6024 research outputs found
Sort by
Perencanaan Pengendalian Bahan Baku Dengan Menggunakan Metode Economic Order Quantity (Eoq) Pada Mebel Surya Pratama Palangka Raya
Abstrak
Perencanaan pengendalian bahan baku untuk mengendalikan persediaan di Mebel Surya Pratama Palangka Raya dimana ditemukannya masalah bahan baku yang menumpuk dan beberapa ada yang mulai rusak, dikarenakan usaha Mebel ini menggunakan sistem pembelian bahan baku diawal yang berlebihan, pemilik berfikir untuk menyetok bahan baku selagi ada modalnya. Agar menghindari kerugian dimasa yang akan datang yang bisa dilakukan untuk mengendalikan persediaan dengan menggunakan metode economic order quantity. agar dapat menentukan quantitas yang ekonomis.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan pengendalian bahan baku di Mebel Surya Pratama Palangka Raya dan bagaimana perencanaan pengendalian bahan baku menggunakan economic order quantity (EOQ) Data yang diperoleh dalam penelitian ini dari hasil Observasi, wawancara dan dokumentasi dengan pemilik serta karyawan di Mebel Surya Pratama Palangka Raya.
Hasil Penelitian menenukan bahwa perencanaan pengendalian bahan baku di Mebel Surya Pratama yaitu hanya berdasarkan perkiraan dan keingininan pemilik saja. Pemilik akan membeli kayu sebanyak-banyaknya untuk di stok jika memiliki uang yaitu pada tahun 2019 sebanyak 5,000 m3, 2020 sebanyak 7,000 m3, 2021 sebanyak 7,000 m3, dan 2022 kembali ke 5,000 m3 dan Berdasarkan perhitungan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) , maka jumlah pesanan paling ekonomis bagi Mebel Surya Pratama Palangka Raya untuk pemesanan bahan baku kayu per tahun sebesar 4,031 m3 untuk setiap kali pesan. Sedangkan frekuensi pemesanan bahan baku kayu adalah sebanyak 1 kali dalam satu tahun.
Abstract
Raw material control planning to control inventory at Mebel Surya Pratama Palangka Raya where problems were found with raw materials piling up and some starting to break down, because this furniture business uses an excessive initial purchasing system for raw materials, the owner thinks of stocking raw materials while there is capital. In order to avoid future losses, inventory control can be done using the economic order quantity method. In order to determine an economical quantity
This research aims to find out how to plan raw material control at Mebel Surya Pratama Palangka Raya and how to plan raw material control using economic order quantity (EOQ). The data obtained in this research is from the results of observations, interviews and documentation with owners and employees at Mebel Surya Pratama Palangka Raya.
The research results found that the raw material control planning at Surya Pratama Furniture was only based on estimates and the owner's wishes. The owner will buy as much wood as possible to stock if he has the money, namely in 2019 as much as 5,000 m3, 2020 as much as 7,000 m3, 2021 as much as 7,000 m3, and 2022 back to 5,000 m3 and based on calculations using the Economic Order Quantity (EOQ) method, then The most economical order amount for Surya Pratama Palangka Raya Furniture for ordering wood raw materials per year is 4,031 m3 for each order. Meanwhile, the frequency of ordering wood raw materials is once a year
Analisis Perlakuan Akuntansi Atas Pembiayaan Rahn Emas Pada Pegadaian Syariah Cabang Palangka Raya
Abstrak
Produk rahn emas Pegadaian Syariah mendapatkan keuntungan akad pendamping yaitu akad ijarah terdiri dari biaya penyimpanan barang gadai. Perlakuan akuntansi ijarah diatur dalam PSAK 107 yaitu pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan. Tujuan penelitian ini;1) mendeskripsikan mekanisme pembiayaan rahn emas di Pegadaian Syariah Cabang Palangka Raya;
2) menganalisis pembiayaan rahn emas berdasarkan PSAK 107 (ijarah) di Pegadaian Syariah Cabang Palangka Raya.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah para karyawan Pegadaian Syariah yang berhubungan dengan produk rahn emas. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampiling. Teknik pengabsahan data menggunakan triangulasi sumber, dan reliabilitas. Teknik analisis data dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) mekanisme pembiayaan rahn emas di pegadaian syariah berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh Pegadaian Pusat sesuai dengan ketentuan fatwa DSN No.25/DSN-MUI/III/2002 dan ketentuan DSN No. 26/DSN-MUI/III/2022. 2) kesesuaian perlakuan akuntansi pembiayaan rahn emas pada Pegadaian Syariah Cabang Palangka Raya dengan PSAK 107 sepenuhnya sudah sesuai. Hal ini dapat dilihat bahwa pengakuan dan pengukuran telah sesuai dengan PSAK 107 seperti uang pinjaman serta biaya ijarah diakui pada saat melakukan traksaksi rahn yaitu sebesar biaya peroleh. Bahwa penyajian pendapatan dan beban sudah sesuai dengan mengurangi biaya yang terkait, seperti biaya pemeliharaan sewa tempat. Pengungkapan sewa tempat untuk gadai emas diungkapkan dalam nota transaksi.
Abstract
Pegadaian Syariah gold rahn products benefit from a companion contract, namely an ijarah contract consisting of the cost of storing pawn goods. The treatment of ijarah accounting is regulated in PSAK 107, namely recognition, measurement, presentation, and disclosure. The purpose of this study: 1) describe the financing mechanism of rahn emas at Pegadaian Syariah Palangka Raya Branch; 2) analyze the financing of gold rahn based on PSAK 107 (ijarah) at Pegadaian Syariah Palangka Raya Branch.
This study used descriptive qualitative methods, with data collection techniques in the form of interviews, observations and documentation. The subjects of this study were employees of Pegadaian Syariah who were related to gold rahn products. The informant determination technique uses purposive sampiling. Data validation techniques use source triangulation, and reliability. Data analysis techniques by collecting data, reducing data, presenting data, and drawing conclusions.
The results showed that 1) the mechanism for financing gold rahn at sharia pawnshops is based on the provisions set by the Central Pawnshop in accordance with the provisions of fatwa DSN No.25/DSN-MUI/III/2002 and the provisions of DSN No. 26/DSN-MUI/III/2022. 2) the suitability of the accounting treatment of gold rahn financing at the Palangka Raya Branch Sharia Pawnshop with PSAK 107 is fully appropriate. It can be seen that the recognition and measurement are in accordance with PSAK 107 such as loan money and ijarah fees recognized at the time of making a rahn transaction, which is equal to the acquisition cost. That the presentation of income and expenses is appropriate by reducing the associated costs, such as the cost of maintaining the rental of the premises. The disclosure of the lease of premises for a gold lien is disclosed in the transaction memorandum
Strategi Dalam Upaya Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Di Kabupaten Barito Utara Melalui Sektor Pariwisata
Abstrak
Pariwisata merupakan salah satu kegiatan yang hampir seluruh masyarakat pernah ada di dalamnya pada kurun waktu tertentu. Kabupaten Barito Utara memiliki berbagai macam objek wisata di antaranya wisata alam dan wisata buatan yang apabila dikelola dan dikembangkan dengan baik dan tepat maka akan menjadi daerah tujuan wisata yang menarik untuk dikunjungi. Selain itu, dengan meningkatnya wisatawan yang berkunjung maka secara langsung akan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pendapatan masyarakat sekitar objek wisata tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Objek penelitian dalam penelitian ini, yaitu strategi dalam menghasilkan Pendapatan Asli Daerah melalui sektor pariwisata khususnya wisata di Danau Trinsing kabupaten Barito Utara. Subjek penelitian adalah kepala desa Trinsing, kepala dinas pariwisata, petugas atau Pengelola wisata danau di desa Trinsing dan wisatawan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengabsahan data menggunakan triangulasi sumber.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, Strategi Dalam Upaya Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah di kabupaten Barito Utara Melalui Sektor Pariwisata diantaranya melalui pembangunan berupa fasilitas yang lengkap untuk wisata Danau Trinsing. Kedua, Faktor pendukung dan penghambat strategi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Faktor pendukung disini adalah peran dari Dinas Pariwisata yang mendukung dan menyadarkan masyarakat desa Trinsing untuk dapat mengembangkan wilayahnya menjadi suatu wisata yang baru dan banyak dikunjungi wisatawan di luar desa tersebut. Adapun faktor penghambatnya yaitu sulitnya transportasi lewat darat, kurangnya promosi yang dilakukan Desa Trinsing.
Abstract
Tourism is an activity that almost all people have been in at a certain time. North Barito Regency has various kinds of tourism objects including natural tourism and artificial tourism that are managed and developed properly and appropriately, so it will become an interesting tourist destination to visit. In addition, with tourists visiting, it will directly increase the Regional Original Income (PAD) and the income of the community around the tourist attraction.
This research is a field research with a descriptive qualitative approach. The object of research in this study, namely the strategy in generating Regional Original Income through the tourism sector, especially in Lake Trinsing, North Barito district. The research subjects were the head of the Trinsing village, the head of the tourism office, officers or managers of lake tourism in Trinsing village and tourists. Data collection techniques were carried out by means of observation, interviews, and documentation. The data validation technique uses source triangulation.
The results of this study indicate that: first, the strategy for increasing local revenue in North Barito Regency is through the tourism sector, including through the construction of complete facilities for Trinsing Lake tourism. Second, the supporting and inhibiting factors for the strategy to increase Regional Original Income. The supporting factor here is the role of the Tourism Office, which supports and awakens the Trinsing village community to be able to develop their territory into new tourism and is visited by many tourists from outside the village
Implementasi Workplace Spirituality Pada Karyawan Rumah Makan Ayam Penyet Surabaya Cabang Palangka Raya
Abstrak
Workplace spirituality adalah konsep yang melibatkan dimensi spiritual dalam lingkungan kerja. Hal ini mencakup pengakuan terhadap nilai-nilai spiritual, etika, keadilan, kebersamaan, dan penghargaan terhadap individu di tempat kerja. Konsep ini mengakui bahwa karyawan tidak hanya berfokus pada tugas-tugas pekerjaan dan pencapaian tujuan organisasi, tetapi juga memperhatikan aspek-aspek yang lebih dalam, seperti makna dan tujuan hidup, keseimbangan kerja kehidupan, kepuasan, dan perkembangan pribadi. Adapun tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Implementasi workplace spirituality pada karyawan, dan dampaknya pada etos kerja karyawan.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yang menggambarkan kondisi apa adanya, tanpa adanya manipulasi pada variabel yang diteliti. Subjek dalam penelitian ini adalah manejer dan karyawan Ayam Penyet Surabaya, serta 2 informan yang pernah makan di Ayam Penyet Surabaya. Teknik penentuan subjek menggunakan purposive sampling. Sumber data didapatkan dari teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan langkah-langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. pengabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber data.
Berdasarkan hasil analisis Implementasi Workplace spirituality Pada Karyawan Rumah Makan Ayam Penyet Surabaya Cabang Palangka Raya. dapat disimpulkan bahwa Rumah Makan Ayam Penyet Surabaya menerapkan workplace spirituality dengan pendekatan internalisasi nilai. Internalisasi Nilai memiliki beberapa tahap yang Pertama, Tahap Transformasi Nilai adalah langkah awal dalam internalisasi nilai-nilai Islam pada lingkungan kerja. Kedua, Tahap Transaksi Nilai melibatkan komunikasi dua arah antara pemberi dan penerima nilai. Keiga, Transinternalisasi, yaitu menjadikan nilai-nilai tersebut menjadi kebiasaan yang diulang-ulang dari hal-hal yang kecil terlebih dahulu. penerapan workplace spirituality dengan pendekatan yang tepat dapat memberikan dampak positif pada etos kerja karyawan, baik dalam hal kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan kerja keras. Tahapan internalisasi nilai-nilai spiritual dalam workplace spirituality menjadi kunci penting dalam membentuk sikap berdaulat dan mental ihsan dalam pengalaman spiritual karyawan.
Abstract
Workplace spirituality is a concept that involves the spiritual dimension in the work environment. It encompasses the recognition of spiritual values, ethics, justice, camaraderie, and appreciation of individuals in the workplace. This concept acknowledges that employees are not solely focused on job tasks and achieving organizational goals, but also pay attention to deeper aspects such as meaning and life purpose, work-life balance, satisfaction, and personal development. The aim of this research is to understand the implementation of workplace spirituality among employees and its impact on employees' work ethic.
This type of research is a field study using a descriptive qualitative approach, which describes the conditions as they are, without manipulation of the variables being studied. The subjects in this study are managers and employees of Ayam Penyet Surabaya restaurant, as well as 2 informants who have dined at Ayam Penyet Surabaya. The subject selection technique used purposive sampling. Data sources were obtained through interviews, observations, and documentation. Data analysis in this research follows the steps of data collection, data reduction, data presentation, and data verification. Data validation is done using the technique of data source triangulation.
Based on the analysis of the implementation of Workplace Spirituality in the employees of Ayam Penyet Surabaya Restaurant, Palangka Raya branch, it can be concluded that Ayam Penyet Surabaya Restaurant implements workplace spirituality through the internalization of values approach. The internalization of values consists of several stages. Firstly, the Transformation of Values stage serves as the initial step in internalizing Islamic values in the work environment. Secondly, the Transaction of Values stage involves two-way communication between the providers and recipients of values. Lastly, Transinternalization is the process of turning these values into repeated habits, starting with small matters. The proper implementation of workplace spirituality can have a positive impact on employees' work ethics, including discipline, honesty, responsibility, and hard work. The stages of internalizing spiritual values in workplace spirituality play a crucial role in shaping a sovereign attitude and an ihsan (excellence) mentality in employees' spiritual experiences
Dampak Usaha Kuliner Di Pelabuhan Rambang Kota Palangka Raya Bagi Perekonomian Masyarakat Sekitar
Abstrak
Kuliner merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, kuliner dinilai sebagai usaha yang sangat menjanjikan, karena bisa memberikan keuntungan yang cukup siginifikan. Sehingga kuliner menjadi salah satu usaha yang paling diminati oleh masyarakat, termasuk masyarakat sekitar Pelabuhan Rambang Kota Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi usaha kuliner di Pelabuhan Rambang Kota Palangka Raya dan mengetahui dampak keberadaan usaha kuliner di Pelabuhan Rambang Kota Palangka Raya bagi perekonomian masyarakat sekitar.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 7 orang, yaitu: 1 orang Ketua RT (pengelola usaha kuliner), 1 orang Kepala Pelabuhan Rambang (pengawas usaha kuliner), dan 5 orang masyarakat sekitar yang bekerja sebagai (pelaku usaha kuliner) di (kawasan kuliner) Pelabuhan Rambang. Sedangkan informan dalam penelitian ini adalah 2 orang pengunjung kuliner. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Analisis data dalam penelitian ini melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa, (1) potensi usaha kuliner di Pelabuhan Rambang Kota Palangka Raya adalah dari daya tarik yang dimiliki: fasilitas pendukung, aneka ragam makanan dan minuman, (budaya) makanan tradisional, serta (sumber daya alam) sungai kahayan dan hutan hujan tropis. Rencana program pembangunan yang dilakukan pemerintah dalam pengembangan usaha kuliner adalah dengan melalui peningkatan prasarana dan sarana, menambahkan jenis variasi makanan ringan, makanan ciri khas Kalimantan, cinderamata, serta memberikan pelatihan dan penyuluhan jaminan keamananan produk dengan pengelola Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). (2) Keberadaan usaha kuliner di Pelabuhan Rambang Kota Palangka Raya berdampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Hal ini dilihat dari peningkatan pendapatan yang diperoleh oleh masyarakat sekitar; menunjukkan bahwa adanya kenaikan gaya hidup dan daya beli, sehingga kesejahteraan masyarakat sekitar secara otomatis ikut mengalami peningkatan. Faktor yang dinilai dapat memengaruhi pendapatan masyarakat sekitar yakni: lokasi usaha.
Abstract
Culinary cannot be separated from human life. Therefore, culinary is considered a very promising business because it can provide significant profit. Thus, culinary becomes one of the most popular businesses in the community, including the community in the Rambang Port of Palangka Raya City. This study aims to find out the potential of culinary business in Rambang Port of Palangka Raya City and find out the impact of culinary business in Rambang Port of Palangka Raya City on the economy of the local community.
This study was a field study using a descriptive qualitative approach. There were 7 subjects in this study, namely: 1 person the head of RT (manager of culinary business), 1 person the head of Rambang Port (supervisor of culinary business), and 5 people the local community who work as culinary entrepreneurs in (the culinary area) of Rambang Port. Moreover, the informants of the study were 2 people the culinary visitors. Data collection techniques were observations, interviews, and documentation. The data validation technique used source triangulation. Data analysis of the study were data collection, data reduction, data presentation, and drawing a conclusion.
The findings of the study showed that (1) the potential of culinary business in Rambang Port of Palangka Raya City is the attractiveness, such as supporting facilities, variety of foods and beverages, (culture) traditional foods, and (natural resources) Kahayan River and tropical rain forest. Development program plans conducted by the government in developing culinary business were a variety of snacks, Kalimantan typical food, merchandise, and giving training and socialization on product safety assurance with the management of the Food and Drug Administration (BPOM). (2) Culinary business in Rambang Port of Palangka Raya City has positive impacts on the economy and welfare of the local community. It can be seen from the increase in income earned by the local community. It shows that there is an increase in lifestyle and purchasing power so that the welfare of the local community automatically has an increment. A factor considered that can influence the income of the local community is: the business location
Pengaruh Tekanan Ekonomi Dan Manajemen Keuangan Terhadap Kesejahteraan Keluarga Usia 19 Tahun Di Kota Palangka Raya
Abstrak
Tekanan ekonomi merujuk pada situasi di mana keluarga mengalami kesulitan keuangan, yang mengakibatkan gangguan dalam memenuhi kebutuhan dan meningkatkan tingkat stress. Kesejahteraan keluarga adalah tujuan yang diharapkan oleh setiap keluarga karena mencerminkan kualitas hidup dari sebuah rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Tekanan Ekonomi dan Manajemen Keuangan Terhadap Kesejahteraan Keluarga Usia 19 tahun di Kota Palangka Raya.
Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian asosiatif kausal. Total sampel dalam penelitian ini adalah 37 seorang istri yang menikah pada usia 19 tahun. Bertempat di KUA Jekan Raya pada tahun 2022-2023 yang ditentukan melalui metode non-probalitas atau sampel jenuh yang di mana semua anggota populasi menjadi sampel di dalam penelitian ini.
Berdasarkan hasil yang diperoleh dengan menggunakan SPSS 25 menunjukan bahwa tekanan ekonomi berpengaruh tidak signifikan terhadap kesejahteraan keluarga usia 19 tahun. Sedangkan manajemen keuangan memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kesejahteraan keluarga usia 19 tahun. Secara simultan tekanan ekonomi dan manajemen keuangan berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan keluarga usia 19 tahun di kota Palangka Raya. Penelitian ini menunjukan bahwa manajemen keuangan yang baik dapat mengurangi dampak tekanan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Hasil menunjukan nilai adjusted r square sebesar 0,456 yang artinya 45,6% tekanan ekonomi dan manajemen keuangan mempengaruhi kesejahteraan keluarga usia 19 tahun. Sedangkan 54,4% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.
Abstract
Economic pressure refers to a situation where a family experiences financial difficulties, which results in disruption in meeting needs and increases stress levels. Family welfare is a goal that is expected by every family because it reflects the quality of life of a household. This study aims to analyze the effect of economic pressure and financial management on family welfare aged 19 years in the city of Palangka Raya.
This research was conducted using a quantitative approach to the survey method. This research uses the type of causal associative research. The total sample in this study was 37 wives who were married at the age of 19 years. Taking place at KUA Jekan Raya in 2022-2023 which was determined through the non-probability method or saturated sample in which all members of the population were sampled in this study.
Based on the results obtained using SPSS 25, it shows that economic pressure has no significant effect on family welfare aged 19 years. While financial management has a significant positive effect on family welfare aged 19 years. Simultaneously, economic pressure and financial management have a significant effect on the welfare of a 19-year-old family in the city of Palangka Raya. This research shows that good financial management can reduce the impact of economic pressures and improve family welfare. The results show an adjusted r squared value of 0.456, which means that 45.6% of economic and financial management pressures affect the well-being of a 19-year-old family. While the remaining 54.4% is influenced by other factors
Upaya Produksi Kelotok Dalam Meningkatkan Pendapatan Pelaku Usaha Di Desa Muara Laung Ii Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya
Abstrak
Usaha pembuatan perahu kelotok merupakan jenis usaha yang diperoleh dari keterampilan unik yang diturunkan dari generasi ke generasi secara informal dengan pola pembuatan yang sederhana tetapi tidak mengurangi kualitas terutama tidak mudah rusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis proses produksi di Desa Muara Laung II Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya dan untuk mengetahui dan menganalisis upaya terhadap peningkatan pendapatan pelaku usaha kelotok di masyarakat Desa Muara Laung II Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Tempat penelitian ini berlokasi di Desa Muara Laung II Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah. Dengan subjek penelitian ialah pemilik tempat produksi dan karyawan produksi sebanyak empat orang dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa proses produksi dimulai dengan pengadaan bahan baku. Bahan baku utamanya adalah kayu Lutung latap. Pemasoknya adalah penduduk di sekitar di Desa Muara Laung II, di mana produsen sering kali harus menyediakan dana untuk pemasok kayu. Pembuatan perahu Kelotok di Desa Muara Laung II menerapkan manajemen pemasaran yang sederhana, namun masyarakat sekitar Desa Muara Laung II sudah mengenal pembuat Kelotok di Desa Muara Laung II dan pendapatan pelaku usaha yang dihasilkan dari penjualan itu memadai karena dapat memenuhi untuk kebutuhan sehari-hari dalam mengelola hasil pendapatan dan proses pembuatan kelotok itu merupakan keahlian yang sangat kreatif yang tidak bisa dimiliki oleh orang lain.
Abstract
This Kelotok boat manufacturing business is a type of business obtained from unique skills passed down from generation to generation informally with simple manufacturing patterns but does not reduce quality, especially not easily damaged. This study aims to determine and analyze the production process in Muara Laung II Village, Laung Tuhup District, Murung Raya Regency and to determine and analyze efforts to increase the income of kelotok business actors in the community of Muara Laung II Village, Laung Tuhup District, Murung Raya Regency.
This research uses a qualitative approach with a phenomenological research type. The place of this research is located in Muara Laung II Village, Laung Tuhup District, Murung Raya Regency, Central Kalimantan Province. With the research subjects being the owner of the production site and production employees as many as four people using observation, interview and documentation data collection techniques.
The results of the study can be concluded that the production process begins with the procurement of raw materials. The main raw material is Lutung latap wood. The suppliers are local residents in the vicinity of Muara Laung II Village, where producers often have to provide funds for wood suppliers. The manufacture of Kelotok boats in Muara Laung II Village applies simple marketing management, but the community around Muara Laung II Village is familiar with Kelotok makers in Muara Laung II Village and the income of business actors generated from sales is adequate because it can meet daily needs in managing income results and the process of making kelotok is a very creative skill that cannot be owned by others
Kontra Prestasi Dalam Jual Beli Kelapa Sawit Sebagai Jaminan Utang Piutang Di Desa Beruta Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kegagalan pemenuhan prestasi dalam perjanjian jual beli yang menjadikan hasil panen kelapa sawitnya sebagai jaminan dalam pelunasan utang piutang. Permasalahan bermula ketika pengepul mempermasalahkan wanprestasi yang dilakukan pihak lain tanpa sadar bahwa ia terlebih dahulu wanprestasi. Sehingga petani melakukan kontra prestasi. Fokus masalah penelitian yaitu: (1) Bagaimana status utang piutang yang dilakukan oleh pengepul dan petani kelapa sawit di Desa Beruta Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau? (2) Bagaimana kontra prestasi dan akibat hukumnya dalam perjanjian utang piutang antara pengepul dan petani menurut Hukum Positif dan Hukum Islam? Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosio-legal. Data dihimpun melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik (thematic analysis). Teori yang digunakan ialah teori perjanjian mengikat (pacta sunt servanda), teori itikad baik (good faith), dan teori tanggung jawab (liability). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Status utang piutang antara petani dan pengepul berdasarkan teori pacta sunt servvanda adalah sah dengan terpenuhinya unsur-unsur perjanjian utang piutang, dan bersifat mengikat sebagaimana ketentuan dalam Pasal 1338 KUHPerdata. Namun, dalam tahap pelaksanaan kontrak (Post contractual) terjadi wanprestasi dari pihak satu sehingga pihak lain kontra prestasi; (2) Segala bentuk pelanggaran yang merugikan dalam perikatan tentu dihindari bahkan dilarang dalam Hukum Positif maupun Hukum Islam. Namun, balasan terhadap hal tersebut (kontra prestasi) dianggap sebagai upaya untuk memperoleh keadilan sehingga dapat dibenarkan. Prinsip yang dikedepankan dalam hal ini ialah exceptio non adimpleti contractus. Bentuk itikad baik (good faith) dan sikap tanggung jawab (liability) pengepul ialah dengan reschedule atau mengatur ulang jadwal dan perbaikan pada proses pengangkutan hasil panen petani.
Abstract
This research was motivated by the failure to fulfill the achievements in the sale and purchase agreement which used the palm oil harvest as collateral for repayment of debts and receivables. The problem begins when the collector takes issue with the other party's default without realizing that he or she has defaulted first. So the farmers opposed their achievements. The focus of the research problem is more on: (1) What is the status of debts and receivables made by oil palm collectors and farmers in Beruta Village, Bulik District, Lamandau Regency? (2) What are the counter-performance and legal consequences in debt and receivable agreements between collectors and farmers according to Positive Law and Islamic Law? This type of research is empirical legal research with a socio-legal approach. Data was collected through observation, interviews and documentation which was then analyzed using thematic analysis. The theories used are the theory of binding agreements (pacta sunt servanda), the theory of good faith (good faith), and the theory of responsibility (obligation). The results of the research show that: (1) The status of debts and receivables between farmers and collectors, when viewed through the theory of pacta sunt servvanda, is said to be valid with the fulfillment of the elements of the debt and receivables agreement, and is binding. as regulated in Article 1338 of the Civil Code. However, at the stage of contract implementation (Post contractual) there is a mismatch between the rights and obligations of one party so that the other party experiences counter-performance; (2) All forms of detrimental violations in the engagement are of course avoided and even prohibited in Positive Law and Islamic Law. However, the response to this (contra-performance) is considered an effort to obtain justice so that they can be held accountable. The principle put forward in this case is Exceptiono non adimpleti contractus. A form of good faith and responsibility for collectors is by rescheduling or rearranging schedules and improving the process of transporting farmers' harvests
Tawar-Menawar Upah Mengkhatamkan Al-Qur’an Di Kuburan Bagi Warga Banjar Di Kota Palangka Raya
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fenomena kegiatan tawar-menawar upah dalam proses khataman Al-Qur’an, yang mana hal ini menimbulkan berbagai penafsiran mengenai hukum tawar-menawar upah tersebut. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan, 1) Untuk mengetahui dan memahami praktik tawar-menawar upah mengkhatamkan Al-Qur’an di kuburan bagi warga Banjar di Kota Palangka Raya. 2) Untuk mengetahui dan memahami pandangan ulama terhadap tawar-menawar upah mengkhatamkan Al-Qur’an di kuburan bagi warga Banjar di Kota Palangka Raya. Jenis penelitian ini adalah hukum empiris dengan tipe sosiologi hukum, sedangkan pendekatannya adalah pendekatan socio-legal. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 3 orang penyelenggara khataman, 2 orang pemakai jasa khataman dan 4 orang ulama Kota Palangka Raya. Hasil penelitian ini adalah 1) Praktik tawar-menawar upah mengkhatamkan Al-Qur’an di kuburan di lakukan melalui tiga tahapan yaitu negosiasi harga, kesepakatan dan pembayaran upah. 2) Pandangan ulama mengenai praktek tawar-menawar upah mengkhatamkan Al-Qur’an dikuburan terbagi dalam dua golongan, yaitu membolehkan dan tidak membolehkan. Ulama yang membolehkan memiliki pertimbangan, adanya usur tolon-menolong, tidak memberatkan dan sebagai balas jasa kegiatan yang dilakukan oleh pihak penyelenggara khataman yang memang harus meninggalkan pekerjaan sehari-hari untuk melakukan kegiatan khataman tersebut. Sedangkan bagi ulama tidak membolehkan berpegang pada prinsip kehati-hatian akan yang terjadi pada masa yang akan datang, yang didasarkan pada prinsip Saddudz Dzari’ah. Saddudz Dzari’ah ini terkait keafdolan membaca Al-Qur’an di kuburan, memberatkan keluarga Ahlul Mayyit, komersilisasi ibadah dan hilangnya keikhlasan dalam membaca Al-Qur’an karena adaya upah.
Abstract
This research is motivated by the phenomenon of wage bargaining activities in the process of reciting the Al-Qur’an, which gives rise to various interpretations regarding the law of wage bargaining. Based on this, this research aims, 1) To find out and understand the practice of bargaining for wages to recite the Al-Qur’an in graves for Banjar residents in Palangka Raya City. 2) To find out and understand the views of ulama regarding the wage bargaining for reciting the Koran in graves for Banjar residents in Palangka Raya City. This type of research is empirical law with a legal sociology type, while the approach is a socio-legal approach. The subjects in this research consisted of 3 khataman organizers, 3 users of khataman services and 4 ulama from Palangka Raya City. The results of this research are 1) The practice of bargaining over wages for reciting the Koran in graves is carried out through three stages, namely price negotiation, agreement and payment of wages. 2) The views of scholars regarding the practice of bargaining for wages for reciting the Koran in burial are divided into two groups, namely allowing and not allowing. Ulama who allow it to have consideration, a gesture of mutual help, not burdensome and as compensation for the activities carried out by the Khataman organizers who actually have to leave their daily work to carry out the Khataman activities. Meanwhile, the ulama are not allowed to adhere to the principle of being careful about what will happen in the future, which is based on the principle of Saddudz Dzara'ih. Saddudz Dzara'ih is related to the devotion of reading the Koran in graves, burdening the Ahlul Mayyit family, the commercialization of worship and the loss of sincerity in reading the Koran because of the existence of wages
Penerapan Denda Pada Arisan Online Di Desa Tumbang Sangai Kabupaten Kotawaringin Timur
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan penerapan uang denda pada arisan online. Dalam arisan online yang diselenggarakan melalui sosial media ini memiliki persyaratan terkait sanksi dalam arisan, yaitu menerapkan suatu denda. Fokus penelitian ini, yaitu ; (1) Bagaimana praktik pelaksanaan arisan online di desa Tumbang Sangai Kabupaten Kotawaringin Timur, (2) Bagaimana penggunaan uang denda pada arisan online oleh penyelenggara arisan di desa Tumbang Sangai Kabupaten Kotawaringin Timur, dan (3) Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap penerapan uang denda dalam arisan online di desa Tumbang Sangai. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian yuridis empiris (empirical legal research) atau biasa disebut dengan penelitian lapangan untuk memperoleh informasi dan data mengenai penerapan uang denda dalam arisan online dengan menggunakan pendekatan socio-legal dalam bentuk kualitatif (non-statistik) dan objek dalam penelitian adalah denda arisan online. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan menggunakan wawancara, observasi serta dokumentasi sebagai alat pendukung penelitian. Hasil dalam penelitian ini yaitu, dapat diketahui bahwa praktik pelaksanaan arisan online tersebut telah menetapkan syarat-syarat maupun sanksi-sanksi sehingga sesuai dengan teori perjanjian. Adapun uang denda tersebut digunakan sebagai keuntungan pribadi (uang tambahan jasa) dan untuk menutupi kerugian, sehingga hal ini mengandung kemanfaatan dan sesuai dengan teori maslahah. Kemudian, tinjauan hukum Islam terhadap penerapan denda pada arisan online hukumnya diberpolehkan dengan tujuan adanya sanksi tersebut agar anggota arisan yang melanggar peraturan tidak mengulangi perbuatannya lagi, karena hal tersebut sangat merugikan pihak anggota arisan lainnya serta menyebabkan kerusakan pada administrasi. Denda semacam ini disebut sebagai syart jaza’i. Sehingga jika dikaitkan dengan teori maslahah hal tersebut mengandung unsur maslahah atau kebolehan. Kemudian dianalisis dengan menggunakan teori Qawaid al-Fiqhiyyah yang dijadikan sebagai penguat hasil analisis.
Abstract
This research is motivated by the application of fines in online arisan. In online arisan organized through social media, there are requirements related to sanctions in arisan, namely applying a fine. The focus of this research, namely; (1) How is the practice of implementing online arisan in Tumbang Sangai village, East Kotawaringin Regency, (2) How is the use of fines in online arisan by arisan organizers in Tumbang Sangai village, East Kotawaringin Regency, and (3) How is the review of Islamic law on the application of fines in online arisan in Tumbang Sangai village. This research is included in the type of empirical legal research or commonly referred to as field research to obtain information and data regarding the use of fines in online arisan using a socio-legal approach in a qualitative (non-statistical) form and the object of research is online arisan fines. The data collection techniques used were interviews, observation and documentation as supporting tools. The results of this research are that the practice of online arisan implementation has set conditions and sanctions so that it is in accordance with the theory of agreement. in accordance with the agreement theory. As for the application of The application of the fine money is used as personal gain (additional money for services) and to cover losses, so that this contains benefits and is in accordance with the theory of the agreement. to cover losses, so this contains benefits and is in accordance with the theory of maslahah. with the theory of maslahah. Then, the review of Islamic law on the application of fines in online arisan is permissible with the aim of these sanctions so that arisan members who violate the rules do not repeat their actions again, because it is very detrimental to other arisan members and causes damage to the administration. This kind of fine is referred to as syart jaza'i. So if it is associated with maslahah theory, it contains elements of maslahah or permissibility. Then it is analyzed using the Qawaid al-Fiqhiyyah theory which is used as a reinforcement for the results of the analysis