10023 research outputs found
Sort by
Analisis pendampingan guru dalam pencegahan bullying verbal peserta didik SD Muhammadiyah Bausasran Yogyakarta
Kesantunan berbahasa adalah salah satu aspek yang harus di perhatikan oleh pembicara dalam membuat sebuah tuturan kalimat yang akan disampaikan. Bullying adalah salah satu bentuk ketidaksantunan didalam berbahasa. Salah satu upaya untuk menangani tindakan bullying verbal kepada peserta didik yaitu dengan menggunakan pendampingan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk perilaku bullying verbal peserta didik SD Muhammadiyah Bausasran Yogyakarta dan mendeskripsikan pendampingan guru dalam mencegah bullying verbal peserta didik SD Muhammadiyah Bausasran Yogyakarta.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan teknik analisis data menurut Miles dan Huberman. Keabsahan data yang digunakan adalah menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik.
Hasil penelitian ini adalah Guru SD Muhammadiyah Bausasran Yogyakarta sudah menerapkan pendampingan guru dengan menggunakan kesantunan berbahasa yang baik untuk mencegah tindakan bullying verbal peserta didik kelas IV. Bentuk bullying verbal yang terjadi di SD Muhammadiyah Bausasran Yogyakarta yaitu mengejek-ejek, mengolok-olok, menyoraki, mempermalukan dan memberi nama panggilan. Faktor yang mempengaruhi tindakan bullying verbal yaitu fator individu, faktor keluarga, faktor teman sebaya, faktor sekolah dan faktor media massa. Cara guru untuk mengatasi tindakan bullying verbal yang terjadi di kelas IV SD Muhammadiyah Bausasran Yogyakarta yaitu dengan memberikan pendampingan kepada peserta dengan menggunakan kesantunan berbahasa yang baik
Pengaruh lingkungan keluarga terhadap religiusitas siswa di SMP Muhammadiyah Piyungan
Religiusitas merupakan suatu sikap atau kesadaran yang muncul didasarkan atas keyakinan atau kepercayaan seseorang terhadap suatu agama. Lingkungan keluarga menjadi salah satu faktor dalam membentuk pandangan, keyakinan, dan praktik keagamaan seseorang. Namun, permasalahan yang muncul sekarang, banyak ditemui religiusitas siswa yang menurun serta beragam. Seperti terdapat siswa yang memiliki keluarga yang utuh dan paham akan agama, namun ketika di sekolah kurang bersikap sopan, dan susah untuk melaksanakan sholat,
serta adanya siswa yang kurang termotivasi dalam melakukan ibadah. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui pengaruh lingkungan keluarga terhadap religiusitas
siswa di SMP Muhammadiyah Piyungan. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh lingkungan keluarga
terhadap religiusitas siswa, dan seberapa besar pengaruh lingkungan keluarga terhadap religiusitas siswa di SMP Muhammadiyah Piyungan.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah Piyungan dengan mengambil sampel sebanyak 140 siswa dari
total seluruh siswa sebanyak 215 siswa di SMP Muhammadiyah Piyungan. Penarikan sampel dalam penelitian ini didasarkan pada kaidah probability sampling dengan teknik simple random sampling. Variabel bebas dalam penelitian
ini yaitu lingkungan keluarga (X) sedangkan variabel terikatnya yaitu religiusitas(Y). Teknik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini yaitu berupa
angket. Peneliti menggunakan teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu berupa uji regresi linear sederhana.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama: adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara lingkungan keluarga terhadap religiusitas siswa
dikarenakan nilai signifikansi 0,00 lebih kecil dari α 0,05. Kedua: besaran pengaruh lingkungan keluarga terhadap religiusitas siswa di SMP Muhammadiyah Piyungan yaitu sebesar 17,1% dengan nilai R Square 0,171 dan memiliki tingkat hubungan moderat atau sedang dengan nilai R 0,413
Studi pembentukan kokristal obat diuretik furosemid dengan koformer asam tartrat
Furosemid merupakan diuretik kuat yang termasuk ke dalam Biopharmaceutical Classification System (BCS) kelas IV dengan kelarutan dan permeabilitas rendah. Obat dengan kelarutan rendah cenderung diserap lambat oleh saluran pencernaan, sehingga diperlukan modifikasi, seperti kokristalisasi antara bahan aktif dengan koformer. Berdasarkan analisis sinton, asam tartrat merupakan koformer yang potensial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi terjadinya interaksi fisik yang bertendensi membentuk kokristal. Penelitian diawali dengan pembuatan kokristal furosemid-asam tartrat (5:5) menggunakan metode neat grinding. Tahap selanjutnya adalah karakterisasi dengan analisis titik lebur, PXRD, dan FTIR. Tahap terakhir adalah uji kelarutan. Hasil analisis dibandingkan antara furosemid murni, campuran fisik, dan kandidat kokristalnya. Karakterisasi PXRD menunjukkan puncak-puncak yang dihasilkan hampir sama dengan campuran fisik (CF). Analisis FTIR menunjukkan adanya pergeseran bilangan gelombang pada gugus fungsi NH yaitu dari 3398 cm-1 ke 3396 cm-1 Pergeseran bilangan gelombang relatif kecil. Analisis uji kelarutan didapatkan jumlah furosemid terlarut pada pengambilan sampel 24 jam sebesar (7,73 ± 0,138) mg/L, CF (8,22 ± 0,054) mg/L, hasil neat grinding (10,3 ± 0,118) mg/L. Pada waktu 48 jam, diperoleh kadar furosemid (8,39 ± 0,191) mg/L, CF (8,76 ± 0,087) mg/L, hasil neat grinding (11,25 ± 0,065) mg/L. Pada waktu 72 diperoleh kadar furosemid (6,97 ± 0,069) mg/L, CF (8,10 ± 0,176) mg/L, hasil neat grinding (10,75 ±0,064) mg/L. Pada waktu 24, 48, 72 jam, hasil neat grinding furosemid meningkatkan kelarutan 1,06; 1,34 dan 1,54 kali lebih tinggi dibandingkan furosemid murni. Hasil karakterisasi dan uji kelarutan menunjukkan bahwa kokristal furosemid-asam tartrat tidak terbentuk
Pengaruh work life balance dan stres kerja terhadap turnover intention pada karyawandi PT. Madubaru (PG.PS. Madukismo)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh work life balance dan stres kerja terhadap turnover intention. Pada penelitian ini dilakukan di PT. Madubaru (PG.PS. Madukismo) Daerah Istimewah Yogyakarta. Metode penelitian ini menggunkan teknik non probability sampling dengan menggunakan metode incidental sampling dimana jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 sampel. Data penelitian ini diperoleh dengan menyebarkan kuisioner berupa soft file dan hard file. Penelitian ini diolah menggunkan SPSS versi 23. Metode penelitian yang digunakan meliputi uji validitas dan uji reliabilitas dengan product momen, analisis regresi linier berganda, uji t (uji persial), uji f, dan uji koefisien determinasi R square. Hasil penelitian menujukkan bahwa work life balance secara persial tidak berpengaruh terhadap turnover intention dan stres kerja secara persial berpengaruh signifikan dan positif terhadap turnover intention, work life balance dan stres kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap turnover intention
Evaluasi beban kerja mental pada mahasiswa tingkat akhir fakultas teknologi industri menggunakan metode NASA-TLX
Tugas Akhir merupakan suatu kewajiban bagi mahasiswa serta menjadi persyaratan untuk mendapatkan gelar Sarjana sesuai dengan peraturan Pemerintah No 30/1990 Tentang Pendidikan Tinggi. Hasil penyebaran kuisioner terbuka pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan menunjukkan bahwasannya mahasiswa merasakan adanya perbedaan pada saat mengerjakan tugas akhir dibandingkan dengan tugas-tugas kuliah biasanya seperti berkurangnya waktu istirahat, peningkatan kecemasan dan penurunan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung beban kerja mental mahasiswa tingkat akhir Fakultas Teknologi Industri, korelasi antara indikator NASA-TLX dengan beban kerja mental dan korelasi antara faktor individu dengan beban kerja mental.
Metode yang digunakan adalah NASA-TLX dengan mental demand, physical demand, temporal demand, performance, effort dan frustration sebagai variabel bebas dan beban kerja mental sebagai variabel terikat. Faktor individual yang digunakan adalah jenis kelamin, frekuensi olahraga, pola makan, durasi istirahat dan durasi mengerjakan tugas akhir dengan jumlah responden 236 mahasiswa. Uji statistik menggunakan metode Chi Square yang diolah menggunakan software SPSS.
Hasil pengolahan data beban kerja mental mahasiswa tingkat ahir tergolong tinggi dengan rata-rata 74.06. Indikator yang mendominasi adalah kebutuhan mental. Hasil uji Chi Square indikator yang memiliki hubungan dengan beban kerja mental adalah kebutuhan mental, kebutuhan waktu, tingkat usaha dan tingkat frustasi, sedangkan untuk karakteristik individu yang memiliki hubungan dengan beban kerja mental yaitu jenis kelamin dan durasi istirahat/hari
Implementasi penanaman nilai-nilai religius dalam ekstrakurikuler Hizbul Wathan di SD Muhammadiyah Kauman Yogyakarta
Pendidikan merupakan aspek penting dalam membentuk karakter dan moral setiap individu. Terutama di jenjang pendidikan sekolah Dasar. Pendidikan bertujuan agar setiap individu mampu melawan kehidupan dan kondisi perubahan zaman sekarang ini. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan implementasi penanaman nilai-nilai religius dalam kegiatan ekstrakurikuler Hizbul Wathan di SD Muhammadiyah Kauman Yogyakarta; 2) mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat Implementasi penanaman nilai-nilai religius dalam kegiatan ekstrakurikuler Hizbul Wathan di SD Muhammadiyah Kauman Yogyakarta.
Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan subjek penelitian antara lain; kepala sekolah, pembina Hizbul Wathan, siswa kelas IV dan V SD Muhammadiyah Kauman Yogyakarta. Pemilihan subjek menggunakan teknik Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data dilakukan dengan aktivitas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian yang diperoleh yaitu terkait dari nilai-nilai religius melalui kegiatan -kegiatan yang dilakukan dari ekstrakurikuler Hizbul Wathan yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan nilai-nilai religius ini untuk menanamkan karakter siswa yang berakhlak mulia, serta kegiatan ekstrakurikuler Hizbul Wathan ini dilaksanakan sebagai salah satu ekstrakurikuler wajib yang telah dilaksanakan setiap minggunya dengan perencanaan dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler Hizbul Wathan. Adapun yang menjadi faktor pendukungnya yaitu pendidik dan kurikulum. Sedangkan, untuk faktor penghambatnya yaitu sarana prasarana kurang memadai dan karakter siswa berbeda-beda
Peningkatan kemampuan metakognisi melalui model pembelajaran NoS (Nature of Science) pada mata pelajaran IPAS Kelas IV SD Muhammadiyah Kleco
Adanya anggapan bahwa pelajaran IPAS sulit sehingga implementasi pembelajaran belum sepenuhnya tercapai. Kemampuan metakognisi siswa SD masih rendah dan perlu ditingkatkan dalam pembelajaran. Maka, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan metakognisi siswa kelas IV SD Muhammadiyah Kleco melalui model pembelajaran NoS pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan pembelajaran IPAS melalui model pembelajaran Nature of Science (NoS). Penelitian terdiri dari 2 siklus dengan total 6 pertemuan, dilaksanakan pada awal semester 2 tahun ajaran 2023/2024 dari tanggal 2 Januari 2024 sampai 22 Januari 2024. Implikasi penelitian ini adalah peningkatan kemampuan metakognisi siswa dalam memahami IPAS, serta kontribusi terhadap pengembangan model pembelajaran NoS dan pendidikan secara umum.
Metode penelitian dilakukan melalui penelitian tindakan kelas kolaboratif dengan model Kemmis dan taggart yang melibatkan siswa sebagai subjek penelitian. 4 tahap penelitian yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini dirancang melalui 4 tahap yaitu pretest, siklus 1 (3 tindakan), suklus 2 (3 tindakan), dan postest dengan kriteria keberhasilan kemampuan metakognisi akan meningkat pada kategori tinggi mencapai lebih dari 35% serta mengalami penururnan pada kategori rendah. Teknik dan instrument menggunakan observasi keterlaksanaan NoS, wawancara peserta didik, dan angket MAI. Validitas ahli dan konstruk menggunakan skala likert serta reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach. Teknik analisis data menggunakan analisis data kuantitatif dan kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran NoS berhasil diterapkan dengan sukses melalui 6 sintaks pembelajaran, meningkatkan kemampuan metakognisi siswa secara signifikan. Hasil postest 2 kategori tinggi mencapai 35 % kategori rendah 0%. Proses peningkatan terjadi secara bertahap dari siklus ke siklus, mencapai kriteria keberhasilan pada siklus 2, menunjukkan efektivitas model NoS dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam perencanaan, pemantauan, dan evaluasi diri dalam pembelajaran. Kesimpulannya, penerapan model pembelajaran NoS pada IPAS secara signifikan meningkatkan kemampuan metakognisi siswa, mendukung pengembangan pendidikan yang lebih baik di tingkat dasar
Analisis pengaruh infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tengah
Infrastruktur perekonomian adalah rangkaian fasilitas fisik dan sistem yang mendukung kegiatan ekonomi suatu negara,wilayah, atau komunitas.infrastruktur perekonomian merupakan fondasi penting yang memungkinkn pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.pertumbuhan ekonomi terus meningkat di pulau sulawesi, jadi sewajarnya pertumbuhan ini berdampak baik terhadap penyediaan infrastruktur di pulau sulawesi terkhusunya Sulawesi Tengah, tetapi terlihat bahwa infrastruktur di pulau sulawesi mengalami penurunan setiap tahunnya dari bentuk ketersediaan air bersih,sarana listrik serta pendidikan dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari masing masing faktor di atas terhadap pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tengah.
Penelitian ini menggunakan alat analisis stata, pendekatan analisis yang digunakan adalan random effect models. Data pada penelitian ini bersumber dari sumber-sumber resmi, seperti Badan Pusat Statistik (BPS),dan jurnal-jurnal penelitian terdahulu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel listrik berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap PDRB di sulawesi tengah, sedangkan variabel air berpengaruh positih dan signifikan terhadap PDRB di sulawesi tengah, dan variabel pendidikan berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap PDRB, sedangkan variabel kesehatan berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap PDRB, kurun waktu penelitian ini adalah tahun 2010-2022
Efektivitas penerapan Problem based learning (Pbl) terhadap keterampilan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas IV di SD Muhammadiyah Blawong 1
Penelitian ini dilatar belakangi keterampilan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang belum maksimal. Selain itu, dalam proses pembelajarannya guru belum menerapkan model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas IV SD Muhammadiyah Blawong 1. (2) mengukur kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas IV SD menggunakan model Problem Based Learning pada mata pelajaran IPAS materi Indonesiaku Kaya Budaya di SD Muhammadiyah Blawong 1.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian pre-experimental. Desain penelitian ini adalah The One-Group Pretest Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas IVA berjumlah 23 siswa dan IVB 23 siswa SD Muhammadiyah Blawong 1 dan sampel penelitian sebanyak 46 orang. Variabel yang di teliti yaitu model Problem Based Learning (Variabel X) dan keterampilan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah (Variabel Y). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil data dianalisis dengan uji normalitas dan homogenitas kemudian dilanjutkan uji hipotesis menggunakan teknik analisis data uji-t dengan bantuan progam SPSS versi 26.
Hasil penelitian ini diperoleh nilai Pretest keterampilan berpikir kritis dengan skor rata-rata sebesar 57,83. Kemudian diperoleh nilai Posttest berpikir kritis dengan skor sebesar 78,70. Kemudian untuk nilai Pretest kempuan pemecahan masalah skor rata-rata sebesar 65,65 dan diperoleh rata-rata skor Posttest sebesar 78,26. Hal ini dibuktikan dengan nilai Sig.(2-tailed) sebesar 0,000 yang dimana nilai Sig. Tersebut < 0,05 makan Ha diterima dan Ho ditolak. Penelitian ini mengetahui bahwa model Problem Based Learning berpengaruh dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas IV pada mata pelajaran IPAS materi Indonesiaku Kaya Budaya model Problem Based Learning berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas IV pada mata pelajaran IPAS materi Indonesiaku Kaya Budaya
MODEL EXPLICIT INSTRUCTION: STRATEGI EFEKTIF UNTUK PRESTASI PRAKTIK SISWA SMK OTOMOTIF
Keterampilan praktik memainkan peran krusial dalam mempersiapkan
lulusan SMK menghadapi tantangan di dunia kerja. Untuk meningkatkan
prestasi belajar dalam keterampilan praktik, diperlukan strategi
pembelajaran yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi
penerapan model pembelajaran Explicit Instruction pada siswa SMK
jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR), dengan fokus pada peningkatan
prestasi praktik siswa. Melalui metode penelitian tindakan kelas, 25 siswa
dari SMK Muhammadiyah 1 Pakem yang mengambil jurusan teknik
otomotif menjadi subjek penelitian. Data dikumpulkan menggunakan
lembar kinerja praktik yang diverifikasi oleh industri. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa model pembelajaran Explicit Instruction dapat
diimplementasikan secara efektif oleh siswa, dengan terjadi peningkatan
signifikan dalam rata-rata skor kompetensi keterampilan praktik setiap kali
siklus penelitian dilakukan. Aspek persiapan kerja meningkat dari 1,4 di
siklus pertama menjadi 2,3 di siklus kedua dan 3,8 di siklus ketiga.
Sementara itu, aspek kompetensi pengetahuan kerja meningkat dari 1,6 di
siklus pertama menjadi 2,2 di siklus kedua dan 3,4 di siklus ketiga. Aspek
kompetensi keterampilan kerja juga mengalami peningkatan dari 1,5 di
siklus pertama menjadi 1,8 di siklus kedua dan 3,2 di siklus ketiga