6024 research outputs found
Sort by
Praktik Share In Jar Di Toko Kosmetik Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik share in jar serum bulu mata yang diperjualbelikan di toko xxx kosmetik Sampit Kotawaringin Timur tanpa adanya pengawasan langsung dari BPOM. Oleh karena itu penelitian ini difokuskan pada: 1) Mengapa penjual melakukan praktik share in jar di toko xxx kosmetik? 2) Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap praktik share in jar di toko xxx kosmetik? dan 3) Bagaimana tinjauan hukum positif terhadap praktik share in jar di toko xxx kosmetik? Penelitian ini adalah penelitian empiris dengan pendekatan socio-legal. Data penelitian dihimpun melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Praktik jual beli serum bulu mata dengan menggunakan sistem share in jar ditoko xxx kosmetik oleh penjual dengan ukuran yang lebih kecil untuk mendapat keuntungan yang lebih besar dan membuat konsumen tertarik karena merasa mudah dibawa kemana-mana. 2) Tinjauan hukum Islam terhadap praktik jual beli share in jar serum bulu mata menunjukkan jual beli merugikan konsumen karena dalam jual beli ini terdapat unsur gharar. 3) Tinjauan hukum positif terhadap praktik share in jar serum bulu mata menunjukkan bahwa praktik ini melanggar ketentuan karena memperdagangkan kosmetik share in jar tidak mencantumkan merek yg asli dan juga tidak ada mencantumkan bahan-bahan share in jar digunakan sebagaimana yang dijelaskan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Pasal 66e tentang Merek dan Indikasi Geografis
Tanggung Jawab Toko Resmi Terhadap Iphone Dengan Imei Yang Terblokir Di Kota Palangka Raya
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh IMEI iPhone yang dijual kepada konsumen di toko Wxxx Yxxx Kota Palangka Raya tidak dapat digunakan jaringannya atau terblokir dikarenakan penjual tidak menjelaskan terkait produk yang akan mereka jual kepada konsumen yang mana diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen Pasal 4 ayat (3) mengenai Hak Konsumen terkait hak informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/jasa. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini yakni (1) Bagaimana mekanisme penjualan iPhone inter kepada konsumen di toko Wxxx Yxxx? (2) Bagaimana pertanggungjawaban penjual kepada konsumen yang IMEI nya terblokir di toko Wxxx Yxxx? Jenis penelitian yang digunakan adalah hukum empiris dengan tipe sosiologi hukum. Data dihimpun menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menganalisis hasil penelitian, peneliti menggunakan 3 teori yaitu teori perlindungan konsumen, teori tanggung jawab hukum, dan teori mas’uliyah. Hasil penelitian menunjukan bahwa mekanisme penjualan dari pihak toko Wxxx Yxxx kota Palangka Raya yang pertama memberikan penjelasan produk, melakukan pemeriksaan produk, dan melakukan proses pembayaran. Adapun terkait pertanggungjawaban pihak toko Wxxx Yxxx Kota Palangka Raya tidak bertanggung jawab terkait IMEI iPhone yang terblokir milik konsumen yang membeli di toko tersebut
Pandangan Ulama Terhadap Poligami Terselubung Di Kecamatan Parenggean Kabupaten Kotawaringin Timur
Penelitian ini dilatar belakangi karena adanya kasus poligami yang dilakukan secara terselubung oleh beberapa masyarakat Parenggean. Sehingga menjadi perbedaan sudut pandang dan pendapat oleh para ulama yang ada di Kecamatan Parenggean. Baik ulama yang Pro atau membolehkan poligami dilakukan secara terselubung dengan beberapa syarat dan ketentuannya. Maupun ulama yang kontra terhadap poligami terselubung dengan keras saat memberikan pandangannya. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah : (1) Apa Argumentasi Hukum Ulama yang Pro Terhadap Poligami Terselubung Di Kecamatan Parenggean? (2) Apa Argumentasi Hukum Ulama yang Kontra Terhadap Poligami Terselubung Di Kecamatan Parenggean? Adapun Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa argumentasi hukum ulama yang membolehkan poligami dilakukan secara terselubung atau ulama pro, dan apa argumentasi hukum ulama yang tidak menyetujui poligami secara terselubung atau ulama yang kontra. Penelitian ini menggunakan pendekatan socio legal dengan menggunakan tiga teori yaitu : (1) Teori Sosiologi Pengetahua, (2) Teori Maṣlaḥah, (3) Teori Żarīʿah. Subjek penelitian ini terdiri dari 2 orang ulama yang pro atau membolehkan poligami terselubung dengan syarat, 2 orang ulama yang kontra atau tidak setuju terhadap poligami terselubung berdasarkan undang-undang. Adapun informan dalam penelitian ini adalah 2 orang suami pelaku poligami terselubung, dan 2 orang istri pertama yang dipoligami secara terselubung. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian adalah dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) Argumentasi hukum Ulama yang pro terhadap poligami terselubung di Kecamatan Parenggean, khususnya dalam melakukan suatu poligami terselubung. Dari hasil penelitian, beberapa ulama berpendapat bahwasannya poligami terselubung tidak dapat dibenarkan. Akan tetapi jika suatu poligami dilakukan dengan cara memenuhi syarat-syarat yang telah diatur oleh agama dan negara maka boleh saja seseorang melakukan poligami. (2) Argumentasi hukum ulama yang kontra terhadap poligami terselubung di Kecamatan Parenggean, yaitu para ulama atau tokoh agama sangat tidak setuju dan tidak mendukung terkait poligami yang dilakukan secara terselubung karena dapat menimbulkan permasalahan-permasalahan baru dalam rumah tangga sebelumnya serta menimbulkan banyak kemudharatan. Serta kaum perempuan akan kesulitan mendapati hak-haknya sehingga tidak terpenuhi. Apalagi dalam suatu poligami terselubung ini dilakukan secara diam-diam. Para ulama sangat tidak membenarkan dan tidak setuju dengan perbuatan poligami terselubung. Karena dalam hal pelaksanaannya tidak sesuai dengan aturan-aturan yang sudah ditetapkan
Analisis Uji Beda Financial Performance Sebelum Dan Saat Pandemi Covid-19(Studi Kasus Perusahaan Sektor Hotel Dan Pariwisata Yang Terdaftar Di Bei)
Pandemi Covid-19 memberikan dampak bagi beberapa perusahaan salah satunya perusahaan sektor hotel dan pariwisata syariah, pertumbuhan industri hotel dan pariwisata syariah berpeluang terhambat selama pandemi Covid-19 berlangsung. Kinerja keuangan adalah suatu penilaian terhadap kondisi keuangan perusahaan yang dapat menjadi informasi baik masa lalu, sekarang maupun yang akan datang. Informasi kinerja keuangan sangat diperlukan oleh perusahaan untuk mengevaluasi dan untuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kinerja keuangan ditinjau dari rasio keuangan sebelum dan saat pandemi Covid-19. Rasio yang digunakan dalam penelitian ini yaitu CR, DER, TATO, ROA dan EPS.
Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif-komparatif. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, sehingga diperoleh 14 sampel perusahaan sektor hotel dan pariwisata syariah pada tahun 2016-2023. Analisis statistik dalam penelitian ini yaitu statistik deskriptif, uji normalitas, paired sampel t-test, dan wilcoxon signed rank test.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja perusahaan sebelum dan saat pandemi Covid-19 pada tahun 2016-2023 dari variabel Total Asset Turn Over (TATO), Return on Asset (ROA) dan Earning Per Share (EPS). Adapun yang tidak terdapat perbedaan yaitu dari variabel Current Ratio (CR), dan Debt to Equity Ratio (DER). sebelum dan saat pandemi Covid-19 tahun 2016-2023.
ABSTRACT
The Covid-19 pandemi has had an impact on several companies, one of which is the hotel and sharia tourism sector companies, the growth of the sharia hotel and tourism industri is likely to be hampered during the Covid-19 pandemi. Financial performance is an assessment of a company's financial condition which can provide information about the past, present and future. Financial performance information is very necessary for companies to evaluate and determine the level of success of a company. This research aims to analyze the comparison of financial performance in terms of financial ratios before and during the Covid-19 pandemi. The ratios used in this research are CR, DER, TATO, ROA and EPS.
This research approach uses quantitative methods with descriptive-comparative research type. Sample selection was carried out using a purposive sampling method, resulting in 14 samples of companies in the sharia hotel and tourism sector in 2016-2023. Statistical analysis in this research is descriptive statistics, normality test, paired sample t-test, and Wilcoxon signed rank test.
The results of this research show that there is a significant difference between company performance before and during the Covid-19 pandemi in 2016-2023 from the variables Total Asset Turn Over (TATO), Return on Assets (ROA) and Earning Per Share (EPS). There are no differences, namely the Current Ratio (CR) and Debt to Equity Ratio (DER) variables. before and during the 2016-2023 Covid-19 pandem
Similarity Science interdisciplinary learning approach: a study interdisciplinary thinking skills and literacy environmen
Manajemen Pembelajaran berbasis riset
Buku Manajemen Pembelajaran Berbasis Riset ini hadir
untuk memperkaya khasanah keilmuan terkait model pembelajaran yang cocok diterapkan di jenjang pendidikan menengah hingga pendidikan tinggi. Buku ini terdiri atas 8 bab yang mengupas tuntas tentang manajemen pembelajaran berbasis riset yang mudah dipahami. Melalui buku ini diharapkan pengajar dan peserta didik memperoleh berbagai manfaat dalam konteks pengembangan metakognisi dan pencapaian kompetensi yang dapat dipetik selama menjalani proses pembelajaran
Transformasi Pemenuhan Adat Pernikahan Suku Dayak Siang : Perspektif Antropologi Hukum Islam
Koroketon Beti is a customary gift that a prospective groom is obligated to give to his bride-to-be, equivalent to the Islamic concept of a dowry. The Regulations of Dayak Siang Murung Customary Law in Murung Raya Regency stipulate in Article III that Koroketon Beti can be fulfilled through a monetary payment. This research aims to investigate the shift from the traditional requirement of providing specific goods to the current practice of monetary fulfillment in this customary law. This study employs a normative legal research approach, focusing on the inventory of Dayak Siang customary law and Islamic law in Tanah Siang District, Murung Raya Regency, Central Kalimantan Province. The research findings indicate that the provision of Koroketon Beti in customary marriages is a mandatory requirement and a sign of respect from the prospective groom to the bride. This shift reflects the inevitable dynamics of culture, which must be managed wisely to preserve traditional values in modern life. Textually, Islamic law does not mandate the provision of Koroketon Beti; instead, it requires a dowry. However, the practice of providing Koroketon Beti is permissible as it does not contradict Islamic law and has
been a long-standing custom
Challenges and Opportunities of Divorce Certificates in Determining the Iddah Period: A Case Study at the KUA of West Kotawaringin Regency
This study aims to analyze the role of Akta Cerai in determining the iddah period and identify the challenges and opportunities faced by the Office of Religious Affairs (KUA) of West Kotawaringin Regency in the context of
divorce administration. The researcher uses a qualitative approach with a case study method, and this research combines in-depth interviews, direct observation, and analysis of relevant documents to map the dynamics of divorce registration practices in the area. The results show that one of the main challenges is the discrepancy between the date of the shar’i divorce and the date
of the official recording in the Deed of Divorce, which often results in legal uncertainty for women regarding their rights during the iddah period. This phenomenon is exacerbated by factors such as the lack of public legal
awareness, limited technological infrastructure at the KUA, and the high workload of administrative officers. On the other hand, the study also found several opportunities for system improvement, including using digital technology through the SIAP Nikah application and collaboration with local religious institutions to improve community legal literacy. The article highlights the importance of harmonization between Islamic legal principles and state
administrative regulations in ensuring gender justice and the protection of family rights. Strategic recommendations include strengthening the capacity of KUAs through officer training, equitable integration of digital systems, and
intensive socialization of fiqh iddah and divorce administrative procedures. Further research is needed to evaluate the effectiveness of technology implementation and the social impact of related policy interventions
Dinamika hukum dan regulasi perdagangan berbasis syariah di Indonesia: Problematiaka, analisis dan arah baru
Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance Terhadap Audit Delay Dengan Ukuran Perusahaan Sebagai Variabel Moderasi (Studi Empiris Pada Perusahaan Property Dan Real Estate Yang Terdaftar Di Bursa Efek Tahun 2020-2022)
Good Corporate Governance yaitu prinsip-prinsip yang mengarahkan dan mengendalikan perusahaan untuk mencapai keseimbangan antara kekuasaan, tanggung jawab, dan pengawasan dalam menjalankan kegiatan usaha. Dalam konteks audit, penerapan mekanisme Good Corporate Governance diyakini dapat mempengaruhi kecepatan penyelesaian laporan audit. Penelitian ini bertujuan meneliti pengaruh mekanisme good corporate governance terhadap audit delay dengan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2020-2022.
Populasi penelitian ini adalah perusahaan sektor property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2020-2022. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 26 perusahaan. Metode analisis data yang digunakan yaitu menggunakan software excel statistic analysis dan Partial Least Square versi 4.1.0.6.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mekanisme Good Corporate Governance berpengaruh positif dan signifikan terhadap Audit Delay, yaitu dengan nilai T-Statistic sebesar 2,869 atau > 1,96 dengan P-Value sebesar 0,004 atau 0,05. Saran untuk penelitian selanjutnya sebaiknya bisa menambah indikator-indikator lain atau variabel yang lain agar nanti hasil yang diperoleh lebih akurat dan lebih baik