10023 research outputs found
Sort by
ANALISIS PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP) DAN SANITATION STANDARD OPERATING PROCEDURES (SSOP) PRODUK EMPING SINGKONG SUPER TELUR BU SITI, BANTUL, YOGYAKARTA
Singkong (Manihot esculenta Crantz) dimanfaatkan oleh Bu Siti untuk
diolah menjadi emping singkong. Proses pengolahan suatu produk pangan, diharuskan menerapkan sanitasi dan higiene karyawan untuk menjamin keamanan pangan. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi analisis penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian RI No. 75 tahun 2010 dan evaluasi analisis penerapan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP) berdasarkan Perka BPOM Nomor HK.03.1.23.04.12.2207 Tahun 2012 untuk mengetahui bagaimana penerapan GMP dan SSOP. Metode
pengumpulan data yang digunakan pada laporan kerja praktik ini adalah dengan metode observasi, wawancara, dan studi pustaka. Teknik analisis adalah dengan Root Cause Analysis yang selanjutnya dilanjutkan dengan metode Fishbone. Hasil analisis pada penerapan GMP terdapat enam aspek penyimpangan kritis meliputi lokasi, bangunan, bahan, produk akhir dan karyawan. Hasil analisis penerapan SSOP terdapat tiga aspek yang tidak sesuai kondisi seharusnya meliputi kondisi dan kebersihan permukaan yang kontak dengan bahan pangan, pencegahan kontaminasi silang, dan menghilangkan hama pengganggu dari unit pengolahan.
Kata Kunci: GMP, SSOP, sanitasi dan higiene, fishbon
SK Mengajar dan Presensi Perkuliahan Mata Kuliah Metodologi Penelitian S2 Tahun Ajaran Gasal 2023/2024
Rekap Presensi Kuliah Kendali Motor Gasal 2023 2024
Rekap Presensi Kuliah Kendali Motor Gasal 2023 2024 Teknik Elektro FTI Universitas Gadjah Mad
Pelatihan trainer outdoor learning untuk pengembangan karakter siswa TK ABA dan SD Muhammadiyah Dusun Nganggring Girikerto
Masa Pandemi COVID-19 selama hampir tiga tahun menyisakan banyak PR yang harus diselesaikan oleh para pendidik dan orang tua. Salah satu dampak learning loss yang dialami anak karena pembelajaran dari rumah yang cukup lama menyebabkan terjadi kemunduran capaian perkembangan dan hasil belajar terutama dalam aspek sosial emosi dan pembentukan perilaku. Aspek tersebut sangat terkait dengan pengembangan karakter siswa yang kurang berkembang optimal selama masa pandemi. Perlu dilakukan upaya penanganan agar para pendidik memiliki kemampuan mengejar proses pembelajaran karakter yang tertinggal selama pandemi. Pengabdian ini bertujuan untuk melatih pendidik agar dapat mengembangkan pendekatan pembelajaran dan metode pembelajaran di luar ruangan sehingga pembentukan karakter siswa dapat dikembangkan secara efektif dan menyenangkan. Metode yang digunakan adalah pelatihan yang dibagi dalam tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan dilakukan brainstroming, diskusi, dan FGD untuk menggali kebutuhan sekolah. Tahap pelaksanaan yaitu pelatihan untuk meningkatkan softskills dan hardskills guru sebagai trainer karakter melalui games dan peningkatan kesadaran pendidik untuk menjadi trainer karakter outdoor learning yang efektif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kompetensi para peserta dalam pelaksanaan outdoor learning. Para peserta mampu menerapkan teknik-teknik aplikatif dan mengembangkan kegiatan bermain berbasis outdoor learning dengan mendokumentasikannya ke dalam produk media audiovisual di kanal Youtube