Universitas Ahmad Dahlan

Universitas Ahmad Dahlan Repository
Not a member yet
    10023 research outputs found

    Pengaruh kompetensi pedadogik dan profesional guru terhadap pengintegrasian teknologi digital di SD Muhammadiyah Karangkajen Yogyakarta

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perkembangan zaman yang meghendaki guru untuk terus mengembangkan kompetensinya. Kemajuan teknologi di era society 5.0 menuntut seorang guru untuk mampu mengintegrasikan teknologi digital kedalam pembelajaran. Sebagai upaya untuk menunjukkan kebaruan antara penelitian ini dengan penelitian yang sudah dilakukan sebelum-sebelumnya, dalam penelitian ini lebih merinci dengan meneliti dua kompetensi guru dari empat kompetensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi pedagogik dan profesional guru terhadap pengintegrasian teknologi digital dan untuk mengetahui apakah ada pengaruh kompetensi pedagogik dan profesional guru terhadap pengintegrasian teknologi digital kedalam pembelajaran Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan ex post facto. Data penelitian ini diperoleh dari observasi dan penyebaran angket. Subjek dalam penelitian ini adalah 39 guru yang berada di SD Muhammadiyah Karangkajen Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan April 2024. Objek dari penelitian ini adalah kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru terhadap pengintegrasian teknologi digital kedalam pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis deskriptif dengan menggunakan uji normalitas dan hipotesis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama guru di SD Muhammadiyah Karangkajen Yogyakarta mampu untuk mengintegrasikan teknologi digital kedalam pembelajaran. Hal ini dilihat dari data yang didapatkan melaui angket mengenai teknologi digital. Kedua, ada pengaruh positif antara kompetensi pedagogik dan profesional guru terhadap pengintegrasian teknologi digital di SD Muhammadiyah Karangkajen Yogyakarta. Terbukti dengan hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai kolerasi product moment antara (X1) dan (Y)sebesar 0,655 dan korelasi product moment antara (X2) dan (Y) sebesar 0,747 dibandingkan dengan rtabel nilai signifikansi > 0,05. Jadi rhitung lebih besar dari pada rtabel, maka dapat diartikan bahwa hipoteis nol (Ho) ditolak sedangkan hipotesis alternatif (Ha) diterima

    Efektivitas model pembelajaran creative problem solving terhadap keterampilan metakognisi IPA peserta didik kelas IV DI SD Muhammadiyah Demangan

    Get PDF
    Keterampilan metakognisi di SD Muhammadiyah Demangan masih tergolong rendah. Rendahnya keterampilan metakognisi tersebut ditunjukan dengan kurangnya penggunaan pengetahuan yang telah dipelajari, mengintegrasikan informasi yang telah diperoleh, memilih serta menggunakan strategi pembelajaran. Model pembelajaran Creative Problem Solving bukan hanya sekedar mengetahui, mengingat dan menerapkan informasi yang telah didapat, namun melatih peserta didik untuk dapat menganalisis dan mencari solusi dari suatu permasalahan yang dihadapi. Model pembelajaran ini sangat tepat untuk meningkatkan ketermpilan metakognisi pesrta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Bentuk penelitian yaitu quasi eksperiment dengan desain One-group Pretest-Postest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas IV di SD Muhammadiyah Demangan yang berjumlah 60 peserta didik. Sampel penelitian ini berjumlah 25 peserta didik kelas IV Al-Fatih. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi keterlaksanaan model pembelajaran dan angket pretest postest keterampilan metakognisi. Uji validitas instrumen menggunakan product moment dan uji reliabilitas menggunakan alpha Cronbach. Teknik analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan uji hipotesis menggunakan effect size (Cohend’d). Hasil penelitian menunjukkan nilai pretest-postest keterampilan metakognisi peserta didik didominasi kategori sedang. Analisis lembar observasi keterlaksanaan model pembelajaran pertemuan pertama sebesar 92% dan kedua sebesar 92% yang termasuk di kategori sangat baik. Hasil analisis nilai effect size (Cohend’d) diperoleh nilai sebesar 3.73 dengan kriteria sangat besar. Hal ini menunjukkan bahwa melalui kegiatan pemecahan masalah dalam proses pembelajaran, penggunaan model pembelajaran Creative Problem Solving efektif untuk meningkatkan keterampilan metakognisi IPA peserta didik

    Penerapan model kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) bebantuan media WordwalL untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas IV pada materi gaya

    Get PDF
    Hasil observasi awal pembelajaran IPAS masih menggunakan model pembelajaran konvensional membuat siswa pasif dalam proses pembelajaran, sibuk dengan aktivitasnya sendiri, masih malu untuk bertanya dan menyampaikan pendapat. Pembelajaran yang menoton dan kurangnya komunikasi antara guru dan siswa membuat siswa tidak memahami materi yang disampaikan secara maksimal membuat hasil belajar siswa masih tergolong rendah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan model pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dapat membuat siswa belajar aktif yang akan berdampak pada hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media wordwall. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan kelas model Kemmis & MC Taggart. Penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus dan setiap siklus terdapat dua kali pertemuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, tes, dan dokumentasi. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Muhammadiyah Karangwaru yang berjumlah 26 siswa. Objek penelitian ini adalah meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa menggunakan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media wordwall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Pada siklus I presentase keaktifan belajar siswa 72,18% dan meningkat pada siklus II menjadi 79,36%. Rata-rata hasil belajar siswa pada tahap pra siklus sebesar 69, pada siklus I sebesar 76,73, dan pada siklus II meningkat menjadi 85,48. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model kooperatif tipe TGT cocok untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa SD Muhammadiyah Karangwaru, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta

    Analisis strategi guru dalam menangani kasus perundungan yang terjadi pada anak berkebutuhan khusus di Sekolah Dasar Negeri Balirejo Yogyakarta

    Get PDF
    Kasus perundungan yang terjadi di Sekolah Dasar Negeri Balirejo Yogyakarta merupakan suatu permasalahan yang serius dan harus segera mungkin untuk diselesaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi apa yang di terapkan di Sekolah Dasar Negeri Balirejo dalam mengatasi kasus perundungan yang terjadi secara mendalam serta faktor pendukung dan penghambat apa yang di temui di lapangan. Jenis Penelitian ini adalah Kualitatif Deskriptif. Subjek penelitian ini adalah guru yang menjalankan strategi penanganan perundungan seperti guru pendamping khusus, guru kelas dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi,wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, Miles dan Hubermen (1984), data yang diperoleh kemudian difokuskan, dirangkum untuk mempermudah analisis, setelah dirangkum dan dianalisis data disajikan dalam bentuk teks naratif, bagan , dan table. setelah disajikan dalam bentuk tersebut kemudian ditarik kesimpulan dari data yang diperoleh secara keseluruhan. Sedangkan untuk menguji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber. Hasil penilitian menunjukan bahwa Sekolah Dasar Negeri Balirejo sudah menjalankan berbagai macam strategi mulai dari internal sekolah sampai eksternal sekolah, Sekolah Dasar Negeri Balirejo melibatkan pihak eksternal seperti dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pusat Pembelajaran Keluarga dan Bhabinkambtibmas dari kepolisian guna melakukan sosialisasi terhadap siswa dan orang tua siswa yang dilakukan setiap semesternya. Membuat aturan yang ketat dan pihak sekolah memberikan pelatihan pada setiap guru dibidang kesiswaan seperti bimbingan konseling. Faktor pendukung dan penghambat dalam menangani perundungan adalah siswa yang kooperatif dalam menerima sanksi yang diberikan faktor yang menghambat adalah kurangnya konsistensi dan kerja sama antara pihak sekolah dan orang tua serta masih banyak siswa yang lepas pengawasan dari guru pada saat di luar kelas yang menyebabkan perundungan itu bisa terjadi

    Pola variasi jenis kalimat dan proses pembentukan kata bahasa Bagongan

    Get PDF
    Bahasa Bagongan merupakan bahasa yang digunakan di area Keraton Yogyakarta oleh abdi dalem untuk berkomunisasi. Bahasa Bagongan dapat menjadi salah satu aset Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai ragam budaya yang harus dilestarikan dan dikenalkan kepada masyarakat. Dari hal tersebut, peneliti tertarik meneliti mengenai bahasa Bagongan dengan tujuan mendeskripsikan pola dan jenis kalimat dalam bahasa Bagongan dan mengidentifikasi proses pembentukan kata dalam kalimat bahasa Bagongan. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Subjek dalam penelitian ini adalah abdi dalem yanng merupakan penutur bahasa Bagongan di area Keraton Yogyakarta. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan pola dan jenis kalimat dalam bahasa Bagongan serta mengidentifikasi proses pembentukan kata dalam bahasa Bagongan. Adapun subjek pendukung untuk mendapatkan data bahasa nonverbal dalam penelitian ini adalah berupa naskah. Objek dari penelitian ini adalah jenis variasi pola kalimat bahasa Bagongan yang dituturkan oleh abdi dalem dan naskah di area Keraton Yogyakarta. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode sadap, teknik simak libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode padan dan metode agih. Berdasarkan hasil dari penelitian, ditemukan data berupa kalimat bahasa Bagongan. Pada penelitian ini didapatkan data jenis kalimat berita dengan jumlah data 19 data kalimat dengan 8 pola kalimat. Kalimat tanya dengan jumlah data 6 data kalimat dengan 4 pola kalimat. Kalimat suruh dengan jumlah data 6 data kalimat dengan 4 pola kalimat. Dalam analisis pembentukan kata pada kalimat bahasa Bagongan didapatkan hasil berupa variasi proses prefikasasi sebanyak 9 data, variasi proses infiksasi sebanyak 1 data, variasi proses sufiksasi sebanyak 5 data, dan variasi proses konfiksasi sebanyak 3 data

    Profil pelajar pancasila dalam cerita rakyat Buton sebagai alternatif bahan ajar teks cerita rakyat SMA kelas X

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya penyimpangan dan kurangnya karakter remaja pada masa ini, dalam hal ini sangat menjadi perhatian khusus untuk dibahas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskipsikan; (1) Dimensi Profil Pelajar Pancasila yang terkandung dalam Cerita Rakyat Buton, (2) Kaitan Cerita Rakyat Buton sebagai alternatif bahan ajar teks cerita rakyat SMA kelas X. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pendekatan Pragmatik. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kumpulan Cerita Rakyat Buton dan Muna di Sulawesi Tenggara ditulis ulang oleh Abd Rasyid yang diterbitkan pada tahun 1998 oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Objek penelitian ini adalah Dimensi Profil Pelajar Pancasila dalam Cerita Rakyat Buton dan dikaitkan dengan bahan ajar teks cerita rakyat SMA kelas X. Instrumen dalam penelitian ini adalah penelitian sendiri. Metode pengumpulan data dengan teknik studi pustaka,baca, simak dan catat. Metode analisis dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik analisis data yang digunakan penelitian ini adalah analisis isi. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Dimensi Profil Pelajar Pancasila yang ditemukan dalam empat Cerita Rakyat Buton dan Muna di Sulawesi Tenggara mencakup Dimensi Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa (9 data), Dimensi Berkhebinekaan Global (6 data), Dimensi Gotong Royong (15 data), Dimensi Mandiri (7 data), Dimensi Bernalar Kritis (5 data), dan Dimensi Kreatif (4 data). Dimensi Profil Pelajar Pancasila yang paling dominan adalah Dimensi Goyong Royong. Hal ini dapat dimaknai bahwa dalam masyarakat Buton, gotong royong merupakan hal yang paling dipentingkan dalam kehidupan. Empat Cerita Rakyat Buton Dan Muna di Sulawesi Tenggara sesuai dengan Kurikulum Merdeka dan layak untuk mencakup kriteria bahan ajar bagi peserta didik pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA kelas X melalui Tujuan Pembelajaran 10.1 dan 10.

    Tinjauan aspek hukum tanggung jawab pemerintah dalam perlindungan masyarakat melalui pembubaran organisasi Front Pembela Islam

    Get PDF
    Pergerakan yang dilakukan Front Pembela Islam dinilai telah bertentangan dengan ideologi negara yaitu nilai Pancasila dan UUD 1945 serta menimbulkan prokontra di kalangan masyarakat. Oleh karena itu ditetapkan SKB tentang Larangan Kegiatan, Pengunaan Simbol dan Atribut Serta Penghentian Kegiatan Front Pembela Islam sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam melakukan perlindungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan menganalisis tanggungjawab hukum pemerintah dalam perlindungan masyarakat berkaitan dengan keberadaan organisasi masyarakat serta mengungkapkan dan menganalisis perwujudan tanggungjawab pemerintah dalam perlindungan hukum masyarakat melalui pembubaran organisasi Front Pembela Islam. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif yaitu menggunakan sumber data sekunder dengan mengumpulkan teori dan literatur terkait pemecahan masalah yang dikaji dalam penelitian yang disebut dengan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan tersier. Hasil penelitian menunjukkan pertanggung jawaban hukum pemerintah dalam perlindungan hukum masyarakat berkaitan dengan keberadaan organisasi masyarakat yaitu menetapkan dan memberlakukan peraturan perundang-undangan yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Bentuk perwujudan perlindungan hukum oleh pemerintah terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh organisasi masyarakat Front Pembela Islam yaitu ditetapkannya Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Larangan Kegiatan, Pengunaan Simbol dan Atribut Serta Penghentian Kegiatan Front Pembela Islam. Maklumat Polri tentang Kepatuhan terhadap Larangan Kegiatan, Penggunaan Simbol dan Atribu serta Penghentian Kegiatan Front Pembela Islam, serta adanya penertiban atribut dan sosialisasi pembubaran Front Pembela Isla

    Interjeksi dalam Webtoon Dedes dan kaitannya dengan bahan ajar teks drama di kelas XI SMA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk interjeksi dalam webtoonberjudul Dedes episode 1–47 karya Egestigi, mendeskripsikan jenis interjeksi dalam webtoon berjudul Dedes, dan mendeskripsikan interjeksi dalam webtoonberjudul Dedes kaitannya dengan pembelajaran teks drama di kelas XI SMA. Jenis penelitian ini ialah kualitatif. Subjek penelitian ini adalah webtoon berjudul Dedes, kemudian objek dari penelitian ini ialah interjeksi. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode simak dengan teknik dasar sadap dan diikuti teknik lanjutan berupa teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC) dan teknik catat. Metode simak digunakan untuk menyimak webtoon berjudul Dedes karya Egestigi untuk mencari bentuk dan jenis interjeksiTeknik yang digunakan untuk menganalisis data adalah Bagi Unsur Langsung (BUL), teknik ganti untuk bentuk interjeksi, dan teknik balik untuk jenis interjeksi.Dalam penelitian ditemukan interjeksi yang meliputi (1) bentuk dasar sebanyak 89 data dengan 8 penanda yang meliputi eh, ah, oh, nah, aduh, ayo, idih, dan hai ; (2) bentuk turunan sebanyak 8 data dengan 1 penanda, yakni astaga. Kemudian jenis interjeksi yang ditemukan dalam webtoon Dedes episode 1-47 meliputi (1) interjeksi keheranan dengan data sebanyak 68 dan 4 bentuk penanda; (2) interjeksi simpulan sebanyak 8 data dengan 1 bentuk penanda; (3) interjeksi kekagetan sebanyak 8 data dan 1 bentuk penanda; (4) interjeksi ajakan dengan data sebanyak 9 dan 1 bentuk penanda; (5) interjeksi kejijikan sebanyak 1 data dengan 1 bentuk penanda; dan (6) interjeksi panggilan sebanyak 3 data dan 1 bentuk panggilan. Kaitan hasil penelitian tentang kata seru atau interjeksi dengan bahan ajar teks drama di kelas XI SMA terdapat pada unsur kebahasaan. Salah satu unsur atau ciri kebahasaan dari teks drama ialah menggunakan kata seru atau interjeksi

    Pengaruh religiusitas dan digital marketing terhadap keputusan menjadi nasabah Bank Syariah Indonesia dengan motivasi sebagai variabel moderasi

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis seberapa besar pengaruh religiusitas dan digital marketing terhadap keputusan Generasi Z di Magelang menjadi nasabah Bank Syariah Indonesia dengan motivasi sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Teknik pengambilan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan populasi yang dipakai adalah Generasi Z di Magelang yang menjadi nasabah Bank Syariah Indonesia. Sedangkan sampel yang diambil sebanyak 110 responden dengan menggunakan rumus Lemeshow untuk mengukur ukuran sampel. Analisis data yang digunakan adalah Uji Signifikansi Individual (Uji-t), Uji Moderating Regression Analysys (MRA), dan Uji Koefisien Determinasi dengan menggunakan aplikasi SPSS 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara persial religiusitas dan digital marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan Generasi Z di Magelang menjadi nasabah Bank Syariah Indonesia. Kemudian berdasarkan Uji Moderating Regression Analysys dapat diketahui bahwa motivasi sebagai variabel moderasi dalam penelitian ini memoderasi hubungan antara religiusitas dan digital marketing terhadap keputusan Generasi Z di Magelang menjadi nasabah Bank Syariah Indonesia. Selanjutnya berdasarkan Uji Koefisien Determinasi dapat diketahui kontribusi religiusitas dan digital marketing terhadap keputusan dalam penelitian ini sebesar 55,3% dan kontribusi reigiusitas, digital marketing, dan motivasi terhadap keputusan sebesar 71,5% sedangkan sisanya dipengaruhi variabel lain yang tidak ada dalam penelitian ini

    Penerapan metode eksperimen dalam meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar materi wujud zat dan perubahannya pada siswa kelas IV SD Muhammadiyah Karangharjo

    Get PDF
    Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam memerlukan penggunaan metode pembelajaran yang menarik. Namun saat ini, pembelajaran IPA masih cenderung menggunakan metode konvensional yang menyebabkan rendahnya keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa. Permasalahan ini dapat diatasi dengan menggunakan metode eksperimen dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa besar peningkatan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa setelah menerapkan metode eksperimen dalam pembelajaran di kelas IV SD Muhammadiyah Karangharjo terutama pada materi Wujud Zat dan Perubahannya. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SD Muhamamdiyah Karangharjo dengan subjek penelitian 17 siswa kelas IV. Objek penelitiannya adalah keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, masing – masing siklus terdiri dari tiga pertemuan yang meliputi perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan mencakup observasi, tes, dokumentasi dengan instrument pengumpulan data berupa tes dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode eksperimen efektif dalam meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa kelas IV SD Muhamamdiyah Karangharjo. Peningkatan keterampilan proses sains tercermin dari partisipasi aktif siswa, kemampuan mengamati, membedakan dan mengelompokkan objek, keberanian dalam menyajikan hasil,memaparkan hasil didepan kelas serta kemampuan menyimpulkan. Skor rata – rata keterampilan proses sains meningkat dari 54% pada siklus I menjadi 79% pada siklus II. Hasil belajar juga meningkat dari 70% pada siklus I menjadi 78% pada siklus II. Karena telah mencapai kriteria ketuntasan yaitu 66% dari jumlah keseluruhan siswa memperoleh nilai lebih atau sama rata dengan KKM (≥ 70), maka penelitian ini dikatakan berhasil

    7,065

    full texts

    10,023

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Ahmad Dahlan Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇