10023 research outputs found
Sort by
Laporan Praktik Magang Pengembangan Fitur Pada Aplikasi Computer Vision Di PT. Millenio Amerta Data
REKAP PRESENSI MATAKULIAH SEMESTER : Gasal 2023/2024 Matakuliah : Pengolahan Sampah dan Limbah Kelas : KL
Ecomasjid Dan Kotribusinya dalam Pengelolaan Lingkungan dalam prespektif keagamaan, ekonomi, kesehatan masyarakat, pendidikan karakter dan pemberdayaan Masyarakat
buku ini menerangkan tentang Ecomasjid Dan Kotribusinya dalam Pengelolaan Lingkungan dalam prespektif
keagamaan, ekonomi, kesehatan masyarakat, pendidikan karakter dan pemberdayaan Masyaraka
Rancang Bangun Website Permohonan Informasi PPID Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah
LAPORAN PRAKTEK MAGANG RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN PESERTA MAGANG PADA DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA (DISKOMINFO) KABUPATEN KEBUMEN
Pembentukan Karakter Islami dalam Kitab Bidayatul Hidayah Karya Imam Al-Ghazali
ABSTRAK
Pembentukan Karakter Islami Dalam Kitab Bidayatul Hidayah
Karya Imam Al-Ghazali
Subhan Agustian (1700031112) Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.
Pendidikan adab dan akhlak adalah elemen penting dalam membentuk karakter seorang manusia yang mencerminkan kemajuan dan berbudi pekerti dalam lingkungan masyarakat, sekolah, kerabat, keluarga dan hal sosial lainnya. Seorang muslim yang baik ialah ia yang baik dalam perkataan dan perbuatan yang berlandaskan Al-Qur’an dan hadits sehingga terbentuk karakter islami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja karakter islami dalam kitab bidayatul hidayah dan mengetahui bagaimana pembentukan karakter islami dalam kitab bidayatul hidayah karya Imam Al-Ghazali.
Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriftif kualitatif, dengan pendekatan kepustakaan atau library research yang mana peneliti menggunakan teknik pengumpulan data menelaah dari sumber data primer yakni dari kitab Bidayatul Hidayah karya Imam Al-Ghazali. Adapaun teknik analisis data yang digunakan ialah dengan metode analisis konten.
Hasil penelitian ini menunujukkan bahwa: Pertama, mengetahui karakter islami dalam kitab bidayatul hidayah karya imam Al-Ghazali yaitu pembinaan akhlak kepada Allah SWT. (Habl min Allah) dan akhlak terhadap orang lain (habl min al-nas). Kedua, pembentukan karakter islami yang bersumber dari kitab bidayatul hidayah karya Imam Al-Ghazali yakni pembahasan tentang membedakan kebaikan dan keburukan, mematuhi perintah Allah, menjauhi larangan-Nya, menjauhi maksiat hati dan berhubungan baik dengan Allah dan sesama makhluk hidup. Sehingga tercapai tujuan pembentukan karakter Islami dalam kitab Bidayatul Hidayah.
ABSTRACT
The Formation of Islamic Character in the Book of Bidayatul Hidayah
by Imam Al-Ghazali
Subhan Agustian (1700031112) Department Of Islamic Education, Faculty Of Islamic Studies, Ahmad Dahlan University.
Ethical and moral education is an important element in forming a human character who reflects progress and good manners in society, school, relatives, family and other social matters. A good Muslim is someone who is good in words and actions that are based on the Al-Qur'an and hadith so that an Islamic character is formed. This research aims to find out what Islamic characters are in the Bidayatul Hidayah book and to find out how Islamic character is formed in the Bidayatul Hidayah book by Imam Al-Ghazali.
This research method uses a qualitative descriptive research type, with a library research approach in which the researcher uses data collection techniques examining primary data sources, namely the book Bidayatul Hidayah by Imam Al-Ghazali. The data analysis technique used is the content analysis method.
The results of this research show that: First, knowing the Islamic character in the book bidayatul hidayah by Imam Al-Ghazali, namely moral formation towards Allah SWT. (Habl min Allah) and morals towards others (habl min al-nas). Second, the formation of Islamic character which originates from the book bidayatul hidayah by Imam Al-Ghazali, namely the discussion about distinguishing between good and evil, obeying Allah's commands, staying away from His prohibitions, staying away from sins of the heart and having good relations with Allah and fellow living creatures. So that the goal of forming Islamic character in the Bidayatul Hidayah book is achieved
Monitoring Tekanan Uap pada Tangki Penyulingan Nilam Menggunakan Mikrokontroller Arduino
Minyak nilam berasal dari tanaman nilam (pogostemon calbin benth) yang
diperoleh dari tanaman nilam melalui proses penyulingan. Penyulingan adalah
pemisahan minyak atsiri dari tanaman aromatik berdasarkan tekanan uap
masing- masing komponen penyusun tanaman tersebut. Hasil dari minyak
nilam sangat diminati komoditi ekspor karena sifat dan daya tahan aroma yang
dihasilkan sangat diperlukan dlam produk-produk dalam bahan campuran
kosmetik, industri makanan, farmasi, dan kebutuhan lainya. Tetapi, pada
sebagian besar pengolahan minyak nilam yang dilakukan oleh petani di
indonesia masih menggunakan metode tradisional yang mana pada metode ini
memiliki banyak faktor yang membuat hasil dan kualitas dari minyak nilam
menjadi rendah.
Oleh karena itu untuk meningkatkan kualitas dan produksi dari minyak nilam
maka dirancang sebuah alat monitoring tekanan uap pada tangki penyulingan
minyak nilam. Yang diharapkan dapat menjadi acuan produsen untuk
menentukan tekanan yang optimal. Metode yang digunakan pada alat ini yaitu
dengan cara mengumpulkan tekanan uap hasil dari proses penyulingan dengan
cara menentukan nilai tekanan pada alat yang dibuat dan melepaskan tekanan
uap jika nilai tekanan sesuai yang diingikan.
Hasil dari penelitian ini menunjukan hasil pengukuran tertinggi yaitu sebesar
50 Kpa dan nilai yang didapatkan sesuai dengan alat perbandingan yang
digunakan hal ini dapat disimpulkan bahwa alat yang dibuat telah sesuai dan
bisa digunakan dalam proses penyulingan. Menurut (Ginting 2004) semakin
tinggi uap semakin cepat aliran uap yang masuk kedalam katel suling sehingga
kontak antara uap air dengan daun nilam menjadi singkat, akibatnya minyak
atsiri yang terikat oleh air semakin sedikit
Praktik Hubungan Kerja antara Keraton Yogyakarta dengan Abdi Dalem Ditinjau dalam Perspektif Hukum Ketenagakerjaan
Sebagai negara hukum, Indonesia mengatur seluruh aspek pemerintahan berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945, dengan fokus utama pada pencapaian keadilan sosial dan kesejahteraan umum. Namun, dinamika hubungan kerja di Keraton Yogyakarta menunjukkan keunikan tersendiri karena dipengaruhi oleh norma-norma adat dan tradisi yang kuat, yang terkadang tidak selaras dengan regulasi yang ada.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan, praktik, dan kendala dalam hubungan kerja antara Keraton Yogyakarta dan Abdi Dalem berdasarkan hukum ketenagakerjaan yang berlaku. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis empiris/sosiologis dengan menggunakan beberapa teknik pengumpulan data, antara lain studi pustaka, studi lapangan (termasuk observasi dan wawancara), serta analisis dokumen untuk menggali lebih dalam tentang dinamika hubungan kerja.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan kerja antara Keraton Yogyakarta dan Abdi Dalem didasarkan pada perjanjian kerja yang dikenal sebagai Serat Kekacingan. Pengaturan hubungan kerja di Keraton ini sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai adat yang dalam, yang terkadang tidak sepenuhnya sesuai dengan standar upah minimum yang telah diatur oleh Undang-Undang. Budaya hukum memainkan peran penting dalam mengatur perilaku dan interaksi antara Abdi Dalem dan Keraton. Nilai-nilai seperti rasa hormat, kesetiaan, dan pengabdian menjadi pilar utama dalam hubungan ini. Abdi Dalem tidak hanya melaksanakan pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan, tetapi juga untuk memelihara dan melestarikan tradisi serta nilai-nilai budaya yang mereka anut. Budaya hukum ini membantu mengurangi potensi konflik dan mempertahankan keharmonisan dalam hubungan kerja, meskipun terdapat ketidaksesuaian dengan regulasi formal