6024 research outputs found
Sort by
Pengaruh Modal Usaha Dan Jam Kerja Terhadap Omzet Penjualan Dengan Jumlah Pembeli Sebagai Variabel Intervening Pada Umkm Pedagang Bakso Di Kota Palangka Raya
Usaha Mikro Kecil dan Menengah memegang peranan penting dalam kegiatan ekonomi dan pembangunan perekonomian suatu negara. Pedagang bakso adalah salah satu usaha yang merupakan roda perekonomian nasional khususnya dalam Pembangunan ekonomi dan penyedia lapangan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh modal usaha dan jam kerja terhadap omzet penjualan dengan jumlah pembeli sebagai variabel Intervening pada UMKM pedagang bakso di Kota Palangka Raya.
Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian ini menggunakan penelitian explanatory research. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 95 unit. Sample yang diperoleh dalam penelitian ini adalah 49 responden UMKM pedagang bakso. Pengambilan sampel menggunakan metode rumus Slovin. Metode analisis yang digunakan adalah menggunakan analisis jalur yang dibantu dengan software SmartPLS.
Hasil penelitian ini dapat menunjukkan bahwa Modal Usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap Jumlah Pembeli, Jam Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Jumlah Pembeli, Jumlah Pembeli berpengaruh positif dan signifikan terhadap Omzet Penjualan, sedangkan Jam Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap Omzet Penjualan, Modal Usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap Omzet Penjualan melalui Jumlah Pembeli sebagai variabel Intervening, Jam Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Omzet Penjualan melalui Jumlah Pembeli sebagai variabel Intervening. Berdasarkan hasil pengujian R-Square pada SmartPLS nilai R2 Adjusted untuk variabel jumlah pembeli sebesar 64% sedangkan nilai R2 Adjusted untuk variabel omzet penjualan sebesar 84%. Saran untuk peneliti selanjutnya agar meningkatkan jumlah respondennya agar lebih valid dan konkrit, memperluas lokasi penelitian, menambah variabel diluar penelitian ini (Modal Usaha, Jam Kerja, Omzet Penjualan dan Jumlah Pembeli).
ABSTRACT
Micro, Small and Medium Enterprises play an important role in the economic activities and economic development of a country. Meatball traders are one of the businesses that are the wheels of the national economy, especially in economic development and employment providers. This study aims to determine and analyze the effect of business capital and working hours on sales turnover with the number of buyers as an intervening variable in MSME meatball traders in Palangka Raya City.
The approach in this study uses a quantitative approach and this type of research uses explanatory research. The population in this study amounted to 95 units. The sample obtained in this study was 49 respondents of MSME meatball traders. Sampling using the Slovin formula method. The analysis method used is using path analysis assisted by SmartPLS software.
The results of this study can show that Business Capital has a positive and significant effect on the Number of Buyers, Working Hours has a positive and significant effect on the Number of Buyers, the Number of Buyers has a positive and significant effect on Sales Turnover, while Working Hours has no significant effect on Sales Turnover, Business Capital has a positive and significant effect on Sales Turnover through the Number of Buyers as an Intervening variable, Working Hours has a positive and significant effect on Sales Turnover through the Number of Buyers as an Intervening variable. Based on the results of R-Square testing on SmartPLS, the Adjusted R2 value for the number of buyers variable is 64% while the Adjusted R2 value for the sales turnover variable is 84%. Suggestions for further researchers to increase the number of respondents to make it more valid and concrete, expand the research location, add variables outside this study (Business Capital, Working Hours, Sales Turnover and Number of Buyers)
Pengaruh Pengetahuan Muzakki, Akuntabilitas Dan Transparansi Pengelolaan Zakat Terhadap Minat Membayar Zakat Pada Baznas Kabupaten Kapuas
Mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Islam yang kental dengan ibadah sosial, merupakan salah satu potensi besar dalam usaha mensejahterakan masyarakat, baik dalam penggalangan dana maupun penyediaan fasilitas. Islam merupakan agama yang bersifat umum mengenai pemahaman dari segala masalah kehidupan. Islam memberikan media berupa “zakat” untuk mengaplikasikan kepedulian sosial dengan mengharuskan umatnya yang telah memenuhi syarat untuk membayar zakat.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis seberapa besar pengaruh pengetahuan muzakki, akuntabilitas, dan transparansi terhadap minat membayar zakat di BAZNAS Kabupaten Kapus. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah jenis paradikma yang bersifat kuantitatif dengan jenis penelitian ini ialah kausal asosiatif. Pengumpulan data ini dilakukan dengan menyebarkan kueisioner yang diukur melalui skala likert. Populasi yang diambil dalam penelitian ini yaitu para muzakki yang membayar zakat di BAZNAS Kabupaten Kapuas yang berjumlah 35.036 orang. Teknik penghitungan yang digunakan untuk menghitung sampel dari populasi adalah rumus slovin diperoleh sebanyak 100 responden. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis linier berganda dengan mengggunakan program SPSS 25.
Berdasarkan pengujian hipotesis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa variabel pengetahuan muzakki secara persial berpengaruh positif terhadap minat membayar zakat dengan nilai signifikan 0,000 yang mana nilai tersebut lebih kecil dibandingkan tingkat signifikansi yang ditetapkan yaitu 0,05. Variabel akuntabilitas secara persial berpengaruh positif terhadap minat membayar zakat dengan nilai signifikan 0,000 yang mana nilai tersebut lebih kecil dibandingkan tingkat signifikansi yang ditetapkan yaitu 0,05. Variabel transparansi secara persial berpengaruh positif terhadap minat membayar zakat dengan nilai signifikan 0,009 yang mana nilai tersebut lebih kecil dibandingkan tingkat signifikansi yang ditetapkan yaitu 0,05. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukan nilai Adjusted R Square adalah sebesar 0,442. Artinya 44,2% minat membayar zakat di BAZNAS Kabupaten Kapuas disebabkan oleh pengetahuan muzakki, akuntabilitas, dan transparansi sedangkan 55,8% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini.
ABSTRAC
The majority of Indonesia's population is Muslim. Islam, which is strong in social worship, has great potential in efforts to improve the welfare of society, both in raising funds and providing facilities. Islam is a religion that is general in nature regarding the understanding of all life problems. Islam provides a medium in the form of "zakat" to apply social care by requiring its followers who meet the requirements to pay zakat
The aim of this research is to analyze how much influence muzakki knowledge, accountability and transparency have on interest in paying zakat at BAZNAS Kapus Regency. The research approach used is a quantitative type of paradigm with this type of research being associative causal. This data was collected by distributing questionnaires which were measured using a Likert scale. The population taken in this research was muzakki who paid zakat at BAZNAS Kapuas Regency, totaling 35,036 people. The calculation technique used to calculate samples from the population is the Slovin formula obtained from 100 respondents. The data analysis method used in this research is quantitative. The data analysis technique used is a multiple linear analysis technique using the SPSS 25 program.
Based on the hypothesis testing carried out, it can be concluded that the muzakki knowledge variable partially has a positive effect on interest in paying zakat with a significant value of 0.000, which is a value smaller than the specified significance level of 0.05. The accountability variable partially has a positive effect on interest in paying zakat with a significant value of 0.000, which is smaller than the specified significance level of 0.05. The transparency variable partially has a positive effect on interest in paying zakat with a significant value of 0.009, which is smaller than the specified significance level of 0.05. The results of multiple linear regression analysis show that the Adjusted R Square value is 0.442. This means that 44.2% of interest in paying zakat at BAZNAS Kapuas Regency is caused by muzakki knowledge, accountability and transparency, while the other 55.8% is influenced by other variables outside this research
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengungkapan Laporan Keuangan Daerah
Isu transparansi laporan keuangan semakin meningkat dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor. 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik. Sejak tahun 2015, pemerintah daerah wajib mengungkapkan laporan keuangan menerapkan Standar Akuntansi Keuangan berbasis akrual. Berdasarkan data, tingkat pengungkapan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah yang sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan di Indonesia belum memenuhi syarat, hanya beriksar 35,45% sampai 51,56% dan di Kalimantan Tengah sekitar 42%. Hal ini berarti pemerintah daerah belum sepenuhnya terbuka dan belum mengungkapkan apa yang seharusnya diungkapkan dalam laporan keuangan.
Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh pendapatan asli daerah, belanja daerah, kekayaan daerah dan umur administratif daerah terhadap pengungkapan laporan keuangan pemerintah daerah. Dengan pendekatan kuantitatif metode causalitas study. Teknik pengumpulan data menggunakan penelitian kepustakaan. Populasi sebanyak 210 sempel dari Kabupaten dan Kota Se-Kalimantan Tengah tahun 2008-2022 dengan metode sampel jenuh. Penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif, analisis regresi logistik, analisis model penelitian, uji multikolinearitas dan uji hipotesis menggunakan Eviews 12.
Hasil penelitian secara parsial pendapatan asli daerah, belanja daerah dan umur administratif daerah berpengaruh positif terhadap pengungkapan laporan keuangan, kekayaan daerah tidak berpengaruh terhadap pengungkapan laporan keuangan. Secara simultan pendapatan asli daerah, belanja daerah, kekayaan daerah dan umur administratif daerah berpengaruh positif signifikan terhadap pengungkapan laporan keuangan sebesar 41,07%. Bagi pengguna laporan keuangan pemerintah daerah diharapkan lebih mampu membaca laporan keuangan agar tidak terfokus pada realisasi anggaran yang tinggi saja tetapi juga memperhatikan faktor lain seperti kekayaan daerah.
ABSTRAC
Financial transparency has increased with Law No. 14 of 2008 on public information disclosure. Since 2015, local governments must disclose financial reports based on accrual accounting. However, compliance with Government Accounting Standards in Indonesia is low. Suhardjanto et al. (2010) 51.56%, Lesmana (2010) 22%. Liestiani (2008) 35.45% In Central Kalimantan, Merisa Oktaria (2019) reported around 42%, indicating incomplete transparency in financial statements.
This study aims to examine the influence of local revenue, regional expenditure, regional wealth, and administrative age of the region on the disclosure of local govemment financial reports. The research approach is with a causal study method. Data collection in this study is based on a literature review. The population in this study consists of regencies and cities in Central Kalimantan from 2008 to 2022, with a sample size of 210 using the saturation sampling method. The research involves descriptive statistical analysis, logistic regression analysis, research model analysis, multicollinearity test, and hypothesis testing using Eviews 12.
The study findings are as follows: Local revenue, regional expenditure, and administrative age positively influence financial report disclosure, while regional wealth does not. Simultaneously. local revenue, regional expenditure, regional wealth, and administrative age significantly impact financial report disclosure 41,07%. Users are encouraged to interpret reports holistically, not just focusing on budget realization but also considering factors like regional wealth
Motivasi Konsumen Dalam Membeli Produk Perhiasan Imitasi Xuping Di Pasar Baru A Kota Palangka Raya Menurut Ekonomi Islam
Keberadaan perhiasan imitasi xuping berbahan dasar tembaga dan dilapisi rhodium yang dijual di Pasar Baru A Kota Palangka Raya cukup ramai membuat para masyarakat untuk membeli perhiasan imitasi xuping yang tidak hanya membeli satu atau dua produk saja. Namun, peneliti menemukan konsumen yang membeli produk xuping dengan jumlah banyak yang sebenarnya xuping itu tidak dapat dijual lagi seperti emas asli dan perak pada umumnya. Hal tersebut membuat peneliti ingin melakukan penelitian untuk mengetahui apa motivasi konsumen dalam membeli perhiasan imitasi xuping di Pasar Baru A Kota Palangka Raya, Bagaimana perilaku konsumen dalam membeli perhiasan imitasi xuping di Pasar Baru A Kota Palangka Raya dan bagaimana pandangan Ekonomi Islam terhadap perilaku konsumen dalam membeli produk perhiasan imitasi xuping di pasar baru A Kota Palangka Raya.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan menggunakan metode kualitatif dan menggunakan pendekatan deskriptif. Tempat penelitian ini ditiga toko yang terletak di pasar Baru A Kota Palangka Raya yaitu toko Istana Xuping, Maria Xuping, dan Hasbian Xuping. Adapun objek penelitian ini adalah motivasi konsumen dalam membeli produk perhiasan imitasi xuping di pasar baru A kota Palangka Raya menurut ekonomi Islam, dengan tujuh orang subjek yaitu enam orang konsumen, satu orang tokoh agama setempat dan tiga orang pemilik toko sebagai informan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber yaitu pengumpulan data dan informasi sejenis dari berbagai sumber. Adapun teknik analisis data yang digunakan peneliti yaitu data collection, data reduction, data display, dan conclusion drawing.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi utama konsumen dalam membeli perhiasan imitasi xuping karena keseimbangan antara estetika dengan nilai guna dan harga yang terjangkau. Desain yang menarik serta kualitas bahan yang baik juga memenuhi kebutuhan fungsional dan emosional, seperti meningkatkan rasa percaya diri. Pelayanan yang memuaskan juga menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian. Dari perspektif ekonomi Islam, perilaku ini dapat diterima selama konsumen mematuhi prinsip-prinsip Islam, seperti kejujuran, kesederhanaan, dan moralitas dalam bertransaksi. Konsumen muslim cenderung mengutamakan produk halal dan mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam aktivitas konsumsi.
ABSTRACT
The existence of copper-based and rhodium-plated xuping imitation jewelry sold at Pasar Baru A, Palangka Raya City is quite busy, making people buy xuping imitation jewelry, not just one or two products. However, researchers found that consumers who bought xuping products in large quantities actually could no longer sell the xuping like real gold and silver in general. This makes researchers want to conduct research to find out what consumers' motivations are in buying xuping imitation jewelry in Pasar Baru A, Palangka Raya City, what consumer behavior is in buying xuping imitation jewelry in Pasar Baru A, Palangka Raya City and what is the view of Islamic Economics on consumer behavior in buying xuping imitation jewelry products in the new market A, Palangka Raya City.
This research is field research using qualitative methods and using a descriptive approach. The location of this research was three shops located in the Baru A market, Palangka Raya City, namely the Istana Xuping, Maria Xuping, and Hasbian Xuping shops. The object of this research is consumer motivation in buying xuping imitation jewelry products at Pasar Baru A, Palangka Raya City according to Islamic economics, with seven subjects, namely six consumers, one local religious figure and three shop owners as informants. Data collection techniques in this research used observation, interviews and documentation. The data validation technique uses source triangulation techniques, namely collecting data and similar information from various sources. The data analysis techniques used by researchers are data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing.
The results of this research indicate that the main motivation for consumers to buy xuping imitation jewelry is the balance between aesthetics, use value and affordable prices. Attractive designs and good quality materials also meet functional and emotional needs, such as increasing self-confidence. Satisfactory service is also an important factor in purchasing decisions. From an Islamic economic perspective, this behavior is acceptable as long as consumers adhere to Islamic principles, such as honesty, simplicity and morality in transactions. Muslim consumers tend to prioritize halal products and integrate religious values in their daily lives, including consumption activities
Implementasi Akad Ekonomi Syariah Pada Kapal Panyiuran Di Pelabuhan Muara Teweh (Kabupaten Barito Utara)
Kegiatan jual beli merupakan salah satu aktivitas yang dihalalkan pada agama islam, sehingga pelaku ekonomi harus menggunakan aturan main bagaimana seharusnya seorang muslim berusaha dalam dunia bisnis agar mendapatkan berkah dari Allah SWT. Kegiatan perdagangan bisa dilakukan melalui media apapun seperti umumnya pasar-pasar tradisioal, pasar modern, berdagang melalui media sosial bahkan melalu kapal dagang. Saat ini kapal merupakan salah satu bentuk transportasi air yang mengangkut, baik berupa barang, penumpang, bahan tambang, dan lain-lain pada semua daerah yang mempunyai perairan tertentu. Berdasarkan permasalahan penelitian ini, maka rumusan masalah yang akan diteliti adalah; 1) bagaimana aktivitas ekonomi yang dilakukan pedagang di kapal dagang panyiuran, 2) bagaimana aktivitas akad yang dilakukan oleh para pedagang dikapal dagang panyiuran, 3) bagaimana aktivitas ekonomi pedagang di kapal menurut ekonomi Islam.
Metode penelitian ini adalah kualitatif. Jenis penelitian adalah penelitian lapangan. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Adapun subjek dalam penelitian ini yaitu, tiga pedagang, satu orang pemilik kapal, 1 orang buruh dan 3 konsumen.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Aktivitas ekonomi yang dilakukan pedagang di kapal dagang penyiruan seperti kegiatan jual beli di pasar pada umumnya yang dilakukan setiap minggu nya di desa yang berbeda, terdapat berbagai macam barang seperti makanan ringan, minuman dan barang-barang lainnya (alat pancing, perabotan, dan sembako), dimana setiap tahunnya selalu ramai dikunjungi oleh pembeli. 2) Aktivitas akad yang dilakukan oleh para pedagang di kapal dagang panyiuran sebagai berikut: a. Akad antara pedagang dengan pemilik kapal, akad yang dilakukan pedagang dengan pemilik kapal melakukan sewa menyewa dikenal sebagai “ijarah”, b. Pedagang dengan pekerja buruh, akad yang dilakukan pedagang dengan buruh mencakup akad ujrah, c. Akad pedagang kepada konsumen, untuk menyatakan kehendak masing-masing harus diungkapkan dalam suatu pernyataan disebut ijab dan qabul. 3)Aktivitas ekonomi yang dilakukan pedagang di kapal dagang penyiruan menurut ekonomi Islam adalah keberlangsunganya perdagangan yang dibatasi dengan peraturan atau yang disebut dengan ilmu/ prinsip ekonomi syariah yaitu muamalah maddiyah dan muamalah al-adabiyyah.
ABSTRACT
Buying and selling activities are one of the activities permitted in Islam, so economic actors must use the rules of the game on how a Muslim should try in the business world in order to get blessings from Allah SWT. Trading activities can be carried out through any media such as traditional markets, modern markets, trading through social media and even through merchant ships. Currently, ships are a form of water transportation that transports goods, passengers, mining materials, and others in all areas that have certain waters. Based on the problems of this research, the formulation of the problems to be studied are; 1) how are the economic activities carried out by traders on merchant ships, 2) how are the contract activities carried out by traders on merchant ships, 3) how are the economic activities of traders on ships according to Islamic economics.
This research method is qualitative. The type of research is field research. The technique used in this study is purposive sampling. Data analysis used in this study, namely data collection, data reduction, data presentation, as well as drawing conclusions and verification. The subjects in this study were three traders, one ship owner, 1 laborer and 3 consumers.
The results of this study indicate that 1) Economic activities carried out by traders on the Penyiruan trading ship are like buying and selling activities in the market in general which are carried out every week in different villages, there are various kinds of goods such as snacks, drinks and other goods (fishing equipment, furniture, and basic necessities), where every year it is always crowded with buyers. 2) The contract activities carried out by traders on the Panyiuran trading ship are as follows: a. Contract between traders and ship owners, the contract made by traders with ship owners to rent is known as "ijarah", b. Traders with laborers, the contract made by traders with laborers includes the ujrah contract, c. The contract between traders and consumers, to express each other's will must be expressed in a statement called ijab and qabul. 3) Economic activities carried out by traders on the Penyiruan merchant ship according to Islamic economics are the continuation of trade that is limited by regulations or what is called the science/principles of Islamic economics, namely muamalah maddiyah and muamalah al-adabiyyah
Peran Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Pada Mata Pelajaran Ski Kelas Xii Di Ma Muslimat Nu Palangka Raya
Motivasi belajar adalah suatu kondisi psikis yang mendorong seseorang untuk melakukan aktivitas belajar, yang akan mendorong siswa untuk terus belajar agar mencapai tujuan belajar yang diharapkan. Setiap motivasi siswa tentunya berbeda-beda, beberapa motivasi siswa masih rendah dikarenakan para siswa masih kurang adanya kesadaran bahwa mata pelajaran tersebut sangat penting, karena para peserta didik masih mengabaikan guru pada saat guru menjelaskan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar di Madrasah Aliyah Muslimat Nahdatul Ulama Palangka Raya serta mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar di Madrasah Aliyah Muslimat Nahdatul Ulama Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan jenis penelitian lapangan (field research), dengan subjek penelitian yaitu guru Sejarah Kebudayaan Islam, Informannya yaitu kepala madrasah, wakamad kurikulum, 2 orang siswa kelas XII IPA. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa, 1) Guru sudah melakukan perannya untuk meningkatkan motivasi belajar dengan cara mengajak siswa untuk melakukan kunjungan ke tempat-tempat bersejarah yang berhubungan dengan materi sejarah kebudayaan Islam, guru mengadakan rapat rutin swtiap bulan untuk sharing masalah motivasi belajar, guru mengajar sesuai dengan kurikulum dan RPP, mengajar dengan cara/strategi yang menyenangkan seperti cara problem based learning, guru disupervisi dengan tujuan dapat menciptakan tenaga pengajar yang berkualitas, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan nyaman dan memberikan motivasi secara langsung, dan yang terakhir yaitu guru menggunakan media yang menarik seperti video. 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa yaitu ada faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yaitu faktor yang berasal dari dalam diri itu sendiri seperti faktor ekspektasi belajar, dan tujuan belajar. Sedangkan faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari luar diri itu sendiri seperti faktor lingkungan sekolah dan faktor lingkungan keluarga.
ABSTRACT
Learning motivation is a psychological condition that encourages someone to do learning activities, from this motivation will encourage a student to continue learning in order to achieve the expected learning goals. Each student's motivation is certainly different, some student is still lacking because the students still lack awareness that the subject is very important, because the students still ignore the teacher when the teacher explains. Moving on from these problems, researchers are interested in the role of teachers in increasing learning motivation in Class XII Sejarah Kebudayaan Islam subjects at Madrasah Aliyah Muslimat Nahdatul Ulama Palangka Raya. Therefore, researchers want to describe the role of teachers in increasing learning motivation at Madrasah Aliyah Muslimat Nahdatul Ulama Palangka Raya and analyze the factors that influence learning motivation at Madrasah Aliyah Muslimat Nahdatul Ulama Palangka Raya. This research uses a descriptive qualitative approach with the subject of research, namely SKI teachers. Sejarah Kebudayaan Islam teachers are teachers who are directly involved in the learning process of Class XII Sejarah Kebudayaan Islam subjects. The informants are the Head of Madrasah, Wakamad Kurikulum, 2 students of class XII Science. Data collection techniques use observation, interview, and documentation techniques. Data validation techniques use source triangulation and triangulation techniques. Data analysis techniques include data collection, data reduction, data presentation and conclusions. The results showed that, 1) The teacher has performed his role as a teacher, and also acts as a motivator, the teacher has performed his role to increase learning motivation in a The way that teachers do in increasing the motivation to learn of class XII science students is by inviting students to visit historical places related to SKI material, provide motivation repeatedly during the learning process, and create a fun and comfortable learning atmosphere for students so that students are enthusiastic and easy to understand learning. 2) Influencing factors Student learning motivation is that there are internal factors and external factors. Internal factors are factors that come from within oneself such as learning expectations, and learning goals. While external factors are factors that come from outside oneself such as school environment factors and family environment factors
Pandangan Ulama Terhadap Calon Pengantin Yang Memilih Bulan Dzulhijjah Sebagai Bulan Pernikahan Di Kota Palangka Raya
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya pasangan pengantin di Kota Palangkaraya yang menikah pada bulan Dzulhijjah dibandingkan bulan yang lainnya. Fokus masalah dalam penelitian ini yaitu perbedaan pendapat ulama kota Palangka Raya tentang calon pengantin yang memilih bulan Dzulhijjah sebagai bulan pernikahan dan metodologi hukum yang digunakan ulama kota Palangka Raya dalam mengemukakan pandangannya tentang calon pengantin yang memilih bulan Dzulhijjah sebagai bulan pernikahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris, dengan pendekatan sosio-legal, subjek penelitian terdiri dari empat ulama dan dua informan dengan teori sosiologi pengetahuan dan ushul fiqh. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: observasi, interview/wawancara, dan dokumentasi. Hasil peneitian menunjukkan: 1) Pandangan ulama terhadap calon pengantin yang memilih bulan Dzulhijjah sebagai bulan pernikahan di Kota Palangka Raya, yang mana beberapa ulama berbeda-beda pandangan, karena dalam hal ini disebabkan adanya persamaan dan perbedaan pola berpikir masing-masing ulama. Selain itu juga kultural dan geografis yang mempengaruhi perbedaan pandangan ulama, kedalaman wawasan seorang ulama juga menjadi faktor perbedaan pandangan ulama tersebut. 2) Metodologi hukum yang digunakan ulama Kota Palangka Raya dalam menggunakan pandangannya terhadap calon pengantin yang memilih bulan Dzulhijjah sebagai bulan pernikahan, ulama menggunakan beberapa hukum Islam di antaranya, Al- Qur’an surat at-Taubah ayat 36, Kaidah Fiqh Al-‘Adatu Muhakkamah, dan Hadis Kullu ma ra’ahu al muslimun hasanan fa indaAllah hasan.
ABSTRACT
This research was motivated by the large number of bridal couples in Palangkaraya City who got married in the month of Dzulhijjah compared to other months. The focus of the problem in this research is the differences in opinion of Palangka Raya city ulama regarding prospective brides and grooms who choose the month of Dzulhijjah as their wedding month and the legal methodology used by Palangka Raya city ulama in expressing their views regarding prospective brides and grooms who choose Dzulhijjah as their wedding month. The method used in this research uses empirical legal research, with a socio-legal approach, the research subjects consist of four ulama and two informants with sociological theories of knowledge and ushul fiqh. The data collection techniques used are: observation, interviews/interviews, and documentation. The results of the research show: 1) The views of ulama towards prospective brides and grooms who choose the month of Dzulhijjah as their wedding month in Palangka Raya City, where several ulama have different views, because in this case there are similarities and differences in the thinking patterns of each ulama. Apart from that, culture and geography also influence differences in views of ulama, the depth of insight of a ulama is also a factor in differences in views of these ulama. 2) The legal methodology used by the Palangka Raya City clerics in using their views on prospective brides and grooms who choose the month of Dzulhijjah as their wedding month, the clerics use several Islamic laws including, Al-Qur'an surah at-Taubah verse 36, Al-'Adatu Muhakkamah Fiqh Rules, and Hadith Kullu ma ra'ahu al muslimun hasanan fa indaAllah hasan
Pengaruh Kepemimpinan Kepala Madrasah Terhadap Kompetensi Pedagogik Guru Di Mts Darul Amin Palangka Raya
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Kepemimpinan kepala madrasah di MTs Darul Amin Palangka Raya, (2) Kompetensi pedagogik guru di MTs Darul Amin Palangka Raya, dan (3) Pengaruh kepemimpinan kepala madrasah terhadap kompetensi pedagogik guru di MTs Darul Amin Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian regresi sederhana. Sampel penelitian berjumlah 26 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampling jenuh jadi ke 26 orang menjadi sampel penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan angket yaitu angket kepemimpinan kepala madrasah berjumlah 19 pertanyaan setelah di uji validitas terdapat 3 pertanyaan yang tidak valid dan 16 pertanyaan yang valid sedangkan angket kompetensi pedagogik guru berjumlah 42 pertanyaan setelah di uji validitas terdapat 18 pertanyaan yang tidak valid dan 24 pertanyaan yang valid, observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan statistik korelasi, uji linearitas sebesar 0,049 < 0,05 data linear, uji normalitas sebesar 0,047 < 0,05 dan 0,000 < 0,05 sehingga data tidak berdistribusi normal, uji hipotesis menggunakan regresi non parametric model wilcoxon dan koefisien determinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kepemimpinan kepala madrasah di MTs Darul Amin Palangka Raya dengan nilai 50,76 berada pada rentang nilai 42-54 masuk dalam kategori baik. (2) Kompetensi pedagogik guru di MTs Darul Amin Palangka Raya dengan nilai 74,03 berada pada rentang nilai 61-77 masuk dalam kategori baik. (3) Ada pengaruh kepemimpinan kepala madrasah terhadap kompetensi pedagogik guru di MTs Darul Amin Palangaka Raya dengan signifikansi 0,000 < 0,05 dan koerfsien determinasi sebesar 18,9% dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala madrasah sedangkan 81,1% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak peneliti teliti.
ABSTRACT
This research aims to determine: (1) The leadership of the madrasa head at MTs Darul Amin Palangka Raya, (2) The pedagogical competence of teachers at MTs Darul Amin Palangka Raya, and (3) The influence of the leadership of the madrasa head on the pedagogical competence of teachers at MTs Darul Amin Palangka Raya . This research uses a quantitative approach with a simple regression type of research. The research sample consisted of 26 people using saturated sampling techniques so 26 people became the research sample. The data collection technique uses a questionnaire, namely the madrasa head leadership questionnaire totaling 19 questions. After being tested for validity, there are 3 invalid questions and 16 valid questions, while the teacher pedagogical competency questionnaire totals 42 questions. After being tested for validity, there are 18 invalid questions and 24 questions. valid, observation, documentation, and interviews. The data analysis technique uses correlation statistics, linearity test of 0.049 < 0.05 for linear data, normality test of 0.047 < 0.05 and 0.000 < 0.05 so that the data is not normally distributed, hypothesis testing uses non-parametric regression, Wilcoxon model and coefficient of determination. The results of this research show that (1) The leadership of the madrasa head at MTs Darul Amin Palangka Raya with a score of 50.76 is in the range of 42-54 in the good category. (2) The pedagogical competence of teachers at MTs Darul Amin Palangka Raya with a score of 74.03 is in the range of 61-77 in the good category. (3) There is an influence of the leadership of the madrasa head on the pedagogical competence of teachers at MTs Darul Amin Palangaka Raya with a significance of 0.000 < 0.05 and a coefficient of determination of 18.9% influenced by the leadership of the madrasa head while the other 81.1% is influenced by other factors that are not thorough researcher
Pengembangan Bahan Ajar Digital: Panduan Praktis untuk Pendidik Modern
Perkembangan teknologi informasi yang pesat menuntut para pendidik untuk mengadaptasi dan memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran. Buku ini hadir untuk menjawab tantangan tersebut dengan memberikan konsep, strategi, dan langkah praktis dalam mengembangkan bahan ajar digital yang menarik dan interaktif
Dampak Ekspansi Perusahaan Pt Bumitama Gunajaya Agro Group Terhadap Ekonomi Masyarakat Desa Buana Mustika Kabupaten Kotawaringin Timur
Perusahaan kelapa sawit merupakan perusahaan minyak yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat, perusahaan sawit tidak dapat dipungkiri peluang dalam industri kelapa sawit kini semakin cerah dan membaik di pasar negeri maupun luar negeri, industri ini berpeluang sangat besar untuk lebih bertindak menjadi jalan untuk pertumbuhan ekonomi nasional dan menerima banyak tenaga yang besar. Dengan tidak mugkin dengan banyaknya peluang besar maka perusahaan besar melakukan ekspansi, ekspansi perusahaan adalah kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk memperbesar atau memperluas skala usahanya.
Fokus penelitian ini adalah untuk mengkaji Dampak Ekspansi Perusahaan PT Bumitama Gubajaya Agro Group Terhadap Ekonomi Masyarakat. Metode penelitian ini adalah kualitatif. Jenis penelitian menggunakan penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengabsahan data berupa triangulasi sumber.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, ekspansi perusahaan membuka peluang kerja masyarakat, meningkatkan taraf hidup ekonomi masyarakat Desa, seperti mempunyai pekerjaan yang menetap dan memiliki upah perbulan yang pasti dari bekerja, kemudian ekspansi perusahaan juga membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk berinvestasi dan berwirausaha, meningkatkan pendapatan masyarakat. Dampak negatif dari ekspansi berkurangnya ekosistem alam seperti hewan dan mata pencarian masyarakat lokal dihutan mulai berkurang karena terganti dengan tanaman kelapa sawit, dampak positif karena banyaknya masyarakat yang bekerja diperusahaan sangat terbantu dari bekerja bisa mendapatkan upah dan perekonomian masyarakat karena itu dampak positif dan negatif seimbang dengan tidak adanya kerugian tetapi memberikan manfaat bagi masyarakat sesuai dengan prespektif maslahah