IAIN Palangka Raya

IAIN Palangkaraya
Not a member yet
    6024 research outputs found

    Penerapan Model Course Review Horay (Crh) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas Iv Di Mi Ar-Raudhah

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV di MI Ar-Raudhah pada mata pelajaran IPAS materi perubahan wujud benda dengan menggunakan model Course Review Horay, diantaranya: (1) Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran IPAS materi perubahan wujud benda menggunakan model Course Review Horay di kelas IV di MI Ar-Raudhah. (2) Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar kognitif siswa kelas IV di sekolah MI Ar-Raudhah mata pelajaran IPAS materi perubahan wujud benda menggunakan model Course Review Horay. Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan pada 2 siklus dikarenakan sudah mencapai keriteria keberhasilan 70%. Pada penelitian ini menggunakan model Kemmis & Mc Taggart yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi serta refleksi. Adapun subjek dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai guru dan siswa yang berjumlah 27 orang. Untuk teknik pengumpulan data ini menggunakan beberapa jenis yaitu observasi digunakan untuk mengamati aktivitas guru dan siswa selama pelaksanaan pembelajaran. Wawancara untuk menggali informasi bagaimana proses pembelajaran di kelas. Tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan memberikan berupa soal Pretest dan Posttest. Dokumentasi untuk mengumpulkan data serta foto atau gambar saat penelitian. Adapun hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa (1) Pelaksanaan model Course Review Horay pada mata pelajaran IPAS dikelas IV, dapat menciptakan suasana kelas yang meriah, kondusif serta siswa diajak belajar sambil bermain dan membuat siswa aktif saat proses pembelajaran sehingga memperoleh hasil temuan pada siklus I analisis aktivitas guru dalam mengelola kelas memperoleh hasil presentase 90,6% dengan interpretasi sangat baik dan meningkat pada siklus II menjadi 96,8%, kemudian hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I memperoleh hasil 87,5% dengan interpretasi sangat baik dan pada siklus II meningkat menjadi 97,5% dengan interpretasi sangat baik. (2) Peningkatan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Course Review Horay mata pelajaran IPAS dikelas IV, pada siklus I memperoleh hasil ketuntasan secara klasikal 51,8% sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 88,8% mencapai ketuntasan klasikal yang diharapkan yaitu 70%. Adapun hasil N-Gain Score pada siklus I memperoleh rata-rata 0.35 dengan kategori sedang, sedangkan pada siklus II memperoleh rata-rata 0.75 termasuk kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh peneliti, maka dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model Course Review Horay dapat meningkatkan hasil belajar siswa. ABSTRACT This study aimed to improve learning outcomes of grade 4 students at MI Ar-Raudhah on IPAS subject on changes in the state in matter topic by using Course Review Horay model, specifically: (1) To describe the implementation of IPAS subject on changes in the state in matter topic by using Course Review Horay model of grade 4 students at MI Ar-Raudhah. (2) To describe the improvement of grade 4 students cognitive learning outcomes on IPAS subject on changes in the state in matter topic by using Course Review Horay model. This study applied Classroom Action Research (CAR) method by conducting 2 cycles as it already reached the successful criteria of 70%. It used Kemmis & Mc Taggart model consisting of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of the study were 27 students and one teacher (the researcher herself). The data collection techniques included observation to monitor teacher and student activities during learning process, interviews to gather information about learning process in the classroom, tests to assess students learning outcomes by providing pre-tests and post-tests, and documentation to collect data and photos or images during the research. The results of the study showed that (1) the implementation of Course Review Horay model on IPAS subject of grade 4 students could create a lively, conducive classroom atmosphere where students were invited to learn while playing, making them active during the learning process. The results of the first cycle showed that the teacher’s activity in managing the class achieved a percentage of 90.6% with a very good interpretation, which increased to 96.8% in the second cycle. Similarly, the observation of student activities in the first cycle achieved a result of 87.5% with a very good interpretation, which increased to 97.5% in the second cycle with a very good interpretation. (2) The improvement in student learning outcomes using Course Review Horay model on IPAS subject of grade 4 students showed that in the first cycle, the classical completeness rate was 51.8%, while in the second cycle it increased to 88.8%, reaching the expected classical completeness of 70%. The N-Gain Score in the first cycle averaged 0.35, categorized as medium; while in the second cycle it averaged 0.75, categorized as high. Based on the results obtained, it can be concluded that applying Course Review Horay model can improve student learning outcomes

    Peran Kepemimpinan Lurah Dalam Pengelolaan Sampah Di Kelurahan Tanjung Pinang Kota Palangka Raya

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebijakan dalam pengelolaan sampah di Kelurahan Tanjung Pinang Kota Palangka Raya yang masih belum terlaksana dengan optimal. Hal tersebut terlihat dari banyaknya timbunan sampah yang masih bertumpuk di setiap depo sampah bahkan hingga pembuangan akhir,dimana sampah belum terkelola dengan baik. Fokus permasalahan pada penelitian ini yaitu (1) Bagaimana peran lurah dalam pengelolaan sampah di Kelurahan Tanjung Pinang Kota Palangka Raya? (2) apa saja faktor penghambat dalam proses pengelolaan sampah di Kelurahan Tanjung Pinang Kota Palangka Raya?. Penelitian yang dilakukan menggunakan Penelitian Hukum (Empiris),pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan social-legal. Subjek Penelitian adalah 6 (enam) orang yang terdiri dari Lurah,sekretaris lurah,seksi pemerintahan keamanan dan ketertiban,seksi kesejahteraan sosial,seksi pembangunan dan pemberdayaan, jabatan fungsional umum,serta informan 2 (dua) orang yaitu ketua RT 02 kelurahan tanjung pinang dan Ketua LKK. Hasil penelitian menunjukan bahwasanya:(1) Peran kepemimpinan lurah dalam pengelolaan sampah di kelurahan tanjung pinang kota palangka raya diketahui masih belum berjalan secara efektif. Berkaitan dengan teori tanggung jawab yang menunjukan bahwasanya tanggung jawab dari lurah masih belum terlaksana secara optimal. (2) faktor penghambat dalam proses pengelolaan sampah kurangnya lahan,sarana dan prasarana yang belum memadai,serta program 3R yang belum dilaksanakan hingga saat ini,pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam pentingnya pengelolaan sampah juga masih menjadi salah satu kendala dalam mewujudkan implementasi peraturan sehingga sosialisasi untuk mengedukasi masyarakat sangat penting dalam hal tersebut merupakan tanggung jawab dari instansi yang berwenang,dihubungkan dengan teori maqāsid asy-syarī‘ah,kerjasama ini bertujuan untuk mewujudkan kebaikan sekaligus menghindari keburukan agar manusia bersama-sama menjaga. ABSTRACT This research is motivated by policies in waste management in Tanjung Pinang Village,Palangka Raya City which are still not implemented optimally. This can be seen from the large piles of waste that are still piled up in every waste depot, even at the final disposal site,where the waste has not been managed properly. The focus of the problem in this research is (1) What is the role of the village head in waste management in Tanjung Pinang Village,Palangka Raya City? (2) What are the inhibiting factors in the waste management process in Tanjung Pinang Village, Palangka Raya City? The research carried out uses Legal Research (Empirical), the approach used is the social-legal approach. The research subjects were 6 (six) people consisting of the village head, village head secretary,security and order government section,social welfare section,development and empowerment section,general functional positions,as well as 2 (two) informants,namely the head of RT 02. Tanjung Pinang sub-district and Chairman of LKK. The results of the research show that: (1) It is known that the leadership role of the village head in waste management in Tanjung Pinang sub-district. Palangka Raya city is still not running effectively. In connection with the theory of responsibility which shows that the responsibilities of the village head are still not carried out optimally. (2) inhibiting factors in the waste management process are lack of land, inadequate facilities and infrastructure,as well as the 3R program which has not been implemented to date,public understanding and awareness of the importance of waste management is also still one of the obstacles in realizing the implementation of regulations so that socialization for Educating the public is very important in that this is the responsibility of the authorized agency,connected with the theory of maqāsid asy-syarī'ah,this collaboration aims to realize goodness while avoiding evil so that people can work together to protect it

    Implementasi Model Konseling Self Disclosure Untuk Mengurangi Konflik Menantu Dan Mertua Yang Tinggal Serumah Di Kota Palangka Raya

    No full text
    Conflicts between sons-in-law and in-laws are often a problem in families that live in the same house. This kind of conflict can disturb family harmony and peace and affect the son-in-law's household. Therefore, this study aims to see the application of the self-disclosure counseling model as a strategy to reduce conflicts between sons-in-law and in-laws who live in the same house in the city of Palangka Raya. This research method uses a descriptive qualitative approach, with data collection methods, namely interviews and observations. The sample selection technique in this study uses purposive sampling, which is the determination of samples with certain criteria. The informant in this study was 1 daughter-in-law who lived in the same house with her in-laws on Jl. Dr. Murjani Gg. Giat. The criteria for informants are a son-in-law who is identified as having conflicts with in-laws and living in the same house. Furthermore, data processing by observation, interviews, data is analyzed, and concluded or verified. The results of the study show that the implementation of the self-disclosure counseling model to reduce conflicts between sons-in-law and in-laws who live in the same house, can be used to reduce or minimize conflicts between sons-in-law and in-laws who live in the same house. It is evidenced by the overall observation of the counseling process, where the counselor seems burdened with the problems experienced with his in-laws and difficulties in building communication and being open with his in-laws. However, after conducting individual counseling by applying self-disclosure techniques based on what the counselor conveyed, that the counselor has begun to be open, has been able to convey what he feels, and is able to express his opinion. There are several obstacles in the implementation of self-disclosure counseling to reduce conflicts between the son-in-law and the in-laws who live in the same house, namely the counselor has never participated in counseling activities before, the counselor is less open in expressing problems, the counselor does not understand the counselor's explanation, the counselor is less focused on counseling activities. ABSTRAK Konflik antara menantu dan mertua seringkali menjadi masalah dalam keluarga yang tinggal serumah. Konflik semacam ini dapat menggangu keharmonisan dan kedamaian keluarga serta mempengaruhi rumah tangga menantu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat penerapan model konseling self disclosure sebagai strategi untuk mengurangi konflik menantu dan mertua yang tinggal serumah di kota Palangka Raya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data yaitu wawancara dan observasi. Teknik pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling, yaitu penentuan sampel dengan kriteria tertentu. Informan dalam penelitian ini yaitu 1 orang menantu perempuan yang tinggal serumah dengan mertua di Jl. Dr. Murjani Gg. Giat. Adapun kriteria informan yaitu seorang menantu yang teridentifikasi memiliki konflik dengan mertua dan tinggal serumah. Selanjutnya pengolahan data dengan observasi, wawancara, data dianalisis, dan disimpulkan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model konseling self disclosure untuk mengurangi konflik menantu dan mertua yang tinggal serumah, mampu digunakan untuk mengurangi atau meminimalisir konflik menantu terhadap mertua yang tinggal serumah. Dibuktikan dengan observasi secara keseluruhan dari proses konseling, dimana konseli terlihat terbebani dengan masalah yang dialami dengan mertuanya dan kesulitan dalam membangun komunikasi serta bersikap terbuka dengan mertua. Namun setelah melakukan konseling individu dengan menerapkan teknik self disclosure berdasarkan yang disampaikan konseli, bahwa konseli sudah mulai terbuka, sudah mampu menyampaikan apa yang dirasakannya, dan mampu menyampaikan pendapat. Adapun beberapa kendala yang terdapat dalam penerapan konseling self disclosure untuk mengurangi konflik menantu dengan mertua yang tinggal serumah yaitu konseli belum pernah mengikuti kegiatan konseling sebelumnya, konseli kurang terbuka dalam mengungkapkan masalah, konseli kurang memahami penjelasan konselor, konseli kurang fokus dalam kegiatan konseling

    Pengantar Sosiologi

    Get PDF
    Buku ini banyak berbicara tentang sosiologi baik dalam aspek sejarah berkembangnya sosiologi sebagai disiplin ilmu,karakteristik dan beberapa pendapat tokoh-tokoh sosiolog. Selain itu juga memuat tentang bagaimana bagian terpenting hubungannya antara masyarakat satu dengan lainnya, seperti adanya interaksi sosial dan ruang lingkupnya, dimana ini menjadi poin penting demi terlaksananya komunikasi yang baik dan bijak. Serta beberapa kajian baik pada ranah budaya, politik, gender, stratifikasi sosial, agama menurut beberapa tokoh sosiolog klasik dan beberapa masalah sosial seperti kemiskinan dan kriminalita

    Iddah Belief Demands That Are Not Under the Husband's Capability in the City of Palangaka Raya

    Get PDF
    This research was motivated by a case that the researcher found in the wife’s application for idah maintenance, she did not ask for the amount of idah maintenance voluntarily but rather requested idah maintenance which burdened the husband. Therefore, this study focuses on why wives demand an income not by their husband’s abilities in Palangka Raya and how the husband’s attitude responds to the wife’s demands for an income that does not follow his abilities in Palangka Raya. The qualitative method used in this research uses empirical legal research with a sociological juridical type, with a socio- legal approach. The research results show: 1. The exwife demands a living that is not following the ex-husband’s capabilities in Palangka Raya,according to the theory of responsibility. The ex-husband has fulfilled his obligations. Benefits occur from providing idah maintenance according to the exhusband’s capabilities as stipulated in the decision. 2. Ex-husbands in Palangka Raya respond to their wives’ demands regarding income with honesty and openness. The ex-husband showed a social attitude by promising to pay part of idah’s maintenance, although not in full. This attitude is important to maintain good relations and avoid bab prejudice in the future between husband and wife who have divorced. Abstract Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya kasus yang ditemukan peneliti dalam permohonan nafkah idah istri tidak meminta besaran nafkah idah secara suka rela melainkan permintaan nafkah idah yang memberatkan suami. Oleh karena itu kajian ini difokuskan pada mengapa istri menuntut nafkah idah yang tidak sesuai dengan kemampuan suami di kota Palangka Raya dan bagaimana sikap suami dalam menanggapi tuntutan istri dalam nafkah idah yang tidak sesuai dengankemampuannya di kota Palangka Raya. Metode kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris dengan tipe yuridis sosiologis, dengan pendekatan Socio-legal. Hasil penelitian menunjukan:1. Mantan istri menuntut nafkah idah yang tidak sesuai dengan kemampuan mantan suami di Palangka Raya, sesuai teori tanggung jawab. Mantan suami telah memenuhi kewajibannya.Kemaslahatan terjadi dari pemberian nafkah idah sesuai kemampuan mantan suami seperti yang ditetapkan dalam putusan. 2. Mantan suami di Palangka Raya menanggapi tuntutan istri terkait nafkah idah dengan jujur dan keterbukaan. Mantan suami menunjukkan sikap sosial dengan berjanji membayar sebagian nafkah idah meskipun tidak sepenuhnya. Sikap ini penting untuk menjaga hubungan baik serta menghindari prasangka buruk di masa depan antara suami dan istri yang telah bercerai

    The Role of Sharia Economics in Economic Resilience Towards a Golden Indonesia 2045

    Get PDF
    This study delvesinto the role ofIslamic economicsin achieving economic resilience and how this role cancontribute to Indonesia's vision of "Indonesia Emas" (Golden Indonesia). The research analyzes literatureand employs conceptual analysis methods to elucidate various ways in which Islamic economics can strengthen the foundation of Indonesia's economic resilience. It is hoped that a profound understanding ofthe principles of Islamic economics will enable the incorporation of Islamic principles into national economic policies. The study indicates that the implementation of Islamic economics can contribute to inclusive and sustainable economic growth. Forstrategic projects, Sharia-compliantfinancial instrumentssuch assukuk and Islamic banking can be utilized to generate sustainable sources of funding. Additionally, the principles of Islamic economics can help sustain the real sector of the economy and reduce systemic risks in the context of economic resilience. By implementing Islamic economics, small and medium enterprises (SMEs) and local economic sectors may thrive, enhancing income distribution and reducing economic inequality. In conclusion, this research discusses the role of Islamic economics in achieving economic resilience both conceptually and practically. The findings of this study are expected to provide a foundation for the development of sustainable and inclusive policies, aligning with Indonesia's commitmentto becoming a "Golden" country in the context of a just and sustainable econom

    Menjadi Guru Hebat:Dalam Membangun Kesiapan Belajar Perspektif Pendidikan Islam Abad 21 (Editor: Surawan)

    Get PDF
    Buku Menjadi Guru Hebat: Dalam Membangun Kesiapan Belajar Perspektif Pendidikan Islam Abad 21 ini merupakan buku yang membahas tentang pembelajaran yang efektif dan berkualitas serta kemampuan guru dalam keterampilan mengaja

    Discovery learning dalam kurikulum merdeka

    Get PDF
    Kurikulum Merdeka hadir sebagai terobosan dalam dunia pendidikan Indonesia, memberikan kebebasan bagi pendidik dan peserta didik untuk mengeksplorasi, mengembangkan, dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan secara lebih fleksibel dan relevan. Dalam konteks ini, Discovery Learning menjadi pendekatan yang sangat tepat untuk diterapkan, karena mendorong siswa untuk aktif mencari, menemukan, dan memahami konsep-konsep baru melalui proses penemuan sendiri. Buku ini disusun dengan tujuan untuk memberikan panduan praktis bagi para pendidik dalam mengimplementasikan Discovery Learning di kelas. Kami menyadari bahwa setiap pendidik memiliki tantangan dan kondisi yang berbeda, oleh karena itu, buku ini menyajikan berbagai strategi, contoh kasus,dan langkah-langkah konkret yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing

    Manajemen Pemasaran: Konsep dan Teori

    Get PDF

    Pendidikan Islam di Abad 21: Konsep, Metode & dinamisasi Human Resources

    Get PDF
    Buku Pendidikan Islam di Abad 21 ini merupakan buku referensi yang kami susun yang diperuntukkan sebagai bahan referensi bagi mahasiswa dan masyarakat umum. Adapun materi dalam buku ini adalah ; 1. Pendahuluan 2. Menjadi Manusia di Abad 21 3. “Baiti Jannati” Bagi Keluarga Masa Abad 21 4. Model Pergaulan Remaja Abad 21 5. Pendidikan Islam Masa Depa

    5,416

    full texts

    6,024

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IAIN Palangkaraya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇