10023 research outputs found
Sort by
Pola kepemimpinan Kyai di Pondok Pesantren Imam As-Syafi'i Pengasih Kulon Progo
POLA KEPEMIMPINAN KYAI
DI PONDOK PESANTREN IMAM AS-SYAFI’I PENGASIH KULON PROGO
Abstrak
Rosyada Ayu Fatimah (2000331009) Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Permasalahan penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya peran pemimpin/kyai dalam sebuah lembaga pendidikan. Kyai mempunyai andil yang besar dalam hasil pendidikan, untuk itu pola kepemimpinan kyai harus diperhatikan. Di Kulon Progo terdapat sebuah pondok pesantren yang murah namun kualitas pendidikannya mewah. Santri hafal Qur’an dan berkarakter Qur’ani merupakan visi misinya. Pesantren ini dikelola oleh seorang Kyai bernama bapak Kyai Tohari. Walaupun pondok pesantren tersebut relatif murah, namun dengan pengelolaan dan management yang baik dari kyainya, maka pesantren tersebut tetap bisa beroperasional dengan baik.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dan dokumentasi untuk menjawab dua rumusan masalah peneliti. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan langkah penelitian Miles dan Huberman, diantaranya reduksi data, display data yang akan dilanjutkan dengan menarik kesimpulan. Serta menguji keabsahan data menggunakan triangulasi metode dan triangulasi penyelidikan.
Penelitian ini menghasilkan dua temuan, pertama tentang pola kepemimpinan yang dilakukan oleh Kyai pesantren Imam As-Syafi’i. Penelitian ini dapat menjawab keresahan peneliti, mengenai kepemimpinan seorang kyai yang bisa mendirikan lembaga pendidikan pesantren dengan biaya pendidikan yang murah, namun tetap bisa memberikan fasilitas yang memadai, dan kualitas pendidikan juga tetap unggul dilihat dari capaian pendidikan dan berbagai prestasi santrinya. Kedua, mengenai apa saja dampak dari kepemimpinan kyai di Pondok Pesantren Imam As-Syafi’i. Penelitian ini ditujukan untuk mendapatkan data yang akurat mengenai bagaimana pengelolaan dan pola kepemimpina kyai serta dampak pendidikan dari kepemimpinan kyai tersebut
Pengembangan media pembelajaran aplikasi akidah akhlak berbasis android untuk meningkatkan motivasi belajar Siswa Kelas X di SMK Muhammadiyah 1 Lendah Kulon Progo
Penggunaan Android telah merambah ke sekolah, namun penggunaan android dalam pembelajaran khususnya Akidah Akhlak belum banyak dilakukan oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk :1) menghasilkan media aplikasi pembelajaran Akidah Akhlak berbasis android yang layak berdasarkan penilaian para ahli. 2) mengetahui efektivitas media aplikasi pembelajaran Akidah Akhlak berbasis android terhadap motivasi belajar siswa SMK Muhammadiyah 1 Lendah.
Penelitian ini merupakan jenis Research and Developmen (R&D) dengan model 4D yang meliputi tahap Define (pendefinisian), Design (perancangan), Develop (pengembangan), Disseminat (penyebarluasan). Penelitian dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 1 Lendah Kulon Progo. Subjek penelitian ini adalah 30 siswa kelas X TJKT Tahun Ajaran 2022/2023. Instrument yang digunakan meliputi lembar kelayakan media pembelajaran oleh dosen ahli, lembar respon siswa dan lembar angket motivasi belajar siswa. Teknik analisis data kelayakan media dilakukan dengan data kuantitaif dengan skala likert yang dianalisis proporsi dan data kualitatif dengan analisis deskriptif, sedangkan analisis keefektifan motivasi belajar siswa menggunakan uji normalitas, uji paired semple t-test dan n-gain score dengan bantuan SPSS Versi 25.
Hasil penelitian ini yaitu,1) media aplikasi Akidah Akhlak berbasis android dinyatakan layak berdasarkan penilaian ahli dengan kategori sangat layak hal ini didukung dengan penilaian rata-rata dari ahli media sebesar 96% dan ahli materi 93% yang menandakan bahwa media aplikasi Akidah Akhlak sangat layak digunakan 2) hasil keefektifan penggunaan media didapat dari postets dan pretest yang disusun untuk meningkatkan motivasi dengan uji paired sample t-test diperoleh bahwa Sig.(2-tailed) sebesar 0,00 sehingga nilai Sig (2-tailed)<0,05 maka H0 ditolak Ha diterima. Nilai hasil rata rata N-gain nya diperoleh 0,3095 dengan kategori sedang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan motivasi belajar siswa dengan menggunakan media pembelajaran Akidah Akhlak berbasis Android
Speaking anxiety in EFL Classroom among tenth graders of SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta
Speaking is one of the basic skills used to communicate with other people.
Being the first foreign language introduced at school is of course something that
still often causes anxiety among Indonesian students. Therefore, a study was
conducted to determine the perceptions of Indonesian English students at SMA
Muhammadiyah 3 Yogyakarta regarding the anxiety they experience when
speaking a foreign language. This study has two main objectives, namely to find
out the level of foreign language anxiety felt by Indonesian students, especially in
private schools in Yogyakarta, when speaking English in an EFL classroom and
to find the reasons for the foreign language anxiety felt by Indonesian students,
especially private schools in Yogyakarta, when speaking English in EFL
classroom.
This study used a mixed methods research design; the data were collected
through the Foreign Language Classroom Anxiety Scale (FLCAS) questionnaire
and interview, and both quantitative and qualitative methods were used for
analysis.The respondents of this study were tenth graders of a private school in
Yogyakarta consisting of 98 students, 52 males, and 46 females.
The results of the questionnaire analysis showed the level of anxiety, that of
the 98 students who were respondents, sixty-two students (63.3%) had a moderate
level of anxiety, twenty-three students (23.3%) had a high level of anxiety, twelve
students (12 .2%) had a low level of anxiety, one student (1%) had a very low level
of anxiety, and no students had a very high level of anxiety (0.0%). Meanwhile,
the results of the interview analysis show the reasons that contribute to students'
anxiety in English, including lackof self-confidence, feeling embarrassed and
nervousness, grammatical errors, lack of preparation, being laughed at by other
people, limited vocabulary, and fear of making mistakes
Eksplorasi etnomatematika pada Permainan Tradisional Congklak
Etnomatematika adalah suatu paradigma pendidikan matematika yang
mendasarkan dirinya pada keterlibatan dan integrasi ide, konsep, dan praktik
matematika yang terakulturasi dalam konteks budaya masyarakat tertentu. Salah satu kebudayaan yang ada yaitu permainan tradisional. Untuk itu peneliti melakukan penelitian terhadap permainan tradisional congklak. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui proses pelaksanaan permainan tradisional congklak. (2) Mengetahui nilai-nilai historis yang terkandung dalam permainan tradisional congklak. (3) Mengetahui dan mendeskripsikan konsep modulo yang terdapat dalam permainan tradisional congklak.
Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi. Objek penelitian ini adalah Permainan Tradisional Congklak terkait aspek historis dan konsep matematika materi modulo. Sedangkan subjek
penelitian ini adalah pengelola Kampoeng Dolanan Nusantara Borobudur dan
Pengelola Museum Pendidikan dan Mainan Kolong Tangga sebagai narasumber. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kebasahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Kemudian analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini didapatkan bahwa permainan tradisional congklak bukan
permainan tradisional asli Jawa. Namun, telah ada di berbagai daerah di Indonesia dengan nama yang berbeda-beda dari sejak dulu. Papan congklak dan biji congklak yang digunakan bergantung pada keadaan alam setiap daerah. Jadi tidak selalu menggunakan papan kayu dan biji sawo kecik. Permainan tradisional congklak ini memiliki filosofi yang dalam terkait dengan sistem pertanian. Permainan congklak ini dapat dimainkan oleh dua orang. Cara bermainnya yaitu dengan mendistribusikan biji congklak dan yang paling banyak biji congklak yang ada di lumbungnya maka akan menjadi pemenangnya. Dalam penelitian ini peneliti mengeksplorasi bahwa terdapat konsep modulo yang ditemukan dalam permainan congklak, dimana konsep modulo tersebut untuk menentukan posisi biji terakhir yang dibagikan. Selain itu juga ditemukan unsur matematika lain yaitu perhitungan penjumlahan. Konsep modulo yang ditemukan dapat digunakan sebagai konteks alternatif pembelajaran matematika pada materi operasi modulo aritmetika
Penanggulangan Residivis terhadap Anak yang Berkonflik dengan Hukum (Studi Kasus di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Yogyakarta)
Kenakalan yang dilakukan oleh anak dengan usia belum mencapai 18 (delapan belas) tahun yang menunjukkan perilaku menyimpang dalam bentuk kenakalan yang mengarah pada tindakan kriminal karena melanggar aturan perundang-undangan biasa disebut dengan Juvenile delequency. Pengulangan tindak pidana yang dilakukan oleh orang yang sama, namun tidak memandang tindak pidana yang dilakukannya sama atau tidak disebut dengan residivis. Pada Pasal 486 KUHP dijelaskan bahwa residivis merupakan penggulangan kejahatan yang sama atau oleh undang-undang dianggap sama macamnya dan telah ada Putusan Hakim.
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui proses penanggulangan residivis terhadap anak yang berkonflik dengan hukum di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Yogyakarta. Kemudian penulis ingin mengetahui kendala dan upaya yang dihadapi oleh Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Yogyakarta dalam penanggulangan residivis terhadap anak yang berkonflik dengan hukum. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif empiris yaitu penelitian yang mengkaji implementasi ketentuan perundang-undangan dan dokumen tertulis secara in action (faktual) pada suatu peristiwa yang terjadi di masyarakat. Metode yuridis sosiologis digunakan pada skripsi ini atau biasa disebut juga penelitian socio legal yang mendekatkan hukum kepada manusia ataupun masyarakat sebagai subjek.
Penelitian ini mendapatkan sebuah hasil yaitu proses yang dilakukan oleh LPKA Yogyakarta dalam penanggulangan anak residivis dengan cara memberikan treatment berupa kerohanian, pendidikan, olahraga dan keterampilan. Treatment ini diberikan berdasarkan hasil sidang TPP, di dalam sidang TPP membahas treatment yang sesuai untuk masing-masing Anak Didik agar tidak mengulangi kejahatannya. Kendala yang dihadapi oleh LPKA Yogyakarta belum adanya kerjasama secara maksimal dengan pihak swasta, anggaran dan SDM pada wali Anak Didik. Upaya yang telah dilakukan LPKA Yogyakarta yaitu dengan cara bekerjasama dengan pihak swasta maupun pemerintah dengan memberikan hasil sertifikat pelatihan keterampilan anak didik, memaksimalkan anggaran dengan memberikan pelatihan otomotif, barbershop, tata boga dan kayu, serta meningkatkan SDM pada wali Anak Didik dengan melakukan pendekatan yang intens
Prarancangan Pabrik Asetilena dari Gas Alam dengan kapasitas 30.000 ton/tahun
Asetilena adalah hidrokarbon rangkap tiga (Etuna) dengan rumus C2H2. Gas
ini dapat larut dalam beberapa pelarut seperti aseton, ammonia, dan N-Metyhyl-2-
Pyrollidone dengan masa jenis yang lebih ringan dari udara yaitu 0,908 g/ml (udara
= 1g/ml). Asetilena banyak digunakan pada industri manufaktur seperti proses
pengelasan dan pemotongan logam, selain itu asetilena juga dapat digunakan
sebagai bahan baku produksi senyawa kimia non-organik dan pembuatan polimer
seperti plastik dan karet sintesis. Rancangan Pabrik Asetilena dengan kapasitas
30.000 ton/tahun akan dibangun di Kawasan Industri Bontang Provinsi Kalimantan
Timur.
Proses produksi asetilena dari gas alam diawali dengan tahap persiapan
umpan berupa gas metana yang berasal dari fresh feed LNG yang diuapkan
menggunakan pemanas uap propana jenuh di Vaporizer (VP-01) yang kemudian
dipisahkan dalam kolom Separator (SP-01). Gas oksigen yang diperoleh dari udara
akan dipanaskan secara terpisah dari gas metana di dalam Furnace (FU-01&FU
02). Produk keluaran Furnace (FU-01&FU 02) akan diteruskan kedalam Reaktor
(R-01) untuk mereaksikan gas metana dengan oksigen. Reiaksii teirseibut beirjalan
seicara adiiabatiis non-isothermal menggunakan metode oksidasi parsial. Untuk
menghasilkan reaksi yang diinginkan kondisi operasi Reaktor (R-01) yang terjadi
adalah 1427°C dengan tekanan 1 atm. Produk keluaran Reaktor (R-01) di
didinginkan secara cepat agar tidak membentuk produk baru. Gas hasil reaksi yang
telah didinginkan dimasukan ke dalam kolom Adsorber (AD-01) untuk dihilangkan
kadar uap airnya. Selanjutnya, produk keluaran didinginkan secara berturut-turut
yang kemudian umpankan kedalam kolom Absorber (AB-01) untuk menyerap 99%
asetilena menggunakan Aseton. Hasil keluaran Absorber (AB-01) didinginkan
kembali dan diteruskan menuju kolom Separator (SP-02) untuk dipisahkan produk
gas dan cairnya.
Utilitas yang didapatkan sebesar 12663,8998 kg/jam, air pendingin
1412,5652 kg/jam, propana sebagai pendingin 531165,0192 kg/jam, propana
sebagai pemanas 7867,3679 kg/jam, udara tekan 30,7862 kg/jam, listrik sebesar
2109,2156 kW, dan bahan bakar 143,4715 kg/jam. Analisis ekonomi pada pabrik
Asetilena didapat modal tetap Rp.31,581,830,014.89, modal kerja
Rp.296,880,378,113.50, dan keuntungan sebelum pajak Rp.57,823,110,226.39.
ROI sebelum pajak sebesar 61% POT sebelum pajak 1,86 tahun, BEP sebesar
47,34% , Shut Down Point (SDP) sebesar 40%, dan Discounted Cash Flow Rate of
Return Down Point (DCFRR) sebesar 22%. Berdasarkan hasil evaluasi ekonomi
dinyatakan bahwa pabrik asetilena layak untuk didirikan dengan resiko pabrik yang
tinggi
Prarancangan Pabrik Polystyrene dengan proses Polimerisasi Bulk Continuous Monomer Stirena kapasitas 60.000 ton/tahun
Polystyrene merupakan bahan baku yang digunakan pada industri polimer
plastik sebagai komponen fleksibilitas dan ketahanan plastik. Perancangan pabrik
polystyrene ini mengggunakan bahan baku styrene monomer dengan kapasitas
60.000 Ton/Tahun dengan metode Bulk Continuous menggunakan Reaktor Tangki
Alir Berpengaduk (RATB). Pabrik ini akan direncanakan dibangun pada daerah
Serang, Banten, dengan faktor pertimbangan berupa produksi bahan baku pembuatan
produk polystyrene, pemasaran produk, serta utilitas dan fasilitas transportasi dalam
mendukung proses pabrik.
Proses pembuatan Polystyrene diawali dengan menghomogenkan larutan
styrene dengan ethylbenzene yang berada pada tangkiMixer-01. Bahan baku dalam
fasa cair berupa larutan styrene disimpan pada tangki Mixer dengan temperatur 30ºC.
Bahan baku berupa larutan styrene dan benzoyl peroxide, kemudian diumpankan ke
dalam Reaktor- 01 pada suhu 130ºC dengan waktu tinggal 9 menit hingga mencapai
konversi 86%. Reaktor kedua (R-02) dioperasikan dengan kondisi operasi dan waktu
tinggal yang sama dengan Reaktor-01 hingga mencapai konversi 98%. Hasil
keluaran Reaktor kemudian di umpankan menuju Filter Press dengan tujuan untuk
memisahkan antara sisa pelarut dan benzoyl peroksida dengan larutan polystyrene.
Sisa pelarut berupa cake akan ditampung dalam bak penampung dan hasil bawah
filter press (FP-01) akan diteruskan ke dalam proses pemisahan yaitu unit flashdrum
(FD-01). Pada proses flashdrum digunakan alat pemisahan berupa flashdrum dengan
suhu operasi 164ºC. Pada flashdrum hasil atas berupa sisa pelarut berupa fase gasdan
hasil bawah berupa larutan polystyrene. Pemisahan pada unit flashdrumbertujuan
mendapatkan spesifikasi produk yang diinginkan yaitu produk dengan kemurnian 98
% yang kemudian akan diumpankan menuju crystalizer (CR-01). Crystalizer (CR01) dioperasikan pada suhu 60ºC dengan hasil keluaran akhir berupa produk kristal
Polystyrene. Kemurnian 98%. Hasil produk akhir kemudian akan di teruskan menuju
proses pengemasan produk (Packaging) yang kemudian produk akan siap
didistribusikan. Air yang diperlukan untuk mengoperasikan pabrik sebesar
9.926,0136 Kg/jam, dengan kebutuhan listrik sebesar 515,5541 kW yang diperoleh
dari PLN dengan cadangan satu generator.
Berdasarkan pertimbangan sifat bahan dan kondisi operasi, dapat dikatakan
bahwa pabrik Polystyrene termasuk pabrik dengan resiko tinggi (high risk). Hasil
analisis ekonomi yang didapatkan, pabrik ini memiliki nilai Fixed Capital Investment
(FCI) sebesar Rp.1.283.878.254.957 dan Working Capital (WC) sebesar
Rp.360.116.374.217. Analisis kelayakan pabrik Polystyrene ini menunjukkan nilai
ROI sebelum pajak sebesar 45�n setelah pajak 32%. Nilai Pay Out Time (POT)
sebelum pajak sebesar 1,81 tahun, setelah pajak yaitu sebesar 4,24 tahun. Nilai Break
Even Point (BEP) sebesar 41,35�n Shutdown Point (SDP) sebesar 25,38%, dan
Discounted Cash Flow Rate (DCFR) sebesar 61,37%. Berdasarkan dari analisis
kelayakan tersebut maka pabrik Polystyrene layak untuk didirikan dan dikaji lebih
lanjut
Prarancangan Pabrik Sodium Nitrate dari Sodium Hydroxide dan Nitric Acid dengan kapasitas 15.000 ton/tahun
Pabrik Sodium Nitrate dengan kapasitas 15.000 ton/tahun menggunakan
bahan baku Sodium Hydroxide dan Nitric Acid. Sodium Nitrate memiliki berbagai
kegunaan, yaitu sebagai bahan baku pembuatan pupuk terutama pupuk NPK,
pembuatan dinamit, pembuatan kalium nitrat, pembuatan kaca, pembuatan cat,
pembuatan korek api, pembuatan batu arang, pembuatan porselen, sebagai reagen
pada analisa kimia, bahan pengawet daging olahan. Sodium Nitrate diproduksi dari
Sodium Hydroxide (40%) dan Nitric Acid (53%) menggunakan Reaktor Alir Tangki
Berpengaduk (RATB) yang beroperasi secara Isothermal pada suhu 60 °C dan
tekanan 1 atm. Produk keluaran dari reaktor (R-01) dialirkan ke Evaporator (EV
01) melalui pompa. Pada kondisi operasi EV-01, tekanan diatur menjadi 0,52 atm
(vakum) dan suhu dipertahankan pada 90 °C untuk menguapkan air dan Nitric Acid.
Hasil dari proses ini terbagi menjadi dua hasil atas EV-01 dialirkan ke Unit
Pengolahan Limbah (UPL) setelah melewati Condenser (CD-01) agar dapat
berubah menjadi fase cair. Sementara itu, hasil bawah EV-01 dialirkan
menggunakan Pompa dan di dinginkan menggunakan Cooler (CL-01) menjadi
50°C sebelum masuk ke Crystalizer (CR-01) untuk dilakukan pengkristalan.
Selanjutnya slurry yang keluar dari CR-01 diangkut menggunakan Screw Conveyor
(SC-01) menuju ke Centrifuge (CF-01). Proses ini merupakan langkah penting
dalam memisahkan dan mengolah produk untuk mendapatkan Sodium Nitrate yang
diinginkan.
Pada Centrifuge (CF-01), dilakukan pemisahan antara padatan Sodium
Nitrate dengan filtrat pada kondisi operasi suhu 50 °C dan tekanan 1 atm. Filtrat
yang keluar dari bagian bawah (CF-01) dialirkan ke Unit Pengolahan Limbah
(UPL). Padatan Sodium Nitrate yang keluar dari Centrifuge (CF-01) diangkut
menggunakan Screw Conveyor (SC-02) menuju Rotary Dryer (RD-01) untuk
mengurangi kadar air. Hasil keluaran dari Rotary Dryer (RD-01) adalah Sodium
Nitrate dengan kemurnian 99%. Produk ini kemudian diangkut menggunakan
Cooling Conveyor dan Bucket Elevator ke dalam tangki penampungan sebagai hasil
akhir dari proses pembuatan Sodium Nitrate.
Pabrik direncanakan berdiri di Cilegon, Banten pada tahun 2029 dengan luas
area 7642 m2. Pabrik direncanakan beroperasi selama 330 hari dalam 1 tahun
dengan bahan baku Sodium Hydroxide dan Nitric Acid. Pabrik Sodium Nitrate
merupakan industri kimia dengan risiko yang rendah. Hasil analisis ekonomi
terhdap perancangan pabrik ini diperoleh Profit on Sales (POS) sebelum pajak
sebesar 23,00�n sesudah pajak sebesar 16,10%. Percent Return of Investment
(ROI) sebelum pajak sebesar 79,33�n sesudah pajak sebesar 55,53%. Pay Out
Time (POT) sebelum pajak 1,15 tahun dan setelah pajak 1,57 tahun. Break Even
Point (BEP) sebesar 40,87�n Shut Down Point (SDP) sebesar 33,42%.
Discounted Cash Flow Rate (DCFR) sebesar 35%. Berdasarkan perhitungan
ekonomi dengan pabrik berisiko rendah, maka dapat disimpulkan bahwa pabrik
layak untuk didirikan
Prarancangan Pabrik Pentaerythritol dari Formalidehyde dan Acetaldehyde kapasitas 15.000 ton/tahun
Pentaeritritol merupakan zat kimia dengan rumus molekul C5H12O4 yangdiperoleh dari kondensasi antara Asetaldehida, Formaldehida dan NatriumHidroksida. Kegunaan Pentaeritritol adalah sebagai bahan baku dalampembuatancat dan surface coating (pelapis permukaan). Pabrik Pentaeritritol direncanakanakan berdiri pada tahun 2028 di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten dengan luas area 20.034 m² kapasitas 15.000 ton/tahun.
Proses produksi Pentaeritritol dijalankan dalam tiga tahapan. Tahappertama yaitu persiapan bahan baku berupa Asetaldehida, Formaldehida danNatrium Hidroksida yang dikondisikan sesuai dengan kondisi operasi reaktor padasuhu 45°C dan tekanan 2 atm Tahap kedua yaitu reaksi berlangsung dalamReaktor Alir Tangki Berpengaduk (RATB) sebagai pendingin reaktor digunakanjaket pendingin dengan media water. Tahap ketiga yaitu pemisahandanpemurnian menggunakan Netralizer, Evaporator, Crystallizer, Centrifuge, danRotary Dryer Produk Pentaeritritol didapatkan dengan kemurnian sebesar 98%. Air yang diperlukan untuk pabrik ini sebesar 85324,6669 kg/jamserta listriksebesar 237,1394 kW yang disediakan oleh PLN dan juga perlu generator sebagai cadangan.
Dilihat dari tinjauan sifat-sifat bahan haku, produk, dan kondisi operasi, pabrik Pentaeritritol ini tergolong sebagai pabrik beresiko tinggi. Hasıl analisisekonomi yang diperoleh yaitu Return on Investment (ROI) sebelumpajak sebesar
31,56% dan setelah pajak sebesar 22,09%. Pay Out Time (POT) sebelumpajakselama 2,41 tahun dan setelah pajak selama 3,12 tahun. Break Event Point (BFP) sebesar 53,67%, Shut Down Point (SDP) sebesar 29,52%, dan DiscountedCashFlow Rate of Return (DCFRR) sebesar 42,1578% Dan data analisis kelayakandiatas disimpulkan bahwa pabrik ini layak untuk dikaji lebih lanjut
Pengembangan game “Spirit Call’s” untuk media pembelajaran interaktif sejarah budaya Indonesia tingkat SMA
Tenaga pendidik tidak hanya dituntut memberikan sebuah pengajaran yang efektif dan inovatif, namun dituntut dapat memberikan perhatian terhadap perkembangan peserta didik,
baik perkembangan inteligensi maupun psikisnya. Dengan adanya teknologi yang dapat dengan mudah diakses pada era globalisasi saat ini, memungkinkan peserta didik untuk mengakses informasi secara cepat dan mudah hanya dengan memanfaatkan penggunaan smartphone. Oleh karena itu penulis menggabungkan game sebagai metode pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan minat belajar dari peserta didik.
Penelitian ini akan menggunakan metode R&D (Research and Development) yang terdiri dari identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, acuan referensi & kebutuhan asset, desain produk & validasi desain, pengembangan produk, uji coba produk, revisi produk dan peluncuran produk. Pada tahap awal penelitian digunakan teknik observasi dan wawancara untuk mengetahui permasalahan yang terjadi di sekitar subjek. Pada tahap desain produk, diterapkan teknik visualisasi dan ilustrasi pada kertas dan desktop untuk mendapatkan gambaran awal dari aplikasi yang akan dibuat. Pada tahap review desain produk, hasil desain yang belum sesuai dengan kebutuhan pengguna dievaluasi dan diperbaiki, Langkah ini akan menghasilkan desain game yang valid. Pada tahap pengujian produk, pengujian dilakukan untuk melihat dan memperoleh informasi tentang produk yang dibuat sesuai dengan tujuan penelitian.
Pengembangan game berbasis android yang dikembangkan menggunakan Unity sebagai media pembelajaran ini telah divalidasi oleh ahli media dan ahli materi, pengujian Black Box Testing serta User Experience Questionnaire. Hasil rata-rata pengujian ahli media menunjukkan angka 81.33%, hasil rata-rata pengujian ahli materi menunjukkan angka 84%, hasil uji Black Box Testing adalah 100%, dan uji pengguna dengan total 36 responden menunjukkan angka rata- rata 86,17%. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat membantu peserta didik untuk terus bersemangat belajar kapanpun dan dimanapun