10023 research outputs found
Sort by
Preparasi membran Cellulose Acetate Propionate dan aplikasi untuk pengolahan limbah cair tekstil pewarna remazol
Penelitian tentang “Preparasi Membran Cellulose Acetate Propionate dan Aplikasinya Untuk Pengolahan Limbah Cair Tekstil Pewarna Remazol“ bertujuan untuk mempelajari pembuatan membran dari Cellulose Acetate Propionate dengan memvariasikan komposisi Cellulose Acetate Propionate, mempelajari uji karakterisasi, dan kinerja membran Cellulose Acetate Propionate pada limbah cair tekstil. Jika membran yang dibuat dari Cellulose Acetate Propionate dapat diaplikasikan untuk pengolahan limbah cair industri. Terutama dalam pengolahan limbah cair industri tekstil, maka membran yang dibuat dari Cellulose Acetate Propionate dapat menjadi solusi untuk pengolahan limbah cair yang bersifat ramah lingkungan.
Fokus utama dalam penelitian ini adalah untuk menghasilkan membran Cellulose Acetate Propionate dengan potensi dan efektivitas yang tinggi terhadap pengolahan limbah industri tekstil. Dalam penelitian ini, prosedur penelitian terdiri dari preparasi membran, analisis membran, dan pengujian membran terhadap limbah cair tekstil pewarna remazol. Preparasi membran terdiri dari pembuatan membran dengan variasi konsentrasi Cellulose Acetate Propionate sebesar 13%,14%,dan 15% dan PolyEthylene Glycol 4000 dengan konsentrasi 3% pada setiap membran. Analisis membran bertujuan untuk mengetahui struktur morfologi poripori membran, struktur kimia dalam membran, kemampuan membran dalam menyerap air, dan mengukur laju alir permeat pada membran. Sedangkan pengujian membran terhadap limbah cair pewarna remazol dilakukan untuk mengetahui potensi membran dalam menurunkan konsentrasi warna dan pH yang ada pada limbah cair tekstil tersebut.
Dari penelitian ini, membran dengan konsentrasi 13% Cellulose Acetate Propionate menunjukkan lebih banyak pori-pori yang seragam dan lebih jelas dibandingkan dengan membran dengan konsentrasi 14% dan 15% Cellulose Acetate Propionate. Analisis FTIR mengkonfirmasi adanya gugus fungsi dalam membran seperti: C-O, -CH3, C=O, C-H, dan – OH dan terdapat pergeseran bilangan gelombang karena peningkatan konsentrasi Cellulose Acetate Propionate pada setiap membran. Sedangkan pada analisis nilai porositas dan water uptake didapati nilai tertinggi pada membran dengan konsentrasi 13% Cellulose Acetate Propionate sebesar 57,1030% untuk nilai porositas dan 82,1443%, nilai fluks air murni di dapati nilai terbesar pada membran dengan konsentrasi 13% Cellulose Acetate Propionate sebesar 249,8049 L.m2 /jam, kemudian membran didapati analisis penurunan terbesar terdapat pada konsentrasi 13% Cellulose Acetate Propionate dalam mereduksi konsentrasi remazol sebesar 43,4817%
Perancangan kursi Sehat dan Religius (SReg) lansia menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) studi kasus: Masjid Kauman Yogyakarta, Alun-alun Keraton, Jl. Kauman, Ngupasan, Kec. Gondomanan, Kota Yogyakarta, DIY
Kursi sholat merupakan alat yang telah digunakan untuk mendukung aktivitas ibadah di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, Kondisi kursi sholat yang ada saat ini belum dirancang dengan pendekatan sistematis, sehingga menimbulkan keluhan seperti ketidakstabilan kursi, dudukan/sandaran keras, membuat nyeri (punggung, pinggang, leher) Sehingga dapat mengganggu konsentrasi spiritual lansia selama ibadah serta meningkatkan risiko kecelakaan dan ketidaknyamanan fisik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui customer requirement kursi sholat yang diinginkan oleh pengguna, melakukan pengembangan dengan sistematis melalui QFD serta membuat desain sesuai dengan antropometri pengguna kursi sholat (lansia).
Melalui pendekatan Quality Function Deployment (QFD), penelitian ini mengidentifikasi customer requirement didasarkan pada hasil penyebaran kuisoner terbuka pada jamaah lansia pengguna kursi sholat yang ada di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta. Data yang telah didapatkan diolah menggunakan Voice of customer (VOC), Voice of engineering (VOE), Planing matrix, Relationship matrix, matriks korelasi teknis, House of Quality (HoQ), Matriks Part Deployment dan Antropometri.
Output yang dihasilkan berupa desain rancangan kursi sehat dan religius (SReg) dengan penambahan fitur dan perbaikan yaitu mampu menahan beban hingga 110 kg, memiliki berat kurang dari 4 kg, sesuai antropometri lansia, memiliki pegangan tangan, dudukan dan sandaran terdapat busa, bisa dilipat, desain kursi ringkas/simple, rangka terbuat dari besi, harga relatif murah. Hasil dimensi antropometri yang telah disesuaikan, yaitu Tinggi Sandaran Punggung (TSP) 49.21 cm, Jarak dari Lipat Lutut ke Pantat (JLLP) 44.87 cm, Lebar Panggul (LP) 41.72 cm, Lebar Bahu (LB) 44.98 cm, Jarak dari Lipat Lutut ke Telapak Kaki (JLLTK) 41.64 cm, Tinggi Siku Posisi Duduk (TSPD) 23.11 cm
Analisis nilai sosial budaya dalam film Kapan Pindah Rumah (kajian semiotika Charles Sanders Peirce)
Cultural values are the most important thing in the structure of society. Culture contributes to how people live, how they behave, and also influences how they see themselves. Social values are values held by society regarding what they consider right and what they consider bad. To be able to determine good and bad, appropriate or inappropriate, you have to go through a weighing process. An example of a case study can be seen from the semiotic study of the film Kapan Moving House. This research aims to find out how social values in the film Kapan Moving House are represented through signs or symbols and how cultural values in the film Kapan Moving House are represented through signs or symbols.
The method in this research uses qualitative content analysis. The type of research used by the author is content analysis. This analysis is a model used to examine data documentation in the form of text, images, symbols, and so on. This research uses Charles Sanders Peirce's semiotic theory which divides signs based on symbols, objects and interpretants, known as the triadic triangle.
The results of this research found a lot of data showing the social and cultural values in the film Kapan Moving House. These values include a language system, family attitudes, good manners, obedience to parents, a culture of always being neat and responsible. This can be seen through the data findings that have been presented in the research
Analisis teknik dan kualitas penerjemahan pada matan Safianatun Najah
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjabarkan teknik terjemahan dari kalimat bahasa Arab ke bahasa Indonesia serta kualitas hasil terjemahan matan Safinatun Najah. Penelitian ini merupakan penelitian terjemahan dengan menggunakan teori teknik penerjemahan Molina dan Albir serta teori kualitas penerjemahan dari Nababan. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, dengan pendukung metode kuesioner untuk mengumpulkan data terkait kualitas terjemah. Jumlah responden dalam penelitian ini ada 30 responden yang akan menilai kualitas hasil terjemah dalam tiga aspek, yaitu keakuratan, keberterimaan dan keterbacaan.
Hasil penelitian ini ditemukan 77 data, didapatkan bahwa terdapat 10 jenis teknik penerjemahan berdasarkan teori Molina dan Albir, yaitu 1) Teknik Harfiah 2) Teknik Kalke 3) Teknik Deskripsi 4) Teknik Pinjaman 5) Teknik Transposisi 6) Teknik Kompensasi 7) Teknik Amplikasi 8) Teknik Reduksi 9) Teknik Kesepadanan Lazim 10) Teknik Generalisasi. Hasil penelitian kualitas terjemahan matan Safinatun Najah dinilai sebagai berikut: keakuratan dengan nilai rata-rata akhir 2,8, keberterimaan dengan nilai rata-rata akhir 2,6, dan keterbacaan dengan nilai rata-rata akhir 2,6. Hasil tersebut termasuk kategori terjemahan yang berkualitas baik
Analisis isi kualitatif kritik sosial dalam Stand-Up Comedy Ijal Pace Sunda di kanal Youtube Deddy Corbuzier
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kritik sosial yang terdapat dalam konten pertunjukan Stand-Up Comedy oleh Ijal Pace Sunda pada kanal YouTube Deddy Corbuzier yang berjudul " SJW BERSATU!!HEH DENGAR KAMI, KAMI MENOLAK….” #SOMASI. Ijal Pace Sunda adalah seorang komika yang berasal dari Wamena, Papua. Melalui kanal YouTube Deddy Corbuzier, Ijal Pace Sunda mengungkapkan keresahannya yang ia alami sebagai masyarakat Papua dalam bentuk kritik-kritik sosial.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis konten dengan pendekatan kualitatif. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan observasi, dokumentasi serta studi pustaka, kemudian teknik analisis yang digunakan ialah enam tahapan analisis konten oleh Krippendorff untuk menganalisis data diantaranya: unitizing, sampling, recording, reducing, abductively inferring, dan narrating. Terakhir, teknik validasi data menggunakan metode triangulasi data dengan jenis triangulasi sumber.
Hasil dari penelitian pada konten pertunjukan Stand-Up Comedy oleh Ijal Pace Sunda pada kanal YouTube Deddy Corbuzier pada konten yang berjudul " SJW BERSATU!!HEH DENGAR KAMI, KAMI MENOLAK….” #SOMASI, didapati sebagian besar bit yang dilontarkan mengandung kritik sosial mengenai politik, agama, moral, teknologi, dan kebiasaan. Tidak ditemukan kritik sosial yang mengarah pada masalah ekonomi, keluarga dan gender
Kualitas hidup penderita penyakit lupus di Komunitas Sahabat Cempluk Yogyakarta
Ada salah satu penyakit yang masuk dalam kategori mematikan atau penyakit kronik yang bisa mempengaruhi kualitas hidup manusia, karena dapat menyerang fisik dan psikis seseorang yang mengalaminya. Penyakit tersebut adalah penyakit lupus (Systemic Lupus Erythematosus (SLE) atau penyakit autoimun, orang yang menderita penyakit ini disebut Odapus atau orang dalam gangguan lupus.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kualitas hidup dan faktor apa saja yang dapat meningkatkan kualitas hidup penderita penyakit lupus di Komunitas Sahabat Cempluk Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, sampel ekstrim atau menyimpang, pendekatan yang digunakan adalah analisis konten dan menggunakan kredibilitas triangulasi data. Hasil temuan pada penelitian ini ternyata media sosial juga mempengaruhi domain dalam kualitas hidup, selain itu umur sangat mempengaruhi tentang kualitas hidup penderita penyakit lupus, karena mempengaruhi faktor yang lainnya. kesimpulan pada penelitian ini kualitas hidup berkaitan dengan karakteristik Odapus yaitu, fisik, psikologis, hubungan dengan orang lain, dan usia. Kesimpulannya Subjek I berusia 22 tahun bisa melakukan aktivitasnya sendiri tanpa bantuan dan larangan dari orang lain, Subjek I sudah bekerja dan mendapat penghasilannya sendiri. Sedangkan Subjek II berusia 8
tahun segala aktivitasnya diawasi oleh orang tuanya dan keinginannya selalu dipenuhi oleh orang tuanya
Determinan kepatuhan pemakaian Alat Perlindungan Diri (APD) pada perawat dalam pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul
Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang
memberikan pelayanan rawat jalan dan rawat inap bagi pasien. Rumah sakit juga
dapat menjadi sumber infeksi bagi petugas, pasien dan pengunjung lainnya. Untuk
mencegah terjadinya infeksi nosokomial pada petugas maka rumah sakit
mempunyai kewajiban untuk melindungi seluruh petugas kesehatan salah satunya
dengan penggunaan APD. Kepatuhan penggunaan APD pada petugas dukung oleh
oleh beberapa faktor (predisposising, enabling, reinforcing) serta adanya dukungan
dari pihak manajemen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan
antara faktor predisposising, enabling, reinforcing terhadap pemakaian APD pada
perawat. Metode : yang digunakan adalah korelasi kuantitatif dengan pendekatan
cross sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 130 perawat tetap, jumlah
sampel 100 orang responden pada perawat inap dan menggunakan teknik
proposiaonal random sampling untuk pengambilan sampel menggunakan sisitem
undian untuk setiap unit rawat inap, analisa menggunakan Chi – Square. Hasil :
dari hasil uji bivariat didapatkan hasil jumlah responden terbanyak berjenis kelamin
(69%), p – value 1,000. Usia (62%) p – value 0,005 dengan OR 3,582. Masa kerja
> 6 tahun (63%) p – value 0,024. Pendidikan D3 (75%) p – value 0.054.
Pengetahuan baik ( 64%) p – value 0,170. Sikap positif (68%) p – value 0,000
dengan OR 8,809. Fasilitas (58) p – value 0,505. Pelatihan rutin (55%) p – value
0,811. Supervisi rutin (58%) p value 0,016 dengan OR 5,006. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia, masa kerja, sikap
dan supervisi dengan nilai α < 0,05 sedangkan dari hasil uji multivariat didapatkan
hasil usia, sikap dan supervisi mempunyai peluang yang besar untuk meningkatkan
kepatuhan APD pada perawat. Kesimpulan : Kepatuhan APD pada perawat di
pengaruh oleh usia petugas , sikap positif pada petugas tenatang kepatuhan
pemakian APD dan kegiatan supervise yang dilakukan oleh pihak manajemen
Upaya koersif pembinaan gelandangan dan pengemis oleh dinas sosial Daerah Istimewa Yogyakarta
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dimana masih banyak ditemukan gelandangan dan pengemis yang masih beraktifitas di tempat umum seperti perempatan jalan, trotoar, emperan toko. Oleh karena itu Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta berperan dalam menjaga ketertiban umum dalam permasalahan sosial ini terutama dalam Peraturan Daerah (Perda) DIY No. 1 Tahun 2014 Pasal 9 ayat (1) huruf c tentang Upaya Koersif pembinaan di Rumah Perlindungan Sosial (RPS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya koersif pembinaan gelandangan dan pengemis oleh Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan yuridis-empiris. Subjek penelitian ini adalah case manager di Camp Asesment, sub koordinator Camp Asesment, administrasi umum Camp Asesment, pekerja sosial selaku pemateri bimbingan, sedangkan objek penelitian ini adalah upaya koersif pembinaan gelandangan dan pengemis oleh Dinas Sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode pengumpulan data yaitu wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data yang digunakan triangulasi Teknik. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan upaya koersif pembinaan gelandangan dan pengemis oleh Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta adalah sebagai berkut : (1) Bimbingan Fisik yang bertujuan untuk melatih dan menjaga kesehatan jasmani para klien, dimana dilaksanakan dalam kegiatan senam pagi dan bekerja bakti lingkungan Camp Asesment (2) Bimbingan Mental sosial yang bertujuan guna melatih para klien dalam pembangunan sikap, perilaku dan fikiran agar pro sosial, dan berfokus terhadap 2 bimbingan dalam 7 bimbingan mental sosial yaitu (a) Bimbingan Kewarganegaraan yang berguna dalam pemberian informasi, pengetahuan untuk menjadi warga negara yang baik dan (b) Bimbingan Kesadaran Hukum yang berguna untuk menyadarkan para klient terhadap perilaku menyimpang yang dilakukan sebelumnya terhadap hukum dan penanaman kesadaran hukum dalam diri klien
Analisis Peran Intermediasi Keuangan BPRS Bangun Drajat Warga Studi Kasus Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah
ABSTRAK
Keuangan syariah, termasuk di Indonesia, telah menjadi inovator global dengan peran penting dalam menghubungkan kebutuhan likuiditas dan investasi, khususnya dalam industri perbankan. Dalam konteks ini, bank syariah bertindak sebagai perantara atau intermediator antara pihak yang memiliki dana berlebih dan yang membutuhkan, seperti UMKM. Bank syariah menjalankan fungsi keuangan sesuai prinsip-prinsip islam, menghindari riba, serta mendorong keadilan dalam perdagangan, yang menjadikannya berbeda dari bank konvensional.
BPR Syariah Bangun Drajat Warga (BDW) merupakan contoh perantara depositori syariah yang menghimpun dana dari sektro rumah tangga, usaha, dan pemerintah. Dana ini kemudian disalurkan kembali dalam bentuk kredit atau pembiayaan sesuai dengan prinsip syariah. Selain itu, BPR Syariah BDW juga menawarkan berbagai produk seperti tabungan wadiah, deposito mudharabah, serta layanan pembiayaan seperti musyarakah dan murabahah. Ini membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi melalui pengolahan risiko dan portofolio investasi.
Sebagai lembaga intermediasi keuangan, BPR Syariah BDW tidak hanya menghubungkan pihak yang membutuhkan dan memiliki dana, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses keuangan formal. Penelitian ini menunjukan bahwa peran ini sangat dihargai oleh masyarakat, terutama para pedagang, yang merasa terbantu dengan pembiayaan yang disediakan BPR Syariah BDW dalam menghadapi kendala modal usaha.
ABSTRACT
In Indonesia, Islamic finance has become a global innovator with an important role in connecting liquidity and investment needs, especially in the banking industry. In this context, Islamic banks act as an intermediary between those who have excess funds and those who need them, such as SMEs. Islamic banks operate their financial functions according to Islamic principles, avoid usury, and promote fairness in trade, which makes them different from conventional banks. BPR Syariah Bangun Drajat Warga (BDW) is one of the Islamic depository intermediaries that collect funds from the household, business, and government sectors, where the funds are then redistributed in the form of credit or financing according to Islamic principles. In addition, BPR Syariah Bangun Drajat Warga (BDW) offers various products, such as wadiah savings, mudharabah deposits, and financing services, such as musyarakah and murabahah. They help improve community welfare and support economic growth through risk management and investment portfolios. As a financial intermediary, BPR Syariah Bangun Drajat Warga (BDW) not only connects those who have excess funds and those who need them but also plays a role in improving community welfare through formal financial access. This study concludes that the roles are highly appreciated by the community, especially traders, who benefit from financing provided by BPR Syariah Bangun Drajat Warga (BDW) in solving their business capital difficulties
The symbolic of America Islamic culture representation in the Ms. Marvel series (2022)
This research explores the representation of Islamic culture in Ms. Marvel series and its acceptance among audiences, focusing on the intersection between media, culture and identity. By analyzing the series and social media discourse, the study seeks to understand how the show potrays Islamic culture and how the audience engages with and interprets these representations. Specifically, the study investigated the use of symbols and cultural references in the series and examined audience reactions on social medial platforms. The objectives of this study are: (1) to explore the representation of Islamic culture in American scenes in Ms. Marvel series and (2) to find instances of Islamic culture being shown in Ms. Marvel series.
This study uses a qualitative research methodology to analyze the representation of Islamic culture in Ms. Marvel series. Primary data is sourced directly from the movie, while secondary data is collected from various sources such as articles, journals, and online platforms. Data analysis will be conducted by directly observing the textuak and visual elements of the series, focusing on the depiction of Islamic characters, practices and symbols. Cultural representation theory is used to analyze the potralyal of Islamic culture to the audiences, while semiotic theory of sociology is used to analyze the symbols of Islamic culture in film.
Preliminary findings show that the Ms. Marvel series offers a nuanced and positive representation of Islamic culture. The series incorporates various Islamic symbols and practices, such as prayer, fasting, and cultural traditions. The character of Kama Khan, a Pakistani-American Muslim teenager, provides a relatable and empowering figure for young Muslim viewers. Discussion on social media around the series revealed a range of reactions, including praise for its positive representation, critism of of certain aspects, and discussions about the show’s impact on Muslim identit