6024 research outputs found
Sort by
Kasus No (Niet Ontvankelijk Verklaard) Perkara Dispensasi Nikah Dalam Kasus Nikah Siri Di Pengadilan Agama Kasongan
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh di NO (Niet Ontvankelijk Verklaard) nya perkara dispensasi nikah di Pengadilan Agama Kasongan dengan nomor perkara 20/Pdt.P/2021/PA.Ksn. Oleh karena itu, ditariklah rumusan masalah: (1) Mengapa hakim menolak perkara Dispensasi Nikah Nomor 20/Pdt.P/2021/PA. Ksn. (2) Bagaimana upaya hukum dalam memberikan perlindungan kepada para anak Pemohon dan Termohon perkara Dispensasi Nikah Nomor 20/Pdt.P/2021/PA. Ksn. Untuk menjawab rumusan masalah tersebut peneliti menggunakan teori Kepastian, Keadilan dan Kemanfaatan, serta Al Maslahah. Penelitian ini menggunakan metologi penelitian emperis dengan pendekatan yurisid soisologis Sedangkan jenis data yang digunakan bersifat kualitatif. Subjek penelitian sebanyak 4 orang hakim. Teknik pengumpulan data melalui onservasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi. Teknik analisis data melalui Langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian sebagai berikut; (1) Hakim dalam perkara Dispensasi Nikah Nomor 20/Pdt.P/2021/PA. Ksn. tidak menolak namun perkara tidak dapat diterima atau di NO (Niet Ontvankelijk Verklaard) karena petitumnya meminta untuk dispensasi nikah namun senyatanya obyek dispensasi nikah tersebut telah tidak berdasar dengan ditemukan fakta di persidangan telah melangsungkan perkawinan dibawah tangan. Dengan di NO nya perkara tersebut akan berdampak yang lebih luas dan asas keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum tidak tercapai, seseorang untuk mendapatkan pembuktian sebuah keadilan akan berlaku surut. (2) Upaya hukum yang dapat dilakukan pada putusan NO (Niet Ontvankelijk Verklaard) untuk perkara permohonan dispensasi pernikahan nomor 20/Pdt. P/2021/PA. Ksn. yaitu mengajukan permohonan baru. Putusan NO (Niet Ontvankelijk Verklaard) merupakan putusan yang menyatakan bahwa permohonan tidak dapat diterima karena permohonan mengandung cacat formil. Ketika tidak dilakukannya upaya hukum pada perkara dispensasi pernikahan nomor 20/Pdt. P/2021/PA. Ksn. maka hal tersebut tidak memenuhi segi kepastian hukum. Hal ini dikarenakan kepastian seseorang untuk mendapatkan bukti akta autentik sebuah pernikahan tidak terpenuhinya. Sehingga anak pemohon tidak dapat membuktikan bahwa status hubungannya merupakan suami istri sehingga menimbulkan perikatan keduanya.
Abstract
The background of this research is that NO (Niet Ontvankelijk Verklaard) has a marriage dispensation case at the Kasongan Religious Court with case number 20/Pdt.P/2021/PA.Ksn. Therefore, the formulation of the problem was drawn: (1) Why did the judge reject the Marriage Dispensation case Number 20/Pdt.P/2021/PA. Ksn. (2) What are the legal remedies in providing protection to the children of the Petitioner and Respondent in the Marriage Dispensation case Number 20/Pdt.P/2021/PA. Ksn. To answer the formulation of the problem, the researcher uses the theory of Certainty, Justice and Benefit, and Al Maslahah. This research uses an empirical research methodology with a jurisid-soisological approach, while the type of data used is qualitative. The research subjects were 4 judges. Data collection techniques through conservation, interviews and documentation. Data validity checking technique uses triangulation. Data analysis techniques through data reduction steps, data presentation and drawing conclusions.
The research results are as follows; (1) The judge in the Marriage Dispensation case Number 20/Pdt.P/2021/PA. Ksn. did not refuse but the case could not be accepted or was declared NO (Niet Ontvankelijk Verklaard) because the petitum asked for a marriage dispensation but in fact the object of the marriage dispensation was groundless with facts found in court having carried out an underhand marriage. With the NO in this case it will have a wider and bigger impact so the principles of justice, benefit and legal certainty are not achieved, someone to get proof of justice will retroactively apply. (2) The legal remedies that can be taken against the NO decision (Niet Ontvankelijk Verklaard) for the case of requesting a marriage dispensation number 20/Pdt. P/2021/PA. Ksn. is submitting a new application. The NO decision (Niet Ontvankelijk Verklaard) is a decision which states that the application cannot be accepted because the application contains formal defects. When no legal remedies were taken in the case of marriage dispensation number 20/Pdt. P/2021/PA. Ksn. then this does not meet the legal certainty aspect. This is because one's certainty to get evidence of an authentic marriage certificate is not fulfilled. So that the applicant's child cannot prove that the relationship status is husband and wife, giving rise to an engagement between the two
Analisis Pandangan Hakim Tentang Tidak Adanya Perlidungan Hak Janin Dalam Penetapan Dispensasi Kawin Wanita Hamil Di Pengadilan Agama Palangka Raya
Abstrak
Kewenangan hakim dalam menegakkan hukum dan keadilan merupakan salah satu dasar yang pokok dan utama. Hal ini sesuai dengan undang-undang nomor 48 tahun 2009 tentang kekuasaan kehakiman pasal 5 ayat (1) menyebutkan bahwa hakim dan hakim konstitusi wajib menggali, mengikuti dan memahami nilainilai hukum dan rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat. Hakim diberikan kewenangan yang dilindungi oleh undang-undang dalam mempertimbangkan putusannya pada suatu perkara, tetapi pada akhirnya hakim harus mempertimbangkan dampak keputusannya tersebut terhadap agama, akal, jiwa, keturunan dan harta bagi orang yang berperkara.
Jenis penelitian yang digunakan dalam tesis ini adalah penelitian hukum empiris, yaitu jenis penelitian hukum yang menggunakan fakta-fakta empiris yang bersumber dari perilaku manusia, baik perilaku verbal yang ditemukan melalui wawancara maupun perilaku aktual yang ditemukan melalui pengamatan langsung.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis pandangan hakim pengadilan agama palangka raya terhadap perlindungan hak janin dalam penetapan dispensasi kawin wanita hamil dalam penetapan nomor 4/Pdt.P/2022/PA.Plk, penetapan nomor 55/Pdt.P/2022/PA.Plk, penetapan nomor 248/Pdt.P/2022/PA.Plk, penetapan nomor 94/Pdt.P/2021/PA.Plk penetapan nomor 89/Pdt.P/2021/PA.Plk.
Beberapa pandangan hakim menyebutkan bahwa hak janin telah tersirat dalam penetapan dispensasi kawin. Adupun pendapat hakim yang lain tidak adanya hak janin dalam penetapan dispensasi kawin. Kemudian hakim yang lain menyebutkan bahwa hak janin diajukan kembali untuk permohonan yang baru, tidak bisa disatukan dengan permohonan dispensasi kawin.
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kontruksi hukum adalah cara kerja atau berpikir hakim yang ditentukan dalam mempertimbangkan argumen yang diajukan sebelum mengungkapkan harapan. Dalam penelitian ini alasan mengapa hakim tidak mancantumkan hak janin pada kasus putusan pengadilan agama palangka raya terhadap perlindungan hak janin dalam penetapan dispensasi nikah wanita hamil. Serta tinjauan analisis hukum terhadap perlindungan janin dalam maqasid syariah.
Abstract
The authority of judges in upholding law and justice is one of the main and main foundations. This is in accordance with law number 48 of 2009 concerning judicial power, article 5 paragraph (1) states that judges and constitutional judges are required to explore, follow and understand legal values and a sense of justice that lives in society. The judge is given the authority protected by law in considering his decision in a case, but in the end the judge must consider the impact of his decision on the religion, mind, soul, lineage and assets of the litigant.
The type of research used in this thesis is empirical legal research, which is a type of legal research that uses empirical facts originating from human behavior, both verbal behavior found through interviews and actual behavior found through direct observation.
This study aims to determine the decision of the Palangka Raya Religious Court regarding the protection of fetal rights in determining the dispensation of marriage for pregnant women in determining the decision number 4/Pdt.P/2022/PA.Plk, decision number 55/Pdt.P/2022/PA.Plk, decision number 248/Pdt.P/2022/PA.Plk, decision number 94/Pdt.P/2021/PA.Plk decision number 89/Pdt.P/2021/PA.Plk.
Some of the judges' views stated that the rights of the fetus were implied in the determination of the dispensation of marriage. As for the opinion of the other judges, there is no right of the fetus in determining the dispensation of marriage. Then another judge stated that the right to the fetus was resubmitted for a new application, it cannot be combined with the application for dispensation from marriage.
The findings of this study indicate that legal construction is a judge's way of working or thinking that is determined in considering the arguments put forward before expressing expectations. In this study, the reasons why the judges did not include the rights of the fetus in the case of the decision of the Palangka Raya Religious Court regarding the protection of fetal rights in determining the dispensation of a pregnant woman's marriage. As well as a review of legal analysis of fetal protection in maqasid sharia
Manajemen Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka dalam Meningkatkan Pengembangan Diri Peserta Didik (Studi Banding MIN Sukamara dan SDIT Muhammadiyah Sukamara)
Abstrak
Pramuka merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler wajib yang banyak diselenggarakan oleh sekolah termasuk MIN Sukamara dan SDIT Muhammadiyah Sukamara dengan tujuan sebagai sarana pengembangan diri peserta didik sehingga di dalam penyelenggaraannya perlu manajemen yang baik agar dicapai hasil yang maksimal. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis manajemen perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengevaluasian kegiatan ekstrakurikuler Pramuka untuk meningkatkan pengembangan diri peserta didik di MIN Sukamara dan SDIT Muhammadiyah Sukamara. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif yang dilakukan di lapangan (field study) yang menghasilkan data deskriptif untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai manajemen eksrakurikuler Pramuka untuk pengembangan diri peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Pengabsahan data menggunakan triangulasi metode dan analisis data melalui tahapan reduksi data, display data dan conclution. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Fungsi perencanaan dijalankan berdasarkan program kerja, peraturan, dan tujuan sesuai ciri khas dari masing-masing ekstrakurikuler melalui musyawarah dengan melibatkan sumber daya sekolah. Program kerja disusun sebagai rencana jalannya kegiatan esktrakurikuler yang sejalan dengan tujuan kegiatan. Adapun tujuan kegiatan tertuang sesuai pandangan ekstrakurikuler namun intinya tetap berorientasi pada pengembangan diri. Sedangkan peraturan kegiatan dibuat sebagai rambu-rambu dalam melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler; 2) Fungsi pengorganisasian dijalankan berdasarkan pengkoordinasian terhadap sumber daya manusia yang dimilikinya melalui pembuatan struktur organisasi yang menggambarkan hierarki dan wewenang organisasi serta memperlihatkan hubungan pelapornya. Selain itu pemilihan pembina ekstrakurikuler telah sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan sebagai penunjang dalam mewujudkan peserta didik yang lebih baik; 3) Fungsi pelaksanaan dijalankan berdasarkan kesesuaian kegiatan yang dijalankan terhadap program kerja dan jadwal pelaksanaan. Dalam pelaksanaan tersebut terdapat metode yang diterapkan guna mempermudah dalam pencapaian hasil sesuai dengan prinsip dan fungsi pengembangan diri di dalam ekstrakurikuler; 4) Fungsi pengevaluasian dilakukan berdasarkan evaluasi harian, evaluasi semesteran, dan evaluasi tahunan atas faktor pendukung dan penghambat serta dari kondisi lingkungan dan sarana parasarana sekolah. Selain itu juga terdapat kesesuaian antara kegiatan serta metode yang diterapkan dengan fungsi dan prinsip pengembangan diri di dalam ekstrakurikuler serta prinsip-prinsip di dalam evaluasi.
Abstract
Pramuka is one of the mandatory extracurricular activities that is held by many schools, including MIN Sukamara and SDIT Muhammadiyah Sukamara with the aim of being a means of self-development of students. Of course, in organizing this extracurricular, good management is needed so that the intended self-development can be achieved optimally. The purpose of this research is to analyze the management of planning, organizing, implementing, and evaluating Pramuka’s extracurricular activities to improve the self-development of students at MIN Sukamara and SDIT Muhammadiyah Sukamara. This type of research is qualitative research conducted in the field (field study) which produces descriptive data to gain an in-depth understanding of Pramuka’s extracurricular management for students' self-development. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation studies. Validation of data using the triangulation method and data analysis through the stages of data reduction, data display and conclusion. The research results show that; 1) The planning function is carried out based on work programs, regulations, and goals according to the characteristics of each extracurricular through deliberations involving school resources. The work program is structured as a plan for extracurricular activities that are in line with the objectives of the activity. The purpose of the activity is stated according to the extracurricular view, but the point is still oriented towards self-development. While the activity regulations are made as signs in carrying out extracurricular activities; 2) The organizing function is carried out based on the coordination of its human resources through the creation of an organizational structure that describes the hierarchy and authority of the organization and shows the reporting relationship. In addition, the selection of extracurricular coaches is in accordance with the competencies needed as a support in realizing better students; 3) The implementation function is carried out based on the suitability of the activities carried out against the work program and implementation schedule. In this implementation, there are methods that are applied to make it easier to achieve results in accordance with the principles and functions of self-development in extracurricular activities; 4) The evaluation function is carried out based on daily evaluations, semester evaluations, and annual evaluations of supporting and inhibiting factors as well as environmental conditions and school facilities. Apart from that, there is also compatibility between the activities and methods applied with the functions and principles of self-development in extracurriculars and the principles in evaluation
EFL writing instruction: An innovation in collaborative writing practice assisted with Edmodo digital platform
The Coronavirus Disease (Covid-19) pandemic affects the teaching and learning process and raises problems. To tackle the problems with my Essay Writing class, I took action innovatively to run online learning by taking an Edmodo digital platform as a space for virtual learning. The digital platform with innovations helped the students engage in online collaborative writing and improved their writing skills. This chapter discusses how I could run the writing class successfully as my best practice integrating Edmodo digital platform into collaborative writing in online learning during the pandemic. This chapter lies under the theoretical frameworks of social cognitive learning and collaborative learning that postulate knowledge of student learning outcomes emerging from social experiences and observations in learning activities. Some innovations I made in the writing class assisted with the Edmodo digital platform were carried out through teaching scenarios in three parts of the course during one semester: part one focusing on Edmodo use in collaborative writing, part two centering on essay writing theory, and part three concerning essay writing practice. Based on the implementation of collaborative writing instruction with the Edmodo digital platform, I can reflect on my writing instruction as follows: the online collaborative writing instruction was very useful due to learning features and some innovations, Edmodo as a potential instruction tool can be applied for future application in post-pandemic with modification, and the modification should stress on the practical and technical ways to encourage all team members in collaborative writing learning engagement in Edmodo small group where the social cognitive learning through collaborative learning can be applied
Strategi manajemen mutu sekolah melalui fungsi pengorganisasian di SMP Islam terpadu Al-Ghazali Modern School Palangka Raya
Manajemen mutu merupakan bagian penting pada sebuah produk baik barang maupunjasa, pengorganisasian mutu pendidikan dalam rangka mewujudkan salah satu fungsi manajemenpendidikan itu sendiri. Setiap fungsi secara tidak terpisah memiliki peranan dalam menjagajaminan kualitas. Metode penelitian deskriptif kualitatif menjadi pilihan untuk menjabarkanstrategi manajemen mutu Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Al Ghazali Modern SchoolPalangka Raya, yang didahului tahapan observasi, wawancara dan dokumentasi ditemukan hasil: manajemen mutu pada fungsi pengorganisasian dalam rangka memberi layanan terhadap siswa,tenaga pendidik dan kependidikan serta sarana di SMP Islam Terpadu Al Ghazali Modern SchoolPalangka Raya terpenuhi pada aspek; 1) tujuan pengorganisasian sebagai service motive,danprofit motive, 2) jenis layanan yang terkoordinir dalam satu komando, 3) pengelompokkanberdasarkan hubungan antar kegiatan, 4) anggota yang aktif terlibat dalam pengorganisasian, 5)memiliki rincian tugas berupa Job Diskriptions dan Standar Operasional Prosedural di tingkat divisi, 6) wewenang yang terdelegasi secara baik, 7) rentang kendali secara kolektif
Pengaruh Kompetensi Aparatur, Sistem Pengendalian Internal Dan Good Corporate Governance Terhadap Pencegahan Fraud Dalam Pengelolaan Dana Desa (Studi Kasus Pada Kantor Desa Di Kabupaten Barito Timur)
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan kompetensi aparatur, system pengendalial internal dan good corporate governance terhadap pencegahan faraud dalam pengelolaan dana desa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, data yang digunakan dalam penlitian ini adalah data primer dengan cara menyerahkan kuesioner. Populasi yang digunakan sebagai penelitian adalah 303 orang perangkat desa dari 101 kantor desa. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik random sampling. Jumlah sampel 75 responden pada 25 kantor desa pada kantor desa yang ada di Kabupaten Barito Timur.
Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa koefieisen Kompetensi aparatur sebesar 0,336 dan signifikansinya adalah 0,002 lebih kecil dari 0,05 (0,002 0,05). Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel sistem pengendalian internal berpengaruh positif dan tidak signifikan. koefieisen good corporate governance sebesar 0,320 dan siginifikansinya adalah 0,002 lebih kecil dari 0,05 (0,002 < 0,05). Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel good corporate governance berpengaruh positif dan signifikan. nilai F signifikannya sebesar 0,000 kurang dari 0,05 (0,000 < 0,05) maka dapat disimpulan bahwa penelitian ini mempunyari pengaruh secara simultan. menunjukan nilai R Square (R2) sebesar 0,395 Atau 39,5% maka dapat disimpulkan penelitian ini mempengaruhi sebesar 39,5%.
Abstract
This study aims to determine the partial and simultaneous effect of apparatus competence, internal control systems and good corporate governance on fraud prevention in managing village funds. This type of research is quantitative research, the data used in this research is primary data by submitting a questionnaire. The population used for the study was 303 village officials from 101 village offices. Data collection technique is using random sampling technique. The number of samples is 75 respondents in 25 village offices in the village offices in East Barito Regency.
The results of this study indicate that the apparatus competency coefficient is 0.336 and its significance is 0.002 which is less than 0.05 (0.002 0.05). So it can be concluded that the internal control system variables have a positive and insignificant effect. the coefficient of good corporate governance is 0.320 and its significance is 0.002 which is less than 0.05 (0.002 <0.05). So it can be concluded that the good corporate governance variable has a positive and significant effect. the significant F value of 0.000 is less than 0.05 (0.000 <0.05) so it can be concluded that this study has a simultaneous effect. shows the value of R Square (R2) of 0.395 or 39.5%, it can be concluded that this study affects 39.5%
Upaya Guru Bimbingan Konseling Dalam Mengatasi Masalah Kedisiplinan Siswa Di Smp Islam Nurul Ihsan Kota Palangka Raya
Abstrak
Upaya merupakan tindakan yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan. Keberhasilan upaya juga bergantung pada usaha yang dilakukan, kemampuan yang dimiliki, serta kerjasama dari pihak sekolah. Pada kenyataannya kedisiplinan siswa masih banyak menjadi masalah di sekolah. Fakta ini terbukti melalui data awal yang menunjukkan bahwa ada beberapa siswa yang terlambat dalam mengikuti upacara dan banyak siswa yang kerap membuat keributan di kelas. Tujuan penelitian dilakukan yaitu untuk mengetahui faktor yang menjadi penyebab terjadinya masalah kedisiplinan siswa dan upaya yang dilakukan guru bimbingan konseling dalam mengatasi masalah kedisiplinan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru bimbingan konseling dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik penyajian keabsahan data dengan triangulasi teknik dan triangulasi sumber.
Berdasarkan hasil yang didapatkan bahwa faktor penyebab terjadinya masalah kedisiplinan yaitu siswa sering ribut di kelas yang disebabkan oleh pengaruh teman sebaya dan keterlambatan siswa datang ke sekolah yang disebabkan oleh faktor dari dalam diri siswa dan keluarga. Sedangkan upaya guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi masalah kedisiplinan siswa yaitu dengan memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya kedisiplinan, mengajarkan manajemen waktu dan memberikan motivasi untuk menjaga kedisiplinan. Pencegahan masalah kedisiplinan guru menerapkan upaya penyuluhan. Dalam pengentasan masalah kedisiplinan siswa guru melakukan layanan konseling. Untuk mengembangkan potensi siswa yaitu dengan memberikan apresiasi
Abstract
Effort is an action taken to achieve a desired goal. The success of the effort also depends on the efforts made, the abilities possessed, and the cooperation of the school. In reality, student discipline is still a problem in schools. This fact is proven through preliminary data which shows that there are several students who are late for the ceremony and many students often make noise in class. The aim of the research was to determine the factors that cause student disciplinary problems and the efforts made by guidance and counseling teachers in overcoming disciplinary problems.
This research uses a qualitative method with a descriptive approach. Research subjects included guidance and counseling teachers and students. Data collection techniques used include observation, interviews and documentation. The data obtained was then analyzed through a process of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Techniques for presenting data validity using technical triangulation and source triangulation.
Based on the results obtained, the factors that cause disciplinary problems are that students are often noisy in class which is caused by the influence of peers and students are late in coming to school which is caused by factors within the student and family. Meanwhile, guidance and counseling teachers’ efforts to overcome student discipline problems are by providing students with an understanding of the importance of discipline, teaching time management and providing motivation to maintain discipline. Preventing teacher disciplinary problems by implementing outreach efforts. In alleviating student disciplinary problems, teachers provide counseling services. To develop students’ potential, namely by giving appreciation
Pengaruh Program Pasar Higienis Semi Modern Indra Sari Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Ekonomi Masyarakat Kota Pangkalan Bun
Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah program pasar higienis semi modern Indra Sari berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat Kota Pangkalan Bun dilihat dari penyediaan utilitas air bersih, kebersihan pasar serta zona komoditas pada Tahun 2020. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif dan asosiasif kausal. Metode pengumpulan data dalam penelitian menggunakan angket dan observasi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang yang merupakan masyarakat yang berkunjung ke pasar higienis semi modern Indra Sari. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana, analisis koefisien determinasi dan uji t (parsial) dengan program SPSS versi 25. Berdasarkan uji t (parsial) di peroleh hasil 0,00 < 0,05 yang menunjukkan bahwa program pasar higienis berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat Kota Pangkalan Bun, serta mendapatkan nilai pada uji koefisien determinasi sebesar R Square 0,436. Artinya program pasar higienis semi modern Indra Sari mempengaruhi pemenuhan kebutuhan ekonomi sebesar 43,6%.
Abstract
This research aimed to find out whether Indra Sari's semi-modern hygienic market program affected the fulfillment of society’s economic needs of Pangkalan Bun City in terms of; the clean water utilities provision, market cleanliness, and commodity zones in 2020. The research types were descriptive quantitative methods and causal associative. Data collection techniques were questionnaires and observation. The sample in this study was 100 people who were members of the public who visited the Indra Sari semi-modern hygienic market. The data analysis techniques used were simple regression analysis, analysis of the coefficient of determination, and t (partial) test with the SPSS version 25 program. Based on the t (partial) test, the results obtained were 0.00 <0.05 which indicated that the hygienic market program had a positive and significant effect on fulfilling society’s economic needs of Pangkalan Bun City, as well as obtaining a value on the coefficient of determination test of R Square 0.436. It meant that Indra Sari's semi-modern hygienic market program affected the fulfillment of economic needs by 43.6%
Produksi Gula Hanau Di Desa Bahaur Kecamatan Hanau Kabupaten Seruyan Dalam Meningkatkan Ekonomi Rumah Tangga
Abstrak
Desa Bahaur merupakan salah satu desa di Kecamatan Hanau yang memproduksi gula hanau. Penelitian skripsi ini berupaya untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan gula hanau, mengetahui bagaimana kontribusi gula hanau dalam meningkatkan ekonomi rumah tangga, mengetahui bagaimana kebertahanan gula hanau ditengah invasi perkebunan sawit.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan subjek penelitian perajin gula hanau di desa Bahaur. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Analisis data menggunakan pengumpulan, reduksi, penyajian dan penarik kesimpulan.
Setelah melalui proses analisis didalam penelitian ini di temukan bahan yang digunakan untuk memproduksi gula yaitu nira dan kulit pohon rasak, alatnya jerigen,wajan besar,sendok dan pengaduk, saringan, toples sabun colek, tari marlon, tangga, kayu bakar dan tungku. Adapun tahapnya yaitu pembersihan tongkol, pemukulan dan pengayunan, penyadapan, pemasakan, pengadukan, pengemasan, dan pemasaran. Selama menjalankan usaha produksi gula hanau perajin dapat memenuhi kebutuhan primer yaitu sandang, pangan dan papan hasil produksi digunakan untuk biaya pendidikan anaknya, membeli alat transfortasi, membeli alat elektronik memperbesar rumah, membuat perumahan memasak gula aren, membeli rumah dan tanah yang dimanfaatkan untuk ditanami sayuran dan dari hasil panen sayur tersebut dapat dijual dan dikonsumsi dan ada juga perajin yang mencari ikan untuk dimasak sebagai lauk pauk. Perajin gula hanau masih bertahan memproduksi dikarenakan usaha keluarga turun temurun yang diwariskan oleh orang tuanya, tidak ada pekerjaan yang pasti dan menjamin, memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia dan perajin memiliki kemampuan dalam memproduksi gula hanau, memproduksi gula hanau tidak perlu mengeluarkan banyak modal.
Abstract
Bahaur village is one of the villages in the Hanau sub-district that produces hanau sugar. This thesis research seeks to find out how the process of making hanau sugar is, knowing how the contribution of hanau sugar in improving the household economy, knowing how to survive hanau sugar in the midst of the invasion of oil palm plantations.
This type of research is qualitative, with research subjects of hanau sugar craftsmen in the village of Bahaur. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. Validation of data using source triangulation. Data analysis uses collection, reduction, presentation and conclusion drawing.
After going through the analysis process in this study, it was found that the materials used to produce sugar were sap and the bark of the rasak tree, jerry cans, large frying pans, spoons and stirrers, sieves, jars of dab soap, marlon dance, stairs, firewood and stoves. The stages are cleaning the cobs, beating and swinging, tapping, cooking, stirring, packaging, and marketing. While running a palm sugar production business, the crafter can meet the primary needs, namely clothing, food and boards that are produced to be used for the education costs of their children, buy transportation equipment, buy electronic equipment to enlarge the house, make housing for cooking palm sugar, buy a house and land that is used to grow vegetables. and from the harvested vegetables can be sold and consumed and there are also artisans who look for fish to be cooked as side dishes. Hanau sugar craftsmen still continue to produce due to family businesses inherited from their parents, there is no definite and guaranteed job, utilizing available natural resources and crafters have the ability to produce hanau sugar, producing hanau sugar does not need to spend a lot of capita