10023 research outputs found
Sort by
Hubungan aktivitas fisik dan usia dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas Gondokusuman 1 Kota Yogyakarta Tahun 2023
Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia kronis yang diakibatkan karena kerusakan/defisiensi sekresi insulin, kerusakan respon terhadap hormon insulin ataupun keduanya. Penyakit diabetes terbagi menjadi beberapa tipe yaitu DM Tipe I, Tipe II dan Tipe gestasional. DM Tipe II merupakan tipe yang paling banyak ditemukan karena berhubungan dengan gaya hidup dan pola makan seseorang. Kota Yogyakarta merupakan wilayah dengan prevalensi kasus DM tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta yakni pada tahun 2020 sebanyak 10,635 jiwa mengidap penyakit diabetes, kemudian angkanya naik menjadi 13,237 pada tahun 2021 dan menjadi 13, 676 pada tahun 2022. Prevalensi diabetes melitus pada penduduk ≥ 15 tahun meningkat dari 6,9% menjadi 10,9%. Sedangkan berdasarkan diagnosis dokter prevalensi DM seluruh Indonesia 2%, D.I Yogyakarta 3,11%, Kota Yogyakarta 4,79�berapa penelitian menyatakan bahwa aktivitas fisik dan usia berhubungan dengan kadar gula darah namun beberapa penelitian lainnya menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dan usia dengan kadar gula darah. Selain itu, hasil studi pendahuluan menyatakan 40�ri 10 pasien yang berada di wilayah kerja Puskesmas Gondokusuman 1 masih kurang dalam melakukan aktivitas fisik. Aktivitas fisik mereka hanya sekedar jalan kaki dan 20% diantaranya adalah lansia. Sehubungan dengan hal tersebut peneliti tertarik untuk meneliti apakah ada Hubungan antara Aktivitas Fisik dan Usia dengan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Gondokusuman 1 Kota Yogyakarta Tahun 2023. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain studi Cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu pasien DM Tipe II. Jumlah sampel adalah 93 pasien di Puskesmas Gondokusuman 1 Kota Yogyakarta ditentukan dengan teknik incidental sampling. Hasil Penelitian: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara aktivitas fisik dan usia dengan kadar gula darah pada pasien DM Tipe II di wilayah kerja Puskesmas Gondokusuman 1 Kota Yogyakarta dengan. Kesimpulan: Ada hubungan antara aktivitas fisik dan usia dengan kadar gula darah pada pasien DM Tipe II di Puskesmas Gondokusuman 1 Kota Yogyakarta
Sistem identifikasi penyakit pada tanaman cabai dengan metode Convolutional Neural Network berbasis mobile
Permintaan cabai terus meningkat seiring pertumbuhan populasi dan sektor industri, namun pasokannya tidak stabil akibat faktor cuaca seperti curah hujan dan kelembaban udara yang tinggi. Kondisi ini menyebabkan penyebaran penyakit pada tanaman cabai seperti busuk buah antraknosa, virus kuning begomovirus, dan bercak daun. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan sistem identifikasi penyakit tanaman cabai dan mengevaluasi akurasi klasifikasi citra penyakit tamanan cabai. Penelitian ini diharapkan dapat membantu pakar dalam memberikan rekomendasi pengendalian penyebaran penyakit secara tepat, membantu petani mengidentifikasi penyakit secara dini dan meningkatkan kualitas serta kuantitas hasil panen tanaman cabai.
Metode yang digunakan adalah metode Convolutional Neural Network (CNN). Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, analisis kebutuhan, perancangan preprocessing, perancangan model, tahapan arsitektur, pengujian akurasi, implementasi sistem, dan pengujian sistem. Tahapan ini dilakukan secara berurutan tanpa ada yang dilompati. Pengujian akurasi dihitung menggunakan confusion matrix. Selain itu, sistem yang telah dibuat akan diuji dengan pengujian fungsional dan pengujian pengguna.
Data citra penyakit tanaman cabai diperoleh langsung dari perkebunan tanaman cabai di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Menggunakan dataset sebanyak 4.500 citra penyakit tanaman cabai, dibagi menjadi 70% untuk data training dan 30% untuk data validasi. Hasil akurasi yang didapatkan sebesar 99% pada proses training dan 94% pada proses validasi. Evaluasi model menggunakan dataset baru sebanyak 150 citra penyakit tanaman cabai yang menunjukkan hasil akurasi sebesar 94%. Pengujian fungsional dan pengujian pengguna pada sistem mobile oleh 10 petani menghasilkan nilai rata-rata 90. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sistem mobile dapat mengidentifikasi penyakit tanaman cabai dengan baik, serta mendukung aktivitas pertanian dan kebutuhan petani
Aktivitas antibakteri ekstrak etanol kayu nangka (Artocarpus heterophyllus Lmk.) terhadap bakteri Escherichia coli ATCC 25922 dan Staphylococcus aereus ATCC 25923 metode Kirby Bauer beserta profil KLT bioautografinya
Penyakit infeksi masih sering dijumpai dan masih menjadi masalah besar. Salah satu penyebab penyakit infeksi adalah bakteri diantaranya adalah bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Eksplorasi bahan alam yang memiliki aktivitas antibakteri masih terus dilakukan karena diharapkan dapat ditemukan senyawa aktif yang lebih poten. Bahan alam yang dapat digunakan salah satunya adalah kayu nangka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol kayu nangka (Artocarpus heterophyllus Lmk.) terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang dilakukan di laboratorium. Ekstraksi kayu nangka (Artocarpus heterophyllus Lmk.) menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Uji aktivitas antibakteri diuji dengan menggunakan metode Kirby Bauer yang menghasilkan zona hambat lalu dianalisis secara statistik dengan program Statistical Product Services Solution (SPSS).
Hasil rendemen yang diperoleh dari ekstrak etanol kayu nangka adalah 8,392%. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh, ekstrak kayu nangka mampu menghambat bakteri Staphylococcus aureus. Zona hambat yang diperoleh dari konsentrasi ekstrak 10 mg/ml, 20 mg/ml, dan 40 mg/ml berturut-turut adalah 3,82 mm; 5,12 mm; dan 6,25 mm. Namun, ekstrak kayu nangka tidak mampu menghambat bakteri Escherichia coli.
Hasil uji KLT ekstrak kayu nangka terdapat 3 spot bercak dengan Rf berturut-turut yaitu; 0,38; 0,44; dan 0,81. Pengujian KLT bioautografi menunjukkan bahwa ekstrak kayu nangka memiliki zona bening pada Rf=0,00
Efektivitas strategi pembelajaran daring terhadap kemampuan membaca permulaan peserta didik kelas 2 di SDN 20 Tempilang Bangka Barat
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pembelajaran daring di kelas 2 SDN 20 Tempilang Bangka Barat, mengetahui kemampuan siswa dalam membaca permulaan di kelas 2 SD Negeri 20 Tempilang Bangka Barat serta untuk mengetahui pengaruh strategi pemebelajaran daring terhadap kemampuan membaca permulaan di kelas 2 SDN 20 Tempilang Bangka Barat.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu (pra eksperimen). Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas 2 SDN 20 Tempilang Bangka Barat. Teknik sampling dengan menggunakan teknik sampling sampel probabilitas bisa digunakan untuk generalisasi jika dan hanya jika sampel itu diambil secara random (acak). Sampel random adalah sampel yang diambil sedemikian rupa sehingga setiap anggota dalam populasi mendapat kesempatan yang sama untuk terpilih sebagai sampel. Pengambilan sampel dengan one group pretest-posttest yaitu penelitian eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelas saja dengan sampel kelas 2 sebagai kelas eksperimen. Variabel penelitian ini meliputi variabel bebas yaitu strategi pembelajaran daring dan variabel terikat yaitu kemampuan membaca permulaan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan berupa tes isian lisan.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran daring memiliki pengaruh dalam peningkatan kemampuan membaca permulaan peserta didik. Nilai terendah pretest diperoleh mean sebesar sebesar 45.5, median sebesar 40.0, dan standar deviasi sebesar 14.68. seedangkan nilai posttest diperoleh mean sebesar 82,0, median sebesar 80, modus sebesar 80 dan standar deviasi sebesar 12.397. Data hasil pretest dan posttest digunakan untuk menguji normalitas, homogenitas, uji sampel-t, dan uji gain. Hasil penelitian t hitung sebesar -18.653 dan niali sig (p) <0,00, dan uji gain diperoleh data rata-rata pretest 45.5 dan rata-rata posttest 82.0. Sehingga diperoleh uji gain 70.05 % yang peningkatan hasil kemampuan membaca permulaan masuk dalam kategori tinggi
Analisis pengaruh ekspor, foreign direct investment (FDI), nilai tukar, dan inflasi terhadap cadangan devisa di negara Asean-6 tahun 2011-2022
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ekspor, Foreign Direct Investment (FDI), nilai tukar, dan inflasi terhadap cadangan devisa di enam negara ASEAN (Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara) digunakan metode analisis regresi data panel dengan data sekunder yang diperoleh dari Word Bank. Penelitian ini menggabungkan data cross section dan time series untuk memberikan pandangan yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara silmultan variabel ekspor, Foreign Direct Investment (FDI), nilai tukar, dan inflasi berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa di enam negara ASEAN. Sedangkan, secara parsial variabel yang berpengaruh adalah variabel ekpor dan inflasi berpengaruh signifikan terhadap variabel cadangan devisa dan variabel FDI dan nilai tukar tidak berpengaruh terhadap cadangan devisa di enam negara ASEAN. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam menambah pemahaman perkembangan cadangan devisa di kawasan ASEAN, dan menyoroti pentingnya upaya meningkatkan aktivitas ekspor dan mengendalikan inflasi untuk meningkatkan cadangan devisa negara. Implikasi dari temuan ini dapat menjadi dasar kebijakan bagi pemerintah di negara-negara ASEAN sebagai otoritas moneter dalam menjaga cadangan devisa tetap stabil
Peran kepribadian big five terhadap servant leadership pada pengusaha muda UMKM coffee shop
Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris peran kepribadian big five terhadap servant leadership pada pengusaha muda UMKM coffee shop di Indonesia. Sampel pada penelitian ini adalah 208 pengusaha coffee shop berusia 16-30 tahun di Indonesia yang terpilih menggunakan purposive sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Analisis yang digunakan oleh peneliti adalah analisis regresi linear berganda. Hasil analisis peran kepribadian big five terhadap servant leadership menunjukkan nilai R = 0,808 dan p = 0,000 (p0,05), peran extraversion terhadap servant leadership menunjukkan nilai t = 4,988 dan p = 0,000 (p0,05), terakhir peran conscientiousness terhadap servant leadership menunjukkan nilai t = 4,374 dan p = 0,000 (p<0,05). Kesimpulannya yaitu kepibadian big five berperan terhadap servant leadership. Dimensi extraversion, openness to experience, conscientiousness memiliki peran terhadap servant leadership. Dimensi neuroticism dan agreeableness tidak memiliki peran terhadap servant leadership
Aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol kayu nangka (Artocarpus heterophyllus Lmk.) dan daun bidara arab (Ziziphus spina-christi L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus atcc 25923 dan Escherichia coli atcc 25922 metode kirby bauer beserta profil KLT bioautografinya
Penyakit infeksi dapat menyebabkan angka mortalitas yang tinggi. Mikroba patogen seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli termasuk dalam pemicu terjadinya infeksi nosokomial di rumah sakit. Dalam penggunaan secara tunggal, kayu nangka (Artocarpus heterophyllus Lmk.) dan daun bidara arab (Ziziphus spina-christi L.) telah terbukti mengandung banyak senyawa aktif yang mempunyai aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol kayu nangka dan daun bidara arab terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.
Kayu nangka dan daun bidara arab diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dan dibuat kombinasi dengan perbandingan 1:3, 2:2, dan 3:1. Pada setiap perbandingan dibuat konsentrasi sebesar 10 mg/ml, 20 mg/ml, dan 40 mg/ml. Setelah itu, dilakukan pengujian aktivitas antibakteri metode kirby bauer sehingga didapatkan diameter zona bening disekitar cakram.
Hasil diameter zona hambat pada bakteri Staphylococcus aureus yang didapatkan dari perbandingan kombinasi kayu nangka dan daun bidara 1:3 dengan variasi konsentrasi 10 mg/ml, 20 mg/ml, dan 40 mg/ml berturut-turut adalah 3,43 ± 1,03 mm, 3,33 ± 0,71 mm, dan 5,87 ± 0,49 mm. Pada perbandingan 2:2 dengan variasi konsentrasi 10 mg/ml, 20 mg/ml, dan 40 mg/ml berturut-turut adalah 3,75 ± 0,18 mm, 4 ± 0,23 mm, dan 4,83 ± 0,32 mm. Pada perbandingan 3:1 dengan variasi konsentrasi 10 mg/ml, 20 mg/ml, dan 40 mg/ml berturut-turut adalah 3,8 ± 0,13 mm, 4,67 ± 1,53 mm, dan 2,27 ±0,37 mm. Sedangkan, pengujian pada bakteri Escherichia coli tidak terbentuk zona hambat. Hasil uji KLT bioautografi terbentuk zona bening pada titik bawah yang menjadi tempat totolan ekstrak tetapi tidak terdapat zona bening pada bagian-bagian spot yang naik.
Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak kayu nangka dan daun bidara dengan perbandingan 1:3, 2:2, dan 3:1 yang masing-masing dibuat konsentrasi sebesar 10 mg/ml, 20 mg/ml, dan 40 mg/ml saat diuji dengan bakteri Staphylococcus aureus tidak memiliki efek antibakteri yang lebih besar dari ekstrak tunggal kayu nangka, sedangkan pada bakteri Escherichia coli tidak memiliki aktivitas antibakteri
Penguatan karakter peserta didik melalui program Mahabbatul Qur'an di SD Muhammadiyah Demangan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan baca tulis al-Qur’an di Indonesia dan merosotnya karakter islami di kalangan anak-anak. Untuk mengentas masalah tersebut harus dilakukan pendidikan al-Qur’an dan penanaman karakter islami sejak dini. Salah satu upaya mengatasi masalah tersebut adalah dengan adanya program mahabbatul Qur’an di SD Muhammadiyah Demangan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan upaya penguatan serta mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat program mahabbatul Qur’an di SD Muhammadiyah Demangan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini diambil dari kepala sekolah, waka ismuba, guru mahabbatul Qur’an, peserta didik kelas IV, V, dan VI. Objek penelitian ini yaitu penguatan karakter peserta didik melalui program mahabbatul Qur’an di SD Muhammadiyah Demangan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan tahap triangulasi sumber dan teknik. Data yang terkumpul dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, penguatan karakter peserta didik melalui program mahabbatul Qur’an dilihat melalui karakter religius, disiplin, tanggung jawab, dan kerja keras. Karakter religius terlihat dari pembiasaan doa, sholat, kejujuran, dan pembiasaan 5s. Karakter disiplin terlihat dari penggunaan waktu untuk muraja’ah dan hafalan. Sedangkan, karakter tanggung jawab dan kerja keras terlihat dari pencapaian target hafalan peserta didik yang telah ditentukan oleh sekolah. Faktor pendukung penguatan karakter peserta didik melalui program mahabbatul Qur’an meliputi adanya niat dalam diri peserta didik, dukungan guru, dan dukungan orang tua. Sedangkan, faktor penghambatnya adalah tingkat kecerdasan peserta didik yang berbeda-beda dan sarana prasarana sekolah yang kurang mendukung
Pengaruh pembelajaran problem based learing (PBL) terhadap hasil belajar matematika peserta didik kelas V SD Muhammadiyah Noyokerten
Implementasi model problem based learning (PBL) pada proses pembelajaran di SD Muhammadiyah Noyokertem bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh problem based learning (PBL) terhadap hasil belajar peserta
didik dan bagaimana pelaksanaan model problem based learning (PBL) di SD Muhammadiyah Noyokerten.
Penelitian ini termasuk pendekatan kuantitatif dengan penelitian eksperimen. Degsin yang digunakan yaitu quasi eksperimen dengan rancangan nonequivalent control group desaign. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu soal pretest dan posttest. Subjek dalam penelitian ini adalah kelas VA sebagai kelas control dan kelas VB sebagai kelas eksperimen SD Muhammadiyah Noyokerten.
Data diolah menggunakan bantuan aplikasi SPSS versi 26 for windows. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan model problem based learning (PBL) terhadap hasil belajar peserta didik pada materi pecahan kelas V SD Muhammadiyah Noyokerten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran problem based learning (PBL) yang diimplementasikan di kelas V SD Muhammadiyah noyokerten telah berjalan sesuai sintaks sehingga berhasil meningkatkan hasil belajar matematika kelas V SD Muhammadiyah Noyokerten secara signifikan. Hal tersebut
dapat dilihat dari nilai rata-rata nilai pre test pada kelas eksperimen yaitu 55.56 dan 82.22 untuk nilai posttest di kelas eksperimen. Sehingga kenaikan nilai rata-rata
mencapai 26%. Sedangkan untuk kelas control nilai rata-rata yang diperoleh pada pretest 61.11 dan posttest memperoleh rata-rata 72.78 . Kenaikan pada kelas control
hanya 12% saja. Menurut hasil uji paired sample t-test, diperoleh hasil pada kelas eksperimen menunjukkan nilai sig.(2-tailed) 0.00. Dimana nilai tersebut lebih kecil
daripada acuan nilai signifikan yang digunakan yaitu 0.05 (0.00 < 0.05). Sedangkan nilai paired sample t-test kelas control menunjukkan nilai sig.(2-tailed) 0.01. Menurut hasil tersebut dapat dilihat bahwa model pembelajaran problem based learning (PBL) lebih berpengaruh secara signifikan jika digunakan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik daripada model cooperative learning
Faktor yang memengaruhi kepatuhan diet pada penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Mlati II
INTISARI
Latar Belakang: Penyakit degeneratif telah menjadi tantangan kesehatan global yang sudah dihadapi oleh berbagai negara. Di Daerah Istimewa Yogyakarta, tingkat prevalensi diabetes melitus pada semua kelompok usia menempati peringkat kedua di Indonesia mencapai 2,4% pada tahun 2018, jumlah kasus diabetes melitus di DIY pada tahun tersebut mencapai 12.525 kasus. Kabupaten Sleman merupakan salah satu Kabupaten dengan prevalensi diabetes melitus cukup tinggi di D.I. Yogyakarta. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman jumlah data kunjungan penderita diabetes melitus tahun 2022 yaitu 9.501 kasus lama dan 2.7039 kasus baru. Puskesmas Mlati II merupakan Puskesmas dengan jumlah kunjungan diabetes melitus tertinggi yang ada di wilayah Dinas Kesehatan Sleman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan dalam menjalankan diet pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Mlati II. Metode: Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan pendakatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden yang diperoleh menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil analisis hubungan menggunakan uji Chi-Square terkait hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan dalam menjalankan diet diperoleh p-value 0.428 atau signifikasi >0.05, hubungan keikutsertaan penyuluhan gizi dengan kepatuhan dalam menjalankan diet diperoleh p-value 0.845 atau signifikasi >0.05, hubungan peran tenaga kesehatan dengan kepatuhan dalam menjalankan diet diperoleh p-value 0.873 atau signifikasi >0.05, hubungan pendidikan dengan kepatuhan dalam menjalankan diet diperoleh p-value 0.023 atau signifikasi <0.05, hubungan pengetahuan dengan kepatuhan dalam menjalankan diet diperoleh p-value 0.045 atau signifikasi <0.05 dan hubungan motivasi diri dengan kepatuhan diet diperoleh p-value 0.044 atau signifikasi <0.05 . Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara dukungan keluarga, keikutsertaan penyuluhan gizi, dan peran tenaga kesehatan dengan kepatuhan dalam menjalankan diet pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Mlati II. Ada hubungan antara pengetahuan dan motivasi diri dengan kepatuhan diet pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Mlati II.
Kata Kunci: Diabetes melitus tipe 2, Kepatuhan, Die