6024 research outputs found
Sort by
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persistensi Laba Pada Perusahaan Sektor Energi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2022
Laba yang dihasilkan oleh perusahaan menjadi kepercayaan investor sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan dalam melakukan investasi. Oleh karena itu, para pengguna laporan keuangan akan memusatkan pada pertumbuhan laba di masa mendatang maka laba tersebut disebut laba yang persisten. Perusahaan dikatakan baik jika mampu mencapai target laba yang diinginkan. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi persistensi laba, di dalam penelitian ini faktor-faktor yang digunakan yaitu arus kas operasional, ukuran perusahaan dan kepemilikan manajerial.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh arus kas operasional, ukuran perusahaan dan kepemilikan manajerial terhadap persistensi laba pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2022. Pemilihan sampel penelitian ini menggunakan sampel jenuh dan menghasilkan 29 perusahaan dengan total keseluruhan sampel 116 data. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui laporan tahunan perusahaan. Analisis data menggunakan regresi data panel yang terdiri dari uji asumsi klasik, analisis statistik deskriptif, pemilihan model regresi data panel dan uji hipotesis yang diolah oleh Eviews 12.
Hasil dari penelitian ini adalah variabel arus kas operasional secara parsial tidak berpengaruh terhadap persistensi laba. Sedangkan variabel ukuran perusahaan dan kepemilikan manajerial berpengaruh signifikan terhadap persistensi laba. Penelitian ini juga memperoleh hasil yang menunjukkan bahwa arus kas operasional, ukuran perusahaan dan kepemilikan manajerial secara simultan berpengaruh signifikan terhadap persistensi laba. Berdasarkan nilai Adjusted R square persistensi laba dipengaruhi oleh arus kas operasional, ukuran perusahaan dan kepemilikan manajerial sebesar 23,6% dan si
sanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.
ABSTRACT
The profit generated by the company becomes the trust of investors as a consideration in making investment decisions. Therefore, users of financial statements will focus on future profit growth, so the profit is called persistent profit. The company is said to be good if it is able to achieve the desired profit target. There are several factors that can affect earnings persistence, in this study the factors used are operational cash flow, company size and managerial ownership.
This study aims to analyze the effect of operational cash flow, company size and managerial ownership on earnings persistence in energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2019-2022. The sample selection of this study used saturated samples and resulted in 29 companies with a total sample size of 116 data. The research method used in this research is quantitative method. This study uses secondary data obtained through the company's annual report. Data analysis using panel data regression which consists of classic assumption tests, descriptive statistical analysis, panel data regression model selection and hypothesis testing processed by Eviews 12.
The results of this study are operational cash flow variables partially have no effect on earnings persistence. While the company size variable and managerial ownership have a significant effect on earnings persistence. This study also obtained results showing that operational cash flow, company size and managerial ownership simultaneously have a significant effect on earnings persistence. Based on the Adjusted R square value, earnings persistence is influenced by operational cash flow, company size and managerial ownership by 23.6% and the rest is influenced by other factors
Pengaruh Sosialisasi Perpajakan Dan Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Di Kota Palangka Raya
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis seberapa besar pengaruh sosialisasi perpajakan dan program pemutihan pajak kendaraan bermotor terhadap kepatuhan wajib pajak di Kota Palangka Raya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah jenis paradikma yang bersifat kuantitatif dengan jenis penelitian ini ialah ex-post facto. Pengumpulan data ini dilakukan dengan menyebarkan kueisioner yang diukur melalui skala likert. Populasi yang diambil dalam penelitian ini yaitu para wajib pajak kendaraan bermotor yang berjumlah 360.357 orang. Teknik penghitungan yang digunakan untuk menghitung sampel dari populasi adalah rumus slovin diperoleh sebanyak 100 responden. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis linier berganda dengan mengggunakan program SPSS 26.
Berdasarkan pengujian hipotesis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa variabel sosialisasi perpajakan secara parsial berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak dengan nilai signifikan 0,000 yang mana nilai tersebut lebih kecil dibandingkan tingkat signifikansi yang ditetapkan yaitu 0,05. Sedangkan program pemutihan pajak kendaraan bermotor tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak di Kota Palangka Raya dengan nilai signifikansi 0,310 yang berarti Nilai tersebut lebih besar dibandingkan tingkat signifikansi yang ditetapkan yaitu 0,05. Hasil analisis regresi linier bergandda menunjukan nilai Adjusted R Square adalah sebesar 0,315. Artinya 31,5% kepatuhan wajib pajak di Kota Palangka Raya disebabkan oleh sosialisasi perpajakan dan program pemutihan pajak kendaraan bermotor sedangkan 68,5% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini.
ABSTRACT
The purpose of this research is to analyse the extent of the influence of tax socialization and motor vehicle tax amnesty programs on taxpayer compliance in Palangka Raya City. The research approach used is a quantitative type of paradigm with this type of research being ex-post facto. The research approach used is a type of quantitative paradigm with this type of research being ex-post facto. Data collection was carried out by distributing questionnaires measured through a Likert scale. The population taken in this study were motor vehicle taxpayers totalling 360,357 people. The calculation technique used to calculate the sample from the population is the Slovin formula, which obtained 100 respondents. The data analysis method used in this study is quantitative. The data analysis technique used is multiple linear analysis technique using SPSS 26 program.
Based on the hypothesis testing conducted, it can be concluded that the variable of tax socialization partially has a positive effect on taxpayer compliance with a significant value of 0.000, which is smaller than the predetermined significance level of 0.05. Meanwhile, the motor vehicle tax amnesty program does not affect taxpayer compliance in Palangka Raya City with a significance value of 0.310, which means that the value is larger than the predetermined significance level of 0.05. The results of multiple linear regression analysis show that the Adjusted R Square value is 0.315. This means that 31.5% of taxpayer compliance in Palangka Raya City is influenced by tax socialization and motor vehicle tax amnesty programs, while the remaining 68.5% is influenced by other variables outside the scope of this study
Sistem Bagi Hasil Usaha Budidaya Lebah Madu (Apis Cerana) Di Desa Sebangau Mulya 2 Pulang Pisau
Secara umum skripsi ini membahas tentang sistem bagi hasil yang dilakukan pada kerjasama budidaya lebah madu (apis cerana) mas gendut di Desa Sebangau Mulya 2 Pulang Pisau. Rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu; (1) Bagaimana model kerjasama budidaya lebah madu (Apis Cerana) pada usaha Madu Mas Gendut. Kemudian, rumusan masalah (2) Bagaimana sistem bagi hasil budidaya lebah madu (Apis Cerana) pada usaha Madu Mas Gendut.
Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yaitu penelitian yang dimaksud untuk menyimpulkan informasi mengenai suatu gejala yang ada yaitu situasi menurut apa adanya saat penelitian dilakukan. Penelitian kualitatif atau naturalistic inquiry merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berbentuk kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Subjek pada penelitian ini adalah pemodal dan pengelola usaha budidaya lebah madu berjumalah tiga orang yang bisa memberi data primer. Objek pada penelitian ini mengenai praktik bagi hasil usaha budidaya lebah madu (apis cerana) di Desa Sebangau Mulya 2 Pulang Pisau.
Hasil dari penelitian menerangkan bahwa model kerjasama yang dilakukan pada budidaya madu termasuk dalam syirkah, namun dari penyediaan modal kerjasama budidaya madu ini termasuk dalam syirkah mudharabah yang mana modal diberikan oleh satu pihak pemodal dan pihak lain sebagai pengelola. Adapun sistem bagi hasil dalam usaha budidaya madu dalam perjanjian kontrak kerjasama nisbah bagi hasilnya adalah 40%:60% dengan mekanisme perhitungan (priofit loss sharing) kepada hasil bersih dari total pendapatan setelah dikurangi dengan biaya-biaya lain.
ABSTRACT
In general, this thesis discusses the profit sharing system carried out in the cooperation of honey bee cultivation (Apis Cerana) mas gendut in the village of Sebangau Mulya 2 Pulang Pisau the formulation of the problems in the study, namely; (1) How is the honey bee cultivation coopration model (Apis Cerana) in the mas gendut honey business. Then, the formulation of the problem (2) How is the profit sharing system of honey bee cultivation (Apis Cerana) in the fat honey business.
The research uses qualitative with a descriptive approach, which is research intended to conclude information about an existing symptom, nemely the situation according to what it is when the research is conducted. Qualitative research or naturalistic inquiry is a research procedure that produces descriptive data in the from of written or spoken words from people and actors that can be observed. The subjects in this study are financiers and managers of honey bee cultivation business totaling three people who can provide primary data. The object of the research is the practice of profit sharing of honey bee cultivation (Apis Cerana) in Sebangau Mulya 2 Pulang Pisau Village.
The results of the study explain that the cooperation model cirried out in honey cultivation cooperation is included in syirkah mudharabah where capital is given by on party as the investor and the other party as the manager. The profit sharing system in the honey cultivation business in the cooperation contract agreement is 40%:60% with the calculation machanism (profit loss sharing) to the net result of the total revenue after deducting other costs
Praktik Penggunaan Shopee Paylater Terhadap Pola Konsumsi Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam (Febi) Iain Palangka Raya
Shopee PayLater adalah fitur pembayaran belanja online dengan metode “beli sekarang, bayar nanti”. Adanya fitur ini mejadi lebih mudah, praktis, dan cepat dalam berbelanja. Namun, hal ini juga bisa menjadi bumerang bagi mereka dan kemungkinan akan berpengaruh terhadap pola konsumsinya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik penggunaan SPayLater dan bagaimana pola konsumsi Mahasiswa FEBI IAIN Palangka Raya, serta untuk mengetahui apakah praktik penggunaan SPayLater berpengaruh terhadap pola konsumsi. Jenis penelitian ini mix method (kualitatif dan kuantitatif). Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Teknik sampel slovin dengan jumlah 68 responden dan teknik pengumpulan data melalui observasi, kuesioner, wawancara, serta dokumentasi. Alat analisis yang digunakan adalah software SPSS 26 for Windows.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Praktik penggunaan Shopee PayLater pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Palangka Raya dilihat dari dua aspek. Pertama, aspek intensitas penggunaan. Intensitas penggunaan yang cukup rendah yaitu kurang dari 2 kali dalam satu bulan sebanyak 70%, 2-3 kali sebanyak 15%, 4-6 kali sebanyak 8,3%, dan lebih dari 6 kali perbulan sebanyak 6,7%. Kedua, aspek situasi dan kondisi, terbagi menjadi 5 yaitu: saat ada uang sebanyak 27 mahasiswa, ketika ada promo, gratis ongkir, dan cashback koin sebanyak 8 mahasiswa, saat ada uang sebanyak 1 mahasiswa, ketika ada uang namun tidak mencukupi sebanyak 22 mahasiswa, dan lainnya sebanyak 10 mahasiswa. 2) Pola konsumsi Mahasiswa dalam penelitian ini terbagi tiga, yaitu bakhil, wajar, dan israf. Berdasarkan interval, pola konsumsi bakhil sebesar 1,97 termasuk kategori rendah, pola konsumsi wajar/sederhana sebesar 3,13 termasuk kategori tinggi, dan pola konsumsi israf (boros) sebesar 2,68 termasuk kategori Tinggi. 3) Adanya pengaruh positif dan signifikan antara Penggunaan Shopee PayLater (X) terhadap Pola Konsumsi (Y). Dibuktikan dengan lebih besarnya nilai t hitung 3,331 > t tabel 1,998. Koefisien regresi linear sederhana sebesar 11,817, nilai sig. 0,001 dan nilai koefisien determinasi sebesar 14,4%.
ABSTRACT
Shopee PayLater is an online shopping payment feature with the "buy now, pay later" method. This feature makes shopping easier, more practical and faster. However, this could also backfire on them and will likely affect their consumption patterns.
This research aims to find out the practice of using SPayLater and the consumption patterns of FEBI IAIN Palangka Raya students, as well as to find out whether the practice of using SPayLater has an effect on consumption patterns. This type of research is mixed method (qualitative and quantitative). Sampling in this study used the Slovin sampling technique with a total of 68 respondents and data collection techniques through observation, questionnaires, interviews and documentation. The analysis tool used is SPSS 26 for Windows software.
The results of this research show that: 1) The practice of using Shopee PayLater among students at the Islamic Economics and Business Faculty of IAIN Palangka Raya is seen from two aspects. First, the aspect of intensity of use. The intensity of use is quite low, namely less than 2 times a month as much as 70%, 2-3 times as much as 15%, 4-6 times as much as 8.3%, and more than 6 times per month as much as 6.7%. Second, the situation and condition aspect, divided into 5, namely: when there is money for 27 students, when there are promotions, free shipping and coin cashback for 8 students, when there is money for 1 student, when there is money but it is not enough for 22 students, and others as many as 10 students. 2) The consumption patterns of students in this research are divided into three, namely naughty, reasonable, and israf. Based on the interval, the bakhil consumption pattern of 1.97 is in the low category, the reasonable/simple consumption pattern is 3.13 in the high category, and the israf (wasteful) consumption pattern is 2.68 in the high category. 3) There is a positive and significant influence between the use of Shopee PayLater (X) on Consumption Patterns (Y). This is proven by the larger t value of 3.331 > t table 1.998. The simple linear regression coefficient is 11.817, sig value. 0.001 and the coefficient of determination value is 14.4%
Strategi Bersaing Fotocopy Safari Indah Di Kota Palangka Raya
Penelitian ini dilakukan dilatar belakangi Strategi Bersaing Fotocopy Safari Indah di Kota Palangka Raya dalam perspektif Etika Bisnis Islam. beralamat di jalan Yos Sudarso yang di lakukan oleh peneliti. Rumusan penelitian ini adalah mengenai bagaimana Strategi Bersaing Fotocopy Safari Indah yang berada di ruko jalan Yos Sudarso kota Palangka Raya apakah sesuai dengan perpektif Etika Bisnis Islam. Peneliti memilih usaha Fotocopy Safari Indah sebagai obyek penelitian. Alasannya karena banyaknya usaha Fotocopy yang pastinya rentan akan Strategi Bersaing.
Rumusan penelitian ini, mengenai Bagaimana Strategi Bersaing Fotocopy Safari Indah dalam Perspektif Etika Bisnis Islam. Penelitian ini bertujuan mengetahui Strategi Bersaing yang terjadi pada usaha Fotocopy Safari Indah dalam Perspektif Etika Bisnis Islam.
Jenis Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yakni menggambarkan fakta yang ada di lapangan (field research) yang diperoleh dari data-data yang diperoleh. Data yang diperoleh adalah data yang memberikan gambaran mengenai permasalahan yang berhubungan dengan Strategi Bersaing Fotocopy Safari Indah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada pemilik usaha Fotocopy di wakilkan oleh Asisten Pak Akhmad Kenidi.
Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa Strategi Bersaing usaha Fotocopy Safari Indah di Yos Sudarso meliputi, persaingan harga, dan persaingan pelayanan. Antar pengusaha Fotocopy saling memberikan pelayanan dan mutu yang baik kepada setiap konsumennya. Strategi Bersaing yang terjadi sudah sesuai dengan Etika Bisnis Islam, terbukti dengan aktivitas-aktivitas Strategi Bersaing di Fotocopy Safari Indah yang terjadi tidak menyimpang dari ajaran Islam.
ABSTRACT
This research was conducted against the background of the Competitive Strategy for Safari Indah Photocopy in Palangka Raya City from the perspective of Islamic Business Ethics. located at Jalan Yos Sudarso carried out by researchers. The formulation of this research is about how Strategy Compete for Fotocopy of Safari Indah located in the shophouse on Jalan Yos Sudarso, Palangka Raya city Is it in accordance with the perspective of Islamic Business Ethics? Researchers chose the Fotocopy Safari Indah business indah as a research object. The reason is because of the large number of Fotocopy businesses, of course vulnerable to Competitive Strategy.
The formulation of this research is about Photocopy Safari's Competitive Strategy Indah from an Islamic Business Ethics Perspective. This research aims to find out strategy Competition that occurs in the Safari Indah Photocopy business from an Islamic Business Ethics Perspective.
This type of research uses descriptive qualitative methods, namely describing facts in the field (field research) obtained from the data obtained. The data obtained is data that provides an overview of the problem related to the Competitive Strategy of Fotocopy Safari Indah. Data collection technique used are interviews and documentation. Interviews were conducted with the owner The Fotocopy business is represented by Assistant Mr. Akhmad Kenidi.
Based on the research results, it can be seen that the Fotocopy Safari business's Competitive Strategy Beauty at Yos Sudarso includes competitive prices and competitive service. Between Fotocopy entrepreneurs provide good service and quality to everyone the consumer. The Competitive Strategy that occurs is in accordance with Islamic Business Ethics, proven with the Competitive Strategy activities at Fotocopy Safari Indah that didn't happen deviate from Islamic teachings
Personal Quality Improvement Menghadapi Revolusi Industri Dalam Perspektif Hamka (Tafsir Surah Ar-Ra‘D Ayat 11)
Kualitas manusia Indonesia yang mayoritas muslim belum mencapai taraf tinggi. Hal tersebut kontras dengan tuntunan Al-Qur’an dalam merespon perubahan. Terdapat pentunjuk untuk merespon perubahan (Taghyīr) yang diantaranya pada surah Ar-Ra‘d ayat 11. Ayat ini dikaji oleh para peneliti untuk menghadapi berbagai perubahan. Kitab tafsir menjadi rujukan utama penelitian ini untuk menggali nilai perubahan yang terkandung dalam Ar-Ra‘d ayat 11. Dipilih Tafsir Al-Azhar sebab penulisnya (Hamka) merupakan cendekiawan yang concern terhadap isu kualitas manusia dan perubahan. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah tentang bagaimana personal quality improvement dalam Tafsir Al-Azhar surah Ar-Ra‘d ayat 11 dan kontekstualisasinya dalam menghadapi revolusi industri. Digunakan metode kualitatif jenis penelitian pustaka dan pendekatan hermeneutika Gadamer
Hasil penelitian disimpulkan dalam dua hal: Pertama, Personal quality improvement pada Tafsir Al-Azhar memuat enam elemen: (1) Pentingnya menjaga hubungan manusia dengan Allah melalui berzikir dan beramal saleh, (2) Manusia diberikan berbagai potensi yang harus dijaga, (3) Manusia wajib berikhtiar menggunakan potensi tersebut serta memahami takdir dan sunnatullah, (4) Manusia diberikan amanah sebagai khalifah di bumi, (5) Manusia didorong untuk mempertinggi mutu diri dan mutu amal melalui pengamalan ihsan dan memperkuat prinsip tauhid, (6) Individu bertanggung jawab akan perubahan nasib bagi tiap-tiap masyarakat dengan melakukan perubahan ke arah kebaikan. Kesimpulan kedua adalah: Seluruh elemen Personal quality improvement pada Tafsir Al-Azhar yang dikontekstualisasikan memiliki bentuk praktisnya. Elemen pertama terwujud pada usaha memfasilitasi beragam ibadah melalui teknologi yang ada. Contohnya pada pelayanan ZISWAF melalui aplikasi mobile lembaga zakat, perbankan, maupun e-commerce. Elemen kedua terwujud pada pemanfaatan teknologi untuk merawat kondisi tubuh manusia. Misalnya pada Internet of Things (IOT) sustainable health dan proyek neuralink. Elemen ketiga terwujud melalui usaha mempelajari sunnatullah. Misalnya dengan merancang pasar tanpa bertatap muka namun dapat menjangkau seluruh dunia (e-commerce). Elemen keempat terwujud melalui usaha mengkaji dan menerapkan penggunaan sumber daya energi yang tidak merusak alam. Contohnya pada penggunaan energi nuklir. Elemen kelima terwujud pemanfaatan ilmu dan sumber daya alam yang terus menerut berkembang. Contohnya pada bisnis Zipline yang mengantarkan keperluan kesehatan dan logistik menggunakan teknologi drone. Elemen keenam terwujud melalui penyebaran gagasan dan kegiatan positif melalui platform media sosial. Contohnya dari hadirnya peran influencer dan munculnya flatrom seperti Kita Bisa dan Zenius.
ABSTRACT
The human quality of Indonesia, which is predominantly Muslim, has not yet reached a high level. This contrasts with the guidance of the Al-Qur'an in responding to change. There are guidelines for responding to change (Taghyīr), including in Surah Ar-Ra'd verse 11. This verse was studied by researchers to deal with various changes. The book of tafsir is the main reference for this research to explore the value of change contained in Ar-Ra'd verse 11. Tafsir Al-Azhar was chosen because the author (Hamka) is a scholar who cares about issues of human quality and change. The problem formulation of this research is about how to improve personal quality in Tafsir Al-Azhar Surah Ar-Ra'd verse 11 and its contextualization in facing the industrial revolution. Qualitative methods is used with library research and Gadamer's hermeneutical approach.
The results of the research were concluded in two things: First, Personal quality improvement in Tafsir Al-Azhar contains six elements: (1) The importance of maintaining human relationships with Allah through dhikr and doing good deeds, (2) Humans are given various potentials that must be maintained, (3) Humans are obliged to make efforts to use this potential and understand Taqdeer and the sunnatullah, (4) Humans are given the mandate to be caliphs on earth, (5) Humans are encouraged to improve their self-quality and the quality of their deeds through the practice of ihsan and strengthening the principle of Tawheed, (6) Individuals are responsible for change the fate of each community by making changes towards goodness. The second conclusion is: All elements of Personal quality improvement in the contextualized Tafsir Al-Azhar have a practical form. The first element is realized in efforts to facilitate various forms of worship through existing technology. For example, ZISWAF services through mobile applications for zakat institutions, banking and e-commerce. The second element is realized in the use of technology to treat the condition of the human body. For example, in the Internet of Things (IOT) sustainable health and the Neuralink project. The third element is realized through efforts to study Sunnatullah. For example, by designing a market without meeting face to face but that can reach the whole world (e-commerce). The fourth element is realized through efforts to study and implement the use of energy resources that do not damage nature. For example, the use of nuclear energy. The fifth element manifests the use of knowledge and natural resources which continue to develop. For example, in the Zipline business which delivers health and logistics needs using drone technology. The sixth element is realized through the spread of positive ideas and activities through social media platforms. For example, the presence of the role of influencers and the emergence of platforms such as Kita Bisa and Zenius
Perbandingan Minat Jamaah Majelis Ta’lim Terhadap Pembelian Properti Syariah Dan Non Syariah
Masyarakat perlu tempat tinggal untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Masyarakat secara kelompok berkumpul salah satunya dengan kelompok jama’ah majlis ta’lim. Jama'ah majelis ta'lim sebagai kelompok yang secara rutin mengadakan pengajian dan kegiatan keagamaan, umumnya memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap prinsip-prinsip syariah Islam. Akan tetapi, kembali lagi ke individu masing-masing dari pilihan properti syariah dan non syariah yang mempunyai kekurangan dan kelebihan dari keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran, perbedaan serta pengaruh minat jama’ah majelis ta’lim terhadap pembelian properti syariah dan non syariah.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder dengan metode pengumpulan data menggunakan metode kuesioner. Populasi penelitian ini adalah jama’ah majelis ta’lim yang berminat ingin membeli rumah di Palangka Raya. Sampel penelitian sebanyak 97 orang jama’ah majelis ta’lim di Palngka Raya. Penentuan jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan sample accidental dengan rumus Lameshow dikarenakan jumlah populasi tidak diketahui atau tidak terhingga. Metode analisis data dengan menggunakan uji t perbandingan, analisis regresi sederhana uji t parsial, serta dengan menggunakan program aplikasi SPSS versi 25.0.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jama’ah majelis ta’lim lebih banyak berminat pada properti syariah dibandingkan properti non syariah. Dari hasil penelitian yang dilakukan, terdapat perbedaan minat beli jama’ah majelis ta’lim terhadap pembelian properti syariah dan non syariah yang diketahui dengan rata-rata minat jama’ah majelis ta’lim terhadap pembelian properti syariah sebesar 31,10 lebih tinggi dibandingkan minat jama’ah majelis ta’lim yang memilih properti non syariah sebesar 20,97 dengan nilai sig.(2-tiled) 0,000 yang artinya terdapat perbedaan minat beli jama’ah majelis ta’lim terhadap pembelian properti syariah dan non syariah dikarenakan individu yang memiliki kecenderungan untuk mematuhi prinsip-prinsip syariah untuk membeli properti yang sesuai dengan nilai-nilai syariah. Terdapat pengaruh signifikan terhadap keputusan membeli properti syariah dan non syariah yang dibuktikan dengan nilai minat syariah thitung= 10,206 > ttabel=1,661 dan minat non syariah thitung= 9,420 > ttabel=1,661 dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05 yang artinya adanya pengaruh signifikan antara minat beli terhadap keputusan membeli properti syariah dan non syariah.
ABSTRACT
People need a place to live to meet their needs. The community in groups gathers one of them with the group of pilgrims majlis ta'lim. Jama'ah majelis ta'lim as a group that regularly holds religious recitation and activities, generally has a higher awareness of the principles of Islamic sharia. However, back again to each individual from the choice of sharia and non-sharia properties that have disadvantages and advantages of both. This study aims to determine the picture, differences and influence of the interest of the ta'lim assembly congregation on the purchase of sharia and non-sharia property.
This research is a field research with a descriptive quantitative approach, the type of data in this study is primary data and secondary data with data collection methods using questionnaire methods. The population of this study is the congregation of the ta'lim assembly who are interested in buying a house in Palangka Raya. The research sample was 97 pilgrims of the ta'lim assembly in Palngka Raya. The determination of the number of samples in this study uses the Lameshow formula because the population size is unknown or infinite. Data analysis methods using comparison t tests, simple regression analysis partial t tests, as well as by using the SPsS 25.0 application program.
The results showed that there were differences in the interest of the talim assembly congregation towards the purchase of Islamic property. From the results of the research conducted, there are differences in the buying interest of the ta'lim assembly congregation towards the purchase of sharia property and! Non-Sharia known by the average interest of the Ta'lim Council Jama'ah towards the purchase of Sharia property of 31.10 is higher than the interest of the Ta'lim Council Jama'ah who chose Non-Sharia Property of 20.97 with a SIG value. (2-tiled) 0.000 Ho was rejected and Ha was accepted which means that there is a difference in the buying interest of the ta'lim assembly congregation towards the purchase of sharia and non-sharia property. There is a significant influence on the decision to buy sharia and non-sharia property as evidenced by the value of sharia interest tcalculate 10,206 > ttable 1,661 and non-sharia interest tcalculate = 9,420> ttable = 1,661 with a significant value of 0.000 < 0.05. Overall, it can be concluded that Ho was rejected and Ha was accepted, namely that there is a significant influence between buying interest on the decision to buy Islamic and non-Shariah property
Pengaruh Sponsorship Dan Social Media Marketing Terhadap Peningkatan Brand Equity Pada Brand Sponsor Tim Olahraga Slmt Brotherhood
Brand equity yang baik mampu meningkatkan penjualan, menjaga stabilitas dan meningkatkan keunggulan kompetitif termasuk pada brand sponsor tim olahraga SLMT Brotherhood. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menguji dan menganalisis pengaruh sponsorship dan social media marketing secara parsial maupun simultan serta menganalisis pengaruh yang dominan antara sponsorship dan social media marketing terhadap peningkatan brand equity pada brand sponsor tim olahraga SLMT Brotherhood.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori (explanatory research). Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan angket. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh anggota tim olahraga SLMT Brotherhood yang berjumlah 180 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Rumus pengambilan sampel menggunakan rumus slovin dan didapat sampel yang berjumlah 65 responden. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis regresi linear berganda.
Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa secara parsial sponsorship (X1) menunjukkan nilai sig. 0,123 > 0,05 artinya tidak berpengaruh dan signifikan terhadap peningkatan brand equity. Selanjutnya, social media marketing (X2) berpengaruh dan signifikan terhadap peningkatan brand equity yang ditunjukkan dengan nilai sig. 0,000 0,317. Koefisien determinasi menunjukkan nilai R Square sebesar 0,450 atau sama dengan 45% artinya variabel sponsorship dan social media marketing secara simultan berpengaruh terhadap variabel brand equity sebesar 45% sedangkan sisanya yaitu 55% dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti.
ABSTRACT
Good brand equity is able to increase sales, maintain stability and increase competitive advantage, including the SLMT Brotherhood sports team sponsor brand. The aim of this research is to examine and analyze the influence of sponsorship and social media marketing partially or simultaneously as well as to analyze the dominant influence of sponsorship and social media marketing on increasing brand equity in the SLMT Brotherhood sports team sponsor brand.
This research use a quantitative research approach with explanatory research. Data collection techniques use documentation and questionnaires. The population in this study was all members of the SLMT Brotherhood sports team, totaling 180 people. The sampling technique uses simple random sampling technique. The sampling formula use the Slovin formula and a sample of 65 respondents was obtained. The data analysis technique use is multiple linear regression analysis technique.
Based on the results of this research, it can be concluded that partial sponsorship (X1) shows a sig value. 0.123 > 0.05 means it has no and significant effect on increasing brand equity. Furthermore, social media marketing (X2) has a significant influence on increasing brand equity (Y), which is indicated by the sig value. 0.000 0.317. The coefficient of determination shows an R Square value of 0.450 or equal to 45%, meaning that the sponsorship and social media marketing variables simultaneously influence the brand equity variable by 45% while the remaining 55% is influenced by other variables that were not studied
Dampak Ekonomi Islam Dalam Tradisi Manugal Masyarakat Dayak Bakumpai Di Desa Muara Bumban Kabupaten Murung Raya
Indonesia adalah negara dengan kenunikan di setiap daerahnya. Salah satunya keunikan budaya pada Tradisi manugal yang dimiliki Masyarakat Dayak, termasuk masyarakat Dayak Bakumpai. Tradisi manugal merupakan kegiatan bercocok tanam dan berlahan padi. Hal unik pula dalam Tradisi manugal ini ialah nilai Ekonomi yang ada di dalamnya. Tujuan dari penetian ini untuk mengetahui bagaimana mekanisme Tradisi manugal yang ada di tengah-tengah Masyarakat Dayak Bakumpai di Kabupaten Murung raya dan bagaimana dampak Ekonomi Islam dalam Tradisi manugal Desa Muara Bumban Kabupaten Murung Raya.
Penelitian ini menggunakan menggunakan metode kualitatif deskriptif serta menggunakan jenis penelitian lapangan. Penelitian ini juga menggunakan empat subjek dan dua informan yang dipilih dengan cara purposive sampling di Desa Muara Bumban Kabupaten Murung Raya. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tiga cara yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengabsahan data menggunakan trigulasi sumber dan triagulasi teknik. Yang mana akan dianalisis menggunakan tiga cara yaitu reduksi data, penyajian data lalu penarikan kesimpulan agar mendapatkan hasil penelitian yang benar.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mekanisme manugal yang dilaksanakan Masyarakat Dayak Bakumpai, menggunakan Sembilan langkah yang ada di dalam prosesnya yaitu mulai dari mandirik, maneweng, malaring rewa, manusul, marangai, manugal, marumput, manggetem dan maihik. Sedangkan dampak Ekonomi Islam yang ada pada Tradisi manugal ini memberikan pengaruh yang sangat baik. Terlihat dari cara pembagian hasil panen yang sesuai dengan syariat Islam serta pemberian upah yang dilakukan secara terbuka sehingga tidak ada pihak lain yang dirugikan, dan terjalinnya ikatan silaturahmi yang erat antar sesama Masyarakat Dayak Bakumpai.
ABSTRACT
Indonesia is a country with uniqueness in each region. One of them is the uniqueness of the culture in the manugal tradition owned by the Dayak community, including the Bakupai Dayak community. Manugal tradition is the activity of planting and rice land. The unique thing in this human tradition is the economic value in it. The purpose of this study is to find out how the mechanism of manugal tradition in the midst of the Bakumpai Dayak Community in Murung Raya Regency and how the impact of Islamic Economy in the manugal tradition of Muara Bumban Village, Murung Raya Regency.
This research uses descriptive qualitative methods and uses types of field research. The study also used three subjects and three informants selected by purposive sampling. The data collection technique in this study used three ways, namely observation, interview and documentation. Data validation techniques use source trigulation and tricoagulation techniques. Which will be analyzed using three ways, namely data reduction, data presentation and then drawing conclusions in order to get the right research results.
The results of this study show that the manugal meknism implemented by the Bakupai Dayak Community, uses nine steps in the process, starting from mandirik, maneweng, malaring rewa, manusul, marangai, manugal, marumput, manggetem and maihik. While the impact of Islamic Economy on the manugal tradition has a very good influence. It can be seen from the way the distribution of crops in accordance with Islamic law and the provision of wages that are carried out openly so that no other party is harmed, and the establishment of close ties of friendship between fellow Bakumpai Dayak Communities
Akad Bahandep Pada Pengelolaan Sawah Di Desa Bambulung Kecamatan Pematang Karau Kabupaten Barito Timur
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya praktik akad bahandep yang dilakukan oleh para petani di desa Bambulung Kecamatan Pematang Karau Kabupaten Barito Timur pa. Bahandep adalah suatu perjanjian berupa mengerjakan suatu pekerjaan dengan imbalan pekerjaan yang sama pula. Dalam praktik bahandep ini, pekerjaan yang dilakukan sekilas terlihat seperti gotong-royong dan rasa solidaritas yang tinggi. Pada masyarakat Bambulung, hal ini merupakan kegiatan yang biasa dilakukan, tidak hanya dalam hal pertanian, tetapi juga hal lainnya. Tidak ada aturan ataupun perjanjian khusus yang mengikat sehingga hak dan kewajiban ini lebih didasarkan kepada tanggung jawab sosial dan rasa solidaritas para petani saja. Selain itu setiap petani juga memiliki lahan yang berbeda-beda, sehingga beban pekerjaan yang ditanggung juga berbeda pula. Oleh karena itu penelitian ini mempertanyakan para petani mempertahankan tradisi bahandep dalam pengelolaan sawah di desa Bambulung Kecamatan Pematang Karau Kabupaten Barito Timur dan bagaimana akad bahandep pada pengelolaan sawah di desa Bambulung Kecamatan Pematang Karau Kabupaten Barito Timur dalam perspektif Fiqih Muamalah. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan penelitiannya sosiolegal. Subjek penelitian ini adalah para petani yang melakukan praktik akad bahandep, aparatur desa Bambulung, dan tokoh masyarakat desa Bambulung. Data penelitian yang dihimpun dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa petani desa Bambulung masih mempertahankan tradisi akad bahandep karena adanya motif ekonomi, tolong menolong, gotong royong, rasa kebersamaan dan untuk melestarikan praktik bahandep di jaman modern ini. Berdasarkan kaca mata fiqih muamalah praktik akad bahandep ini boleh dilakukan karena termasuk kedalam akad tabarru yaitu atas dasar tolong menolong
ABSTRACT
This research was motivated by the practice of the Bahandep contract carried out by farmers in Bambulung village, Pematang Karau subdistrict, East Barito regency. bahandep is an agreement in the form of doing a job in return for the same job. In this bahandep practice, the work carried out at first glance looks like mutual cooperation and a high sense of solidarity. In the Bambulung community, this is a common activity, not only in terms of agriculture, but also other things. There are no special binding rules or agreements so these rights and obligations are based more on the social responsibility and sense of solidarity of the farmers. Apart from that, each farmer also has different land, so the workload they bear is also different. Therefore, this research asks farmers to maintain the tradition of bahandep in managing rice fields in Bambulung village, Pematang Karau District, East Barito Regency and how the bahandep agreement applies to managing rice fields in Bambulung Village, Pematang Karau District, East Barito Regency from the perspective of Muamalah Fiqh. This type of research is empirical legal research with a sociolegal research approach. The subjects of this research were farmers who practiced the bahandep contract, Bambulung village officials, and Bambulung village community leaders. Research data collected using observation, interviews and documentation methods was analyzed descriptively qualitatively. The results of this research show that Bambulung village farmers still maintain the tradition of the bahandep contract because of economic motives, mutual help, mutual cooperation, a sense of togetherness and to preserve the practice of bahandep in this modern era. Based on the perspective of muamalah fiqh, the practice of the bahandep contract is permissible because it is included in the tabarru contract, namely on the basis of mutual help