10023 research outputs found
Sort by
Hubungan antara efikasi diri terkait pekerjaan dan optimisme terkait pekerjaan dengan keterikatan kerja pada karyawan PT. BPR Shinta Daya
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara efikasi diri terkait pekerjaan dan optimisme terkait pekerjaan dengan keterikatan kerja pada karyawan PT. BPR Shinta Daya. Populasi pada penelitian ini yaitu karyawan tetap PT. BPR Shinta Daya yang berjumlah 150 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 108 orang karyawan yang diambil secara random. Penelitian ini menggunakan pendekakatan kuantitatif dengan menggunakan skala sebagai alat pengumpulan data. Skala yang digunakan yaitu skala Utrecht Work Engagement scale (UWES), skala efikasi diri terkait pekerjaan, dan skala optimisme terkait pekerjaan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis regresi berganda dengan bantuan software SPSS. Hasil penelitian ini menemukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara efikasi diri terkait pekerjaan, dan optimisme terkait pekerjaan secara bersama - sama dengan keterikatan kerja pada karyawan PT. BPR Shinta Daya. Meskipun demikian, sumbangan efektif kedua variabel terhadap keterikatan kerja sangat kecil. Secara terpisah, hasil analisis data menujukkan ada hubunganyang signifikan antara optimisme terkait pekerjaan dengan keterikatan kerja, namun tidak terdapat hubungan antara efikasi diri terkait pekerjaan dengan keterikatan kerja, dengan demikian, sumbangan efektif secara signifikan terhadap keterikatan kerja didapatkan dari variabel optimisme terkait pekerjaan. Penelitian berikutnya dapat mengkaji variabel lain yang potensial menjelaskan mekanisme yang menjelaskan hubungan antara optimisme terkait pekerjaan dengan keterikatan kerja. Hasil penelitian ini juga dapat dijadikan rujukan bagi manajemen maupun konselor dalam membantu meningkatkan keterikatan kerja pada karyawan
Pengaruh terpaan konten flexing di Instagram terhadap perilaku imitasi remaja di era disrupsi
Internet mengakibatkan terjadinya disrupsi pada berbagai bidang kehidupan. Seperti halnya aktivitas yang semula dilakukan di dunia nyata berubah ke dunia maya. Salah satu produk dari internet yaitu media sosial seperti Instagram. Munculnya konten-konten flexing di Instagram menjadikan masyarakat khususnya remaja harus besikap bijak dan kritis dalam menanggapinya di era disrupsi. Terpaan konten flexing diartikan sebagai kegiatan mendengar, membaca, dan melihat konten-konten flexing yang disebarkan melalui media. Konten-konten flexing tersebut menerpa remaja sehingga harus disikapi dengan bijak dan kritis karena dapat berpengaruh terhadap perilaku imitasi atau meniru pada remaja. Hal tersebut didukung dengan teori pembelajaran sosial yang menjelaskan bahwa media dapat berpengaruh terhadap tindakan peniruan seseorang.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dibuat dengan Google Form dan disebarkan secara online. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terpaan konten flexing di Instagram terhadap perilaku imitasi remaja di era disrupsi. Populasi penelitian ini adalah remaja di Kabupaten Klaten. Sampel penelitian ini sebesar 400 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria: memiliki akun Instagram, aktif menggunakan Instagram, remaja berumur 15-24 tahun, dan berdomisili di Klaten. Teknik analisis data dengan analisis regresi linier sederhana.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh terpaan konten flexing di Instgaram terhadap perilaku imitasi remaja di era disrupsi. Hal ini ditunjukkan dari uji hipotesis diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 T-tabel 1,9659, artinya Ha: “Ada pengaruh terpaan konten flexing di Instagram terhadap perilaku imitasi remaja di era disrupsi” diterima, dan H0: “Tidak ada pengaruh terpaan konten flexing di Instagram terhadap perilaku imitasi remaja di era disrupsi” ditolak. Diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0,461, artinya variabel terpaan konten flexing memberikan pengaruh sebesar 46,1% terhadap variabel perilaku imitasi dan sisanya sebesar 53,9% dipengaruhi oleh variabel di luar variabel penelitian. Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 1,056, artinya apabila nilai terpaan konten flexing meningkat satu satuan maka nilai perilaku perilaku imitasi akan mengalami peningkatan sebesar 1,056
Analisis jejak karbon dan nilai ekonomi alternatif penurunan emisi karbon di Kelurahan Semaki Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta
Background : Increased greenhouse gas (GHG) emissions have been a major source of problems in recent years as they cause climate change. Carbon footprint is the total amount of GHG emissions resulting from daily human activities. This study aims to analyze the carbon footprint and alternative economic value of reducing carbon emissions in Semaki Village, Umbulharjo District, Yogyakarta City.
Method : This study used quantitative descriptive method. Data was collected through questionnaires to determine community activities that contribute to GHG emissions, including the use of vehicle fuel, cooking fuel, electricity, and waste. Carbon footprint mapping is done using QGIS, and the alternative economic value of reducing carbon emissions is calculated based on tangible and intangible benefits.
Results : Total carbon emissions in Semaki Village amounted to 338,116.29 kg CO2-eq/year, with contributions from the transportation sector 97.28 tons CO2- eq/year, the energy sector 168.39 tons CO2-eq/year, and the waste sector 80.05 tons CO2-eq/year. Mapping shows the energy sector has the highest contribution. The economic value of alternative net benefits for reducing carbon emissions for the transportation sector amounted to Rp10,371,951, the energy sector Rp18,126,925, and the waste sector Rp7,907,689.
Conclusion : Carbon emission mitigation efforts in Semaki Village provide positive economic benefits, emphasizing the importance of reducing carbon emissions for environmental and economic benefits
Pengaruh kontrol diri terhadap perilaku cyberbullying pada siswa kelas XI SMAN 1 Purwareja Klampok
Penelitian ini dilatarbelakangi karena perilaku cyberbullying sering terjadi pada kalangan anak-anak, remja sampai orang tua. Penggunaan gadget dan media sosial tanpa pengawasan orang tua menjadi salah satu penyebab cyberbullying. Cyberbullying pada remaja terutama pada siswa SMA menjadi perhatian penting karena hal ini dapat berdampak negatif terutama pada mental dan prestasi akademik siswa, untuk menghadapi fenomena ini harus diperlukan kontrol diri, kesabaran dan emosi yang baik. Oleh karena itu Peneliti mengangkat topik mengenai pengaruh kontrol diri terhadap perilaku cyberbullying pada siswa kelas XI SMA N 1 Purwareja Klampok.
Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian ini berjumlah 132 siswa dengan jumlah sampel 100 Siswa. Berdasarkan penelitian ini skala kontrol diri dan cyberbullying sebagai instrumen untuk pengumpulan data. Sebelumnya instrumen tersebut telah melalui tahap uji validitas isi yang dilakukan oleh dosen ahli dan validitas konstruk. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan menggunakan analisis regresi sederhana.
Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa kontrol diri memiliki pengaruh terhadap perilaku cyberbullying. Kontrol diri memiliki pengaruh terhadap perilaku cyberbullying sebesar 53,8 %. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa kontrol diri berkontribusi terhadap perilaku cyberbullying sebanyak 53,8%. Oleh karena itu hal tersebut mengimplementasikan bahwa konselor atau Guru Bimbingan dan Konseling diharapkan bisa menyediakan pendidikan dan pelatihan kepada siswa untuk meningkatkan pemahaman tentang kontrol diri dan penggunaan sosial media yang positif melalui sesi konseling individu maupun kelompok. Guru bimbingan dan konseling juga bisa membantu siswa mengelola emosi dan impuls yang dapat mendorong perilaku cyberbullying
Pengaruh fasilitas perpustakaan Ulil Albab terhadap minat baca siswa kelas X di MAN 3 Bantul
PENGARUH FASILITAS PERPUSTAKAAN ULIL ALBAB TERHADAP
MINAT BACA SISWA KELAS X DI MAN 3 BANTUL
Neysa Salsabila Felasufa Amadea (2000031018), Pendidikan Agama Islam,
Fakultas Agama Islam, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.
Latar belakang permasalahan pada penelitian ini yaitu masih kurangnya
minat siswa untuk membaca dan berkunjung ke perpustakaan serta kurangnya
motivasi guru di MAN 3 Bantul. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui; (1)
seberapa tinggi dukungan fasilitas perpustakaan Ulil Albab; (2) seberapa tinggi
minat baca siswa kelas X; dan (3) untuk mengetahui pengaruh fasilitas
perpustakaan Ulil Albab terhadap minat baca siswa kelas X di MAN 3 Bantul.
Penelitian ini menggunakan jenis metode kuantitatif dengan pendekatan
asosiatif. Penelitian ini dilaksanakan di MAN 3 Bantul, yang fokus pada siswa
kelas X dengan populasi sebanyak 225 siswa, dan diambil sampel sebanyak 144
siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan
jenis proportione stratified random sampling. Variabel bebas (X) dalam penelitian
ini adalah fasilitas perpustakaan, dan variabel terikat (Y) adalah minat baca siswa.
Teknik pengumpulan data berupa kuesioner, dan teknik analisis data
menggunakan analisis regresi linear sederhana dengan alat bantu aplikasi SPSS 24
for Windows.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, tingkat fasilitas perpustakaan
Ulil Albab di MAN 3 Bantul mayoritas mendukung dengan persentase 55,6%.
Kedua, tingkat minat baca siswa kelas X di MAN 3 Bantul mayoritas sedang
dengan persentase 61,1%. Ketiga, terdapat pengaruh yang signifikan antara
fasilitas perpustakaan Ulil Albab terhadap minat baca siswa kelas X di MAN 3
Bantul dikarenakan Ha diterima dengan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari α
0,05 pada angka kepercayaan 95%. Besaran pengaruh fasilitas perpustakaan Ulil
Albab terhadap minat baca siswa kelas X di MAN 3 Bantul yakni sebesar 39,8%
dengan nilai R Square sebesar 0,398 dan memiliki tingkat hubungan yang kuat
dengan nilai R sebesar 0,631
Analisis penyebab kecacatan pada proses produksi dengan metode failure mode and effect analysis (FMEA) dan diagram fishbone di PT. Metinca Prima Industrial Works Salatiga
Pada proses produksi sering ditemui produk tidak sesuai standar yang sering disebut
dengan produk cacat. Setelah dilakukan observasi di PT. Metinca masih banyak produk
cacat yang melebihi target perusahaan yang mengakibatkan pekerja harus mengerjakan
ulang produk tersebut. Penelitian ini hanya berfokus pada produk impeller dikarenakan
produk ini sering diproduksi serta permintaan dari perusahaan dimana produk cacat ini
memiliki persentase kecacatan sebesar 12,35%, persentase tersebut melebihi ketetapan
yang ditentukan oleh perusahaan dimana sebesar 8%. Penelitian ini bertujuan untuk
mencari akar penyebab masalah dan menemukan cara untuk menyelesaikannya serta
prioritas faktor apa saja penyebab produk cacat selama proses produksi berlangsung dengan
mempertimbangkan tingkat keparahan, kejadian, serta deteksi.
Penelitian ini menggunaan metode fishbone diagram dan Failure Mode and Effect
Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi dan mencari prioritas faktor terbesar penyebab
produk cacat. Peneliti melakukan penyebaran kuesioner terbuka terhadap quality control
tentang akar masalah dari jenis cacat kemudian keluaran dari kuesioner tersebut menjadi
akar masalah pada fishbone diagram. Kemudian, dilanjutkan analisis resiko menggunakan
metode FMEA sehingga dihasilkan nilai RPN.
Hasil dari penelitian ini menunjukan jenis cacat breakage (patah) memerlukan
prioritas utama perbaikan dengan nilai RPN tertinggi sebesar 333. Faktor penyebab
terjadinya cacat jenis ini yaitu perusahaan kurang memperhatikan pengendalian kualitas
bahan baku, adanya perubahan kualitas bahan baku pasir keramik. Saran perbaikan dari
penelitian ini yaitu, adanya pengendalian kualitas bahan baku serta membuat SOP untuk
melakukan pengecekan bahan baku, dan membangun hubungan yang baik dengan supplier
Pengaruh brand ambassaddor, kualitas produk dan brand image terhadap keputusan pembelian produk MS Glow di Provinsi DIY
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh brand ambassador, kualitas produk, dan brand image terhadap keputusan pembelian produk MS Glow pada konsumen Provinsi DIY. Objek penelitian adalah konsumen pengguna MS Glow yang berdomisili DIY.
Model penelitian menggunakan metode kualitatif dan alat bantu pengolahan data SPSS 25. Dengan metode pengambilan sampel non-propability dan purposive, Jumlah sampel yang digunakan adalah 105 orang.
Penelitian ini menggunakan kuesioner yang disebarkan secara online melalui Google Form untuk mengumpulkan data. Slain itu, analisis penelitian ini menggunakan instrumen Uji Validutas dan Realibilitas, Analisis Regresi Linier Berganda, Uji Koefisien Determinasi, Uji Hipotesis t.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Brand Ambassador berpengaruh positif dan signifian terhadap keputusan pembelian produk MS Glow pada konsumen provinsi DIY, variabel kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk MS Glow pada konsumen provinsi DIY, dan variabel Brand Image berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk MS Glow pada konsumen di DIY
Keefektifan konseling individual teknik mindfulness untuk meningkatkan psychological well-being mahasiswa rantau
Penelitian ini dilatar belakangi oleh mahasiswa Universitas Ahamad Dahlan
mengungkapkan bahwa sekitar 17% mahasiswa rantau, khususnya pada Program Studi
Bimbingan dan Konseling angkatan 2020, memiliki Psychological well-being yang rendah,
terutama dalam Positive relations with other, menurut hasil survei awal. Adapun tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Keefektifan Konseling Individual teknik
Mindfulness untuk meningkatkan Psychological well-being mahasiswa rantau Universitas
Ahmad Dahlan Angkatan 2020.
Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Desain penelitian menggunakan
pola A-B-A. Penentuan subjek menggunakan Purposive Sampling. Adapun subjek
penelitian ini adalah seorang mahasiswa rantau Bimbingan dan Konseling angakatan 2020
Universitas Ahmad Dahlan dengan kategorisasi rendah psychological well-beingnya. Uji
validitas menggunakan Product moment dan uji reliabiltas menggunakan rumus Alpha
Cronbach dengan bantuan SPSS dan Microsoft excel. Sedangkan penggunaan analisis data
pada penelitian ini menggunakan analisis dalam dan antar kondisi.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data pada baseline (A1) stabil dengan skor
54,9%-59,1%, sedangkan pada kondisi intervensi variabel (27,3%-81,8%) dan baseline
(70-90,9%), datanya bersifat variabel. Data Overlap yaitu (20%) menunjukkan bahwa
intervensi mempengaruhi baseline (A1). Maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga
hipotesis penelitian berbunyi “Konseling individual teknik Mindfulness efektif digunakan
untuk meningkatkan Psychological well-being pada mahasiswa rantau Universitas Ahmad
dahlan prodi Bimbingan dan Konseling angkatan 2020”
Urgensi hukum dalam upaya legalisasi ganja untuk pemanfaatan pengobatan medis ditinjau dari perspektif sosiologi hukum
Wacana legalisasi ganja medis di indonesia marak menjadi sorotan setalah adanya sebuah aksi oleh seorang ibu yang memegang poster dengan bertuliskan”tolong anaku butuh ganja medis” ” di Car Free Day (CFD) Bundaran HI Jakarta, upaya tersebut dilakukannya karena sudah dua tahun mengajukan gugatan Undang-Undang narkiotika namun tak kunjung direspon oleh mahkamah konstitusi. Aksi ini lantas memicu pada terbukanya kembali isu terkait legalisasi ganja medis di Indonesia setelah sebelumnya pernah dilakukan oleh Fidelis Ari sosok laki-laki yang sempat menanam ganja, bahkan sampai meminta ganja ke pihak BNN agar dapat digunakan sebagai bahan obat untuk mengobati istrinya yang menderita penyakit Syringomylia pada tahun 2017 lalu, yang sebelumnya Fidelis sudah pernah memberikan ekstrak ganja pada istrinya dan kondisi istrinya sempat membaik, namun kemudian Fidelis harus dipenjara karena perbuataan nya yang dianggap melanggar Undang-Undang dan di balik jeruji besi dia mendengar sang istri mengembuskan nafas terakhir pada 25 Maret 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui urgensi hukum dalam upayala legalisasi ganja untuk pemanfaatan pengobatan medis ditinjau dari perspektif sosiologi hukum serta persepsi hukum masyarat terhadap penggunaan ganja untuk pengobatan yang ditinjau dari aspek pro dan kontra. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian normatif-empiris yang menggunakan data skunder dari perpustakaan dan di dukung dengan wawancara dan observasi. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukan wacana legalisasi ganja sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat, serta banyaknya masyarakat yang sudah membuka diri dan merubah berusaha merubah abigusitas nya terhadap stigma buruk yang melekat pada ganja namun perlunya dilakukan penelitian secara ilmiah terhadap kandungan yang ada di dalam tenaman tanaman ganja agar dapat diketahui secara jelas sejauh apa manfaat yang dapat diterima untuk penggunaan sebagai obat.beberapa tahun terakhir ada banyak pendapat pro dan kontra legalisasi ganja, serta banykanya gerakan bermunculan untuk bertujuan merevisi undang-undang nomor 35 tahun 2009 tetang narkotika dengan harapan ganja bisa dirubah dari jenis narkotika golongan satu menjadi golongan dua atau tiga agar dapat digunakan untuk pelayanan kesehatan di indonesia. Banyak masyarakat yang berharap wacana ini bisa menjadi pertimbangan pemerintah untuk mengakomodir kepentingan masyarakat dalam hal mendapatkan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat indonesia saat ini dimanapun.
Kata Kunci: Urgensi Hukum; Legalisasi Ganja; Pemanfaatan Medis; sosiologi hukum
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERORIENTASI INSDUSTRI PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran berorientasi industri pada mata pelajaran Pendidikan Teknik Mesin. Dengan menggunakan metode studi literatur, penelitian ini menganalisis tren pendekatan pembelajaran teknik mesin yang telah diterapkan di berbagai konteks industri. Temuan penelitian ini mengungkap pentingnya integrasi konteks industri dalam model pembelajaran, dengan mengidentifikasi model-model seperti proyek berbasis industri, magang, dan simulasi praktis sebagai komponen kunci. Evaluasi kritikal terhadap model-model yang ada membantu merumuskan model pembelajaran baru yang menggabungkan elemen-elemen efektif tersebut, ditambah dengan penekanan pada teknologi terkini. Model yang dikembangkan kemudian diuji coba dan divalidasi oleh ahli pendidikan dan praktisi industri. Hasil validasi menunjukkan bahwa model pembelajaran ini dapat diimplementasikan secara efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan teknik mesin dan mempersiapkan mahasiswa untuk dunia industri yang terus berkembang. Sebagai saran, penelitian ini merekomendasikan institusi pendidikan teknik mesin untuk mengadopsi model pembelajaran yang diusulkan, memperkuat kerjasama dengan industri, dan melakukan evaluasi berkelanjutan terhadap implementasi model. Penelitian ini berpotensi menjadi panduan berharga bagi perbaikan kurikulum teknik mesin, menciptakan lulusan yang memiliki kualifikasi akademis dan keterampilan praktis yang seimbang