IAIN Palangka Raya

IAIN Palangkaraya
Not a member yet
    6024 research outputs found

    Analisis Perlakuan Akuntansi Lingkungan Atas Biaya Pengolahan Limbah Produksi Pada Perusahaan Pabrik Tahu Di Kota Palangka Raya

    No full text
    Abstrak Akuntansi Lingkungan menjadi sebuah cara bagi perusahaan dalam mengidentifikasikan dan mengungkapkan aspek lingkungannya. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis bagaimana perlakuan akuntansi lingkungan yang meliputi pengidentifikasian, pengakuan, pengukuran dan penyajian. Penelitian ini dilakukan pada Pabrik Tahu UD Dewi Arum Sari yang merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan observasi langsung dan wawancara. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif komperatif yaitu dengan mendeskripsikan hasil temuan yang berasal dari data yang terkumpul lalu dibandingkan dengan pabrik tahu tersebut. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Pabrik Tahu UD. Dewi Arum Sari sudah melakukan proses pengolahan limbah dengan baik untuk mencegah terjadinya kualitas lingkungan yang buruk. Pabrik tahu tersebut sudah melakukan tahapan perlakuan akuntansi untuk biaya pengolahan limbah hanya saja masih belum terlasanakannya identifikasi pengelompokan biaya tersebut seperti klasifikasi biaya lingkungan sesuai dengan Hansen dan Mowen dalam mengakui biaya lingkungan dimasukkan sebagai komponen biaya produksi dengan pertimbangan bahwa limbah timbul sebagai akibat dari proses produksi dan penyajian dalam laporan keuangan terkait pengolahan limbah pabrik tersebut masih belum disajikan secara khusus yang masih menggabungkan biaya limbah dengan biaya operasional sehingga pengungkapan biaya pengolahan limbah pabrik belum mencatat secara jelas atau rinci terkait pengolahan limbah serta pecatatan atas laporan keuangan yang masih dilakukan secara sederhana tanpa membuat laporan biaya lingkungan sendiri. Abstract Enviromental accounting is a way for companies to identify and disclose their environmental aspects. The purpose of this study is to analyze how the environmental accounting treatment includes indentification, confession, measurement and presentation. This research was conducted at a tofu factory ud dewi arum sari which is a qualitative descriptive study using direct obsevation and interviews. The data analysis used in this research is comparative descriptive namely by describing the findings derived from te data collected and then compared with the tofu factory. Based on research rasults show that the tofu factory ud. Dewi arum sari has carried out the waste treatment process properly to prevent bad enviromental quality from occurring. The tofu factory ha carried out the stages of waste processing cost accounting treatment, buat has not yet identified cost groupings such as the classification of enviromental costs according to hansen and mowen in recognizing enviromental costs included as a component of production costs with the production process and presentation in the financial statements related to the processing of the factory waste has not been speciically presented which still combines wasteful costs with operational costs so that disclosure and recording of financial reports is carried out still done simply without making their own enviromental cost reports

    Kontribusi Pajak Restoran Dan Pajak Hotel Pada Pendapatan Asli Daerah (Pad) Di Kalimantan Tengah Tahun 2018-2021

    No full text
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi pajak restoran dan pajak hotel terhadap pendapatan asli daerah di Kalimantan Tengah pada tahun 2018 hingga 2021. Pajak daerah yang dipungut oleh pemerintah kota menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang nantinya digunakan dalam penyelenggaraan negara dan pembangunan daerah. Dalam pelaksanaan pemungutan pajak oleh setiap pemerintah daerah, termasuk pemerintah Kalimantan Tengah tepatnya di kota Palangka raya, dinas, badan atau lembaga pemungutan pajak seringkali menemui berbagai masalah atau kendala. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian ini menggunakan data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dokumetasi dan wawancara terstruktur. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode kontribusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 13 kabupaten dan 1 kota di Kalimantan Tengah, hanya 5 kabupaten/kota yang datanya dapat diperoleh yaitu Palangka Raya, Seruyan, Kotawaringin Timur, Barito Selatan, dan Barito Timur. Lima kabupaten/kota mempunyai hasil yang sangat rendah. Pajak restoran memiliki kontribusi rata-rata 3,8% dan pajak hotel rata-rata 1,5%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kontribusi pajak restoran dan hotel terhadap pendapatan asli daerah di Kalimantan Tengah masih sangat rendah dan adapun yang menjadi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kontribusi adalah faktor internal yang terdiri dari jumlah dan kualitas hotel dan restoran, tarif pajak, dan administrasi pajak serta faktor eksternal yang terdiri dari kondisi perekonomian, fasilitas pariwisata dan kebijakan pemerintah. Abstract This study aims to analyze the contribution of restaurant tax and hotel tax to local revenue in Central Kalimantan from 2018 to 2021. Regional taxes collected by the city government become one of the sources of Regional Original Revenue (PAD) which will later be used in state administration and regional development. In the implementation of tax collection by every local government, including the Central Kalimantan government, precisely in the city of Palangka Raya, tax collection agencies, agencies or institutions often encounter various problems or obstacles. The research method used is qualitative descriptive research method. The data of this study used secondary data. Data collection techniques in this study used documetation and structured interviews. The data analysis technique in this study uses the contribution method. The results showed that from 13 districts and 1 city in Central Kalimantan, only 5 districts/cities whose data could be obtained, namely Palangka Raya, Seruyan, East Kotawaringin, South Barito, and East Barito. Five districts/cities had very low yields. Restaurant tax has an average contribution of 3.8% and hotel tax an average of 1.5%. The results show that the contribution of restaurant and hotel taxes to local revenue in Central Kalimantan is still very low and the factors that affect the contribution rate are internal factors consisting of the number and quality of hotels and restaurants, tax rates, and tax administration as well as external factors consisting of economic conditions, tourism facilities and government policies

    Peran Marketplace Dalam Meningkatkan Kualitas Produk Pelaku Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Di Kota Palangka Raya

    No full text
    Abstrak Marketplace memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas produk pelaku UMKM dengan menyediakan platform yang menjangkau pasar luas dan memudahkan akses produk UMKM ke konsumen. Melalui marketplace, UMKM dapat mempromosikan produk mereka secara efektif dan memperoleh umpan balik dari konsumen, yang dapat membantu mereka meningkatkan kualitas produk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji peran marketplace dalam meningkatkan kualitas produk pelaku UMKM di Kota Palangka Raya. Metode penelitian ini adalah kualitatif. Jenis penelitian adalah penelitian lapangan. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Sumber data di dapat dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan penelitian Miles dan Huberman, yang membagi langkah langkah dalam analisis data, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peran marketplace memberikan akses pelaku UMKM ke berbagai layanan pendukung seperti pengiriman, pembayaran, dan promosi, yang dapat membantu meningkatkan efisiensi dan efektivitas bisnis. Kemudian, hadirnya marketplace berdampak positif bagi para pelaku UMKM dan konsumennya. Dampak positif ini mempermudah konsumen membeli produk yang dijual oleh para UMKM tanpa perlu ribet pergi ke outletnya. Pengaruh yang diberikan marketplace menujukan kearah yang lebih baik lagi. Abstract Marketplace plays an important role in improving the quality of products of micro, small, and medium enterprises (UMKM) by providing a platform that reaches a wider market and facilitates UMKM products' access to consumers. Through the marketplace, UMKM can effectively promote their products and receive feedback from consumers, which can help them improve product quality. The purpose of this research is to examine the role of marketplaces in improving the quality of products made by micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Palangka Raya City. The research method used is qualitative, with field research as the type of research. The technique used in this study is purposive sampling, and data sources were obtained from observations, interviews, and documentation. The analysis technique used in this study is Miles and Huberman's research, which divides the steps in data analysis into data collection, data reduction, data presentation, as well as conclusion drawing and verification. The results of this study can be concluded that the role of the marketplace provides UMKM actors with access to various supporting services such as shipping, payment, and promotion, which can help improve business efficiency and effectiveness. Furthermore, the presence of the marketplace has a positive impact on UMKM actors and their customers. This positive impact makes it easier for customers to buy products sold by UMKM actors without the hassle of going to their outlets. The influence provided by the marketplace is towards a better direction

    Penetapan Upah Jasa Kuli Pengangkut Kayu Di Desa Tumbang Manjul Dalam Perspektif Ekonomi Islam

    No full text
    Abstrak Penetapan upah dapat diartikan sebagai suatu cara yang digunakan oleh perusahaan atau atasan dalam memberikan imbalan atas jasa yang telah dilaksakan oleh setiap karyawannya. Penelitian ini difokuskan pada tiga permasalahan yaitu bagaimana penetapan upah jasa kuli pengangkut kayu di desa Tumbang Manjul, apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi dalam penetapan upah jasa kuli pengangkut kayu di desa Tumbang Manjul dan bagaimana penetapan upah jasa kuli pengangkut kayu di desa Tumbang Manjul dalam persfektif ekonomi Islam. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini berjumlah 5 orang dan informan tambahan berjumlah 5 orang. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode pengabsahan data berupa triangulasi metode dan sumber, teknik analisis data berupa pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa, dalam penetapan upah kepada kuli pengangkut kayu di desa Tumbang Manjul pemberi upah menggunakan penetapan upah sistem hasil, di mana penetapan sistem ini didasarkan atas hasil yang diperoleh kuli pengangkut kayu ketika bekerja. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi penetapan upah kepada kuli pengangkut kayu yaitu dari besar kecil kayu yang akan diangkut, jauh dekat medan yang akan dilewati. Waktu pemberian upah kuli pengangkut kayu belum sesuai dengan ruang lingkup pandangan ekonomi Islam. Karena sering ada penundaan upah kepada para karyawan. Penetapan upah yang dilakukan oleh pemberi upah kepada jasa kuli pengangkut kayu sudah memenuhi konsep adil, karena tidak ada perbedaan porsi upah antara kuli pengangkut kayu yang tua ataupun yang muda dan juga dari aspek lama bekerja. Upah yang diterima para karyawan jumlahnya sama. Kemudian pemberi upah sudah menetapkan upah yang layak untuk para kuli pengangkut kayu yang ada di desa Tumbang Manjul, karena upah yang diterima kuli pengangkut kayu sudah bisa memenuhi kebutuhan pokok para kuli pengangkut kayu tersebut. Abstract Determination of wages can be interpreted as a method used by companies or superiors in providing compensation for services that have been carried out by each of their employees. This research is focused on three issues, namely how to determine the wages of wood porters in the village of Tumbang Manjul, what are the factors that influence the determination of the wages of wood porters in the village of Tumbang Manjul and how to determine the wages of wood porters in the village of Tumbang Manjul in Islamic economic perspective. This research is a field research using a descriptive qualitative approach. The subjects of this study were 5 people and additional informants were 5 people. Data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. Methods of validating data in the form of triangulation of methods and sources, data analysis techniques in the form of data collection, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study state that, in setting wages for lumberjacks in the village of Tumbang Manjul, the payer uses a yield system wage setting, where the determination of this system is based on the results obtained by the lumber porters while working. There are several factors that affect the determination of wages for porters, namely the size of the wood to be transported, the distance to the terrain to be traversed. The timing of the wages of the lumber porters is not in accordance with the scope of Islamic economic views. Because there are often delays in wages for employees. The determination of the wages made by the payer for the wood porter services fulfills the concept of fairness, because there is no difference in the portion of wages between the old and young wood porters and also from the aspect of length of work. The wages received by employees are the same. Then the wage giver has set a decent wage for the wood porters in the village of Tumbang Manjul, because the wages received by the wood porters can meet the basic needs of the wood porters

    Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Melalui Usaha Budidaya Jamur Tiram Putih Rumah Cendawan Kota Palangka Raya

    No full text
    Abstrak Pemberdayaan merupakan proses pembangunan dimana masyarakat berinisiatif untuk memulai proses kegiatan sosial untuk memperbaiki situasi dan kondisi. Pemberdayaan masyarakat akan berhasil bila masyarakat tersebut mau ikut berubah dan berpartisipasi pada program-program yang ditawarkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis proses pemberdayaan ekonomi keluarga dalam usaha budidaya jamur tiram putih di Rumah Cendawan kota palangkaraya dan untuk mengetahui dan menganalisis dampak pemberdayaan bagi ekonomi keluarga dalam usaha budidaya jamur tiram putih. Penelitian dilakukan di Rumah Cendawan Kota Palangka Raya dengan pertimbangan bahwa pada Rumah Cendawan tidak hanya melakukan budidaya jamur tiram untuk dijual tetapi juga melakukan pemberdayaan kepada masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis pendekatan penelitian fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini adalah 4 orang dari Rumah Cendawan dan 2 orang Informan dari masyarakat yang mengikuti pelatihan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Kemudian dianalisis melalui tahapan koleksi data, pengolahan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa proses pemberdayaan ekonomi keluarga dalam usaha budidaya jamur tiram putih di Rumah Cendawan Kota Palangka Raya dilihat dari prosesnya bentuk pemberdayaan ini terdiri dari prinsip: kebersahajaan, sismatik, dan regenerative. Dari bentuk pemberdayaan ini maka indikator yang tercapai pada penelitian ini adalah indikator keberdayaan menurut Person yaitu sebuah proses pembangunan yang bermula dari pertumbuhan individual yang berkembang menjadi perubahan lebih besar dan pembebasan yang dihasilkan dari perubahan tersebut sehingga menjadi masyarakat yang dapat mendirikan usahanya. Dampak pemberdayaan bagi ekonomi keluarga dalam usaha budidaya jamur tiram putih di Kota Palangka Raya adalah dengan adanya pemberdayaan ini terdapat beberapa warga yang berhasil melakukan budidaya jamur tiram sendiri, dan membuka usaha jamur tiram putih. Sehingga dampak pemberdayaan jamur tiram putih ini berpengaruh sangat baik bagi warga tersebut. Abstract Empowerment is a development process in which the community takes the initiative to initiate a process of social activity to improve situations and conditions. Community empowerment will be successful if the community is willing to change and participate in the programs offered. The purpose of this study was to describe the process of empowering the family economy in the white oyster mushroom cultivation business at the Cendawan House, Palangkaraya City and to analyze the impact of empowerment on the family economy in the white oyster mushroom cultivation business. The research was conducted at Rumah Mushroom because it not only cultivates oyster mushrooms for sale but also empowers the community. This research is a phenomenological research with a descriptive qualitative research approach. The subjects in this study were 4 people from the Fungus House and 2 informants from the community who attended the training. Data collection techniques carried out are observation, interviews, and documentation. The data validation technique uses source triangulation. Then analyzed through the stages of data collection, data processing, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that the process of empowering the family economy in the white oyster mushroom cultivation business at the Cendawan House of Palangka Raya City begins with training for the community both from within the region and outside the region. This training was carried out several times until the people who were trained could cultivate their own oyster mushrooms. And the impact of empowerment on the family economy in the white oyster mushroom cultivation business in Palangka Raya City is that with this empowerment, there are several residents who have succeeded in cultivating their own oyster mushrooms and opening white oyster mushroom businesses. So that the impact of empowering white oyster mushrooms has a very good effect on these residents. By selling white oyster mushrooms, the income of these residents increases, so they can meet the economic needs of their familie

    Implementasi Program Klinik Bisnis Abdul Rasyid Foundation Dalam Mengembangkan Umkm Di Kota Palangka Raya

    No full text
    Wirausaha di Indonesia masih sedikit dan mutunya belum bisa dikatakan baik atau hebat, sehingga persoalan ini yang dialami para wirausaha merupakan persoalan mendesak bagi suksesnya pembangunan. Permasalahan lain UMKM yang dihadapi yaitu pengembangan UMKM dan masih terbatasnya akses permodalan bagi UMKM. Terbentuknya klinik bisnis yaitu untuk merangkul dan membawa pemuda-pemudi di Kalimantan Tengah yang ingin berwirausaha untuk mencapai tujuan tersebut. Tujuan dari klinik bisnis ini yaitu sebagai platform yang bertugas membina dan mengembangkan kemampuan untuk meningkatkan keberadaan UMKM yang lebih maju, unggul dan mandiri, menciptakan para entrepreneur muda yang mampu menebarkan kebermanfaatan dilingkungan sekitarnya. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan motode kualitatif deskriptif. Objek penelitian ini adalah implementasi program klinik bisnis dalam mengembangkan umkm di kota Palangka Raya. Subjek utama dalam penelitian ini adalah pihak klinik bisnis, sedangkan subjek tambahan atau informan adalah umkm yang bermitra di klinik bisnis kota Palangka Raya. Subjek dan informan penelitian secara keseluruhan berjumlah 5 orang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi Temuan penelitian ini dapat disimpulkan implementasi program-program klinik bisnis telah terlaksana dengan baik dan sudah mampu mendorong dan mewujudkan kemajuan bagi UMKM yang dibina pihak klinik bisnis, serta tidak hanya keilmuan yang bertambah, namun usaha-usaha mitra klinik bisnis semakin berkembang mulai dari inovasi produk hingga keuntungan dan omzet yang diraih mencapai puluhan hingga ratusan juta. Dampak daripada implementasi program klinik bisnis berupa dampak positif seperti bisnis yang dijalankan oleh UMKM semakin berkembang. Walaupun ada kendala yaitu jarak namun tidak menjadi penghalang untuk program tersebut tetap terlaksanakan dengan baik. Abstract Entrepreneurs in Indonesia are still small and the quality cannot be said to be good or great, so this problem experienced by entrepreneurs is an urgent problem for the success of development. Another problem faced by UMKM is the development of UMKM and limited access to capital for UMKM. The establishment of a business clinic is to embrace and bring young people in Central Kalimantan who want to do business to achieve this goal. The purpose of this business clinic is a platform tasked with fostering and developing capabilities to increase the existence of UMKM that are more advanced, superior and independent, creating young entrepreneurs who are able to spread benefits in their surroundings. This research is a field research with descriptive qualitative method. The object of this research is the implementation of a business clinic program in developing UMKM in the city of Palangka Raya. The main subject in this study was the business clinic, while the additional subjects or informants were SMEs who partnered with the business clinic in the city of Palangka Raya. Subjects and research informants as a whole amounted to 5 people. Data collection was carried out using observation, interview, and documentation techniques The results of this study can be interpreted that the implementation of business clinical programs has been carried out well and has been able to encourage and realize progress for UMKM that are fostered by the business clinic, and not only has knowledge increased, but the efforts of business clinic partners are growing starting from product innovation until the profits and turnover achieved reach tens to hundreds of millions. The impact of the implementation of the business clinic program is in the form of a positive impact such as the business being run by UMKM is growing. Even though there are obstacles, namely distance, this is not a barrier for the program to be carried out properly

    Praktik Jual Beli Buket Uang Pada Generasi Milenial Di Kota Palangka Raya Menurut Ekonomi Islam

    No full text
    Abstrak Usaha jual beli buket uang bagi generasi milenial di kota Palangka Raya sudah menjadi tren saat ini. Transaksi buket uang merupakan sistem jual beli barang yang sejenis, namun harus sesuai dengan kententuan ekonomi Islam. Selain itu, banyaknya penjual buket uang, penjual harus mencari cara agar mampu bersaing dan mempertahan kan penjualan buket. Penelitian ini berfokus pada (1) Praktik jual beli buket uang di kota Palangka Raya pada generasi milenial. (2) Praktik jual beli buket uang di kota Palangka Raya prespektif ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dan jenis penelitian lapangan. Subjek dalam penelitian adalah pemilik usaha buket uang Fleur.Id, Bluenavy florist, Official buket.Pky, dan Al-Q souvenir, dan 4 informan dalam penelitian adalah pembeli buket uang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan berdasarkan observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengabsahan data menggunakan trianggulasi dengan jenis trianggulasi metode. Teknik analisis menggunakan 4 komponen, yaitu collection, reduction, data display dan conclusions drawing. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Buket merupakan salah satu potensi usaha yang saat ini tren pada generasi milenial. Generasi milenial merupakan generasi yang telah lahir saat teknologi telah maju sehingga generasi ini mudah untuk menjalankan usaha berbasis teknologi, salah satunya usaha buket uang melalui media sosial atau toko online. (2) Praktik jual beli buket uang diperbolehkan karena tidak ada dalil yang melarang dan merupakan jual beli dengan sistem upah jasa dalam pembuatan buket uang. Transaksi dilakukan menggunakan akad ijarah, sehingga praktik jual beli buket uang diperbolehkan dalam perspektif ekonomi Islam. Abstract The business of buying and selling bouquets of money for millennials in the city of Palangka Raya has become a trend today. Money bouquet transactions are a system of buying and selling similar goods, but must be in accordance with Islamic economic requirements. In addition, there are many money bouquet sellers, sellers have to find ways to be able to compete and maintain bouquet sales. This research focuses on (1) The practice of buying and selling a bouquet of money in the city of Palangka Raya for the millennial generation (2) The practice of buying and selling bouquets of money from an Islamic economic perspective in the city of Palangka Raya. This research uses a descriptive qualitative research approach and a type of field research. The subjects in the study were the owners of Fleur.Id money bouquet businesses, Bluenavy florist, Official bouquet. Pky, and Al-Q souvenirs and 4 informants in the study were buyers of a bouquet of money. Data collection techniques are carried out based on observation, interviews and documentation. Data validation uses trianggulation with a type of trianggulation method. The analysis technique uses 4 components, namely collection, reduction, data display and conclusions drawing. The results of this study show that: (1) A bouquet is one of the business potentials that is currently trending among the millennial generation. The millennial generation is a generation that has been born when technology has advanced so that this generation is easy to run technology-based businesses, one of which is a money bouquet business through social media or online stores. (2) The practice of buying and selling bouquets of money is allowed because there is no prohibition argument and is a sale and purchase with a service wage system in making a bouquet of money. Transactions are carried out using ijarah contracts, so the practice of buying and selling bouquets of money is allowed from an Islamic economic perspective

    Strategi Pemasaran Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Kerupuk Ikan Pipih Sebagai Oleh-Oleh Khas Kota Sampit Dalam Upaya Pencapaian Suistainable Development Goals

    No full text
    Abstrak Strategi adalah suatu proses untuk mencapai tujuan jangka Panjang. Sehingga dalam menjalankan usaha, khususnya usaha mikro kecil dan menengah kerupuk ikan pipih diperlukan strategi pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran kerupuk ikan pipih dan selanjutnya mengetahui dampak dari usaha kerupuk ikan pipih terhadap nelayan ikan pipih. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah 3 orang subjek dari pedagang kerupuk ikan pipih, 2 orang subjek dari nelayan ikan pipih dan 1 orang informan dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Kota Sampit. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah Observasi, Wawancara dan Dokumentasi kemudian di analisis melalui tahapan Collection, Reduction, Display dan Conclusing drawing. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa strategi pemasaran yang dilakukan para pedagang kerupuk ikan pipih yaitu dengan menjual produknya ke tempat-tempat yang strategis, dan bermitra kerja sama dengan Toko-toko yang cukup terkenal di Sampit seperti Rumah Istana Oleh-oleh Jelawat Sampit dan Toko Dila. Kemudian menentukan Pasar sasaran, segmentasi dan saluran pemasaran melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram. Terus melakukan inovasi produk kerupuk ikan pipih dengan membuat kemasan yang berbeda-beda berdasarkan bentuk yang paling banyak di minati oleh pelanggan dan menjaga nilai kepuasaan dari pelanggan. Dampak positif dari usaha kerupuk ikan pipih ini, memudahkan nelayan untuk memasok ikan ke pelanggan. Untuk pendapatan juga dikatakan cukup untuk biaya kehidupan sehari-hari seperti makan dan membiayai pendidikan anak. Dampak negatif dengan adanya usaha kerupuk ikan pipih ini membuat ikan pipih menjadi langka dan jika ikan tersebut sudah langka maka harganya pun akan menjadi lebih naik dari harga sebelumnya. Abstract Strategy is a process to achieve long-term goals. So when running a business, especially micro, small and medium businesses, kerupuk ikan pipih require a marketing strategy. This research aims to determine the marketing strategy for flatfish crackers and further determine the impact of the flatfish cracker business on flatfish fishermen. This research is field research using descriptive qualitative methods. The subjects in this research were 3 subjects from flat fish cracker traders, 2 subjects from flat fish fishermen and 1 informant from the Sampit City Cooperatives and Micro, Small and Medium Enterprises Service. The data collection techniques in this research are observation, interviews and documentation, then analyzed through the stages of collection, reduction, display and concluding drawing. The results of this research can be concluded that the business competition strategy carried out by flat fish cracker traders is through a marketing strategy, namely by selling their products to strategic places, and collaborating with well-known shops in Sampit such as Rumah Istana Souvenirs Jelawat. Sampit and Dila Shop. Then determine the target market, segmentation and marketing channels via social media such as Facebook and Instagram. Continue to innovate flat fish cracker products by making different packaging based on the shapes that are most popular with customers and maintaining customer satisfaction. The positive impact of this flat fish cracker business is that it makes it easier for fishermen to supply fish to customers. Income is also said to be sufficient for daily living expenses such as food and paying for children's education

    Keharmonisan Rumah Tangga Istri Sebagai Pencari Nafkah Dalam Keluarga Di Desa Padang Tanggul Kecamatan Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara

    No full text
    Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan mempertahankan keharmonisan rumah tangga Istri sebagai pencari nafkah dalam keluarga di Desa Padang Tanggul Kecamatan Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara. Sehingga penelitian ini berfokus pada faktor yang melatarbelakangi Istri sebagai pencari nafkah dalam keluarga di Desa Padang Tanggul Kec. Amuntai Selatan Kab. HSU dan keharmonisan rumah tangga yang istri sebagai pencari nafkah dalam keluarga di Desa Padang Tanggul Kec. Amuntai Selatan Kab. HSU. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empris dengan pendekatan socio-legal yang dianalisis menggunakan teori Tanggung Jawab dan Teori Harmonisasi. Penelitian ini menggali mengenai: (1) Faktor yang melatarbelakangi Istri sebagai pencari nafkah dalam keluarga di Desa Padang Tanggul Kec. Amuntai Selatan Kab. HSU. (2) Keharmonisan rumah tangga yang istri sebagai pencari nafkah dalam keluarga di Desa Padang Tanggul Kec. Amuntai Selatan Kab. HSU. Adapun hasil penelitian dan analisis menunjukkan bahwa (1) faktor yang menyebabkan istri sebagai pencari nafkah dalam keluarga adalah karena sang suami yang tidak bekerja (pekerjaannya kadang ada kadang tidak ada) dan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Berdasarkan teori tanggung jawab bahwa bukan berarti suami yang tidak bekerja tidak memnuhi tanggung jawabnya hanya saja kendala tidak ada pekerjaannya membuat sang istri turut juga mencari nafkah, namun sang suami yang bertanggung jawab dirumah, dengan memasak, mencuci, dan lain sebagainya. (2) dalam kaitannya dengan keharmonisan keluarga berdasarkan teori harmonisasi, bahwa Rumah tangga istri sebagai pencari nafkah dalam keluarga di Desa Padang Tanggul Kec. Amuntai Selatan Kab. HSU tergolong keluarga harmonis dengan tidak adanya perceraian, minimnya konflik, saling memahami antar suami/istri, terciptanya keluarga sakinah mawaddah dan rahmah, diberkahi dengan keturunan (anak-anak yang sehat) dan mampu membiayai pendidikan anak-anak. Abstract This research is motivated by the ability to maintain harmony in the household. The wife as the breadwinner in the family in Padang Tanggul Village, Amuntai District, Hulu Sungai Utara Regency. So this research focuses on the factors behind the wife as the breadwinner in the family in Padang Tanggul Village, Kec. South Amuntai Kab. HSU and household harmony where the wife is the breadwinner in the family in Padang Tanggul Village, Kec. South Amuntai Kab. HSU. This research is an empirical legal research with a socio-legal approach which is analyzed using the theory of Responsibility and Theory of Harmonization. This research explores: (1) Factors behind the wife as the breadwinner in the family in Padang Tanggul Village, Kec. South Amuntai Kab. HSU. (2) Harmony in the household where the wife is the breadwinner in the family in Padang Tanggul Village, Kec. South Amuntai Kab. HSU. The results of the research and analysis show that (1) the factors that cause the wife to be the breadwinner in the family are because the husband does not work (sometimes there is work, sometimes there is none) and to meet household needs. Based on the theory of responsibility that does not mean that a husband who does not work does not fulfill his responsibilities, it's just that the constraint is that he does not have a job that makes the wife also earn a living, but the husband is responsible for the house, by cooking, washing, and so on. (2) in relation to family harmony based on harmonization theory, that households where the wife is the breadwinner in the family in Padang Tanggul Village, Kec. South Amuntai Kab. HSU is classified as a harmonious family with no divorce, minimal conflict, mutual understanding between husband/wife, creating a sakinah mawaddah and rahmah family, blessed with offspring (healthy children) and able to pay for children's education

    Tradisi Takziah Jenazah Pada Masyarakat Muslim Di Kelurahan Pager Kecamatan Rakumpit

    No full text
    Abstrak Penelitian dilatarbelakangi permasalahan yang ada di Kelurahan Pager Kecamatan Rakumpit tentang tradisi takziah jenazah pada masyarakat muslim. Penelitian difokuskan untuk membahas mengenai praktik tradisi takziah jenazah pada masyarakat muslim di Kelurahan Pager Kecamatan Rakumpit dan peran ulama terhadap tradisi takziah jenazah pada masyarakat muslim di Kelurahan Pager Kecamatan Rakumpit. Penelitian berjenis kualitatif empiris dengan tipe sosiologi hukum Islam menggunakan pendekatan socio-legal. Subjek penelitian berjumlah 5 orang dan informan 3 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian yakni pertama, praktik tradisi takziah jenazah pada masyarakat muslim di Kelurahan Pager para pentakziah jenazah meminum-minuman keras yang disediakan tuan rumah atau para pentakziah membawa sendiri untuk diminum bersama-sama bertujuan untuk menghilangkan rasa sedih dan membuang kesialan bagi keluarga, bagi jenazah supaya tenang di alam kubur dan arwah jenazah tidak mengganggu keluarga. Tradisi ini sudah ada sejak lama turun temurun pada masyarakat Kelurahan Pager. Kedua, peran ulama terhadap tradisi takziah jenazah pada masyarakat muslim di Kelurahan Pager. Hampir 70% masyarakat Kelurahan Pager menganut agama Islam. Ulama berperan dalam menyebarkan ajaran Islam sehingga dapat mengurangi kebiasaan minum-minuman beralkohol dalam bertakziah jenazah, melalui pengajian-pengajian dan perayaan hari besar Islam demi terwujudnya masyarakat Kelurahan Pager yang taat dan memahami ilmu agama dengan baik. Ulama membolehkan melakukan takziah jenazah seperti pembacaan yasih masih mengandung unsur kemaslahatan sesama masyarakat di Kelurahan Pager. Ulama melarang keras tradisi takziah jenazah seperti meminum-minuman beralkohol yang terkandung dalam ‘urf fa>sid. Tradisi takziah jenazah di Kelurahan Pager sudah sejak lama dan menjadi tradisi turun temurun yang tidak bisa dilepaskan oleh masyarakat Kelurahan Pager. Abstract This research motivated the problems that exist in Pager Village, Rakumpit Subdistrict regarding the tradition of takziah jenazah in the Muslim community. This research focused on discussing the practice of the tradition of takziah jenazah in Muslim communities in Pager Village, Rakumpit Subdistrict and the role of ulama in the tradition of takziah jenazah in Muslim communities in Pager Village. This research empirical qualitative type with the type of sociology of Islamic law using socio-legal approach. The research subjects were 5 people and the informants were 3 people. Data collection techniques used observation, interview and documentation methods. The results of the research are first, the practice of the tradition of takziah jenazah in the Muslim community in Pager Village, the pentakziah of the corpse drinks liquor provided by the host or the pentakziah who brings to be drunk together which aims to eliminate sadness and throw bad luck for the family, for the jenazah to be calm in the grave and the spirit of the jenazah does not disturb the family. This tradition has existed for generations in the Pager Village community. Secondly, the role of the ulama in the tradition of takziah jenazah in the Muslim community in Pager Village. Almost 70% of the people Pager Village adhere to Islam. Ulama play a role in spreading the teachings of Islam so as to reduce the habit of drinking alcoholic in takziah jenazah, through recitations and celebrations of Islamic holidays for the realization of the people of Pager Village who obey and understand religious knowledge well. The Ulama allow the takziah jenazah such as the recitation of Yassin in ‘urf s{ahi>h as it still contains elements of benefit for fellow people in Pager Village. Ulama strictly forbid the tradition of takziah jenazah such as drinking alcoholic beverages in ‘urf fa>sid. The tradition takziah jenazah in Pager Village has been around for a long time and has become a hereditary tradition that cannot be separated by the people of Pager Village

    5,416

    full texts

    6,024

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IAIN Palangkaraya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇