meningkatkan kinerja pemasaran untuk mendukung strategi bersaingnya. Pada era digital ini pemasaran menggunakan media sosial dapat membantu bisnis meningkatkan kinerja pemasarannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh social media usage terhadap marketing performance melalui value co-creation dan work productivity pada UMKM. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan metode survei. Penelitian ini menggunakan menggunakan teknik purposive sampling sebagai tehnik pengambilan sampel. Populasi dari penelitian ini adalah pemilik UMKM di Sidoarjo yang menggunakan media sosial dan sudah beroperasi minimal 1 tahun. Teknik pengolahan data menggunakan software Smart PLS. Hasil penelitian menunjukan bahwa social media usage memiliki pengaruh signifikan terhadap value co creation dan work productivity. Di sisi lain, value co-creation dan work productivity berpengaruh secara signifikan terhadap marketing performance, sedangkan social media usage tidak berpengaruh signifikan terhadap marketing performance. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya optimalisasi strategi media sosial untuk meningkatkan interaksi dengan konsumen serta efisiensi kerja UMKM dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha. Hasil ini diharapkan dapat memberikan wawasan praktis bagi pelaku UMKM dalam memaksimalkan media sosial sebagai alat pemasara
The Role of Environmental Costs on the Relationship Between Good Corporate Governance and Firm Value During Covid-19 Conditions
The objective of this study is to investigate the impact of corporate governance on the valuation during covid 19 conditions and role of environmental expenditures on the relationship. This study employed purposive sampling to select publicly traded companies from the LQ45 index list spanning the years 2018 to 2022. The data was examined by panel data modelling with the Weighted Least Square technique. The evaluation of good corporate governance is conducted through the utilisation of a score derived from the corporate governance perception index, whereas the assessment of business value is accomplished by employing the Tobins Q ratio. The moderating variable of environmental costs is assessed by considering the costs associated with Corporate Social Responsibility programs. The results indicated that good corporate governance exerts a negative influence on the value of firms during covid-19 conditions. The present study did not achieve success in establishing the moderating effect of environmental costs on the association between good corporate governance and firm value. The present study provides several implications for corporate governance practitioners in managing companies during crisis and also investors in formulating future investment decisions
The Moderating Effect of Business Intelligence on Tax Avoidance to Maximize Firm Value
Organizations use innovative techniques to improve financial performance in todays ever-changing business environment. A notable trend that is gaining pace is integrating Tax Avoidance methods with Business Intelligence tools. Previous studies have generally looked at Tax Avoidance and Business Intelligence in isolation, ignoring the possible combined influence on Firm Value. This study filled that gap, attempting to thoroughly explain how Tax Avoidance and Business Intelligence interact to determine Firm Value. We used purposive sampling to evaluate 545 observations of industrial businesses listed on the Indonesian Stock Exchange from 2017 to 2021, using weighted least squares. The results showed that Tax Avoidance negatively influences Firm Value, whereas Business Intelligence has a beneficial effect. Significantly, Business Intelligence mitigated the negative impact of Tax Avoidance on Firm Value. Further investigation demonstrated that Business Intelligence reduced the negative impact of Tax Avoidance, earning investor confidence. This study created new territory by focusing on Business Intelligence as a factor impacting the link between Tax Avoidance and Firm Value. The study offered insights on strategically integrating Tax Avoidance and Business Intelligence into financial management, which had significant implications for managerial decision-making in negotiating tax difficulties and increasing Firm Value
Ambidextrous Sales Force Management in Retail Stores
t
The digital transformation has created various changes in the retail industry, such as changes in consumer shopping behavior. These
changes present challenges for marketing managers to innovate in sales force management to remain competitive. The concept of
individual ambidexterity is considered an alternative intervention strategy in sales force management. Individual ambidexterity
behavior includes explorative behavior that continues to look for new opportunities and exploitative behavior that increases routine
operational efficiency. This research examines the influence of performance management and empowering leadership on the formation
of individual ambidexterity behavior which encourages sales force performance. The survey in this research was conducted on 223
salespeople who work in retail stores in various food and beverage, personal care, cosmetics, and pharmaceutical sectors in East Java,
Indonesia. The research results show that empowering leadership has a direct positive effect on the formation of individual
ambidexterity, while performance management has no direct positive effect on the formation of individual ambidexterity. This study also shows that individual ambidexterity directly influences sales force performance and mediates the relationship between empowerin
The Development of the Lean Six Sigma Readiness Assessment Model for the Hotel Sector
Lean Six Sigma (LSS) implementation still shows a high failure rate. Lack of readiness is one of the causes. Readiness assessment requires special exploration of each sector, including the hotel sector, where there is still no development of an LSS readiness assessment model. This study aims to develop a readiness assessment model for LSS implementation in the hotel sector. Data processing in the readiness assessment model uses the fuzzy logic method, is translated again into linguistic terms using Euclidean distance, and is ranked using the TOPSIS approach. The literature review produced 34 Readiness Factors (RF) that were validated by eight credible hotel practitioners and used as guidelines in conducting LSS readiness assessments in the hotel sector. Case studies were conducted on Hotel A and Hotel B, which showed that Hotel A was �Very Ready� and Hotel B was �Ready� to implement LSS. This research is perhaps the first of its kind in the hotel sector. This research also uses the Delphi method to collect data on the importance level, which may not have been done in collecting data on LSS readiness in any sector