IAIN Palangka Raya

IAIN Palangkaraya
Not a member yet
    6024 research outputs found

    Development instrument of interdisciplinary thinking skills in science lesson planning (IITSSL)

    Get PDF
    The IITSSL is an interdisciplinary thinking assessment rubrics for science teacher candidates in a science lesson plan. The IITSSL rubric was developed and qualitative evaluated in three phases: rubric design, first and second pilot tests. The qualitative evaluation during three phases with novice-expert interviews was carried out in four science education classes at three different universities. The rubric development result of the IITSSL rubric with dimensions are objective, disciplinary grounding, integration, and critical awareness in a component science lesson plan are learning objectives, instructional activities, and assessments with valid categories of content validity and fair ICC (0.637) reliability. Evidence of novice and expert validity of the IITSSL rubric from the results of interviews with novices and experts, which in general are meaningful according to the values of validity and reliability. The IITSSL rubric with four dimensions and ten criteria as items is very simple, easy to use, and can in fact detect pupils' capacity for interdisciplinary thinking with accuracy and reliability. in science lesson plans in a range of course settings. The science teacher candidates appear to comprehend the importance of interdisciplinary thinking according to their experience of the science lesson plan coursework and the IITSSL rubric. The IITSSL rubric not only measure understanding of interdisciplinary thinking, but is likely to promote a more integrated method of knowledge how science teacher candidates solve real word problem

    How is digital-based ecological competence assessment in university

    Get PDF
    To address the shortage of authentic assessment tools for ecological competence and positive character in students, this research evaluated the effectiveness of newly developed instruments through problem-based learning on environmental change and waste recycling. The study used a mixed approach with an explanatory sequential design, and data was collected through questionnaires, measurements, observation sheets, and documentation. The results showed that the newly developed instruments had high validity and reliability in assessing ecological competence and positive character, but no significant difference was found in positive character assessment between the experimental and control groups. The research highlights the importance of authentic assessment of attitudes, psychomotor skills, and character in learning assessments and suggests further research to enhance positive character assessment instruments. Abstrac

    Sistem Pelaporan Akuntansi Entitas Mikro Kecil Menengah Pada Masyarakat Ekonomi Syariah Mart Di Kota Palangka Raya

    No full text
    Abstrak Setiap kegiatan bisnis membutuhkan laporan keuangan sebagai informasi data keuangan, dengan adanya pencatatan laporan keuangan akan membantu pemilik dalam mengembangkan usahanya. Laporan keuangan merupakan informasi yang menggambarkan kondisi keuangan suatu usaha, informasi tersebut dapat dijadikan sebagai gambaran kinerja keuangan suatu usaha. Tantangan utama yang dihadapi oleh MES Mart salah satunya adalah pengelolaan keuangan yang belum sesuai dengan standar akuntansi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk (1) Mendeskripsikan pencatatan laporan keuangan di MES Mart yang sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil Menengah (SAK EMKM), dan untuk (2) Mendeskripsikan kendala yang terdapat di MES Mart dalam melakukan pencatatan laporan keuangan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Adapun subjek dalam penelitian ini yaitu Ketua Koperasi MES Falah Hapakat, Kepala Toko MES Mart, dan Karyawan Toko MES Mart. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Kemudian dianalisis menggunakan teknik pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah laporan keuangan yang dimiliki oleh MES Mart sudah sesuai dengan SAK EMKM, karena meliputi laporan posisi keuangan, laporan laba rugi dan catatan atas laporan keuangan, dengan bantuan aplikasi ipos4 sebagai alat pendukung dan menggunakan aplikasi sidek untuk melihat pencatatan laporan keuangan yang secara jelas dan detail karena aplikasi sidek tersebut sudah sesuai dengan SAK EMKM. Adapun kendala yang terdapat pada MES Mart yaitu sulitnya melakukan penginputan persediaan karena jumlahnya yang banyak dan berakibat pada laporan keuangan yang kurang akurat dan akhirnya tidak bisa mennetukan laba dan pembayaran mengenai sisa hasil usaha. Abstract Every business activity requires financial reporting as financial data information, with the presence of a recording of financial statements will help the owner in developing his business. Financial statements are information that describes the financial condition of an enterprise, such information can be used as a picture of the financial performance of a enterprise. One of the main challenges faced by MES Mart is financial management that is not in line with accounting standards. The purpose of this study is to (1) Describe the recording of financial statements in the MES Mart in accordance with the Financial Accounting Standards of Small and Medium-sized Entities (SAK EMKM), and to (2) describe the obstacles that exist in the MES Mart in carrying out the recordings of financial reports. This research is a field research, using a descriptive approach. The method used in this study is qualitative. As for the subject of this study, the head of MES Cooperation Falah Hapakat, head of the MES Mart shop, and employee of MES Mart store. Data collection techniques in this study are observation, interview, and documentation. Data processing using source triangulation. It is then analyzed using data collection techniques, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The result of this study is that the financial statements owned by MES Mart are in accordance with the SAK EMKM because they include the statement of financial position, income statement, and notes to financial statements with the help of the IPOs4 application as a supporting tool and using the SIDEK application to see the recording of financial statements clearly and in detail because the SIDEK application is in accordance with the SAK EMKM As for the obstacles contained in MES Mart, namely the difficulty of inputting inventory due to the large amount and resulting in inaccurate financial statements and ultimately unable to determine profits and payments regarding the remaining operating results

    Halaman Judul Penerapan Akuntansi Zakat, Infak, Dan Sedekah (Zis) Berdasarkan Psak 109 Pada Lembaga Amil Zakat Nasional Yakesma Kalimantan Tengah

    No full text
    Abstrak PSAK 109 memberikan regulasi mengenai akuntansi atas zakat infak/sedekah bagi lembaga pengelola zakat/amil. PSAK 109 berlaku untuk seluruh pengelola zakat yang menerima dan menyalurkan zakat, infak/sedekah yang mana diterapkan setelah tanggal efektif. Fakta yang ditemukan di lapangan masih ada beberapa lembaga amil zakat yang belum sepenuhnya menerapkan PSAK 109 dikarenakan oleh beberapa faktor, padahal LAZ yang belum sepenuhnya menerapkan PSAK 109 memungkinkan adanya akibat berupa ketidakpercayaan pembayar zakat (muzakki) yang disebabkan karena transparansi laporan penggunaan dana zakat untuk publik. Fokus penelitian ini adalah kesesuaian penerapan PSAK 109 yang diterapkan oleh Lembaga Amil Zakat YAKESMA Kalimantan Tengah. metode penelitian ini adalah kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang data primernya adalah data yang berasal dari lapangan. Sehingga data yang didapat benar-benar sesuai dengan realita yang ada di lokasi penelitian tersebut. Penelitian ini menggunakan empat teknik analisis data yaitu, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan pernarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa LAZ YAKESMA Kalimantan Tengah sudah menerapkan PSAK 109 tetapi belum sepenuhnya untuk yang berkaitan dengan pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan sudah sesuai akan tetapi untuk laporan keuangannya belum disajikan secara keseluruhan hal ini dikarenakan tidak adanya Laporan Perubahan Aset Kelolaan karena YAKESMA belum mempunyai aset kelolaan dan YAKESMA Kalimantan tengah tidak membuat Catatan Atas Laporan Keuangan secara mandiri karena YAKESMA pusat mengotorisasi hal tersebut dikenal dengan sistem sentralisasi agar adanya keseragaman prosedur, program kerja, golongan penerima manfaat dan juga persentase pembagian dana amil antara kantor pusat dan kantor cabang. Abstract PSAK 109 provides regulations regarding accounting for zakat infak/alms for zakat/amil management institutions. PSAK 109 applies to all zakat managers who receive and distribute zakat, infak/alms which are applied after the effective date. The facts found in the field are that there are still some amil zakat institutions that have not fully implemented PSAK 109 due to several factors, even though LAZ which has not fully implemented PSAK 109 allows for the consequences of distrust of zakat payers (muzakki) caused by transparency in reports on the use of zakat funds for the public. The focus of this research is the suitability of the application of PSAK 109 implemented by the Central Kalimantan Amil Zakat YAKESMA Institute. This research method is qualitative. This type of research is field research whose primary data is data from the field. So that the data obtained is really in accordance with the reality at the research location. This research uses four data analysis techniques, namely data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of this study can be concluded that LAZ YAKESMA Central Kalimantan has implemented PSAK 109 but not fully related to recognition, measurement, presentation and disclosure are appropriate, but the financial statements have not been presented in their entirety, this is because to the absence of a Report on Changes in Managed Assets because YAKESMA does not yet have assets under management and YAKESMA Central Kalimantan does not make Notes to Financial Statements independently because YAKESMA is central Authorizing this is known as a centralized system so that there is uniformity in procedures, work programs, beneficiary groups and also the percentage of distribution of amyl funds between the head office and branch offices

    Strategi Food Blogger Di Kota Palangka Raya Perspektif Ekonomi Islam

    No full text
    Abstrak Era digital mengubah banyak hal, tidak terkecuali cara berpromosi yang mengalami pergeseran dari media cetak ke platform digital. Salah satu media sosial yang dimanfaatkan dan banyak digunakan adalah instagram. Seiring berjalannya waktu, instagram kini juga digunakan sebagai tempat promosi. Berbagai macam bentuk usaha dipromosikan lewat Instagram. Salah satunya promosi melalui akun food blogger ini diminati oleh berbagai pelaku usaha kuliner. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi food blogger di kota Palangka Raya perspektif ekonomi Islam. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah owner food blogger @kulinerpalangka, @abang.lapar dan @ngunyah.pky di kota Palangka Raya, serta 3 informan pengguna jasa food blogger. Hasil penelitian mengenai aktivitas sosial media marketing food blogger dengan memaksimalkan 4 C dalam penggunaan media sosial sebagai promosi yaitu context dalam konten food blogger menampilkan review makanan dari segi rasa, alamat, serta harga menu yang terdapat pada restoran, communication yang dilakukan food blogger lebih dari dua arah yaitu dengan pengguna jasa dan followers, collaboration salah satu food blogger berkolaborasi dengan food blogger Jakarta, connection yang dilakukan food blogger dengan cara tetap konsisten dalam menjaga eksistensinya di media sosial Instagram. Pandangan ekonomi Islam terhadap aktivitas food blogger berupa kerja sama antara pelaku usaha dan food blogger. Ketentuan syarat review yang harus dipenuhi oleh pengguna jasa dari makanan harus halal. Adapun ayat yang membahas kehalalan suatu produk Q.S Al-Baqarah ayat 29. Abstract The digital era has changed many things, including the way of promotion which has shifted from print media to digital platforms. One of the social media that is utilized and widely used is Instagram. Over time, Instagram is now also used as a place of promotion. Various forms of business are promoted through Instagram. One of the promotions through this food blogger account is in demand by various culinary business actors. The purpose of this research is to find out how the food blogger strategy is in the city of Palangka Raya from an Islamic economic perspective. This type of research is field research using a descriptive qualitative approach. The subjects in this study were the owners of food bloggers @kulinerpalangka, @abang.lapar and @ngunya.pky in the city of Palangka Raya, as well as 3 food blogger service informants. The results of research on social media marketing activities for food bloggers by maximizing the 4 C's in the use of social media as promotions, namely the context in food blogger content displays food reviews in terms of taste, address, and menu prices found in restaurants, communication carried out by food bloggers is more than two direction, namely with service users and followers, collaboration of one of the food bloggers collaborating with food bloggers in Jakarta, a connection made by food bloggers by remaining consistent in maintaining their existence on Instagram social media. The Islamic economic view of food blogger activities is in the form of cooperation between business actors and food bloggers. Provisions for review requirements that must be met by food service users must be halal. As for the verse that discusses the halalness of a product Q.S Al-Baqarah verse 29

    Pengaruh Budidaya Lebah Madu Terhadap Perekonomian Masyarakat Di Kota Palangka Raya

    No full text
    Abstrak Budidaya merupakan kegiatan terencana pemeliharaan sumber hayati pada suatu areal lahan untuk diambil manfaat/hasil panennya. Lebah merupakan hewan penghasil makanan bergizi dan bernilai ekonomi tinggi. Tingginya perminataan telah mendorong peningkatan harga produk lebah madu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh budidaya lebah madu terhadap perekonomian masyarakat di Palangka Raya. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian riset kausal. Metode pengumpulan data peneliti menggunakan kuesioner/angket. Populasi dalam penelitian ini adalah pengelola budidaya lebah madu dari ke 3 (tiga) Kelompok Tani Hutan (KTH) yang didukung oleh Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah yang berjumlah 40 orang, sedangkan sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 orang dari semua anggota populasi. Uji prasyarat menggunakan uji normalitas dengan teknik Kolmogorov Smirnov, uji linearitas, dan uji heteroskedastisitas. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis regresi linier sederhana dengan menggunakan program SPSS 25. Berdasarkan pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa variabel budidaya lebah madu berpengaruh positif signifikan terhadap perekonomian masyarakat, yang artinya semakin tinggi nilai variabel budidaya lebah madu maka nilai variabel perekonomian masyarakat akan tinggi pula. Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,317 yang artinya bahwa pengaruh variabel Budidaya Lebah Madu terhadap Perekonomian Masyarakat adalah sebesar 31,7%, dan sisanya sebesar 68,3% dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya yang tidak terdapat pada penelitian ini. Berdasarkan persfektif ekonomi syariah hal ini sudah sesuai karena para pengelola budidaya lebah madu sudah menerapkan indikator yang peneliti gunakan seaperti solidaritas sosial, transparansi dan amanah. Abstract Cultivation is a planned activity of maintaining biological resources in an area of land to obtain the benefits/harvest. Bees are animals that produce nutritious food and have high economic value. High demand has pushed up the price of honey bee products. The aim of this research is to determine the effect of honey bee cultivation on the economy of the people in Palangka Raya. This research is quantitative research with a type of causal research. The researcher's data collection method uses questionnaires. The population in this study were honey bee cultivation managers from the 3 (three) Forest Farmer Groups (KTH) supported by the Central Kalimantan Provincial Forestry Service, totaling 40 people, while the sample in this study was 40 people from all members of the population. The prerequisite test uses a normality test with the Kolmogorov Smirnov technique, linearity test, and heteroscedasticity test. Meanwhile, the data analysis technique used is a simple linear regression analysis technique using the SPSS 25 program. Based on hypothesis testing, it can be concluded that the honey bee cultivation variable has a significant positive effect on the community economy, which means that the higher the value of the honey bee cultivation variable, the higher the value of the community economic variable. The results of simple linear regression analysis show a coefficient of determination (R Square) of 0.317, which means that the influence of the Honey Bee Cultivation variable on the Community Economy is 31.7%, and the remaining 68.3% is influenced by other factors that are not included in this research. Based on a sharia economic perspective, this is appropriate because honey bee cultivation managers have implemented the indicators that researchers use such as social solidarity, transparency and trustworthiness

    Pemanfaatan Rotan Sebagai Kerajinan Mandare Dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Desa Pantai Kabupaten Kapuas

    No full text
    Abstrak Penelitian ini menjelaskan mengenai pemanfaatan rotan sebagai kerajinan mandare dalam peningkatan kesejahteraan Masyarakat di Desa Pantai Kabupaten Kapuas. Tujuan peelitian ini yaitu, untuk menganalisis dan mendeskripsikan alasan Masyarakat desa pantai memanfaatkan rotan sebagai kerajinan mandare, cara Masyarakat desa pantai memanfaatkan rotan sebagai kerajinan mandare serta dampak dari pemanfaatan rotan terhadap kesejahteraan Masyarakat. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan menggunakan pendekatan ekonomi kreatif. Adapun subjek penelitian ini menggunakan purposive sampling yang berjumlah lima orang pengrajin dan informen tambahan dua orang kepala desa dan pembeli pengrajin rotan. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah: (1) pembuatan kerajinan mandare oleh masyarakat desa pantai merupakan pekerjaan sampingan, dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan karena pendapatan suami yang kurang mencukupi kebutuhan sekaligus membantu menambah penghasilan keluarga. (2) cara memproduksi kerajinan mandare ini mulai dari menyediakan bahan baku, meruntih (membersihkan kelopak pada batang rotan), setelah itu batang rotan dipotong-potong sesuai kebutuhan. Selanjutnya batang rotan dipotong menjadi bilahan atau disebut dengan dijangat, lalu diraut menggunakan pisau supaya rotan menjadi lentur dan siap untuk dibuat kerajinan. (3) Dampak kesejahteraan pengrajin rotan yang ada di Desa Pantai setelah adanya kerajinan mandare ini dapat membantu menambah penghasilan keluarga, sehingga dapat mencukupi kebutuhan pendidikan serta masalah kesehatan. Namun, dampak kerajinan mandare ini belum dapat menjangkau untuk kebutuhan tempat tinggal. Kesejahteran dalam pandangan islam bersifat jasmani (lahir) dan rohani (bathin). Terdapat banyak upaya yang bisa dilakukan untuk mencapai kesejahteraan salah satunya adalah berwirausaha untuk memenuhi kebutuhan salah satunya adalah masyarakat desa pantai. Masyarakat desa pantai selalu berusaha bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan jasmani maupun rohani dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada didesanya salah satu adalah rotan. Rotan dijadikan sebagai bahan baku yang digunakan halal dan produk yang dihasilkan bermanfaat bagi orang lain dan tidak termasuk dalam produk yang diharamkan dalam islam. Abstract This research explained the rattan utilization as mandare handcraft in increasing society’s priority at Pantai Village Kapuas Regency. The research objectives are to analyze and describe why and how rattan is utilized as mandare handcraft and its impact on society’s prosperity. This research was qualitative and used a creative economy approach. The subjects were five craftsmen, one village chief, and a rattan handcraft buyer as informants, and they used a purposive sampling technique. Data collection techniques were observation, interview, and documentation. The results showed that: (1) The making of mandare craft by the society at Pantai Village was a side job, with reason to fulfill their needs because the husband's income was insufficient. (2) the way to produce and crafts was started by preparing the raw material, meruntih (cleaning the bract on rattan stem); afterward, the rattan stem was cut based on needs. Next, that stem is cut into lath or dijangat, then knit using a knife to make rattan flexible and ready to be made as handcraft. (3) The impact of prosperity for society at Pantai Village after mandare handcrafting increased the income for families to meet their education needs and health problems adequately. But it can’t reach the home needs. The prosperity in Islam's perspective was physical and spiritual. A lot of effort could be made to reach prosperity, for example, by becoming an entrepreneur to fulfill one of society's needs at Pantai Village. A society from Pantai Village always tries hard to fulfill its physical and spiritual needs by utilizing the natural resources in its village, for example, the rattan. Rattan as raw material was halal, and the product benefited others and was not included in haram in Islam

    Peran Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kalimantan Tengah Dalam Memberdayakan Industri Kecil Menengah Di Kota Palangka Raya

    No full text
    Abstrak Industri Kecil Menengah (IKM) merupakan sektor ekonomi yang sedang dikembangkan di Indonesia sebagai penggerak kemajuan sektor ekonomi lainnya. Kalimantan Tengah memiliki Industri Kecil Menengah di tiga belas Kabupaten dengan bidang usaha yang berbeda-beda. Dalam hal ini, Dewan Kerajinan Nasional Daerah didirikan oleh pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah agar dapat membantu meningkatkan potensi IKM dan dapat bersaing pada pasar di dalam maupun luar negeri. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran dan dampak Dekranasda dalam memberdayakan IKM di Kota Palangka Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengabsahan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik triangulasi sumber. Dari langkah tersebut dilakukan analisis data meliputi data collection, data reduction, data display dan data conclution. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran Dekranasda Kalimantan Tengah dalam memberdayakan Industri Kecil Menengah (IKM) adalah melalui program pemberdayaan yang difokuskan pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pelatihan, pengembangan produk, dan pemasaran. Selain itu, Dekranasda juga memperkuat kemitraan dengan instansi pemerintah dalam mendukung perkembangan IKM di Kota Palangka Raya. Peran utama yang dimainkan oleh Dekranasda meliputi pengelolaan informasi, pengambilan keputusan strategis, serta peluncuran platform tokokaltengberkah.com yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan keterampilan pengrajin. Dampak positif dari upaya pemberdayaan ini terlihat dalam promosi produk yang lebih luas, peningkatan penjualan, dan meningkatkan daya tarik pelanggan dari luar daerah. Selain itu, pemberdayaan ini juga memberikan dampak positif bagi regenerasi pengrajin, kelanjutan produksi kerajinan, serta pelestarian tradisi dan budaya. Pemberdayaan yang dilakukan oleh Dekranasda memiliki dampak besar pada kemajuan wilayah dan membuka peluang bagi masyarakat untuk memiliki usaha dan pendapatan yang berkelanjutan. Abstract Small and Medium Enterprises (SMEs) is an economic sector that is being developed in Indonesia as a drivier for the progress of other economic sectors. Central Kalimantan has Small and Medium Enterprises in thirteen regencies with different business fields. In this case, the Regional National Crafts Council was established by the Central Kalimantan Provincial government in order to help increase the potential of SMEs and be able to compete in local and international markets. The focus of this research is to find out the role and impact of Dekranasda in empowering SMEs in Palangka Raya City. The research method used is descriptive qualitative with field research methods. Data collection techniques use observation, interview and documentation techniques. Validating the data in this research uses source triangulation techniques. From these steps, data analysis is carried out including data collection, data reduction, data display and data conclusion. The results of this research show that the role of the Central Kalimantan Dekranasda in empowering Small and Medium Industries (SMEs) is through empowerment programs that focus on developing Human Resources (HR) through training, product development and marketing. Apart from that, Dekranasda also strengthens partnerships with government agencies in supporting the development of SMEs in Palangka Raya City. The main role played by Dekranasda includes information management, strategic decision making, as well as launching the tokokaltengberkah.com platform which supports local economic growth and craftsmen's skills. The positive impact of this empowerment effort can be seen in wider product promotion, increased sales, and increased attraction of customers from outside the region. Apart from that, this empowerment also has a positive impact on the regeneration of craftsmen, the continuation of craft production, and the preservation of traditions and culture. The empowerment carried out by Dekranasda has a big impact on regional progress and opens up opportunities for people to have sustainable businesses and revenue

    5,416

    full texts

    6,024

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IAIN Palangkaraya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇