IAIN Palangka Raya

IAIN Palangkaraya
Not a member yet
    6024 research outputs found

    Kerja Sama Dengan Sistem Mengarunakan Perkebunan Karet Dalam Perspektif Ekonomi Islam

    No full text
    Mengarunakan adalah sebuah sistem kerja sama antara pemilik lahan karet dengan petani penggarap, dimana si pemilik lahan karet tidak mampu untuk menggarap lahannya sendiri dan menyerahkan kepada petani yang tidak mempunyai lahan untuk digarap. Tujuan penelitian ini untuk (1) Menggambarkan kerja sama dengan sistem mengarunakan pada perkebunan karet di Desa Putai Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur dan untuk (2) Menganalis apakah kerja sama dengan sistem mengarunakan pada perkebunan karet yang dilakukan oleh masyarakat Desa Putai Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur sesuai dengan Perspektif Ekonomi Islam . Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan metode penelitian deskriptif kualitatif, konteks, etnografi. Adapun subjek dalam penelitian ini yaitu 5 pemilik lahan perkebunan karet, 5 petani penggarap, dan 1 tokoh masyarakat di Desa Putai. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi partisipan, wawancara dan dokumentasi yang selanjutnya dianalisis menggunakan teknik pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penerikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah (1) Pelaksanaan kerja sama dengan sistem mengarunakan di Desa Putai yaitu akadnya dilakukan secara lisan. Untuk lahan perkebunan karet beserta pohon karet berasal dari pemilik tanah, sedangkan semua biaya pemeliharaan perkebunan karet seperti pupuk, obat, pembersihan lahan, peralatan menggarap kebun dan lain sebagainya yang berhubungan dengan penggarapan lahan adalah tanggung jawab petani penggarap kebun karet. Pembagian hasil yang dilakukan oleh Masyarakat di Desa Putai yaitu berupa uang yang didapatkan dari penjualan hasil panen dari perkebunan karet, hasil dari penjualan tersebut akan dibagi sepertiga dan pembagian hasilnya yaitu 1/3 untuk pemilik kebun dan 2/3 untuk petani penggarap. (2) Menurut Perspektif Ekonomi Islam , kerja sama dengan sistem mengarunakan yang dilakukan oleh Masyarakat Desa Putai termasuk kedalam salah satu bentuk akad bagi hasil perkebunan dalam ekonomi Islam yang disebut musaqah dan dapat dikatakan praktik bagi hasil yang dilaksanakan sah menurut aturan ekonomi Islam. ABSTRACT Mengarunakan is a system of cooperation between rubber plantation landowners and tenant farmers, where the rubber landowner is unable to work the land themselves and entrusts it to farmers who do not have land to cultivate. The purpose of this research is (1) to describe the cooperation through the mengarunakan system in the rubber plantations in the Putai Village, Dusun Tengah Subdistrict, Barito Timur Regency and (2) to analyze whether the cooperation through the mengarunakan system in the rubber plantations carried out by the community in the Putai Village, Dusun Tengah Subdistrict, Barito Timur Regency is in line with the perspective of Islamic economics. This research is a field study employing a qualitative descriptive research method, focusing on the context of ethnography. The subjects of this study include five rubber plantation landowners, five tenant farmers, and one community figure in Putai Village. Data collection techniques in this research utilize participant observation, interviews, and documentation, which are subsequently analyzed using data collection techniques, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this research are as follows: (1) The implementation of cooperation through the mengarunakan system in the Putai Village involves verbal agreements. The rubber plantation land and rubber trees belong to the landowners, while all maintenance costs of the rubber plantation, such as fertilizers, medicine, land clearing, farming equipment, and other related cultivation expenses, are the responsibility of the tenant farmers. The profit sharing by the community in the Putai Village is in the form of money obtained from the sale of rubber plantation harvests. The profits are divided with one-third going to the landowners and two-thirds to the tenant farmers. (2) From the perspective of Islamic economics, the cooperation through the mengarunakan system conducted by the Putai Village community falls under one of the profit-sharing agreements in Islamic economics called musaqah and it can be considered a valid practice according to Islamic economic principles

    Usaha Kerajinan Ban Bekas Dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga Ditinjau Dari Green Economy Di Kota Palangka Raya

    No full text
    Kerajinan dari bahan daur ulang, seperti ban bekas, semakin menjadi perhatian dalam konteks Green Economy. Skripsi ini bertujuan untuk menganalisis peran usaha kerajinan ban bekas dalam meningkatkan ekonomi keluarga di Kota Palangka Raya, serta bagaimana usaha tersebut dapat berkontribusi terhadap prinsip-prinsip Green Economy. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini mengguakan deskriptif untuk mendeskripsikan bagaimana usaha kerajinan ban bekas dalam meningkatkan ekonomi keluarga ditinjau dari Green Economy di Kota Palangka Raya dengan cara teknik wawancara, observasi dan dokumentasi kepada pihak terkait. Teknik analisis data pada penelitian ini ialah menggunakan teknis analisis collection, reduction, display dan conclusions drawing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha kerajinan ban bekas memiliki peran penting dalam meningkatkan ekonomi keluarga di Kota Palangka Raya. Para pelaku usaha dapat meningkatkan pendapatan keluarga mereka dengan mengolah ban bekas menjadi produk-produk kreatif dan bernilai jual tinggi. Selain itu, usaha ini juga memberikan lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Usaha ini dapat dijadikan sebagai model untuk pengembangan usaha berkelanjutan yang berfokus pada pemanfaatan sumber daya daur ulang dan kontribusi positif terhadap ekonomi keluarga serta lingkungan. Dalam konteks Green Economy, usaha kerajinan ban bekas berkontribusi pada pengurangan limbah dan penggunaan ulang sumber daya yang telah ada. Dengan mendaur ulang ban bekas, usaha ini membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Dalam hal ini, usaha kerajinan ban bekas di Kota Palangka Raya dapat dianggap sebagai contoh nyata dari praktik Green Economy. ABSTRACT Crafts from recycled materials, such as old tires, are increasingly becoming a concern in the context of the Green Economy. This thesis aims to analyze the role of scrap tire handicraft business in improving the family economy in Palangka Raya City, as well as how the business can contribute to the principles of Green Economy. This research uses qualitative methods with data collection through interviews, observations, and documentation studies. This study used a descriptive qualitative approach. The method used in collecting data in this study uses descriptive to describe how the waste tire craft business in improving the family economy is viewed from the Green Economy in Palangka Raya City by means of interview, observation and documentation techniques to related parties. Data analysis techniques in this study are using collection, reduction, display and conclusions drawing analysis techniques. The research results show that the used tire craft business has an important role in improving the family economy in Palangka Raya City. Business people can increase their family income by processing used tires into creative products with high selling value. Apart from that, this business also provides employment opportunities for the local community. This business can be used as a model for developing sustainable businesses that focus on utilizing recycled resources and making positive contributions to the family economy and the environment. In the context of the Green Economy, the used tire craft business contributes to reducing waste and reusing existing resources. By recycling used tires, this business helps reduce negative impacts on the environment. In this case, the used tire craft business in Palangka Raya City can be considered a real example of Green Economy practices

    Penetapan Harga Pada Jual Beli Perhiasan Emas Di Pasar Tradisonal Kota Palangka Raya

    No full text
    Penetapan harga merupakan perencanaan untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai mencakup jenis produk yang berbeda. Produksi perhiasan emas tidak dapat terlepas dari penetapan harga, agar para konsumen dan calon konsumen dapat mengetahui setiap harga produk tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui & mendeskripsikan Praktik pada jual beli Perhiasan Emas di Kota Palangka Raya. Kemudian Mengetahui dan Mendeskripsikan Penetapan Harga pada jual beli Perhiasan Emas di Kota Palangka Raya Perspektif Ekonomi Islam. Metode penelitian ini adalah kualitatif. Jenis penelitian adalah penelitian lapangan. Adapun subjek dalam penelitian ini ada Toko Emas Sumber Daha dan Toko Emas Zam-zam, dan 2 konsumen sebagai informan pendukung Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Sumber data di dapat dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan penelitian Miles dan Huberman, yang membagi langkah langkah dalam analisis data, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penetapan harga dan transaksi pedagang Emas di Pasar Baru A Kota Palangka Raya, semuanya sudah melakukan transaksi yang sesuai dengan ajaran Islam, penetapan harga emas memang dilakukan secara sepihak oleh pedagangnya dengan cara menetapkan harga mengikuti pasar dan ada juga mengunakan persen dalam menentukan harga. Bahwasanya para konsumen memiliki kepuasan terhadap perhiasan emas yang dibeli, Karena ABSTRACT Pricing is a plan to achieve the desired goals, covering different types of products. The production of gold jewelry cannot be separated from pricing, so that consumers and potential consumers can know the price of each product. This study aims to know and describe the practice of gold jewelry trading in Palangkaraya City. Then Knowing and Describing Pricing in gold jewelry trading in Palangkaraya City from the perspective of Islamic Economics. The research method is qualitative. The type of research is field research. The subjects in this study are the Source Daha Gold Shop and the Zam-zam Gold Shop, and 2 consumers as supporting informants. The technique used in this research is purposive sampling. Data sources are obtained from observation, interviews, and documentation. The data analysis technique uses Miles and Huberman research, which divides the steps of data analysis, namely data collection, data reduction, data presentation, as well as drawing conclusions and verification. The results of this research can be concluded that the price determination and transactions of Gold traders in Pasar Baru A, Palangka Raya City, have all carried out transactions in accordance with Islamic teachings, gold price determination is indeed carried out unilaterally by the traders by setting prices following the market and some also use percentages in determining prices. That consumers are satisfied with the gold jewelry they buy, because this transaction process is carried out on the basis of mutual like and mutual willingness. There are five indicators used in the principles of Islamic Economics. Monotheism, Morals, Balance, Freedom and Justice. Basically, as a Muslim, price determination requires continuity and agreement between producers and consumers, so that it is in accordance with Islamic Business Ethics

    Manajemen Keuangan Home Industry Keripik Pisang Di Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan

    No full text
    Sebagai entitas yang turut membantu menjawab permasalahan di Indonesia, UMKM layak mendapatkan perhatian khusus, utamanya UMKM yang bergerak dalam ikonik industry di suatu wilayah. Salah satu ikonik industry yang ada di Desa Tumbang Samba adalah keripik pisang. Home industry keripik pisang dijalankan dengan cara sederhana, sehingga mengalami kendala dalam pengembangannya. Pengetahuan mengenai manajemen keuangan sederhana diperlukan agar dapat mendorong pelaku home industry utamanya industri keripik pisang agar dapat berkembang. Manajemen keuangan dapat membantu para pemilik usaha mengambil keputusan-keputusan yang tepat dalam menjalankan usahanya. Penelitian ini berfokus pada dua permasalahan, yaitu manajemen keuangan dan kendala saat pengelolaan keuangan home industry keripik pisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen keuangan home industry keripik pisang dan untuk mengetahui kendala apa saja dalam pengelolaan keuangan. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitiannya pemilik home industry keripik pisang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk pengabsahan data peneliti menggunakan triangulasi. Dan untuk analisis data peneliti menggunakan data collection, data reducation, data display dan data conclution. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pengelolaan keuangan home industry keripik pisang telah menerapkan fungsi-fungsi manajemen yang meliputi: perencanaan dan pengendalian. Akan tetapi, fungsi pengorganisasian masih belum diterapkan. Selain itu, terdapat kendala yang menyebabkan laporan keuangan terhambat yang disebut Internal Resource Constraint yang disebabkan oleh pekerja dalam membuat laporan keuangn. Kendala lainnya yaitu minimnya pengetahuan dalam membuat laporan keuangan , laporan keuangan yang tidak dibuat, dan hilangnya nota pembelian bahan baku dan nota penjualan. ABSTRACT As entities that help answer problems in Indonesia, UMKM deserve special attention, especially UMKM that operate in iconic industries in a region. One of the iconis industries in Tumbang Samba Village is banana chips. The banana chips home industry is run a simple way, so it experiences obstacles in its development. Knowledge of simple financial management is needed in order to encourage home industry players, especially the banan chips industry, to develop. Financial management can help business owners make the right decisions in running their business. This research focuses on two problems, namely financial management and obstacles when managing the finances of the banan chips home industry. This research aims to determine management of the banana chips home industry and to find out what obstacles there are in financial managemenet. This research approach uses descriptive qualitative methods. The research subject is the owner of a banana chips home industry. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation. To validate the data, researchers used triangulation. And for data analysis, researchers used data collection, data reducation, data display and data conclusion. The result of this research indicate that the financial management of the banana chips home industry has implemented management functions which include: planning and control. However, the organizing function is still not implemented. Apart from that, there are obstacles that cause financial reporting to be hampered, which are called internal Resource Constraints which are caused by workers making financial reports. Other obstacles include a lack of knowledge in making financial reports, financial reports that are not made, and missing raw material purchase receipts and sales receipts

    Moderasi Investment Opportunity Set Pada Pengaruh Dividend Yield Terhadap Return Saham Perusahaan Lq-45 Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Periode 2019-2022)

    No full text
    Pada tahun 2019-2022 Indeks LQ45 memiliki nilai Return negatif yang paling tinggi dibandingkan Indeks lainnya, hal ini membuktikan bahwa kerugian investasi di LQ45 cukup tinggi. Salah satu faktor yang dianggap dapat mempengaruhi return saham adalah Dividen Yield karena Dividen Yield menjelaskan return atas nilai indeks tertimbang pada setiap masing-masing perusahaan. Penelitian ini mengangkat isu mengenai pengaruh Dividen Yield terhadap return saham dengan investement opportunity set (IOS) sebagai variabel moderating. IOS diharapkan dapat memperkuat atau memperlemah pengaruh Dividen Yield terhadap return saham.Jika perusahaan mengambil keputusan investasi yang tinggi maka terjadi kecenderungan perusahaan akan membagikan dividen yang lebih besar. Semakin tinggi dividen yang diberikan, maka akan menarik investor, sehingga return saham juga akan meningkat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan obervasi tidak langsung. Populasi dalam penelitian adalah perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2019-2022 sebanyak 45 perusahaan. Sampel penelitian berjumlah 19 perusahaan yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif, estimasi model regresi data panel, uji kesesuaian model regresi, uji prasyarat analisis, uji hipotesis, dan analisis regresi moderasi dimana seluruhnya menggunakan Eviews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dividend Yield berpengaruh negatif signifikan terhadap return saham, Investment Opportunity Set berpengaruh positif signifikan terhadap Return saham. Hasil Uji regresi moderasi menunjukan bahwa Investment Opportunity Set tidak dapat memoderasi hubungan antara Dividend Yield terhadap Return saham. Investment Opportunity Set merupakan Predictor Moderasi (Moderasi Prediktor) artinya variabel Investment Opportunity Set hanya berperan sebagai variabel independent dalam model hubungan yang dibentuk. Investor dan calon investor, sebelum menanamkan modalnya harus benar-benar memperhatikan latar belakang manajemen perusahaan yang memang menghasilkan return tinggi dan juga dividen yang dibagikan. Hal ini karena belum tentu perusahaan yang membagikan dividen tinggi akan memiliki return yang tinggi pula. ABSTRACT In 2019-2022 the LQ45 Index had the highest negative return value compared to other indices, this proves that investment losses in LQ45 are quite high. One factor that is considered to influence stock returns is Dividend Yield because Dividend Yield explains the return on the weighted index value for each company. This research raises the issue of the influence of Dividend Yield on stock returns with investment opportunity set (IOS) as a moderating variable. IOS is expected to strengthen or weaken the influence of Dividend Yield on stock returns. If a company makes high investment decisions, there is a tendency for the company to distribute larger dividends. The higher the dividend given, the more it will attract investors, so stock returns will also increase. The research method used in this research is quantitative with an associative type of research. The data collection technique used was indirect observation. The population in the research is LQ 45 companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2019-2022, totaling 45 companies. The research sample consisted of 19 companies selected using the purposive sampling method. This research uses descriptive statistical analysis, panel data regression model estimation, regression model suitability testing, analysis prerequisite tests, hypothesis testing, and moderated regression analysis, all of which use Eviews 13. The research results show that Dividend Yield has a significant negative effect on stock returns, Investment Opportunity Set has a significant positive effect on stock returns. The results of the moderation regression test show that the Investment Opportunity Set cannot moderate the relationship between Dividend Yield and stock returns. The Investment Opportunity Set is a Moderation Predictor, meaning that the Investment Opportunity Set variable only acts as an independent variable in the relationship model that is formed. Investors and potential investors, before investing their capital, must really pay attention to the background of company management which produces high returns and also the dividends distributed. This is because it is not certain that companies that distribute high dividends will also have high returns

    Sinergitas Badan Narkotika Nasional Dan Keluarga Dalam Membina Korban Penyalahgunaan Obat Terlarang Di Kota Palangka Raya

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi adanya penyalahgunaan obat-obatan terlarang di Kelurahan Panarung, diantara para korban ada yang dibina oleh Badan Narkoba Nasional dan ada pula yang tidak sempat terbina. Fokus penelitian ini tentang latar belakang anggota keluarga menjadi korban penyalahgunaan obat terlarang, Akibat penyalahgunaan obat terlarang di kelurahan Panarung, dan sinergitas Badan Narkotika Nasional dan keluarga dalam membina korban penyalahgunaan obat-obatan terlarang di kelurahan panarung Palangka Raya. Penelitian ini adalah penelitian empiris berlokasi di Kelurahan Panarung, pendekatan yang digunakan adalah hukum empiris yuridis sosiologis. Teknik yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini, (1) Latar belakang anggota keluarga menjadi korban penyalahgunaan obat terlarang karena pergaulan bebas, orang tua tidak mampu mengontrol anaknya dan kurangnya pendidikan agama sehingga terjebak menggunakan obat-obatan terlarang. (2), Akibat dari penyalahgunaan obat terlarang adalah terjadinya perubahan sikap yang kasar pada remaja korban narkoba, tempramental, berhalusinasi dan tidak ada nafsu makan, agresif dan suka melakukan kekerasan. (3), Sinergitas Badan Narkotika Nasional dengan orang tua korban yaitu ada tiga orang tua korban bersinergi dan menginformasikan tentang perkembangan anaknya kepetugas BNN agar korban mendapat pembinaan tentang bahaya penggunaan obat terlarang serta melakukan langkah langkah pemulihan dari petugas BNN serta memberikan pendekatan kepada anak tentang bahaya menggunakan obat-obat terlarang. ABSTRACK This research is motivated by the abuse of drugs in Panarung Village, among the victims there are those who are fostered by the National Narcotics Agency and some who do not have time to be fostered. The focus of this research is on the background of family members becoming victims of drug abuse, the consequences of drug abuse in Panarung Village, and the synergy of the National Narcotics Agency and families in fostering victims of drug abuse in Panarung Village, Palangka Raya. This research is empirical research located in Panarung Village, the approach used is empirical juridical sociological law. The techniques used are observation, interviews and documentation. The results of this study, (1) The background of family members becoming victims of drug abuse due to promiscuity, parents are unable to control their children and lack of religious education so that they are trapped using illegal drugs. (2), The result of drug abuse is a change in attitude that is abusive to teenage drug victims, temperamental, hallucinating and no appetite, aggressive and violent. (3), The synergy of the National Narcotics Agency with the victim's parents, namely there are three parents of victims who synergize and inform about the development of their children to BNN officers so that victims receive guidance on the dangers of using illegal drugs and take recovery steps from BNN officers as well as BNN officers

    Hamka’s Legal Methodology on Hisab–Ru’yah in His Book “Saya Kembali ke Ru’yah”

    Full text link
    This research endeavors to explore the contextual shifts in Hamka’s perspectives on hisab�ru’yah and his methodological approach to legal reasoning. It adopts a normative legal research methodology with a conceptual framework. Primary legal sources are drawn from Hamka’s book “Saya kembali ke Ru’yah”. These sources are scrutinized through the lenses of uṣūl al-fiqh and the sociology of knowledge. The findings of this study indicate that the transformation in Hamka’s thinking stemmed from profound childhood experiences and culminated in a notable enlightenment during his participation in the International Islamic Conference in Malaysia. Ultimately, his stance evolved dramatically, concluding unequivocal support for the practice of ru’yah (moon sighting). Furthermore, there are also figures within Muhammadiyah who endorse both ru’yah and istikmāl (completing the lunar month if the moon is not sighted). This support has fortified Hamka despite facing considerable criticism. From the perspective of uṣūl al-fiqh (principles of Islamic jurisprudence), Hamka’s shift in legal reasoning appears primarily theoretical, although he does not explicitly delineate the specific theory involved. This can be inferred from his interpretation of the hadith of ru’yah in alignment with the principles of manṭūq (explicit meaning) or dilālah al-‘ibārah (indicative meaning). In expressing his views, Hamka incorporates the opinions of scholars, indicating his reliance on the qaulī method. His personal joy during fasting and holiday celebrations concurrently reflects his alignment with the maṣlaḥah theory, enhancing unity and cohesion. However, this unity can only be fully realized under government regulation as the ūlīl amr (ruler), particularly concerning the outcomes of ru’yah and istikmāl. Such submission, beyond mere compliance, also falls within the realm of maṣlaḥah al-mu’tabarah (considered public interest). This research underscores the necessity of approaching legal provisions from multiple perspectives, rather than a singular viewpoint, to achieve the intended legal spirit and realize genuine benefits. Hamka’s methodology exemplifies him as a contextual integrative Muslim

    Kaidah-kaidah fikih : Sejarah, Konsep, dan Implementasi

    Full text link
    Buku yang ada di tangan pembaca ini merupakan sebuah buku referensi yang menjelaskan tentang Kaidah-Kaidah Fikih: Sejarah, Konsep dan Implementasi. Sebagaimana diketahui bahwa kaidah fikih adalah kumpulan pedoman, norma, ketentuan atau aturan baik secara mayoritasnya atau secara menyeluruh meliputi persoalanpersoalan fikih (hukum Islam) yang menjadi bagian dari ruang lingkupnya sesuai dengan topik masing-masing. Berarti fungsi kaidahkaidah fikih ini tidak lain adalah untuk meliputi atau melingkupi persoalan-persoalan fikih yang sama topiknya ke dalam satu kaidah. Misalnya terkait dengan maksud, tujuan atau niat yang terdapat di berbagai aktivitas. Semuanya itu kemudian dikumpulkan dalam satu kaidah niat. Dengan demikian ilmu kaidah fikih ini sebenarnya. Selanjutnya agar ilmu ini dapat dipahami dengan baik di dalam buku ini dijelaskan juga sejarah perkembangan ilmu kaidah fikih, konsep atau penjelasan terhadap masing-masing kaidah dan bahkan disertai contoh penerapan kaidah tersebut di bidang hukum. Harapannya dengan adanya contoh ini, kaidah-kaidah tersebut dapat digunakan baik untuk meliputi atau mengkaji persoalan hukum lainnya bahkan termasuk hal-hal kekinian

    Contemporary Issues & Developments In Islamic Economics (Editor : Ghina Ulfah Saefurrohman)

    Full text link
    The book begins by providing an essential introduction to Islamic economics, exploring its core principles, objectives, and philosophical foundations. This chapter serves as a vital basis for understanding the unique values that shape an inclusive and just economic system within Islam. The discussion then extends to the historical development and evolution of Islamic economic thought, tracing its journey from classical interpretations to modern adaptations. This section helps readers appreciate how Islamic economic principles have transformed over time, adapting to different societal needs and technological advancements. A subsequent chapter delves into the fundamentals of Islamic finance, emphasizing the principles that guide Shariah-compliant financial practices. It introduces essential concepts like the prohibition of riba and ethical investment, aiming to provide a robust framework for understanding the distinct aspects of Islamic financial systems

    5,416

    full texts

    6,024

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IAIN Palangkaraya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇