10023 research outputs found
Sort by
Forensic messenger telegram dengan pendekatan Digital Forensic Research Workshop (DFRWS) pada kasus penipuan online shop
Penipuan online shop telah menjadi ancaman serius dalam dunia digital saat ini. Salah satu platform komunikasi yang sering digunakan oleh pelaku penipuan adalah aplikasi pesan instan seperti Telegram. Oleh karena itu, penggunaan pendekatan digital forensik untuk menyelidiki kasus penipuan online shop melalui pesan Telegram menjadi sangat penting. Penelitian ini menggunakan metode dan tools yang tepat sebagai langkah dalam melakukan analisis sehingga dapat membantu penyidik mengungkap kasus tindak kejahatan cybercrime dalam mendapatkan barang bukti melalui Digital Forensics dengan proses validasi dapat dilakukan dengan MD5 Hash membandingkan hasil analisis kedua smartphone sehingga dapat diidentifikasi kesamaan yang signifikan, serta memastikan konsistensi dan akurasi temuan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan Digital Forensic Research Workshop (DFRWS) untuk menganalisis pesan-pesan yang di kirim melalui aplikasi Telegram dalam rangka mengumpulkan bukti digital yang dapat digunakan dalam proses penyelidikan. Metode ini melibatkan tahapan-tahapan seperti Identification (Identifikasi), Preservation (Pemeliharaan), Collection (Pengumpulan), Examination (Pemeriksaan), Analysis (Analisis) dan Presentation (Presentasi). Melalui pendekatan ini, dapat diperoleh bukti digital yang kuat dan sah untuk menuntut pelaku penipuan online shop dan membantu korban mendapatkan keadilan. Penelitian ini menggunakan smartphone jenis android Samsung Galaxy J5 (2016) dan Samsung Galaxy J2 dan penggunaan tools seperti MOBILEdit Forensic, Magnet Axiom dan DB Browser For SQLite.
Penipuan online shop telah menjadi ancaman serius dalam dunia digital saat ini. Salah satu platform komunikasi yang sering digunakan oleh pelaku penipuan adalah aplikasi pesan instan seperti Telegram. Oleh karena itu, penggunaan pendekatan digital forensik untuk menyelidiki kasus penipuan online shop melalui pesan Telegram menjadi sangat penting. Penelitian ini menggunakan metode dan tools yang tepat sebagai langkah dalam melakukan analisis sehingga dapat membantu penyidik mengungkap kasus tindak kejahatan cybercrime dalam mendapatkan barang bukti melalui Digital Forensics dengan proses validasi dapat dilakukan dengan MD5 Hash membandingkan hasil analisis kedua smartphone sehingga dapat diidentifikasi kesamaan yang signifikan, serta memastikan konsistensi dan akurasi temuan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan Digital Forensic Research Workshop (DFRWS) untuk menganalisis pesan-pesan yang di kirim melalui aplikasi Telegram dalam rangka mengumpulkan bukti digital yang dapat digunakan dalam proses penyelidikan. Metode ini melibatkan tahapan-tahapan seperti Identification (Identifikasi), Preservation (Pemeliharaan), Collection (Pengumpulan), Examination (Pemeriksaan), Analysis (Analisis) dan Presentation (Presentasi). Melalui pendekatan ini, dapat diperoleh bukti digital yang kuat dan sah untuk menuntut pelaku penipuan online shop dan membantu korban mendapatkan keadilan. Penelitian ini menggunakan smartphone jenis android Samsung Galaxy J5 (2016) dan Samsung Galaxy J2 dan penggunaan tools seperti MOBILEdit Forensic, Magnet Axiom dan DB Browser For SQLite.
Barang bukti yang didapatkan pada aplikasi Telegram berbasis android berupa 14 percakapan teks, 3 gambar dan juga 2 kontak yang didaftarkan pada aplikasi Telegram, sehingga didapatkan kesesuaian pertukaran pesan pada smartphone korban dan pelaku. Selain itu, tingkat akurasi tool MOBILEdit Forensic 15,8% mampu mendapatkan barang bukti berupa gambar, Magnet Axiom 89,5% mampu mendapatkan barang bukti berupa file cache4.db berisi percakapan dan juga gambar dan DB Browser For SQLite 84,2% mampu membaca file cache4.db dan kontak yang terdaftar di aplikasi Telegram
Data mining untuk tingkat kepuasan pembelajaran blended mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan dengan metode K- Nearest Neighbor
kepuasan mahasiswa terhadap proses perkuliahan perlu dievaluasi dan menjadi faktor penting bagi pendidikan tinggi sebagai penyedia layanan pendidikan bagi mahasiswa. kepuasan mahasiswa dalam pelaksanaan pembelajaran online di era pandemi, dan menunjukkan hasil mahasiswa sudah siap melaksanakan program pembelajaran online dengan jaringan internet yang memadai, mahasiswa lebih memilih kuliah dalam jaringan dari pada tatap muka dan dengan menggunakan model interaksi campuran yakni, antara tatap muka dan dalam jaringan membuat mahasiswa merasa paham atas materi yang diberikan dan puas dengan pembelajaran. Tahapan penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, preprocessing data, implementasi model, pengujian, dan yang terakhir hasil akurasi. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, dan analisis permasalahan. Dataset diperoleh dari studi literatur dan lapangan, kemudian diproses melalui tahap preprocessing termasuk seleksi dan pembersihan data. Model KNN dibangun menggunakan nilai K=3 dengan parameter jarak Euclidean. Pengujian dilakukan menggunakan confusion matrix untuk menentukan akurasi, precision, recall, dan F1 score. Peroses pengujian di lakukan pengumpulan data melalui kuesioner, preprocessing data, implementasi model, pengujian, dan evaluasi akurasi. Data dikumpulkan dari 196 mahasiswa UAD dan dibagi menjadi data train (156 mahasiswa) dan data test (40 mahasiswa). Model KNN dibangun dengan nilai K=3 dan diuji menggunakan confusion matrix. Hasil pengujian menunjukkan akurasi sebesar 95%, dengan nilai precision, recall, dan F1-score masing-masing sebesar 100%, 95%, dan 98%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode KNN efektif untuk mengklasifikasikan tingkat kepuasan mahasiswa terhadap pembelajaran blended di UAD
Pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline pada pokok bahasan bilangan bulat SMP Negeri 1 Jogonalan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang terjadi di SMP Negeri 1 Jogonalan. Berdasarkan kegiatan Pra Penelitian peneliti menemukan permasalahan bahwa peserta didik masih merasa sulit pada bagian bilangan bulat, serta media pembelajaran interaktif belum digunakan untuk membantu siswa memahami materi bilangan bulat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis articulate storyline pada materi bilangan bulat, serta mengetahui kelayakan produk tersebut berdasarkan kriteria kevalidan dan kepraktisan.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research & Development dengan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Media pembelajaran yang dikembangkan diberi judul OTAN. Menu yang ada di dalam OTAN adalah petunjuk penggunaan, intro, kompetensi, materi, permainan, dan evaluasi. Aplikasi OTAN dapat diunduh di s.id/OTAN_APK.
Subjek penelitian ini adalah ahli materi, ahli media, serta siswa (5 siswa pada uji coba kelas kecil dan 32 peserta didik pada uji coba kelas besar). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan angket. Data yang diperoleh dari hasil angket validasi ahli materi, angket validasi ahli media, dan angket respons siswa dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata dari ahli materi sebesar 88 termasuk kategori sangat baik, skor rata- rata ahli media sebesar 91 termasuk dalam kategori sangat baik sehingga produk memenuhi kategori validitas. Skor rata-rata respons peserta didik sebesar 79,72 termasuk dalam kategori sangat baik sehingga kategori kepraktisan terpenuhi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa produk yang dikembangkan, media pembelajaran OTAN, sudah layak digunakan oleh peserta didik dalam pembelajaran
Hubungan pengetahuan dan sikap tentang perilaku Vulva hygiene saat menstruasi dengan kejadian penyakit Pruritus vulvae di SMP Negeri 1 Karangnongko Kabupaten Klaten
Latar Belakang: Hasil data Kemenkes tahun 2018 diketahui sebanyak 5,2 juta remaja putri mengalami Pruritus vulvae selama menstruasi. Tahun 2019, sebanyak 80% remaja putri Indonesia pernah mengalami Pruritus vulvae, 20% mengalami Pruritus vulvae akut dan 40% mengalami Pruritus vulvae kronis yang disebabkan jamur, bakteri dan virus akibat vulva hygiene kurang. Pengetahuan merupakan dasar terbentuknya suatu perilaku seseorang. Sedangkan, sikap merupakan keadaan pikiran yang dipersiapkan untuk merespon suatu objek yang diorganisasikan melalui pengalaman dan secara langsung atau tidak dapat mempengaruhi tindakan seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap remaja putri mengenai vulva hygiene saat menstruasi dengan kejadian Pruritus vulvae di SMP Negeri 1 Karangnongko. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan analisis Chi-Square. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 159 siswi dengan teknik pengumpulan purposive sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus di SMP Negeri 1 Karangnongko Kabupaten Klaten. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan tentang perilaku vulva hygiene saat menstruasi dengan kejadian Pruritus vulvae ( p-value 1.000 dan CI 95% (90,453-2,020)). Kemudian, tidak ada hubungan antara sikap remaja putri dengan kejadian Pruritus vulvae (p-value 0,369 CI 95% (0,381-1,335)). Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara pengetahuan tentang perilaku vulva hygiene saat menstruasi dengan kejadian Pruritus vulvae dan tidak ada hubungan antara sikap remaja putri dengan kejadian Pruritus vulvae
Pembuatan sistem informasi manajemen proyek pengelolaan data teknisi berbasis web dengan metode Rapid Application Development
Pengelolaan informasi dan aktivitas manajemen proyek dalam industri manufaktur masih menghadapi berbagai kendala. Salah satu masalah utama adalah kesulitan dalam memantau kinerja teknisi secara efektif. Hal ini mencakup kendala dalam melacak berbagai aktivitas teknisi, seperti perbaikan dan pemeliharaan, serta mengelola data proyek yang sering kali tersebar di berbagai lokasi. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan solusi yang lebih terintegrasi dan efisien. Tujuan dari sistem informasi berbasis web yang akan dikembangkan yaitu untuk memungkinkan pemantauan kinerja teknisi secara real-time serta mengelola data proyek, termasuk perbaikan, pemeliharaan, dan perkembangan pembayaran, dengan lebih baik.
Penelitian ini menggunakan metode Rapid Application Development (RAD), sebuah pendekatan yang menekankan kecepatan dan efisiensi dalam pengembangan sistem. Metode RAD terdiri dari empat tahapan utama yaitu perencanaan kebutuhan yang merupakan tahap awal untuk pengumpulan dan analisis kebutuhan sistem, lalu desain pengguna yang dimana desain antarmuka pengguna dan arsitektur sistem dikembangkan berdasarkan kebutuhan yang telah dikumpulkan, kemudian konstruksi merupakan tahap sistem dikembangkan dan diprogram sesuai dengan desain yang disetujui, dan cutover yang melibatkan implementasi sistem secara penuh dan transisi dari sistem lama ke sistem baru.
Hasil dari penelitian ini adalah sebuah sistem informasi manajemen proyek berbasis web untuk pengelolaan proyek di PT. Trafoindo Prima Perkasa, terutama dalam manajemen data teknisi. Lalu hasil yang didapat pada tahap pengujian menggunakan black box menunjukkan hasil yang baik karena berdasarkan pengujiannya 100% fungsi sistem dapat beroperasi. Kemudian dari hasil perhitungan SUS didapatkan skor rata-rata sebesar 96 yang dikategorikan sebagai sangat bagus berdasarkan pedoman penilaian SUS. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan berhasil mencapai tujuan yang diinginkan, sehingga dapat menjadi solusi yang efektif dan efisien bagi PT. Trafoindo Prima Perkasa
Aktivitas antioksidan ekstrak Mikroalga Auratiochytrium sp satrain raja ampat dengan metode DPPH
Antioxidants refer to compounds that have the ability to inhibit, delay and capture free radicals which function to slow down the oxidation process or neutralize free radicals. Microalga Aurantiochytrium sp. has the potential to inhibit free radicals. The aim of this research was to determine the potential antioxidant activity of microalga Aurantiochytrium sp. using the DPPH (2,2-diphenyl-2-picrylhydrazine) method.
The method used in this research is observational. Aurantiochytrium sp. Microalgae Extract. made by the Folch method using a mixture of methanol and chloroform solvents. The antioxidant activity test used the DPPH (2,2-diphenyl-2-picrylhydrazine) method with Vitamin C as a positive control. The extract was dissolved using ethanol to obtain the concentrations used, namely 20, 40, 60, 80, and 100 ppm. The absorbance was read using UV-Visible spectrophotometry at a wavelength of 518 nm. The positive control using vitamin C carried out the same preparation to obtain the concentrations used, namely 2, 4, 6, 8, 10 ppm. Next, test the antioxidant activity using the DPPH method using the IC50 test parameter. After that, it can be analyzed with SPSS.
The yield of the resulting extract was 42.95%. Aurantiochytrium sp. microalgae extract. has antioxidant activity with an average IC50 value of 103.005 ± 3.753 ppm which contains carotenoid and terpenoid compounds with a comparison of vitamin C which obtained an IC50 value of 14.879 ± 2.423 ppm. The statistical results showed significance between the positive control and the microalgae Aurantiochytrium sp. (p > 0.05). The results show that each increase in concentration can affect the IC50 value.
Based on the research results, it can be concluded that the microalgae extract Aurantiochytrium sp. with the solvent methanol chloroform has moderate antioxidant activity
Rancang bangun sistem pengelolaan nilai SDN 001 Sekupang menggunakan metode Waterfall
SDN 001 Sekupang, sebuah sekolah di Tanjung Riau, Kota Batam, menghadapi kesulitan
dalam manajemen dan transparansi nilai siswa kepada orang tua. Saat ini, sekolah belum
memiliki sistem informasi pengolahan nilai berbasis web, sehingga hasil nilai siswa masih
bersifat manual dalam bentuk rapor. Hal tersebut tentunya membuat pihak sekolah sebelum
membagikan hasil siswa perlu menulis rapor dengan jumlah siswa yang cukup banyak, rapor
juga dapat mudah hilang sehingga kurang efisien dan efektif. Oleh karena itu, penelitian ini
bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem pengolahan nilai berbasis web guna
mengatasi masalah tersebut di SDN 001 Sekupang.
Proses perancangan sistem informasi manajemen nilai berbasis web ini menggunakan
metode waterfall. Metode waterfall melibatkan lima tahapan, yaitu analisis, perancangan,
implementasi, testing, dan maintanance. Pengujian prototype dilakukan dengan
menggunakan System Usability Scale (SUS) dan pengujian sistem dilakukan dengan Blackbox
Testing.
Hasil penelitian ini adalah sistem informasi manajemen nilai untuk SDN 001 Sekupang
yang dirancang menggunakan metode waterfall dengan pengujian System Usability Scale
(SUS) dan Blackbox Testing. Validasi dengan System Usability Scale (SUS) dari 15 responden
menghasilkan skor SUS 85. Berdasarkan Acceptable Ranges (tingkat penerimaan), skor 85
tergolong dalam kategori Acceptable, menurut Grade Scale (tingkat kegunaan) tergolong B,
dan menurut Adjective Rating (perspektif pengguna) tergolong EXCELLENT. Pengujian
Blackbox terhadap sistem ini menunjukkan bahwa website manajemen nilai rapor berfungsi
dengan baik, dengan skor keberhasilan 100%. Penelitian ini menyarankan pengembangan
lebih lanjut untuk menciptakan sistem informasi manajemen nilai rapor berbasis mobile
Penerapan face recognition dengan model FaceNet untuk sistem kehadiran studi kasus sistem kehadiran kuliah Lab. Sistem Informasi Universitas Ahmad Dahlan
Sistem Kehadiran merupakan salah satu metrik yang cukup berpengaruh didalam
akademi. Sistem kehadiran sendiri juga dapat digunakan juga untuk melacak
seberapa baik kinerja mahasiswa. Disatu sisi sistem kehadiran juga dapat
melakukan kesalahan dalam mencatat kehadiran mahasiswa. Untuk meningkatkan
kinerja sistem kehadiran, maka akan diterapkannya penggunaan teknologi
pengenalan wajah (face recognition)
Salah satu teknologi yang memiliki akurasi yang baik dalam face recognition
adalah FaceNet. Pada tahap awal akan dilakukan pengumpulan dataset wajah,
yang mana dataset tersebut akan di preprocessing melalui tiga tahapan deteksi
wajah, pemotongan wajah dan resize wajah. Selanjutnya setiap gambar akan
diekstrak fitur menggunakan model FaceNet yang menghasilkan 128 vektor.
Hasil ektstrasi akan digunakan sebagai input dalam pelatihan model menggunakan
Support Vector Machine (SVM).
Dengan mengumpulkan 15 mahasiswa yang akan dijadikan sampel. Penelitian ini
menghasilkan pengenalan wajah yang sangat akurat dengan menggunakan
FaceNet sebagai Ektrasi Fitur dan SVM sebagai model klasifikasi. Hasil
pengenalan wajah menunjukan rata-rata akurasi 96.34%, precision dengan ratarata 99.34% dan rata-rata recall bernilai 96.34%
Potret Penyakit Hipertensi dan Diabetes Melitus pada Usia Lanjut: Studi Potong Lintang di Kota Yogyakarta
Analisis hambatan penggunaan media pembelajaran berbasis digital di SD Negeri Bungkus Parangtritis
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan media pembelajaran berbasis digital yang belum maksimal karena berbagai hambatan, seperti keterbatasan sumber daya manusia dan infrastruktur yang belum memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hambatan penggunaan media pembelajaran berbasis digital serta solusi mengatasi hambatan penggunaan media pembelajaran berbasis digital.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas II, III, IV dan V. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Bungkus Parangtritis. Objek penelitian ini adalah Hambatan Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Digital di SD Negeri Bungkus Parangtritis.Teknik pengumpulan data yaitu berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan model Miles dan Huberman yaitu tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan.
Hasil Penelitian dibagi menjadi dua bagian. Pertama, hambatan penggunaan media pembelajaran berbasis digital di SD Negeri Bungkus meliputi, kurang mendukungnya infrastruktur dalam pembelajaran, kemudian kurangnya persiapan sumber daya manusia (SDM), keterbatasan waktu, kurangnya pemahaman dalam menggunakan IT dan kurangnya keterampilan dalam membuat media pembelajaran berbasis digital. Kedua, solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi hambatan yang terjadi pada penggunaan media pembelajaran berbasis digital yakni dengan adanya kesadaran dari diri untuk menambah pengetahuan tentang media berbasis digital, kemudian pentingnya mengikuti pelatihan tentang IT dalam membuat media pembelajaran berbasis digital baik yang diadakan oleh sekolah maupun diluar lingkungan sekolah. Sehingga meberikan kontribusi baru dalam penggunaan teknologi di sekolah Dasar