IAIN Palangka Raya

IAIN Palangkaraya
Not a member yet
    6024 research outputs found

    Analisis Konsep Sistem Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Kalteng Terhadap Perkembangan Umkm Palangka Raya

    No full text
    Abstrak Perkembangan teknologi informasi berkembang dengan pesat. UMKM perlu mendapatkan bimbingan wirausaha, membuka perluasan jaringan bisnis, mendapatkan pelatihan profesional, serta pendidikan yang didukung dengan beragam fasilitas dalam mengembangkan UMKM. menyikapi hal ini Jaringan Pengusaha Nasional siap menjangkau para pelaku UMKM agar semakin berkembang. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji (1) konsep dan sistem Jaringan Pengusaha Nasional (JAPNAS) Kalteng terhadap Perkembangan UMKM di Palangka Raya, (2) kendala dalam penerapan konsep dan sistem Jaringan Pengusaha Nasional (JAPNAS) Kalteng terhadap Perkembangan UMKM di Palangka Raya. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, subjek penelitian ini Wakil Ketua Umum Bagian Pembinaan Jaringan di Jaringan Pengusaha Nasional dan Pelaku UMKM selaku anggota JAPNAS. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengabsahan data menggunakan Teknik tringulasi sumber, yaitu pengumpulan data dan informasi yang sejenis dari berbagai sumber yang berbeda. Adapun teknik analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program-program JAPNAS efektif dan efisien untuk UMKM dalam mengembangkan usahanya. Hal itu dapat dibuktikan dengan adanya perkembangan dalam usaha anggota yang sebelumya hanya mempunyai 1 store sekarang sudah banyak membuka cabang terutama diluar kota. Kendala dalam menjalankan program-programnya yaitu dalam pendampingan untuk UMKM masih belum maksimal karena di JAPNAS sendiri pengurusnya masih sedikit dan hanya beberapa yang aktif untuk mendampingi anggota dalam hal perizinan atau prosedur pembayaran pajak. Abstract The development of information technology is growing rapidly. UMKM need to get entrepreneurial guidance, open up the expansion of business networks, get professional training, and education supported by various facilities in developing UMKM. in response to this, the National Entrepreneurs Network is ready to reach UMKM players to further develop. This research was conducted to examine (1) the concept and system of the Central Kalimantan National Entrepreneurs Network (JAPNAS) towards the development of UMKM in Palangka Raya, (2) obstacles in the application of the concept and system of the Central Kalimantan National Entrepreneurs Network (JAPNAS) towards the development of MSMEs in Palangka Raya. This research is a field research, the method used in this research is a qualitative method, the subject of this research is the Deputy Chairperson of the Network Development Section in the National Entrepreneurs Network and UMKM actors as members of JAPNAS. Data collection techniques are carried out by observation, interviews, and documentation. Data validation techniques use source tringulation techniques, namely collecting similar data and information from different sources. The data analysis techniques are data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. The results of this study indicate that JAPNAS programs are effective and efficient for UMKM in developing their businesses. This can be proven by the development in the business of members who previously only had 1 store, now many have opened branches, especially outside the city. The obstacle in running its programs is that the assistance for UMKM is still not optimal because in JAPNAS itself the management is still small and only a few are active in assisting members in terms of licensing or tax payment procedures

    Strategi Manajemen Pelayanan Di Hotel Best Western Batang Garing Palangka Raya

    No full text
    Abstrak Strategi manajemen merupakan langkah-langkah strategis yang mampu meningkatkan posisi bersaing diantara kompetitor-kompetitor lain. Salah satu yang mempengaruhi kepuasan konsumen adalah kualitas pelayanan. kualitas pelayanan berfokus pada upaya pemenuhan kebutuhan dan keinganan pelanggan serta ketepatan penyampaiannya untuk menyeimbangi harapan pelanggan. Dengan tujuan peneliti mengetahui dan menganalisis strategi manajemen dalam meningkatkan kualitas pelayanan, dan menganalisis implementasi strategi mananjemen dalam meningkatkan kialitas pelayanan ditinjau dari perspektif Islam. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dan jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah manager room and service dan supervisior food and beverage Hotel Best Western Batang Garing Palangka Raya. Serta dua informan. Teknik penentuan subjek menggunakan purporsive sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan langkah-langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) strategi manajemen dalam pelayanan hotel Best Western adalah dengan memberikan pelayanan prima (service excellent) atau pelayanan istimewa di buktikan dengan setandarisi hotel bintang empat. 2) Menurut perspektif ekonomi Islam di buktikan dengan komitmen menghadirkan makanan dan minuman halal, dalam Kualitas pelayanan yang baik adalah pelayanan yang memberikan dampak kepuasan bagi pelanggan. Tolok ukur kualitas pelayanan dalam ekonomi Islam disebut dengan standardisasi syariah. Inilah yang kemudian dijadikan sebagai standar penilaian. terciptanya pelayanan prima adalah dengan menerapkan lima dimensi kualitas pelayanan yaitu, Bukti fisik (tangibles), Reliabilitas (reliability), Daya tanggap (responsiveness) Jaminan (assurance) dan Empati (emphaty). Jika kelima indicator tersebut ditingkatkan tentu akan sangat menunjang kualitas pelayanan yang baik. Abstract Management strategy is a strategic step that can improve the competitive position among other competitors. One of the things that affects customer satisfaction is service quality. service quality focuses on efforts to fulfill customer needs and desires and the accuracy of their delivery to balance customer expectations. With the aim of researchers to know and analyze management strategies in improving service quality, and analyze the implementation of management strategies in improving service quality from an Islamic perspective. The approach in this study uses a descriptive qualitative approach, and this type of research is a type of case study research. The subjects in this research are room and service manager and food and beverage supervisor of Best Western Batang Garing Hotel Palangka Raya. As well as two informants. The technique of determining the subject using purporsive sampling. Data analysis in this study uses steps, namely data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validation uses data source triangulation techniques. The results of this study show that 1) the management strategy in the Best Western hotel service is to provide excellent service or special service in proof with the standard of four star hotels. 2) According to the Islamic economic perspective is proofed with the commitment to deliver halal food and beverages, in Good quality of service is the service that has an impact satisfaction for customers. The measure of the quality of service in the Islamic economy is called the standardization of Shariah. This is what later became the standard of judgment. The creation of primary service is by applying five dimensions of service quality, namely, physical evidence (tangibles), reliability (reliability), responsiveness (responsiveness), assurance (assurance) and empathy. (emphaty). If these five indicators were to be improved, it would be a great boost to the quality of service

    Praktik Penetapan Harga Eceran Pupuk Subsidi Di Kabupaten Seruyan Perspektif Ekonomi Islam

    No full text
    Abstrak Penelitian ini berangkat dari sebuah fenomena yang terjadi di masyarakat Kabupaten Seruyan, dimana adanya praktik penetapan harga eceran pupuk subsidi yang tidak sesuai dengan HET yang sudah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 734 Tahun 2022. Tujuan dalam penelitian ini yaitu: (1)Untuk mengetahui bagaimana praktik penetapan harga eceran pupuk subsidi di Kabupaten Seruyan. (2)Untuk mengetahui bagaimana praktik penetapan harga eceran pupuk subsidi di Kabupaten Seruyan perspektif ekonomi Islam. (3)Untuk mengetahui latar ekonomis, sosiologis dan psikologis pelaku usaha dalam menetapkan harga eceran pupuk subsidi di Kabupaten Seruyan. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah pengecer resmi pupuk subsidi, petani padi dan pihak DKPP Kabupaten Seruyan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teori. Adapun teknik analisis data yang digunakan, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Temuan penelitian ini adalah praktik penetapan harga eceran pupuk subsidi di Kabupaten Seruyan tidak sesuai dengan ketetapan pemerintah dalam Kepmentan Nomor 734 Tahun 2022. Dari perspektif ekonomi Islam, praktik penetapan harga eceran pupuk subsidi bisa dikatakan tidak sesuai dengan ekonomi Islam, karena tidak memenuhi prinsip ar-ridha, persaingan pasar yang sehat, kejujuran dan keadilan. Adapun latar belakang yang mempengaruhi penetapan harga adalah karena mereka menginginkan keuntungan yang memadai, penetapan harga dipengaruhi oleh lingkungan pelaku usaha dan empati pelaku usaha terhadap para petani. Abstract This research departs from a phenomenon that occurs in the community of Seruyan Regency, where there is a practice of determining the retail price of subsidized fertilizers that are not in accordance with HET which has been stipulated in the Decree of the Minister of Agriculture Number 734 of 2022. The objectives in this study are: (1) To find out how the practice of retail pricing of subsidized fertilizers in Seruyan District. (2) To find out how the practice of retail pricing of subsidized fertilizers in Seruyan District from an Islamic economic perspective. (3) To find out the economic, sociological and psychological background of business actors in setting the retail price of subsidized fertilizers in Seruyan Regency. This research method is descriptive qualitative. The subjects in this study were official retailers of subsidized fertilizers, rice farmers and the DKPP of Seruyan Regency. Data collection techniques are carried out by observation, interviews and documentation. Data validation is done using source triangulation and theory triangulation. The data analysis techniques used, namely data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing and verification. The finding of this study is that the practice of determining the retail price of subsidized fertilizers in Seruyan Regency is not in accordance with government provisions in Ministerial Decree Number 734 of 2022. From the perspective of Islamic economics, the practice of setting retail prices of subsidized fertilizers can be said to be incompatible with Islamic economics, because it does not meet the principles of ar-ridha, healthy market competition, honesty and fairness. The background that affects pricing is because they want adequate profits, pricing is influenced by the environment of business actors and business actors' empathy for farmers

    Praktik Jual Beli Kartu Gesekan Berhadiah Di Desa Tuyau Kabupaten Barito Timur Ditinjau Dari Hukum Islam

    No full text
    Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi adanya jual beli kartu gesekan berhadiah. Dimana yang ada unsur untung-untungan, yang dapat mengarah pada maisir atau judi. Fokus penelitian ini yaitu pertama Bagaimana latar belakang terjadinya praktik jual beli kartu gesekan tersebut. Kedua, Bagaimana praktik jual beli kartu gesekan tersebut apabila ditelaah berdasarkan hukum Islam. Jenis penelitian adalah yuridis sosiologis dengan menggunakan pendekatan sosiologi hukum Islam. Adapun hasil penelitian ini pertama, praktik jual beli kartu gesekan berhadiah di Desa Tuyau dilatarbelakangi beberapa hal yaitu: penawaran dari agen, hadiah yang menarik, keuntungan yang menggiurkan, ketidaktahuan penjual maupun pembeli terkait hukum praktik jual beli kartu gesekan berhadiah, sehingga ada beberapa tindakan yang dilakukan masyarakat termasuk diantaranya adalah tindakan tradisional, rasionalitas instrumental, dan rasionalitas nilai. Kedua, berdasarkan hukum Islam ada beberapa hal yang melanggar yaitu praktik penggesekan yang berpotensi adanya kecurangan, berharap lebih terhadap hadiah yang diinginkan, pembeli yang untung, tetapi disisi lain dia mengambil kecurangan dari sekian banyak pembeli yang zonk. Praktik jual beli kartu gesekan berhadiah rukun dan syarat jual belinya tidak terpenuhi ma’qud alaih nya, tidaklah sah jual beli yang menimbulkan keraguan salah satu pihak, akadnya batil demi hukum tidak sah baik pokok maupun sifatnya. Dzari’ah adalah apa-apa yang menjadi jalan menuju pada hal-hal kepada yang diharamkan atau menuju pada jalan yang diharamkan. Jalan yang menuju pada yang haram maka hukumnya haram. Suatu hal yang dapat mengantarkan kepada keburukan disebut sadd adz-dzari’ah yaitu tidak boleh bahkan haram. Abstract This research is motivated by buying and selling swipe cards with prizes. Where there is an element of chance, which can lead to maisir or gambling. The focus of this research is first, what is the background to the practice of buying and selling scrap cards. Second, how is the practice of buying and selling scratch cards when examined based on Islamic law. This type of research is sociological juridical using the sociological approach to Islamic law. The results of this study, first, the practice of buying and selling scratch cards with prizes in Tuyau Village is motivated by several things, namely: offers from agents, attractive prizes, tempting profits, ignorance of both sellers and buyers regarding the legal practice of buying and selling scratch cards with prizes, so there are several actions that carried out by the community including traditional actions, instrumental rationality, and value rationality. Second, based on Islamic law there are several things that violate, namely the practice of swiping which has the potential for fraud, hoping for more of the desired prize, the buyer who profits, but on the other hand he takes fraud from so many zonk buyers. The practice of buying and selling friction cards with prizes in harmony and the terms of sale and purchase are not fulfilled ma'qud alaih, it is illegal to buy and sell which raises doubts from one of the parties, the contract is null and void by law invalid both in substance and in nature. Dzari'ah is anything that leads to things that are forbidden or leads to things that are forbidden. The path that leads to the unlawful is unlawful. A thing that can lead to evil is called sadd adz-dzari'ah, that is, it is not even permissible to do so

    Kriteria Memilih Pasangan Ideal Generasi Z Perspektif Mahasiswa Iain Palangka Raya Dan Um Palangka Raya

    No full text
    Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi pada kriteria memilih pasangan ideal generazi z perspektif mahasiswa IAIN Palangka Raya dan UM Palangka Raya yang mana mahasiswa generasi z memiliki karakter selektif dalam memilih pasangan ideal yaitu mengutamakan kecantikan dan ketampanan sebagai pasangan ideal yang layak untuk dinikahi. Oleh karena itu penelitian ini difokuskan pada perspektif mahasiswa tentang pasangan ideal di Kota Palangka Raya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum empiris, sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan socio-legal. Adapun penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan subjek yang secara keseluruhan berjumlah 20 (duapuluh) orang yaitu mahasiswa generasi z. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perspektif mahasiswa generasi z tentang pasangan ideal mereka beragam tidak hanya terpaku pada hukum Islam yang mana harus memperhatikan 4 hal yaitu Agama, Kecantikan, Harta dan Keturunan. Beberapa subjek memiliki perspektif bahwa pasangan ideal mereka tidak harus religius karena bisa belajar agama bersama dalam membangun rumah tangga, tidak harus cantik atau tampan apalagi memiliki harta yang melimpah dan beberapa orang lain memiliki perspektif bahwa pasangan ideal mereka haruslah religius, harus cantik dan serba bisa. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa generasi z memiliki karakter yang semakin jauh dari pengetahuan nilai-nilai agama, berubahnya perspektif dan kebiasaaan kehidupan yang membawa kontiribusi luar biasa bagi penurunan kualitas agama dan kehidupan rumah tangga. Abstract This research is motivated by the criteria for choosing the ideal partner of the generation z perspective of IAIN Palangka Raya and UM Palangka Raya students, where generation z students have a selective character in choosing an ideal partner, namely prioritizing beauty and good looks as an ideal partner worthy of marriage. Therefore this research is focused on the perspective of students about the ideal partner in the City of Palangka Raya. This research is a type of empirical legal research, while the approach used in this research is a socio-legal approach. This research used a descriptive qualitative method using a total of 20 (twenty) subjects, namely generation z students. Data collection was carried out by interview, observation and documentation techniques. The results of the study show that the perspectives of students of the z generation about their ideal partner are diverse, not only fixated on Islamic law which must pay attention to 4 things, namely Religion, Beauty, Wealth and Heredity. Some subjects have the perspective that their ideal partner doesn't have to be religious because they can study religion together in building a household, they don't have to be beautiful or handsome let alone have abundant wealth and some others have the perspective that their ideal partner must be religious, must be beautiful and versatile. It can be concluded that the z generation has a character that is increasingly distant from the knowledge of religious values, changes in perspectives and life habits that bring extraordinary contributions to the decline in the quality of religion and household lif

    Analisis Hukum Islam Terhadap Penentuan Waktu Perkawinan Dalam Kitab Qurrah Al ‘Uyu

    No full text
    Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya pengaturan waktu perkawinan dalam kitab Qurrah al-‘Uyun Syarah Nazam Ibnu Yamun dan kitab Tajul Muluk dengan menjauhi sebagian waktu tertentu yang disebut nahas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bagaimana waktu perkawinan pada kitab Qurrah al-‘Uyun Syarah Nazam Ibnu Yamun dan kitab Tajul Muluk, (2) Bagaimana persamaan dan perbedaan waktu perkawinan antara kitab Qurrah al-‘Uyu>n Syarah Naz}am Ibnu Yamun dan kitab Tajul Muluk, (3) Analisis hukum Islam terhadap penentuan waktu perkawinan dalam kedua kitab tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan perbandingan (comparatif approach) dan konseptual. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Pada kitab Qurrah al-‘Uyun Syarh Nazam Ibnu Yamun pada dasarnya semua waktu itu sama akan tetapi ada beberapa waktu tertentu yang kurang baik dan dijauhi dalam melakukan perkawinan dalam setahun yaitu pada tanggal 12 Muharam, 10 Safar, 4 Rabiul Awwal, 18 Rabiut Tsani, 18 Jumadal Ula, 12 Jumadal Tsani, 12 Rajab, 26 Sya’ban, 24 Ramadhan, 2 Syawwal, 18 Dzulqa’dah, dan 8 Dzulhijah, kendati demikian ada juga waktu yang sangat baik dalam melakukan perkawinan yaitu pada bulan Syawwal dan Ramadhan. Sedangkan pada kitab Ta>jul Muluk ada waktu yang kurang baik dalam melakukan perkawinan yang dijauhi karena kenahasan pada hari itu yaitu tanggal 3, 5, 13, 16, 21, 24, 25, 26 setiap bulan. (2) Kedua kitab itu sama-sama mengakui adanya waktu kurang baik dalam melakukan perkawinan diistilahkan oleh para ulama dengan waktu nahas yang merupakan bentuk suatu ihtiyat (kehati-hatian) dan ikhtiar dalam mencari waktu yang terbaik, memperindah dalam melangsungkan perkawinan. Adapun perbedaannya adalah mengenai terjadinya waktu tersebut. (3) Apabila ditinjau dari hukum Islam terhadap penentuan waktu perkawinan pada kitab Qurrah al-‘Uyun Syarah Nazam Ibnu Yamun dan kitab Tajul Muluk diperbolehkan sebagai bagian ikhtiar dan bentuk ihtiyat (kehati-hatian), dalam memilih waktu terbaik untuk melakukan perkawinan bahkan ikhtiar dianjurkan dalam Islam, memperindah pelaksanaan perkawinan dan ditekankan agar tidak sampai menyentuh aspek akidah. Ditinjau dari sisi Maslahah Mursalah merupakan ikhtiar yang sifatnya tahsiniyah, sedangkan al-Z{ari>’ah memandang bahwa metode tersebut tergolong dalam fath al-zari’ah. Abstract خلفية هذا البحث تظهر بوجود تنظيم أوقات الزواج فى كتاب قرة العيون بشرح نظم ابن يامون و كتاب تاج الملك بأن يتوقى بعض الأوقات المعينة المسماة بالنحس. و أهداف هذا البحث لمعرفة: ١. كيف أوقات الزواج المذكورة فى كتاب قرة العيون بشرح نظم ابن يامون و كتاب تاج الملك؟ ٢. كيف تماثل وتمايز أوقات الزواج بين كتاب قرة العيون بشرح نظم ابن يامون و كتاب تاج الملك؟ ٣. كيف تحليل أحكام الشرعية لتنظيم أوقات الزواج المذكورة فيهما؟ هذا البحث هو البحث المكتبي بتقرب المقارني والمفاهمي. أما تقنية جمع البيانات المستخدمة هي التوثيق. ونتائج هذا البحث هي: ١. كما ذكر فى كتاب قرة العيون بشرح نظم ابن يامون على أن فيه الأوقات كلها سواء بل بعضها مكروهة اي ليست جيدا وأن يتوقى اثنا عشر يوما فى السنة وهي اليوم الثاني عشر من شهر المحرم والعاشر من شهر صفر والرابع من شهر ربيع الأول الثامن عشر من شهر ربيع الثانية والثامن عشر من شهر جمادى الأولى والثانى عشر من شهر جمادى الثانية والثانى عشر من شهر رجب والسادس وعشرون من شهر شعبان والرابع وعشرون من شهر رمضان والثانى من شهر شوال والثامن عشر من شهر ذي القعدة والثامن من شهر ذي الحجة ومع ذلك فيها أوقات مستحبة لعقد الزواج وهي شهر شوال ورمضان. وأما فى كتاب تاج الملك فيه أوقات مكروهة لعقد الزواج والأحتراز منهاللنحس وفى شهر ثمانية أيام وهي اليوم الثالث والخامس، والثالث عشر، والسادس عشر، والحادى والعشرون والرابع والعشرون والخامس والعشرون والسادس والعشرون٢. اتفق المؤلفان فى كتابهما بوجود أوقات مكروهة والاحتراز منها لعقد الزواج فسما العلماء بيوم النحس من باب اختيارهم واحتياطهم فى تحسين أوقات عقد الزواج. أما الفرق بين كتاب قرة العيون بشرح نظم ابن يامون وكتاب تاج الملك هو حدوث أيام نحس٣. وفى ساحة الحكم الشرعي أنّ تعيين أوقات الزواج فى كتاب قرة العيون بشرح نظم ابن يامون و كتاب تاج الملك جائز ومباح من باب الاختيار والاحتياط فى انتقاء حسن الوقت وتحسينه لعقد الزواج، بل الاختيار مستحب شرعا مالم يكن ضررا للعقائد. وأن الاختيار فى هذه المشكلة تحسينية على حسب مصلحة مرسلة، وفى الذريعة انها من فتح الذريعة الكلمات المفتاحية: حكم الشرعي, وقت الزواج, قرة العيون بشرح نظم ابن يامون, تاج المل

    Pemenuhan Hak Dan Kewajiban Nafkah Dalam Keluarga Yang Terlilit Hutang Di Kecamatan Wita Ponda Kabupaten Morowali

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keluarga yang berpenghasilan sedikit sedangkan hutang yang dimiliki melebihi penghasilan mereka. Salah satu penyebabnya yaitu karena gaji suami tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan istri. Hal inilah yang membuat mereka harus berhutang. Namun, justru dengan berhutang malah membuat mereka semakin sulit dalam mengelola keuangan, sehingga berakibat pada hutang yang kian menumpuk. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah: (1) Apa faktor penyebab keluarga dapat terlilit hutang di Kecamatan Wita Ponda Kabupaten Morowali (2) Bagaimana pemenuhan hak dan kewajiban dalam keluarga yang terlilit hutang di Kecamatan Wita Ponda Kabupaten Morowali?. Penelitian ini menggunakan pendekatan socio legal. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian dalam penelitian ini terdiri dari 3 (tiga) orang keluarga yang terlilit hutang dan 3 (tiga) orang sebagai informan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori Maqa>s}hid asy-syari>’ah, teori sosiologi pengetahuan, dan teori psikologi keluarga. Hasil penelitian menunjukkan: 1) faktor penyebab keluarga terlilit hutang di Kecamatan Wita Ponda di antaranya untuk menambah modal usaha, untuk memenuhi kebutuhan primer dan tersier, serta untuk membayar hutang lain. 2) pemenuhan hak dan kewajiban dalam keluarga yang terlilit hutang di Kecamatan Wita Ponda di antaranya adalah nafkah sandang keluarga, nafkah pangan keluarga, nafkah papan keluarga, dan nafkah pendidikan. Abstract This research is motivated by families who earn little while the debt they have exceeds their income. One of the reasons is because the husband's salary is not enough to meet the wife's needs. This is what makes them have to go into debt. However, debt actually makes it more difficult for them to manage their finances, resulting in debts that increasingly pile up. The problem formulation in this research is: (1) What are the factors that cause families to be in debt in Wita Ponda District, Morowali Regency? (2) How are the rights and obligations fulfilled in families who are in debt in Wita Ponda District, Morowali Regency? This research uses a socio-legal approach. The data collection techniques used in this research were interviews, observation and documentation. The research subjects in this study consisted of 3 (three) families who were in debt and 3 (three) people as informants. The theories used in this research are Maqa>s}}id al-s}yari>’ah theory, sociological theory of knowledge, and family psychology theory. The research results show: 1) the factors causing families to be in debt in Wita Ponda District, Morowali Regency include increasing business capital, meeting primary and tertiary needs, and paying other debts. 2) fulfilling the rights and obligations of livelihood in families in debt in Wita Ponda District, Morowali Regency, including providing for family clothing, providing for family food, providing for family housing, and providing for education

    Penerapan Kewenangan Dinas Tenaga Kerja Terhadap Hubungan Industrial Selama Masa Pandemi Covid 19 Di Kota Palangka Raya

    No full text
    Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh keadaan pandemi yang memaksa seluruh sektor mengalami perubahan dan penyesuaian termasuk Dinas Tenaga Kerja Kota Palangka Raya dalam menghadapi hubungan Industrial. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua rumusan masalah yaitu 1) Bagaimana penerapan kewenangan Dinas Tenaga Kerja Kota Palangka Raya Terhadap Praktik Pemutusan Hubungan Kerja Kota Palangka Raya selama masa COVID-19?. 2) Apa kendala Dinas Tenaga Kerja Kota Palangka Raya dalam menghadapi Praktik Pemutusan Hubungan Kerja Kota Palangka Raya selama masa COVID-19?. Subjek penelitian adalah tiga orang dari pihak Dinas Tenaga Kerja Kota Palangka Raya dan dua orang informan dari pekerja terimbas Pemutusan Hubungan Kerja selama masa COVID-19 . Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Lebih spesifiknya penelitian ini adalah penelitian hukum yuridis sosiologis untuk memahami Penerapan Kewenangan Dinas Tenaga Kerja Kota Palangka Raya terhadap praktik Pemutusan Hubungan Kerja selama masa COVID-19. Adapun penggalian data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi, data diolah dan dianalisis atau verifikasi. Hasil penelitian ini sebagai berikut: 1) Penerapan Kewenangan Dinas Tenaga Kerja Kota Palangka Raya terhadap praktik Pemutusan Hubungan Kerja Kota Palangka Raya selama masa COVID-19 yaitu; memproses delik aduan, namun tidak ditemukan delik aduan selama pandemi. 2) Berkomitmen memfasilitasi mediasi antara pihak-pihak dalam kaitan hubungan industrial. 3)Memberikan dukungan dan bantuan dalam bentuk pelatihan kerja bagi para pekerja yang terimbas Pemutusan Hubungan Kerja selama masa pandemi COVID- 19. 2)Kendala Dinas Tenaga Kerja Kota Palangka Raya dalam menerapkan kewenangan Pemutusan Hubungan Kerja Kota Palangka Raya selama masa COVID-19 dapat yaitu; 1) Keterbatasan sumber daya berupa anggaran, tenaga manusia, infrastruktur, dan teknologi. 2) Kebijakan dan regulasi yang belum memadai. 3) Minimnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait hak-hak ketenagakerjaan dan perlindungan pekerja selama pandemi COVID-19 Abstract This study were motivated by a pandemic situation that forced all sectors to experience changes and adjustments, including the Palangka Raya City Manpower Office in dealing with industrial relations. This research aims to answer two problem formulations, namely 1) How is the application of the authority of the Palangka Raya City Manpower Office regarding the Practice of Terminating Employment Relations in Palangka Raya City during the COVID-19 period? 2) What are the obstacles to the Palangka Raya City Manpower Department in dealing with the Practice of Terminating Palangka Raya City Employment Relations during the COVID-19 period? The research subjects were three people from the Palangka Raya City Manpower Office and two informants from workers affected by Termination of Employment during the COVID-19 period. This type of research is field research with a descriptive qualitative approach. More specifically, this research is a sociological juridical legal research to understand the Application of the Authority of the Palangka Raya City Manpower Service to the practice of Termination of Employment Relations during the COVID-19 period. As for data mining through observation, interviews and documentation, the data is processed and analyzed or verified. The results of this research are as follows: 1) Application of the Authority of the Palangka Raya City Manpower Service to the practice of Terminating Palangka Raya City Employment Relations during the COVID-19 period, namely; processing complaint offenses, but no complaint offenses were found during the pandemic. 2) Committed to facilitating mediation between parties regarding industrial relations. 3) Providing support and assistance in the form of job training for workers affected by layoffs during the COVID-19 pandemic. 2) Obstacles for the Palangka Raya City Manpower Service in implementing the authority to Terminate Palangka Raya City Employment Relations during the COVID-19 period include; 1) Limited resources in the form of budget, human power, infrastructure and technology. 2) Inadequate policies and regulations. 3) Lack of public knowledge and awareness regarding employment rights and worker protection during the COVID-19 pandemic

    Relasi Orang Tua Dan Anak Perspektif Al-Qur’an (Pendekatan Qira’ah Mubadalah)

    No full text
    Abstrak Dewasa ini banyak sekali kasus-kasus yang terjadi di Indonesia seorang anak yang menuntut ibunya ke pengadilan, memukul, membunuh, bahkan mengubur hidup-hidup orang tuanya karena penyakitan. Hal ini miris sekali untuk dilihat dan di dengar. Dalam ajaran Islam dan norma masyarakat anak dituntut untuk selalu patuh kepada orang tua. Anak yang tidak patuh akan di klaim sebagai anak yang “durhaka”. Stigma “durhaka” dalam masyarakat seringkali disandingkan dengan subjek “anak” saja. Padahal, dalam realita yang terjadi di masyarakat tak sedikit orang tua yang justru tidak bisa menunaikan kewajibannya dengan baik sebagai orang tua kepada anak-anaknya. Bahkan, bermunculan pula kasus-kasus eksploitasi terhadap anak, kekerasan pada anak, dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bagaimana relasi orang tua dan anak perspektif Al-Qur’an menggunakan pendekatan Qira’ah mubadalah. Qira’ah mubadalah adalah sebuah pendekatan untuk mencari keadilan antar dua pihak yang memiliki relasi atau kerja sama. Penelitian ini menggunakan metode analisis teks Al-Qur'an dengan pendekatan kualitatif, yaitu ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan relasi orang tua dan anak dikumpulkan dan dianalisis secara mendalam. Analisis dilakukan dengan mempertimbangkan konteks sejarah dan budaya pada saat wahyu Al-Qur'an diturunkan serta mengacu pada penafsiran ulama terkemuka seperti M. Quraish Shihab dan Ibn Katsir. Hasil penelitian menunjukan bahwa orang tua dan anak memeliki hak dan kewajibannya masing-masing. Orang tua memliki kewajiban untuk menafkahi lahir dan bathin, mendidik, membimbing, mendoakan, serta berperilaku adil kepada setiap anak. Sedangkan anak memiliki kewajiban untuk berbakti kepada orang tua, memelihara mereka ketika lanjut usia, senantiasa mendoakan kebaikan untuk keduanya. Sehingga ketika kewajiban itu dijalankan maka akan terpenuhi hak keduanya sebagai orang tua maupun anak.   Abstract Currently, there are numerous cases happening in Indonesia where children sue their mothers, physically harm them, kill them, and even bury their parents alive due to illness. This is extremely distressing to witness and hear about. In Islamic teachings and societal norms, children are expected to be obedient to their parents. Children who are disobedient are considered "rebellious" or "ungrateful." The stigma of being "rebellious" is often associated solely with the subject of "children." However, in reality, there are many parents who are unable to fulfill their responsibilities as parents to their children. Moreover, there are emerging cases of child exploitation, violence against children, and so on. This research aims to explore the relationship between parents and children from the perspective of the Qur'an using the Qira'ah mubadalah approach. Qira'ah mubadalah is an approach to seek justice between two parties who have a relationship or collaboration. This study employs a qualitative analysis method, which involves collecting and analyzing Qur'anic verses related to the relationship between parents and children in depth. The analysis takes into account the historical and cultural context during the revelation of the Qur'an, as well as refers to the interpretations of prominent scholars such as M. Quraish Shihab and Ibn Kathir. The research findings indicate that parents and children have their respective rights and responsibilities. Parents have the obligation to provide for their children's physical and spiritual needs, educate, guide, pray for them, and treat each child fairly. On the other hand, children have the obligation to be dutiful to their parents, care for them in their old age, and continuously pray for their well-being. Therefore, when these obligations are fulfilled, the rights of both parents and children are fulfilled as well

    Metode Dakwah KH. Jumadi Irin Pada Pengajian Majelis Taklim Al-Ghuraba Kota Palangka Raya

    No full text
    Abstrak Dakwah adalah kewajiban bagi setiap muslim, dan untuk menjalankannya dengan efektif, diperlukan adanya metode dakwah. Metode dakwah merupakan cara yang digunakan oleh seorang juru dakwah untuk menyampaikan materi dakwah Islam. Dalam berdakwah banyak metode yang dapat digunakan oleh seorang da’i mulai dari yang bersifat verbal maupun non verbal, seorang da’i dituntut untuk lebih arif dalam memilih metode sesuai dengan kemampuan dan sasaran dakwah. Hal tersebut juga dilakukan oleh KH. Jumadi Irin, beliau menggunakan metode dakwahnya dengan jalan sufistik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan metode dakwah yang digunakan oleh KH. Jumadi Irin di Majelis Taklim Al-Ghuraba Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini mengacu pada model Milles dan Huberman. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa metode dakwah yang digunakan oleh KH. Jumadi Irin pada pengajian Majelis Taklim Al-Ghuraba Kota Palangka Raya yaitu dengan metode Al-Hikmah (Kebijaksanaan), Mauidzhah Al-Hasanah (Nasihat yang baik), dan Mujadallah Billati Hiya Ahsan (Berdialog). Dalam metode Al-Hikmah, beliau menerapkan pendekatan kebijaksanaan dalam berbicara, berperilaku, dan berkelakuan. Dalam metode dakwah ini, beliau menggunakan bahasa yang sopan, lemah lembut, tetapi tetap tegas dan memiliki kewibawaan. Metode Mauidzhah Al-Hasanah digunakan untuk memberikan nasihat kepada jamaah agar tetap taat pada perintah Allah SWT, menjauhi larangan-Nya, dan menerapkan ilmu yang diperoleh selama mengikuti pengajian di majelis taklim dalam kehidupan sehari-hari. Metode dakwah Mujadallah Billati Hiya Ahsan diterapkan dengan cara memberikan waktu luang dan kesempatan kepada para jamaah untuk bertanya setelah penyampaian materi dakwah sudah selesai. Dan metode dakwah kontemporer juga diterapkan dengan menggunakan perangkat komputer untuk menyiapkan materi pengajian yang akan disampaikan pada saat pengajian

    5,416

    full texts

    6,024

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IAIN Palangkaraya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇