6024 research outputs found
Sort by
Pengaruh Sponsorship Dan Social Media Marketing Terhadap Peningkatan Brand Equity Pada Brand Sponsor Tim Olahraga Slmt Brotherhood
Brand equity yang baik mampu meningkatkan penjualan, menjaga stabilitas dan meningkatkan keunggulan kompetitif termasuk pada brand sponsor tim olahraga SLMT Brotherhood. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menguji dan menganalisis pengaruh sponsorship dan social media marketing secara parsial maupun simultan serta menganalisis pengaruh yang dominan antara sponsorship dan social media marketing terhadap peningkatan brand equity pada brand sponsor tim olahraga SLMT Brotherhood.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori (explanatory research). Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan angket. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh anggota tim olahraga SLMT Brotherhood yang berjumlah 180 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Rumus pengambilan sampel menggunakan rumus slovin dan didapat sampel yang berjumlah 65 responden. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis regresi linear berganda.
Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa secara parsial sponsorship (X1) menunjukkan nilai sig. 0,123 > 0,05 artinya tidak berpengaruh dan signifikan terhadap peningkatan brand equity. Selanjutnya, social media marketing (X2) berpengaruh dan signifikan terhadap peningkatan brand equity yang ditunjukkan dengan nilai sig. 0,000 0,317. Koefisien determinasi menunjukkan nilai R Square sebesar 0,450 atau sama dengan 45% artinya variabel sponsorship dan social media marketing secara simultan berpengaruh terhadap variabel brand equity sebesar 45% sedangkan sisanya yaitu 55% dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti.
ABSTRACT
Good brand equity is able to increase sales, maintain stability and increase competitive advantage, including the SLMT Brotherhood sports team sponsor brand. The aim of this research is to examine and analyze the influence of sponsorship and social media marketing partially or simultaneously as well as to analyze the dominant influence of sponsorship and social media marketing on increasing brand equity in the SLMT Brotherhood sports team sponsor brand.
This research use a quantitative research approach with explanatory research. Data collection techniques use documentation and questionnaires. The population in this study was all members of the SLMT Brotherhood sports team, totaling 180 people. The sampling technique uses simple random sampling technique. The sampling formula use the Slovin formula and a sample of 65 respondents was obtained. The data analysis technique use is multiple linear regression analysis technique.
Based on the results of this research, it can be concluded that partial sponsorship (X1) shows a sig value. 0.123 > 0.05 means it has no and significant effect on increasing brand equity. Furthermore, social media marketing (X2) has a significant influence on increasing brand equity (Y), which is indicated by the sig value. 0.000 0.317. The coefficient of determination shows an R Square value of 0.450 or equal to 45%, meaning that the sponsorship and social media marketing variables simultaneously influence the brand equity variable by 45% while the remaining 55% is influenced by other variables that were not studied
Dampak Ekonomi Islam Dalam Tradisi Manugal Masyarakat Dayak Bakumpai Di Desa Muara Bumban Kabupaten Murung Raya
Indonesia adalah negara dengan kenunikan di setiap daerahnya. Salah satunya keunikan budaya pada Tradisi manugal yang dimiliki Masyarakat Dayak, termasuk masyarakat Dayak Bakumpai. Tradisi manugal merupakan kegiatan bercocok tanam dan berlahan padi. Hal unik pula dalam Tradisi manugal ini ialah nilai Ekonomi yang ada di dalamnya. Tujuan dari penetian ini untuk mengetahui bagaimana mekanisme Tradisi manugal yang ada di tengah-tengah Masyarakat Dayak Bakumpai di Kabupaten Murung raya dan bagaimana dampak Ekonomi Islam dalam Tradisi manugal Desa Muara Bumban Kabupaten Murung Raya.
Penelitian ini menggunakan menggunakan metode kualitatif deskriptif serta menggunakan jenis penelitian lapangan. Penelitian ini juga menggunakan empat subjek dan dua informan yang dipilih dengan cara purposive sampling di Desa Muara Bumban Kabupaten Murung Raya. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tiga cara yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengabsahan data menggunakan trigulasi sumber dan triagulasi teknik. Yang mana akan dianalisis menggunakan tiga cara yaitu reduksi data, penyajian data lalu penarikan kesimpulan agar mendapatkan hasil penelitian yang benar.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mekanisme manugal yang dilaksanakan Masyarakat Dayak Bakumpai, menggunakan Sembilan langkah yang ada di dalam prosesnya yaitu mulai dari mandirik, maneweng, malaring rewa, manusul, marangai, manugal, marumput, manggetem dan maihik. Sedangkan dampak Ekonomi Islam yang ada pada Tradisi manugal ini memberikan pengaruh yang sangat baik. Terlihat dari cara pembagian hasil panen yang sesuai dengan syariat Islam serta pemberian upah yang dilakukan secara terbuka sehingga tidak ada pihak lain yang dirugikan, dan terjalinnya ikatan silaturahmi yang erat antar sesama Masyarakat Dayak Bakumpai.
ABSTRACT
Indonesia is a country with uniqueness in each region. One of them is the uniqueness of the culture in the manugal tradition owned by the Dayak community, including the Bakupai Dayak community. Manugal tradition is the activity of planting and rice land. The unique thing in this human tradition is the economic value in it. The purpose of this study is to find out how the mechanism of manugal tradition in the midst of the Bakumpai Dayak Community in Murung Raya Regency and how the impact of Islamic Economy in the manugal tradition of Muara Bumban Village, Murung Raya Regency.
This research uses descriptive qualitative methods and uses types of field research. The study also used three subjects and three informants selected by purposive sampling. The data collection technique in this study used three ways, namely observation, interview and documentation. Data validation techniques use source trigulation and tricoagulation techniques. Which will be analyzed using three ways, namely data reduction, data presentation and then drawing conclusions in order to get the right research results.
The results of this study show that the manugal meknism implemented by the Bakupai Dayak Community, uses nine steps in the process, starting from mandirik, maneweng, malaring rewa, manusul, marangai, manugal, marumput, manggetem and maihik. While the impact of Islamic Economy on the manugal tradition has a very good influence. It can be seen from the way the distribution of crops in accordance with Islamic law and the provision of wages that are carried out openly so that no other party is harmed, and the establishment of close ties of friendship between fellow Bakumpai Dayak Communities
Akad Bahandep Pada Pengelolaan Sawah Di Desa Bambulung Kecamatan Pematang Karau Kabupaten Barito Timur
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya praktik akad bahandep yang dilakukan oleh para petani di desa Bambulung Kecamatan Pematang Karau Kabupaten Barito Timur pa. Bahandep adalah suatu perjanjian berupa mengerjakan suatu pekerjaan dengan imbalan pekerjaan yang sama pula. Dalam praktik bahandep ini, pekerjaan yang dilakukan sekilas terlihat seperti gotong-royong dan rasa solidaritas yang tinggi. Pada masyarakat Bambulung, hal ini merupakan kegiatan yang biasa dilakukan, tidak hanya dalam hal pertanian, tetapi juga hal lainnya. Tidak ada aturan ataupun perjanjian khusus yang mengikat sehingga hak dan kewajiban ini lebih didasarkan kepada tanggung jawab sosial dan rasa solidaritas para petani saja. Selain itu setiap petani juga memiliki lahan yang berbeda-beda, sehingga beban pekerjaan yang ditanggung juga berbeda pula. Oleh karena itu penelitian ini mempertanyakan para petani mempertahankan tradisi bahandep dalam pengelolaan sawah di desa Bambulung Kecamatan Pematang Karau Kabupaten Barito Timur dan bagaimana akad bahandep pada pengelolaan sawah di desa Bambulung Kecamatan Pematang Karau Kabupaten Barito Timur dalam perspektif Fiqih Muamalah. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan penelitiannya sosiolegal. Subjek penelitian ini adalah para petani yang melakukan praktik akad bahandep, aparatur desa Bambulung, dan tokoh masyarakat desa Bambulung. Data penelitian yang dihimpun dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa petani desa Bambulung masih mempertahankan tradisi akad bahandep karena adanya motif ekonomi, tolong menolong, gotong royong, rasa kebersamaan dan untuk melestarikan praktik bahandep di jaman modern ini. Berdasarkan kaca mata fiqih muamalah praktik akad bahandep ini boleh dilakukan karena termasuk kedalam akad tabarru yaitu atas dasar tolong menolong
ABSTRACT
This research was motivated by the practice of the Bahandep contract carried out by farmers in Bambulung village, Pematang Karau subdistrict, East Barito regency. bahandep is an agreement in the form of doing a job in return for the same job. In this bahandep practice, the work carried out at first glance looks like mutual cooperation and a high sense of solidarity. In the Bambulung community, this is a common activity, not only in terms of agriculture, but also other things. There are no special binding rules or agreements so these rights and obligations are based more on the social responsibility and sense of solidarity of the farmers. Apart from that, each farmer also has different land, so the workload they bear is also different. Therefore, this research asks farmers to maintain the tradition of bahandep in managing rice fields in Bambulung village, Pematang Karau District, East Barito Regency and how the bahandep agreement applies to managing rice fields in Bambulung Village, Pematang Karau District, East Barito Regency from the perspective of Muamalah Fiqh. This type of research is empirical legal research with a sociolegal research approach. The subjects of this research were farmers who practiced the bahandep contract, Bambulung village officials, and Bambulung village community leaders. Research data collected using observation, interviews and documentation methods was analyzed descriptively qualitatively. The results of this research show that Bambulung village farmers still maintain the tradition of the bahandep contract because of economic motives, mutual help, mutual cooperation, a sense of togetherness and to preserve the practice of bahandep in this modern era. Based on the perspective of muamalah fiqh, the practice of the bahandep contract is permissible because it is included in the tabarru contract, namely on the basis of mutual help
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Jual Beli Ikan Basiang Di Pasar Besar Kota Palangka Raya
Kegiatan jual beli ikan basiang di pasar besar Kota Palangka Raya cenderung tidak memiliki kejelasan terkait sisa perut ikan yang ditinggalkan pasca dibersihkan, hal inilah yang melatar belakangi penelitian ini. Adapun fokus penelitian yaitu bagaimana praktik jual beli ikan basiang di pasar besar kota Palangka Raya dan bagaimana perspektif hukum Islam terhadap kepemilikan isi perut ikan dari praktik jua beli ikan basiang. Jenis penelitian ialah studi kasus dengan menggunakan pendekatan socio-legal. Penggalian data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis yang digunakan ialah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) praktik jual beli ikan basiang di pasar besar kota Palangka Raya dilakukan oleh penjual dan pembeli yang bertemu dalam satu tempat untuk bertransaksi. Sebagai pembeli langsung datang untuk membeli ikan basiang kemudian penjual ikan menimbang dan mulai membersihkan ikan tersebut, dari kegiatan tersebut lahirlah suatu transaksi jual dan beli dan kesepakatan yang lahir pun adalah membeli dan menjual ikan basiang secara utuh. 2) Islam memandang praktik jual beli ikan ini sah secara hukum syara’ dikarenakan sudah terpenuhinya rukun dan syarat dalam jual beli, serta kejelasan manfaat dari objek yang ditransaksikan. Namun, dalam jual beli ikan basiang dari segi maslahah masih terkandung mudharat bagi pihak penjual. Sehingga dalam status kepemilikan telur dan isi perut ikan bekas basiang adalah tetap menjadi milik si pembeli, karena tidak ada kesepakatan diawal antara penjual dan pembeli. Maka wajib kepada penjual untuk menyerahkan kepada pembeli.
ABSTRACK
Basiang fish buying and selling activities in the large market of Palangka Raya City tend to have no clarity regarding the rest of the fish stomach left after cleaning, this is the background of this research. The focus of this research is on how practice of buying and selling basiang fish in the large market of Palangka Raya city and how the perspective of Islamic law on the ownership of fish entrails from the practice of buying basiang fish. This type of research is a case study with a socio-legal approach. Data mining uses observation, interview and documentation techniques. The analysis technique used is descriptive qualitative. The results showed that: 1) The practice of buying and selling basiang fish in the large market of Palangka Raya city is carried out by sellers and buyers who meet in one place to transact. As a buyer directly comes to buy basiang fish then the fish seller weighs and begins to clean the fish, from this activity a sale and purchase transaction was born and the agreement that was born was to buy and sell basiang fish in a formal manner. 2) Islam views the practice of buying and selling fish as legal according to sharia law because the harmony and conditions in buying and selling have been fulfilled, as well as the clarity of the benefits of the object being transacted. However, in buying and selling basiang fish in terms of maslahah, there is still mudharat for the seller. So that in the status of ownership of eggs and fish entrails, the used basiang fish remains the property of the buyer, because there is no initial agreement between the seller and the buyer. So it is mandatory for the seller to hand over to the buyer
Pengaruh Aktivitas Orang Tua Mengikuti Pelaksanaan Program Sekolah Kepompong Terhadap Sinergisitas Pengasuhan Anak Usia Dini Di Sekolah Sahabat Alam Palangka Raya
Penelitian ini berangkat dari adanya program parenting bernama “Sekolah Kepompong” di Sekolah Sahabat Alam Palangka Raya yang menjadi satu-satunya sekolah berbasis alam yang memiliki program parenting secara continue di Palangka Raya.
Rumusan masalah penelitian yaitu 1). Bagaimana aktivitas orang tua mengikuti pelaksanaan program Sekolah Kepompong di Sekolah TK Sahabat Alam Palangka Raya? 2). Bagaimana sinergisitas pengasuhan anak usia dini di Sekolah Sahabat Alam Palangka Raya? 3). Bagaimana pengaruh aktivitas orang tua mengikuti pelaksanaan program Sekolah Kepompong terhadap sinergisitas pengasuhan anak usia dini di Sekolah Sahabat Alam Palangka Raya?.
Penelitian menggunakan kombinasi mixed methods, dan pendekatan exploratory design. Subjek kualitatif berjumlah 6 orang tua (ayah dan bunda) melalui purposive sampling. Informan berjumlah 6 orang. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Teknik pengabsahan data yaitu triangulasi teknik dan sumber. Sampel total responden kuantitatif yaitu 66 orang tua. Teknik pengumpulan data yaitu angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu analisis statistik deksriptif dan analisis statistik inferensial serta rumus koefisien determinasi untuk menghitung besaran kontribusi pengaruh variabel x terhadap variabel y.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Aktivitas orang tua mengikuti pelaksanaan Program Sekolah Kepompong terlihat dari adanya perilaku disiplin dan komitmen yang mencakup kehadiran, mengikuti berbagai macam kegiatan Sekolah Kepompong, dan disiplin waktu. Partisipasi aktif mencakup antusias, menyimak materi, bertanya, berbagi informasi penting berkaitan dengan materi parenting, serta pengambilan manfaat. 2) Sinergisitas pengasuhan anak usia dini yaitu komunikasi mencakup pemahaman, kesenangan, dan dapat mempengaruhi. Hubungan interpersonal mencakup rasa percaya, dukungan/kesamaan, transparan, dan hubungan yang harmonis. 3) Terdapat pengaruh yang signifikan dari aktivitas mengikuti pelaksanaan Program Sekolah Kepompong terhadap sinergisitas pengasuhan anak usia dini di Sekolah Sahabat Alam Palangka Raya dengan koefisien determinasi sebesar 0,177 atau 17,7% pada taraf signifikansi 5%.
ABSTRACT
This research departs from the existence of a parenting program called "Cocoon School" at Palangka Raya Friends of Nature School, which is the only nature-based school that has a continuous parenting program in Palangka Raya.
The formulation of the research problem is 1). What are the activities parents involved in implementing the Cocoon School program at Sahabat Alam Palangka Raya Kindergarten School? 2). What is the synergy of early childhood care at the Palangka Raya Friends of Nature School? 3). What is the influence of activities parents following the implementation of the Kepompong School program on the synergy of early childhood care at Sahabat Alam Palangka Raya School?
The research uses a combination of mixed methods and an exploratory design approach. The qualitative subjects were 6 parents (father and mother) through purposive sampling. There were 6 informants. Data collection techniques are observation, interviews and documentation. Data analysis techniques are the stages of data collection, data reduction, data presentation and conclusions. The data validation technique is triangulation of techniques and sources. The total sample of quantitative respondents was 66 parents. Data collection techniques are questionnaires and documentation. Data analysis techniques are descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis as well as the coefficient of determination formula to calculate the magnitude of the contribution of variable x to variable y.
Based on the research conducted, the research results show that 1) Parents' activities in participating in the implementation of the Cocoon School Program can be seen from their discipline and commitment behavior which includes attendance, participating in various kinds of Cocoon School activities, and time discipline. Active participation includes enthusiasm, listening to the material, asking questions, sharing important information related to parenting material, and taking benefits. 2) Synergy in early childhood care, namely communication includes understanding, enjoyment, and can influence. Interpersonal relationships include a sense of trust, support/equality, transparency, and harmonious relationships. 3) There is a significant influence from the activities of participating in the implementation of the Kepompong School Program on the synergy of early childhood care at the Palangka Raya Friends of Nature School with a coefficient of determination of 0.177 or 17.7% at a significance level of 5%
Dampak Penutupan Dan Pembukaan Kembali Tiktok Shop Terhadap Penjualan Umkm Di Kota Palangka Raya
Kemajuan tekhnologi membawa kebiasaan baru dalam dunia jual beli. Salah satunya dengan munculnya E-commerce dan Social Commerce sebagai platform jual beli. Salah satunya adalah Tiktok Shop, namun setelah dikeluarkannya Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31 Tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha Dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE), Tiktok Shop resmi ditutup pada tanggal 4 Oktober 2023. Kemudian dibuka kembali pada 12 Desember 2023 setelah mengakuisisi Tokopedia. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis dampak penutupan dan pembukaan kembali Tiktok Shop terhadap penjualan UMKM di Kota Palangka Raya.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Adapun subjek penelitian ini adalah pemilik dan karyawan dari UMKM, dan informan tambahan dari pelanggan UMKM tersebut. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Dan teknik pengabsahan data menggunakan triangulasi sumber.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penutupan Tiktok Shop memberikan dampak positif dan negatif, yaitu dampak positif terhadap penjualan melalui E-commerce lain dan platform media sosial menjadi lebih aktif karena menjadi alternatif dari Tiktok Shop. Adapun dampak negatif dari tutupnya Tiktok Shop adalah tidak adanya penjualan UMKM dari Tiktok Shop, padahal Tiktok Shop sendiri memberikan admin yang lebih sedikit dan diskon kepada pembeli. Sementara untuk pembukaan kembali Tiktok Shop juga memberikan dampak positif dan negatif, dampak positifnya yakni kembalinya penjualan UMKM melalui Tiktok Shop, dan adanya kolaborasi antara Tiktok Shop dan Tokopedia. Adapun dampak negatifnya adalah penjualan melalui E-commerce lain kembali stagnan dan harga produk lebih mahal setelah Tiktok Shop buka kembali.
ABSTRACT
The advancement of technology has brought new habits in the world of buying and selling. One of them is the emergence of E-commerce and Social Commerce as a buying and selling platform. One of them was Tiktok Shop, but after the issuance of the Minister of Trade Regulation Number 31 of 2023 concerning Business Licensing, Advertising, Guidance, and Supervision of Business Actors in Trading Through Electronic Systems (PMSE), Tiktok Shop was officially closed on October 4, 2023. Then it reopened on December 12, 2023 after acquiring Tokopedia. Therefore, this study aims to determine and analyze the impact of closing and reopening Tiktok Shop on MSME sales in Palangka Raya City.
This research used a qualitative study with a type of phenomenological research. The subjects of this research are owners and employees of MSMEs, and additional informants from customers of these MSMEs. This research data collection technique used observation, interviews and documentation. And data validation techniques used source triangulation.
The results of the study show that the closure of Tiktok Shop has positive and negative impacts, namely a positive impact on sales through other E-commerce and social media platforms becoming more active because they were an alternative to Tiktok Shop. The negative impact of the closure of Tiktok Shop was the absence of MSME sales from Tiktok Shop, even though Tiktok Shop itself provides less admin and discounts to buyers. Meanwhile, the reopening of Tiktok Shop also has positive and negative impacts, the positive impact were the return of MSME sales through Tiktok Shop, and the collaboration between Tiktok Shop and Tokopedia. The negative impact was that sales through other E-commerce have stagnated again and the product price is more expensive after Tiktok Shop reopened
Kepemimpinan Transformasional Kiai Haji Abdul Wahab Khasbullah Di Pondok Pesantren Latiful Falah Kecamatan Maliku Kabupaten Pulang Pisau
Pondok Pesantren Latiful Falah yang dipimpin oleh Kiai Haji Abdul Wahab Khasbullah sejak tahun 1999 terletak di Kecamatan Maliku Kabupaten Pulang Pisau, berfokus sebagai lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya menyelenggarakan pendidikan formal tetapi juga nonformal. Karenanya, pondok pesantren ini berperan besar dalam pembangunan kualitas masyarakat di sekitarnya. Sikap, perilaku dan pendekatan kepemimpinan yang ditunjukkan Kiai menjadi inspirasi bagi warga pondok dan masyarakat
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis idealisme pengaruh kepemimpinan, menganalisis motivasi inspirasional kepemimpinan, menganalisis stimulasi intelektual kepemimpinan dan menganalisis perhatian individu kepemimpinan transformasional Kiai Haji Abdul Wahab Khasbullah di Pondok Pesantren Latiful Falah Kecamatan Maliku Kabupaten Pulang Pisau.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di Pondok Pesantren Latiful Falah di Pondasi 3 Desa Wono Agung Kecamatan Maliku Kabupaten Pulang Pisau. Subjek penelitian yaitu Kiai Haji Abdul Wahab Khasbullah, dan informan penelitian yaitu ustadz/ustadzah, santri, masyarakat dan orang tua santri. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengabsahan data menggunakan trianggulasi teknik dan sumber. Teknik analisis data menggunakan beberapa tahapan yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, kemudian penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Idealisme pengaruh Kiai tampak pada rasa hormat dari pengikut: loyalitas dan komitmen pengikut. Kepecayaan pada pemimpin: Kiai jujur dan terbuka serta komitmen dengan bekerja keras dan tekun. Pemimpin sebagai teladan: kesederhanaan, kejujuran dan keadilan, menjadi teladan yang inspiratif bagi pengikut. (2) Motivasi inspirasional diwujudkan Kiai dengan cara berkomunikasi dengan kalimat-kalimat yang membangun semangat. Kiai menentukan pembentukan karakter dan spiritualitas santri melalui pemberian motivasi, keteladanan, penetapan target, disiplin ibadah, dan pembiasaan ṣholat sunnah, dan persiapan untuk kehidupan bermasyarakat. Kiai menjadi sosok yang sangat berpengaruh dalam pendidikan dan pengembangan diri santri. (3) Stimulasi intelektual diwujudkan Kiai dengan cara merangsang ide kreatif pengikut: Kiai menciptakan lingkungan yang nyaman untuk berbagi ide dan mendiskusikan masalah dan menemukan solusi baru atas Problem solving. (4) Perhatian individu diwujudkan Kiai dengan memperhatikan pengembangan karir pengikut: menampung keluhan, mengenali dan memenuhi kebutuhan santri, memberikan bimbingan langsung dalam mengembangkan kemampuan santri. Menghargai hasil kerja bawahan: kiai memberikan penghargaan. Melatih hubungan yang baik dengan pengikut: kiai aktif menampung keluhan dan memberikan solusi pengikut.
ABSTRACT
The Latiful Falah Islamic Boarding School, which has been led by Kiai Haji Abdul Wahab Khasbullah since 1999, located in Maliku District, Pulang Pisau Regency, and focuses as an Islamic educational institution that not only provides formal but also non-formal education. Therefore, this Islamic boarding school plays a big role developing the quality of the surrounding community. The attitude, behavior and leadership approach shown by Kiai is an inspiration for the boarding school residents and the community.
The aim of this research was to analyze the idealism of leadership influence, analyze leadership inspirational motivation, analyze leadership intellectual stimulation and analyze individual attention to the transformational leadership of Kiai Haji Abdul Wahab Khasbullah at the Latiful Falah Islamic Boarding School, Maliku District, Pulang Pisau Regency.
The approach in this research was used qualitative with a qualitative descriptive research type. The research location is at the Latiful Falah Islamic Boarding School in Foundation 3, Wono Agung Village, Maliku District, Pulang Pisau Regency. The research subject was Kiai Haji Abdul Wahab Khasbullah, and the research informants were ustadz/ustadzah, students, the community and parents of the students. Data collection techniques used observation, interviews and documentation. The data validation technique uses triangulation of techniques and sources. The data analysis technique uses several stages, namely: data collection, data reduction, data presentation, then drawing conclusions.
The research results shown that: (1) Kiai's influence seen respect of disciple: loyalty and commitment of disciple. Trust in leaders: Kiai are honest and open and committed to working hard and diligently. Leader a an example: simplicity, honesty and justice, becomes an inspiring example for followers. (2) Inspirational motivation is realized by Kiai communicating with sentences that build enthusiasm. Kiai determines the formation of the character and spirituality of students through providing motivation, example, setting targets, discipline of worship, and getting used to sunnah prayers, and preparation for life in society. Kiai was influential figure in the education and self-development of students. (3) Intellectual stimulation is realized by Kiai stimulating discipl' creative ideas: Kiai creates a comfortable environment for sharing ideas and discussing problems and finding new solutions to problem solving. (4) Kiai realizes individual attention by paying attention to the career development of disciple: accommodating complain, recognizing and fulfilling the needs of students, providing direct guidance in developing students' abilities. Appreciating the work of subordinates: kiai gives awards. good practice relationships with disciple: kiai actively accommodate complaints and provide solutions to disciple
Studi Komparatif Manajemen Program Tahfizh Al-Quran Di Pondok Pesantren Hidayatul Insan Fii Ta’limiddin Dan Pondok Pesantren Al-Wafa Palangka Raya
Program menghafal Al-Quran sudah meluas di Indonesia. Fakta tersebut dengan adanya program peluncuran 10.000 santri penghafal Al-Quran dalam periode 2015-2020, dengan fokus pada santri usia sekolah (7-18 tahun) oleh pemerintah. Fakta lainnya adalah muculnya program tahfizh di berbagai lembaga pendidikan, salah satunya pondok pesantren. Saat ini bermunculan pondok pesantren yang memuat program tahfizh. Hal ini menjadi nilai jual tersendiri bagi pondok pesantren. Pondok pesantren Hidayatul Insan Fii Ta’limiddin dan pondok pesantren Al-Wafa adalah pondok pesantren yang memiliki program tahfizh Al-Quran di kota Palangka Raya dan ikut memberikan sumbangsih generasi pengahafal Al-Quran di Kota Palangka Raya bahkan Kalimantan Tengah.
Penelitian ini dilakukan di pondok pesantren Hidayatul Insan Fii Ta’limiddin Jl. Sulawesi No. 76 Palangkara Raya dan pondok pesantren Al-Wafa jalan Dahlia Nomor 6 Palangka Raya. Fokus dalam penelitian ini manajemen program tahfizh Al-Quran meliputi perencanaan, pengorganisasian di pelaksanaan dan pengendalian di pondok pesantren tersebut. Metode penelitian ini adalah penelitian lapangan dan menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan adalah obervasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah analisis komparatif, yaitu dengan menganalisis persamaan dan perbedaan manajemen program tahfizh di kedua pondok tersebut.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat beberapa perbadingan atau perbedaan. Dalam perencanaan, keunggulan di pondok pesantren Hidayatul Insan Fii Ta’limiddin adalah dari standar penerimaan santri dan kurikulum, yaitu target hafalan. Di pondok pesantren Hidayatul Insan fii Ta’limiddn standar minimal adalah 8 juz, sedangkan di Al-Wafa adalah 1 juz. Keunggulannya pondok pesantren Al-Wafa adalah sumber daya pendidik. Sumber daya pendidik di pesantren Hidayatul Insan Fii Ta’limiddin adalah santri pengabdian dan alumni Madrasah Tsanawiyah. Sedangkan di pondok pesantren Al-Wafa para guru adalah sarjana minimal S-1.Pengorganisasian program tahfizh di pesantren Hidayatul Insan Fii Ta’limiddin dan pondok pesantren Al-Wafa sudah teroganisir dengan baik dengan struktur organisasi yang memuat pimpinan pondok pesantren, pimpinan program tahfizh dan pengajar atau guru tahfizh. Keunggulan di pondok pesantren Al-Wafa dari sisi admistrasi lebih teroganisir, diantaranya dokumen hafalan santri dan struktur kependidikan dan tenaga pendidik. Pelaksanaan program tahfizh, yaitu keunggulan di pondok pesantren Hidayatul Insan Fii Ta’limiddin adalah dari sisi kekuatan hafalan dan standar capaian hafalan. Hal ini salah satunya karena motivasi untuk ajang lomba hafalan Al-Quran. Keunggulan di pondok pesantren Al-Wafa materi kitab kuning sebagai tambahan wawasan dalam bidang Al-Quran. Penilaian di pondok pesantren Hidayatul Insan Fii Ta’limiddin lebih ketat jika dibandingkan dengan pondok pesantren Al-Wafa. Hal ini salah satunya dilatar belakangi dengan semangat untuk persiapan mengikuti ajang lomba hafalan Al-Quran.
ABSTRACT
The Quran memorization program has become widespread in Indonesia. This fact is shown by the launching of the 10,000 Quran memorization program in the 2015-2020 period, with a focus on school-age students (7-18 years old) by the government. Another fact is the emergence of tahfizh programs in various educational institutions, including Islamic boarding schools. Currently, there are many boarding schools that include tahfizh programs. This is an advantage for Islamic boarding schools. Hidayatul Insan Fii Ta'limiddin Islamic boarding school and Al-Wafa Islamic boarding school are Islamic boarding schools that have tahfizh Al-Quran programs in Palangka Raya city and contribute to the generation of Al-Quran memorizers in Palangka Raya City and even Central Kalimantan.
This research at Hidayatul Insan Fii Ta'limiddin Islamic boarding school on jl. Sulawesi number 76 Palangka Raya and Al-Wafa Islamic boarding schoolon jl. Dahlia number 6 Palangka Raya. The focus of this research is the management of the tahfizh Al-Quran program including planning, organizing in the implementation and control in the boarding school. This research method is field research and uses descriptive qualitative research. The techniques used are observation, interview and documentation. The analysis used is comparative analysis, namely by analyzing the similarities and differences in the management of tahfizh programs in the two boarding schools.
The results of this study show that there are differences. In planning, the superiority in Hidayatul Insan Fii Ta'limiddin Islamic boarding school is from the admission standards of students and curriculum, namely memorization targets. In Hidayatul Insan fii Ta'limiddn Islamic boarding school, the minimum standard is 8 juz, while in Al-Wafa it is 1 juz. The advantage of Al-Wafa boarding school is the teaching resources. The teaching resources at Hidayatul Insan Fii Ta'limiddin pesantren are devoted students and alumni of Madrasah Tsanawiyah. The organization of the tahfizh program at Hidayatul Insan Fii Ta'limiddin Islamic boarding school and Al-Wafa Islamic boarding school is well organized with an organizational structure that includes the head of the Islamic boarding school, the head of the tahfizh program and tahfizh teachers. The advantages at Al-Wafa Islamic boarding school in terms of administration are more organized, including the memorization documents of students and the structure of education and teaching staff. The implementation of the tahfizh program, namely the superiority in Hidayatul Insan Fii Ta'limiddin Islamic boarding school is in terms of memorization strength and memorization achievement standards. This is partly due to the motivation for the Al-Quran memorization competition. The advantage at Al-Wafa Islamic boarding school is the classical book material as an additional insight in the field of Al-Quran. The assessment at Hidayatul Insan Fii Ta'limiddin Islamic boarding school is stricter when compared to Al-Wafa Islamic boarding school
أثر استعمال تطبيق Flashcard باستراتيجية التعليم التعاوني لدفع إرادة
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan penggunaan aplikasi flashcard melalui strategi pembelajaran Kooperatif ini akan mempengaruhi minat siswa dalam mengikuti pembelajaran bahasa arab. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian eksperimen dengan instrument penelitian angket minat siswa serta soal pretest dan posttest. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini ialah siswa kelas VIII-3 dan VIII-4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan angket minat siswa yang telah dibagikan, baik di kelas kontrol maupun kelas eksperimen minat siswa pada pembelajaran bahasa arab mengalami peningkatan. Dimana pada kelas kontrol jumlah rata-rata minat siswa sebelumnya adalah 78,97 menjadi 80,97 dan jumlah rata-rata minat siswa kelas eksperimen sebelumnya yaitu 70,81 mengalami peningkatan menjadi 73,56. Namun setelah diuji normalitas serta dilanjutkan uji paired sample-t test pada kelas eksperimen menunjukkan bahwa nilai sig (2-tailed) sebesar 0,071 > 0,05 dimana hal ini menjelaskan tidak adanya perbedaan rata-rata nilai angket minat siswa sebelum penggunaan aplikasi Flashcard dan sesudah penggunaan aplikasi flashcard di kelas eksperimen. Dapat disimpulkan bahwa rata-rata nilai dari angket sebelumnya tidak meningkat secara signifikan sehingga hasil dari penelitian ini Ha ditolak dan Ho diterima yang menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Flashcard Pembelajaran dengan menggunakan strategi kooperatif tidak berpengaruh secara signifikan dalam merangsang keterlibatan minat siswa pada pembelajaran bahasa arab.
الملخص
يهدف هذا البحث إلى معرفة ما إذا كان استخدام تطبيق Flashcard التعليمية من خلال استراتيجية التعليم التعاوني سيؤثر على إرادة الطلاب بالمشاركة في تعليم اللغة العربية. يستخدم منهج البحث منهجًا كميًا ونوعًا من البحث التجريبي باستخدام أدوات البحث واستبيانات إرادة الطلاب وأسئلة الاختبار القبلي والبعدي. العينات المستخدمة في هذا البحث كانت من طلاب الفصل الثامن-3 والثامن-4. وأظهرت نتائج هذا البحث أنه بناء على استبيان إرادة الطلاب الذي تم توزيعه سواء في الفصل الضابط أو الفصل التجريبي، فقد زادت إرادة الطلاب بتعلم اللغة العربية. حيث في الفصل الضابط كان متوسط عدد إرادةات الطلاب السابقة 78.97 إلى 80.97 وكان متوسط عدد إرادةات طلاب الفصل التجريبي السابق 70.81 وارتفع إلى 73.56. ومع ذلك، بعد اختبار الحالة الطبيعية والاستمرار في اختبار العينة المقترنة-t في الفصل التجريبي، أظهرت أن قيمة sig (2-tailed) كانت 0.071 < 0.05، وهو ما يفسر عدم وجود اختلاف في متوسط قيمة الطالب استبيان الفائدة قبل استعمال تطبيق Flashcard التعليمية وبعد استعمال تطبيق Flashcard التعليمية في الفصل التجريبي. ويمكن الاستنتاج أن متوسط الدرجات من الاستبيان السابق لم يرتفع بشكل ملحوظ بحيث تم رفض نتائج هذا البحث Ha وتم قبول Ho، مما يدل على أن استخدام تطبيق Flashcard باستعمال الاستراتيجيات التعاونية ليس له تأثير كبير في إثارة إرادة الطلاب بتعلم اللغة العربية
Pengaturan Masa Jabatan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (Bpd) Dalam Peraturan Daerah Barito Selatan Nomor 3 Tahun 2019
Produk hukum berupa Undang-Undang dan Peraturan Daerah haruslah saling melengkapi dalam ranah singkronisasi dan harmonisasi. Ketidaksingkronan dan ketidakharmonisan produk hukum tergambar pada Pengaturan masa jabatan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Barito Selatan Nomor 3 Tahun 2019 tentang Badan Pemusyawaratan Desa terdapat pertentangan dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang mengatur masa jabatan anggota BPD. Merujuk pada adagium lex superior derogat legi inferiori, maka peraturan perundang-undangan yang mempunyai derajat lebih rendah tidak boleh bertentangan dengan yang lebih tinggi. Serta dari Aspek Kepastian hukum Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Peraraturan Daerah Barito Selatan Nomor 3 Tahun 2019 tentang Badan Permusyawaratan Desa tidak memberikan sebuah Kepastian Hukum. Fokus penelitian ini menganalisis pengaturan masa jabatan anggota Badan Permusyawaratan Desa berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Barito Selatan Nomor 3 Tahun 2019. Rumusan masalah penelitian ini. (1) Bagaimana Pengaturan Masa Jabatan Anggota BPD berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Barito Selatan Nomor 3 Tahun 2019? (2) Apa yang menjadi Pertimbangan Pengaturan Masa Jabatan Anggota BPD dalam Peraturan Daerah Kabupaten Barito Selatan Nomor 3 Tahun 2019 hanya 2 Periode Jabatan? Jenis penelitian normatif ini juga menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Hasil penelitian ini (1) Peraturan Daerah Kabupaten Barito Selatan Nomor 3 Tahun 2019 tentang Badan Pemusyawaratan Desa yang mengatur masa jabatan selama 2 periode kontradiktif dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang mengatur masa jabatan anggota BPD selama 3 periode. (2) Pertimbangan Pengaturan Masa Jabatan Anggota BPD dalam Peraturan Daerah Kabupaten Barito Selatan Nomor 3 Tahun 2019 hanya 2 Periode Jabatan dilandasi adanya terobosan sebagai limitatif baru dalam regenarasi kepemimpinan.
ABSTRACT
The regulation of the term of office of members of the Village Consultative Body (BPD) is based on South Barito Regency Regional Regulation Number 3 of 2019 concerning Village Consultative Body. There is a conflict with Law Number 6 of 2014 concerning Villages which regulates the term of office of BPD members. Referring to the adage lex superior derogat legi inferiori, laws and regulations that have a lower level must not conflict with those that are higher. The focus of this research is analyzing the regulation of the terms of office of members of the Village Consultative Body based on South Barito Regency Regional Regulation Number 3 of 2019. Formulation of the research problem. (1) What are the terms of office for BPD members based on South Barito Regency Regional Regulation Number 3 of 2019? (2) What are the considerations for regulating the term of office of BPD members in South Barito Regency Regional Regulation Number 3 of 2019 with only 2 terms of office? This type of normative research also uses a statutory approach (statute approach) and a case approach (case approach) as well as a comparative approach (comparative approach). The results of this research are (1) South Barito Regency Regional Regulation Number 3 of 2019 concerning the Village Consultative Body which regulates the term of office for 2 periods, which is contradictory to Law Number 6 of 2014 concerning Villages which regulates the term of office of BPD members for 3 periods. (2) The consideration for regulating the terms of office of BPD members in South Barito Regency Regional Regulation Number 3 of 2019 is only 2 terms of office based on the existence of a breakthrough as a new limit in leadership regeneration