6024 research outputs found
Sort by
Perlindungan Konsumen Pada Pembulatan Harga Dalam Transaksi Jual Beli Online Bayar Di Tempat (Studi Di Kec. Jekan Raya Kota Palangkaraya)
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan praktik pembulatan harga COD yang dilakukan oleh kurir JNT Express dan Ninjan Express, sehingga menyebabkan ada beberapa konsumen menjadi dirugikan atas terjadinya pembulatan tersebut. Fokus penelitian ini adalah (1) Mengapa terjadi praktik pembulatan uang ketika membayar paket sistem Cash on delivery (COD) di kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya (2) Bagaimana tinjauan hukum Islam dan hukum positif terhadap pembulatan pembayaran sistem Cash on delivery (COD) di kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya. Penelitian ini termasuk hukum empiris atau penelitian lapangan dengan tipe yuridis sosiologis, dengan jalan terjun langsung ke objeknya. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan menggunakan observasi, wawancara serta dokumentasi sebagai alat pendukung penelitian. Hasil penelitian ini dapat diketahui alasan kurir JNT dan Ninja Express melakukan prak pembulatan harga COD dikarenakan tidak ada uang kembalian pecahannya, karena tidak adanya aturan khusus yang mengatur tentang pembulatan harga COD tersebut, sehingga bertentangan dengan prinsip keadilan serta tidak sesuai dengan teori perlindungan konsumen yang penulis kaitkan dengan permasalahan tersebut. Kemudian, dalam hukum positif menggunakan Undang-Undang Perlindungan Konsumen No 8 Tahun 1999, sedangkan dalam hukum Islam menggunakan jual beli dalam Islam dengan mengkaitkan teori maqasid syariah. Dalam hukum islam praktik pembulatan harga COD tidak sesuai dengan syarat dan rukun jual beli, sehingga masih bertentangan dengan syariat dalam Islam.
Abstract
This research is motivated by the practice of rounding the COD price carried out by couriers JNT Express and Ninjan Express, causing some consumers to be disadvantaged by the rounding. The focuses of this research is (1) Why is there a practice of rounding money when paying for the Cash on delivery (COD) system package in the Jekan Raya sub-district of Palangka Raya City (2) How is the review of Islamic law and positive law on the rounding of Cash on delivery (COD) system payments in the Jekan Raya sub-district of Palangka Raya City. This research includes empirical law or field research with a sociological juridical type, by going directly to the object. The data collection techniques used are observation, interviews and documentation as supporting tools for research. The results of this study can be seen that the reason for the JNT and Ninja Express couriers to practice COD price rounding is because there is no fractional change, because there are no specific rules governing the rounding of COD prices, so it is contrary to the principle of justice and not in accordance with the theory of consumer protection that the author relates to these problems. Then, in positive law using the applicable Consumer Protection Law No 8 year 1999 , while in Islamic law using buying and selling in Islam by linking maqasid sharia theory. In Islamic law, the practice of COD price rounding is not in accordance with the terms and conditions of buying and selling, so it is still contrary to the sharia in Isla
Identifikasi Keabsahan Wali Nikah Di Kantor Urusan Agama Se-Kota Palangka Raya
Abstrak
Penelitian ini di latarbelakangi terdapat adanya pemalsuan identitas wali nikah yang dilakukan oleh calon pengantin pada kantor Urusan Agama kota Palangka Raya, salah satu rukun pernikahan adalah adanya wali, karena adanya wali menentukan sah dan tidaknya suatu pernikahan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui cara penghulu dalam mengidentifikasi keabsahan wali nikah di Kantor Urusan Agama se-kota Palangka Raya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Jenis penelitian yang penulis lakukan termasuk jenis penelitian Empiris. Pendekatan yang digunakan penulis adalah pendekatan yuridis sosiologis. Teknik analisis yang digunakan dalam mengidentifikasi keabsahan wali nikah menggunakan teori validitas hukum dan teori kepastian hukum . Adapun hasil temuan pada penelitian ini: (1) Peran penghulu dalam mengidentifikasi keabsahan wali nikah di KUA Se-Kota Palangka Raya dengan pemeriksaan berulang berkas yang terlampir dan mendatangkan wali untuk memastikan kebenaran, (2) Mekanisme Penghulu dalam menangani kesalahan wali nikah di KUA Se-Kota Palangka Raya dengan mensinkronkan data tertulis dengan berkas yang di lampirkan dan mencari tahu kebenaran wali calon pengantin.
Abstract
This research is motivated by the existence of falsification of the identity of the marriage guardian by the prospective bride and groom at the Palangka Raya city Religious Affairs office, one of the pillars of marriage is the presence of a guardian, because the presence of a guardian determines the validity and invalidity of a marriage. The purpose of this research is to find out how the head of the family identifies the validity of the marriage guardian at the Office of Religious Affairs in the city of Palangka Raya. The data collection techniques used are observation, interview, and documentation. The type of research that the author conducts includes the type of Empirical research. The approach used by the author is a sociological juridical approach. The analysis technique used in identifying the validity of the marriage guardian uses the theory of legal validity and the theory of legal certainty. The findings of this study: (1) The role of the head of the KUA in identifying the validity of the marriage guardian at the KUA in Palangka Raya City by repeatedly checking the attached files and bringing in the guardian to ensure the truth, (2) The head of the mechanism in handling the mistake of the marriage guardian at the KUA in Palangka Raya City by synchronizing the written data with the attached files and finding out the truth of the bride-to-be's guardian
Tanggung Jawab Kepala Desa Dalam Pengelolaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa (Apbdes) Di Desa Sungai Tabuk Kabupaten Sukamara
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya suatu perubahan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa (APBDES) di Desa Sungai Tabuk Kabupaten Sukamara yang direalisasikan. Dalam hal ini tidak lepas dari tanggung jawab Kepala Desanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis. (1) Bagaimana tanggung jawab Kepala Desa dalam pengelolaan Anggaran Pendapatn Dan Belanja Desa (APBDes) di Desa Sungai Tabuk Kabupaten Sukamara. (2) Bagaimana dampak positif dan negatif Anggaran Pendapatn Dan Belanja Desa (APBDes) bagi masyarakat Desa Sungai Tabuk Kabupaten Sukamara. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode tipe yuridis sosiologis, adapun subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Desa, Sekertaris Desa, Kepala Urusan Keuangan dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Serta 4 orang perwakilan masyarakat selaku informan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian diabsahkan menggunakan teknit triangulasi. Hasil dari penelitian ini adalah, tanggung jawab kepala desa dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa (APBDES) di Desa Sungai Tabuk Kabupaten Sukamara sudah dilaksanakan dengan suatu regulasi aturan yang mengatur dalam pengelolaan APBDes mulai dari perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawabannya. Dalam tanggung jawabnya Kepala Desa selalu melakukan musyawarah desa dan melaksanakan keterbukaan anggaran sehingga mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) di Pemerintahan Desa. Kemudian dampak positif dari adanya APBDes bagi masyarakat memberikan manfaat dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan kepada masyarakat. Dampak negatifnya bagi masyarakat pada saat covid 19 yang membuat semua program kerja pemerintah desa tertunda akibat terbatasnya aktivitas di luar. Dari dampak positif dan negatif tersebut mendatangkan suatu manfaat ataupun kebaikan sehingga terciptanya maslahah mursalah dalam kehidupan masyarakat dan juga dalam menerapkan suatu kebijakan yang tidak bertentangan dengan ajaran agama demi kemaslahatan dan mewujudkan suatu ketatanegaraan islam (Syiasah Syar’iyah) dalam suatu kepemimpinan pemerintah yang berdaulat dalam hal kesejahteraan, keamanan, ketertiban, dan kelangsungan hidup orang banyak dalam mencapai tujuan dan cita-cita bersama.
Abstract
The background of this research was that there was a change in the Village Revenue and Expenditure Budget (APBDES) in Sungai Tabuk Village, Sukamara Regency which was realized. In this case it cannot be separated from the responsibility of the village head. The purpose of this research is to know and analyze. (1) What are the responsibilities of the Village Head in managing the Village Revenue and Expenditure Budget (APBDes) in Sungai Tabuk Village, Sukamara Regency. (2) What are the positive and negative impacts of the Village Revenue and Expenditure Budget (APBDes) for the people of Sungai Tabuk Village, Sukamara Regency. This research is a research with a sociological juridical type method, while the subjects in this study are the Village Head, Village Secretary, Head of Financial Affairs and the Village Consultative Body (BPD). As well as 4 community representatives as informants. Data collection techniques in this study are observation, interviews, and documentation. Then validated using triangulation techniques. The results of this study are that the responsibilities of the village head in managing the Village Revenue and Expenditure Budget (APBDES) in Sungai Tabuk Village, Sukamara Regency have been carried out with a regulation that regulates the management of APBDes starting from planning, implementation, administration, reporting, accountability. In his responsibilities the Village Head always holds village meetings and implements budget transparency so that he is able to realize good governance (good governance) in Village Government. Then the positive impact of the existence of the APBDes for the community provides benefits in the economic, education, health fields to the community. The negative impact on the community during Covid 19 was that all village government work programs were delayed due to limited outside activities. From these positive and negative impacts it brings a benefit or kindness so that it creates maslahah mursalah in people's lives and also in implementing a policy that does not conflict with religious teachings for the sake of benefit and realizing an Islamic state administration (Syiasah Syar'iyah) in a government leadership that sovereignty in terms of welfare, security, order, and survival of the people in achieving common goals and aspirations
Peran Pemerintah Desa Hampalit Dalam Pengelolaan Aset Pasar Kereng Pangi Kabupaten Katingan
Abstrak
Penelitian ini dilatar belakangi oleh keadaan pasar Kereng Pangi yang belum teratur, tertata dan terkelola dengan baik, sedangkan pasar desa Kereng Pangi ini merupakan salah satu aset desa Hampalit yang seharusnya dikelola oleh pemerintah desa Hampalit sebagai tanggung jawab pelaksana pemerintahan dan pembangunan desa. Rumusan masalah; 1) Bagaimana Peran pemerintah desa Hampalit dalam pengelolaan Aset Pasar Kereng Pangi Kecamatan Katingan Hilir dan 2) Apa Kendala dan solusi pemerintah desa Hampalit dalam pengelolaan Aset Pasar Kereng Pangi Kecamatan Katingan Hilir. Jenis Penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan tipe yuridis sosiologis dan menggunakan pendekatan socio-legal. Subjek penelitian ini ada tiga (3) orang dari pemerintah desa Hampalit, adapun informan sebanyak enam (6) orang dari masyarakat desa Hampalit. Data pada penelitian dikumpulkan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah; 1) Peran Pemerintah desa Hampalit sejauh ini adalah dengan merealisasikan sebagian program kerja untuk pengelolaan aset pasar Kereng Pangi. Kepala desa juga telah menjalankan wewenangnya sebagai pemegang kekuasaan untuk mengelola dan mengawasi aset desa berupa pasar Kereng Pangi. Pemerintah desa Hampalit juga melakukan usaha untuk selalu mengembangkan aset pasar ini dengan cara selalu menagih uang sewa aset kepada pedagang setiap bulannya. 2) Kendala yang dihadapi oleh pemerintah desa dalam pengelolaan aset pasar Kereng Pangi adalah kesadaran para pedagang yang rendah untuk membayar sewa aset dan penataan area pasar yang belum teratur serta sampah-sampah yang berserakan. Pemerintah desa juga telah berupaya untuk menyelesaikan kendala tersebut.
Abstract
This research is motivated by the state of the Kereng Pangi market which is not yet organized, organized and well managed, while the Kereng Pangi village market is one of the Hampalit village assets which should be managed by the Hampalit village government as the responsibility of implementing village government and development. Problem formulation; 1) What is the role of the Hampalit village government in managing Kereng Pangi Market Assets, Katingan Hilir District and 2) What are the obstacles and solutions of the Hampalit village government in the management of Kereng Pangi Market Assets, Katingan Hilir District. This type of research is empirical legal research with a sociological juridical type and uses a socio-legal approach. The subjects of this research were three (3) people from the Hampalit village government, while the informants were six (6) people from the Hampalit village community. The data were collected using observation, interview, and documentation methods. The results of this study are; 1) The role of the Hampalit village government so far is to realize part of the work program for the management of Kereng Pangi market assets. The village head has also exercised his authority as the holder of power to manage and supervise village assets in the form of the Kereng Pangi market. The Hampalit village government also makes efforts to always develop this market asset by always collecting asset rent from traders every month. 2) The obstacles faced by the village government in managing Kereng Pangi market assets are the low awareness of traders to pay asset rent and the unorganized arrangement of the market area and scattered garbage. The village government has also made efforts to resolve these obstacles
Tanggung Jawab Dinas Lingkungan Hidup Dalam Pengelolaan Sampah Di Pasar Ampah Kabupaten Barito Timur
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan dalam mengelola sampah di Pasar Ampah Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur yang masih menggunakan cara sederhana yaitu dengan cara dikumpulkan, diangkut dan dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA) kemudian sampah akan di bakar atau ditimbun. Pengelolaan sampah di pasar Ampah Kabupaten Barito Timur masih belum efektif kerena pada saat ini tempat pembuangan sampah (TPS) hanya ada 3 di kecamatan dusun tengah kabupaten barito timur dan salah satunya TPS yang terletak di pemukiman ujung pasar. Fokus penelitian ini adalah tanggung jawab dinas lingkungan hidup dalam pengelolaan sampah pasar Ampah Kabupaten Barito Timur, serta program pemerintah dalam pengelolaan sampah Pasar Ampah menurut Peraturan Daerah Kabupaten Barito Timur. Jenis penelitian yang digunakan dalam skripsi ini yaitu penelitian hukum empiris dengan tipe yuridis sosiologis yang mana meneliti tentang bekerjanya hukum dimasyarakat terkait dengan peraturan daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan socio-legal yang dilakukan dalam bentuk kualitatif yang dianalisis melalui teori tanggung jawab, teori etika lingkungan, teori kebijakan, teori maqāsid asy-syarī‘ah. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1). Tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup dalam pengelolaan sampah Pasar Ampah Kabupaten Barito Timur diketahui belum berjalan sesuai dengan peraturan yang ada sehingga fokusnya hanya sebatas menyediakan fasilitas, memastikan sampah tersebut diangkut ke TPA dan sosialisasi tentang pengelolaan sampah. Peran masyarakat masih kurang karena ketidaktahuan masyarakat mengenai peraturan daerah tentang pengelolaan sampah dan kurangnya fasilitas seperti depo/TPS sehingga yang membuang sampah di TPS Pasar Ampah bukan hanya pelaku usaha melainkan masyarakat sekitarnya. (2). Dilihat dari teori kebijakan bahwa program yang telah ditetapkan oleh pemerintah belum bejalan secara efektif sehingga pengumpulan sampah terfokus pada pengumpulan di TPA, hal ini bertentangan dengan konsep maqāsid asy-syarī‘ah yang mengandung Esensi dari sebuah maṣlaḥah yaitu setiap sesuatu yang membawa kepada kepuasan, kesenangan dan kebaikan, baik dari segi jasmani maupun rohani.
Abstract
This research is motivated by the problem of managing waste in Pasar Ampah, Dusun Tengah District, East Barito Regency, which still uses simple methods, namely by collecting, transporting and disposing of it to the final processing site (TPA) then the waste will be burned or landfilled. Waste management at the Ampah market in East Barito Regency is still not effective because currently there are only 3 waste disposal sites (TPS) in Dusun Tengah sub-district, East Barito Regency and one of them is located at the settlement at the end of the market. The focus of this research is the responsibility of the environmental service in managing Ampah market waste in East Barito Regency, as well as the government program in managing Ampah Market waste according to the East Barito Regency Regional Regulations. The type of research used in this thesis is empirical legal research with a sociological juridical type which examines the workings of law in society related to regional regulations. This research uses a socio-legal approach carried out in qualitative form which is analyzed through responsibility theory, environmental ethics theory, policy theory, maqāsid asy-syarī'ah theory. The research results show that (1). It is known that the Environmental Service's responsibility in managing the waste at Ampah Market, East Barito Regency has not been carried out in accordance with existing regulations, so its focus is only limited to providing facilities, ensuring that the waste is transported to the landfill and providing information about waste management. The role of the community is still lacking due to public ignorance regarding regional regulations regarding waste management and the lack of facilities such as depots/TPS so that those who throw rubbish at the Pasar Ampah TPS are not only business actors but the surrounding community. (2). Judging from policy theory, the program that has been established by the government has not been running effectively so that waste collection is focused on collection at the landfill, this is contrary to the concept of maqāsid asy-syarī'ah which contains the essence of a maṣlaḥah, namely everything that brings satisfaction and pleasure. and goodness, both physically and spiritually
Aktivitas Dakwah Ustadz Jauhari Salim di Kota Palangka Raya
Abstrak
Dalam menyampaikan dakwah setiap da’i mempunyai cara yang berbeda-beda dengan tujuan ilmu yang telah diberikan mampu dipahami dengan baik dan diamalkan oleh pendengar (mad’u). Ustadz Jauhari Salim merupakan seorang ulama atau da’i yang terkenal dengan pembawaan khas beliau yang berwibawa, tegas, sopan santun dan sering diselingi dengan candaan di setiap aktivitas dakwahnya. Fokus penelitian ini mengenai apa saja metode dakwah yang digunakan oleh Ustadz Jauhari Salim di Kota Palangka Raya dan apa saja hambatan yang dialami oleh Ustadz Jauhari Salim ketika berdakwah di Kota Palangka Raya.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif yang berlokasi di Kota Palangka Raya. Subjek dalam penelitian ini adalah Ustadz Jauhari Salim, sedangkan objek dalam penelitian ini adalah metode dakwah Ustadz Jauhari Salim. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Ustadz Jauhari Salim menggunakan metode dakwah bil lisan yaitu dengan metode ceramah, tanya jawab dan percakapan antar pribadi serta menggunakan metode bil hal pada bidang keagamaan, pendidikan, sosial, peternakan dan ekonomi umat. Adapun hambatan yang dialami adalah tingkat pemahaman setiap jamaah yang berbeda-beda, jamaah yang tidak memperhatikan dan berbicara dengan sesama jamaah saat beliau menyampaikan materi, terkadang jamaah sulit menyimpulkan seluruh materi, terjadi permasalahan non teknis seperti hujan atau mati lampu pada saat ingin memulai pengajian.
Abstarct
In delivering da'wah, every da'i has a different way with the aim that the knowledge that has been given can be understood properly and practiced by the listener (mad'u). Ustadz Jauhari Salim is a scholar or da'i who is famous for his distinctive character who is authoritative, firm, polite and often interspersed with jokes in every da'wah activity. The focus of this research is on what are the da'wah methods used by Ustadz Jauhari Salim in Palangka Raya City and what are the obstacles experienced by Ustadz Jauhari Salim when preaching in Palangka Raya City.
This type of research is field research with a descriptive qualitative approach located in Palangka Raya City. The subject of this research is Ustadz Jauhari Salim, while the object of this research is Ustadz Jauhari Salim's preaching method. The data collection techniques use interviews, observation and documentation techniques.
The results of this study indicate that Ustadz Jauhari Salim uses the bil lisan da'wah method, namely the lecture method, question and answer and interpersonal conversation and uses the bil hal method in the fields of religion, education, social, farming and the economy of the people. The obstacles experienced are the different levels of understanding of each congregation, congregants who do not pay attention and talk to fellow congregants when he conveys the material, sometimes the congregation finds it difficult to summarize all the material, non-technical problems such as rain or lights out when they want to start the recitation
Strategi Komunikasi Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah dalam pengumpulam dana Zakat Infaq dan Sedekah di Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan Buntok Kota.
Abstrak
Lembaga Amil Zakat Infaq Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) di Kecamatan Dusun Selatan Buntok kota Kabupaten Barito Selatan merupakan lembaga pengumpulan Zakat, Infaq dan Sedekah dengan strategi komunikasi yang menghantarkan dana Zakat, Infaq dan Sedekah menjadi bagian dari penyelesai masalah (problem solver) sosial masyarakat yang terus berkembang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis Strategi Komunikasi LAZISMU dalam Pengumpulan dana Zakat, Infak, sedekah (ZIS) di Kecamatan Dusun Selatan Buntok Kota Kabupaten Barito Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian yang berjenis kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan teknik pengabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber data. Hasil dari penelitian ini adalah strategi komunikasi dalam pengumpulan dana Zakat, Infaq dan Sedekah yang dilakukan oleh pengurus LAZISMU Barito Selatan menerapkan unsur komunikator, sasaran komunikan, media, pesan, dan efek yang diharapkan. Strategi ini sejalan dengan model strategi komunikasi Middleton yang terdiri dari elemen komunikasi mulai dari komunikator, pesan, saluran (media), penerima sampai pada pengaruh (effect).
Abstract
The Amil Zakat Infaq Alms Muhammadiyah Institution (LAZISMU) in Dusun Selatan Buntok District, South Barito Regency is a Zakat, Infaq and Alms collection institution with a communication strategy that delivers Zakat, Infaq and Alms funds to become part of the community's social problem solver which continues to develop. The aim of this research is to find out and analyze LAZISMU's Communication Strategy in collecting Zakat, Infaq, Alms (ZIS) funds in Dusun Selatan Buntok District, South Barito Regency. This research is a qualitative type of research using a descriptive approach. Data collection techniques use interview, observation and documentation techniques. Meanwhile, the data validation technique uses data source triangulation techniques. The results of this research are the communication strategy in collecting Zakat, Infaq and Alms funds carried out by the management of LAZISMU South Barito applying the elements of the communicator, target of the communicant, media, message and expected effects. This strategy is in line with Middleton's communication strategy model which consists of communication elements starting from the communicator, message, channel (media), recipient to influence (effect)
Strategi Dakwah organisasi SALIMAH Dalam Meningkatkan Pengetahuan KeIslaman Bagi Muslimah Di Kabupaten Kotawaringin Barat
Abstrak
Skripsi ini menjelaskan tentang strategi dakwah yang digunakan organisasi SALIMAH dalam meningkatkan pengetahuan keIslaman bagi muslimah di Kabupaten Kotawaringin Barat, sekaligus memotret hambatan yang ditemui dalam melakukannya. Sehingga dapat menjadi salah satu organisasi yang lebih dominan dalam aktivitas dakwah dibanding organisasi lain di Kabupaten Kotawaringin Barat. Walaupun terkadang juga mengalami hambatan yang dapat mempengaruhi berlangsungnya aktivitas dakwah yang diadakan organisasi SALIMAH.
Fokus penelitian ini adalah pada strategi dakwah yang dilakukan organisasi SALIMAH dalam mempromosikan ilmu pengetahuan Islam di kalangan muslimah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas strategi dakwah organisasi di Kabupaten Kotawaringin Barat dan hambatan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber primer dan sekunder merupakan dua sumber data penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Model Miles dan Hubermen merupakan teknik analisis data yang digunakan yang meliputi reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Teknik triangulasi digunakan untuk menjamin keabsahan data dengan membandingkan informasi dari sudut pandang teoritis yang berbeda.
Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa strategi dakwah yang dilakukan organisasi SALIMAH Kabupaten Kotawaringin Barat yaitu Strategi Taklim (strategi pendidikan), Strategi Tilawah (Strategi Komunikasi) dan Strategi Tazkiyah (Strategi pembersihan sikap dan prilaku). Faktor penghambat strategi dakwah yang paling dirasakan oleh organisasi SALIMAH dalam melaksanakan kegiatan dakwah yaitu faktor sumber daya manusia, faktor ekonomi (finansial) dan faktor sarana (media).
Abstract
This thesis explains the da'wah strategy used by the SALIMAH organization in increasing Islamic knowledge for Muslim women in West Kotawaringin Regency, as well as describing the obstacles encountered in doing so. So it can become one of the organizations that is more dominant in da'wah activities compared to other organizations in West Kotawaringin Regency. Although sometimes we also experience obstacles that can affect the progress of da'wah activities held by the SALIMAH organization.
The focus of this research is on the da'wah strategy carried out by the SALIMAH organization in promoting Islamic knowledge among Muslim women. This research aims to determine the effectiveness of organizational da'wah strategies in West Kotawaringin Regency and the obstacles faced. This research uses a descriptive qualitative approach. Primary and secondary sources are two sources of research data. Data collection methods used include observation, interviews and documentation. The Miles and Hubermen model is a data analysis technique used which includes data reduction, presentation and drawing conclusions. Triangulation techniques are used to ensure the validity of the data by comparing information from different theoretical points of view.
The results of this research state that the da'wah strategies carried out by the SALIMAH organization in West Kotawaringin Regency are the Ta'lim Strategy (educational strategy), the Tilawah Strategy (Communication Strategy) and the Tazkiyah Strategy (attitude and behavior cleansing strategy). The factors inhibiting the da'wah strategy that are most felt by the SALIMAH organization in carrying out da'wah activities are human resource factors, economic (financial) factors and facilities (media) factors
Valuasi Budidaya Madu Kelulut Trigona Sp dan Apis Mellifera Terhadap Peningkatan Ekonomi Keluarga di Kota Palangka Raya
Abstrak
Lebah madu dapat dianggap sebagai salah satu hasil hutan bukan kayu atau HHBK karena mereka memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan melalui produksi madu dan produk lebah turunannya. Lebah madu sangat penting bagi keseimbangan ekosistem dan memiliki peran penting dalam penyerbukan tanaman yang dapat membuat buah-buahan dan sayuran tumbuh subur. Selain itu, hasil dari produksi madu yang dilakukan oleh lebah madu dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pola pengembangan lebah madu dan valuasi lebah madu dalam meningkatkan pendapatan keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi.
Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa: 1) Pola pengembangan yang dilakukan oleh KTH Lima Bersaudara dan Madu Khotib adalah pemilihan dan pengelolaan lokasi, pemilihan jenis lebah madu dan pemindahan koloni, faktor gagal panen, pengemasan madu, sasaran pasar, perizinan. 2) Lebah madu memiliki peranan penting untuk menjaga ekosistem dan memberikan manfaat yang besar bagi manusia. Dalam maqashid syariah prinsip penjagaan jiwa diwujudkan melalui upaya untuk menjaga kesehatan populasi lebah madu serta memastikan kelangsungan dan keamanan produksi madu. Oleh karena itu, perawatan yang dilakukan bertujuan untuk menghindari penggunaan pupuk kimia dan pestisida. Prinsip penjagaan harta dilakukan dengan memperhatikan kehalalan dan keberkahan, dalam aktivitas jual beli yang dilakukan oleh KTH Lima Bersaudara dan Madu Khotib menggunakan akad Bai’ al muwadha’ah yaitu penjual menawarkan produk dengan harga yang lebih murah dari harga yang berlaku di pasar, yakni dengan memberikan potongan harga. Valuasi lebah madu dalam meningkatkan pendapatan keluarga dapat dihitung dari nilai total ekonomi usaha lebah madu di kota Palangka Raya yang mencapai Rp. 2.612.500.000,- per tahun, terdiri dari nilai manfaat langsung sebesar Rp. 720.000.000,- per tahun, nilai manfaat tidak langsung sebesar Rp. 1.000.000,- per musim dengan nilai manfaat pilihan sebesar Rp. 180.000.000,- per tahun dan nilai tak termanfaatkan dalam bentuk warisan sebesar Rp. 1.711.500.000,- per tahun. Sehingga usaha lebah madu dapat menjadi alternatif usaha yang menguntungkan dalam meningkatkan pendapatan keluarga, bahkan dapat melebihi pendapatan upah minimum regional (UMR).
Abstract
Muhammad Septian Budi Cahyanto, 2023, Valuation of Trigona Sp and Apis Mellifera Kelulut Honey Cultivation for Family Economic Improvement in Palangka Raya City.
Honey bees can be considered as one of the non-timber forest products or NTFPs because they provide economic and environmental benefits through the production of honey and bee-derived products. Honey bees are vital to the balance of the ecosystem and have an important role in pollinating plants that can make fruits and vegetables thrive. In addition, honey production by honey bees can provide economic benefits to the community.
The purpose of this study is to analyze the pattern of honey bee development and valuation of honey bees in increasing family income. This research uses a qualitative approach with data collection techniques used are observation, interviews and documentation.
The findings of this study revealed that: 1) The development patterns carried out by KTH Lima Bersaudara and Madu Khotib are site selection and management, selection of honey bee species and colony transfer, harvest failure factors, honey packaging, target market, licensing. 2) Honey bees have an important role in maintaining the ecosystem and provide great benefits to humans. In maqashid sharia, the principle of life preservation is realized through efforts to maintain the health of the honey bee population and ensure the continuity and safety of honey production. Therefore, the treatment carried out aims to avoid the use of chemical fertilizers and pesticides. The principle of safeguarding wealth is carried out by paying attention to halal and blessings, in the buying and selling activities carried out by KTH Lima Bersaudara and Madu Khotib using the Bai' al muwadha'ah contract, which is the seller offering products at a lower price than the prevailing price in the market, namely by giving a discount. The valuation of honey bees in increasing family income can be calculated from the total economic value of honey bee business in Palangka Raya city which reaches Rp. 2,612,500,000 per year, consisting of direct benefit value of Rp. 720,000,000 per year, indirect benefit value of Rp. 1,000,000 per season with optional benefit value of Rp. 180,000,000 per year and unutilized value in the form of inheritance of Rp. 1,711,500,000 per year. So that the honey bee business can be a profitable alternative business in increasing family income, it can even exceed the income of the regional minimum wage (UMR)
Pemikiran Ecofarming Wayan Supadno Dalam Menyejahterakan Ekonomi Umat
Abstrak
Kondisi lahan pertanian di Indonesia pernah berada pada situasi kritis yang berimbas pada menurunnya tingkat ekonomi para petani di Indonesia. Wayan Supadno dengan branding sebagai Pak Tani dan Petani Inovatif yang mengusung konsep pertanian berbasis ramah lingkungan menekankan bahwa perlunya memupuk mental adaptif dan inovatif. Muncul sebagai salah seorang praktisi dan motivator pertanian serta formulator pupuk hayati, Wayan yang menggagas suatu konsep berbasis ecofarming yang diwujudkan dalam suatu produk Teknologi WS. Hal ini menjadi dasar bagi peneliti menganalisa pemikiran ecofarming oleh Wayan Supadno dalam konteks untuk membantu menyejahterakan kembali ekonomi para petani di Indonesia yang sempat terpuruk.
Tujuan penelitian ini untuk menganalisa konsep ecofarming yang diwujudkan Wayan Supadno pada Teknologi WS dalam menyejahterakan ekonomi umat. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian kualitatif ini adalah pendekatan studi tokoh.
Temuan penelitian ini adalah 1) konsep ecofarming yang diwujudkan Wayan Supadno melalui Teknologi WS mampu: a) menciptakan interaksi yang baik antar makhluk hidup dan lingkungan, b) mendukung pertumbuhan green economy berkelanjutan, serta c) menerapkan konsep adil pada hak-hak penggunaan lahan, 2) Teknologi WS oleh Wayan Supadno yang berdasarkan konsep ecofarming ini bertujuan untuk kemaslahatan umat berdasarkan teori maqashid syariah serta sesuai dengan konsep kesejahteraan dalam perspektif Islam yaitu tercukupinya kebutuhan jasmani dan rohani. Melalui Teknologi WS ini, Wayan Supadno ingin mengubah stigma profesi petani yang hanya diminati oleh generasi tua dengan taraf hidup yang rendah. Wayan juga mencoba aktif dalam mengedukasi dan memotivasi generasi milenial untuk terjun sebagai praktisi di bidang agribisnis dengan nuansa inovatif, kreatif serta proaktif.
Abstract
The condition of agricultural land in Indonesia was once in a critical situation which resulted in a decline in the economic level of farmers in Indonesia. Wayan Supadno with branding as Pak Tani and Innovative Farmer who carries the concept of environmentally friendly based agriculture emphasizes the need to cultivate an adaptive and innovative mentality. Emerging as a practitioner and agricultural motivator as well as a biofertilizer formulator, Wayan initiated an ecofarming-based concept which was embodied in a WS Technology product. This is the basis for researchers to analyze Wayan Supadno's ecofarming thinking in the context of helping to restore the economic prosperity of farmers in Indonesia who had slumped.
The purpose of this research is to analyze the concept of ecofarming that is embodied by Wayan Supadno in WS Technology for the welfare of the people's economy. The approach used in this qualitative research is the character study approach.
The findings of this study are 1) the concept of ecofarming that Wayan Supadno embodies through WS Technology is capable of: a) creating good interactions between living things and the environment, b) supporting sustainable green economic growth, and c) applying fair concepts to land use rights, 2) WS technology by Wayan Supadno which is based on the concept of ecofarming aims to benefit the people based on the theory of maqashid sharia and in accordance with the concept of welfare in an Islamic perspective, namely the fulfillment of physical and spiritual needs. Through this WS Technology, Wayan Supadno wants to change the stigma of the farming profession which is only of interest to the older generation with a low standard of living. Wayan also tries to be active in educating and motivating the millennial generation to become practitioners in the field of agribusiness with an innovative, creative and proactive feel