10023 research outputs found
Sort by
Implementasi profil pelajar pancasila melalui model pembelajaran problem based learning pada Kurikulum Merdeka di SD Muhammadiyah Pendowoharjo
Penelitian ini di latar belakangi oleh hasil pengamatan peneliti dari berbagai sumber bahwa, sudah diterapkannya profil pelajar pancasila melalui model pembelajaran problem based learning pada kurikulum merdeka. Berdasarkan hasil pengamatan dan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, di SD Muhammadiyah Pendowoharjo ada enam dimensi profil pelajar pancasila sudah terwujud secara maksimal. Dalam penerapannya, semua dimensi tersebut sudah terlaksana namun yang paling menonjol adalah dimensi bernalar kritis dan mandiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan, perencanaan dan evaluasi profil pelajar pancasila dengan dimensi mandiri dan bernalar kritis melalui model pembelajaran problem based learning pada kurikulum merdeka kelas IV di SD Muhammadiyah Pendowoharjo.
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan di SD Muhammadiyah Pendowoharjo dengan subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru wali kelas IV, dan siswa kelas IV SD Muhammadiyah Pendowoharjo. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan sumber data. Analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi profil pelajar pancasila melalui model problem based learning adalah dari hasil wawancara serta observasi menunjukkan bahwa profil pelajar pancasila dengan dimensi mandiri dan bernalar kritis melalui model problem based learning sudah diterapkan dengan baik dan sudah menjadi kebiasaan siswa kelas IV, model pembelajaran problem based learning yang dilakukan untuk memecahkan permasalahan yang diangkat oleh guru dan siswa. Karakter mandiri seperti mengikuti kegiatan ekstra dan pendidikan kewirausahaan, mengerjakan tugas sekolah serta tugas rumah secara mandiri. Serta bernalar kritis seperti ketika guru memberikan tugas maka siswa berani untuk bertanya jika memang ada yang belum dipahaminya, tugas kelompok diberikan oleh guru ternyata materinya tidak ada dibuku maka siswa berusaha mencari referensi sendiri. Pada model problem based learning ini yaitu proses pembelajaran yang berbasiskan masalah. Siswa akan mengikuti proses pembelajaran dengan secara langsung melakukan eksperimen untuk memecahkan masalah yang dihadapi dengan kemampuan yang dimiliki oleh siswa. Sehingga siswa dapat melatih kemampuan mandiri dan bernalar kritis
Daya tarik penerapan E-Wallet sebagai alternatif transaksi non-tunai di kalangan mahasiswa Yogyakarta
Kemajuan teknologi telah menjangkau pada setiap aspek kehidupan.
Indonesia tidak ingin tertinggal dengan negara-negara lain yang sudah lebih dulu
menerapkan penggunaan transaksi secara non-tunai. Maka dari itu penulis tertarik
untuk melakukan penelitian secara terperinci tentang “Daya Trik Penggunaan Ewallet Sebagai Alternatif Transaksi Non-tunai di Kalangan Mahasiswa
Yogyakarta”. E-wallet merupakan dompet digital yang memberikan kemudahan
kepada penggunanya untuk melakukan transaksi hanya dengan melalui jaringan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara kerja penggunaan e-wallet, faktorfaktor pendorong daya tarik e-wallet, keuntungan penggunaan e-wallet dan resiko
yang akan diterima selama penggunaan e-wallet sebagai alat bertransaksi.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomologi, sampel dalam
penelitian ini adalah mahasiswa-mahasiswi yang menuntut ilmu di Yogyakarta.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara, studi dokumen
dan triangulasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini
terdiri dari uji kredibilitas data dan narasi data.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa daya tarik penggunaan ewallet berasal dari fitur layanan yang mudah dimengerti, iklan yang menarik,
tampilan yang sederhana, kenyamanan dan keamanan yang diberikan, adanya
banyak promo berupa bebas biaya administrasi, potongan harga, cash back,
voucher dan point yang dapat dijadikan uang sehingga mampu menarik perhatian
masyarakat untuk terus berulang-ulang kali menggunakan e-wallet
Analisis Pengaruh Ekspor, Inflasi, Kurs, M2, DAN BI Rate Terhadap GDP Di Indonesia TAHUN 2002 - 2022
Pertumbuhan ekonomi dapat dilakukan dengan menghitung pendapatan nasional suatu negara yaitu GDP. Gross Domestic Product (GDP) mempunyai peranan penting dalam menggambarkan pertumbuhan ekonomi suatu negara dengan beberapa factor yang mempengaruhinya yaitu Ekspor, Kurs, M2, Inflasi, dan BI 7-Day yang saling memengaruhi setiap variabelnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh dari setiap variable yang digunakan yaitu Ekspor, Kurs, M2, Inflasi, dan BI 7-Day terhadap GDP, dan untuk menguji apakah hipotesis ELG (Export-Leg-Growth) berlaku di Indonesia. Data yang digunakan pada penelitian ini didapat dari beberapa web seperti BPS (Badan Pusat Statisik), World Bank, dan BI (Bank Indonesia). Penelitian ini menggunakan data time series dari tahun 2002-2022 yang kemudian di quartalkan pada setiap tahunnya sehingga terdapat 84 obs. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode ARDL (AutoRegressive Distributed Lag) yang dimana peneliti harus melakukan sejumlah pengujian dan analisis sebelum menggunakan pendekatan ARDL, termasuk uji stsioneritas pada uji akar unit, grafik, uji bound test, uji long run, error correction, dan uji cusum pada uji recursive test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variable Ekspor, Kurs, dan BI 7-Day berpengaruh positif terhadap GDP. Lalu, M2 dan Inflasi berpengaruh negatif terhadap GDP (Gross Domestic Bruto) di Indonesia dan juga hipotesis ELG (Eksport-Leg-Growth) berlaku di Indonesia pada jangka panjang
Implementasi pembelajaran mata pelajaran pendidikan pancasila dan kewarganegaraan dalam menguatkan nilai kesopanan pada Siswa Kelas XI SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta
Pendidikan karakter merupakan unsur yang sangat penting dalam proses pendidikan di sekolah. Salah satu karakter yang perlu diperkuat di era sekarang adalah kesopanan. Penelitian ini dilatarbelakang dengan adanya siswa tidak memperhatikan dan asik mengobrol dengan teman sebangkunya ketika guru sedang melakukan kegiatan mengajar, membantah ketika diberi nasihat dan merokok diluar sekolah namun masih menggunakan atribut sekolah, kasus ini terjadi di banyak sekolah yang ada di indonesia. Masalah tersebut sangat tidak mencerminkan perilaku yang sopan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Guru PPKn Dalam Penguatan Nilai Kesopanan Pada Siswa Kelas XI SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta Dalam Mata Pelajaran PPKn.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitiannya adalah kepala sekolah, wakil kurikulum, guru PPKn dan siswa. Objek penelitian ini yaitu Peran Guru PPKn Dalam Penguatan Nilai Kesopanan Pada Siswa Kelas XI SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta Dalam Mata Pelajaran PPKn. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Peran Guru PPKn Dalam Penguatan Nilai Kesopanan Pada Siswa Kelas XI SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta Dalam Mata Pelajaran PPKn yaitu (1) Guru berperan dalam membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan mengintegrasikan indikator nilai kesopanan didalamnya, guru berperan ; a. Sumber belajar, b. Sebagai fasilitator, c. Sebagai pengelola, d. Pembimbing, e. Motifator, f. Evaluator. (2) Peran guru PPKn dalam pelaksanaan pembelajaran adalah sebagai teacher control yaitu guru berperan dalam menciptakan suasana belajar yang memungkinkan siswa dapat belajar dengan nyaman dan menyenangkan dengan begitu nilai kesopanan dapat terimplementasi dengan baik pada diri peserta didik dan (3) Peran Guru PPKn dalam Evaluasi Pembelajaran Dalam Membentuk Nilai Kesopanan Pada Siswa yaitu sebagai seorang Analisa dan Motivator dimana, a. Guru berperan untuk menentukan keberhasilan siswa dalam menyerap materi yang di sampaikan. b. guru berperan dalam mengumpulkan informasi tentang keberhasilan pembelajaran yang telah dilaksanakan
Path Planning for Mobile Robots on Dynamic Environmental Obstacles Using PSO Optimization
The increasing integration of mobile robots in various industries necessitates efficient navigation strategies amidst dynamic environments. Path planning plays a crucial role in guiding mobile robots from their starting points to target destinations, contributing to automation and enhancing human-robot collaboration. This study focuses on devising a tailored path-planning approach for a fleet of mobile robots to navigate through dynamic obstacles and reach designated trajectories efficiently. Leveraging particle swarm optimization (PSO), our methodology optimizes the path while considering real-time environmental changes. We present a simulation-based implementation of the algorithm, where each robot maintains position, velocity, cost, and personal best information to converge towards the global optimal solution. Different obstacles consist of circles, squares, rectangles, and triangles with various colors and five handle-points used. Our findings demonstrate that PSO achieves a global best cost of 5.1017, indicative of the most efficient path, minimizing overall distance traveled
Prarancangan pabrik kimia asam adipat dari sikloheksanol dan asam nitrat dengan proses oksidasi kapasitas 20.000 ton/tahun
Asam adipat diperoleh dari proses oksidasi antara sikloheksanol dan asam nitrat. Asam adipat merupakan asam karboksilat kristal padat-padat berwarna putih. Asam adipat banyak digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan nylon. Selain itu, asam adipat juga digunakan sebagai bahan pembuatan plastik terutama polyvinyl, bahan polyurethane, food accidulant dan bahan essterlubes untuk pelumas. Pabrik asam adipat direncanakan dibangun di Kawasan Industri Cilegon, Banten dengan kapasitas 20.000 ton/tahun. Bahan baku yang dibutuhkan adalah sikloheksanol, asam nitrat, dan Tembaga (II) nitrat sebagai katalis.Proses produksi asam adipat akan dijalankan dalam tiga tahap. Tahap pertama yaitu tahap persiapan bahan baku berupa asam nitrat, sikloheksanol dan tembaga (II) nitrat yang dikondisikan pada suhu 30oC dan tekanan 1 atm. Tahap kedua yaitu tahap pembentukan produk yang akan dioperasikan pada suhu 65oC dan tekanan 1 atm. Reaksi berlangsung dalam reaktor alir tangki berpengaduk, sebagai pendingin reaktor digunakan coil pendingin dengan media air. Tahap ketiga yaitu tahap pemisahan produk berupa asam adipat dengan asam nitrat, sikloheksanol, dan air. Asam nitrat, sikloheksanol, dan air dialirkan menuju Menara Distilasi (MD) untuk memisahkan asam nitrat. Hasil atas Menara Distilasi (MD) berupa asam nitrat dan air kemudian dialirkan menuju mixer untuk di recyle. Kemudian hasil bawah Menara Distilasi (MD) berupa sikloheksanol dan air dialirkan menuju UPL. Hasil produk keluaran Centrifuge kemudian akan dikeringkan melalui rotary dryer.Berdasarkan dari tinjauan bahan baku, produk dan kondisi operasi, pabrik asam adipat tergolong sebagai pabrik beresiko tinggi. Hasil analisis ekonomi pabrik asam adipat diperoleh keuntungan sebelum pajak sebesar Rp. 188.374.013.054,50.keuntungan setelah pajak sebesar Rp131.861.809.138,15. Percent return on investment (ROI) sebelum pajak 46,87�n setelah pajak 32,81%. Pay Out Time(POT) sebelum pajak 1,76 tahun dan setelah pajak 2,34 tahun. Break event point(BEP) sebesar 45,55%. Shut Down Point (SDP) sebesar 30,78�n Discounted Cash Flow Rate (DCFR) sebesar 44,37%. Dari data analisis kelayakan di atas disimpulkan bahwa pabrik ini layak untuk didirika
Sistem monitoring kecepatan pada mobil listrik berbasis Internet of Things (IoT)
Mobil listrik yang telah dibuat juga dilombakan pada event-event nasioanal seperti event FESC IIMS 2022 di Jakarta dan Latihan Bersama Mobil Listrik Antar Perguruan Tinggi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam rangka Hari Jalan 2022 dan Kontes Mobil Listrik Indonesia (KMLI) di Politeknik Negeri Bandung Bandung hingga sekarang. Mobil listrik ini masih perlu dilakukan berbagai riset guna mencapai dengan jalan perancangan system kelistrikan yang optimal. Mobil listrik Universitas Ahmad Dahlan dapat dapat beroperasi pada kecepatan diatas 3000 rpm saat dipantau menggunakan Tachometer, tetapi disini belum adanya perancangan sistem monitoring kecepatan jarak jauh karena itu rekan-rekan Team yang berada di ruang setting mekanik (paddock) saat lomba belum dapat memantau kecepatan dari dalam paddock.
Sistem ini perlu digunakan saat lomba gunanya agar rekan-rekan tim yang di pedok saat lomba dapat juga memantau kecepatan Mobil Listrik saat race pada saat lomba dimulai. Sistem ini digunakan dengan metode Internet of Things (IoT) karena IoT dapat menampilkan data kecepatan melalui Laptop dan dapat menerapkan sistem monitoring jarak jauh. Oleh karena itu pada laporan akhir kali ini, akan dibahas bagaimana merancang dan menerapakan sistem monitoring kecepatan pada mobil listrik dengan bebasis Internet of Things (IoT) Untuk mendapatkan hasil terbaik dan sesuai dengan yang diharapkan, maka perancangan sistem ini mengacu berbagai sumber.
Komponen masukan yaitu pada deteksi dari Sensor Optocoupler setelah medeteksi kecepatan roda, dalam lalu di proses data nya melalui Arduino dengan menggunakan inisiasi program pada Arduino ide, setelah itu output akan dihasilkan pada LCD I2C dan juga output akan ditampilkan pada IoT Things Speak karena IoT sendiri harus menggunakan sinyal internet maka ditambahkannya komponen sim800l yang digunakan untuk mengirim data Arduino ke Thingspeak melalui perantara internet sim800l. Alat ini dibuat tujuan agar mobil listrik Al-qorni UAD semakin berkembang dan mempunyai sistem teknologi yang berkemajuan
Penentuan prioritas rilis fitur baru perangkat lunak menggunakan algoritma simulated annealing
Spesifikasi kebutuhan perangkat lunak terjadi pada dua kondisi, pertama saat perangkat lunak akan dikembangkan berdasarkan kebutuhan dari calon pengguna dan kedua, berdasarkan review pengguna yang telah menggunakan perangkat lunak sehingga dapat memberi masukan kepada pengembang. Pembaruan perangkat lunak seringkali tak terhindarkan dalam dua situasi tersebut. Ini terjadi sebagai respon terhadap kebutuhan untuk memenuhi kepuasan dan menarik pengguna dalam menggunakan sistem yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Meskipun demikian, hadirnya banyak fitur baru ternyata menciptakan masalah tersendiri terhadap pengembangan perangkat lunak yaitu berupa terbatasnya waktu pengerjaan fitur, kompleksitas fitur, dan aspek lainnya. Oleh karena itu, perlu menyeleksi fitur-fitur yang diusulkan oleh stakeholder dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti waktu, anggaran, dan sumber daya manusia sebelum mengintegrasikannya ke dalam sistem. Penelitian ini bertujuan untuk membantu stakeholder dalam menentukan prioritas fitur untuk rilis berikutnya menggunakan teknik metaheuristic simulated annealing.
Penelitian ini memanfaatkan data pada penelitian yang mencakup usaha pengembangan kebutuhan, tingkat prioritas kebutuhan berdasarkan pengguna, dan bobot pengguna. Simulated annealing diimplementasikan dalam enam iterasi dengan berbagai pengaturan parameter, termasuk suhu 100 dengan cooling parameter 0.95, 0.995, 0.9995 dan suhu 1000 dengan cooling parameter 0.995, 0.9995, 0.9995. Kebutuhan yang dirilis dalam perubahan sistem selanjutnya merupakan kebutuhan yang berdasarkan prioritas tertinggi untuk stakeholder, pengguna dan pengembang dengan pertimbangan biaya, waktu, sumber daya, profit bagi perusahaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan suhu perlahan namun tidak terlalu cepat ternyata lebih efektif dalam mencari solusi optimal. Pendekatan ini diperkuat dengan penggunaan suhu yang tinggi untuk meningkatkan jumlah pencarian solusi. Berdasarkan pengujian pada parameter yang berbeda, parameter yang terbaik untuk menentukan prioritas fitur dengan menggunakan algoritma simulated annealing yaitu pada suhu 1000 dengan cooling parameter 0.9995.
(simulated annealing; next release problem; seleksi kebutuhan; optimasi; prioritas
Pengaruh kompensasi, stres kerja dan kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi pada karyawan PT. Aseli Dagadu Djokdja
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh parsial kompensasi, stres kerja dan kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi pada karyawan PT. Aseli Dagadu Djokdja. Penelitian ini dilakukan di PT. Aseli Dagadu Djokdja. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Aseli Dagadu Djokdja divisi sdm, keuangan, scm, sales operation, marketing & development dan art & media dengan jumlah 100 karyawan pertanggal 29 Januari - 9 Februari 2024. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh karyawan di PT. Aseli Dagadu Djokdja berjumlah 100 karyawan. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik sampling sensus atau sampling total. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompensasi berpengaruh signifikan dan positif terhadap komitmen organisasi, stres kerja tidak berpengaruh signifikan dan positif terhadap komitmen organisasi, dan kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan dan positif terhadap komitmen organisasi
Visual comparison of Rama’s and Rahwana’s characters in Javanese and Kelantanese wayang kulit
Ramayana, a well-known tale originating from India, has been embraced across Southeast Asia. In regions like Yogyakarta, Indonesia, and Kelantan, Malaysia, local customs have influenced its portrayal, character representation leading to deviations in storyline and. The aim of this study to compare the visual depiction of key characters, particularly Rama and Rahwana, in Javanese and Kelantanese Wayang Kulit, symbolizing the protagonist and antagonist, respectively. This study intends to contribute by revealing the impact of local visual traditions on the enduring grandeur of the Ramayana tale. The method is comparative study, begin with defining data, collecting data from Yogyakarta and Kelantan master of puppets through interview and documentation, analyzing data, displaying data and draw conclusion. The result is found that there are visual similarities and differences related to Rama and Rahwana character. The common visual similarities such as crown, weapon, cloth and accessories. Meanwhile the difference shows that Javanese and Kelantanese is only about the detail of the cloth, the animal rides (Kelantan version), and the size of the Wayang Kulit. In Yogyakarta, Indonesia, and Kelantan, Malaysia, the story of Ramayana is depicted in unique ways, influenced by cultural variations. These distinctions manifest in the characters' looks, headgear, weapon characteristics, facial expressions, and facial coloring. Further investigation is necessary to delve into these differences and understand the puppeteers' role in conveying moral messages to the community