6024 research outputs found
Sort by
Pencabutan Perkara Perceraian Saat Persidangan Berlangsung Dalam Perspektif Hakim Di Pengadilan Agama Palangka Raya
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pencabutan perkara perceraian saat persidangan berlangsung. Sebenarnya untuk pencabutan perkara perceraian dapat dilakukan pada saat dilakukannya mediasi, akan tetapi pada perkaranya mediasi para pihak tidak berhasil didamaikan dan menghendaki perkara perceraian dilanjutkan sampai pada majelis hakim mengabulkan perkara perceraian tersebut akan tetapi pada saat persidangan berlangsung nyatanya perkara perceraian tersebut dicabut. Fokus masalah dalam penelitian ini: alasan penggugat mencabut perkara perceraian saat persidangan berlangsung dan mekanisme pencabutan perkara perceraian saat persidangan berlangsung di Pengadilan Agama Palangka Raya. Jenis penelitian adalah penelitian hukum empiris, dengan pendekatan yuridis sosiologis, subjek penelitian ini terdiri dari tiga hakim persidangan sekaligus pernah menjadi hakim mediator dan satu informan. Menggunakan teori Mas}lah}ah dan teori efektivitas hukum. Teknik pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian: 1) Alasan pencabutan perkara perceraian saat persidangan berlangsung bervariasi diantaranya para pihak terlambat sadar untuk berdamai ketika mediasi dilakukan tetapi setelah melalui proses yang panjang, melalui musyawarah lanjutan antara keluarga kedua belah pihak ternyata berhasil untuk didamaikan, alasan para pihak tidak dapat didamaikan pada saat mediasi juga bermacam-macam alasan diantaranya kedua belah pihak sama-sama mengedepankan sikap egois, saling beradu argumen serta tidak terbuka terhadap permasalahan yang sesungguhnya. Pencabutan perkara perceraian saat persidangan berlangsung juga karena terdapat kesalahan dan ketidaksesuaian antara dalil gugatan (posita) dan tuntuntan (petitum). 2) Mekanisme Pencabutan Perkara Perceraian Saat Persidangan Berlangsung di Pengadilan Agama Palangka Raya berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Mekanisme pencabutannya adalah para pihak atau penggugat datang ke persidangan dan menyatakan kepada majelis hakim ingin mencabut perkaranya karena sebab-sebab tententu. Apabila perkara sudah mendapat jawaban dari tergugat, pencabutan hanya dapat dilakukan atas persetujuan tergugat.
Abstract
This research is motivated by the revocation of a divorce case during the trial. Actually, the revocation of a divorce case could be done during mediation, but in the case of mediation the parties were unable to reconcile and wanted the divorce case to continue until the panel of judges granted the divorce case, but during the trial the divorce case was in fact revoked. The focus of the problem in this study: the reasons why the plaintiff revoked the divorce case during the trial and the mechanism for revoking the divorce case during the trial at the Palangka Raya Religious Court. This type of research is empirical legal research, with a sociological juridical approach, the subject of this research consists of three trial judges who have also been mediator judges and one informant. Using Mas}lah}ah theory and legal effectiveness theory. Data collection techniques are: observation, interview and documentation. Research results: 1) The reasons for the revocation of the divorce case during the trial varied, including that the parties realized too late to reconcile when the mediation was carried out but after going through a long process, through further deliberations between the families of the two parties it was successful to be reconciled, the reasons the parties could not be reconciled at the time of mediation also varied, including that the two parties both put forward a selfish attitude, arguing with each other and not being open to the real problems. The withdrawal of the divorce case during the trial was also due to errors and discrepancies between the arguments of the lawsuit (posita) and the demands (petitum). 2) The mechanism for revocation of divorce cases during trial at the Palangka Raya Religious Court runs in accordance with applicable regulations. The revocation mechanism is that the parties or plaintiffs come to the trial and state to the panel of judges that they want to revoke the case for certain reasons. If the case has received an answer from the defendant, the revocation can only be done with the consent of the defendant
Konstruksi Hak Waris Anak Nikah Siri (Studi Kasus Di Nanga Bulik Kabupaten Lamandau Provinsi Kalimantan Tengah)
Penelitian ini dilatarbelakangi karena meningkatnya perhatian terhadap hak waris anak dari hasil pernikahan siri yang seringkali terabaikan dalam kerangka hukum yang ada. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah: (1) Bagaimana status hak waris anak hasil pernikahan siri, (2) Bagaiamana konstruksi sistem hukum pembagian waris anak nikah siri, dan (3) Mengapa istri nikah siri tidak mendapatkan hak waris. Penelitian yang dilakukan termasuk dalam penelitian lapangan (empiris). Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan social legal dengan menggunakan teori perlindungan hukum, teori keadilan, teori al-mas}lah}ah, dan teori keberlakuan hukum Islam. Subjek dalam penelitian ini adalah 4 (empat) orang yang terdiri dari istri sah dan istri nikah siri, serta informan dalam penelitian adalah 3 (tiga) orang, dimana dua orang yang bukan ahli waris dan satu orang hakim. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Status hak waris anak hasil nikah siri diakui oleh semua pihak, serta berhak mendapatkan hak waris yang sama dengan anak sah. Hubungan antara status hak waris anak hasil nikah siri dengan teori al-mas}lah}ah dapat menciptakan kesejahteraan sosial dan perlindungan hak individu. (2) Konstruksi sistem hukum pembagian waris pada kasus anak hasil nikah siri di Nanga Bulik, didasarkan pada musyawarah dengan penyelesaian konflik secara kekeluargaan. Sedangkan konstruksi sistem hukum pembagian waris anak hasil nikah siri secara empiris dapat dilakukan melalui isbat nikah dan penetapan asal-usul anak, sedangkan secara normatif, dapat melalui dua teori yaitu teori keadilan dan teori al-mas}lah}ah. (3) Alasan mengapa istri nikah siri tidak mendapat hak waris dalam perspektif hukum karena pernikahan siri tidak tercatat secara resmi di lembaga negara. Dalam hal ini juga melibatkan teori keberlakuan hukum Islam yang memiliki ketentuan yang mengatur pembagian warisan.
Abstract
This research is motivated by increasing attention to the inheritance rights of children resulting from unregistered marriages which are often neglected in the existing legal framework. The formulation of the problem in this research is: (1) What is the status of inheritance rights for children resulting from unregistered marriages, (2) How is the construction of the legal system for dividing the inheritance of children from unregistered marriages, and (3) Why do wives from unregistered marriages not receive inheritance rights. The research carried out is included in field (empirical) research. The approach used is a social legal approach using the theory of legal protection, the theory of justice, the theory of al-mas}lah}ah, and the theory of the application of Islamic law. The subjects in this research were 4 (four) people consisting of legal wives and wives in unregistered marriages, and the informants in the research were 3 (three) people, of which two people were not heirs and one was a judge. Data collection techniques use interview, observation and documentation methods. The research results show that: (1) The inheritance rights status of children resulting from unregistered marriages is recognized by all parties, and they are entitled to the same inheritance rights as legitimate children. The relationship between the status of inheritance rights of children resulting from unregistered marriages and the theory of al-mas}lah}ah can create social welfare and protect individual rights. (2) The construction of the legal system for distribution of inheritance in cases of children resulting from unregistered marriages in Nanga Bulik, is based on deliberation with amicable conflict resolution. Meanwhile, the construction of a legal system for dividing the inheritance of children resulting from unregistered marriages can empirically be carried out through marriage isbat and determining the origins of children, whereas normatively, it can be done through two theories, namely the theory of justice and the theory of al-mas}lah}ah. (3) The reason why unregistered married wives do not receive inheritance rights from a legal perspective is because unregistered marriages are not officially registered with state institutions. In this case, it also involves the theory of the application of Islamic law which has provisions governing the distribution of inheritance
Optimalisasi Kapasitas Pemerintah Desa Dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Mantaren II Kabupaten Pulang Pisau
Abstrak
Penelitian ini dilatar belakangi permasalahan kapasitas pemerintah desa yang belum berjalan dengan optimal, karena program pemberdayaan ekonomi masyarakat desa di bidang UMKM tidak terdapat peraturan yang mengatur tentang program tersebut. Namun program lain di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat berjalan. Adapun rumusan masalah adalah (1) Bagaimana mekanisme pemerintah desa dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat desa Mantaren II dalam bidang UMKM? (2) Apa faktor penghambat kinerja pemerintah desa dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat desa Mantaren II?. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian hukum empiris dengan pendekatan socio-legal dilakukan dalam bentuk kualitatif. Subjek penelitian adalah pemerintah desa dan masyarakat desa Mantaren II sesuai dengan krtiteria yang ditentukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mekanisme pemerintah desa dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat di Desa Mantaren II dalam proses pelaksanaanya yaitu: (1) Memberikan bimbingan kepada masyarakat desa dalam pengelolaan ekonomi masyarakat desa di bidang UMKM (2) Memfasilitasi dan mengadakan kegiatan untuk masyarakat desa di bidang UMKM (3) Memberikan dukungan dan bantuan agar pemerintah pusat ikut membantu dalam program pemberdayaan ekonomi masyarakat di bidang UMKM (4) Menyediakan anggaran dana desa untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat desa di bidang UMKM. Faktor penghambat kinerja pemerintah desa dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat desa Mantaren II yaitu: (1) Anggaran dana desa yang terbatas, dan (2) Belum dilaksanakannya kegiatan sosialisasi untuk masyarakat desa Mantaren II bidang UMKM.
Abstract
This research is motivated by the problem of rural government capacity that has not run optimally, because the rural community's economic empowerment program in the UMKM sector does not have supporting data and regulations governing the program. But other programs in the field of community economic empowerment can run. The formulation of the problem is (1) What is the mechanism of the rural government in empowering the economy of the Mantaren II rural community in the UMKM? (2) What are the inhibiting factors for the performance of the rural government in empowering the economy of the Mantaren II rural community? The type of research used is empirical legal research with a socio-legal approach which is carried out in a qualitative form. The subjects of this study were the rural government and the people of Mantaren II rural who met the predetermined criteria. The results of this study indicate that the mechanism of the rural government in empowering the community’s economy in Mantaren II rural is (1) Providing guidance to rural communities in managing the economy of rural communities in the field of UMKM, (2) Facilitating and holding activities for rural communities in the field of UMKM, (3) Providing support and assistance so that the central government assist in community economic empowerment programs in the field of UMKM, (4) Providing a rural fund budget for economic empowerment of rural communities in the field of UMKM. The inhibiting factors of the rural government’s performance in empowering the economy of the Mantaren II rural community (1) The limited rural fund budge, (2) The lack of socialization activities for the Mantaren II community in the field of UMKM
Implikasi Penundaan Bagian Waris Di Desa Cempaka Mulia Timur Kabupaten Kotawaringin Timur
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi banyaknya umat muslim di Desa Cempaka Mulia Timur yang melakukan penundaan bagian harta waris, yang tidak melaksanakan secara langsung menurut hukum Islam. Yang mana dalam penundaan ini bisa menimbulkan persengketaan. Fokus masalah penelitian ada 3: (1) penundaan pembagian harta warisan bagi ahli waris di desa Cempaka Mulia Timur (2) pengelola harta warisan yang ditunda pembagiannya di desa Cempaka Mulia Timur (3) Dampak dari penundaan pembagian harta warisan tersebut.
Jenis penelitian ini adalah penelitian empiris dengan pendekatan sosiologi hokum, setelah terkumpulnya data dari subjek melalui observasi,wawancara, dan dokumentasi.
Hasil Penelitian ini menjelaskan penundaan Pembagian Harta Warisan Bagi Ahli Waris di Desa Cempaka Mulia Timur, karena salah satu orang tua masih hidup, ahli waris belum dewasa, tradisi, dan pemindahan sepontan kepemilikan harta waris kesalah satu orag tua yang masih hidup.Pengelola harta warisan yang ditunda pembagiannya di Desa Cempaka Mulia Timur, dilakukan dengan beberapa cara: sejumlah harta waris yang ditunda pembagiannya, harta itu dikelola dengan baik agar bisa menjadi modal untuk usaha dan semakin banyak manfaatnya. Dampak Penundaan bagian harta waris dapat menimbulkan beberapa sangketa. Seperti, Semakin lama penundaan pembagian harta waris, maka akan semakin besar timbulnya pertikaian antar keluarga.
Abstract
This research was motivated by the large number of Muslims in Cempaka MuliaTimur Village who postponed the share of inheritance, which did not carry out directly according to Islamic law. Which in this delay can lead to disputes.The focus of the research problem is 3: (1) postponement of distribution of inheritance for heirs in Cempaka Mulia Timur village (2) management of inheritance that is postponed distribution in Cempaka Mulia Timur village (3) Impact of delay in distribution of inheritance
This type of research is empirical research with a sociological approach to law, after collecting data from the subject through observation, interviews, and documentation.
The results of this study explain the postponement of the Distribution of Inheritance for Heirs in Cempaka Mulia Timur Village, because one of the parents is still alive, the heirs are not yet adults, traditions, and the transfer of ownership of inheritance to one of the surviving parents. The management of postponed inheritance in Cempaka Mulia Timur Village is carried out in several ways: A number of inheritances that are postponed for division, the property is managed properly so that it can become capital for business and more benefits. Impact: The postponement of the share of the estate can give rise to several dispute . Such as, The longer the delay in the distribution of inheritance, the greater the conflict between familie
Efektivitas Kinerja Keuangan Perusahaan Pada Pt Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk Dengan Menggunakan Du Pont System
Abstrak
Perekonomian di Indonesia saat ini dipengaruhi perubahan kondisi sosial dan ekonomi serta persaingan yang ketat. Pertumbuhan dan perkembangan perusahaan yang diselingi dengan persaingan dapat menimbulkan ketidakpastian. Untuk itu perlu adanya analisis kinerja keuangan perusahaan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan dan efektivitas kinerja keuangan perusahaan PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk dengan menggunakan Du Pont System. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data laporan keuangan tahun 2017-2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian deskriptif, teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukan kinerja keuangan selama tahun 2017-2021 PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk dengan menggunakan Du Pont System berdasarkan rasio Net Profit Margin, Return on Investment, dan Return on Equity mengalami fluktuasi. Apabila berdasarkan rasio Multiplier Equity, dan rasio Total Asset Turnover kinerja keuangan terus mengalami peningkatan selama tahun 2017-2021. Berdasarkan perhitungan untuk mengetahui efektivitas kinerja keuangan PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk selama tahun 2017-2021, yang dapat dikatakan efektif hanya pada rasio Multiplier Equity karena berada diatas standar industri sebesar 40% dan pada rasio Net Profit Margin hanya ditahun 2017 karena diatas standar industri sebesar 20% sedangkan di tahun 2018-2019 berada dibawah standar industri. Berdasarkan perhitungan rasio Total Asset Turn Over dengan standar industri sebesar 2 kali, Return on Investment dengan standar industri sebesar 30%, dan Return on Equity dengan standar industri sebesar 40% menunjukan hasil bahwa kinerja keuangan perusahaan belum efektif karena masih dibawah standar industri.
Abstract
The economy in Indonesia is currently influenced by changing social and economic conditions as well as intense competition. The growth and development of companies interspersed with competition can create uncertainty. For this reason, it is necessary to analyze the company's financial performance.
This study aims to determine the financial performance and effectiveness of the company's financial performance PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk using Du Pont System. The data used in this study is in the form of financial statement data for 2017-2021. This research uses a quantitative approach and a type of descriptive research, this research data collection technique uses documentation methods.
The results of this study show that the financial performance during 2017-2021 of PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk using Du Pont System based on the ratio of Net Profit Margin, Return on Investment, and Return on Equity fluctuated. Based on the Multiplier Equity ratio and Total Asset Turnover ratio, financial performance continued to increase during 2017-2021. Based on calculations to determine the effectiveness of the financial performance of PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk during 2017-2021, which can be said to be effective only at the Multiplier Equity ratio because it is above the industry standard of 40% and at the Net Profit Margin ratio only in 2017 because it is above the industry standard of 20% while in 2018-2019 it is below the industry standard. Based on the calculation of the ratio of Total Asset Turn Over with industry standards of 2 times, Return on Investment with industry standards of 30%, and Return on Equity with industry standards
Analisis Perlakuan Akuntansi Wadi’ah Pada Program Tabungan Ib Hijrah Haji Bank Muamalat Kc Palangka Raya
Abstrak
Bank Muamalat KC Palangka Raya memberikan penawaran berbagai macam produk yang berlandaskan prinsip syariah untuk menunjang pelaksanaan ibadah haji, salah satunya adalah produk Tabungan IB Hijrah Haji. Akan tetapi, banyak dari nasabah Bank Muamalat KC Palangka Raya belum mengetahui bagaimana penerapan dan perlakukan akuntansi wadi'ah terhadap dana tabungan haji mereka. Hal ini mengakibatkan sedikitnya jumlah nasabah yang menabungkan dana haji mereka pada Bank Muamalat KC Palangka Raya. Adapaun rumusan masalah dalam penelitian adalah: 1) bagaimana penerapan akad wadi'ah pada program tabungan IB Hijrah Haji Bank Muamalat KC Palangka Raya; 2) bagaimana perlakuan akuntansi wadi'ah pada program tabungan IB Hijrah Haji Bank Muamalat KC Palangka Raya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan berjenis penelitian lapangan. Adapun subjek penelitian ini adalah Relationship Manager Retail Banking dan Coustomer Service dan tiga orang nasabah Bank Muamalat KC Palangka Raya. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengabsahan data menggunakan triangulasi sumber dengan mengupulkan data dan informasi sejenis dari berbagai sumber.
Hasil dalam penelitian ini adalah 1) penerapan akad wadi'ah pada Tabungan IB Hijrah Haji di Bank Muamalat KC Palangka Raya menggunakan akad wadi'ah yad amanah, yakni dana titipan murni nasabah kepada Bank yang dimana barang/uang yang dititipkan sama sekali tidak boleh digunakan oleh pihak yang menerima titipan. Bank Muamalat KC Palangka Raya bertindak sebagai pihak penerima titipan yang diberi kepercayaan oleh nasabah dengan tujuan untuk menjaga keamanan serta keutuhan uang tersebut serta tidak dapat memanfaatkan dana tersebut dan menjamin untuk mengembalikan dana tersebut secara utuh setiap saat jika nasabah menghendakinya. 2) Perlakuan akuntansi wadi'ah pada program tabungan IB Hijrah Haji di Bank Muamalat KC Palangka Raya berpedoman pada PSAK 59 yang mengatur tentang pengakuan dan pengukuran dengan akad wadi'ah. Bank Muamalat KC Palangka Raya menggunakan akad wadi'ah yad amanah yang mengakui penerimaan yang diperoleh dari hasil pengelolaan dana haji sebagai pendapatan bank dan dinyatakan sebesar nilai simpanan pemegang tabungan di Bank. Bank Muamalat KC Palangka Raya juga tidak meminta ujrah (imbalan) atas penitipan dana tabungan Hijrah Haji, belum pernah memberikan bonus apapun kepada nasabah yang membuka Tabungan Hijrah Haji serta objek akad wadi'ah pada Bank Muamalat KC Palangka Raya berupa uang. Berdasarkan data tersebut, pengakuan dan pegukuran akad wadi'ah pada program Tabungan IB Hijrah Haji oleh Bank Muamalat KC Palangka Raya telah sesuai dengan PSAK 59.
Abstract
Bank Muamalat KC Palangka Raya offers a variety of products based on sharia principles to support the implementation of the pilgrimage, one of which is the IB Hijrah Hajj Savings product. However, many of the customers of Bank Muamalat KC Palangka Raya do not know how to apply and treat wadi'ah accounting for their haj savings funds. This resulted in a small number of customers saving their haj funds at Bank Muamalat KC Palangka Raya. The formulation of the problem in the research is: 1) how is the implementation of the wadi'ah contract in the IB Hijrah Hajj savings program at Bank Muamalat KC Palangka Raya; 2) what is the wadi'ah accounting treatment for the IB Hijrah Haji savings program at Bank Muamalat KC Palangka Raya.
The method used in this study is a qualitative method using a descriptive qualitative approach and a type of field research. The subjects of this study were Retail Banking and Customer Service Relationship Managers and three customers of Bank Muamalat KC Palangka Raya. Data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. The data validation technique uses source triangulation by collecting similar data and information from various sources.
The results of this study are 1) the application of the wadi'ah contract to IB Hijrah Haji Savings at Bank Muamalat KC Palangka Raya uses the wadi'ah yad amanah contract, namely the customer's pure deposit funds to the Bank where the goods/money deposited may not be used at all by the party receiving the deposit. Bank Muamalat KC Palangka Raya acts as the recipient of the deposit entrusted by the customer with the aim of maintaining the security and integrity of the money and cannot use the funds and guarantees to return the funds in full at any time if the customer so wishes. 2) The wadi'ah accounting treatment for the IB Hijrah Hajj savings program at Bank Muamalat KC Palangka Raya is guided by PSAK 59 which regulates recognition and measurement with wadi'ah contracts. Bank Muamalat KC Palangka Raya uses a wadi'ah yad amanah contract which recognizes the receipts obtained from the management of the Hajj funds as bank income and is stated at the value of the savings holder's deposits at the Bank. Bank Muamalat KC Palangka Raya also does not ask for ujrah (reward) for depositing Hijrah Hajj savings funds, has never given any bonuses to customers who open Hijrah Hajj Savings and wadi'ah contract objects at Bank Muamalat KC Palangka Raya in the form of money. Based on these data, the recognition and measurement of the wadi'ah contract in the IB Hijrah Hajj Savings program by Bank Muamalat KC Palangka Raya is in accordance with PSAK 59
Penetapan Biaya Produksi Pada Industri Mebel Kayu Di Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur
Abstrak
Fenomena yang sering terjadi pada tempat produksi mebel kayu di Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur dalam pembuatan produk masih dengan peralatan yang cukup sederhana, begitu pula pada perhitungan biaya produksi yang belum tepat. Pembebanan biaya produk hanya diperhitungkan pada biaya bahan baku, sedangkan biaya tenaga kerja langsung dan biaya produksi tidak langsung hanya berupa taksiran saja. Hal ini dapat mengakibatkan tingginya harga jual serta akan berpengaruh pada volume penjualan, mengingat saat ini ada banyak pesaing dari mebel di daerah lain. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Untuk mengetahui bagaimana teknik penetapan biaya pada industri mebel kayu di Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur, (2) Untuk mengetahui apa saja komponen yang dipertimbangkan dalam penetapan harga pada industri mebel kayu di Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur.
Penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan metode kualitatif yang dilaksanakan di Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah tepatnya di Desa Cempaka Mulia Barat. Objek dalam penelitian ini adalah Penetapan Biaya Produksi Pada Industri Mebel Kayu. Subjek dari penelitian ini adalah 3 orang pengusaha dagang milik masyarakat.
Hasil penelitian ini adalah: (1) Penetapan biaya produksi dalam industri mebel kayu di Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur ternyata mayoritas perusahaan dalam sektor ini menerapkan pendekatan full costing, yang mempertimbangkan semua komponen biaya yang terlibat dalam produksi, termasuk biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik, baik yang berperilaku variabel maupun tetap. Hal ini memungkinkan mereka untuk menetapkan harga yang mencakup seluruh biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi dan yang diharapkan memberikan keuntungan yang sesuai. (2) Komponen yang dipertimbangkan dalam penetapan harga dalam industri mebel kayu di Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur melibatkan sejumlah komponen penting, meliputi biaya produksi, yang mencakup biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik, termasuk biaya administrasi dan umum serta biaya pemasaran.
Abstract
A phenomenon that often occurs at wooden furniture production sites in Cempaga District, East Kotawaringin Regency is that products are still made using fairly simple equipment, as well as inaccurate production cost calculations. Product costs are only calculated on raw material costs, while direct labor costs and indirect production costs are only estimates. This can result in high selling prices and will affect sales volume, considering that currently there are many competitors from furniture in other areas. The objectives of this research are: (1) To find out how to determine costs in the wooden furniture industry in Cempaga District, East Kotawaringin Regency, (2) To find out what components are considered in setting prices in the wooden furniture industry in Cempaga District, East Kotawaringin Regency.
The research used was field research with qualitative methods carried out in Cempaga District, East Kotawaringin Regency, Central Kalimantan Province, precisely in Cempaka Mulia Barat Village. The object of this research is Determining Production Costs in the Wood Furniture Industry. The subjects of this research were 3 community-owned trading entrepreneurs.
The results of this research are: (1) Determining production costs in the wooden furniture industry in Cempaga District, East Kotawaringin Regency, it turns out that the majority of companies in this sector apply a full costing approach, which considers all cost components involved in production, including raw material costs, direct labor , and factory overhead costs, both variable and fixed. This allows them to set prices that cover all costs incurred in the production process and that are expected to provide appropriate profits. (2) The components considered in determining prices in the wooden furniture industry in Cempaga District, East Kotawaringin Regency involve a number of important components, including production cost analysis which includes aspects from raw materials to overhead costs, as well as considering external factors such as demand, supply and competition in the market . In addition, pricing takes into account product quality and marketing strategies, including company goals and consumer deman
Penerapan Pencatatan Akuntansi Persediaan Berdasarkan Psak No.14 ( Studi Kasus Pada Toko Agim Dan Cv. Raflisha Di Kelurahan Muara Tuhup )
Abstrak
Toko Agim dan CV. Raflisha adalah Toko yang berada di Kelurahan Muara Tuhup dari setiap penjualan barang tidak adanya pencatatannya membuat pemilik toko kebingungan dengan stok persediaan barang sembako yang ada di dalam gudang, sehingga membuat penumpukan barang dan juga ketidak teraturannya keluar masuk barang sehingga barang yang pertama masuk bisa menjadi barang yang terakhir keluar dan barang yang pertama masuk keluar pertama. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana model pencatatan persediaan yang dilakukan oleh usaha dagang di Kelurahan Muara Tuhup dan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaiman setelah diterapkanya pencatatan persediaan barang berdasarka PSAK No.14 pada usaha dagang di Kelurahan Muara Tuhup.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan berjenis penelitian lapangan. Adapun subjek dari penelitian ini adalah kedua Owner dari masing masing usaha dagang dan karyawan usaha dagang. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengabsahan data menggunakan triangulasi sumber dengan mengumpulkan data informasi sejenis dari berbagai sumber.
Hasil dari penelitian ini adalah pencatatan yang dilakukan oleh usaha dagang Toko Agim dan CV. Raflisha dalam persediaan barang dagang belum dilakukan oleh usaha dagang sehingga membuat karyawan selalu mencek stok barang yang ada di gudang setiap kali terjadinya pembelian. Kemudian dibuatkan persediaan barang dagang menggunakan metode FIFO (first in first out) yang sesuai dengan kebutuhan usaha dagang dalam mencatat persediaan barang dagang.
Abstract
Agim and CV Stores. Raflisha is a store located in Muara Tuhup Village from every sale of goods, the absence of recording makes shop owners confused with the stock of basic food inventory in the warehouse, thus making the accumulation of goods and also irregularities in and out of goods so that the first item to enter can be the last item to go out and the first item to enter out first. The purpose of this study is to find out how the inventory recording model carried out by trading businesses in Muara Tuhup Village and to find out and describe how after the implementation of inventory recording based on PSAK No.14 in trading businesses in Muara Tuhup Village.
The method used in this study is qualitative method using descriptive qualitative approach and field research type. The subjects of this study are both Owners of each business andemployees of trading businesses. Data collection techniques include observation, interviews and documentation. Data validation techniques use source triangulation by collecting similar information data from various sources.
The result of this study is the recording carried out by the trading business Toko Agim and CV. Raflisha in the inventory of merchandise has not been carried out by the trading business, making employees always check the stock of goods in the warehouse every time a purchase occurs. Then trade goods inventory is made using the FIFO (first in first out) method which is in accordance with the needs of trade business in recording merchandise inventory
Pengaruh Tayangan Humor Terhadap Tingkat Stres Anak Binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Palangka Raya
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tayangan humor terhadap tingkat stres anak binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palangka Raya. Sehingga dapat memberikan manfaat bagi anak binaan dari segi kesehatan mental. Serta memberikan feedback kepada Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) terhadap kondisi kesehatan mental anak binaan.
Data dikumpulkan dengan pendekatan mixed-method, diawali dengan penggunaan metode kuantitatif untuk mengetahui tingkat stres yang dialami anak binaan kemudian dilanjutkan dengan metode kualitatif untuk mengolah data yang diteliti. Data kuantitatif tingkat stres anak binaan dikumpulkan menggunakan kuesioner. Kuesioner adaptasi dari cohen (1998) yang sudah ter uji validitas dan reliabilitas. Selanjutnya hasil analisis data kuantitatif diolah dengan metode kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh tayangan humor terhadap tingkat stres anak binaan LPKA. Pengaruh tayangan humor terhadap tingkat stres berupa penurunan tingkat stres yang dimiliki anak binaan LPKA dengan kategori stres berat menjadi stres ringan.
Abstract
This research aims to investigate the impact of humorous shows on the stress levels of
wards at the Special Child Rehabilitation Institution (LPKA) Class II in Palangka Raya. The goal is to provide benefits to the wards in terms of mental health and to offer feedback to the Special Child Rehabilitation Institution regarding the mental health conditions of the wards.
Data were collected using a mixed-method approach, starting with a quantitative method to assess the stress levels experienced by the wards. This was followed by a qualitative method to process the gathered data. Quantitative data on the stress levels of the wards were collected using a questionnaire adapted from Cohen (1998), which had been validated and proven reliable. The results of the quantitative data analysis were then processed using qualitative methods.
The research findings indicate that there is an influence of humorous shows on the stress levels of wards at LPKA. The impact of humorous shows on stress levels manifested as a decrease in the stress levels of LPKA wards, moving from the category of severe stress to mild stress
Inovasi Produk Ditengah Persaingan Harga Pada Umkm Di Kota Palangka Raya (Studi Kasus Yomi Station)
Abstrak
Inovasi produk adalah proses mengembangkan produk baru atau meningkatkan produk yang sudah ada. Inovasi produk menjadi sangat penting bagi pelaku usaha untuk mempertahankan daya saing di pasar yang semakin kompetitif. Inovasi produk dalam minum atau makanan adalah suatu proses pengembangan produk yang menciptakan nilai tambah dalam segi rasa, nutrisi, kesehatan dan cara konsumsi. Inovasi produk disektor ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin beragam dan memperluasnya pasar. Dengan tujuan penelitian mengetahui dan menganalisis inovasi produk Yomi Station ditengah persaingan harga pada UMKM di kota Palangka Raya dan menganalisis inovasi produk pada Yomi Station dalam perspektif ekonomi Syariah.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yang menggambarkan kondisi apa adanya, tanpa adanya manipulasi pada variabel yang diteliti. Subjek dalam penelitian ini adalah manajer Yomi Station, serta 3 informan yang menjadi konsumen di Yomi Station. Teknik penentuan subjek menggunakan purposive sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan langkah-langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Pengabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi produk ditengah persaingan harga yang diterapkan pada Yomi Station adalah relative advantage, compatibility, complexity, triabilitas dan observabilitas dari kelima ini persaingan terlihat dari pada penyesuaian harga dikarenakan pangsa pasar mereka adalah kalangan pelajar dan mahasiswa sehingga tidak memiliki harga jauh lebih tinggi dan Yomi Station memperhatikan segala segi terutama pada produknya dalam perspektif Islam. Menurut perspektif Islam terdapat 3 unsur yaitu berinovasi merupakan fitrah seorang manusia, berbisnis yang halal dari proses hingga penjualan dan menjaga relasi bisnis
Abstract
Product innovation is the process of developing new products or improving existing products. Product innovation is very important for business actors to maintain competitiveness in an increasingly competitive market. Product innovation in drinking or food is a product development process that creates added value in terms of taste, nutrition, health and ways of consumption. Product innovation in this sector is very important to meet the increasingly diverse consumer needs and expand the market. With the aim of research knowing and analyzing Yomi Station product innovation in the midst of price competition at MSMEs in the city of Palangka Raya and analyzing product innovation at Yomi Station in a Sharia economic perspective.
This type of research is a qualitative research using a descriptive qualitative approach, which describes the conditions as they are, without any manipulation of the variables studied. The subjects in this study were Yomi Station managers, as well as 3 informants who were consumers at Yomi Station. The technique of determining the subject using purposive sampling. Data analysis in this study used the steps of data collection, data reduction, data presentation and data verification. Data validation uses data source triangulation techniques.
The results of the study show that product innovation in the midst of price competition applied to Yomi Station is the relative advantage, compatibility, complexity, triability and observability of these five competitions seen from price adjustments because their market share is among students and students so they do not have much higher prices and Yomi Station pay attention to all aspects, especially their products from an Islamic perspective. According to an Islamic perspective, there are 3 elements, namely innovation is the nature of a human being, doing business that is lawful from the process to sales and maintaining business relations