6024 research outputs found
Sort by
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Jual Beli Ikan Basiang Di Pasar Besar Kota Palangka Raya
Kegiatan jual beli ikan basiang di pasar besar Kota Palangka Raya cenderung tidak memiliki kejelasan terkait sisa perut ikan yang ditinggalkan pasca dibersihkan, hal inilah yang melatar belakangi penelitian ini. Adapun fokus penelitian yaitu bagaimana praktik jual beli ikan basiang di pasar besar kota Palangka Raya dan bagaimana perspektif hukum Islam terhadap kepemilikan isi perut ikan dari praktik jua beli ikan basiang. Jenis penelitian ialah studi kasus dengan menggunakan pendekatan socio-legal. Penggalian data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis yang digunakan ialah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) praktik jual beli ikan basiang di pasar besar kota Palangka Raya dilakukan oleh penjual dan pembeli yang bertemu dalam satu tempat untuk bertransaksi. Sebagai pembeli langsung datang untuk membeli ikan basiang kemudian penjual ikan menimbang dan mulai membersihkan ikan tersebut, dari kegiatan tersebut lahirlah suatu transaksi jual dan beli dan kesepakatan yang lahir pun adalah membeli dan menjual ikan basiang secara utuh. 2) Islam memandang praktik jual beli ikan ini sah secara hukum syara’ dikarenakan sudah terpenuhinya rukun dan syarat dalam jual beli, serta kejelasan manfaat dari objek yang ditransaksikan. Namun, dalam jual beli ikan basiang dari segi maslahah masih terkandung mudharat bagi pihak penjual. Sehingga dalam status kepemilikan telur dan isi perut ikan bekas basiang adalah tetap menjadi milik si pembeli, karena tidak ada kesepakatan diawal antara penjual dan pembeli. Maka wajib kepada penjual untuk menyerahkan kepada pembeli.
ABSTRACK
Basiang fish buying and selling activities in the large market of Palangka Raya City tend to have no clarity regarding the rest of the fish stomach left after cleaning, this is the background of this research. The focus of this research is on how practice of buying and selling basiang fish in the large market of Palangka Raya city and how the perspective of Islamic law on the ownership of fish entrails from the practice of buying basiang fish. This type of research is a case study with a socio-legal approach. Data mining uses observation, interview and documentation techniques. The analysis technique used is descriptive qualitative. The results showed that: 1) The practice of buying and selling basiang fish in the large market of Palangka Raya city is carried out by sellers and buyers who meet in one place to transact. As a buyer directly comes to buy basiang fish then the fish seller weighs and begins to clean the fish, from this activity a sale and purchase transaction was born and the agreement that was born was to buy and sell basiang fish in a formal manner. 2) Islam views the practice of buying and selling fish as legal according to sharia law because the harmony and conditions in buying and selling have been fulfilled, as well as the clarity of the benefits of the object being transacted. However, in buying and selling basiang fish in terms of maslahah, there is still mudharat for the seller. So that in the status of ownership of eggs and fish entrails, the used basiang fish remains the property of the buyer, because there is no initial agreement between the seller and the buyer. So it is mandatory for the seller to hand over to the buyer
Pengaruh Aktivitas Orang Tua Mengikuti Pelaksanaan Program Sekolah Kepompong Terhadap Sinergisitas Pengasuhan Anak Usia Dini Di Sekolah Sahabat Alam Palangka Raya
Penelitian ini berangkat dari adanya program parenting bernama “Sekolah Kepompong” di Sekolah Sahabat Alam Palangka Raya yang menjadi satu-satunya sekolah berbasis alam yang memiliki program parenting secara continue di Palangka Raya.
Rumusan masalah penelitian yaitu 1). Bagaimana aktivitas orang tua mengikuti pelaksanaan program Sekolah Kepompong di Sekolah TK Sahabat Alam Palangka Raya? 2). Bagaimana sinergisitas pengasuhan anak usia dini di Sekolah Sahabat Alam Palangka Raya? 3). Bagaimana pengaruh aktivitas orang tua mengikuti pelaksanaan program Sekolah Kepompong terhadap sinergisitas pengasuhan anak usia dini di Sekolah Sahabat Alam Palangka Raya?.
Penelitian menggunakan kombinasi mixed methods, dan pendekatan exploratory design. Subjek kualitatif berjumlah 6 orang tua (ayah dan bunda) melalui purposive sampling. Informan berjumlah 6 orang. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Teknik pengabsahan data yaitu triangulasi teknik dan sumber. Sampel total responden kuantitatif yaitu 66 orang tua. Teknik pengumpulan data yaitu angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu analisis statistik deksriptif dan analisis statistik inferensial serta rumus koefisien determinasi untuk menghitung besaran kontribusi pengaruh variabel x terhadap variabel y.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Aktivitas orang tua mengikuti pelaksanaan Program Sekolah Kepompong terlihat dari adanya perilaku disiplin dan komitmen yang mencakup kehadiran, mengikuti berbagai macam kegiatan Sekolah Kepompong, dan disiplin waktu. Partisipasi aktif mencakup antusias, menyimak materi, bertanya, berbagi informasi penting berkaitan dengan materi parenting, serta pengambilan manfaat. 2) Sinergisitas pengasuhan anak usia dini yaitu komunikasi mencakup pemahaman, kesenangan, dan dapat mempengaruhi. Hubungan interpersonal mencakup rasa percaya, dukungan/kesamaan, transparan, dan hubungan yang harmonis. 3) Terdapat pengaruh yang signifikan dari aktivitas mengikuti pelaksanaan Program Sekolah Kepompong terhadap sinergisitas pengasuhan anak usia dini di Sekolah Sahabat Alam Palangka Raya dengan koefisien determinasi sebesar 0,177 atau 17,7% pada taraf signifikansi 5%.
ABSTRACT
This research departs from the existence of a parenting program called "Cocoon School" at Palangka Raya Friends of Nature School, which is the only nature-based school that has a continuous parenting program in Palangka Raya.
The formulation of the research problem is 1). What are the activities parents involved in implementing the Cocoon School program at Sahabat Alam Palangka Raya Kindergarten School? 2). What is the synergy of early childhood care at the Palangka Raya Friends of Nature School? 3). What is the influence of activities parents following the implementation of the Kepompong School program on the synergy of early childhood care at Sahabat Alam Palangka Raya School?
The research uses a combination of mixed methods and an exploratory design approach. The qualitative subjects were 6 parents (father and mother) through purposive sampling. There were 6 informants. Data collection techniques are observation, interviews and documentation. Data analysis techniques are the stages of data collection, data reduction, data presentation and conclusions. The data validation technique is triangulation of techniques and sources. The total sample of quantitative respondents was 66 parents. Data collection techniques are questionnaires and documentation. Data analysis techniques are descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis as well as the coefficient of determination formula to calculate the magnitude of the contribution of variable x to variable y.
Based on the research conducted, the research results show that 1) Parents' activities in participating in the implementation of the Cocoon School Program can be seen from their discipline and commitment behavior which includes attendance, participating in various kinds of Cocoon School activities, and time discipline. Active participation includes enthusiasm, listening to the material, asking questions, sharing important information related to parenting material, and taking benefits. 2) Synergy in early childhood care, namely communication includes understanding, enjoyment, and can influence. Interpersonal relationships include a sense of trust, support/equality, transparency, and harmonious relationships. 3) There is a significant influence from the activities of participating in the implementation of the Kepompong School Program on the synergy of early childhood care at the Palangka Raya Friends of Nature School with a coefficient of determination of 0.177 or 17.7% at a significance level of 5%
Dampak Penutupan Dan Pembukaan Kembali Tiktok Shop Terhadap Penjualan Umkm Di Kota Palangka Raya
Kemajuan tekhnologi membawa kebiasaan baru dalam dunia jual beli. Salah satunya dengan munculnya E-commerce dan Social Commerce sebagai platform jual beli. Salah satunya adalah Tiktok Shop, namun setelah dikeluarkannya Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31 Tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha Dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE), Tiktok Shop resmi ditutup pada tanggal 4 Oktober 2023. Kemudian dibuka kembali pada 12 Desember 2023 setelah mengakuisisi Tokopedia. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis dampak penutupan dan pembukaan kembali Tiktok Shop terhadap penjualan UMKM di Kota Palangka Raya.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Adapun subjek penelitian ini adalah pemilik dan karyawan dari UMKM, dan informan tambahan dari pelanggan UMKM tersebut. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Dan teknik pengabsahan data menggunakan triangulasi sumber.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penutupan Tiktok Shop memberikan dampak positif dan negatif, yaitu dampak positif terhadap penjualan melalui E-commerce lain dan platform media sosial menjadi lebih aktif karena menjadi alternatif dari Tiktok Shop. Adapun dampak negatif dari tutupnya Tiktok Shop adalah tidak adanya penjualan UMKM dari Tiktok Shop, padahal Tiktok Shop sendiri memberikan admin yang lebih sedikit dan diskon kepada pembeli. Sementara untuk pembukaan kembali Tiktok Shop juga memberikan dampak positif dan negatif, dampak positifnya yakni kembalinya penjualan UMKM melalui Tiktok Shop, dan adanya kolaborasi antara Tiktok Shop dan Tokopedia. Adapun dampak negatifnya adalah penjualan melalui E-commerce lain kembali stagnan dan harga produk lebih mahal setelah Tiktok Shop buka kembali.
ABSTRACT
The advancement of technology has brought new habits in the world of buying and selling. One of them is the emergence of E-commerce and Social Commerce as a buying and selling platform. One of them was Tiktok Shop, but after the issuance of the Minister of Trade Regulation Number 31 of 2023 concerning Business Licensing, Advertising, Guidance, and Supervision of Business Actors in Trading Through Electronic Systems (PMSE), Tiktok Shop was officially closed on October 4, 2023. Then it reopened on December 12, 2023 after acquiring Tokopedia. Therefore, this study aims to determine and analyze the impact of closing and reopening Tiktok Shop on MSME sales in Palangka Raya City.
This research used a qualitative study with a type of phenomenological research. The subjects of this research are owners and employees of MSMEs, and additional informants from customers of these MSMEs. This research data collection technique used observation, interviews and documentation. And data validation techniques used source triangulation.
The results of the study show that the closure of Tiktok Shop has positive and negative impacts, namely a positive impact on sales through other E-commerce and social media platforms becoming more active because they were an alternative to Tiktok Shop. The negative impact of the closure of Tiktok Shop was the absence of MSME sales from Tiktok Shop, even though Tiktok Shop itself provides less admin and discounts to buyers. Meanwhile, the reopening of Tiktok Shop also has positive and negative impacts, the positive impact were the return of MSME sales through Tiktok Shop, and the collaboration between Tiktok Shop and Tokopedia. The negative impact was that sales through other E-commerce have stagnated again and the product price is more expensive after Tiktok Shop reopened
Kepemimpinan Transformasional Kiai Haji Abdul Wahab Khasbullah Di Pondok Pesantren Latiful Falah Kecamatan Maliku Kabupaten Pulang Pisau
Pondok Pesantren Latiful Falah yang dipimpin oleh Kiai Haji Abdul Wahab Khasbullah sejak tahun 1999 terletak di Kecamatan Maliku Kabupaten Pulang Pisau, berfokus sebagai lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya menyelenggarakan pendidikan formal tetapi juga nonformal. Karenanya, pondok pesantren ini berperan besar dalam pembangunan kualitas masyarakat di sekitarnya. Sikap, perilaku dan pendekatan kepemimpinan yang ditunjukkan Kiai menjadi inspirasi bagi warga pondok dan masyarakat
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis idealisme pengaruh kepemimpinan, menganalisis motivasi inspirasional kepemimpinan, menganalisis stimulasi intelektual kepemimpinan dan menganalisis perhatian individu kepemimpinan transformasional Kiai Haji Abdul Wahab Khasbullah di Pondok Pesantren Latiful Falah Kecamatan Maliku Kabupaten Pulang Pisau.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di Pondok Pesantren Latiful Falah di Pondasi 3 Desa Wono Agung Kecamatan Maliku Kabupaten Pulang Pisau. Subjek penelitian yaitu Kiai Haji Abdul Wahab Khasbullah, dan informan penelitian yaitu ustadz/ustadzah, santri, masyarakat dan orang tua santri. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengabsahan data menggunakan trianggulasi teknik dan sumber. Teknik analisis data menggunakan beberapa tahapan yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, kemudian penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Idealisme pengaruh Kiai tampak pada rasa hormat dari pengikut: loyalitas dan komitmen pengikut. Kepecayaan pada pemimpin: Kiai jujur dan terbuka serta komitmen dengan bekerja keras dan tekun. Pemimpin sebagai teladan: kesederhanaan, kejujuran dan keadilan, menjadi teladan yang inspiratif bagi pengikut. (2) Motivasi inspirasional diwujudkan Kiai dengan cara berkomunikasi dengan kalimat-kalimat yang membangun semangat. Kiai menentukan pembentukan karakter dan spiritualitas santri melalui pemberian motivasi, keteladanan, penetapan target, disiplin ibadah, dan pembiasaan ṣholat sunnah, dan persiapan untuk kehidupan bermasyarakat. Kiai menjadi sosok yang sangat berpengaruh dalam pendidikan dan pengembangan diri santri. (3) Stimulasi intelektual diwujudkan Kiai dengan cara merangsang ide kreatif pengikut: Kiai menciptakan lingkungan yang nyaman untuk berbagi ide dan mendiskusikan masalah dan menemukan solusi baru atas Problem solving. (4) Perhatian individu diwujudkan Kiai dengan memperhatikan pengembangan karir pengikut: menampung keluhan, mengenali dan memenuhi kebutuhan santri, memberikan bimbingan langsung dalam mengembangkan kemampuan santri. Menghargai hasil kerja bawahan: kiai memberikan penghargaan. Melatih hubungan yang baik dengan pengikut: kiai aktif menampung keluhan dan memberikan solusi pengikut.
ABSTRACT
The Latiful Falah Islamic Boarding School, which has been led by Kiai Haji Abdul Wahab Khasbullah since 1999, located in Maliku District, Pulang Pisau Regency, and focuses as an Islamic educational institution that not only provides formal but also non-formal education. Therefore, this Islamic boarding school plays a big role developing the quality of the surrounding community. The attitude, behavior and leadership approach shown by Kiai is an inspiration for the boarding school residents and the community.
The aim of this research was to analyze the idealism of leadership influence, analyze leadership inspirational motivation, analyze leadership intellectual stimulation and analyze individual attention to the transformational leadership of Kiai Haji Abdul Wahab Khasbullah at the Latiful Falah Islamic Boarding School, Maliku District, Pulang Pisau Regency.
The approach in this research was used qualitative with a qualitative descriptive research type. The research location is at the Latiful Falah Islamic Boarding School in Foundation 3, Wono Agung Village, Maliku District, Pulang Pisau Regency. The research subject was Kiai Haji Abdul Wahab Khasbullah, and the research informants were ustadz/ustadzah, students, the community and parents of the students. Data collection techniques used observation, interviews and documentation. The data validation technique uses triangulation of techniques and sources. The data analysis technique uses several stages, namely: data collection, data reduction, data presentation, then drawing conclusions.
The research results shown that: (1) Kiai's influence seen respect of disciple: loyalty and commitment of disciple. Trust in leaders: Kiai are honest and open and committed to working hard and diligently. Leader a an example: simplicity, honesty and justice, becomes an inspiring example for followers. (2) Inspirational motivation is realized by Kiai communicating with sentences that build enthusiasm. Kiai determines the formation of the character and spirituality of students through providing motivation, example, setting targets, discipline of worship, and getting used to sunnah prayers, and preparation for life in society. Kiai was influential figure in the education and self-development of students. (3) Intellectual stimulation is realized by Kiai stimulating discipl' creative ideas: Kiai creates a comfortable environment for sharing ideas and discussing problems and finding new solutions to problem solving. (4) Kiai realizes individual attention by paying attention to the career development of disciple: accommodating complain, recognizing and fulfilling the needs of students, providing direct guidance in developing students' abilities. Appreciating the work of subordinates: kiai gives awards. good practice relationships with disciple: kiai actively accommodate complaints and provide solutions to disciple
Studi Komparatif Manajemen Program Tahfizh Al-Quran Di Pondok Pesantren Hidayatul Insan Fii Ta’limiddin Dan Pondok Pesantren Al-Wafa Palangka Raya
Program menghafal Al-Quran sudah meluas di Indonesia. Fakta tersebut dengan adanya program peluncuran 10.000 santri penghafal Al-Quran dalam periode 2015-2020, dengan fokus pada santri usia sekolah (7-18 tahun) oleh pemerintah. Fakta lainnya adalah muculnya program tahfizh di berbagai lembaga pendidikan, salah satunya pondok pesantren. Saat ini bermunculan pondok pesantren yang memuat program tahfizh. Hal ini menjadi nilai jual tersendiri bagi pondok pesantren. Pondok pesantren Hidayatul Insan Fii Ta’limiddin dan pondok pesantren Al-Wafa adalah pondok pesantren yang memiliki program tahfizh Al-Quran di kota Palangka Raya dan ikut memberikan sumbangsih generasi pengahafal Al-Quran di Kota Palangka Raya bahkan Kalimantan Tengah.
Penelitian ini dilakukan di pondok pesantren Hidayatul Insan Fii Ta’limiddin Jl. Sulawesi No. 76 Palangkara Raya dan pondok pesantren Al-Wafa jalan Dahlia Nomor 6 Palangka Raya. Fokus dalam penelitian ini manajemen program tahfizh Al-Quran meliputi perencanaan, pengorganisasian di pelaksanaan dan pengendalian di pondok pesantren tersebut. Metode penelitian ini adalah penelitian lapangan dan menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan adalah obervasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah analisis komparatif, yaitu dengan menganalisis persamaan dan perbedaan manajemen program tahfizh di kedua pondok tersebut.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat beberapa perbadingan atau perbedaan. Dalam perencanaan, keunggulan di pondok pesantren Hidayatul Insan Fii Ta’limiddin adalah dari standar penerimaan santri dan kurikulum, yaitu target hafalan. Di pondok pesantren Hidayatul Insan fii Ta’limiddn standar minimal adalah 8 juz, sedangkan di Al-Wafa adalah 1 juz. Keunggulannya pondok pesantren Al-Wafa adalah sumber daya pendidik. Sumber daya pendidik di pesantren Hidayatul Insan Fii Ta’limiddin adalah santri pengabdian dan alumni Madrasah Tsanawiyah. Sedangkan di pondok pesantren Al-Wafa para guru adalah sarjana minimal S-1.Pengorganisasian program tahfizh di pesantren Hidayatul Insan Fii Ta’limiddin dan pondok pesantren Al-Wafa sudah teroganisir dengan baik dengan struktur organisasi yang memuat pimpinan pondok pesantren, pimpinan program tahfizh dan pengajar atau guru tahfizh. Keunggulan di pondok pesantren Al-Wafa dari sisi admistrasi lebih teroganisir, diantaranya dokumen hafalan santri dan struktur kependidikan dan tenaga pendidik. Pelaksanaan program tahfizh, yaitu keunggulan di pondok pesantren Hidayatul Insan Fii Ta’limiddin adalah dari sisi kekuatan hafalan dan standar capaian hafalan. Hal ini salah satunya karena motivasi untuk ajang lomba hafalan Al-Quran. Keunggulan di pondok pesantren Al-Wafa materi kitab kuning sebagai tambahan wawasan dalam bidang Al-Quran. Penilaian di pondok pesantren Hidayatul Insan Fii Ta’limiddin lebih ketat jika dibandingkan dengan pondok pesantren Al-Wafa. Hal ini salah satunya dilatar belakangi dengan semangat untuk persiapan mengikuti ajang lomba hafalan Al-Quran.
ABSTRACT
The Quran memorization program has become widespread in Indonesia. This fact is shown by the launching of the 10,000 Quran memorization program in the 2015-2020 period, with a focus on school-age students (7-18 years old) by the government. Another fact is the emergence of tahfizh programs in various educational institutions, including Islamic boarding schools. Currently, there are many boarding schools that include tahfizh programs. This is an advantage for Islamic boarding schools. Hidayatul Insan Fii Ta'limiddin Islamic boarding school and Al-Wafa Islamic boarding school are Islamic boarding schools that have tahfizh Al-Quran programs in Palangka Raya city and contribute to the generation of Al-Quran memorizers in Palangka Raya City and even Central Kalimantan.
This research at Hidayatul Insan Fii Ta'limiddin Islamic boarding school on jl. Sulawesi number 76 Palangka Raya and Al-Wafa Islamic boarding schoolon jl. Dahlia number 6 Palangka Raya. The focus of this research is the management of the tahfizh Al-Quran program including planning, organizing in the implementation and control in the boarding school. This research method is field research and uses descriptive qualitative research. The techniques used are observation, interview and documentation. The analysis used is comparative analysis, namely by analyzing the similarities and differences in the management of tahfizh programs in the two boarding schools.
The results of this study show that there are differences. In planning, the superiority in Hidayatul Insan Fii Ta'limiddin Islamic boarding school is from the admission standards of students and curriculum, namely memorization targets. In Hidayatul Insan fii Ta'limiddn Islamic boarding school, the minimum standard is 8 juz, while in Al-Wafa it is 1 juz. The advantage of Al-Wafa boarding school is the teaching resources. The teaching resources at Hidayatul Insan Fii Ta'limiddin pesantren are devoted students and alumni of Madrasah Tsanawiyah. The organization of the tahfizh program at Hidayatul Insan Fii Ta'limiddin Islamic boarding school and Al-Wafa Islamic boarding school is well organized with an organizational structure that includes the head of the Islamic boarding school, the head of the tahfizh program and tahfizh teachers. The advantages at Al-Wafa Islamic boarding school in terms of administration are more organized, including the memorization documents of students and the structure of education and teaching staff. The implementation of the tahfizh program, namely the superiority in Hidayatul Insan Fii Ta'limiddin Islamic boarding school is in terms of memorization strength and memorization achievement standards. This is partly due to the motivation for the Al-Quran memorization competition. The advantage at Al-Wafa Islamic boarding school is the classical book material as an additional insight in the field of Al-Quran. The assessment at Hidayatul Insan Fii Ta'limiddin Islamic boarding school is stricter when compared to Al-Wafa Islamic boarding school
أثر استعمال تطبيق Flashcard باستراتيجية التعليم التعاوني لدفع إرادة
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan penggunaan aplikasi flashcard melalui strategi pembelajaran Kooperatif ini akan mempengaruhi minat siswa dalam mengikuti pembelajaran bahasa arab. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian eksperimen dengan instrument penelitian angket minat siswa serta soal pretest dan posttest. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini ialah siswa kelas VIII-3 dan VIII-4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan angket minat siswa yang telah dibagikan, baik di kelas kontrol maupun kelas eksperimen minat siswa pada pembelajaran bahasa arab mengalami peningkatan. Dimana pada kelas kontrol jumlah rata-rata minat siswa sebelumnya adalah 78,97 menjadi 80,97 dan jumlah rata-rata minat siswa kelas eksperimen sebelumnya yaitu 70,81 mengalami peningkatan menjadi 73,56. Namun setelah diuji normalitas serta dilanjutkan uji paired sample-t test pada kelas eksperimen menunjukkan bahwa nilai sig (2-tailed) sebesar 0,071 > 0,05 dimana hal ini menjelaskan tidak adanya perbedaan rata-rata nilai angket minat siswa sebelum penggunaan aplikasi Flashcard dan sesudah penggunaan aplikasi flashcard di kelas eksperimen. Dapat disimpulkan bahwa rata-rata nilai dari angket sebelumnya tidak meningkat secara signifikan sehingga hasil dari penelitian ini Ha ditolak dan Ho diterima yang menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Flashcard Pembelajaran dengan menggunakan strategi kooperatif tidak berpengaruh secara signifikan dalam merangsang keterlibatan minat siswa pada pembelajaran bahasa arab.
الملخص
يهدف هذا البحث إلى معرفة ما إذا كان استخدام تطبيق Flashcard التعليمية من خلال استراتيجية التعليم التعاوني سيؤثر على إرادة الطلاب بالمشاركة في تعليم اللغة العربية. يستخدم منهج البحث منهجًا كميًا ونوعًا من البحث التجريبي باستخدام أدوات البحث واستبيانات إرادة الطلاب وأسئلة الاختبار القبلي والبعدي. العينات المستخدمة في هذا البحث كانت من طلاب الفصل الثامن-3 والثامن-4. وأظهرت نتائج هذا البحث أنه بناء على استبيان إرادة الطلاب الذي تم توزيعه سواء في الفصل الضابط أو الفصل التجريبي، فقد زادت إرادة الطلاب بتعلم اللغة العربية. حيث في الفصل الضابط كان متوسط عدد إرادةات الطلاب السابقة 78.97 إلى 80.97 وكان متوسط عدد إرادةات طلاب الفصل التجريبي السابق 70.81 وارتفع إلى 73.56. ومع ذلك، بعد اختبار الحالة الطبيعية والاستمرار في اختبار العينة المقترنة-t في الفصل التجريبي، أظهرت أن قيمة sig (2-tailed) كانت 0.071 < 0.05، وهو ما يفسر عدم وجود اختلاف في متوسط قيمة الطالب استبيان الفائدة قبل استعمال تطبيق Flashcard التعليمية وبعد استعمال تطبيق Flashcard التعليمية في الفصل التجريبي. ويمكن الاستنتاج أن متوسط الدرجات من الاستبيان السابق لم يرتفع بشكل ملحوظ بحيث تم رفض نتائج هذا البحث Ha وتم قبول Ho، مما يدل على أن استخدام تطبيق Flashcard باستعمال الاستراتيجيات التعاونية ليس له تأثير كبير في إثارة إرادة الطلاب بتعلم اللغة العربية
Pengaturan Masa Jabatan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (Bpd) Dalam Peraturan Daerah Barito Selatan Nomor 3 Tahun 2019
Produk hukum berupa Undang-Undang dan Peraturan Daerah haruslah saling melengkapi dalam ranah singkronisasi dan harmonisasi. Ketidaksingkronan dan ketidakharmonisan produk hukum tergambar pada Pengaturan masa jabatan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Barito Selatan Nomor 3 Tahun 2019 tentang Badan Pemusyawaratan Desa terdapat pertentangan dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang mengatur masa jabatan anggota BPD. Merujuk pada adagium lex superior derogat legi inferiori, maka peraturan perundang-undangan yang mempunyai derajat lebih rendah tidak boleh bertentangan dengan yang lebih tinggi. Serta dari Aspek Kepastian hukum Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Peraraturan Daerah Barito Selatan Nomor 3 Tahun 2019 tentang Badan Permusyawaratan Desa tidak memberikan sebuah Kepastian Hukum. Fokus penelitian ini menganalisis pengaturan masa jabatan anggota Badan Permusyawaratan Desa berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Barito Selatan Nomor 3 Tahun 2019. Rumusan masalah penelitian ini. (1) Bagaimana Pengaturan Masa Jabatan Anggota BPD berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Barito Selatan Nomor 3 Tahun 2019? (2) Apa yang menjadi Pertimbangan Pengaturan Masa Jabatan Anggota BPD dalam Peraturan Daerah Kabupaten Barito Selatan Nomor 3 Tahun 2019 hanya 2 Periode Jabatan? Jenis penelitian normatif ini juga menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Hasil penelitian ini (1) Peraturan Daerah Kabupaten Barito Selatan Nomor 3 Tahun 2019 tentang Badan Pemusyawaratan Desa yang mengatur masa jabatan selama 2 periode kontradiktif dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang mengatur masa jabatan anggota BPD selama 3 periode. (2) Pertimbangan Pengaturan Masa Jabatan Anggota BPD dalam Peraturan Daerah Kabupaten Barito Selatan Nomor 3 Tahun 2019 hanya 2 Periode Jabatan dilandasi adanya terobosan sebagai limitatif baru dalam regenarasi kepemimpinan.
ABSTRACT
The regulation of the term of office of members of the Village Consultative Body (BPD) is based on South Barito Regency Regional Regulation Number 3 of 2019 concerning Village Consultative Body. There is a conflict with Law Number 6 of 2014 concerning Villages which regulates the term of office of BPD members. Referring to the adage lex superior derogat legi inferiori, laws and regulations that have a lower level must not conflict with those that are higher. The focus of this research is analyzing the regulation of the terms of office of members of the Village Consultative Body based on South Barito Regency Regional Regulation Number 3 of 2019. Formulation of the research problem. (1) What are the terms of office for BPD members based on South Barito Regency Regional Regulation Number 3 of 2019? (2) What are the considerations for regulating the term of office of BPD members in South Barito Regency Regional Regulation Number 3 of 2019 with only 2 terms of office? This type of normative research also uses a statutory approach (statute approach) and a case approach (case approach) as well as a comparative approach (comparative approach). The results of this research are (1) South Barito Regency Regional Regulation Number 3 of 2019 concerning the Village Consultative Body which regulates the term of office for 2 periods, which is contradictory to Law Number 6 of 2014 concerning Villages which regulates the term of office of BPD members for 3 periods. (2) The consideration for regulating the terms of office of BPD members in South Barito Regency Regional Regulation Number 3 of 2019 is only 2 terms of office based on the existence of a breakthrough as a new limit in leadership regeneration
Pengembangan Desain Pelatihan Perilaku Prososial Pada Mahasiswa Program Studi Bimbingan Konseling Islam Iain Palangka Raya
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pelatihan perilaku prososial pada mahasiswa Bimbingan Konseling Islam semester 6 sebagai media dalam pelaksanaan pelatihan perilaku prososial di IAIN Palangka Raya. Modul pelatihan perilaku prososial tersebut untuk memudahkan mahasiswa dalam pembelajaran tentang perilaku prososial.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian pengembangan dengan mengacu pada pendapat Borg & Gall. Produk yang dikembangkan berdasarkan penelitian awal adalah modul pelatihan perilaku prososial pada mahasiswa bagi program studi bimbingan konseling islam semester 6 yang berisi materi-materi pemahaman perilaku prosisal, bentuk-bentuk perilaku prososial, dan cara meningkatkan perilaku prososial. Subjek uji coba dalam penelitian pengembangan ini adalah mahasiswa semester 6 program studi bimbingan konseling islam di IAIN Palangka Raya sebagai calon pengguna produk. Penentuan subjek tersebut dilakukan dengan purposive sampling, yang terdiri dari 16 mahasiswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket. Angket ini digunakan untuk menilai modul yang dikembangkan dari segi kelengkapan modul, isi materi maupun tampilan fisik modul. Data analisis secara kuantitaf dan kualitatif. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif dengan mengumpulkan semua hasil jawaban responden dan data kuantitatif diperoleh dari penilaian validator ahli untuk menganalisis tingkat Akseptabilitas/ kebeterimaan modul. Pengembangan ini hanya dibatasi pada pelatihan perilaku prososial yang berfokus pada peningkatan perilaku prososial.
Berdasarkan hasil uji produk diperoleh beberapa saran perbaikan dari validator ahli dan setelah dilakukan perbaikan sesuai saran-saran dari validator ahli maka modul pelatihan perilaku prososial pada mahasiswa dinyatakan layak dengan kategori nilai 89 “Sangat Baik”. Jadi, dapat disimpulkan bahwa dihasilkan modul desain pelatihan perilaku prososial yang telah teruji dan layak digunakan sebagai sumber belajar.
ABSTRACT
This research aims to develop a prosocial behavior training module for 6th semester Islamic Counseling Guidance students as a medium for implementing prosocial behavior training at IAIN Palangka Raya. The prosocial behavior training module is to make it easier for students to learn about prosocial behavior.
This research is a type of development research with reference to the opinion of Borg & Gall. The product developed based on initial research is a prosocial behavior training module for students for the 6th semester Islamic guidance and counseling study program which contains material on understanding prosocial behavior, forms of prosocial behavior, and ways to increase prosocial behavior. The test subjects in this development research were 6th semester students of the Islamic counseling guidance study program at IAIN Palangka Raya as potential product users. The subject was determined using purposive sampling, consisting of 16 students. The data collection technique was carried out using a questionnaire. This questionnaire is used to assess the module being developed in terms of module completeness, material content and physical appearance of the module. Quantitative and qualitative analysis data. Data analysis techniques use qualitative analysis by collecting all respondent answers and quantitative data obtained from expert validator assessments to analyze module validity levels. This development is limited only to prosocial behavioral training that focuses on improving prosotional behavior.
Based on the results of the product test, some improvement recommendations were obtained from the expert validator and after making improvements in accordance with the recommendations of the specialist validator, the prosocial behavior training module in students was declared qualifying with the rating category 89 “Very Good”. Thus, it can be concluded that the resulting module was a tested and worthy of use as a learning resource
Efektivitas Konseling Sosial Pada Remaja Yang Melakukan Pernikahan Dini Di Jalan Dokter Murjani Kelurahan Pahandut Kota Palangka Raya
Indonesia adalah salah satu negara berkembang dimana pernikahan dini masih umum. Pernikahan dini menyebabkan tidak menyadarinya resiko terkait dengan kehamilan nya bahkan membahayakan kesejahteraan emosional mereka dan berujung pada pernikahan yang tidak harmonis karena mental mereka belum berkembang. Oleh karena itu, perlu adanya bimbingan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pernikahan usia dini. Tujuan dari penelitian yaitu mengetahui efektivitas konseling sosial bagi remaja yang melakukan pernikahan dini. Adapun Penelitian ini menggunakan pendekatan mix method (campuran). Dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data yaitu angket,wawancara dan observasi. Untuk menguji efektivitas menggunakan alat ukur uji T.
Penelitian dilakukan di jalan Dokter Murjani pada bulan Maret-Mei 2024. Informan penelitian yaitu pasangan suami istri berjumlah 8 orang. Prosedur dokumentasi melibatkan pencatatan arsip atau bukti tertulis, dan peneliti menggunakan instrumen seperti kuesioner, wawancara, dan skala Guttman untuk penilaian pernikahan dini. Analisis data meliputi pengumpulan dan pengkategorian data, menggunakan penelitian model kuantitatif dan pemikiran induktif untuk menyajikan temuan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelaksanaan konseling sosial dilakukan dua kali pertemuan : proses konseling sosial untuk pengetahuan kepada remaja yang melakukan pernikahan dini menggunakan teknik attending setelah itu menanyakan kabar dan menyampaikan asas-asas konseling dan meminta pasutri untuk mengungkapkan permasalahan yang dialami dan dilanjutkan wawancara sebagai pertanyaan terbuka dan setelah itu dilanjutkan dengan evaluasi.
Hasil penelitian pada efektivitas konseling sosial untuk pengetahuan tentang pernikahan dini sebelum diberikan konseling individu kategori sedang 2 orang (38%), dan kategori rendah 6 orang (20%) setelah dilakukan konseling individu rata-rata 7 orang dikategorikan sedang (45%)dan kategori rendah 1 orang (34%). hasil pengujian statistik setelah diberikan konseling menunjukkan bahwa pengetahuan tentang pernikahan dini dengan nilai T hitung lebih kecil < dari T table = 0,320 danT table 2,365, dari hasil tersebut Ha diterima dan Ho ditolak. Maka dapat dismpulkan bahwa konseling sosial efektif digunakan untuk remaja yang melakukan pernikahan dini hasil Uji T adanya meningkatkan pengetahuan tentang remaja yang melakukan pernikahan dini Berdasarkan hasil penelitian bahwa pengetahuan remaja yang melakukan pernikahan dini telah mampu dilakukan dengan baik. Hal ini mengandung implikasi bahwa pengetahuan memiliki peranan yang sangat penting bagi pencapaian tujuan, karena pengetahuan memberikan arah tindakan, dan cara bagaimana tindakan tersebut harus dilakukan agar tujuan yang diinginkan tercapai.
ABSTRACT
Indonesia is one of the developing countries where early marriage is still common. Early marriage causes them not to realize the risks associated with their pregnancy and even endangers their emotional well-being and leads to a disharmonious marriage because their mentality has not yet developed. Therefore, there is a need for guidance to increase knowledge about early marriage. The aim of the research is to determine the effectiveness of social counseling for teenagers who enter early marriage. This research uses a mix method approach. In this research, data collection methods were used, namely questionnaires, interviews and observation. To test the effectiveness of using the T.
The research was conducted on Jalan Dokter Murjani in March-May 2024. The research informants were 8 husband and wife couples. Documentation procedures involve recording archives or written evidence, and researchers use instruments such as questionnaires, interviews, and the Guttman scale for assessing early marriage. Data analysis includes collecting and categorizing data, using quantitative modeling research and inductive thinking to present findings. The results of the research show that the process of implementing social counseling was carried out in two meetings: the social counseling process for knowledge to teenagers who entered into early marriage using the attending technique, after that they asked for news and conveyed the principles of counseling and asked the couple to express the problems they were experiencing and continued with the interview as open questions and after that continued with evaluation.
The results of research on the effectiveness of social counseling for knowledge about early marriage before being given individual counseling were in the medium category 2 people (38%), and in the low category 6 people (20%) after individual counseling was given an average of 7 people are categorized as medium (45%) and 1 person is in the low category (34%). The results of statistical testing after being given counseling showed that knowledge about early marriage with a calculated T value was smaller < than T table = 0.320 and T table 2.365, from these results Ha was accepted and Ho was rejected. So it can be concluded that social counseling is effectively used for teenagers who marry early. The results of the T Test increase knowledge about teenagers who marry early. Based on the research results, the knowledge of teenagers who marry early has been able to be carried out well. This implies that knowledge has a very important role in achieving goals, because knowledge provides the direction of action, and the way in which the action must be carried out so that the desired goal is achieved
Tracing religious transformations in urban society during the kutaringin kingdom era
This research article aims to explore the traces of religious transformation in the urban society during the Kutaringin Kingdom era. The current population of Kutaringin, now located within the West Kotawaringin Regency, is predominantly Muslim. The Islamic influence is palpable in both the daily lives of the people and the Islamic symbols present during the current governance. This study adopts an empirical (field research), utilizing both historical and religious approach. The findings indicate that the process of religious transformation occurred peacefully without any acts of violence. Some individuals who were previously adherents of Kaharingan converted to Islam and integrated into the urban society of the Kutaringin Kingdom. Meanwhile, those who remained steadfast in their beliefs chose to reside in the hinterlands. However, their relationship with the kingdom remained strong, and the kingdom sought their opinions and approval, represented by the leaders of their communities, in addressing issues. The role of religious leaders, especially Kyai Gede, played a significant part in this transformation. Kyai Gede, whose passing is commemorated annually, played a crucial role in shaping the religious landscape. Presently, the kingdom's territory is
divided into several regencies, including West Kotawaringin regency, Lamandau regency, and Sukamara regency, with the majority of the population adhering to Isla