IAIN Palangka Raya

IAIN Palangkaraya
Not a member yet
    6024 research outputs found

    Analisis Penerapan Asuransi Syariah Pt. Asuransi Sinar Mas Kc Palangka Raya Perspektif Psak 108

    No full text
    Abstrak PT Asuransi Sinar Mas Kantor Cabang Palangka Raya, adalah kantor cabang sebagai pemasaran produk konvensioanl dan produk syariah, Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan PT Asuransi Sinar Mas Kantor Cabang Palangka Raya dalam dalam proses-proses akuntansi asuransi syariah. Menganalisis kendala dalam proses penerapan asuransi syariah yang menjadi penghambat PT Asuransi Sinar Mas Kantor Cabang Palangka Raya dengan prinsip-prinsip sesuai syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis induktif, Tempat penelitian ini di PT Asuransi Sinar Mas Kantor Cabang Palangka Raya dengan subjek penelitian ialah ketua cabang dan stap marketing sedangkan informan pada penelitian ini yaitu nasabah PT Asuransi Sinar Mas Kantor Cabang Palangka Raya. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan teknik pengabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi data/sumber dan teknik. Selanjutnya teknik analisis data dilakukan dengan empat tahap yaitu Mengumpulkan data, Mengklarifikasikan data, Menganalisis data, dan Mendeskripsikan hasil data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) penerapan asuransi syariah PT. Asuransi Sinar Mas Jiwa Kantor Cabang Palangka Raya perspektif PSAK No.108. PT Asuransi Sinar Mas Kantor Cabang Palangka Raya menerapkan asuransi Syariah kepada klien berdasarkan prinsip Syariah dalam praktiknya, namun secara konseptual, proses praktik melalui pencatatan keuangan tidak sejalan dengan prinsip Syariah. Mengenai apa yang telah dilakukan oleh PT Asuransi Sinar Mas Kantor Cabang Palangka Raya tersebut, belum dilaksanakan sesuai dengan prinsip syariah dalam memasarkan produk asuransi syariah. 2) kendala yang menghambat ialah regulasi/aturan yang membuat praktik dilapangan menjadi terbatas, minimnya tenaga kerja yang berlatar belakang pendidikan Asuransi syariah. Abstract PT Sinar Mas Insurance Palangka Raya Branch Office, is a branch office for marketing conventional products and sharia products. Based on this, this study aims to determine the efforts made by PT Asuransi Sinar Mas KC Palangka Raya in the accounting processes of sharia insurance. Analyzing the obstacles in the process of implementing sharia insurance which are obstacles to PT Sinar Mas Insurance Palangka Raya Branch Office with sharia-compliant principles. This study used a qualitative method with an inductive type. The place of this research was at PT Sinar Mas Insurance Palangka Raya Branch Office with the research subject being the head of the branch and the marketing staff while the informants in this study were customers of PT Sinar Mas Insurance Palangka Raya Branch Office. Data collection techniques used observation, interviews and documentation techniques, while data validation techniques were carried out using data/source and triangulation techniques. Furthermore, data analysis techniques were carried out in four stages, namely collecting data, clarifying data, analyzing data, and describing data results. The results of this study indicate that 1) the application of Islamic insurance PT Sinar Mas Insurance Palangka Raya Branch Office from the perspective of PSAK No.108. PT Sinar Mas Insurance Palangka Raya Branch Office applies Sharia insurance to clients based on Sharia principles in practice, but conceptually, the practice process through financial records is not in line with Sharia principles. Regarding what has been done by PT Sinar Mas Insurance Palangka Raya Branch Office, it has not been carried out in accordance with sharia principles in marketing sharia insurance products. 2) the obstacles that hinder are regulation/rules that limiot practice in the field, the lack of a workforce with an educational background in Islamic insurance

    Perlakuan Akuntansi Atas Barang Lelang Gadai Emas (Studi Pada Unit Pegadaian Syariah Palangka Raya Jalan Dr. Murjani)

    No full text
    Abstrak Pegadaian Syariah merupakan Lembaga Keuangan Syariah yang diminati masyarakat. Produk Pegadaian Syariah yang banyak diminati adalah gadai emas dengan sistem tebusan yaitu 120 hari/4 bulan. Apabila nasabah tidak mampu melunasi pinjamannya yang telah jatuh tempo maka Pegadaian Syariah akan menawarkan solusi yaitu memperpanjang gadaiannya atau akan dilakukan lelang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme pelaksanaan lelang emas dan perlakuan akuntansi atas barang lelang pada UPS Palangka Raya. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah penaksir UPS Palangka Raya dan tiga nasabah yang barang jaminannya dilelang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) mekanisme lelang pada UPS Palangka Raya terdiri dari beberapa tahapan yaitu barang jaminan ditampilkan di etalase, promosi distatus Whattsap nomor kantor UPS Palangka Raya, Rahin yang berminat melakukan penawaran barang yang dijual, barang terjual, dan melakukan pendataan pembeli (KTP dan alamat lengkap) serta mengenai kelebihan penjualan marhun maka UPS Palangka Raya akan mengembalikan kepada rahin dan untuk kekurangan penjualan marhun adalah kewajiban rahin. (2) Perlakuan akuntansi barang lelang pada UPS Palangka Raya mengenai pengakuan dan pengukuran diakui sebagai piutang dan pengukurannya hanya diukur tarif mu’nah dan biaya administrasi sudah sesuai berdasarkan PSAK 107. Penyajian dan pengungkapan barang lelang diakui sebagai piutang usaha yang disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasi dan pendapatan tarif mu’nah serta biaya adminitrasi barang lelang disajikan dalam laporan laba rugi konsolidasi sebagai pendapatan usaha sudah sesuai berdasarkan PSAK 107. Abstract Sharia Pegadaian is a Sharia Financial Institution that is popular with the public. The Sharia Pawnshop product that is in great demand is gold pawning with a redemption system of 120 days/4 months. If the customer is unable to pay off the loan that has matured, Pegadaian Syariah will offer a solution, namely extending the mortgage or holding an auction. This research aims to allow the implementation of gold auctions and the accounting treatment of auctioned items at UPS Palangka Raya. This research is field research using a qualitative descriptive approach. The subjects of this research were UPS Palangka Raya appraisers and three customers whose collateral was auctioned. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation. Data analysis techniques use data reduction, data presentation and conclusions. The results of the research show that (1) the auction mechanism at UPS Palangka Raya consists of several stages, namely guaranteeing that the goods are displayed in the window, promotions on Whattsap status of the UPS Palangka Raya office number, Rahin who participates in making offers for goods sold, goods sold, and collecting data on buyers ( KTP and complete address) as well as regarding excess sales of marhun, UPS Palangka Raya will return it to Rahin and any shortfall in sales of Marhun is Rahin's obligation. (2) The accounting treatment of auctioned goods at UPS Palangka Raya regarding recognition and measurement is recognized as receipt and the measurement is only measured by mu'nah rates and administrative costs which are in accordance with PSAK 107. Presentation and disclosure of auctioned goods is recognized as a business loan which is presented in the consolidated financial statements and mu'nah tariff income and administration costs for auctioned goods are presented in the consolidated income statement as operating income in accordance with PSAK 107

    Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perubahan Biaya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kota Palangka Raya

    No full text
    Abstrak Permasalahan dalam penelitian ini yaitu Meningkatnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran terhadap pembiayaan daerah masih yang tertinggi dibanding dengan Dana Perimbangan, hal ini mengandung arti bahwa tingkat ketergantungan daerah terhadap pemerintah pusat lebih tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah terhadap Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Pada BPKAD, menguji dan menganalisis pengaruh Dana Perimbangan terhadap Anggaran Pendapatan Belanja Daerah pada BPKAD, dan menguji dan menganalisis pengaruh Sisa Lebih Perhitungan anggaran terhadap Anggaran Pendapatan Belanja Daerah pada BPKAD.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian ini yaitu Perubahan Data Tahunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Pada BPKAD dari periode 2018-2022 dengan penentuan sampel menggunakan Time Series. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan analisis yang digunakan adalah analisis linier berganda. Hasil penelitian ini yaitu ada pengaruh antara Pendapatan Asli Daerah terhadap Anggaran Pendapatan Belanja Daerah pada BPKAD Periode 2018-2022. Ada pengaruh antara Dana Perimbangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah pada BPKAD Periode 2018-2022. Tidak ada pengaruh antara Sisa Lebih Perhitungan Anggaran terhadap Anggaran Pendapatan Belanja Daerah pada BPKAD Periode 2018-2022. bahwa 30,6 % variasi nilai Anggaran Pendapatan Belanja Daerah ditentukan oleh peran dari variasi nilai Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan dan Sisa lebih perhitungan anggaran. Dengan kata lain kontribusi Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan dan Sisa lebih perhitungan anggaran dalam mempengaruhi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah adalah sebesar 30,6% sedangkan sisanya 69,4% adalah dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini seperti pajak daerah. Abstract The problem in this research is that the increase in the excess budget balance for regional financing is still the highest compared to the balancing fund, and the excess budget balance, this means that the level of regional dependence on the central government is higher. The purpose of this research is to test and analyze the influence of Regional Original Income on the Regional Revenue and Expenditure Budget at BPKAD, test and analyze the influence of Balancing Funds on the Regional Revenue and Expenditure Budget at BPKAD, and test and analyze the influence of excess budget calculations on the Regional Revenue and Expenditure Budget at BPKAD . This research uses quantitative research methods. The sample in this research is the Annual Data Summary of the BPKAD Regional Revenue and Expenditure Budget from the 2018-2022 period by determining the sample using the Time Series. The data used in this research is secondary data and the analysis used is multiple linear analysis. The results of this research are that there is an influence between Original Regional Income on the Regional Expenditure Budget in the BPKAD for the 2018-2022 period. There is an influence between the Regional Revenue and Expenditure Budget Balancing Fund on BPKAD for the 2018-2022 period. There is no influence between the remaining excess budget calculations on the Regional Expenditure Budget in the BPKAD for the 2018-2022 period. The results of the R-Square value are known to be 30.6%, meaning that it shows that around 24% of the Regional Revenue and Expenditure Budget variable is influenced by Regional Original Income and Long Term Debt to Equity ratio and the remaining 69.4% of Return on Assets is influenced by other variables not examined. in this research

    Problematik Parenting Bagi Ibu Single Parent ( Studi Kasus Di Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya)

    No full text
    Abstrak Upaya merupakan tindakan yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan. Keberhasilan upaya juga bergantung pada usaha yang dilakukan, kemampuan yang dimiliki, serta kerjasama dari pihak sekolah. Pada kenyataannya kedisiplinan siswa masih banyak menjadi masalah di sekolah. Fakta ini terbukti melalui data awal yang menunjukkan bahwa ada beberapa siswa yang terlambat dalam mengikuti upacara dan banyak siswa yang kerap membuat keributan di kelas. Tujuan penelitian dilakukan yaitu untuk mengetahui faktor yang menjadi penyebab terjadinya masalah kedisiplinan siswa dan upaya yang dilakukan guru bimbingan konseling dalam mengatasi masalah kedisiplinan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru bimbingan konseling dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik penyajian keabsahan data dengan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Berdasarkan hasil yang didapatkan bahwa faktor penyebab terjadinya masalah kedisiplinan yaitu siswa sering ribut di kelas yang disebabkan oleh pengaruh teman sebaya dan keterlambatan siswa datang ke sekolah yang disebabkan oleh faktor dari dalam diri siswa dan keluarga. Sedangkan upaya guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi masalah kedisiplinan siswa yaitu dengan memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya kedisiplinan, mengajarkan manajemen waktu dan memberikan motivasi untuk menjaga kedisiplinan. Pencegahan masalah kedisiplinan guru menerapkan upaya penyuluhan. Dalam pengentasan masalah kedisiplinan siswa guru melakukan layanan konseling. Untuk mengembangkan potensi siswa yaitu dengan memberikan apresiasi Abstract Effort is an action taken to achieve a desired goal. The success of the effort also depends on the efforts made, the abilities possessed, and the cooperation of the school. In reality, student discipline is still a problem in schools. This fact is proven through preliminary data which shows that there are several students who are late for the ceremony and many students often make noise in class. The aim of the research was to determine the factors that cause student disciplinary problems and the efforts made by guidance and counseling teachers in overcoming disciplinary problems. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. Research subjects included guidance and counseling teachers and students. Data collection techniques used include observation, interviews and documentation. The data obtained was then analyzed through a process of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Techniques for presenting data validity using technical triangulation and source triangulation. Based on the results obtained, the factors that cause disciplinary problems are that students are often noisy in class which is caused by the influence of peers and students are late in coming to school which is caused by factors within the student and family. Meanwhile, guidance and counseling teachers’ efforts to overcome student discipline problems are by providing students with an understanding of the importance of discipline, teaching time management and providing motivation to maintain discipline. Preventing teacher disciplinary problems by implementing outreach efforts. In alleviating student disciplinary problems, teachers provide counseling services. To develop students’ potential, namely by giving appreciation

    Fenomena Babagi Gawian Di Kalangan Penjahit Pasar Kameloh Kota Palangka Raya

    No full text
    Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya suatu fenomena sosial antara sesama pelaku usaha sejenis. Dari sekian banyak jenis usaha, tidak semua pelaku usaha sejenis berbagi bekerjasama dalam usahanya. Penjahit pakaian yang memiliki orderan jahitan memberikan kepada penjahit lain untuk dikerjakan. Penjahit Pasar Kameloh memberikan pekerjaan kepada penjahit lain dengan istilah “babagi gawian”. Istilah ini seolah menggambarkan sikap berbagi dalam hal rezeki berupa pekerjaan yang berbanding terbalik dengan fitrah manusia dalam Islam tentang harta. Fokus penelitian ini untuk mengkaji konsep babagi gawian menurut Ekonomi Islam dan latar belakang terjadinya babagi gawian di kalangan penjahit Pasar Kameloh Kota Palangka Raya. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Subjek penelitian ini adalah penjahit Pasar Kameloh yang ditentukan dengan teknik purposive sampling dan peneliti menetapkan penjahit yang diajak babagi gawian sebagai informan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Fenomena babagi gawian konsep kegiatannya adalah ijarah, upah mengupah antara sesama penjahit pakaian. Pelaksanaannya sesuai dengan konsep ijarah dalam Ekonomi Islam yang memegang teguh prinsip keadilan dan kecukupan dalam memenuhi prinsip ekonomi islam yaitu kebersamaan dalam menanggung kebaikan. Didasarkan pada motif psikologis yang mendorong untuk memenuhi kebutuhan pribadi sebagai individu yang menyebabkannya melakukan tindakan ekonomi. Tiga motif yang melatarbelakangi babagi gawian: motif psikologis membutuhkan pertolongan, motif spiritual memberikan pertolongan, dan motif spiritual beragama. Babagi gawian merupakan ta’awun dalam kebajikan. Fenomena babagi gawian sesuai dengan konsep istikhlaf dalam ajaran Islam yaitu pendistribusian rezeki, salah satunya berupa pekerjaan kepada orang lain. Abstract This research was motivated by the existence of social phenomena between entrepreneurs in similar businesses. Some of the many types of entrepreneurs. Not all entrepreneurs give jobs to other people even though they have the same business. A tailor who had a tailoring order gave it to another tailor to work on. Kameloh marker tailors provide jobs to other tailors with the term "babagi gawian". This term seems to describe the attitude of sharing in terms of sustenance in the form of work which is inversely proportional to human nature in Islam regarding wealth. The research focus was to examine the concept of “babagi gawian” according to Islamic Economics and the occurrence background of “babagi gawian” among tailors in the Kameloh market, Palangka Raya City. It was a qualitative research approach with the field research type. The subjects were tailors of the Kameluh market who were determined by purposive sampling techniques and the researcher determined the tailors who were invited to do “babagi gawian” as informants. The data were collected through several stages, namely: observation, interviews, and documentation. The phenomenon of the babagi gawian concept of the activity is ijarah, the wages of wages between tailors. Its implementation is following the concept of ijarah in Islamic Economics which adheres to the principles of justice and adequacy in fulfilling Islamic economic principles, namely togetherness in bearing well. Based on psychological motives that push to meet personal needs as individuals that cause economic action. There are three motives underlying babagi gawian: psychological motives for needing help, spiritual motives for providing help, and religious-spiritual motives. Babagi gawian is ta'awun in virtue. The phenomenon of babagawian is following the concept of istikhlaf in Islamic teachings, namely the distribution of sustenance, one of which is in the form of work to other peopl

    Perbandingan Promosi Dengan Visual Merchandising Dan Store Atmosphere Terhadap Keputusan Pembelian Produk Miniso Di Palangka Raya

    No full text
    Abstrak Miniso melakukan promosi dengan cara mengandalkan tampilan toko, dikarenakan tampilan dari suatu toko berpengaruh besar bagi Miniso untuk membuat pelanggan tertarik. Selain memperhatikan tampilan toko, suasana toko pada ritel Miniso juga ditata sebaik mungkin untuk menciptakan kenyamanan dalam berbelanja. Dengan adanya visual merchandising pada ritel Miniso yang didukung dengan store atmosphere yang dapat menciptakan kenyamanan dalam berbelanja akan mendorong munculnya suatu perubahan perilaku konsumen dalam berbelanja. Oleh sebab itu, penelitian ini penting dilakukan agar mengetahui seberapa besar pengaruh promosi dengan visual merchandising dan promosi dengan store atmosphere terhadap keputusan pembelian dan manakah yang memiliki pengaruh dominan terhadap keputusan pembelian produk Miniso di Palangka Raya. Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dengan metode pengumpulan data menggunakan metode kuesioner. Populasi penelitian ini adalah konsumen toko Miniso Palangka Raya. Sampel penelitian sebanyak 60 konsumen Miniso Palangka Raya. Metode analisis data yang digunakan adalah metode Analisis Regresi Linier Sederhana dengan menggunakan program SPSS 24.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel visual merchandising berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian ditunjukkan dengan nilai Thitung > Ttabel sebesar 5,552 > 2,002. Variabel store atmosphere berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian ditunjukkan dengan nilai Thitung > Ttabel sebesar 8,147 > 2,002. Hasil koefisien determinasi (R2) menunjukkan hasil nilai R Square variabel visual merchandising sebesar 0,347 sedangkan nilai R Square variabel store atmosphere sebesar 0,534. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh variabel store atmosphere lebih dominan terhadap keputusan pembelian produk Miniso di Palangka Raya. Abstract Miniso conducts promotions by relying on store appearance, because the appearance of a store has a big influence for Miniso to attract customers. In addition to paying attention to store appearance, the store atmosphere at Miniso ritel is also arranged as well as possible to create comfort in shopping. With the visual merchandising at Miniso ritel supported by a store atmosphere that can create comfort in shopping will encourage the emergence of a change in consumer behavior in shopping. Therefore, this research is important to do in order to find out how much influence promotion with visual merchandising and promotion with store atmosphere has on purchasing decisions and which one has a dominant influence on purchasing decisions for Miniso products in Palangka Raya. This research is an ex post facto research with descriptive quantitative approach. The type of data in this study is primary data with data collection methods using questionnaire methods. The population of this study were consumers of Miniso Palangka Raya stores. The research sample was 60 consumers of Miniso Palangka Raya. The data analysis method used is the Simple Linear Regression Analysis method using the SPSS 24.0 program. The results showed that the visual merchandising variable had a positive and significant effect on purchasing decisions, indicated by the value of Thitung> Ttabel of 5.552> 2.002. The store atmosphere variable has a positive and significant effect on purchasing decisions, indicated by the value of Thitung> Ttabel of 8.147> 2.002. The results of the coefficient of determination (R2) show the results of the R Square value of the visual merchandising variable of 0.347 while the R Square value of the store atmosphere variable is 0.534. This shows that the influence of store atmosphere variables is more dominant on purchasing decisions for Miniso products in Palangka Raya

    Pengaruh Pembiayaan Pola Bagi Hasil Terhadap Kemampuan Bersaing Produk Dan Jasa Usaha Kecil Menengah Pada Pt. Sarana Kalteng Ventura Di Palangka Raya

    No full text
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pembiayaan pola bagi hasil terhadap kemampuan bersaing produk dan jasa usaha kecil menengah pada PT. Sarana Kalteng Ventura di Palangka Raya. Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif kasual dengan pendekatan kuantitatif. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder dengan metode pengumpulan data menggunakan metode kuesioner dan dokumentasi. Populasi penelitian ini adalah pasangan usaha (pelaku usaha) yang menggunakan pembiayaan pola bagi hasil di PT. Sarana Kalteng Ventura. Dengan menggunakan sampel jenuh sebanyak 72 pasangan usaha (pelaku usaha). Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis regresi linier sederhana dengan menggunakan program SPSS versi 25. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa variabel pembiayaan pola bagi hasil berpengaruh secara parsial dan signifikan terhadap Kemampuan Bersaing Produk dan jasa usaha kecil menengah pada PT. Sarana Kalteng Ventura di Palangka Raya. Ditunjukkan dengan Nilai Thitung > Ttabel (18,204 > 1,667). dengan nilai Sig < 0,05 (0,000 < 0,05). Hasil uji koefisien determinasi (R2) diketahui bahwa nilai R Square sebesar 0,826 sehingga dapat diartikan bahwa persentase variabel pembiayaan pola bagi hasil berpengaruh terhadap variabel kemampuan bersaing sebesar 82,6% dan sisanya sebesar 17,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak masuk di dalam model. Disini dapat di lihat bahwa pembiayaan pola bagi hasil yang terdapat pada PT. Sarana Kalteng Ventura ini memberikan keuntungan guna membangun usaha untuk menunjang dan meningkatkan usaha kecil dan menengah (UKM) yang bergerak pada bidang produk dan jasa, agar lebih berkembang dan lebih meningkatkan omzet usaha yang di jalani pasangan usaha (pelaku usaha) menjadi lebih maju. Abstract This study aims to determine how much influence Profit Sharing Pattern Financing has on the ability to compete for products and services of Small and Medium Enterprises at PT. Sarana Kalteng Ventura in Palangka Raya. This study uses casual associative research with a quantitative approach. The type of data in this study uses primary data and secondary data with data collection methods using questionnaires and documentation methods. The population of this study uses business partners (business actors) who have used profit-sharing pattern financing at PT Sarana Kalteng Ventura. By using a saturated sample of 72 business partners (business actors). The data analysis method uses a simple Linear Regression Analysis method using the SPSS version 25 program. The results of the study showed that the variable Financing Pattern Profit Sharing partially and significantly affect the ability to compete products and services of small and medium enterprises at PT. Sarana Kalteng Ventura in Palangka Raya. Indicated by the value of Thitung > Ttabel (18.204 > 1.667). with Sig value <0.05 (0.000 <0.05). The test results of the coefficient of determination (R2), it is known that the R Square value of 0.826 so that it can be interpreted that the percentage of profit-sharing pattern financing variables affect the variable competitive ability of 82.6% and the remaining 17.4% is influenced by other variables that are not included in the model. Here it can be seen that the profit-sharing pattern financing contained in PT Sarana Kalteng Ventura provides benefits in order to build a business to support and improve small and medium enterprises (SMEs) engaged in the field of products and services, in order to further develop and further increase the business turnover of business partners (business actors) to be more advanced

    Pemanfaatan Quick Response Indonesian Standard (Qris) Pada “Rumah Makan Padang” Di Kota Palangka Raya

    No full text
    Latar belakang dari penelitian ini adalah saat ini digitalisasi UMKM merupakan transformasi yang dilakukan UMKM dari tradisional menjadi digital dengan cara memanfaatkan teknologi yang ada secara maksimal. Salah satu upaya digitalisasi UMKM yang telah diluncurkan pemerintah dan Bank Sentral adalah digitalisasi pembayaran dengan berbasis QR Code yang Bernama QRIS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, subjek penelitiannya adalah rumah makan Padang yang menggunakan QRIS di Kota Palangka Raya. Objek penelitian ini adalah penggunaan QRIS sebagai alat pembayaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan QRIS oleh Rumah Makan Padang di Kota Palangka Raya dan dampak dari penggunaan QRIS terhadap Rumah Makan Padang yang ada di kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan teori Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan QRIS. Penelitian ini dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah: (1) Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan manfaat yang dirasakan oleh rumah makan Padang yang menggunakan QRIS sebagai salah satu sistem pembayarannya yaitu memepermudah proses transasi. Selain itu pedagang tidak kesulitan untuk mencari uang tunai dengan nominal lebih kecil jika ada pembeli yang membayar menggukan uang yang bernominal besar. (2) Berkembangnya sistem pembayaran saat ini tidak selalu memberikan dampak positif untuk pedagang. Jika tidak teliti dalam pengecekan bukti pembayaran yang diberikan pembeli pedagang bisa tertipu oleh pembeli yang telah mengedit bukti pembayaran yang palsu. Selain itu, dampak positif juga dirasakan oleh beberapa pedagang yang menggunakan QRIS. Mereka terbantu dalam menyisihkan Sebagian penghasilannya untuk disimpan sebagai tabungan. Abstract The background of this research is that today the digitalization of UMKM is the transformation of UMKM from traditional to digital by maximizing the use of the existed technology. One of the effort of UMKM digitalization that has been launched by the government and the Central Bank is the digitalization of QR Code based payment called QRIS. This research use descriptive qualitative method, the subject of the research is UMKM Padang restaurant that use QRIS in Palangka Raya City. The object of the research is the use of QRIS as the medium of exchange. The aim of this research is to figure out the QRIS utilization by Padang Restaurant in Palangka Raya City and the impact of QRIS usage towards Padang Restaurant in Palangka Raya City. This research use the theory of Small and Medium Enterprise (SME) and QRIS. This research done with observation, interview, and documentation. The result of this research are: (1) Based on the interviews that have been conducted, the benefits felt by the UMKM Padang restaurant that use QRIS as one of the medium of exchange is that it makes the transaction process become easier. Moreover, merchants have no difficulty to looking for cash with smaller nominal if there are buyers who pay using large nominal. (2) The development of the current payment system does not always give a positive impact to the merchants. If the merchants are not be careful in checking the payment receipts given by the buyers, they could be fooled by the buyers who have edited the fake payment receipt. Besides that, the positive impact also felt by some merchants who use QRIS. They are helped in put aside some of their income to be kept as savings

    Analisis Swot Pengelolaan Kawasan Agrowisata Manasa Tangkiling Kota Palangka Raya

    No full text
    Abstrak Agrowisata Manasa merupakan kawasan wisata yang karena keindahannya belakangan ini sangat diminati oleh masyarakat terutama kalangan anak muda. Agrowisata Manasa didirikan awal tahun 2019 dengan luas 33 hektar, dengan waktu singkat dan dengan lokasi yang sangat luas tentu tidak mudah untuk menjadikan agrowisata tersebut sebagai objek wisata yang mampu bersaing dengan tempat wisata yang lain. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini berusaha menganalisi bagaimana pengelolaan dan bagaimana analisis SWOT yang dilakukan di Agrowisata Manasa Tangkiling Kota Palangka Raya, sehingga mampu bersaing seperti sat ini. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus lapangan (case and field study) dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di Agrowisata Manasa Tangkiling Kota Palangka Raya. Subjek penelitian adalah 2 orang pengelola dan 1 orang karyawan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi, analisis data dilakukan dengan data collection, data reduction, data display dan conclusions, sedangkan teknik pengabsahan data menggunakan trianggulasi sumber dan tri anggulasi teknik. Hasil penelitian ini adalah, 1) Pengelolaan Agrowisata dilakukan melalui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Perencanaan dilakukan di awal tahun bersama seluruh penelola agrowisata, membahas evaluasi program dan perumusan program satu tahun kedepan. Pengorganisasian disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan setiap bidang, pegorganisasian juga dilakukan pada jenis-jenis objek wisata yang akan ditambahkan atau dikembangkan. Pelaksanaan dilakukan sebagaiman perencanaan, dalam pelaksanaan dilakukan pemantauan, pengarahan dan pemberian motivasi yang dilakukan oleh pimpinan. Pengawasan dilakukan oleh pihak internal, dengan tujuan untuk memastikan kegiatan dilaksanakan sesuai dengan perencanaan, hasilnya digunakan sebagai bahan evaluasi. Pengawasan yang di lakukan tidak menggunakan instrument pengawasan maupun instrument monitoring sebagai tolak ukur keberhasilan program. 2) Analisis SWOT Agrowisata Manasa Tangkiling Kota Palangka Raya dilakukan terhadap analisis kekuatan (strengths), kelemahan (weakness), peluang (opportunities) dan ancaman (threats). Analisis kekuatan dilakukan terhadap kelebihan yang dimiliki dibandingkan tempat wisata lainnya. Analisis kelemahan dilakukan terhadap kekurangan-kekurangan yang dimiliki dan bagaimana cara mengatasi kekurangan tersebut. Analisis peluang dilakukan dengan menganalisis kelemahan tempat wisata pesaing dan kelebihan yang dimiliki kemudian menjadikan hal tersebut sebagai sebuah peluang. Analisis ancaman dilakukan pada kelebihan dan kekuatan tempat wisata sejenis serta bagaiman mengatasi dan meminimalisir ancaman tersebut. Abstract Manasa Agrotourism is a tourist area which because of its beauty has recently been in great demand by the community, especially among young people. Manasa Agro-tourism was established in early 2019 with an area of 33 hectares, with a short time and a very large location, of course it is not easy to make this agro-tourism a tourist attraction that can compete with other tourist attractions. Based on this, this study seeks to analyze how management and how the SWOT analysis is carried out at Manasa Tangkiling Agrotourism, Palangka Raya City, so that it can compete as it is today. This research is a case and field study research with a qualitative descriptive approach which was carried out at Manasa Tangkiling Agrotourism, Palangka Raya City. The research subjects were 2 managers and 1 employee. Data collection techniques used observation, interviews and documentation, data analysis was carried out by data collection, data reduction, data display and conclusions, while data validation techniques used source triangulation and technical triangulation. The results of this study are, 1) Agrotourism management is carried out through planning, organizing, implementing and supervising. Planning is carried out at the beginning of the year with all agro-tourism managers, discussing program evaluation and program formulation for the next year. Organizing is adjusted to the capabilities and needs of each field, organizing is also carried out on the types of tourist objects that will be added or developed. Implementation is carried out as planned, in implementation monitoring, direction and motivation are carried out by the leadership. Supervision is carried out by internal parties, with the aim of ensuring activities are carried out in accordance with the plan, the results are used as evaluation material. The supervision carried out did not use monitoring instruments or monitoring instruments as a measure of program success. 2) The SWOT analysis of Manasa Tangkiling Agrotourism in Palangka Raya City was carried out on an analysis of strengths, weaknesses, opportunities and threats. Strength analysis is carried out on the advantages possessed compared to other tourist attractions. Weakness analysis is carried out on the deficiencies that are owned and how to overcome these deficiencies. Opportunity analysis is carried out by analyzing the weaknesses of competitors' tourist attractions and their strengths and then making this an opportunity. Threat analysis is carried out on the advantages and strengths of similar tourist attractions and how to overcome and minimize these threats

    Fluktuasi Harga Durian Di Kecamatan Cempaga Kotawaringin Timur Perspektif Ekonomi Islam

    No full text
    Abstrak Total produksi buah durian pada tahun 2021 mencapai 1,35 juta ton, jumlah itu naik 19,40% dibandingkan pada tahun sebelumnya (2020) yang sebesar 1,13 juta ton, menempatkan durian sebagai komoditas buah utama ke-4 di Indonesia setelah pisang, mangga, dan jeruk. Luas lahan sebesar 1.830 Ha dan pertumbuhannya mencapai 10, 48 %, memberikan pengaruh terhadap stabilitas harga durian di Kecamatan Cempaga, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis fluktuasi harga dan dampak terjadinya fluktuasi harga durian yang ada di Kecamatan Cempaga Kotawaringin Timur perspektif Ekonomi Islam. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian eksplanatori untuk meneliti suatu fenomena yang belum pernah diteliti sebelumnya, dengan objek penelitian fluktuasi harga durian di Kecamatan Cempaga yang dikaji dalam perspektif Ekonomi Islam, dan subjek penelitian yaitu, masyarakat lokal Kecamatan Cempaga yang memiliki usahatani durian, pengepul durian, masyarakat lokal Kecamatan Cempaga yang membeli durian, dan Kepala BPP (Badan Penyuluh Pertanian) Kecamatan Cempaga. Waktu penelitian sejak 23 Mei – 23 Juli 2023, Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan harga tertinggi durian terjadi pada awal dan pada akhir panen, harga rendah terjadi pada pertengahan saat panen raya. Jenis durian Otak Udang hanya dapat dijual satuan, selain durian Otak Udang para petani durian menjual durian berdasarkan ukuran, kualitas durian yang dilihat dari tidak ada pembusukan pada kulit durian dan permintaan pembeli. Fluktuasi harga terjadi karena adanya pengaruh permintaan dan penawaran dan faktor alam serta tidak adanya HET (Harga Eceran Tertinggi) pada durian di Kecamatan Cempaga. Dampak positif fluktuasi harga durian dapat menguntungkan pemimpin pasar, dan pembeli ecer serta menarik pembeli dari luar daerah. Para petani dan penjual durian dalam mengatasi dampak negatif dari fluktuasi harga durian yaitu dengan, menjual durian secara borongan, membuat olahan durian tempuyak, berlangganan kepada pengepul durian, membuat tingkatan berdasarkan jenis durian, memperhatikan kualitas durian, mengikuti harga di pasar, menjual durian dengan harga sama (loncong). Hal yang dilakukan oleh penjual dan petani durian menandakan kesiapan para petani dan penjual durian untuk memahami dan menghadapi ketika terjadinya fluktuasi harga durian. Hal ini sesuai dengan prinsip dasar ekonomi Islam yaitu: kesesuaian dengan keniscayaan-keniscayaan pada tingkatan maqasid syariah yaitu melindungi jiwa, harta, akal, keturunan, dan kehormatan. Abstract Total durian fruit production in 2021 reached 1.35 million tons, this number increased 19.40% compared to the previous year (2020) which amounted to 1.13 million tons, placing durian as the 4th main fruit commodity in Indonesia after bananas, mango, and orange. The land area is 1,830 Ha and the growth has reached 10.48%, which has an influence on the stability of durian prices in Cempaga District, East Kotawaringin, Central Kalimantan. The aim of this research is to determine and analyze price fluctuations and the impact of durian price fluctuations in Cempaga District, East Kotawaringin from an Islamic Economic perspective. This research method is descriptive qualitative with an explanatory research type to examine a phenomenon that has never been studied before, with the research object being durian price fluctuations in Cempaga District which is studied from an Islamic Economics perspective, and the research subjects are the local community of Cempaga District who have durian farming, durian collectors, local residents of Cempaga District who buy durian, and the Head of the BPP (Agricultural Extension Agency) of Cempaga District. The research period is from 23 May – 23 July 2023. Data collection methods in this research use observation, interviews and documentation. The results of this research show that the highest prices for durian occur at the beginning and end of the harvest, the lowest prices occur in the middle of the harvest. The Shrimp Brain durian type can only be sold individually, apart from the Shrimp Brain durian, durian farmers sell durian based on the size, quality of the durian as seen from the absence of rot on the durian skin and buyer demand. Price fluctuations occur due to the influence of demand and supply and natural factors as well as the absence of HET (Highest Retail Price) for durian in Cempaga District. The positive impact of durian price fluctuations can benefit market leaders and retail buyers as well as attract buyers from outside the region. Durian farmers and sellers can overcome the negative impact of fluctuations in durian prices, namely by selling durian in bulk, making processed durian tempuyak, subscribing to durian collectors, making grades based on the type of durian, paying attention to the quality of the durian, following the price in the market, selling durian at a higher price. the same (bump). What durian sellers and farmers do indicates the readiness of durian farmers and sellers to understand and deal with fluctuations in durian prices. This is in accordance with the basic principles of Islamic economics, namely: conformity with the inevitabilities at the maqasid sharia level, namely protecting life, property, reason, lineage and honor

    5,416

    full texts

    6,024

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IAIN Palangkaraya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇