IAIN Palangka Raya

IAIN Palangkaraya
Not a member yet
    6024 research outputs found

    Fenomena Penetapan Wali Adhal Di Pengadilan Agama Sampit (Perkara No. 171/Pdt.P/2021/Pa/Spt)

    No full text
    Abstrak Penelitian tesis ini dilatar belakangi oleh adanya kasus wali perempuan (janda) yang tidak bersedia menjadi wali nikah karena laki-laki yang akan menikahi wanita janda tersebut adalah mantan suami yang sebelumnya mereka bercerai karena kasus tindak kekerasan dalam rumah tangga. pasca perceraian dan habis masa iddah, keduanya ingin rujuk kembali melalui nikah baru, namun terhalang oleh keengganan wali dari perempuan janda, selanjutnya kasus ini diajukan ke Pengadilan Agama Sampit dan menghasilkan putusan sebagai dasar hukum. Fokus masalah; bagaimana legal reasoning hakim sehingga menyetujui perkara No. 171/Pdt.P/2021/PA/Spt? dan bagaimanakah tinjauan hukum Islam terhadap putusan perkara No. 171/Pdt.P/2021/PA/Spt? Metode penelitian ini yaitu penelitian hukum normative perkara nomor 171/Sdt.P/2021/PA.Spt. Hasil penelitian ini bahwa legal reasoning hakim sehingga menyetujui perkaran No. 171/Pdt.P/2021/PA/Spt bahwa pertimbangan hukum bahwa permohonan pemohon tentang wali Adhal yang diajukan oleh pemohon karena wali nikahnya menolak mewalikannya, maka dalam putusan persidangan di Pengadilan Agama Sampit bahwa penolakan wali adhal tersebut tidak menghalangi adanya akad nikah, karena perempuan yang akan menikah tersebut seorang janda dan bukan anak perawan yang harus mendapat izin walinya terlebih dahulu, dengan demikian atas adhalnya wali tersebut maka secara hukum hak wali nikah berpindah kepada wali hakim. Tinjauan hukum Islam terhadap putusan perkara No. 171/Pdt.P/2021/PA/Spt bahwa jika wali nasab tidak menyetujui pernikahan si janda, karena wali enggan dengan alasan-alasan tertentu, sedangkan perempuan yang akan melangsungkan pernikahan adalah seorang janda yang sudah pernah berpengalaman menikah, maka larangan menikah oleh wali yang adhal ini ini bertentangan dengan Hukum Islam dan Undang-Undang Perkawinan yang berlaku, dengan demikian kasus wali nikah menghalangi pernikahan maka hak perwalian di ganti oleh wali hakim dengan maksud agar penikahan dapat berlangsung, sebab jika tidak dinikahkan dikhawatirkan terjadi perzinahan oleh kedua laki dan perempuan yang ingin berumah tangga. Abstract This thesis research is motivated by the existence of cases of female guardians (widows) who are not willing to become marriage guardians because the man who will marry the widowed woman is the ex-husband they previously divorced due to a case of domestic violence. after the divorce and after the end of the iddah period, both of them wanted to reconcile through a new marriage, but were prevented by the reluctance of the widowed woman's guardian, then this case was submitted to the Sampit Religious Court and resulted in a decision as a legal basis. problem focus; how is the legal reasoning of the judge so that he approves case no. 171/Pdt.P/2021/PA/Spt? and how is the review of Islamic law against the decision of case No. 171/Pdt.P/2021/PA/Spt? This research method is normative legal research case number 171/Sdt.P/2021/PA.Spt. The result of this research is that the legal reasoning of the judge so that he approves the case No. 171/Pdt.P/2021/PA/Spt that the legal considerations are that the applicant's application regarding Adhal guardians was submitted by the applicant because his marriage guardian refused to grant him guardianship, then in the trial decision at the Sampit Religious Court that the rejection of the adhal guardian did not prevent the existence of a marriage contract, because the woman who is going to marry is a widow and not the child of a virgin who must first obtain permission from her guardian, thus upon the guardian's adhal, legally the right of marriage guardian is transferred to the judge's guardian. Review of Islamic law against the decision of case No. 171/Pdt.P/2021/PA/Spt that if the nasab guardian does not approve of the widow's marriage, because the guardian is reluctant for certain reasons, while the woman who is going to get married is a widow who has experienced marriage, then the prohibition on marriage by the guardian this adhal is contrary to Islamic Law and the applicable Marriage Law, thus the case of the marriage guardian obstructs the marriage, the guardianship rights are replaced by the judge's guardian with the intention that the marriage can take place, because if the marriage is not married, it is feared that adultery will occur by both men and women who want to get married

    Peran Komite dalam Peningkatan Mutu Pelayanan Pendidikan Non Akademik di SDIT Al-Amin Kapuas

    No full text
    Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi karena tinggi loyalitas komite SDIT Al-Amin Kapuas dalam mendukung pendidikan yang ada, sihingga dapat meningkatkan mutu pendidikan pada akhirnya dapat mengatasi permasalahan mengenai kualitas pendidikan di Indonesia yang sangat erat kaitanya dengan pelayanan pendidikan yang mana komite berperan di dalamnya. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini berusaha menganalisis mengenai peran komite sebagai advisory agency, supporting agency, kontrolling agency dan peran komite sebagai mediator dalam peningkatan mutu layanan pendidikan non akademik di SDIT Al-Amin Kapuas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan jenis penelitian lapangan, dilakukan di SDIT Al-Amin Kapuas. Subjek penelitian ini adalah ketua Komite SDIT Al-Amin, dan kepala sekolah, sedangkan informan dalam penelitian ini adalah koordinator kurikulum, pengurus komite, guru dan pengurus yayasan Al-Amin dan orang tua siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian teknik analisis data dilakukan dengan empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data sedangkan teknik pengabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran komite dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan non akademik di SDIT Al-Amin Kapuas adalah: 1) Peran advisory agency dilakukan komite sekolah dengan memberikan pertimbangan terkait penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam hal perencanaan sekolah, pelaksanaan program sekolah, dan pengelolaan sumber daya pendidikan. 2) Peran sebagai supporting agency dilakukan komite dengan memberikan dukungan dalam bentuk pikiran, tenaga dan materi yang diperlukan seperti memberikan bantuan sarana dan prasarana dalam kegiatan, memberikan dana dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan sekolah, ikut serta dalam kegiatan sekolah dan menjalin kerja sama dalam kepanitiaan dan memberikan sumbangan pikiran. 2) Peran kontrolling agency dilakukan komite dengan monitoring dan evaluasi seluruh kegiatan yang dilakukan oleh sekolah, yaitu terkait pelaksanaan kegiatan, penggunaan anggaran biaya, kesesuaian hasil dengan perencanaan dan melakuakn penilaian terkait kekurangan dan kelebihan. Monitoring dilakukan secara berkesinambungan selama pelaksanaan program, sedangkan evaluasi dilakukan setelah program dilaksanakan untuk mencegah terjadinya berbagai penyimpangan dalam pelaksanaan program dan keuangan sekolah. 3) Peran sebagai mediator dilakukan pihak komite dengan menghubungkan pihak sekolah dan orang tua siswa. Dengan menyalurkan segala bentuk keluhan, saran, kritik, dan aspirasi dari orang tua/wali, dengan harapan mampu mengoptimalkan peran serta orang tua dan masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan dalam bentuk seperti, orang tua dan masyarakat membantu menyediakan fasilitas pendidikan, memberikan bantuan dana serta pemikiran atau sumbangan saran yang diperlukan untuk kemajuan sekolah. Abstract The background of this research is the high loyalty of the SDIT Al-Amin Kapuas committee in supporting existing education, so that it can improve the quality of education in the end it can overcome problems regarding the quality of education in Indonesia which is very closely related to education services in which the committee plays a role in it. Based on this, this study attempts to analyze the role of the committee as an advisory agency, supporting agency, controlling agency and the role of the committee as a mediator in improving the quality of non-academic education services at SDIT Al-Amin Kapuas. This research is a qualitative research, with the type of field research, conducted at SDIT Al-Amin Kapuas. The subjects of this study were the chairmen of the Al-Amin SDIT Committee, and the school principal, while the informants in this study were the curriculum coordinator, committee administrators, teachers and administrators of the Al-Amin foundation and students' parents. Data collection techniques used observation, interviews and documentation techniques, then data analysis techniques were carried out in four stages, namely data collection, data reduction, data presentation, and data verification while data validation techniques were carried out by source and method triangulation techniques. The results of this study indicate that the role of the committee in improving the quality of non-academic education services at SDIT Al-Amin Kapuas are: 1) The role of advisory agency is carried out by the school committee by providing considerations regarding the determination and implementation of educational policies in terms of school planning, implementation of school programs, and management educational resources. 2) The role as a supporting agency is carried out by the committee by providing support in the form of thought, energy and materials needed such as providing facilities and infrastructure assistance in activities, providing funds for activities carried out by schools, participating in school activities and establishing cooperation in committees and contribute ideas. 2) The role of the controlling agency is carried out by the committee by monitoring and evaluating all activities carried out by the school, namely related to the implementation of activities, use of the budget, conformity of results with planning and carrying out assessments regarding weaknesses and strengths. Monitoring is carried out continuously during program implementation, while evaluation is carried out after the program is implemented to prevent various irregularities in program implementation and school finances. 3) The role as a mediator is carried out by the committee by connecting the school and parents of students. By channeling all forms of complaints, suggestions, criticisms and aspirations from parents/guardians, with the hope of being able to optimize the participation of parents and the community in improving the quality of education in such forms, parents and the community help provide educational facilities, provide financial assistance and ideas or contributions of advice needed for the progress of the school

    Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Penggerak SDIT Al Amin Kapuas

    No full text
    Abstrak Merdeka belajar merupakan kurikulum berbasis kompetensi dengan pendekatan berbasis kebutuhan individu dan berpusat kepada peserta didik sehingga penerapan kurikulum merdeka tersebut tidak hanya pembelajarn yang dilakukan dapat berlangsung menyenagkan, akan tetapi kompetensi guru dan mutu Pendidikan di SDIT Al-Amin Kapuas juga akan juga kan mengalami peningkatan. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah, mendeskripsikan dan menganalisis implementasi kurikulum merdeka, menganalisis faktor pendukung dan penghambat implementasi kurikulum merdeka dan menganalisis langkah-langkah yang dilakukan pihak sekolah untuk meminimalisis faktor penghambat implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah penggerak SDIT Al-Amin Kuala Kapuas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis kualitatif deskriptif. Tempat penelitian di SDIT Al-Amin Kapuas, dengan subjek penelitian adalah 1 orang kepala sekolah dan 2 orang guru penggerak sedangkan informan dalam penelitian ini adalah I orang koordinator kurikulum, I orang koordinator kesiswaan dan 1 orang koordinator sarana prasarana. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, teknik pengabsahan data dilakukan dengan trianggulasi yaitu teknik triangulasi sumber data dan metode, kemudian teknik analisis data dilakukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil temuan penelitian ini adalah, 1) Implementasi Kurikulum Merdeka diawali dari perencanaan dengan menyusun kurikulum operasional disatuan pendidikan (KSOP) yang disesuaikan dengan panduan dari pemerintah pusat dan disesuaikan dengan visi dan misi sekolah, keadaan siswa, keadaan sarana prasarana dan keadaan lingkungan sekolah. Tujan dari implementasi kurikulum merdeka adalah membentuk peserta didik sebagimana profil pelajar Pancasila, pengawasan dilakukan oleh fasilitator tiap bulannya, baik melalui zoom atau dating langsung ke sekolah, pengawasan berfokus pada permaslahn yang dihadapi dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Evaluasi sendiri dilakukan rutin tiap minggu pada kegiatan pembelajarn, dari hasil evaluasi tersebut nantinya akan dibahas bersama fasilitator apabila ada permaslahan untuk diselesaikan bersama. 2) Faktor pendukung adalah adanya grup belajar, adanya platfom merdeka mengajar yang di dalamnya memuat seluruh keperluan dalam IKM dan adnya pendampingan secara terus menurus. Faktor penghambat adalah kesiapan guru dan siswa, yang mana hanya ada dua orang guru yang sudah menjadi guru penggerak tersebut dan siswa yang perlu beradaptasi dengan kurikulum baru tersebut. 3) Langkah-langkah yang dilakukan pihak sekolah dalam rangka meminimalisir faktor penghambat adalah dengan mengikutsertakan guru pada grup belajar yang ada, mengusahakan guru untuk memiliki akun belajar agar dapat mengakses platfom merdeka mengajar dan memaksimalkan peran fasilitator. Sedangkan untuk kesiapan siswa langkah yang dilakukan adalah dengan sosialisasi kepada orang tua, dan juga dilakukan pengenalan lingkungan sekolah. Abstract Independent learning is a competency-based curriculum with an individual needs-based and student-centered approach so that the application of the independent curriculum is not only enjoyable, but teacher competence and the quality of education at SDIT Al-Amin Kapuas will also experience an increase. Based on this, the purpose of this study is to describe and analyze the implementation of the independent curriculum, analyze the supporting and inhibiting factors for the implementation of the independent curriculum and analyze the steps taken by the school to minimize the inhibiting factors for the implementation of the independent learning curriculum at SDIT Al-Amin Kuala Kapuas. This research uses a qualitative approach, with descriptive qualitative type. The research location was at SDIT Al-Amin Kapuas, with the research subjects being 1 principal and 2 driving teachers while the informants in this study were 1 curriculum coordinator, 1 student coordinator and 1 infrastructure coordinator. Data collection techniques used observation, interviews and documentation techniques, data validation techniques were carried out by triangulation, namely data source and method triangulation techniques, then data analysis techniques were carried out by source triangulation and method triangulation. The findings of this study are, 1) Implementation of the driving school curriculum begins with planning by compiling operational curricula in education units (KSOP) that are adjusted to guidelines from the central government and adapted to the school's vision and mission, student conditions, infrastructure conditions and environmental conditions school. The purpose of implementing the independent curriculum is to shape students according to the Pancasila student profile, supervision is carried out by the facilitator every month, either through zoom or coming directly to school, supervision focuses on the problems encountered in the implementation of the driving school curriculum. The evaluation itself is carried out routinely every week in learning activities, the results of this evaluation will later be discussed with the facilitator if there are problems to be solved together. 2) Supporting factors are the existence of learning groups, the existence of an independent learning platform which contains all the needs of IKM and the existence of continuous assistance. the inhibiting factor is the readiness of teachers and students, where there are only two teachers who have joined the driving force and students who need to adapt to the new curriculum. 3) The steps taken by the school in order to minimize the Inhibiting Factors are by including teachers in existing study groups, trying for teachers to have study accounts so they can access the driving school platform and maximizing the role of the facilitator. As for student readiness, the steps taken are socialization to parents, and an introduction to the school environment

    Improving Students’ Writing Ability in Procedure Text Through Make-A-Match Technique at Ninth Grade of SMPN Satu Atap 1 Jabiren Raya

    Get PDF
    The study's aims are to examine the improvement of process text writing ability with Make-a-Match technique and to discover the benefits and drawbacks of using Make-a-Match technique in increasing procedure text writing ability at SMPN Satu Atap 1 Jabiren Raya's Ninth Grade. Twenty students participated in the study. The study's instruments included interview questions, an observation list, a pre-test, and two post-tests. This was an action research study. The study was completed in two rounds. There were four steps in each cycle: planning, implementation, observation, and reflection. The findings demonstrated that students' learning outcomes increased after using the Make-a-Match type cooperative learning approach. The average score in the first cycle test was 54.55, with a post-test score of 70.95, and an average score of 84.45 in the second cycle. In cycle I, 35% of students met the target, while in cycle II, 90% of post-test I and II findings showed an improvement in student learning outcome

    Translation strategies used by efl learners in translating narrative text

    Get PDF
    This research aimed to explain strategies, and most dominant strategies in the translating process used by students of the Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya English Language Study Program for interpreting narrative texts. Translation is a means of communication and translation strategy is a way to improve the ability to translate a text. This research uses a descriptive qualitative approach with personal data sources. Data was acquired through the use of questionnaires and interviews. The authors' analysis was based on the outcomes of a translation challenge given by 55 students. The finding revealed that the students employed all seven translation strategies from Vinay and Darbelnet when translating the narrative text. The three most regularly utilized translation strategies are borrowing (78%), Calque (61%), and Modulation (56%). This research is expected to provide insight into language training, particularly translation linked to translation methodologies utilised to translate. The correct application of the translation method during the translation process will result in accurate translation. Results of this study emphasise the need of offering tailored translation strategies teaching to EFL students

    Hak kekayaan intelektual Nanik Lestariningsih

    Get PDF

    Syarat Tambahan sebagai Penguji Disertasi

    Get PDF

    The Development of a Two-Tier Diagnostic Test for Student Understanding of Light

    Get PDF
    This study aimed to devlop a two-tier light concept test to identify student concept understanding of light. The development of the test was carried out through the content validity, construct validity, and reliability test stages using the Item Response Theory (IRT). The sample consisted of 81 students during the second semester at five universities in Indonesia. The results showed that the instrument met the content validity and construct validity criteria as well as reliability. Efforts are needed to improve concepts in light material

    5,416

    full texts

    6,024

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IAIN Palangkaraya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇