10023 research outputs found
Sort by
Pertanggungjawaban pidana anak sebagai pelaku atas hilangnya nyawa orang lain akibat pelanggaran lalu lintas di Polres Majene
Kecelakaan lalu lintas yang menyeret anak menyulitkan penegak hukum dalam menentukan pertanggungjawaban yang akurat untuk anak. Anak yang menjadi pelaku kegeruhan lalu lintas memicu adanya korban meninggal dunia harus mempertanggungjawabkan tindakannya sesuai dengan peraturan perundang- undangan. Pelaku pelanggaran lalu lintas yang mengakibatkan manusia lain meninggal harus mempertanggungjawabkan perbuatannya terlebih ia seorang anak, kecuali dalam hal dan keadaan tertentu. Peraturan perundang-undangan menentukan bahwa secara pidana anak bisa dibebankan pertanggungjawaban, namun perlu diperhatikan hak asasi anak dengan melihat aspek bahwa anak merupakan generasi penerus bangsa, sehingga mempunyai hak keberlangsungan hidupnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertanggungjawaban pidana anak sebagai pelaku dalam kasus kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban meninggal dan penyelesaian kasus kecelakaan lalu lintas anak sebagai pelaku yang mengakibatkan korban meninggal dunia di Kabupaten Majene. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah normatif empiris menggunakan data primer dan data sekunder. Sumber data primer dalam penelitian ini didapatkan dengan melakukan wawancara kepada narasumber yaitu Kasat Polantas Majene.
Hasil penelitian menunjukkan pertanggungjawaban pidana anak sebagai subjek pelaku yang mengakibatkan meninggalnya manusia dalam hukum pidana tidak sama dengan orang dewasa, dikarenakan seorang anak harus dilindungi dan memiliki hak-hak untuk keberlangsungan hidupnya. Pidana bagi anak adalah setengah dari pidana orang dewasa, sebanyak 6 tahun sedangkan anak 3 tahun, dan Rp 12.000.000-, sedangkan anak Rp 6.000.000-, pidana denda diatur dalam Pasal
310 ayat 4 UU LLAJ. Dan proses yang dilakukan Polantas Majene dalam menyelesaikan perkara ini yaitu, penyelidikan, penyidikan, diversi, dan tercapai atau tidak tercapai. Dari proses inilah diperoleh kesepakatan antara para pihak berupa pelaku meminta maaf kepada pihak pelapor, pelaku akan dilibatkan dalam kegiatan sosial keagamaan, dan kedua belah pihak sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan
Analisis sistem manajemen kebakaran di PT. Tunas Madukara Indah Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah
Latar belakang: Kebakaran merupakan peristiwa atau kejadian yang dapat menyebabkan banyak kerugian. Peristiwa bencana di indonesia pada 10 tahun terakhir pada tahun 2013 mencapai 4.151 kasus. Tahun 2019-2023 kasus kebakaran tercatat sebanyak 3.201 kasus kebakaran di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis sistem manajemen kebakaran di PT. Tunas Madukara Indah tahun 2024. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar checklist observasi, panduan wawancara dan lembar checklist dokumen. Informan dalam penelitian ini adalah manager, sarana prasarana, satpam, dan pegawai produksi. Hasil penelitian ini selanjutnya akan dibandingkan dengan Kepmen PU No.11/KPTS/2000, Kepmenaker No. KEP 186/Men/1999, Permen PU 26/PRT/M/2008, dan standar Internasional NFPA 10, 13, 14, 72, 101. Hasil: Hasil penelitian mennjukkan bahwa PT. Tunas Madukara Indah belum memiliki manajemen penanggulangan kebakaran yang sesuai dengan standar. Sistem proteksi aktif belum lengkap dan belum memenuhi standar. Struktur bangunan sudah memenuhi persyaratan, dan titik kumpul sudah di beri tanda. Sedangkan program pemeriksaan dan pemeliharaan sarana kebakaran belum sesuai dengan standar yang ditetapkan. Kesimpulan: Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran di PT. Tunas Madukara Indah perlu ditingkatkan, khususnya dalam hal manajemen kebakarannya
Sistem informasi geografis penyebaran toko tradisional berbasis web dengan Leaflt.JS (studi kasus: Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Berau)
UMKM adalah sebuah usaha ekonomi yang dimiliki masyarakat sebagai peran dalam pergerakan perekonomian. UMKM yang ada salah satunya adalah toko tradisional atau sebutan lainnya toko kelontong. Dinas Koperasi, Perindustrian & Perdagangan Kab. Berau melakukan pendataan untuk toko tradisional masih secara manual menggunakan excel. Data toko tradisional sulit untuk dikelola oleh Dinas Koperindag. Sistem Informasi Geografis Penyebaran Toko Tradisional Berbasis Web Dengan Leaflet.JS dikembangkan untuk mengatasi permasalahan yang ada. Aplikasi SIG akan menggunakan web dengan Leaflet yang merupakan layanan peta gratis.
Peneliti melakukan pengembangan sistem dengan tahapan pengumpulan data, penentuan kebutuhan, desain, implementasi dan pengujian yang menggunakan iterasi-iterasi dalam pengembangannya. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan literatur. Kebutuhan akan pengembangan sistem yang dilakukan seperti data, pengguna dan sistem. Desain akan dilakukan pembuatan desain proses, desain database dan desain antarmuka. Implementasi mencakup pembuatan kode dan database. Pengujian sistem dalam lingkup metode Black Box Test dan System Usability Scale (SUS).
Hasil penelitian dari Sistem Informasi Geografis Penyebaran Toko Tradisional Berbasis Web Dengan Leaflet.JS dapat membantu Dinas Koperasi, Perindustrian & Perdagangan Kab. Berau dalam melakukan pengelolaan data toko kelontong dan masyarakat Kabupaten Berau untuk mencari toko kelontong yang ada disekitar. Hasil pengujian Black Box Test mendapatkan skor 100% fitur berjalan dengan lancar. Skor yang didapat sistem pada pengujian SUS secara keseluruhan adalah 81 dengan scale Good
Social identity construction of Adam Cassidy in Joseph Finder's Paranoia
The choice of Joseph Finder's Paranoia for this study is grounded in several key considerations. Firstly, its notable success as a New York Times bestseller during the 2000s underscores its literary significance, particularly within the thriller-espionage genre. What sets Paranoia apart is Finder's unique portrayal of Adam Cassidy, whose focus on navigating social identity amidst corporate espionage differs from the common emphasis on suspense. Cassidy's struggle to maintain an essential position within the corporate hierarchy while concealing his true identity serves as a rich narrative background for exploring social identity construction.
This research employs a descriptive analysis method, drawing its primary data from Joseph Finder's Paranoia. The theoretical underpinning guiding this analysis is Henri Tajfel's Social Identity Theory, offering a framework to understand the dynamics of social identities within groups. By combining descriptive analysis with Tajfel's theory, the research seeks to provide an understanding of the social identity construction depicted in Paranoia.
The findings revealed a structured progression in Cassidy's social identity construction within Paranoia, aligning with the principles of Social Identity Theory. Initially, Cassidy engages in Social Categorization by aligning himself with Trion. Subsequently, he proceeds to Social Identification, wherein he internalizes Trion's values. Finally, the stage of Social Comparison emerges as Cassidy evaluates the distinctions between his roles at Trion and his previous workplace
Implementasi Upaya Kesehatan Kerja di PT. Adhi Karya (Persero) Tbk. Proyek Layanan Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta - Bawen Paket 1 (Seksi 1) Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Efektivitas restorative justice sebagai penyelesaian perkara tindak pidana di bidang cukai (studi kasus kantor pengawasan dan pelayanan bea cukai tipe madya Pabean B Yogyakarta
Efektivitas restorative justice sebagai pendekatan alternatif dalam penyelesaian
perkara tindak pidana di bidang cukai dengan fokus pada Kantor Pengawasan dan
Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean B di Yogyakarta. Restorative justice
adalah suatu pendekatan yang menekankan pada pemulihan dan rekonsiliasi antara
pelaku, korban, dan masyarakat terkait, melalui partisipasi aktif dalam proses
penyelesaian masalah. Sesuai dengan upaya untuk menerapkan penegakan hukum
yang fokus pada penciptaan keadilan restoratif. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui bentuk Implementasi dan Efektivitas restorative justice sebagai bentuk
penyelesaian perkara tindak pidana di bidang cukai.
Jenis penelitian ini adalah normatif empiris, fokus pada hukum yang dikonsepkan
sebagai norma atau kaidah yang berlaku mengenai Efektivitas Restorative Justice
Sebagai Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Di Bidang Cukai. Metode pendekatan
yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pendekatan perundang-undangan,
pendekatan kasus. Metode pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan
wawancara. Analisis data dalam penelitian hukum normatif-empiris dilakukan
secara kualitatif, komprehensif, dan lengkap sehingga menghasilkan hasil
penelitian hukum normatif-empiris yang lebih sempurna.
Hasil penelitian ini menyatakan bahwa penggunaan Restorative justice dalam
penyelesaian perkara tindak pidana di bidang cukai telah terbukti efektif dan
efisien. Tujuan pengenaan sanksi administratif adalah untuk melindungi
Masyarakat dan memberikan pembinaan. Implementasi Restorative justice dalam
hukum cukai menggunakan pendekatan ini untuk mengatasi pelanggaran dengan
sanksi administratif yang bertujuan untuk mengembalikan kerugian negara akibat
pelanggaran Secara keseluruhan Restorative justice menawarkan alternatif yang
lebih humanis dan mendukung untuk menangani pelanggaran hukum di bidang
cukai dengan fokus pada pemulihan, membangun Kembali, dan menjaga keadilan
serta martabat semua pihak yang terlibat. Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun
2023 dan Peraturan Menteri keuangan Nomor 237/PMK-04/2022 yang menjadi
dasar PPNS Bea dan Cukai menerapkan Restorative justic
Formulasi sediaan granul ekstrak etanol 70% kulit jeruk purut (Citrus hystrix) dan uji aktivitas larvasida
Indonesia merupakan negara dengan tingkat kasus demam berdarah yang
tinggi. Senyawa-senyawa yang terdapat didalam kulit jeruk purut (Citrus hystrix)
dapat membantu mencegah vektor penyakit yang ditularkan oleh nyamuk
berkembang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif
ekstrak kulit jeruk purut (Citrus hystrix) sebagai larvasida dalam bentuk sediaan
granul.
Studi eksperimental ini menggunakan metode maserasi dengan pelarut
etanol 70% untuk ekstraksi. Granul dibuat dengan cara granulasi basah, selanjutnya dilakukan uji organoleptis dan sifat fisik granul berupa kandungan lembab, laju alir, dan waktu terdispersi. Setelah itu, dilakukan uji aktivitas larvasida pada larva uji. Data yang diperoleh digunakan untuk menghitung nilai LC50 dan LC90, yang selanjutnya dianalisis menggunakan program statistika SPSS versi 20.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% kulit jeruk purut mengandung alkaloid, polifenol, flavonoid, tanin, terpenoid, serta minyak atsiri. Rata-rata kandungan lembab, laju alir, dan waktu terdispersi granul adalah 0,98%, 2,25 detik, dan 1,3 menit. Aktivitas granul dari ekstrak etanol 70% kulit jeruk purut dalam membunuh larva instar III Aedes aegypti mencapai 100% pada konsentrasi 4%, menunjukkan bahwa tidak ada penurunan aktivitas dibandingkan dengan uji pendahuluan dan tidak terdapat perbedaan signifikan dengan kelompok kontrol positif (nilai p>0,05). Nilai LC50 untuk granul ekstrak ini adalah 0,918% dan LC90 adalah 1,686%.
Hasil ini menegaskan bahwa granul ekstrak etanol 70% kulit jeruk purut (Citrus hystrix) memiliki aktivitas larvasida pada larva instar III nyamuk Aedes aegypti
Pengembangan game edukasi pengenalan bahan pembuatan kuliner nusantara anak Usia 3-5 tahun dengan metode Prototyping. Studi kasus Raudhatul Atfhal (RA) Sabilull Mutakin
Makanan tradisional merupakan bagian penting dari budaya dan warisan suatu daerah, namun perubahan gaya hidup modern telah menggeser pola konsumsi ke makanan yang kurang sehat, menyebabkan penurunan minat dan pengetahuan generasi muda terhadap makanan tradisional. Untuk menjaga kelestarian kuliner nusantara, penting untuk mengenalkan bahan makanan tradisional sejak dini. Game edukasi OMAKU (Olahan Makanan Kuliner) dirancang untuk anak-anak usia 3-5 tahun, menggunakan game-based learning untuk meningkatkan keterlibatan dan pembelajaran yang menyenangkan tentang bahan makanan kuliner nusantara.
Aplikasi ini dirancang dengan metode Prototyping, melalui pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan study pustaka. Fase-fase metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan, desain sistem, membangun prototyping, dan pengujian menggunakan alpha testing serta black box testing.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa OMAKU game 100% sesuai dengan kurikulum, dapat memberikan peningkatan 63,3% terhadap minat dan pengetahuan mengenai bentuk dan warna bahan pembuatan kuliner nusantara