IAIN Palangka Raya

IAIN Palangkaraya
Not a member yet
    6024 research outputs found

    Relevansi Pemberlakuan Konsep Syibhul Iddah Laki-Laki Terhadap Pasangan Yang Bercerai di Pengadilan Agama Kota Palangka Raya Perspektif Maqashid Syari’ah Jasser Auda

    No full text
    Abstrak Iddah merupakan masa tunggu untuk kaum perempuan yang ditetapkan jika si istri telah bercerai dengan suaminya. Dalam perkembangan zaman iddah dianggap tidak relevan jika hanya ditetapkan untuk istri yang telah bercerai dari suaminya, tetapi para suami pun harus diberikan ketetapan iddah layaknya perempuan (syibhul iddah). Penelitian ditujukan pada pendapat para praktisi hukum seperti hakim dan petugas Kantor Urusan Agama (KUA). Fokus masalah ini: (1) bagaimana pemberlakuan konsep syibhul iddah bagi laki-laki yang bercerai di Pengadilan Agama Kota Palangka Raya. (2) bagaimana relevansi penerapan konsep syibhul iddah bagi laki-laki yang bercerai di Pengadilan Agama Kota Palangka Raya perspektif maqashid syari’ah Jasser Auda. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Adapun metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian: (1) Pemberlakuan konsep syibhul iddah untuk laki-laki saat ini belum bisa diterapkan di Pengadilan Agama Palangka Raya, karena sampai detik ini para hakim belum menemukan aturan yang khusus mengenai iddah laki-laki. Apabila konsep ini diberlakukan, maka dapat dikaitkan dengan moralitas agama dan etika sosial iddah itu sendiri; (2) Relevansi penerapan konsep syibhul iddah untuk laki-laki yang bercerai di Pengadilan Agama Kota Palangka Raya ditinjau menggunakan teori sistem maqashid syari’ah menurut Jasser Auda melalui fitur yang ditawarkan maka menerapkan konsep syibhul iddah bagi laki-laki lebih memberikan kemaslahatan bagi kedua pihak ketimbang tidak menerapkan konsep tersebut. Oleh karena itu, dianjurkan dengan kata lain, menolak kemudharatan lebih diutamakan. Abstract Iddah is a waiting period for women that is determined if the wife has divorced her husband. In the development of the iddah era it was considered irrelevant if it was only determined for wives who were divorced from their husbands, but husbands also had to be given iddah provisions like women (syibhul iddah). The research is aimed at the opinions of legal practitioners such as judges and officials from the Office of Religious Affairs (KUA). The focus of this problem: (1) how is the implementation of the concept of syibhul iddah for divorced men in the Palangka Raya City Religious Court. (2) what is the relevance of applying the syibhul iddah concept for divorced men in the Palangka Raya City Religious Court from the perspective of Jasser Auda's maqashid shari'ah. This type of research is included in empirical legal research with a qualitative approach. The method of collecting data using observation, interviews and documentation. The results of the study: (1) The implementation of the syibhul iddah concept for men currently cannot be applied in the Palangka Raya Religious Court, because until now the judges have not found specific rules regarding the male iddah. If this concept is enforced, it can be linked to religious morality and social ethics of the iddah itself; (2) The relevance of the application of the syibhul iddah concept for divorced men in the Palangka Raya City Religious Court is reviewed using the theory of the maqashid syari'ah system according to Jasser Auda through the features offered, applying the syibhul iddah concept for men is more beneficial for both parties rather than not applying the concept. Therefore, it is recommended in other words, rejecting harm is preferred

    Keberlakuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 108 Tahun 2019 Perspektif Kepala Kantor Urusan Agama Dan Petugas Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Barito Selatan

    No full text
    Abstrak Lahirnya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 108 Tahun 2019 tentang Pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2018 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil melalui Pasal 48 Ayat (2) memberi kemudahan dan memperbolehkan pembuatan akta kelahiran, cukup dengan menunjukkan kartu keluarga yang mencantumkan bahwa mereka sudah menikah, disertai dengan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM), maka akan dapat dicatat dalam register akta kelahiran dan kutipan akta kelahiran sebagai anak ayah dan ibu meski dengan tambahan frasa “yang perkawinannya belum tercatat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan”. Fokus penelitian ini adalah perspektif Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan dan Petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Barito Selatan mengenai legalitas anak hasil perkawinan tidak tercatat pasca diberlakukannya Peraturan Menteri Dalam Negeri tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum kualitatif dengan menggunakan pendekatan yuridis-empiris. Adapun teknik analisis menggunakan analisis deskriptif dengan menggunakan teori kewenangan, teori kepatian hukum, teori critical legal studies dan teori maqashid syariah. Hasil analisis penelitian ini, adalah Pemerintah memiliki niat baik untuk menciptakan masyarakat yang tertib administrasi, oleh karena itu diterbitkan regulasi yang berkaitan dengan SPTJM. Namun kemudian membuat ambiguitas terhadap beberapa regulasi terkait prosedur penerbitan kartu keluarga dan akta kelahiran dari perkawinan tidak tercatat ini dan dapat menimbulkan ketidakpastian dan ketidakadilan hukum, serta dapat mereduksi keberadaan KUA dan Pengadilan Agama sebagai lembaga legalisasi perkawinan, perceraian dan asal usul anak. Upaya yang lebih tepat yang harus disosialisasikan dan difasilitasi oleh pemerintah dan selanjutnya dilakukan oleh masyarakat yang tidak memiliki akta perkawinan ialah dengan mengajukan permohonan itsbat nikah kepada Pengadilan Agama. Upaya tersebut lebih administratif dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Abstract The issuance of Minister of Home Affairs Regulation Number 108 of 2019 concerning Implementation of Presidential Regulation Number 96 of 2018 concerning Requirements and Procedures for Population Registration and Civil Registration through Article 48 Paragraph (2) makes it easy and allows the production of birth certificates, simply by showing a family card stating that If they are married, accompanied by a Statement of Absolute Responsibility (SPTJM), then they will be able to be recorded in the birth certificate register and birth certificate extract as the child of the father and mother even with the addition of the phrase "whose marriage has not been registered in accordance with the provisions of statutory regulations". The focus of this research is the perspective of the Head of the Subdistrict Religious Affairs Office and Officers of the Population and Civil Registration Service of South Barito Regency regarding the legality of children resulting from unregistered marriages after the enactment of the Minister of Home Affairs Regulation. This type of research is qualitative legal research using a juridical-empirical approach. The analysis technique uses descriptive analysis using authority theory, legal certainty theory, critical legal studies theory and maqashid sharia theory. The results of this research analysis are that the Government has good intentions to create an orderly administrative society, therefore regulations have been issued relating to SPTJM. However, this then creates ambiguity regarding several regulations related to procedures for issuing family cards and birth certificates from unregistered marriages and can give rise to legal uncertainty and injustice, and can reduce the existence of the KUA and Religious Courts as institutions for legalizing marriage, divorce and the origins of children. A more appropriate effort that must be socialized and facilitated by the government and then carried out by people who do not have a marriage certificate is to submit a marriage registration application to the Religious Court. These efforts are more administrative and in accordance with statutory regulations

    Pengaruh Aktivitas Internasional, Transfer Kekayaan, Visibilitas Politik Terhadap Pelaporan Terintegrasi (Pada Perusahaan Industri Manufaktur 2021)

    No full text
    Abstrak Pelaporan Terintegrasi oleh International Integrated Reporting Committee (IIRC) memiliki definisi sebuah proses yang menghasilkan komunikasi oleh organisasi yang paling jelas, laporan terpadu periodik tentang bagaimana strategi organisasi, tata kelola, kinerja, dan prospek yang mengarah pada penciptaan nilai jangka pendek, menengah dan panjang. Tujuan utama pelaporan terintegrasi yaitu untuk menjelaskan kepada penyedia modal keuangan bagaimana sebuah organisasi menciptakan nilai dari waktu ke waktu secara ringkas dan langkap sehingga membuat komunikasi antara manajemen perusahaan dengan para pihak berkepentingan semakin efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Aktivitas Internasional, Transfer Kekayaan, Visibilitas politik, terhadap Pelaporan Terintegrasi. Model regresi dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan industri manufaktur pada bahan kimia, makanan dan minuman, dan obat-obatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2021. Sampel penelitian ini adalah 63 perusahaan industri manufaktur pada bahan kimia, makanan dan minuman, dan obat-obatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2021 dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan Aktivitas Internasional berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap Pelaporan Terintegrasi, Transfer Kekayaan secara parsial tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Pelaporan Terintegrasi, Visibilitas Politik secara parsial tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Pelaporan Terintegrasi, dan Aktivitas Internasional, Transfer Kekayaan, Visibilitas Politik secara simultan berpengaruh terhadap Pelaporan Terintegrasi. Abstract The International Integrated Reporting Committee (IIRC) defines a process that results in communication by the organization in the clearest, periodic integrated reports on how the organization's strategy, governance, performance, and prospects lead to short, medium and long-term value creation. Themain goal of the integration method is to explain to financial capital providers how an organization creates value over time in a concise and concise manner so as to make communication between company management and stakeholders more effective. This study aims to determine the effect of International Activities, Transfer towealth, political Visibility, on Integrated Reporting. The regression model in this study is multiple linear regression analysis. The population in this study is manufacturing industry companies in chemicals, food and beverages, and pharmaceuticals registered in Bursa Efek Indonesia in 2021. The sample of this study is 63 manufacturing industry companies in chemicals, food and beverages, and drugs registered in Indonesia in 2021 using purposive sampling techniques. The results of this study show that International Activities have a positive and partially significant effect on Integrated Reporting, partial transfer of wealth does not have a partial significant effect on Integrated Reporting, Political Visibility partially does not have a partial significant effect on Integrated Reporting, and International Activities, Wealth Transfer, Political Visibility simultaneously influence Integrated Reporting

    Pengaruh Kualitas Akrual Terhadap Respon Pasar Dengan Good Corporate Governance Sebagai Pemoderasi

    No full text
    Abstrak Sektor transportasi merupakan sektor vital dalam mendukung mobilitas sosial dan ekonomi. Pada tahun 2020, dimana pandemi Covid-19 memasuki puncak penyebaran di Indonesia, sektor transportasi merupakan sektor yang paling terdampak karena adanya kebijakan pembatasan mobilitas sosial yang diterapkan pemerintah. Selain itu, terdapat kasus manipulasi laba yang dilakukan perusahaan Garuda Indonesia yang berkaitan dengan pengakuan pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh kualitas akrual terhadap respon pasar, menguji dan menganalisis pengaruh good corporate governance terhadap kualitas akrual, serta menganalisis good corporate governance sebagai variabel moderasi dalam hubungan antara kualitas akrual terhadap respon pasar. Penelitian ini merupakan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode kausal komparatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor transportasi yang terdaftar di BEI dari tahun 2018-2020. Sampel penelitian berjumlah 12 perushaan yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif, estimasi model regresi data panel, uji kesesuaian model regresi, uji prasyarat analisis, uji hipotesis, dan analisis regresi moderasi dimana seluruhnya menggunakan Eviews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas akrual berpengaruh negatif terhadap respon pasar, good corporate governance tidak berpengaruh terhadap respon pasar. Hasil uji regresi moderasi menunjukkan bahwa good corporate governance mampu memperkuat hubungan antara kualitas akrual terhadap respon pasar. Investor diharapkan agar lebih mampu membaca informasi yang diberikan perusahaan, terutama laporan keuangan agar tidak hanya berfokus pada laba yang tinggi, tetapi juga memperhatikan faktor-faktor lain seperti akrual diskresioner dan penerapan corporate governance. Abstract The transportation sector is a vital sector in supporting social and economic mobility. In 2020, when the Covid-19 pandemic entered the peak of its spread in Indonesia, the transportation sector was the most affected sector due to the government's policy of limiting social mobility. In addition, there were cases of profit manipulation by the Garuda Indonesia company related to revenue recognition. This study aims to examine and analyze the effect of accrual quality on market response, examine and analyze the effect of good corporate governance on accrual quality, and analyze good corporate governance as a moderating variable in the relationship between accrual quality and market response. This research is using a quantitative approach using a comparative causal method. The data collection technique used in this study is the documentation technique. The population in this study are transportation sector companies listed on the IDX from 2018-2020. The research sample consisted of 12 companies selected using purposive sampling method. This study used descriptive statistical analysis, panel data regression model estimation, regression model fit test, prerequisite analysis test, hypothesis testing, and moderation regression analysis which all used Eviews 12. The results showed that accrual quality has a negative effect on market response, good corporate governance has no effect on market response. The results of the moderation regression test show that good corporate governance is able to strengthen the relationship between accrual quality and market response. Investors are expected to be better able to read the information provided by the company, especially financial reports so that they do not only focus on high profits, but also pay attention to other factors such as discretionary accruals and the implementation of corporate governance

    Perlakuan Akuntansi Untuk Aset Bersejarah Monumen Tiang Pancang (Tugu Soekarno) Kota Palangka Raya

    No full text
    Abstrak Aset bersejarah disebut sebagai aset yang cukup unik karena memiliki berbagai macam cara perolehannya, tidak hanya melalui pembangunan aset bersejarah namun bisa juga melalui pembelian, donasi, warisan, rampasan, hibah, sitaan ataupun temuan. Aset bersejarah termasuk dalam kategori aset tetap dikarenakan aset bersejarah memenuhi definisi dari aset tetap. Tujuan penelitian ini; 1) Menganalisis PSAP 07 (pengakuan dan penilaian), 2) Mendeskripsikan PSAP 07 (penyajian dan pengungkapan) aset bersejarah Monumen Tiang Pancang (Tugu Soekarno) Kota Palangka Raya. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Adapun subjek dalam penelitian ini terdiri dari 3 orang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalahh observasi, wawancara dan dokumntasi. Kemudian dianalisis melalui tahapan pengumpulan, pengurangan, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan yaitu: 1) Pemerintah Kota Palangka Raya mengakui Monumen Tiang Pancang (Tugu Soekarno) Kota Palangka Raya sebagai cagar budaya peringkat kota wilayah palangka raya dan ditetapkan sebagai aset bersejarah yang didapat melalui pemancangan tiang pada tahun 1957 dengan kepemilikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang menyebabkan masih terjadinya perselisihan wilayah/kepemilikan pastinya terhadap aset Monumen Tiang Pancang. Untuk penilaiannya Monumen Tiang Pancang dinilai dan diukur setiap tahunnya, nilai perolehannya sebesar Rp 5.228.433.400 dan penilaian setiap tahunnya menurun sebanyak Rp 104.568.668/tahun yang berarti aset tersebut mengalami depresiasi dan tidak mengalami apresiasi nilai sesetiap tahunnya. 2) Aset bersejarah Monumen Tiang Pancang (Tugu Soekarno) Kota Palangka Raya disajikan dalam laporan keuangan pemerintah provinsi Kalimantan Tengah dalam bentuk neraca dengan biaya yang digunakan untuk pemugaran aset bersejarah ini berasal dari anggaran pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Pengungkapan aset bersejarah Monumen Tiang Pancang (Tugu Soekarno) Kota Palangka Raya diukur dan dinilai sejak tahun 2014 pasca renovasi dilakukan. Adapun fakta dilapangan untuk penilaian, pengungkapan dan penyajian dari monumen tiang pancang kota Palangka Raya berdasarkan PSAP 07 tahun 2010 masih belum sesuai. Abstract Historic assets are referred to as assets that are quite unique because there are various ways of obtaining them, not only through the construction of historic assets but also through purchases, donations, inheritance, loot, grants, confiscations or finds. Historic assets are included in the category of fixed assets because historic assets meet the definition of fixed assets. The purpose of this research; 1) Analyze PSAP 07 (recognition and appraisal), 2) Describe PSAP 07 (presentation and disclosure) of the historical assets of the Tiang Pancang Monument (Tugu Soekarno) in Palangka Raya City. This research is a field research using qualitative research methods. The subjects in this study consisted of 3 people. Data collection techniques in this study were observation, interviews and documentation. Then it is analyzed through the stages of collecting, reducing, presenting data and drawing conclusions. The results of this study can be concluded, namely: 1) The City Government of Palangka Raya recognizes the Tiang Pancang Monument (Tugu Soekarno) of Palangka Raya City as a cultural heritage ranking city in the Palangka Raya region and is designated as a historic asset obtained through the erection of a pole in 1957 with the ownership of the Provincial Government of Kalimantan Central, which causes disputes over the area/ownership over the assets of the Tiang Pancang Monument. For the evaluation, the Tiang Pancang Monument is assessed and measured annually, the acquisition value is Rp. 5,228,433,400 and the annual valuation decreases by Rp. 104,568,668/year, which means that the asset is depreciating and does not appreciate in value every year. 2) The historical assets of the Tiang Pancang Monument (Tugu Soekarno) of Palangka Raya City are presented in the financial statements of the Central Kalimantan provincial government in the form of a balance sheet with the costs used for the restoration of this historic asset coming from the Central Kalimantan Provincial government budget. Disclosure of the historical assets of the Tiang Pancang Monument (Tugu Soekarno) in the City of Palangka Raya has been measured and assessed since 2014 after the renovation was carried out. As for the facts in the field for the assessment, disclosure and presentation of the piling monument in the city of Palangka Raya based on PSAP 07 of 2010, it is still not appropriate

    Implementasi Standar Akuntansi Pemerintah Pada Kualitas Laporan Keuangan (Studi Pada Badan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Seruyan)

    No full text
    Abstrak Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Seruyan merupakan unsur penunjang urusan pemeritahan di bidang keuangan. Adanya Peubahan regulasi tentang kebijakan akuntansi menjadi salah satu kendala dalam penyusunan laporan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana implementasi Standar Akuntansi Pemerintah berdasarkan PP No. 71 Tahun 2010 dan Implementasi Standar Akuntansi Pemerintah pada kualitas laporan keuangan. Pendekatan penelitian ini merupakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah redukai data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) implementasi Standar Akuntansi Pemerintah Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Seruyan sudah sepenuhnya berpedoman pada PP No. 71 Tahun 2010 tentang penyajian laporan keuangan. kesiapan dari pegawai dalam melaksanakan Standar Akuntansi Pemerintah sudah cukup memadai karena untuk pembuatan laporan keuangan sudah dibantu dengan aplikasi sistem informasi akuntansi yaitu FMIS dan SIPD. Upaya meningkatkan kompetensi dari pegawai mereka mengikuti diklat/bimtek/webinar, bimbingan teknis penyusunan laporan keuangan berbasis akrual yang diadakan pemerintah ataupun swasta. (2) Implementasi Laporan keuangan BKAD Kabupaten bersifat terbuka atau transparansi kepada masyarakat sesuai dengan peraturan yaitu tentang keterbukaan informasi publik yang salah satunya adalah informasi keuangan daerah, menyediakan infomasi yang bisa mengoreksi aktivitas keuangan dimasa lalu dan juga data prediksi masa yang akan datang yaitu dalam CaLK (Catatan atas Laporan Keuangan), memberikan informasi yang jujur sesuai transasksi dan laporan keuangan disusun secara sistematis. Yang mana sudah sesuai dengan standar akuntansi pemerintah tentang kualitas laporan keuangan yaitu relevan, andal, dapat dibandingkan dan dapat dipahami. Abstract The Seruyan Regency Regional Finance and Assets Agency is a supporting element for government affairs in the financial sector. The existence of changes in regulations regarding accounting policies is one of the obstacles in preparing financial reports. This research aims to see how the implementation of Government Accounting Standards based on PP No. 71 of 2010 and Implementation of Government Accounting Standards on the quality of financial reports. This research approach is qualitative. Data collection techniques in this research used observation, interview, and documentation data techniques. The data analysis techniques in this research are data reduction, data presentation, and conclusions. The research results show that the implementation of Government Accounting Standards for the Seruyan Regency Regional Financial and Asset Agency is fully guided by PP No. 71 of 2010 concerning the presentation of financial reports. The readiness of employees to implement Government Accounting Standards is quite ready because the preparation of financial reports has been assisted by the application of accounting information systems, namely FMIS and SIPD. Efforts to increase the competency of their employees take part in training/bimtek/webinars, and technical guidance on preparing accrual-based financial reports provided by the government or the private sector. Regency BKAD financial reports are open or transparent to the public by existing regulations, namely regarding public information disclosure, one of which is regional financial information, providing information that can correct past financial activities and also future prediction data, namely in CaLK (Note regarding Financial Reports, providing honest information according to transactions and financial reports prepared systematically, which is by government accounting standards regarding the quality of financial reports, namely relevant, reliable, comparable and understandable

    Pengaruh Retribusi Pasar Kahayan Terhadap Pendapatan Asli Daerah

    No full text
    Abstrak Dalam rangka lebih memantapkan otonomi daerah yang nyata, dinamis, serasi serta bertanggungjawab, pembiayaan pemerintah dan pembangunan daerah yang dananya bersumber dari Pendapatan Asli Daerah, khususnya yang berasal dari retribusi daerah harus dipungut dan dikelola secara lebih bertanggungjawab. Retribusi Pasar Kahayan merupakan salah satu retribusi yang dipungut oleh Pemerintah Daerah Kota Palangka Raya dan menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah Kota Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh yang diberikan Retribusi Pasar Kahayan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD)Kota Palangka Raya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Menggunakan data sekunder yang diperoleh langsung dari UPTD Pasar Kahayan. Untuk menganalisis pengaruh retribusi pasar dengan menggunakan analisis deskriptif, uji asumsi klasik, análisis liner sederhana dan uji hipotesis dengan menggunakan program SPSS Versi 25. Hasil penelitian menunjukan bahwa retribusi pasar kahayan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan asli daerah kota palangka raya dengan nilai thitung sebesar 3,207 dengan tingkat signifikansi 0,009 < 0,05. Kemudian dihitung dari tingkat kontribus retribusi pasar terhadap PAD Kota Palangka Raya, retribusi pasar cukup berkontribusi yaitu sebesar 10,54% namun masih belum mencapai target retribusi yang telah ditargetkan. Abstract In order to further strengthen real, dynamic, harmonious and responsible regional autonomy, government financing and regional development whose funds come from Regional Original Revenue, especially those derived from regional levies, must be collected and managed more responsibly. The Kahayan Market Levy is one of the levies levied by the Regional Government of Palangka Raya City and is a source of Original Revenue for the Palangka Raya City Area. This study aims to determine how much influence the Kahayan Market Levy has on the Regional Original Revenue (PAD) of Palangka Raya City. The type of research used in this study is quantitative method. Using secondary data obtained directly from UPTD Pasar Kahayan. To analyze the effect of market retribution using descriptive analysis, classical assumption test, simple liner analysis and hypothesis test using SPSS Version 25 program. The results showed that the kahayan market levy had a positive and significant effect on the original income of the Palangka Raya city area with a calculated value of 3.207 with a significance level of 0.009 < 0.05. Then calculated from the level of market levy contribution to Palangka Raya City PAD, the market levy contributed enough to contribute 10.54% but still did not reach the targeted levy target

    Segmentasi Pasar Pada Jasa Percetakan Digital Guna Meningkatkan Penjualan Di Kota Palangka Raya

    No full text
    Abstrak Teknologi digital pada zaman sekarang berkembang pesat, tak hanya pada jaringan internet namun juga dapat dimanfaatkan pada suatu usaha. Seperti usaha digital printing yang semakin maju dan telah banyak membuat produk cetak digital. Banyaknya perkembangan usaha digital printing di Kota Palangka Raya membuat peneliti tertarik untuk meneliti lebih dalam mengenai strategi pemasaran mereka satu sama lain dalam meningkatkan penjualan. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan penelitian yang ingin dicapai yaitu untuk mengetahui segmentasi pasar pada jasa percetakan digital guna meningkatkan penjualan di Kota Palangka Raya dan penentuan faktor-faktor pemilihan lokasi usaha jasa percetakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengambilan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa segmentasi pasar yang diterapkan oleh jasa percetakan digital di kota Palangka Raya yaitu menggunakan beberapa macam segmentasi. Segmentasi geografis dimana perusahaan membuka lokasi diperkotaan yang tempatnya strategis. Segmentasi demografi dengan menjual produk yang beragam sehingga semua kalangan dari berbagai variabel demografi bisa memesan dan tidak membedakan satu dengan yang lain. Segmentasi psikografis menilai pada konsumen yang menginginkan sesuatu secara cepat dan mudah. Segmentasi perilaku dengan memperhatikan kualitas layanan untuk membentuk positioning dibenak konsumen serta manfaat yang diinginkan oleh konsumen. Perusahaan juga menerapkan marketing mix 7P dalam kegiatan pemasarannya. Sementara itu penentuan faktor-faktor pemilihan lokasi usaha jasa percetakan dipengaruhi oleh faktor lingkungan, faktor lalu lintas, faktor persaingan, faktor sarana dan prasarana, faktor kepadatan penduduk serta faktor ekspansi. Abstract Digital technology today is developing rapidly, not only on the internet network but could also be used in a business. Such as digital printing businesses that are increasingly advanced and have made many digital printing products. The many developments of digital businesses in Palangka Raya City make researchers interested in researching more deeply about their marketing strategies with each other in increasing sales. Based on this, the research objective to be achieved is to determine market segmentation in digital services to increase sales in Palangka Raya City and determine the factors for choosing the location of the printing service business. This type of research is field research with a descriptive qualitative approach. The sampling technique in this study used purposive sampling technique. The method of data collection uses interviews, documentation and observation. The findings of this study show that the market segmentation applied by digital services in the city of Palangka Raya uses several kinds of segmentation. Geographical segmentation where the company opens a strategic urban location. Demographic segmentation by selling diverse products so that all people from various demographic variables can order and not distinguish one from another. Psychographic segmentation assesses consumers who want something quickly and easily. Behavioral segmentation by paying attention to service quality to form positioning in the eyes of consumers and the benefits desired by consumers. The company also applies 7P marketing mix in its marketing activities. Meanwhile, the determination of factors for choosing the location of a printing service business is influenced by environmental factors, traffic factors, competition factors, facilities and infrastructure factors, population density factors and expansion factors

    Strategi Pelaksanaan Program Bank Sampah Digital Dalam Menarik Minat Masyarakat Di Kota Palangka Raya

    No full text
    Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya masalah timbunan sampah, penanganan sampah yang tidak dikelola dengan baik akan mengakibatkan pencemaran pada lingkungan. Hadirnya bank sampah digital menjadi jawaban bagi masyarakat sekaligus strategi untuk menarik masyarakat untuk berpartisipasi menjadi anggota bank sampah. tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana strategi teknis pelaksanaan program bank sampah digital dalam menarik minat masyarakat di Kota Palangka Raya, manfaat ekonomi pelaksanaan program bank sampah digital di Kota Palangka Raya dan apa kendala strategi pelaksanaan program bank sampah digital dalam menarik minat masyarakat di Kota Palangka Raya. Jenis penelitian dan pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 orang dari bank sampah dinas lingkungan hidup dan bank sampah jekan mandiri dan 3 orang nasabah sebagai informan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik pengabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Hasil dalam penelitian ini dapat disimpulkan Bank sampah digital adalah Social Enginering yang bergerak dalam bidang pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan konsep aplikasi digital berbasis start-up yaitu aplikasi Mountrash pelaksanaan program bank sampah digital sudah cukup baik terlihat dari strategi yang mereka gunakan dengan menarik minat masyarakat melalui strategi intensif yang terdiri dari strategi penetrasi pasar, strategi pengembangan pasar dan strategi pengembangan produk. manfaat yang dihasilkan dari bank sampah digital ini yaitu hasil dari transaksi sampah yang bisa diuangkan melalui transfer ke rekening bank yang terdaftar pada aplikasi mountrash selain itu, terdapat fitur yang bisa digunakan untuk pembelian pulsa, token listrik PLN dan pembayaran PDAM. kendala yang memengaruhi strategi pelaksanaan program bank sampah digital dalam menarik minat masyarakat di Kota Palangka Raya adalah faktor inrternal yaitu dari manajemen strategi bank sampah dan segi aplikasi dan eksternal yaitu minat masyarakat. Abstract This research is motivated by the many problems of waste piles, waste handling that is not managed properly will result in pollution to the environment. The presence of digital waste banks is an answer for the community as well as a strategy to attract people to participate as members of waste banks. the purpose of the research is to find out how the technical strategy of implementing the digital waste bank program in attracting community interest in Palangka Raya City, the economic benefits of implementing the digital waste bank program in Palangka Raya City and what are the obstacles to the strategy of implementing the digital waste bank program in attracting community interest in Palangka Raya City. The type of research and research approach used is field research with a descriptive qualitative approach. The subjects in this study were 3 people from the environmental service waste bank and jekan mandiri waste bank and 3 customers as informants. Data collection techniques in this study are observation, interviews and documentation. The data validation technique uses triangulation techniques. The results in this study can be concluded that the digital waste bank is Social Enginering which is engaged in community-based waste management with the concept of start-up-based digital applications, namely the Mountrash application, the implementation of the digital waste bank program is quite good as seen from the strategies they use by attracting public interest through intensive strategies consisting of market penetration strategies, market development strategies and product development strategies. The benefits generated from this digital waste bank are the results of waste transactions that can be cashed in through transfers to bank accounts registered in the mountrash application besides that, there are features that can be used to purchase credit, PLN electricity tokens and PDAM payments. obstacles that affect the strategy of implementing the digital waste bank program in attracting public interest in Palangka Raya City are internal factors, namely from the management of the waste bank strategy and in terms of applications and external, namely public interest

    Pengaruh Varian Produk, Harga Dan Suasana Toko Terhadap Keputusan Pembelian Produk Abhista Coffee Di Palangka Raya

    No full text
    Abstrak Saat ini, industri makanan dan minuman merupakan kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi oleh masyarakat. Situasi ini menuntut perusahaan makanan dan minuman untuk terus memahami perilaku pangsa pasar dengan menyediakan produk berkualitas tinggi kinerja tinggi dalam berbagai cara, antara lain inovasi varian produk dengan harga yang kompetitif untuk mencapai keuntungan yang optimal bagi distributor serta suasana toko yang nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh varian produk, harga dan suasana toko terhadap keputusan pembelian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh konsumen yang membeli produk di Kedai Kopi Abhista Coffee dengan jumlah 100 orang. Teknik pengambilan sampel adalah non probability sampling yang diambil secara accidental sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Varian Produk berpengaruh positif tidak signifikan terhadap keputusan pembelian produk Abhista Coffee di Palangkaraya dengan nilai signifikansi sebesar 0,111 lebih besar dari 0,05 (0,1110,5), dan koefisien regresi mempunyai nilai positif sebesar 0,293. (4) Varian Produk, Harga dan Suasana Toko berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian konsumen Abhista Coffee di Palangkaraya. Kesimpulan ini diperoleh dari hasil uji F yang menunjukkan nilai 22,832 dengan signifikansi sebesar 0,000. Abstract At present, the food and beverage industry is a basic need that must be met by the community. This situation requires food and beverage companies to continue to understand the behavior of market share by providing high -quality high -quality products in various ways, including product variants innovation at competitive prices to achieve optimal profits for distributors and comfortable shop atmosphere. This study aims to determine the effect of product variants, prices and atmosphere of the store on purchasing decisions. This study uses a quantitative approach with the survey method. The sample in this study was all consumers who bought products at the Abhista Coffee coffee shop with a total of 100 people. The sampling technique is a non probability sampling taken by accidental sampling. The data analysis technique used is multiple linear regression. The results of this study indicate that: (1) Product variance has no significant positive effect on purchasing decisions for Abhista Coffee products in Palangkaraya with a significance value of 0.111 greater than 0.05 (0.111 0.5), and the regression coefficient has a positive value of 0.293. (4) Product Variants, Prices and Store Atmosphere simultaneously influence the purchasing decisions of Abhista Coffee consumers in Palangkaraya. This conclusion was obtained from the results of the F test which showed a value of 22.832 with a significance of 0.000

    5,416

    full texts

    6,024

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IAIN Palangkaraya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇