6024 research outputs found
Sort by
Strategi Pemasaran Produk Bsi Tabungan Haji Muda Indonesia Di Bank Syariah Indonesia (Bsi) Kantor Cabang Palangka Raya 1
Bank syariah adalah suatu lembaga yang usaha pokoknya adalah memberikan kredit dan jasa-jasa lain berdasarkan pada prinsip syariah. Bank syariah memiliki berbagai produk yang mana salah satunya adalah BSI Tabungan Haji Muda Indonesia. Strategi pemasaran sangatlah berpengaruh dalam penjualan produk Tabungan Haji Muda tersebut yang dimana strategi pemasaran yang dipakai harus tepat agar nasabah tertarik untuk membeli produk tersebut, Namun ada beberapa kendala yang dihadapi nasabah dalam pembukaan rekening Tabungan Haji Muda yang tidak dapat dihindari, ada kendala internal dari Bank itu sendiri maupun eksternal dari nasabah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi pemasaran produk BSI Tabungan Haji Muda Indonesia di Bank Syariah Indonesia KC Palangka Raya 1. Penelitian ini berfokus pada 1. Pelaksanaan dan penerapan strategi pemasaran produk BSI Tabungan Haji Muda Indonesia, 2. Kendala yang dialami nasabah dalam pembukaan Tabungan Haji Muda Indonesia
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis Miles and Hubermen dan pengabsahan menggunakan triangulasi data sumber. Data yang diperoleh berdasarkan hasil wawancara dan dokumentasi. Subjek dari penelitian ini yaitu Branch Manager, Funding & Transaction Stuff, dan nasabah BSI Tabungan Haji Muda Indonesia. Jadi jumlah Subjek yang peneliti gunakan untuk menjawab rumusan masalah yaitu sebanyak 4 orang, 2 dari pihak Bank Syariah Indonesia dan 2 dari Nasabah Bank Syariah Indonesia.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pemasaran yang dipakai oleh Bank Syariah Indonesia KC Palangka Raya 1 sudah sesuai dengan teori yang dipakai oleh peneliti yaitu teori STP (Segmentasi, Targeting, Positioning) yang mana dengan menggunakan perumusan strategi pemasaran tersebut bertujuan untuk menarik dan mempertahankan loyalitas para nasabah. Untuk kendala yang dihadapi nasabah terdapat dua sumber yaitu eksternal dan internal. Kendala internalnya adalah SDM yang tidak memiliki basic untuk bisa mengaplikasikan bahasa isyarat apabila ada nasabah yang memiliki keterbatasan dalam hal berkomunikasi. Adapun kendala eksternalnya yaitu rata-rata penghasilan nasabah yang masih tidak stabil membuat nasabah tidak teratur dalam menabung karena masih banyak kebutuhan utama yang harus dipenuhi
Praktik Jual Beli Barang Bekas Dengan Penambahan Besi Pada Timbangan Di Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh cara penimbangan tukang loak yang melakukan penambahan besi pada timbangan serta kurangnya pengetahuan tukang loak terhadap ketentuan penimbangan yang baik dan benar. Penggunaan timbangan yang tidak sesuai dengan tata cara penimbangan akan berpengaruh terhadap kebenaran berat timbangan. Akibatnya akan merugikan para konsumen. Fokus penelitian ini adalah penimbangan barang bekas dengan penambahan besi di kecamatan Jekan Raya kota Palangka Raya dan pemahaman tukang loak tentang cara menimbang yang sesuai dengan ketentuan penimbangan. Jenis penelitian ialah empiris yuridis dengan menggunakan pendekatan socio-legal. Subjek penelitian ini berjumlah enam orang tukang loak dan informan penelitian berjumlah sembilan orang yang terdiri dari lima konsumen jasa tukang loak serta empat pengepul loak. Penggalian data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Cara penimbangan yang dilakukan tukang loak di kecamatan Jekan Raya kota Palangka Raya dilakukan dengan penambahan besi pada timbangan gantung manual. (2) Kurangnya kesadaran dan pengetahuan tukang loak di kecamatan Jekan Raya kota Palangka Raya terhadap ketentuan penimbangan yang dipakai dalam menimbang barang bekas hal ini dilakukan dengan alasan untuk meminimalisir kerugian dan praktik tersebut dilakukan tanpa adanya kesepakatan antara kedua belah pihak. (3) Dilihat dari kacamata Islam dalam transaksinya praktik penimbangan yang dilakukan oleh tukang loak Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya telah memenuhi rukun dalam jual belinya yang meliputi adanya orang yang berakad, adanya ijab qabul, adanya barang yang diperjual belikan dan ada nilai tukar sebagai pengganti barang tesebut. Namun dilihat dari cara penimbangan yang dilakukan masih belum memenuhi syarat dalam jual belinya. Berdasarkan prinsip Maslahah, praktik pengurangan timbangan ini tidak membawa manfaat bagi masyarakat luas, melainkan menciptakan ketidakadilan dan kerugian. Jual beli dengan sistem tersebut tidak diperbolehkan menurut Hukum Islam
Tradisi Handep Oleh Muslim Dayak Ngaju Dalam Acara Walimatul Ursy Di Desa Sei Tatas Hilir Kecematan Pulau Petak Kabupaten Kapuas
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tradisi yang bekembang di masyarakat Desa Sei Tatas Hilir Kecamatan Pulau Petak Kabupaten Kapuas, yakni tradisi Handep oleh masyarakat muslim Dayak Ngaju dalam acara Walimatul Ursy. Handep adalah tradisi gotong royong yang dilakukan secara bersama-sama. Oleh karena itu kajian ini difokuskan pada persepsi masyarakat terhadap tradisi Handep dalam acara Walimatul Ursy di Desa Sei Tatas Hilir Kecamatan Pulau Petak Kabupaten Kapuas dan urgensi Handep oleh masyarakat muslim Dayak Ngaju dalam acara Walimatul Ursy. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian hukum empiris sosiologis dengan pendekatan sosio-legal. Subjek penelitian ini berjumlah 10 orang dan objeknya berada di Desa Sei Tatas Hilir. Hasil penelitian ini menemukan bahwa tradisi Handep merupakan sebagai bentuk saling tolong menolong dalam acara Walimatul Ursy untuk membantu mensukseskan hajat Sohibul acara. Kekentalan handep juga mempererat kekerabatan antar masyarakat di Desa Sei Tatas Hilir dengan terciptanya masyarakat yang damai dan tentram. Handep adalah sebuah warisan nenek moyang yang harus dikembangkan dan dilestarikan agar kita saling menebarkan kebaikan dengan sesama dan selalu mengingat atas kebaikan seseorang. Masyarakat di Desa Sei Tatas Hilir berpandangan handep sama halnya seperti hutang yang harus dibayar. Mengenai urgensi daripada tradisi pencatatan handep dalam acara walimatul ursy ialah untuk membelas budi atas kebaikan seseorang, menjaga tali silaturahmi dan kekerabatan agar tidak putus, dan memudahkan kita membayar handep, sehingga handep akan terus ada dan hidup di masyarakat hingga kapanpun
Penolakan Permohonan Isbat Nikah Pada Pasangan Nikah Siri Dalam Penetapan Nomor 81/Pdt.P/2023/Pa.Spt
Perkara isbat nikah nomor 81/Pdt.P/2023/PA.Spt penolakan oleh hakim padahal pemohon sudah menikah secara siri dan sudah punya anak. Fokus permasalahan dalam penelitian ini yaitu alasan ditolaknya isbat nikah dalam putusan perkara nomor 81/Pdt.P/2023/PA.Spt secara filosofis, sosiologis, dan yuridis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif dengan pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kasus. Bahan Hukum yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tesier. Analisis data yang dikaji yaitu tentang Analisis Putusan Hakim Terhadap Perkara Isbat Nikah Pada Pasangan Nikah Siri, kemudian dilakukan analisa dengan menggunakan teori, yaitu teori keadilan, kepastian hukum dan maslahah. Berdasarkan Hasil Penelitian dari pertimbangan hakim dalam penetapan perkara Nomor 81/Pdt.P/2023/PA.Spt berdasarkan pertimbangan secara filosofis, sosiologis, yuridis. Secara Filosofis majelis hakim yang mengadili perkara ini memberikan pertimbangan hukum dari doktrin hukum Islam yang terdapat dalam Kitab I’ānah al-Thalībin Juz IV halaman 304, Kitab Al-Asybāh wa al-Nazhā’ir karya Imam Tajuddin Abdul Wahhab al-Subki halaman 138 dan pernyataan pakar hukum Islam Abdul Wahhab Khalaf dalam karyanya Ilmu Ushūl Fiqh halaman 390. Secara sosiologis yaitu telah memberikan jalan keluar terbaik bagi para pemohon dengan menikah ulang secara resmi dan dicatatkan di Kantor Urusan Agama. Secara yuridis yaitu pernikahan di bawah umur tidak dibenarkan dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2019 Pada Pasal 7 Ayat 1 perubahan atas Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 yang menerangkan bahwa “perkawinan hanya dizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 Tahun”
Tanggung Jawab Wali Terhadap Hak Anak Asuh Di Kelurahan Pahandut Kota Palangka Raya
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman wali mengenai peran dan tanggung jawab mereka terhadap hak-hak anak asuh di bawah perwaliannya. Fokus penelitian ini adalah bagaimana tanggung jawab wali dalam memenuhi hak anak asuh di Kelurahan Pahandut, Kota Palangka Raya, serta solusi bagi wali dalam menjalankan tanggung jawab tersebut. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan socio-legal untuk mengamati dan menganalisis tanggung jawab wali dalam memenuhi hak-hak anak asuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun para wali berusaha memenuhi kebutuhan dasar hak anak asuh, seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal, beberapa hak anak asuh belum terpenuhi dengan baik. Tantangan yang dihadapi oleh para wali termasuk kurangnya perhatian terhadap ibadah spiritual anak, pengurusan dokumen identitas yang belum tuntas, pengawasan yang kurang terhadap pergaulan anak, serta keterbatasan dalam menyediakan fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan seperti BPJS. Sebagai solusi, para wali disarankan untuk memastikan lingkungan yang aman, terlibat secara emosional dengan anak, mengatur aktivitas sosial, dan memperbaiki komunikasi. Mereka juga diharapkan untuk melibatkan anak dalam kegiatan keagamaan dengan cara yang menarik, memberikan pendidikan moral, memanfaatkan dukungan dari lembaga sosial dan pemerintah, mengawasi kegiatan anak, serta mencari bantuan pendidikan dari berbagai sumber agar anak mendapatkan pendidikan yang layak
Kesadaran Hukum Menggunakan Produk Kosmetik Tanpa Label Halal Oleh Penata Rias Palangka Raya
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kecenderungan penata rias pengantin menggunakan kosmetik tidak berlabel halal. Rumusan masalah yang di pakai yaitu 1). Bagaimana kesadaran hukum menggunakan produk kosmetik tanpa label halal oleh penata rias palangka raya. 2). Apa saja faktor-faktor determinan dalam memilih produk kosmetik tanpa label halal oleh Penata Rias Pengantin di Kota Palangka Raya. Penelitian ini merupakan penelitian jenis lapangan (field research) yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi dengan menggunakan pendekatan socio legal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subjek dan informan secara keseluruhan berjumlah enam orang yaitu Penata Rias Pengantin yang ada 4 (empat), Staff BPOM dan pasangan pengantin di Kota Palangka Raya, adapun objek dari penelitian ini yaitu 1 (satu) pasangan pengantin. Hasil penelitian: (1). Kosmetik tanpa label halal umumnya tidak menjadi permasalahan di kalangan penata rias pengantin, meskipun ada sebagian yang mempertanyakan status kehalalan produk tersebut. Banyak penata rias tetap menggunakan kosmetik tanpa label halal karena faktor kecocokan produk dengan kebutuhan individu, yang sering kali diutamakan daripada aspek kualitas. Dari perspektif teori kesadaran hukum, meskipun penata rias di Palangka Raya memahami bahwa kosmetik berlabel halal lebih aman dan sesuai syariat Islam, pemahaman mereka sering kali terbatas dan tidak mendalam, khususnya terkait peraturan hukum seperti UU No. 33 Tahun 2014. Faktor ekonomi, ketersediaan produk tanpa label halal yang lebih luas, serta kurangnya edukasi hukum dan agama menjadi penyebab utama rendahnya kesadaran hukum. Hal ini menyebabkan banyak penata rias bersikap permisif, lebih mengutamakan fungsionalitas dan harga, sehingga mengabaikan kehalalan produk yang digunakan. (2). Penelitian menunjukan bahwa label halal tidak mempengaruhi keputusan penggunaan kosmetik oleh Penata Rias Pengantin Kesadaran hukum menggunakan produk kosmetik tanpa label halal oleh penata rias palangka raya dipengaruhi beberapa faktor yaitu harga yang lebih murah, ketersediaan, kualitas, merek terkenal, serta kurangnya pengetahuan tentang pentingnya produk halal
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Sektor Umkm Kuliner Di Kota Palangka Raya
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kesadaran wajib pajak, pengetahuan dan pemahaman, sanksi denda,dan kualitas pelayanan fiskus terhadap kepatuhan membayar pajak pada sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Kuliner. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 76 orang responden yang merupakan pemilik usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kuliner yang berada di kota Palangka Raya.
Hasil dalam penelitian ini dikumpulkan melalui kuesioner yang diproses dan dianalisis dengan menggunakan analisis regresi berganda. Metode yang digunakan dalam penentuan sampel dalam penelitian ini adalah Rumus lemeshow. Uji kualitas data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas dan uji reiabelitas menggunakan cronbach Alpha. Untuk uji hipotesis dalam penelitian ini, peneliti menggunakan uji R² yang sudah disesuaikan, uji F, dan uji t.
Hasil data penelitian ini menunjukan bahwa semua variabel berpengaruh secara signifikan seperti kesadaran wajib pajak, pengetahuan dan pemahaman, sanksi denda, dan kualitas pelayanan fiskus berpengaruh terhadap kepatuhan membayar pajak pada sektor usaha mikro kecil dan menengah dengan nilai signifikan masing – masing sebesar (X1) 0,000, (X2) 0,001, (X3) 0,032, dan (X4) 0,000. Akan tetapi dilakukan pengujian secara bersama – sama, semua variabel berpengaruh secara signifikan dan nilai segnifikan sebesar 0,000.
Abstrak
This study aims to examine the effect of taxpayer awareness, knowledge and understanding, penalty sanctions, and quality of fiscal services on tax compliance in the culinary micro, small and medium enterprises (MSMEs) sector. The sample in this study was 76 respondents who were owners of culinary micro, small and medium enterprises (MSMEs) in the city of Palangka Raya.
The results in this study were collected through questionnaires that were processed and analyzed using multiple regression analysis. The method used in determining the sample in this study is the Lemeshow formula. The data quality test used in this study was a validity test and a reliability test using Cronbach Alpha. To test the hypothesis in this study, researchers used the adjusted R² test, F test, and t test.
The results of this study data show that all variables have a significant effect such as taxpayer awareness, knowledge and understanding, penalty sanctions, and quality of fiscal services affect tax compliance in the micro, small and medium enterprises sector with significant values of (X1) 0.000, (X2) 0.001, (X3) 0.032, and (X4) 0.000, respectively. However, testing is carried out together, all variables have a significant effect and a significant value of 0.000
Pengaruh Dividen Policy Terhadap Price Book Value Dengan Kepemilikan Manajerial Sebagai Variabel Intervening Pada Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi
Saham sektor industri barang konsumsi merupakan salah satu yang menjadi incaran investor di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada tahun 2020 hingga 2021 terjadi pandemi covid-19 yang melanda Indonesia dan mengakibatkan terpukulnya pertumbuhan ekonomi di berbagai negara, dan salah satu sektor yang mampu bertahan adalah sektor konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dividend policy terhadap price book value dengan kepemilikan manajerial sebagai variabel intervening.
Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Populasi penelitian ini adalah perusahaan sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018-2022. Pemilihan sampel menggunakan metode sampel jenuh, sehingga diperoleh 14 perusahaan dengan total 70 data selama periode penelitian. Teknik pengolahan data menggunakan Software Partial Least Square (PLS) versi 4.0, dengan metode analisis data SEM-PLS.
Hasil analisis data dalam penelitian ini menunjukkan bahwa dividend policy tidak berpengaruh terhadap price book value. Kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap price book value. Dividend policy berpengaruh terhadap kepemilikan manajerial. Dividend policy tidak berpengaruh terhadap price book value melalui kepemilikan manajerial sebagai variabel intervening.
Abstrak
Shares in the consumer goods industry sector are one of the targets of investors on the Indonesia Stock Exchange (BEI). In 2020 to 2021, the Covid-19 pandemic hit Indonesia and resulted in a hit to economic growth in various countries, and one of the sectors that was able to survive was the consumption sector. This research aims to analyze the effect of dividend policy on price book value with managerial ownership as an intervening variable.
The research approach using quantitative methods with an ex post facto type of research. The population of this research is companies in the consumer goods industry sector listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) for the 2018-2022 period. Sample selection used the saturated sample method, resulting in 14 companies with a total of 70 data during the research period. The data processing technique uses Partial Least Square (PLS) software version 4.0, with the SEM-PLS data analysis method.
The results of data analysis in this study show that dividend policy has no effect on price book value. Managerial ownership has no effect on price book value. Dividend policy influences managerial ownership. Dividend policy has no effect on price book value through managerial ownership as an intervening variable
Penerapan Psak No. 109 Tentang Akuntansi Zakat Dan Infak / Sedekah Pada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Palangka Raya
Penelitian ini mengkaji tentang penerapan PSAK No. 109 tentang zakat dan infak/sedekah pada Badan Amil Zakat Nasional Kota Palangka Raya (BAZNAS Kota Palangka Raya) serta kendala dalam penerapan akuntansi zakat dan infak/sedekah pada Badan Amil Zakat Nasional Kota Palangka Raya (BAZNAS Kota Palangka Raya) dalam penerapan akuntansi zakat dan infak/sedekah pada berdasarkan PSAK No.109.
Penelitian ini menggunakan pendekatan interpretif dengan jenis penelitian kualitatif. Adapun subjek penelitian yaitu sumber data yang dapat memberikan data dan informasi terkait penelitian adalah 2 orang staf BAZNAS Kota Palangka Raya dan 1 orang Staf Pontren Kemenag Kota Palangka Raya. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta verifikasi.
Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu: 1) Penerapan PSAK No. 109 tentang zakat dan infak/sedekah pada Badan Amil Zakat Nasional Kota Palangka Raya (BAZNAS Kota Palangka Raya) mulai dilaksanakan pada tahun 2021 yang mana sebelumnya mereka menggunakan sistem pelaporan manual berdasarkan aturan dari BAZNAS pusat. Dalam hal pelaporan, antara laporan zakat, infaq, dan sedekah disajikan dalam laporan yang berbeda karena perbedaan asnad dalam penerimaannya dengan disertai 2 tim audit yang bertugas untuk memeriksa tentang kebenaran aliran dana serta benar tidaknya secara syar’i yang dilakukan oleh badan independen dan kementerian agama. 2) Kendala yang dihadapi Badan Amil Zakat Nasional Kota Palangka Raya (BAZNAS Kota Palangka Raya) dalam penerapan akuntansi zakat dan infak/sedekah pada PSAK No. 109 berdasarkan hasil penelitian adalah kurangnya pengetahuan dari segi SDM dalam penerapan PSAK No. 109 yang baik dalam menyusun laporan keuangan. Selain itu kurang tenaga ahli dalam menerapkan laporan keuangan berdasarkan PSAK No. 109. Pendanaan yang kurang dari BAZNAS Kota Palangka Raya sendiri dan tidak adanya anggaran yang diberikan pusat pada daerah untuk dapat mengikuti pelatihan tentang penerapan akuntansi zakat dan infak/sedekah berdasarkan PSAK No.109 juga menjadi kendala dalam penerapan akuntansi keuangan berdasarkan PSAK No. 109 dari BAZNAS Kota Palangka Raya.
ABSTRACT
This research examines the implementation of PSAK No. 109 concerning zakat and infaq/alms at the Palangka Raya City National Zakat Agency (BAZNAS Palangka Raya City) as well as analysis of obstacles in implementing zakat and infaq/alms accounting at the Palangka Raya City National Zakat Amil Agency (Palangka Raya City BAZNAS) in implementing zakat accounting and infaq/alms based on PSAK No.109.
This research uses an interpretive approach with a qualitative research type. The research subjects, namely data sources who can provide data and information related to research, are 2 BAZNAS staff from Palangka Raya City and 1 staff from the Ministry of Religion Islamic Boarding School of Palangka Raya City. Data collection techniques include observation, interviews and documentation which are then analyzed through the stages of data reduction, data presentation and verification.
The conclusions in this research are: 1) Implementation of PSAK No. 109 concerning zakat and infaq/alms at the Palangka Raya City National Amil Zakat Agency (BAZNAS Palangka Raya City) will begin to be implemented in 2021, where previously they used a manual reporting system based on the rules of the central BAZNAS. In terms of reporting, zakat, infaq and alms reports are presented in different reports due to differences in Asnad receipts accompanied by 2 audit teams tasked with checking the correctness of the flow of funds and whether or not they are carried out according to Sharia by independent bodies and the Ministry of Religion. 2) Obstacles faced by the Palangka Raya City National Zakat Agency (BAZNAS Palangka Raya City) in implementing zakat and infaq/alms accounting based on PSAK No. 109 based on research results is a lack of knowledge in terms of human resources in how to implement PSAK No. 109 which is good in preparing financial reports. Apart from that, there is also a lack of experts in implementing financial reports based on PSAK No. 109. Also, insufficient funding from BAZNAS Palangka Raya City itself and the absence of assistance funds provided by the center for regions to be able to take part in training on the application of zakat and infaq/alms accounting based on PSAK No. 109 are also obstacles in implementing financial accounting based on PSAK No. 109. 109 from BAZNAS Palangka Raya City
Moderasi Investment Opportunity Set Pada Pengaruh Dividend Yield Terhadap Return Saham Perusahaan Lq-45 Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Periode 2019-2022)
Pada tahun 2019-2022 Indeks LQ45 memiliki nilai Return negatif yang paling tinggi dibandingkan Indeks lainnya, hal ini membuktikan bahwa kerugian investasi di LQ45 cukup tinggi. Salah satu faktor yang dianggap dapat mempengaruhi return saham adalah Dividen Yield karena Dividen Yield menjelaskan return atas nilai indeks tertimbang pada setiap masing-masing perusahaan. Penelitian ini mengangkat isu mengenai pengaruh Dividen Yield terhadap return saham dengan investement opportunity set (IOS) sebagai variabel moderating. IOS diharapkan dapat memperkuat atau memperlemah pengaruh Dividen Yield terhadap return saham.Jika perusahaan mengambil keputusan investasi yang tinggi maka terjadi kecenderungan perusahaan akan membagikan dividen yang lebih besar. Semakin tinggi dividen yang diberikan, maka akan menarik investor, sehingga return saham juga akan meningkat.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan obervasi tidak langsung. Populasi dalam penelitian adalah perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2019-2022 sebanyak 45 perusahaan. Sampel penelitian berjumlah 19 perusahaan yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif, estimasi model regresi data panel, uji kesesuaian model regresi, uji prasyarat analisis, uji hipotesis, dan analisis regresi moderasi dimana seluruhnya menggunakan Eviews 13.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dividend Yield berpengaruh negatif signifikan terhadap return saham, Investment Opportunity Set berpengaruh positif signifikan terhadap Return saham. Hasil Uji regresi moderasi menunjukan bahwa Investment Opportunity Set tidak dapat memoderasi hubungan antara Dividend Yield terhadap Return saham. Investment Opportunity Set merupakan Predictor Moderasi (Moderasi Prediktor) artinya variabel Investment Opportunity Set hanya berperan sebagai variabel independent dalam model hubungan yang dibentuk. Investor dan calon investor, sebelum menanamkan modalnya harus benar-benar memperhatikan latar belakang manajemen perusahaan yang memang menghasilkan return tinggi dan juga dividen yang dibagikan. Hal ini karena belum tentu perusahaan yang membagikan dividen tinggi akan memiliki return yang tinggi pula.
ABSTRACT
In 2019-2022 the LQ45 Index had the highest negative return value compared to other indices, this proves that investment losses in LQ45 are quite high. One factor that is considered to influence stock returns is Dividend Yield because Dividend Yield explains the return on the weighted index value for each company. This research raises the issue of the influence of Dividend Yield on stock returns with investment opportunity set (IOS) as a moderating variable. IOS is expected to strengthen or weaken the influence of Dividend Yield on stock returns. If a company makes high investment decisions, there is a tendency for the company to distribute larger dividends. The higher the dividend given, the more it will attract investors, so stock returns will also increase.
The research method used in this research is quantitative with an associative type of research. The data collection technique used was indirect observation. The population in the research is LQ 45 companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2019-2022, totaling 45 companies. The research sample consisted of 19 companies selected using the purposive sampling method. This research uses descriptive statistical analysis, panel data regression model estimation, regression model suitability testing, analysis prerequisite tests, hypothesis testing, and moderated regression analysis, all of which use Eviews 13.
The research results show that Dividend Yield has a significant negative effect on stock returns, Investment Opportunity Set has a significant positive effect on stock returns. The results of the moderation regression test show that the Investment Opportunity Set cannot moderate the relationship between Dividend Yield and stock returns. The Investment Opportunity Set is a Moderation Predictor, meaning that the Investment Opportunity Set variable only acts as an independent variable in the relationship model that is formed. Investors and potential investors, before investing their capital, must really pay attention to the background of company management which produces high returns and also the dividends distributed. This is because it is not certain that companies that distribute high dividends will also have high returns