6024 research outputs found
Sort by
Similarity Development of High Botanical Module to Integrated Islam Toward Independence Student Learning
Similarity Pesantren Quality Management; Government Intervention in the Policy of the Pesantren Law in Indonesia
Korespondensi "Coalition and Establishment of Authoritative Religious Leadership in Maintaining Halal Product Laws: A Study on the Indonesian Concil of Ulama"
Pembelajaran online: analisis terhadap motivasi pembelajaran pai
Pentingnya motivasi belajar adalah sebagai bentuk dorongan dalam pembelajaran yang timbul pada diri siswa secara sadar untuk melakukan kegiatan pembelajaran, sehingga mempermudah untuk mencapai tujuan pembelajaran pada mata pelajaran PAI. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui motivasi belajar. Jenis penelitian ini adalah mixed methods, yang menjadi subjek yaitu 67 siswa kelas VIII SMPN 8 Palangka Raya dan yang menjadi informan adalah seorang Guru PAI. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan angket, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengabsahan data yaitu menggunakan triangulasi sumber, teknik dan presentase tabulasi, sedangkan analisis datanya menggunakan reduksi data, penyajian data danverifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi siswa dalam pembelajaran PAI dengan tingkat rendah sebesar 32,83%, tingkat sedang sebesar 44,77%, tingkat tinggi sebesar 20,89% dan dengan tingkat sangat tinggi sebesar 1,49%. Sehingga dapat disimpulkan secara keseluruhan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran PAI adalah 74,82% masuk dalam kategori motivasi sedang. Adapun faktor instrisik yang mempengaruhi motivasi siswa meliputi ketekunan siswa dalam mengikuti pembelajaran PAI, merasa membutuhkan dalam Pembelajaran PAI dan adanya harapan dan cita-cita dengan pembelajaran PAI. Sedangkan faktor ekstrinsik seperti lingkungan belajar yang kondusif, guru yang mengajarkan pembelajaran PAI dan fasilitas dalam pembelajaran PA
Surat Pencatatan Ciptaan - The Influence Of Methods Of Teaching On Students’ Skills Of Language Performance At Islamic Higher Education In Kalimantan
Sistem Pengupahan Buruh Tani Di Kelurahan Kota Besi Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur
Abstrak
Penelitian dilatarbelakangi adanya kasus sistem pengupahan di Kelurahan Kota Besi Hulu yang sudah lama terjadi dan menjadi kebiasaan di masyakarat. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui bagaimana sistem pemberian upah pada buruh tani di Kelurahan Kota Besi Hulu dan bagaimana pandangan hukum Islam terhadap sistem pemberian upah pada buruh tani di Kelurahan Kota Besi Hulu. Penelitian ini termasuk yuridis empiris yaitu dengan cara turun langsung kelapangan untuk mendapatkan informasi mengenai sistem pengupahan dengan cara pendekatan yuridis sosiologis yaitu objek kajian mengenai perilaku masyarakat. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian adalah dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah lima orang buruh tani dan satu orang ketua kelompok tani. Hasil penelitian: (1) sistem pemberian upah pada buruh tani di Kelurahan Kota Besi Hulu terdapat dua sistem yaitu pemberian upah secara langsung berupa uang tunai dan sistem pemberian upah berupa tukar jasa. (2) pandangan hukum Islam terhadap sistem pemberian upah pada buruh tani di Kelurahan Kota Besi Hulu mengandung kemaslahatan dikarenakan mengandung unsur tolong-menolong dan telah ada kerelaan dari kedua belah pihak, namun disisi lain masih terdapat beberapa hal yang tidak sesuai dengan konsep mas’uliyah dan keadilan sebab masih ada kekurangan terkait kinerja dan waktu dalam pemberian upah di Kelurahan Kota Besi Hulu.
Abstract
The research was motivated by the case of a wage system in Kota Besi Hulu Village which has long occurred and has become a habit in the community. The purpose of the research is to find out how the system of giving wages to farm laborers in Kota Besi Hulu Village and how Islamic law views the system of giving wages to farm laborers in Kota Besi Hulu Village.This research includes empirical juridical, namely by going directly to the field to get information about the wage system by means of a sociological juridical approach, namely the object of study regarding community behavior. Data collection techniques used in the research are observation, interview, and documentation. The research subjects were five farm laborers and one farmer group leader. Research results: (1) the system of giving wages to farm laborers in Kota Besi Hulu Village there are two systems, namely giving wages directly in the form of cash and the system of giving wages in the form of exchange of services. (2) The view of Islamic law on the system of giving wages to farm laborers in Kota Besi Hulu Village contains benefits because it contains elements of helping and there is willingness from both parties, but on the other hand there are still some things that are not in accordance with the concept of mas'uliyah and justice because there are still shortcomings related to performance and time in giving wages in Kota Besi Hulu Village
Jual Beli Mobil Dengan Sistem Cash Tempo Pada Cv. 88 Motor Palangka Raya
Abstrak
Penelitian ini mengkaji terkait transaksi jual beli mobil yang dilakukan dengan sistem cash tempo di CV. 88 Motor Palangka Raya. Dalam pelaksanaanya transaksi jual beli ini dapat berpindah dari akad jual beli menjadi akad sewa menyewa. Focus dalam penelitian ini adalah; (1) alasan hukum apa yang melatarbelakangi terjadinya peralihan akad dalam transaksi jual beli mobil bermasalah di CV. 88 Motor Palangka Raya (2) penyelesaian yang dilakukan dalam mengatasi terjadinya transaksi jual beli mobil bermasalah di CV. 88 Motor Palangka Raya. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologis yuridis. Data dihimpun menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dianalisis dengan teori kesepakatan, teori maslahah, dan teori APS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; (1) Alasan hukum terjadinya perubahan akad yang dilakukan oleh CV. 88 Motor disebabkan adanya wanprestasi dari pihak pembeli karena kondisi ekonomi yang tidak mampu membayar sisa harga pembelian mobil pada tempo waktu yang telah ditentukan sehingga penjual berhak untuk menuntut pemenuhan prestasi kepada pembeli sesuai dengan perjanjian awal melalui peralihan akad menjadi sewa-menyewa telah sesuai dengan teori kesepakatan. (2) Penyelesaian yang dilakukan oleh CV. 88 Motor dalam mengatasi transaksi jual beli mobil yang bermasalah dilakukan melalui peralihan akad secara otomatis dari jual beli menjadi menjadi sewa menyewa mengandung adanya nilai kemaslahatan bagi para pihak namun perjanjian yang masih belum sesuai dengan ketentuan syari’at karena terdapat dua bentuk akad dalam satu transaksi yang mengandung adanya unsur ketidak pastian (gharar).
Abstract
This research examines the car sale and purchase transactions carried out with a cash tempo system at CV. 88 Motor Palangka Raya. In its implementation, this sale and purchase transaction can move from a sale and purchase contract to a lease contract. The focus of this research are; (1) what legal reasons are behind the transition of contracts in problematic car sale and purchase transactions at CV. 88 Motor Palangka Raya (2) the settlement carried out in overcoming the occurrence of problematic car sale and purchase transactions at CV. 88 Motor Palangka Raya This type of research empirical legal research with a juridical sociological approach. Data was collected using observation, interview, and documentation techniques which were analyzed using the theory of agreement, maslahah theory, and APS theory. The results of this study indicate that; (1) The legal reason for the change of contract made by CV. 88 Motor due to default on the part of the buyer due to economic conditions that are unable to pay the remaining purchase price of the car at a predetermined time so that the seller has the right to demand the fulfillment of achievements to the buyer in accordance with the initial agreement through the transfer of the contract to lease in accordance with the theory of agreement. (2) The settlement carried out by CV. 88 Motor in overcoming the problematic car sale and purchase transaction carried out through the automatic transfer of the contract from sale and purchase to lease contains the value of benefits for the parties, but the agreement still not in accordance with the provisions of sharia because there are two forms of contracts in one transaction which contains an element of uncertainty (gharar)
Pandangan Ulama Terhadap Tradisi Tampung Tawar Dalam Perkawinan Masyarakat Dayak Muslim Desa Tumbang Samba Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan
Abstrak
Tradisi dalam prosesi perkawinan suku Dayak, yaitu proses dilakukannya kegiatan tampung tawar dengan mengkhususkannya pada suku Dayak di Desa Tumbang Samba Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan. Melihat dari segi realitas yang ada, banyak anggapan terkait tradisi tampung tawar yang menimbulkan suatu permasalahan apakah tradisi atau adat tersebut bertentangan dengan hukum syari’at Islam ataukah tidak. Berdasarkan hal inilah peneliti tertarik untuk melakukan suatu penelitian terkait tradisi ini. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah pendapat ulama terhadap tradisi tampung tawar dalam perkawinan masyarakat Dayak Muslim di Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan dan juga 2 orang informan yang mengetahui tentang permasalahan yang akan diteliti. Teknik penentuan subjek penelitian adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber. Serta teknik analisis data yang digunakan meliputi pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menyatakan Tampung tawar adalah suatu tradisi yang dilakukan secara turun temurun sejak zaman nenek moyang dengan tujuan untuk ungkapan rasa syukur kepada Allah dan berharap keselamatan bagi kedua pengantin. Prosesi dalam tradisi ini dimulai dengan basmalah dan di akhiri dengan doa. Namun dalam pengadaan tradisinya, masyarakat Muhammadiyah tidak melakukan tradisi Tampung tawar karena termasuk hal yang bid’ah dan khawatir akan menjadi musyrik. Sedangkan masyarakat Nahdlatul Ulama memperbolehkan tradisi Tampung tawar asalkan dalam pelaksanaan tradisi tersebut tidak melenceng dari hukum syariat Islam, tidak berlebihan, dan tetap menjaga keimanan atau ketauhidan kita kepada Allah SWT.
Abstract
The tradition in the Dayak tribal wedding procession, namely the process of carrying out bargaining activities by specializing in the Dayak tribe in Tumbang Samba Village, Central Katingan District, Katingan Regency. Looking at the existing reality, there are many assumptions related to the bargaining tradition which raises a problem whether these traditions or customs conflict with Islamic sharia law or not. Based on this, researchers are interested in conducting research related to this tradition. This study uses empirical legal research with a descriptive qualitative research approach. The subject of this study was the opinion of the Ulama on the tradition of bargaining in the marriages of the Muslim Dayak community in Central Katingan District, Katingan Regency and also 2 informants who knew about the problems to be studied. The technique of determining research subjects is purposive sampling. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The data validity technique used is source triangulation. As well as data analysis techniques used include data collection, data reduction, and drawing conclusions. The results of this study state that Tampang bargaining is a tradition that has been carried out from generation to generation since the time of the ancestors with the aim of expressing gratitude to God and hoping for the safety of the two bride and groom. The procession in this tradition begins with basmalah and ends with prayer. However, in procuring the tradition, the Muhammadiyah community does not carry out the Tampang bargaining tradition because it is considered heresy and is worried that they will become polytheists. Whereas the Nahdlatul Ulama community allows the Tampang bargain tradition as long as the implementation of this tradition does not deviate from Islamic sharia law, is not excessive, and still maintains our faith or monotheism in Allah SWT