IAIN Palangka Raya

IAIN Palangkaraya
Not a member yet
    6024 research outputs found

    The Correlation Between Students’ Self Efficacy And Speaking Ability In Junior High School

    No full text
    Penelitian ini berangkat dari fenomena psikologis yang terkait dengan efikasi diri siswa, yaitu banyaknya masalah efikasi diri yang menyebabkan siswa kesulitan dalam mengekspresikan ide. Faktor utama yang menghambat siswa untuk berbicara bahasa Inggris dengan lancar adalah tidak adanya strategi untuk meningkatkan kepercayaan diri dan rasa efikasi diri mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kemampuan berbicara di MTs Al-Khairiyah Pandih Batu dan efikasi diri berkorelasi positif. Penelitian korelasi dengan menggunakan metodologi penelitian kuantitatif adalah metodologi yang digunakan dalam penelitian ini. Pada tahun ajaran 2024/2025, informasi dikumpulkan dengan menggunakan instrumen tes, khususnya kuesioner dan tes berbicara yang diberikan kepada 52 siswa di kelas 8 A dan 8 B. Teknik cluster total sampling digunakan untuk mendapatkan sampel. SPSS 26 digunakan dalam penelitian ini untuk analisis data. Temuan menunjukkan bahwa nilai r sebesar 0,92 dan r2 sebesar 0,86 ditemukan ketika hubungan antara kemampuan berbicara siswa dan efikasi diri dihitung. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan berbicara siswa 86% dipengaruhi oleh rasa efikasi diri mereka, yang menunjukkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Dalam hal ini, dapat dikatakan bahwa kemampuan berbicara siswa di MTs Al-Khairiyah Pandih Batu dipengaruhi oleh rasa efikasi diri mereka. Implikasi dari penelitian ini adalah adanya korelasi positif yang kuat dengan interpretasi hubungan yang positif antara kemampuan berbicara siswa dan tingkat efikasi diri mereka. Guru harus terus mencari cara baru untuk membantu siswa mengembangkan rasa efikasi diri yang tinggi, yang akan meningkatkan kemampuan berbicara mereka. Penelitian ini berkontribusi pada tubuh pengetahuan terutama teori efikasi diri di kelas berbicara bahasa Inggris

    Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Fasilitas Program Pertamina Pasti Pas Terhadap Kepuasan Konsumen Di Kota Palangka Raya

    No full text
    Kepuasan konsumen merupakan hal yang penting dalam menjalankan sebuah bisnis khususnya pada SPBU. Banyaknya SPBU yang ada di Kota Palangka Raya mengakibatkan daya saing antara perusahaan untuk memberikan pelayanan yang baik dan fasilitas yang prima sehingga konsumen merasa puas dan akan melakukan pengisian secara berulang kepada SPBU tersebut. Untuk meningkatkan standar pelayanan serta fasilitas pada SPBU maka Pertamina meluncurkan Program Pertamina Pasti Pas. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan fasilitas program pertamina pasti pas terhadap kepuasan konsumen di Kota Palangka Raya. Adapun lokasi SPBU yang dijadikan objek penelitian ini yaitu SPBU Tjilik Riwut km.2 Kota Palangka Raya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah jenis paradigma yang bersifat kuantitatif dengan jenis penelitian ini ialah Ex Post Facto. Pengumpulan data ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner yang diukur melalui skala likert. Populasi yang diambil dalam penelitian ini yaitu seluruh konsumen di SPBU Tjilik Riwut km.2 Kota Palangka Raya. Adapun teknik penghitungan yang digunakan untuk menentukan sampel penelitian ini adalah rumus lameshow dan menggunakan sebanyak 400 responden. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan menggunakan program SPSS 27. Berdasarkan pengujian hipotesis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa variabel kualitas pelayanan secara parsial berpengaruh positif secara signifikan terhadap kepuasan konsumen yang artinya adalah semakin baik kualitas pelayanan maka kepuasan konsumen terhadap SPBU semakin meningkat. Variabel fasilitas program Pertamina Pasti Pas secara parsial berpengaruh positif secara signifikan terhadap kepuasan konsumen yang artinya semakin bagus fasilitas program pertamina pasti pas maka kepuasan konsumen semakin meningkat. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan nilai Adjusted R Square adalah sebesar 0,716. Artinya 71,6% kepuasan konsumen dipengaruhi oleh kualitas pelayanan dan fasilitas program pertamina pasti pas, sedangkan 24,8% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini

    Tanggung Jawab Dropshipper Kepada Konsumen Atas Adanya Ketidaksesuaiaan Barang (Studi Nunanim Store Pangkalan Bun)

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi adanya dropshipper di Pangkalan Bun yang terkesan mengabaikan tanggung jawab terhadap suatu barang pesanan konsumen. Oleh karena itu rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa saja faktor-faktor yang menyebabkan ketidaksesuaian barang pada bisnis Dropshipping dan bagaimana dampaknya terhadap konsumen dan bagaimana mekanisme penyelesaian sengketa antara dropshipper dan konsumen dalam perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) penelitian yang dilakukan dalam kancah kehidupan sebenarnya. Berdasarkan sifatnya penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu memberi gambaran yang secermat mungkin mengenai sesuatu, individu, gejala, keadaan, atau kelompok tertentu. Metode dalam pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam melakukan kegiatan dropshipper ini sanggat banyak tantangan yang di hadapi oleh pemilik toko atau dropshipper. Yang mana, masih banyak konsumen yang masih belum mengetahui sistem dari dropshipper tersebut. Namun, pemilik toko telah menjelaskan tentang tanggung jawab mereka dengan salah satunya adalah memberikan bukti berupa video unboxing untuk memastikan barang tersebut layak atau tidak layak. Tinjauan Hukum islam dan Hukum Positif menjadi patokan dalam aturan menjalankan transaksi dropshipping. Dalam tinjauan Hukum islam menggunakan Fatwa DSN MUI sebagai panduan dalam dropshipping, dan tinjauan dalam Hukum Positif menggukana UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK)

    Pandangan Pemuka Agama Islam Terhadap Tradisi Tonjokan Dalam Pernikahan Adat Jawa Di Desa Purwodadi Kecamatan Maliku Kabupaten Pulang Pisau

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Desa Purwodadi Kecamatan Maliku Kabupaten Pulang Pisau yang dikenal dengan tradisi “Tonjokan” sehingga terkait hal ini ada beberapa pemuka agama Islam yang setuju dan kurang setuju terkait tradisi tonjokan dalam pernikahan adat jawa di Desa Purwodadi. Fokus penelitian ini adalah mengenai (1) Bagaimana argumentasi para pemuka agama Islam terhadap tradisi tonjokan dalam pernikahan adat Jawa di Desa Purwodadi Kecamatan Maliku Kabupaten Pulang Pisau (2) Bagaimana pandangan ‘Urf terhadap tradisi tonjokan di Desa Purwodadi Kecamatan Maliku Kabupaten Pulang Pisau. Pada penelitian hukum sosiologis ini peneliti menggunakan pendekatan hukum empiris. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan studi lapangan dengan cara observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah (1) Menurut argumentasi ulama yang peneliti lakukan ada yang berpendapat bahwasannya suatu tradisi tonjokan ini jika dilihat dari hukum sababiyahnya, tradisi tonjokan masih tidak jelas dikarenakan tonjokan itu hanya sekedar tradisi yang menjadi suatu kebiasaan bagi masyarakat Jawa. Kaitan dengan maslahah mursalah dalam hal tonjokan ini sangat banyak menimbulkan kemaslahatannya daripada kemudharatan. (2) Pandangan ‘Urf terhadap tradisi tonjokan ini sudah menjadi kebiasaan dan menyatu dengan kehidupan yang merupakan perbuatan ‘urf lafdzi dan ‘urf amali. Dilihat dari segi jangkauannya termasuk ‘Urf Khashsh berarti tradisi tonjokan ini merupakan sesuatu yang khusus karena disetiap daerah memiliki kebiasaan menjalankan tradisi tonjokan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku di tiap-tiap daerah itu sendiri. Jika dikaitkan dengan tradisi tonjokan, tradisi ini memberikan dampak positif untuk menjalin silaturahmi antar sesama serta tradisi ini dibawa dari Jawa dan diterapakan juga oleh masyarakat Jawa yang tinggal di Kalimantan. Sehingga kebiasaan tonjokan ini bisa diterima baik dan bisa menyatu serta meluas dengan masyarakat asli setempat

    Analisis Ratio Decidendi Hakim Dalam Perkara Isbat Karena Nikah Di Bawah Tangan Berwalikan Ayah Tiri (Studi Putusan Pengadilan Agama Kasongan Nomor 41/Pdt.P/2022/Pa.Ksn)

    No full text
    Penelitian dilatarbelakangi adanya perbedaan pendapat antara Hakim Ketua dan Hakim Anggota I dalam perkara Isbat karena nikah di bawah tangan berwalikan ayah tiri di Pengadilan Agama Kasongan. Fokus masalah tentang mengapa terjadi perbedaan pertimbangan hukum Majelis Hakim dalam isi putusan Pengadilan Agama Kasongan dalam permohonan Isbat Nikah dan bagaimana argumentasi hukum para hakim dalam menerima atau menolak terjadinya Isbat Nikah yang bewalikan ayah tiri. Penelitian ini adalah jenis penelitian normatif yaitu mengkaji pertimbangan hukum Pengadilan Agama Kasongan melalui pendekatan perundang-undangan, dengan Metode analisa yang digunakan oleh peneliti yaitu deskriptif analitis. Teknik analisis data menggunakan teori kepastian hukum dan kemanfaatan hukum. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya perbedaan pertimbangan hukum Majelis Hakim di dalam Putusan Pengadilan Agama Kasongan terhadap permohonan Isbat Nikah yang nikah dibawah tangan berwalikan ayah tiri. Pada Putusan Nomor 41/Pdt.P/2022/PA.Ksn terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Agama Kasongan pada tanggal 16 November 2022. para Pemohon untuk majelis hakim mengabulkan permohonan dan menetapkan sah pernikahan Para Pemohon. Hakim ketua dan hakim anggota II menyatakan permohonan pemohon tidak dapat di isbatkan karena wali nikah adalah ayah tiri, tapi tidak di ikuti oleh hakim anggota I. akan tetapi berdasarkan pendapat mayoritas maka majelis hakim dalam penetapannya menyatakan Permohonan Para Pemohon tidak dapat di terima (Neit Otvankelijke verklaard). Pertimbangan hukum hakim yang menerima Isbat nikah dengan alasan Madzhab Hanafiyah yaitu HR. Ibnu Abbas memperbolehkan perkawinan tanpa wali atau perempuan yang menunjuk walinya sendiri. Sedangkan pertimbangan hukum Hakim Pengadilan Agama Kasongan yang menyatakan menolak dengan alasan Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan menegaskan bahwa perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya

    Hapakat Kepala Desa Dan Mantir Adat Dalam Menyelesaikan Sengketa Perkelahian Di Desa Asem Kumbang Kabupaten Katingan

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh sebuah kerjasama yang dilakukan oleh pemerintah Desa dan lembaga adat Dayak Ngaju, lembaga adat yang dimaksud adalah mantir adat dan untuk pemerintah desanya ialah kepala desa, yang berfokus pada masalah : mengapa kepala desa dan mantir adat menyelesaikan sengketa perkelahian di Desa Asem Kumbang Kabupaten Katingan, Bagaimana pelaksanaan penyelesaian sengketa perkelahian oleh kepala desa dan mantir adat di desa Asem Kumbang Kabupaten Katingan, Bagaimana hasil penyelesaian sengketa perkelahian oleh kepala desa dan mantir adat di desa Asem Kumbang Kabupaten Katingan. Penelitian ini mengunakan jenis penelitian hukum empiris, pendekatan sosiologis hukum, dengan metode deskriptif kualitatif, sebagai subjek kepala desa dan mantir adat, dan informan pihak yang terlibat perkelahian, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini mengunakan teknik wawancara,observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini, pertama kepala desa dan mantir adat dapat menyelesaikan sengketa perkelahian adanya permintaan dari para pihak, adanya tugas dan fungsi, letak geografis desa dan kultur budaya adat istiadat. kedua Pelaksanaanya pelaporan, mangesah kalahi, kordinasi, mantehau ewen due, dan hapakat mampahapus. ketiga hasil damai akan di buatkan surat kesepakatan dan ritual adat bapalas,namun apabila gagal akan dilimpahkan ke kedamangan atas izin para pihak

    Analisis Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Persediaan Barang Dagang Pada Hypermart Di Kota Palangkaraya

    No full text
    Persaingan yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk memiliki sebuah sistem yang dapat membantu menunjang kegiatan bisnisnya. Sistem informasi dapat membantu perusahaan dalam mengambil sebuah keputusan atas informasi yang diperoleh dari sistem informasi tersebut. Dalam perusahaan dagang, persediaan merupakan aset terpenting. Oleh karena itu, perusahaan dagang dituntut untuk lebih cermat dalam menangani persediaan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penerapan sistem informasi akuntansi persediaan barang dagang pada Hypermart Kota Palangka Raya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah store general manager (SGM) dan manager supporting dan staf yang berhubungan langsung pada saat proses persediaan barang dagang pada Hypermart Kota Palangka Raya. Teknik pengumpulan datanya dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengabsahan datanya menggunakan tringulasi sumber kemudian dianalisis dengan membandingkan teori system informasi akuntansi dengan penerapan pada Hypermart Kota Palangka Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi akuntansi persediaan barang dagang yang dimiliki oleh Hypermart Kota Palangka Raya. Sudah cukup baik, flowchart yang mereka buat sudah memenuhi pedoman pembuatan flowchart dan sudah memenuhi standar. Namun Hypermart terkendala oleh supplier yang menyebabkan terkadang ada barang yang kosong dengan waktu yang cukup lama dikarenakan supplier yang tidak lengkap, dan juga masih ada kekurangan di dalam sistemnya yaitu terkadang jumlah fisik persediaan yang ada di gudang berbeda dengan jumlah persediaan yang ada di dalam sistem komputer perusahaan karena adanya barang yang terlewat scan pada saat proses penerimaan persediaan barang, yang disebab kan oleh human error karena adanya tumpang tindih pekerjaan pada staff bagian logistic yang bertugas, hal ini disebabkan karena kurangnya karyawan pada staff bagian logistik. ABSTRACT Increasingly fierce competition requires companies to have a system that can help support their business activities. Information systems can assist companies in making decisions on information obtained from these information systems. In a trading company, inventory is the most important asset. Therefore, trading companies are required to be more careful in handling inventory. The purpose of this study is to find out the application of the accounting information system for the inventory of trade goods in Hypermart Palangka Raya City. The methods used in this study use qualitative descriptive research. Data collection techniques use observation, interview and documentation techniques. The subjects in this study are store general manager (SGM) and supporting manager and staff who are directly related during the process of supplying trade goods at Hypermart Palangka Raya City. Data collection techniques with observation, interviews and documentation. The technique of certifying the data using source tringulation is then analyzed by comparing the theory of accounting information systems with the application to hypermart Palangka Raya City. The results showed that the merchandise inventory accounting information system owned by Hypermart Palangka Raya City. It's good enough, the flowchart they made already meets the flowchart creation guidelines and meets the standards. However, Hypermart is constrained by suppliers which causes sometimes there are empty items for a long time due to incomplete suppliers, and there are also still shortcomings in the system, namely sometimes the physical amount of inventory in the warehouse is different from the amount of inventory in the company's computer system because of missed goods scanned during the process of receiving inventory, which is caused by human error due to overlapping work in the logistics staff on duty, this is due to the lack of employees in the logistics staff

    Pengaruh Arus Kas Bebas Dan Pertumbuhan Penjualan Terhadap Kebijakan Utang (Perusahaan Sektor Properti Dan Real Estate)

    No full text
    Adanya beberapa fenomena perusahaan yang mengalami kebangkrutan akibat kebijakan utang yang buruk terjadi pada beberapa perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Tentunya, dari kasus pailitnya perusahaan tersebut menjadi pembelajaran penting bagi pihak manajemen perushaan untuk mempertimbangkan komposisi penggunaan utang dalam struktur modal perusahaan, serta mengelola utang secara lebih baik lagi. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan dalam kebijakan utang, antara lain arus kas bebas dan pertumbuhan penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Arus Kas Bebas dan Pertumbuhan Penjualan terhadap Kebijakan Utang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian deksriptif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018-2022. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel jenuh, yaitu berjumlah 52 perusahaan. Metode analisis data yaitu menggunakan aplikasi Econometric Views (Eviews) 12. Kesimpulan dari penelitian ini adalah berdasarkan hasil pengujian uji t (Parsial) menunjukkan bahwa probabilitas Arus Kas Bebas (X1) > nilai signifikansi 5% (0,840 > 0,05), maka H1 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Arus Kas Bebas tidak berpengaruh terhadap Kebijakan Utang. Sedangkan, probabilitas Pertumbuhan Penjualan (X2) < nilai signifikansi 5% (0,0454 < 0,05), maka H2 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Pertumbuhan Penjualan berpengaruh terhadap Kebijakan Utang. Hasil analisis pada pengujian uji F (Simultan) menunjukkan bahwa nilai probabilitas F-statistic < nilai signifikansi 5% (0,020366 < 0,05), maka H3 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Arus Kas Bebas dan Pertumbuhan Penjualan secara bersama-sama berpengaruh terhadap Kebijakan Utang. Saran untuk peneliti selanjutnya diharapkan melakukan penelitian kembali mengenai Kebijakan Utang (DER) menggunakan variabel independen yang berbeda, dikarenakan variabel independen Arus Kas Bebas yang digunakan dalam penelitian ini tidak dapat mempengaruhi Kebijakan Utang. ABSTRACT There are several phenomena of companies experiencing bankruptcy due to bad debt policies that occur in several property and real estate sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange. Of course, the company’s bankruptcy case is an important lesson for company management to consider the composition of the use of debt in the company’s capital structure, and manage debt better. There are several factors that can influence decision making in debt policy, including free cash flow and sales growth. This study aims to analyze the effect of Free Cash Flow and Sales Growth on Debt Policy. This research uses a quantitative approach with descriptive research methods. The population used in this study were all property and real estate sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2018-2022. The sampling method in this study used saturated samples, totaling 52 companies. The data analysis method is using the Econometric Views (Eviews) 12 application. The conclusion of this study is based on the results of the t test (Partial) test shows that the probability of Free Cash Flow (X1) > 5% significance value (0.840> 0.05), then H1 is rejected. So it can be concluded that Free Cash Flow has no effect on Debt Policy. Meanwhile, the probability of Sales Growth (X2) < 5% significance value (0.0454 < 0.05), then H2 is accepted. So it can be concluded that Sales Growth affects Debt Policy. The results of the analysis on the F test (Simultaneous) show that the probability value of the F-statistic < 5% significance value (0.020366 < 0.05), then H3 is accepted. So it can be concluded that Free Cash Flow and Sales Growth together have an effect on Debt Policy. Suggestions for further researchers are expected to conduct research again on Debt Policy (DER) using different independent variables, because the independent variable Free Cash Flow used in this study cannot affect Debt Policy

    Program Jumat Berkah Melalui Pemanfaatan Buah Dan Sayur Di Masjid Nurul Hijrah Desa Paring Lahung Kecamatan Montallat Kabupaten Barito Utara

    No full text
    Upaya menciptakan keberdayaan di tengah masyarakat dapat dilakukan dengan memaksimalkan peran dan fungsi masjid sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pemanfaatan buah dan sayur oleh pengurus masjid Nurul Hijrah serta untuk mengetahui dan mengalisis motivasi pemberdayaan umat melalui masjid Nurul Hijrah Desa Paring Lahung Kecamatan Montallat Kabupaten Barito Utara. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis fenomenologis. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Jumlah subjek penelitian dalam penelitian ini adalah tujuh orang. Kemudian hasil dan wawancara tersebut diabsahkan berdasarkan tiga teknik pengabsahan data yaitu triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menemukan bahwa pemanfaatan buah dan sayur sebagai bentuk program Jumat berkah ini, dikelola langsung oleh pengurus masjid, dalam proses pengolahannya masjid melibatkan umat sekitar sebagai tenaga tambahan. Kemudian hasilnya distribusikan setelah sholat Jumat. Adapun motivasi pemberdayaan di masjid Nurul Hijrah sendiri telah tergambar dalam visi-misi masjid yaitu menjadikan masjid berperan dalam memberdayakan kehidupan masyarakat. Visi-misi masjid tadi pada akhirnya melahirkan pemberdayaan ekonomi jika terus dikembangkan. Melalui program Jumat berkahnya, peran masjid berhasil memberikan dampak positif dalam hubungan sosial keagamaan antar umat sekitar masjid, serta sangat membantu dalam perekonomian penjual sayur. ABSTRACT Empowerment in the community can be done by maximising the role and function of the mosque as exemplified by the mosque. by maximising the role and function of the mosque as exemplified by the Rasulullah Saw. The purpose of this research is to find out and analyse the utilisation of fruits and vegetables by the Nurul Hijrah mosque management and to know and analyse the motivation for empowering the people through the Nurul Hijrah mosque. know and analyse the motivation for empowering people through the Nurul Hijrah mosque.Hijrah Paring Lahung Village, Montallat District, North Barito Regency. This research methodology is a phenomenological type of qualitative research with data collection techniques through observation and interviews, documentation. The research subjects in this study were seven people.. Then the results and interviews were validated based on three data validation techniques, namely source triangulation, triangulation techniques and time triangulation. The results of the study found that the use of fruits and vegetables as a form of Friday blessing programme is managed directly by the mosque management, in the processing process the mosque involves local people as additional staff. Then the results are distributed after Friday prayers. The motivation for empowerment at the Nurul Hijrah mosque itself has been reflected in the mosque's vision and mission, which is to make the mosque play a role in empowering community life. The mosque's vision and mission eventually gave birth to economic empowerment if it continues to be developed. Through its Friday blessing programme, the role of the mosque has succeeded in having a positive impact on the social-religious relations between people around the mosque, as well as greatly helping the economy of vegetable sellers

    Hambatan Dan Tantangan Proses Sertifikasi Produk Halal Di Lph Iain Palangka Raya

    No full text
    Latar belakang dari penelitian ini adalah berawal dari peraturan pemerintah terkait undang-undang nomor 33 tahun 2014 tentang jaminan produk halal dalam pasal 4 berbunyi “produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal”. Terdapat beberapa Lembaga pemeriksaan halal dikota Palangka Raya salah satunya LPH IAIN Palangka Raya, namun masih ditemukan produk yang beredar belum memiliki label halal pada kemasan produknya. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hambatan dalam proses sertifikasi produk halal di LPH IAIN Palangka Raya, mengetahui tantangan dalam proses sertifikasi produk halal di LPH IAIN Palangka Raya, serta mengetahui strategi yang digunakan LPH IAIN Palangka Raya dalam mengembangkan sertifikasi produk halal. Penelitiaan ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskritif. Adapun objek dalam penelitian ini adalah masalah yang terjadi di LPH IAIN Palangka Raya terkait sertifikasi produk halal. Subjek penelitian ini adalah auditor halal, serta dua orang BPJPH. Teknik penentuan subjek menggunakan purposive sampling. Sumber data didapatkan dari terknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Pengabsahan data menggunakan teknik traingulasi sumber data. Temuan penelitian yang didapatkan sebagai berikut: pertama, hambatan sertifikasi di LPH IAIN Palangka Raya secara internal terdapat keterbatasan waktu dan tenaga para auditor. Hambatan secara eksternal biaya sertifikasi yang tinggi, keterbatasan teknologi dari beberapa pelaku usaha, kurangnya dukungan dari pihak lain seperti perusahaan melalui CSR dan dinas terkait belum optimal memberikan dukungan. Kedua, LPH IAIN Palangka Raya menghadapi tantangan dari ketidakpercayaan sebagian pelaku usaha terhadap kebutuhan sertifikasi halal. Namun manajemen yang independen, Proses perencanaan, pergerakan, pengawasan, dan evaluasi yang terstruktur juga mencerminkan komitmen LPH untuk memastikan transparansi, akurasi, dan kepatuhan terhadap standar yang ditetapkan. Ketiga, LPH IAIN Palangka Raya mengadopsi berbagai strategi yang inklusif untuk mengembangkan sertifikasi halal, termasuk kolaborasi dengan tim satgas halal di provinsi dan BPJPH pusat, serta kemitraan dengan lembaga terkait seperti dinas perdagangan. Dengan menggunakan analisis SWOT, LPH dapat mengidentifikasi kekuatan dalam pendekatan personal dan edukatif, sambil mengatasi kelemahan biaya dan sumber daya manusia. Dengan memanfaatkan peluang inovasi dan meminimalkan ancaman seperti ketidakpastian regulasi dan persaingan, LPH dapat terus berkembang dalam memenuhi kebutuhan akan produk halal. ABSTRACT The background to this research begins with government regulations related to law number 33 of 2014 concerning halal product guarantees in article 4 which states "products entering, circulating and traded in Indonesian territory must be halal certified". There are several halal inspection institutions in the city of Palangka Raya, one of which is LPH IAIN Palangka Raya, but it is still found that products in circulation do not have a halal label on the product packaging. Meanwhile, the aim of this research is to find out the obstacles in the halal product certification process at LPH IAIN Palangka Raya, find out the challenges in the halal product certification process at LPH IAIN Palangka Raya, and find out the strategies used by LPH IAIN Palangka Raya in developing halal product certification. This research is field research using descriptive qualitative research methods. The object of this research is the problems that occur at LPH IAIN Palangka Raya related to halal product certification. The subjects of this research were halal auditors, as well as two BPJPH people. The subject determination technique uses purposive sampling. Data sources were obtained from interview techniques, observation and documentation. Data validation uses data source triangulation techniques. The research findings obtained are as follows: first, the obstacles to certification at LPH IAIN Palangka Raya internally are limited time and energy for auditors. External obstacles are high certification costs, technological limitations of some business actors, lack of support from other parties such as companies through CSR and related agencies that have not provided optimal support. Second, LPH IAIN Palangka Raya faces challenges from the distrust of some business actors regarding the need for halal certification. However, independent management, structured planning, movement, monitoring and evaluation processes also reflect LPH's commitment to ensuring transparency, accuracy and compliance with established standards. Third, LPH IAIN Palangka Raya adopted various inclusive strategies to develop halal certification, including collaboration with the halal task force team in the province and central BPJPH, as well as partnerships with related institutions such as the trade department. By using a SWOT analysis, LPH can identify strengths in its personal and educational approach, while addressing weaknesses in costs and human resources. By taking advantage of innovation opportunities and minimizing threats such as regulatory uncertainty and competition, LPH can continue to develop in meeting the need for halal products

    5,416

    full texts

    6,024

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IAIN Palangkaraya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇