IAIN Palangka Raya

IAIN Palangkaraya
Not a member yet
    6024 research outputs found

    Peran Baitul Maal Wat Tamwil (Bmt) Al Fajar Sejahtera Parenggean Dalam Memberdayakan Ekonomi Masyarakat

    No full text
    Abstrak Kemiskinan merupakan kondisi ketidakmampaun individu atau kelompok untuk memenuhi kebutuhan dasar kendala-kendala yang dialami diantaranya kurangnya modal, keterbatasan penguasaan teknologi, kualitas SDM yang rendah dan manajemen keuangan yang belum baik. Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) merupakan Lembaga keuangan syariah yang memiliki peranan dalam mendukung program pemerintah dalam mengurangi kemiskinan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat menuju kesejahteraan, tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran BMT dalam memberdayakan ekonomi masyarakat dan menganalisis dampak kesejahteraan ekonomi melalui peran BMT. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan jenis penelitian studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah pimpinan dan pegawai BMT Al Fajar sejahtera Parenggean serta dua informan. Teknik penentuan subjek menggunakan purposive sampling. analisis data dalam penelitian ini menggunakan langkah-langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber data. Temuan dalam penelitian ini adalah keberadaan BMT Al Fajar Sejahtera Parenggean sangat membantu dalam memberdayakan perekonomian masyarakat dengan memberikan produktivitas pinjaman modal usaha, simpanan tabungan serta memberika pembinaan-pembinaan. Hal tersebut memberikan dampak positif bagi perubahan kesejahteraan ekonomi ditinjau dari beberapa aspek seperti pendapatan perkapita, daya beli, tingkat konsumsi, total tabungan, total modal, biaya, pengeluaran, dan perdagangan. Abstract Poverty is the inability of an individual or group to fulfill their vital needs, some problems such as lack of capital, limitation to mastery of technology, low quality of human resources, and inadequate financial management. BMT is a Syariah Finance Institution that supports government programs in decreasing poverty to increase community economy prosperity, the research objectives are to analyze the role of BMT in empowering community economy and analyze the impact of economic prosperity through the role of BMT. This research used a qualitative approach and case study. The subjects were a leader, a BMT AL Fajar Sejahtera Parenggean employee, and two informants. The sample collection technique used purposive sampling. Data analyses were collected, reduced, and displayed, and conclusions were made. Data validation used the data source triangulation technique. The results showed that BMT Al Fajar Sejahtera Parenggean benefits the community economy by giving debt capital productivity, saving deposits, and guidance. These things positively impact economic prosperity change reviewed from some aspects like GDP, purchasing power, consumption rates, total saving, total capital, cost, expenditure, and commerce

    Strategi Badan Pengelola Pajak Dan Retribusi Daerah Dalam Meningkatkan Pembayaran Pajak Bumi Dan Bangunan Pedesaan Dan Perkotaan Di Kota Palangka Raya

    No full text
    Abstrak Pajak Bumi dan Bangunan dalam konteks Indonesia adalah salah satu instrumen penting dalam mengumpulkan pendapatan untuk membiayai pembangunan dan pelayanan masyarakat di tingkat daerah. Penting bagi pemerintah daerah untuk mengelola pajak ini dengan baik, meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan mempertimbangkan strategi yang efektif untuk meningkatkan penerimaan pajak sebagai kontribusi utama terhadap Pendapatan Asli Daerah. Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Palangka Raya memiliki perananan tersendiri dalam menyampaikan permasalahan-permasalahan dalam keterlambatan membayar pajak bumi dan bangunan, hal ini dilakukan dengan bekerjasama dengan pemerintah Kota Palangka Raya. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan penelitian kualitatif. Adapun subjek dan informan dalam penelitian ini adalah 3 (tiga) orang dari pegawai Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah dan 3 (tiga) informan dari wajib pajak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dianalisis melalui tahapan data collection, data reduction, data display, kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kesadaran masyarakat kurang dapat dipersenkan yaitu karena banyak yang menunggak membayar pajak bumi dan bangunan di Kota Palangka Raya, menunggaknya pembayaran pajak bumi dan bangunan ini dapat mengakibatkan Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Palangka Raya dan pemerintah sulit untuk menyediakan layanan publik seperti pendidikan, kesehatan, dan keamanan. Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah melakukan strategi untuk meningkatkan pembayaran pajak bumi dan bangunan, yaitu:(1) Melakukan sosialisasi ke berbagai kelurahan di Kota Palangka Raya salah satunya kelurahan panarung, kelurahan langkai, kelurangan palangka, kelurahan bukit tunggal. (2) Melakukan pemutihan atau penghapusan denda tujuannya agar masyarakat semangat dalam membayar pajaknya. (3) Uji Potensi ini dilakukan Badan Pengelola Pajak dan Retribusi untuk mengukur potensi pendapatan pajak dari suatu daerah yang ada di Kota Palangka Raya. (4) Pemeriksaan dan Pengawasan ini bertujuan untuk memastikan bahwa wajib pajak mematuhi ketentuan perpajakan yang berlaku dan melaksanakan kewajiban perpajakannya dengan benar. Abstract Land and Building Tax in the Indonesian context is an important instrument in collecting revenue to finance development and community services at the regional level. Local governments need to manage this tax well, increase taxpayer compliance, and consider effective strategies to increase tax revenue as the main contribution to Regional Original Income. The Palangka Raya City Regional Tax and Levy Management Agency has its own role in addressing problems regarding delays in paying land and building taxes, this is done in collaboration with the Palangka Raya City government. This research is field research using qualitative research. The subjects and informants in this research were 3 (three) employees of the Regional Tax and Retribution Management Agency and 3 (three) informants from taxpayers. Data collection techniques in this research are observation, interviews, and documentation. This research was analyzed through the stages of data collection, data reduction, data display, and conclusions. The results of this research indicate that the level of awareness of the people of Palangka Raya City is less than acceptable, namely because many people are in arrears in paying land and building taxes in Palangka Raya City. the government finds it difficult to provide public services such as education, health, and security. The Regional Tax and Retribution Management Agency is implementing a strategy to increase land and building tax payments, namely: (1) Carrying out outreach to various sub-districts in Palangka Raya City, one of which is Panarung sub-district, Langkai sub-district, Palangka sub-district, and Bukit Tunggal sub-district. (2) Reducing or eliminating fines aims to encourage people to pay their taxes. (3) This Potential Test is carried out by the Tax and Retribution Management Agency to measure the potential tax revenue from an area in the City of Palangka Raya. (4) This inspection and supervision aims to ensure that taxpayers comply with applicable tax provisions and carry out their tax obligations correctly

    Pertimbangan Hakim Dalam Putusan Isbat Nikah Nomor: 0044/Pdt.P/2019/Pa.Tml Di Pengadilan Agama Tamiang Layang

    No full text
    Abstrak Kasus perkara isbat nikah yang berada di daerah Tamiang Layang, sepasang suami istri mengajukan permohonan isbat nikah di Pengadilan Agama Tamiang Layang, dalam kasus ini sang istri berstatus janda yang bercerai secara adat, sesuai dengan aturan yang berlaku diwajibkan melampirkan akta cerai yang resmi. Dengan rumusan masalah yaitu: (1) Apa yang melatarbelakangi hakim pengadilan agama tamiang layang menerima akta cerai adat sebagai syarat putusan isbat nikah (2) Bagaimana akibat hukum putusan nomor: 0044/Pdt.P/2019/Pa.Tml. dalam menerima akta cerai adat sebagai syarat permohonan isbat nikah? Jenis penelitian ini adalah empiris yuridis sosiologis dengan menggunakan pendekatan socio legal. Subjek penelitian adalah Hakim Pengadilan Agama. Hasil penelitian: (1) Menurut Teori Living Law Perkawinan dan perceraian secara adat diakui oleh Negara sesuai pasal 18 B ayat 2 UUD 1945, karena tidak tercatat secara administrasi sehingga alat bukti cerai adat yang diajukan dalam kasus isbat nikah tidak bisa menjadi alat bukti secara resmi, dalam Teori Kekuasaan Kehakiman tetap berkewajiban memeriksa, mempertimbangkan, dan mengadili suatu perkara. Apapun bukti yang diajukan oleh pemohon. Hal ini sesuai dengan Undang-undang tentang kekuasaan kehakiman dengan dasar Pasal 10 Undang-undang No. 48 tahun 2009. (2) Putusan Nomor: 0044/Pdt.P/2019/PA.Tml yang dikabulkan menurut Teori Kepastian Hukum maka secara otomatis yang berkepentingan akan mendapatkan bukti otentik tentang pernikahan mereka yang bisa dijadikan sebagai dasar untuk menyelesaikan persoalan di Pengadilan Agama nantinya, isbat nikah ini berfungsi sebagai kepastian hukum, ketertiban hukum dan perlindungan hukum atas perkawinan itu sendiri, dengan demikian persyaratan formil ini bersifat prosedural dan administratif. Abstract The isbat marriage case occurred in the Tamiang Layang area, a husband and wife applied for a marriage certificate at the Tamiang Layang Religious Court, in this case, the wife is a widow who was divorced according to tradition, following applicable regulations she is required to attach an official divorce certificate. The research problems were: (1) what are the reasons for the judges of the Tamiang Layang Religious Court to accept a traditional divorce certificate as a condition for a marriage confirmation decision? (2) what are the legal consequences of decision number: 0044/Pdt.P/2019/Pa.Tml in receiving a traditional divorce certificate as a condition for applying for marriage registration? It was a sociological juridical empirical research using a socio-legal approach. The subjects were Religious Court judges. The results indicated that: (1) according to the Living Law Theory, customary marriage and divorce are recognized by the State following Article 18B paragraph 2 of the 1945 constitution because they were not administratively recorded so that the customary evidence for divorce submitted in cases of marriage confirmation could not be official evidence. In the theory of Judicial Power, it was still the obligation to examine, consider, and adjudicate a case. Whatever evidence was submitted by the applicant? It was following the Law on judicial power based on Article 10 of Law no. 48 of 2009. (2) Decision Number: 0044/Pdt.P/2019/PA.Tml which was granted according to the Legal Certainty Theory, automatically interested parties would get authentic evidence about their marriage which could be used as a basis for resolving issues in the Religious Courts later. Some of the functions of isbat marriage were legal certainty, legal order, and legal protection for the marriage itself, thus this official requirement was procedural and administrative

    Pemenuhan Hak-Hak Anak Broken Home Di Panti Asuhan Berkah Palangka Raya

    No full text
    Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi pada kurangnya kewajiban orang tua terhadap Pemenuhan Hak-hak anak Broken home di Panti Asuhan Berkah Palangka Raya yang mana kurangnya pemenuhan hak tersebut mengakibatkan anak kurang kasih sayang dari orang tua dan menyebabkan broken home. Perlindungan Hukum terhadap anak di Indonesia telah ditegaskan dalam pasal 34 Undang-Undang dasar 1945 bahwa "fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Broken yang berarti keretakan, sedangkan home mempunyai arti rumah. Oleh karna itu kajian ini difokuskan pada Pemenuhan Hak-hak anak yang Broken Home di Panti Asuhan Berkah Palangka Raya. Jenis penelitian ini adalah hukum Empiris, sedangkan pendekatan yang digunakan socio-legal. Adapun penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskritif dengan menggunakan Subjek penelitian secara keseluruhan berjumblah 13 ( Tiga Belas) orang terdiri dari: Wakil Ketua, Sekertaris, Pendidikan dan Program, Rumah Tangga dan Pengasuhan, dan Anak Broken Home. Hasil penelitian: (1) untuk menjelaskan peran Panti Berkah Palangka Raya dalam memenuhi Hak-Hak Anak Broken Home. Adapun terlebih dahulu agar program panti asuhan berkah palangka raya lebih efektif dengan mengacu pada ketentuan yang di atur dalam UU Yayasan dan UU Perlindungan Anak. (2) Pemenuhan Hak-hak anak berdasarkan peraturan yang berada di Panti Asuhan Berkah Palangka Raya, mengenai Anak-anak Broken Home yaitu bertanggung jawab untuk memenuhi hak-hak anak selama tinggal di Panti Asuhan Berkah Palangka Raya yang meliputi: hak untuk beragama, hak pendidikan, hak kesehatan, hak sosial dan lain sebagainya. Abstract The background of this research is the lack of parental obligations to fulfill the rights of broken home children at the Berkah Palangka Raya Orphanage where the lack of fulfillment of these rights results in children lacking love from their parents and causing a broken home. Legal protection for children in Indonesia has been emphasized in article 34 of the 1945 Constitution that "the poor and neglected children are cared for by the state. Broken means crack, while home means home. Therefore this study is focused on fulfilling children's rights. the rights of children who are broken homes at the Berkah Orphanage Palangka Raya.This type of research is empirical law, while the approach used is socio-legal.This research uses descriptive qualitative methods using a total of 13 (thirteen) research subjects consisting of: Deputy Chairman, Secretary, Education and Programs, Households and Care, and Broken Home Children.Results of research: (1) to explain the role of the Palangka Raya Berkah Orphanage in fulfilling the Rights of Broken Home Children.As for the program of the Palangka Raya blessing orphanage first Raya is more effective by referring to the provisions stipulated in the Foundation Law and Child Protection Law (2) Fulfillment of children's rights based on regulations in the Berkah Palangka Raya Orphanage, regarding Broken Home Children, namely being responsible for fulfilling their rights children's rights while living at the Berkah Palangka Raya Orphanage which includes: the right to religion, the right to education, the right to health, social rights and so on

    Pencegahan Perkawinan Di Kua Kecamatan Pahandut Kota Palangka Raya

    No full text
    Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena pemalsuan identitas nikah di kota Palangka Raya. Oleh karena itu, kajian ini difokuskan pada proses pencegahan perkawinan di KUA Kecamatan Pahandut, yaitu dengan berfokus terhadap dua rumusan masalah: (1) Bagaimana proses verifikasi dan keabsahan data calon pengantin pada Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pahandut Kota Palangka Raya. (2) Bagaimana upaya Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pahandut Kota Palangka Raya dalam melakukan pencegahan perkawinan akibat ketidakvalidan data calon pengantin. Penelitian ini menggunakan pendekatan socio-legal (sosial dan hukum), subjek penelitian ini berjumlah 3 orang dan 3 informan dengan kriteria yang sudah ditentukan. Untuk menjawab rumusan masalah diatas maka penelitian ini menggunakan teori kepastian hukum, validitas dan efektivitas hukum dan maslahah. Hasil penelitian: (1) Proses verifikasi dan keabsahan data calon pengantin pada KUA Kecamatan Pahandut Kota Palangka Raya dilakukan dengan tahap pendaftaran secara manual (offline), pendaftaran secara online, Pemeriksaan Berkas Calon Pengantin dan Wali Nikah. Sedangkan Pendaftaran secara online dilakukan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH). Proses pemeriksaannya dengan cara mensinkronkan dan memvalidasi data dan untuk pemeriksaan wali nikah hanya ditugaskan oleh penghulu fungsional ataupun Kepala KUA Kecamatan Pahandut dengan menghadirkan wali dari calon pengantin perempuannya saja. (2) Upaya Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pahandut Kota Palangka Raya dalam Melakukan Pencegahan Perkawinan Akibat Ketidakvalidan Data Calon Pengantin yaitu memeriksa kebenaran data calon pengantin dan kelengkapan administrasi pendaftaran nikah, memeriksa kebenaran pernyataan wali nikah sebelum proses akad nikah dilaksanakan, dan melakukan penolakan nikah jika ditemukan data tidak valid. Abstract This research is motivated by the phenomenon of falsifying marriage identities in the city of Palangka Raya. Therefore, this study focuses on the process of preventing marriage in the KUA of Pahandut District, namely by focusing on two problem formulations: (1) What is the process of verifying and validating prospective bride and groom data at the Religious Affairs Office (KUA) of Pahandut District, Palangka Raya City. (2) What are the efforts of the Religious Affairs Office (KUA) of Pahandut District, Palangka Raya City, to prevent marriages due to invalid data on prospective brides and grooms? This research uses a socio-legal (social and legal) approach, the subjects of this research are 3 people and 3 informants with predetermined criteria. To answer the problem formulation above, this research uses the theory of legal certainty, validity and effectiveness of law and maslahah. Research results: (1) The process of verifying and validating the prospective bride and groom's data at the KUA Pahandut District, Palangka Raya City was carried out using the manual registration stage (offline), online registration, checking the files of the prospective bride and groom and the guardian of the marriage. Meanwhile, online registration is carried out using the Marriage Management Information System (SIMKAH) application. The inspection process involves synchronizing and validating data and the examination of the marriage guardian is only assigned by the functional headman or the Head of the Pahandut District KUA by presenting only the guardian of the prospective bride and groom. (2) Efforts by the Religious Affairs Office (KUA) of Pahandut District, Palangka Raya City to prevent marriages resulting from invalid data on prospective brides and grooms, namely checking the correctness of the prospective bride and groom's data and the completeness of the marriage registration administration, checking the correctness of the marriage guardian's statement before the marriage contract process is carried out, and rejecting marriage if invalid data is found

    Kewenangan Komisi Pemilihan Umum Kota Palangka Raya Terhadap Pemilih Di Luar Daftar Pemilih Tetap

    No full text
    Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh ketimpangan data antara partisipasi pemilih dangan daftar pemilih tetap, mengenai kewenangan Komisi Pemilihan Umum terhadap pemilih di luar wilayah Daftar Pemilih Tetap dalam pemilihan gubernur Kalimantan Tengah tahun 2020. Adapun rumusan masalah adalah (1) Bagaimana penerapan kewenangan Komisi Pemilihan Umum Kota Palangka Raya terhadap pemilih di luar wilayah Daftar Pemilih Tetap ? (2) Bagaimana dampak partisipasi publik atas upaya pencacahan yang dilakukan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan terhadap pemilih di luar wilayah Daftar Pemilih Tetap ?, Jenis penelitian yang digunakan ialah kualitatif, data penelitian ini dihimpun dengan metode obeservasi, wawancara dan dokumentasi, untuk menganalisis hasil yang diperoleh peneliti dilapangan maka menggunakan tiga teori yaitu teori kewenangan, teori partisipasi, dan teori politik islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota memberikan alternatif berupa formulir A5 atau disebut juga dengan formulir pindah memilih dari alamat yang sesuai dengan KTP sebagai bentuk kewenangan dan tanggung jawab selaku lembaga penyelenggara pemilihan untuk mempermudah masyarakat dalam memberikan hak suaranya yang tidak berada di wilayahnya pada saat hari pencoblosan yang mana hal tersebut didasarkan pada PKPU No.07 tahun 2022 yang mengatur tentang daftar pemilih dan terdapat dampak negatif juga positif atas upaya pencacahan yang dilakukan oleh pantia pemilihan kecamatan diantaranya ialah terjadi kenaikan partisipasi publik pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Tengah tahun 2020 dibandingkan tahun 2015, masyarakat menjadi tertib administrasi seperti memperbaharui alamat pada KTP ketika sudah berpindah tempat tinggal, daftar pemilih ini juga kerap kali menjadi salah satu permasalahan sengketa pemilu hal tersebut berdasarkan upaya pencacahan yang dilakukan oleh panitia pemilihan kecamatan yang diukur dengan jumlah daftar pemilih tetap. Abstract This research is motivated by an imbalance in data between voter participation and the final voter list, regarding the authority of the General Election Commission over voters outside the area of the Fixed Voter List in the 2020 election for the governor of Central Kalimantan. The formulation of the problem is (1) How is the authority of the City General Election Commission implemented? Palangka Raya against voters outside the area of the Permanent Voter List? (2) What is the impact of public participation on enumeration efforts carried out by the District Election Committee on voters outside the Final Voter List area? researchers in the field then use three theories, namely the theory of authority, participation theory, and Islamic political theory. The results of the study show that the Regency/City General Election Commission provides an alternative in the form of an A5 form or also called a transfer form to vote from an address that matches the KTP as a form of authority and responsibility as the election management body to make it easier for the public to cast their voting rights who are not in their territory. on voting day which was based on PKPU No.07 of 2022 which regulates voter lists and there were negative as well as positive impacts on enumeration efforts carried out by the sub-district election committee including an increase in public participation in the election of the governor and deputy governor of Central Kalimantan In 2020 compared to 2015, the public has become more administratively orderly, such as updating the address on the KTP when they have moved, the voter list is also often a problem in election disputes, this is based on enumeration efforts carried out by the sub-district election committee as measured by the number of voter lists still

    ‘Iddah Dalam Q.S. Ath-Thalaq [65]: 1 Perspektif Mufassir Indonesia (Pendekatan Sosio-Historis)

    No full text
    Abstrak Larangan keluar rumah dalam masa ‘iddah merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan bagi seorang mantan istri pasca perceraian sebagaimana yang termaktub dalam Q.S. Ath-Thalaq [65]: 1. Terkait larangan keluar rumah dalam Q.S. Ath-Thalaq [65]: 1 bagi perempuan yang sedang menjalani masa ‘iddah pada gilirannya menjadi permasalahan jika dihubungkan dengan fenomena kontemporer sehingga pembahasan mengenai ‘iddah dengan berbagai aturannya dalam al-Qur’ān penting untuk dikaji kembali, terutama terkait pemahaman dan pemaknaan Q.S. Ath-Thalaq [65]: 1 tentang larangan keluar rumah bagi perempuan dalam masa ‘iddah ditinjau dari segi penafsiran para mufassir Indonesia meliputi, Tafsir An-Nur, Al-Azhar dan Al-Miṣhbāḥ. Oleh, karena itu rumusan masalah penelitian ini yaitu: bagaimana penafsiran Q.S. Ath-Thalaq [65]: 1 dalam Tafsir An-Nur, Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Miṣhbāḥ tentang larangan keluar rumah bagi wanita dalam masa ‘iddah serta persamaan dan perbedaan penafsiran mufassir Indonesia?. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Adapun teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumen yang merujuk pada dokumen utama yaitu al-Qur’ān dan kitab tafsir yang digunakan meliputi Tafsir An-Nur, Al-Azhar dan Al-Miṣhbāḥ. Selanjutnya, teknik analisis data menggunakan metode deskriptif-komparatif serta menggunakan pendekatan sosio-historis untuk mempertajam hasil penelitian. Hasil penelitian ini adalah penafsiran Q.S. Ath-Thalaq [65]: 1 perspektif mufassir Indonesia dalam Tafsir An-Nur, Al-Azhar dan Al-Miṣhbāḥ memiliki perbedaan pandangan dimana Hasbi dalam Tafsir An-Nur menjadi satu-satunya orang yang memaknai Q.S. Ath-Thalaq [65]: 1 tentang larangan keluar rumah bagi perempuan yang sedang menjalankan masa ‘iddah secara ketat yaitu tidak membolehkan sama sekali perempuan keluar dari rumahnya sehingga penafsiran Hasbi dapat digolongkan dalam pemaknaan secara tekstual, sedangkan Hamka dalam Tafsir Al-Azhar, memaknai secara semi-tekstual, dimana Hamka berpandangan bahwa larangan keluar rumah bagi perempuan dalam masa ‘iddah sifatnya mutlak akan tetapi adat istiadat suatu masyarakat menjadi pertimbangkan dalam pelaksanaan aturan ‘iddah tersebut. Selanjutnya, Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Miṣhbāḥ dalam memahami suatu ayat al-Qur’ān lebih mendahulukan konteks sebelum menuju teks, sehingga penafsiran Quraish Shihab terhadap Q.S. Ath-Thalaq [65]: 1 sangat mempertimbangkan situasi dan kondisi masyarakat modern terutama masa kini, sehingga penafsiran Quraish Shihab terhadap Q.S. Ath-Thalaq [65]: 1 bersifat kontekstual. Abstract Prohibition from leaving the house during the 'iddah period is an obligation that must be carried out by an ex-wife after divorce as stated in Q.S. Ath-Thalaq [65]: 1. Regarding the prohibition on leaving the house in Q.S. Ath-Thalaq [65]: 1 for women who are undergoing the 'iddah period, this in turn becomes a problem if it is connected to contemporary phenomena, so the discussion about 'iddah with its various rules in the Qur'an is important to review, especially regarding the understanding and meaning of Q.S. Ath-Thalaq [65]: 1 regarding the prohibition on leaving the house for women during the 'iddah period viewed from the perspective of interpretations of Indonesian mufassir including, Tafsir An-Nur, Al-Azhar and Al-Miṣhbāḥ. Therefore, the formulation of this research problem is: how to interpret Q.S. Ath-Thalaq [65]: 1 in Tafsir An-Nur, Tafsir Al-Azhar and Tafsir Al-Miṣhbāḥ regarding the prohibition on leaving the house for women during the 'iddah period and the similarities and differences in interpretations of Indonesian mufassir?. This research is qualitative research and uses library research. The data collection technique uses document study which refers to the main document, namely the al-Qur'ān and the tafsir books used include Tafsir An-Nur, Al-Azhar and Al-Miṣhbāḥ. Furthermore, the data analysis technique uses descriptive-comparative methods and uses a socio-historical approach to sharpen the research results. The result of this research is the interpretation of Q.S. Ath-Thalaq [65]: 1 perspective of Indonesian mufassir in Tafsir An-Nur, Al-Azhar and Al-Miṣhbāḥ have different views where Hasbi in Tafsir An-Nur is the only person who interprets Q.S. Ath-Thalaq [65]: 1 regarding the strict prohibition of leaving the house for women who are observing the 'iddah period, namely not allowing women to leave their house at all so that Hasbi's interpretation can be classified as a textual meaning, while Hamka in Tafsir Al-Azhar, interprets semi-textually, where Hamka is of the view that the prohibition on leaving the house for women during the 'iddah period is absolute, but the customs of a society are taken into consideration in implementing the 'iddah rules. Furthermore, Muhammad Quraish Shihab in Tafsir Al-Miṣhbāḥ in understanding a verse of the Qur'an prioritizes the context before going to the text, so that Quraish Shihab's interpretation of Q.S. Ath-Thalaq [65]: 1 really considers the situation and conditions of modern society, especially today, so that Quraish Shihab's interpretation of Q.S. Ath-Thalaq [65]: 1 is contextual

    Retorika Dakwah Ustadz Muhammad Sumardi Bahrani di Kota Palangka Raya

    No full text
    Abstrak Retorika dakwah adalah merupakan seni berbicara untuk menarik perhatian orang lain melalui kepandaian berbicara dengan segala bentuk ucapan simbol. Rumusan masalah yaitu Bagaimana retorika dakwah Ustadz Muhammad Sumardi Bahrani di kota palangka raya. Apa saja permasalahan retorika dakwah ustadz Muhammad sumardi bahrani dalam pelaksanaan kegiatan retorika dakwah di kota Palangka Raya. Bagaimana solusi yang dilakukan Ustadz Muhammad Sumardi Bahrani dalam pelaksanaan kegiatan retorika dakwah di kota palangka raya. Tujuan penelitian untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana retorika dakwah Ustadz Muhammad Sumardi Bahrani di Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif kualitatif. Teori Stephen e. lucas. Teori ini memaparkan beberapa metode penyampain yaitu the method of delivery (metode penyampaian), the speakers voice (suara pembicara), the speakers body (gerak tubuh). Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi. Tehnik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, peyajian data, kesimpulan. Uji keabsahan data mengunakan triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Hasil dari penelitian ada tiga aspek. Pertama (Method Of Delivery) Ustadz Muhammad Sumardi Bahrani, menggunakan metode penyampaian Speaking extemporaneously untuk menyampaikan isi ceramah, mengambil garis besar, dan tema yang sudah dipilih tetapi kaitannya masih berhubungan dengan tema utama yang dibahas. Aspek kedua (The speaker’s voice) Ustadz Muhammad Sumardi Bahrani juga selalu memperhatikan volume, nada, tempo, variasi vokal, pengucapan, artikulasi yang bagus, enak di dengar, jelas, dialek bahasa di gunakan Bahasa Banjar, Bahasa Indonesia dan Bahasa dayak. Aspek ketiga (The Speaker’s Body) penampilan pribadi, menggunakan peci, baju koko, jubah putih dan memiliki janggut tipis. gerakan ustadz Muhammad Sumardi Bahrani, tidak berlebihan ia juga menyesuaikan apa yang ingin ia sampaikan kepada khalayak. Kontak mata yang di lakukan Ustadz Muhammad Sumardi Bahrani tidak hanya fokus satu tetapi kepada seluruh khalayak. Sikap yang patut di contoh dan memberikan kesan positif kepada khalayak, adanya pesan pesan ketika ceramah, sholawat, di akhiri doa bersama. Permasalahan dalam fasilitas dilapangan adalah alat pengeras suara/sounds system, menimbulkan suara berisik pada speaker, audiens suka berbicara sendiri, kurang nya perhatian, saling berbicra satu dengan yang lainnya. Solusi yaitu membawa alat sendiri sounds system ukuran kecil, microfon menunjang kesuksesan jalan nya acara ceramah. Diam sejenak untuk mendengar apa yang ingin di sampaikan oleh pembicara. menghormati ketika kita berbicara di depan, Menjadi pendengar yang baik, membangun semangat motivasi dalam mengejar ilmu, memberikan pertanyaan kepada audiens, menerapkan suara yang keras kepada audiens, memberikan hadiah kepada anak anak. Abstract Da'wah rhetoric is the art of speaking to attract the attention of others through cleverness in speaking with all forms of symbolic speech. The formulation of the problem is how is the preaching rhetoric of Ustadz Muhammad Sumardi Bahrani in the city of Palangka Raya. What are the problems with preaching rhetoric of Ustadz Muhammad Sumardi Bahrani in carrying out rhetoric of preaching activities in the city of Palangka Raya. What is the solution used by Ustadz Muhammad Sumardi Bahrani in carrying out preaching rhetoric activities in the city of Palangka Raya. The aim of the research is to find out and explain the rhetoric of Ustadz Muhammad Sumardi Bahrani's preaching in Palangka Raya City. This research uses qualitative methods and a qualitative descriptive approach. Stephen e's theory. Lucas. This theory explains several delivery methods, namely the method of delivery, the speaker's voice, the speaker's body (body movements). Data collection techniques are observation, interviews, documentation. The data analysis technique uses the Miles and Huberman model which consists of data reduction, data presentation, conclusions. Test the validity of the data using data source triangulation and method triangulation. The results of the research have three aspects. First (Method of Delivery) Ustadz Muhammad Sumardi Bahrani, uses the Speaking extemporaneously delivery method to convey the contents of the lecture, taking the outline and theme that has been chosen but the connection is still related to the main theme being discussed. The second aspect (The speaker's voice) Ustadz Muhammad Sumardi Bahrani also always pays attention to volume, tone, tempo, vocal variations, pronunciation, good articulation, pleasant to hear, clear, the language dialect used is Banjarese, Indonesian and Dayak. The third aspect (The Speaker's Body) is personal appearance, wearing a cap, koko shirt, white robe and having a thin beard. Ustadz Muhammad Sumardi Bahrani's movements, it is not an exaggeration that he also adjusts what he wants to convey to the audience. The eye contact made by Ustadz Muhammad Sumardi Bahrani does not only focus on one person but on the entire audience. An exemplary attitude that gives a positive impression to the audience, there are messages during lectures, prayers, and at the end of the group prayer. The problem with the facilities in the field is the loudspeakers/sounds system, causing noise in the speakers, the audience likes to talk to themselves, lack of attention, talking to each other. The solution is to bring your own small sound system, microphone to support the success of the lecture. Pause for a moment to hear what the speaker wants to say. respect when we speak in front, be a good listener, build a spirit of motivation in the pursuit of knowledge, ask questions to the audience, apply a loud voice to the audience, give gifts to children

    Dakwah Kultural Baarak dan Senoman Dalam Adat Pernikahan Suku Dayak Pembuang di Kabupaten Seruyan

    No full text
    Abstrak Baarak dan Senoman pada adat pernikahan suku Dayak Pembuang merupakan tradisi adat budaya yang telah dilaksanakan sejak zaman dahulu secara turun-temurun oleh masyarakat di desa Pembuang Hulu. Baarak adalah iring-iringan sekelompok orang dari pihak pengantin pria yang berjalan secara bersama-sama menuju tempat atau kediaman pengantin wanita, sedangkan Senoman adalah syukuran atau hajatan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang menyanyikan syair-syair dan shalawat dengan hadrah atau terbang sebagai alat musik serta diiringi dengan tarian. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap model dakwah kultural dalam tradisi Baarak dan Senoman pada adat pernikahan suku dayak Pembuang, yang mana definisi dari dakwah kultural secara umum adalah kegiatan dakwah dengan menekankan pendekataan secara kultural atau budaya. Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek dari penelitian ini adalah masyarakat Dayak Pembuang di Desa Pembuang Hulu Kecamatan Hanau Kabupaten Seruyan. Objek penelitian ini adalah model dakwah kultural yang ada dalam tradisi Baarak dan Senoman. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: Pertama, Proses pelaksanaan tradisi Baarak dan Senoman adalah Serangkaian kegiatan yang diawali dengan Baarak yaitu pengatin pria diarak menuju tempat pengantin wanita dengan iringan Senoman. Pelaksanaan tradisi ini dilakukan setelah selesai acara resepsi pernikahan. Adapun barang atau alat-alat yang dibawa dan digunakan pada saat proses pelaksanaan Baarak dan Senoman meliputi: daun sirih yang diolesi kapur dan sudah dibacakan do’a-do’a serta sholawat, dan keris yang dibawa oleh pengantin pria, kemudian untuk orang yang melakukan Senoman, membawa hadrah atau terbang sebagai alat musik, selanjutnya ada bendera kecil yang digunakan untuk menari. Kedua, Peran dakwah kultural dalam tradisi Baarak dan Senoman pada adat pernikahan dikelompokan kedalam lima (5) bagian yakni 1) Spiritual termuat didalamnya membaca do’a-do’a dan membaca salawat, 2) Pelestarian Budaya, 3) Pendidikan Moral dan Sosial termuat didalamnya anjuran Menggunakan Pakaian Sesuai Syari’at Islam, menyambung silaturahmi, gotong royong, pemberdayaan Masyarakat, 4) Memberitahu atau Mengumumkan Pernikahan, 5) Simbol budaya yaitu adanya daun sirih dan keris atau Mandau sebagai pekaras yang dibawa oleh pengantin pria. Abstract Baarak and Senoman in the wedding customs of the Pembuang Dayak tribe are cultural traditions that have been carried out since ancient times for generations by the people in Pembuang Hulu village. Baarak is a procession of a group of people from the groom's side who walk together to the place or residence of the bride, while Senoman is thanksgiving or celebration carried out by a group of people who sing verses and prayers with hadrah or flying as musical instruments and accompanied by dance. This study aims to reveal the model of cultural da'wah in the Baarak and Senoman traditions in the marriage customs of the Buang Dayak tribe, where the definition of cultural da'wah in general is da'wah activities by emphasizing cultural or cultural approaches. This research is a type of qualitative research with a phenomenological approach. The subject of this study was the Pembuang Dayak community in Pembuang Hulu Village, Hanau District, Seruyan Regency. The object of this study is the model of cultural da'wah that exists in the Baarak and Senoman traditions. Data collection techniques used in this study are observation, interviews and documentation. The results of this study show that: First, the process of implementing the Baarak and Senoman traditions is a series of activities that begin with Baarak, where the male escort is paraded to the bride's place with the accompaniment of Senoman. The implementation of this tradition is carried out after the completion of the wedding reception. The goods or tools brought and used during the process of Baarak and Senoman include: betel leaves smeared with chalk and have been read prayers and sholawat, and keris brought by the groom, then for people who perform Senoman, carry hadrah or terbang as musical instruments, then there is a small flag used for dancing. Second, the role of cultural da'wah in the Baarak and Senoman traditions in marriage customs is grouped into five (5) parts, namely 1) Spiritual contained in reading prayers and reading salawat, 2) Cultural Preservation, 3) Moral and Social Education consists of recommendations to wearing clothes accordingly Islamic, continue friendship, mutual assistance, community empowerment, 4) Notify or Announce Marriage, 5) Cultural symbols namely the presence of betel leaves and keris or Mandau brought by the groom

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Nasabah dalam Pembelian Perumahan Syariah Amana Residence di Palangka Raya

    No full text
    Abstrak Amana Residence konsisten menawarkan konsep perumahan dengan prinsip yang dijalankan dan menjamin akan memberikan rasa puas bagi setiap konsumen atau nasabah yang akan membeli unit rumah, alasannya karena aspek-aspek yang dibutuhkan oleh konsumen atas rumah telah disediakan dengan baik.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh religiusitas dan harga terhadap keputusan pembelian perumahan syariah Amana Residence di Palangka Raya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan mix methode, populasi yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 33 nasabah Amana Residence karena semua populasi dijadikan sampel penelitian atau disebut sampling jenuh, taraf kesalahannya sebesar 5%. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu random sampling. Analisis data yang digunakan yaitu Analisis Regresi Liner Sederhana, Linier Berganda dan Uji Hipotesis melalui Analisis Koefisien Determinan (R2), Uji F (simultan) dan Uji t (parsial). Hasil penelitian ini menemukan bahwa Pertama religiusitas berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian perumahan syariah Amana Residence di Palangka Raya. Kedua harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian perumahan syariah Amana Residence di Palangka Raya. Ketiga religiusitas dan harga berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian perumahan syariah Amana Residence di Palangka Raya. Keempat faktor lokasi menjadi faktor lain yang mempengaruhi keputusan pembelian perumahan syariah Amana Residence di Palangka Raya. Abstract Amana Residence consistently offers a housing concept with principles that are implemented and guarantees that it will provide a sense of satisfaction for every consumer or customer who wants to buy a housing unit, the reason is because the aspects needed by consumers for a house have been provided well. The aim of this research is to find out how much The influence of religiosity and price on the decision to purchase sharia housing at Amana Residence in Palangka Raya. The approach used in this research is a mix method approach, the population used in this research is 33 Amana Residence customers because the entire population is used as a research sample or called saturated sampling, the error rate is 5%. The sampling technique used was random sampling. The data analysis used is Simple Linear Regression Analysis, Multiple Linear Regression and Hypothesis Testing through Determinant Coefficient Analysis (R2), F Test (simultaneous) and t Test (partial). The results of this research found that first, religiosity has a significant influence on the decision to purchase sharia housing at Amana Residence in Palangka Raya. Both prices have a significant influence on the decision to purchase Amana Residence sharia housing in Palangka Raya. The three religiosity and price simultaneously influence the decision to purchase sharia housing at Amana Residence in Palangka Raya. The four location factors are other factors that influence the decision to purchase Amana Residence sharia housing in Palangka Raya. The statement in this research shows that religiosity and price have a significant influence on the decision to purchase Amana Residence sharia housing in Palangka Raya both partially and simultaneously but religiosity.

    5,416

    full texts

    6,024

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IAIN Palangkaraya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇