6024 research outputs found
Sort by
Pertimbangan Kebijakan Dana Bantuan Rumah Ibadah Di Kalimantan Tengah
Pemberian dana bantuan rumah ibadah merupakan kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk untuk menunjang pencapaian sasaran program dan kegiatan pemerintah daerah dengan memperhatikan asas keadilan, kepatutan, rasionalitas, dan manfaat untuk masyarakat. Biro Kesejahteraan Rakyat Kalimantan Tengah merupakan pelaksana kegiatan pemberian dana hibah dari bidang Keagamaan, Pendidikan, dan Lembaga masyarakat. Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis dan mendekripsikan pertimbangan kebijakan dana bantuan rumah ibadah di Kalimantan Tengah. (2) Menguraikan kendala dan solusi dalam pertimbangan kebijakan dana bantuan rumah ibadah di Kalimantan Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode kualitatif. Lokasi penelitian ini betempat di Kantor Biro Kesejahteraan Rakyat Jl. RTA Milono No.1, Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. Subjek penelitian terdiri dari 3 orang yaitu Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dan Kepala Bagian Biro Mental Spiritual Biro Kesejahteraan Rakyat. Teknik pengumpulan data penelitian melalui observasi, wawancara dan dokumentansi. Pengabsahan data penelitian menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Dasar kebijakan yang dilakukan Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kalimantan Tengah sudah sesuai administrasi melalaui dokumen yang dipersyaratkan seperti proposal yang telah disesuaikan, akta pendirian organisasi, surat tanah, Surat Keterangan Terdaftar, serta rekomendasi dari Kantor Wilayah Departemen Agama. Fotokopi identitas Ketua dan Bendahara, keputusan organisasi, rekening bank, foto bangunan rumah ibadah, pakta integritas, dan surat pernyataan tanggung jawab juga dilampirkan. Sehingga dapat dikatakan kebijakan pemberian dana bantuan rumah ibadah sudah optimal dan sesuai peraturan Gubernur. (2) kendala dan solusi pelaksanaan dana bantuan rumah ibadah meliputi terbatasnya anggaran pendapatan daerah serta penerima yang belum melengkapi berkas dan memahami mekanisme persyaratan. Maka solusi yang dapat diberikan adalah berfokus pada sektor yang dapat memperbaiki ekonomi, seperti sektor swasta atau lembaga. peningkatan kapasitas dalam perencanaan dan pengelolaan keuangan melalui aparatur daerah. Selain itu di perlukan bimbingan administratif yang lebih intensif dan penyediaan panduan tertulis atau digital yang menjelaskan secara rinci mekanisme pencairan dana
Kepatutan Harga Penjualan Liquified Petroleum Gas 3 Kg Di Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan harga jual gas LPG 3kg yang sering tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, sehingga membebani konsumen di Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya. Fokus penelitian ini adalah penetapan harga jual LPG 3kg oleh pengecer dan perspektif hukum ekonomi syariah serta hukum positif terhadap pengecer yang menjual di atas HET. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum yuridis empiris dengan pendekatan socio-legal. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga jual LPG 3kg sering lebih tinggi dari HET karena biaya operasional dan regulasi. Dari perspektif hukum ekonomi syariah, praktik ini tidak sesuai prinsip keadilan, dan menurut hukum positif, melanggar regulasi yang ditetapkan Walikota Palangka Raya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu hukum dan kebijakan harga yang adil
Peran Tim Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (Kla) Dalam Menekan Angka Perkawinan Usia Anak (Pua) Di Kabupaten Pulang Pisau
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya Peraturan Daerah Kabupaten Pulang Pisau Nomor 2 Tahun 2022 tentang Kabupaten Layak Anak (KLA). Perkawinan Usia Anak masih terjadi dan angkanya masih cukup tinggi di Kabupaten Pulang Pisau, Perda ini salah satunya bertujuan untuk menekan angka Perkawinan Usia Anak di Kabupaten Pulang Pisau. Oleh karena itu fokus penelitian ini tentang apa faktor penghambat Tim Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) dalam menakan angka Perkawinan Usia Anak (PUA) dan bagaimana peran Tim Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) dalam menekan angka Perkawinan Usia Anak (PUA). Subjek penelitian adalah Tim Gugus Tugas (KLA) yang terdiri dari, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pengadilan Agama Pulang Pisau, Dinas Kependudukan dan Pencacatan Sipil serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pulang Pisau. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian empiris dengan tipe yuridis sosiologis dengan pendekatan sosio-legal. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Triangulasi yang digunakan untuk menguji keabsahan data adalah triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1. Peran Tim Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) sangatlah penting dalam menekan angka Perkawinan Usia Anak (PUA) dengan menjalankan tugas dan fungsinya untuk memberikan sosialisasi, pembinaan, bantuan hukum, layanan konsultasi, penyuluhan, penyebarluasan informasi, memberikan bantuan sarana dan prasarana, pemantauan, evaluasi serta pelaporan. Agar peraturan daerah dan peraturan bupati mengenai Kabupaten Layak Anak (KLA) yang sudah dibentuk dapat berjalan dengan efektif. 2. Kurangnya peraturan/kebijakan terkait pencegahan dan /penanganan Perkawinan Usia Anak, kurangnya data pencatatan terkait Perkawinan Usia Anak, kurangnya kegiatan pencegahan dan penanganan Perkawinan Usia Anak, belum adanya program inovasi dalam pencegahan dan penanganan Perkawinan Usia Anak, serta kurangnya sumber daya manusia yang terlatih Konvensi Hak Anak. Dan sampai saat ini Tim Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) di Kabupaten Pulang Pisau masih kurang maksimal dalam menjalankan perannya
Analisis Sistem Akuntansi Persediaan Barang Dagang Dan Pengendalian Internal Pada Toko Indomaret Yos Sudarso Ujung Palangka Raya
Sistem akuntansi persediaan dan pengendalian internal merupakan suatu komponen yang tidak bisa dipisahkan yang digunakan untuk menjaga aset perusahaan yaitu persediaan, baik perusahaan dagang maupun perusahaan industri. Sistem akuntansi persediaan dan pengendalian internal memegang peranan penting bagi kelangsungan hidup perusahaan karena sebagai suatu prosedur atau aturan yang harus diterapkan untuk tercapainya tujuan perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui penerapan pada sistem akuntansi persediaan barang dagang pada toko Indomaret Yos Sudarso Ujung Palangka Raya 2) menganalisis penerapan pengendalian internal untuk melihat kesesuaian antara pengendalian internal yang diterapkan pada toko Indomaret dengan pengendalian internal berdasarkan teori COSO.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Teknik penelitian menggunakan teknik observasi, wawancara serta dokumentasi. Dengan analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi (kesimpulan). Keabsahan data menggunakan triangulasi, dengan teknik triangulasi sumber.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) sistem akuntansi persediaan yang diterapkan pada toko Indomaret sudah sesuai dengan teori sistem akuntansi dengan metode pencatatan persediaan perpetual berbasis komputerisasi dan metode penilaian persediaan dengan metode FEFO (First Expired First Out) dengan asumsi barang yang pertama kali kadaluarsa barang tersebut yang keluar terlebih dahulu 2)Penerapan pengendalian internal berdasarkan Commite of Sponsoring Organization pada toko Indomaret Yos Sudarso ujung sudah menerapkan prinsip-prinsip yang berkaitan dengan COSO sesuai dengan SOP yang berlaku pada toko Indomaret Indomaret Yos Sudarso ujung. Namun masih terdapat kekurangan pada penerapan prinsip integritas dan nilai etis. Pada toko Indomaret Yos Sudarso ujung menerapkan prinsip integritas dan nilai etis tidak secara konsisten, yang mana hanya dilakukan pada saat masa training atau pada saat menjadi karyawan baru. Selain itu, kekurangan lain pada penerapan pengendalian internal berdasarkan COSO yaitu pada prinsip wewenang dan tanggung jawab yang mana pada toko Indomaret Yos Sudarso Ujung belum menerapkan prinsip pemisahan tugas dengan sempurna.
Abstrak
The inventory accounting system and internal control are inseparable components that are used to maintain company assets, namely inventory, both trading companies and industrial companies. The inventory accounting system and internal control play an important role in the survival of the company because it is a procedure or rule that must be applied to achieve company goals. The objectives of this study were to 1) determine the application of the accounting system for trade goods inventory at the Indomaret Yos Sudarso Ujung Palangka Raya store 2) analyze the application of internal control to see the suitability of internal control applied to Indomaret stores with internal control based on COSO theory.
This research is a field research, using a qualitative approach and case study research type. The research technique uses observation, interview and documentation techniques. With data analysis using data collection, data reduction, data presentation, and verification (conclusions). Data validity uses triangulation, with source triangulation techniques.
The results of this study indicate that 1) the inventory accounting system applied at the Indomaret store is in accordance with the theory of the accounting system with a computerized perpetual inventory recording method and an inventory valuation method using the FEFO (First Expired First Out) method with the assumption that the first expired item comes out first 2) The implementation of internal control based on the Committee of Sponsoring Organization at the Indomaret Yos Sudarso store at the end has implemented the principles related to COSO in accordance with the SOP that applies to the Indomaret Indomaret Yos Sudarso store at the end. However, there are still shortcomings in the application of the principles of integrity and ethical values. At the Indomaret Yos Sudarso ujung store, applying the principles of integrity and ethical values is not consistent, which is only done during the training period or when becoming a new employee. In addition, another deficiency in the application of internal control based on COSO is the principle of authority and responsibility, where the Indomaret Yos Sudarso Ujung store has not implemented the principle of separation of duties perfectly
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hedging Pada Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2022
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan hedging pada perusahaan industri sektor barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019-2022. Variabel independen yang diteliti meliputi Financial Distress, Solvabilitas, Profitabilitas, Likuiditas, Growth Opportunities, Firm Size, dan Leverage. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Populasi penelitian mencakup 56 perusahaan sektor barang konsumsi yang terdaftar di BEI, dengan sampel akhir sebanyak 31 perusahaan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data sekunder berupa laporan keuangan diperoleh melalui dokumentasi dari situs www.idx.co.id. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan aplikasi SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Financial Distress, Solvabilitas, Profitabilitas, Likuiditas, dan Firm Size berpengaruh signifikan terhadap keputusan hedging (p 0,05). Secara simultan, seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap keputusan hedging (p < 0,005). Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan hedging di industri barang konsumsi Indonesia. Implikasi praktis dari penelitian ini dapat membantu perusahaan dalam mengoptimalkan strategi manajemen risiko mereka. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk memperluas cakupan sampel, menganalisis faktor-faktor eksternal, dan mengintegrasikan metode kualitatif untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang praktik hedging dalam konteks bisnis yang lebih luas.
ABSTRACT
This research aims to analyze the factors that influence hedging decisions in industrial companies in the consumer goods sector listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) for the 2019-2022 period. The independent variables studied include Financial Distress, Solvency, Profitability, Liquidity, Growth Opportunities, Firm Size, and Leverage. The research method uses a quantitative approach with an ex post facto type of research. The research population includes 56 consumer goods sector companies listed on the IDX, with a final sample of 31 companies selected using purposive sampling techniques. Secondary data in the form of financial reports was obtained through documentation from the website www.idx.co.id. Data analysis used multiple linear regression with the help of the SPSS version 26 application. The research results showed that Financial Distress, Solvency, Profitability, Liquidity and Firm Size had a significant effect on hedging decisions (p 0.05). Simultaneously, all independent variables have a significant effect on hedging decisions (p < 0.005). This research contributes to the understanding of the factors that influence hedging decisions in the Indonesian consumer goods industry. The practical implications of this research can help companies optimize their risk management strategies. For future research, it is recommended to expand the sample scope, analyze external factors, and integrate qualitative methods to obtain a more comprehensive understanding of hedging practices in a broader business context
Pengaruh Penerapan Sistem Pengendalian Internal Dan Etika Profesi Terhadap Peningkatan Kualitas Pengawasan Keuangan Negara
Sistem pengendalian internal dan etika profesi berperan penting dalam meningkatkan kualitas pengawasan keuangan. Meskipun krusial, implementasinya dihadapi tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan resistensi terhadap perubahan dan kompleksitas regulasi. Selain itu, kurangnya pemahaman atau pelatihan yang memadai mengenai sistem pengendalian internal dan etika profesi dapat menjadi hambatan dalam menerapkan praktik-praktik ini secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh sistem pengendalian internal dan etika profesi terhadap peningkatan kualitas pengawasan keuangan negara pada objek penelitian di BPKP Kalimantan Tengah
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kuantitatif, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer melalui penyebaran kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai dari BPKP Kalimantan Tengah dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 52 orang. Metode analisis data yang digunakan adalah (Statistical Program For Social Science) SPSS.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial sistem pengendalian internal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kualitas pengawasan keuangan negara dengan nilai signifikan sebesar 0,000 dan nilai beta sebesar 0,535 sedangkan etika profesi memiliki pengaruh yang positif tetapi tidak signifikan dengan nilai signifikan sebesar 0,169 dan nilai beta sebesar 0,188. Sedangkan secara simultan sistem pengendalian internal dan etika profesi berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kualitas pengawasan keuangan negara dengan nilai signifikan sebesar 0,000. Hasil koefesien determinasi dari kedua variabel independen ini mempengaruhi peningkatan kualitas pengawasan keuangan negara sebesar 47,8%, sedangkan sisanya 52,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.
ABSTRACT
Internal control systems and professional ethics play a crucial role in enhancing the quality of state financial supervision. Despite their importance, their implementation faces challenges such as limited resources, resistance to change, and regulatory complexity. Additionally, a lack of understanding or adequate training regarding internal control systems and professional ethics can hinder the effective application of these practices. This study aims to examine the impact of internal control systems and professional ethics on improving the quality of state financial supervision, with a focus on BPKP Central Kalimantan.
A quantitative approach was used in this research, utilizing primary data collected through questionnaires. The population of the study consists of all employees of BPKP Central Kalimantan, with a sample size of 52 individuals. Data analysis was conducted using the Statistical Program for Social Science (SPSS).
The results of this study indicate that, individually, the internal control system has a positive and significant effect on the enhancement of the quality of state financial supervision, with a significance value of 0.000 and a beta value of 0.535. In contrast, professional ethics has a positive but not significant effect, with a significance value of 0.169 and a beta value of 0.188. However, when considered together, both the internal control system and professional ethics have a positive and significant impact on improving the quality of state financial supervision, with a significance value of 0.000. The coefficient of determination for these two independent variables accounts for 47.8% of the improvement in the quality of state financial supervision, while the remaining 52.2% is influenced by other variables not included in this study
Sistem Pengawasan Peredaran Produk Non-Bpom Di Kota Palangka Raya (Studi Pada Pengawasan Makanan, Obat, Dan Kosmetik)
Peningkatan permintaan dari konsumen terhadap pasar kian meningkat dan mempengaruhi adanya celah peluang bisnis. Tujuan akhir dari aktivitas ekonomi dalam Islam diharapkan dapat memperoleh kemaslahatan yaitu dengan mempertimbangkan hukum-hukum Islam yang telah Allah SWT. tetapkan. Sehingga tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem pengawasan peredaran produk non-BPOM di Kota Palangka Raya dan cara BPOM menanganai produk yang terverifikasi non-BPOM di Kota Palangka Raya.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah 2 orang staff BBPOM Palangka Raya, 3 pelaku usaha/distributor, dan 4 konsumen. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pengamatan/observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengabsahan data mengggunakan triangulasi sumber.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Sistem pengawasan peredaran produk non-BPOM di Kota Palangka Raya dalam teori al-ḥisbah dilakukan dengan pre market, post market, pemberdayaan masyarakat dan pelaku usaha, dan penegakan hukum. Sedangkan dalam halal- tḥayyib dilakukan dengan melakukan Cek KLIK. (2) Cara BBPOM menangani produk yang terverifikasi non-BPOM di Kota Palangka Raya yang tidak sesuai dengan tujuan ekonomi syariah, dilakukan penanganan dari sudut kualitas produksi dan Maqaṣid al-Ṣyarī’ah. Makanan, dilakukan penanganan dengan CPPB, Laura Jempol, KIE terhadap pelaku usaha. Obat, dilakukan CPOB, MESO, dan KIE. Kosmetik, dilakukan CPKB, uji laboratorium, pengawasan promosi dan label. Dari segi konsumen dihimbau untuk melakukan Cek KLIK sebelum memilih produk makanan, obat, dan kosmetik. Dan hasil akhir dari adanya kecurangan terhadap jual beli produk non-BPOM di Kota Palangka Raya akan dilakukan penarikan dan pemusnahan sesuai dengan ketentuan peraturan masing-masing produk.
ABSTRACT
The increasing demand from consumers in the market is rising and influencing the existence of business opportunity gaps. The ultimate goal of economic activities in Islam is to achieve welfare, which is expected to be attained by considering the laws of Islam that have been established by Allah SWT. The aim of this research is to understand the monitoring system of non-BPOM product circulation in Palangka Raya City and how BPOM handles non-BPOM verified products in Palangka Raya City.
This research is a qualitative study using a descriptive qualitative method. The subjects of the research are 2 staff members from BBPOM Palangka Raya, 3 business operators/distributors, and 4 consumers. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. Data validation using source triangulation.
The results of this study can be concluded that: (1) The system of controlling the circulation of non-BPOM products in Palangka Raya City in al-ḥisbah theory is carried out by pre-market, post-market, community empowerment and business actors, and law enforcement. While in halal- tḥayyib is done by doing KLIK Check. (2) How BBPOM handles non-BPOM verified products in Palangka Raya City that are not in accordance with the objectives of Islamic economics, handling is done from the angle of production quality and Maqaṣid al-Ṣyarī'ah. Food, handled with CPPB, Laura Jempol, IEC to business actors. Medicine, CPOB, MESO, and IEC. Cosmetics, carried out CPKB, laboratory tests, supervision of promotions and labels. Consumers are encouraged to check KLIK before choosing food, medicine, and cosmetic products. And the final result of fraud against the sale and purchase of non-BPOM products in Palangka Raya City will be withdrawal and destruction in accordance with the provisions of each product regulation
Pengelolaan Koperasi Sinergi Amal Insani Palangka Raya
Koperasi Sinergi Amal Insani adalah koperasi kovensional yang berjalan dengan sistem syariah dalam pengelolaan usahanya. Koperasi Sinergi Amal Insani berbeda dengan koperasi pada umumnya karena dalam kegiatan usaha Koperasi Sinergi Amal Insani tidak ada simpan pinjam khusus simpanan dengan sistem bagi hasil.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dan jenis penelitian lapangan. Subjek dalam penelitian ini adalah pengelola Koperasi Sinergi Amal Insani Palangka Raya, dan 6 informan dalam penelitian adalah anggota Koperasi Sinergi Amal Insani dan Dinas Koperasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah berdasarkan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis menggunakan 4 komponen, yaitu data collection,data reduction, data display dan conclusions drawing.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pengelolaan koperasi Sinergi Amal Insani dimulai dari perencanaan, yaitu kerja sama usaha dengan menghimpun dana, mendistribusikan modal ke unit usaha dengan prinsip bagi hasil. Kedua pengorganisasian yang dilakukan Koperasi Sinergi Amal Insani sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam rapat pendirian awal koperasi. Ketiga pengkoordinasian, Koperasi Sinergi Amal Insani sudah melakukan cukup baik namun perlu ditingkatkan lagi prosedur pengkoordinasian yang jelas. Keempat pengawasan yang dilakukan Koperasi Sinergi Amal Insani dilakukan oleh Dewan pengawas dan dinas koperasi dilakukan tiap bulan dan tribulan. (2) Latar belakang Koperasi Sinergi Amal Insani menggunakam sistem operasional berbasis syariah karena dinilai lebih sesuai dengan nilai-nilai Islam yaitu menghindari unsur-unsur yang dilarang dalam Islam, seperti riba, maysir, gharar, dan tadlis. Sistem operasional berbasis syariah dinilai lebih mudah dan sederhana dibandingkan dengan sistem operasional konvensional. Hal ini karena sistem operasional berbasis syariah tidak menggunakan bunga, melainkan menggunakan bagi hasil. (3) Apabila ditinjau dari perspektif ekonomi syariah berdasarkan fungsi-fungsi manajemen operasional koperasi syariah Koperasi Sinergi Amal Insani masih belum terpenuhi karena dalam menjalankan fungsi perencanaan Koperasi Sinergi Amal Insani hanya menggunakan akad dalam penyaluran dana dengan prinsip bagi hasil yaitu akad mudharabah muthlaqah, begitu juga dalam fungsi pengorganisasian, dan pengawasan Koperasi Sinergi Insani tidak ada Dewan Pengawas Syariah (DPS) sehingga tidak sesuai dengan fungsi-fungsi manajemen operasional syariah.
ABSTRACT
The Synergy Amal Insani Cooperative is a conventional cooperative that operates using a sharia system in managing its business. The Synergy Amal Insani Cooperative is different from cooperatives in general because in the business activities of the Synergy Amal Insani Cooperative there are no savings and loans specifically for savings with a profit sharing system.
This research uses a descriptive qualitative research approach and field research type. The subjects in this research were the managers of the Palangka Raya Amal Insani Synergy Cooperative, and the 6 informants in the research were members of the Insani Amal Synergy Cooperative and the Cooperative Service. The data collection technique used is based on observation, interviews and documentation. Data validation uses source triangulation. The analysis technique uses 4 components, namely data collection, data reduction, data display and conclusion drawing.
The results of this research show that: (1) Management of the Human Amal Synergy cooperative starts from planning, namely business cooperation by collecting funds, distributing capital to business units with the principle of profit sharing. The two organizations carried out by the Human Charity Synergy Cooperative were in accordance with what had been determined in the initial founding meeting of the cooperative. Thirdly, in coordination, the Human Charity Synergy Cooperative has done quite well, but clear coordination procedures need to be improved.
The four supervisions carried out by the Synergy Amal Insani Cooperative are carried out by the supervisory board and cooperative services every month and quarterly. (2) Background: The Synergy Amal Insani Cooperative uses a sharia-based operational system because it is considered more in line with Islamic values, namely avoiding elements that are prohibited in Islam, such as usury, maysir, gharar and tadlis. Sharia-based operational systems are considered easier and simpler than conventional operational systems. This is because the sharia-based operational system does not use interest, but instead uses profit sharing. (3) When viewed from a sharia economic perspective, based on the operational management functions of sharia cooperatives, the Synergy Amal Insani Cooperative is still not fulfilled because in carrying out the planning function of the Sinergy Amal Insani Cooperative, it only uses contracts in distributing funds with the principle of profit sharing, namely mudharabah muthlaqah contracts, as well as In the organizing and supervising functions of the Sinergi Insani Cooperative there is no Sharia Supervisory Board (DPS) so it is not in accordance with the sharia operational management functions
Strategi Pemasaran Kerajinan Tangan Tas Anjat Di Rt 12 Kelurahan Mandomai Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah
Strategi pemasaran merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan dimana strategi pemasaran merupakan suatu cara mencapai tujuan dari sebuah perusahaan. Sehingga dalam menjalankan usaha, khususnya kerajinan tangan tas anjat Kelurahan Mandomai diperlukan strategi pemasaran dan peran pemerintah di dalam membantu pemasarannya. Tujuan dalam penelitian yaitu: (1)Untuk mengetahui strategi pemasaran kerajinan tangan tas anjat di RT 12 Kelurahan Mandomai Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah. (2)Untuk mengetahui peran pemerintah di dalam membantu pemasaran kerajinan tangan tas anjat di Kelurahan Mandomai.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah 3 orang pengrajin kerajinan tangan tas anjat di RT 12 Kelurahan Mandomai. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian di analisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Temuan dalam penelitian ini adalah strategi pemasaran kerajinan tangan tas anjat di RT 12 Kelurahan Mandomai Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah yakni masih bergantung kepada pengepul dan konsumen yang datang langsung ke tempat produksi dan hanya satu subjek saja yang menggunakan media sosial facebook sebagai promosi. Keunggulan produk pengrajin adalah mampu mengembangkan produk mengikuti perkembangan zaman baik dari segi bentuk ataupun motif. Segmentasi para pengrajin tas anjat yaitu masih di daerah Mandomai dan sekitanya saja. Peran pemerintah di dalam membantu pemasaran kerajinan tangan tas anjat di Kelurahan Mandomai masih hanya dengan media promosi, dengan cara membawa hasil kerajinan anjat ke pameran-pameran daerah.
ABSTRACT
Marketing strategy is very important for companies where marketing strategy is a way to achieve the goals of a company. So in running a business, especially handicrafts from Mandomai Village, a marketing strategy and government efforts are needed to help with marketing. The objectives of the research are: (1) To find out the marketing strategy for handicraft anjat bags in RT 12, Mandomai Village, Kapuas Regency, Central Kalimantan. (2) To find out the government's efforts to help the marketing of handicraft anjat bags in Mandomai Village.
This research is field research using descriptive qualitative methods. The subjects in this research were 3 handicraft craftsmen from anjat bags in RT 12, Mandomai Village. The data collection techniques in this research are observation, interviews and documentation, then analyzed through the stages of data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions.
The findings in this research are that the marketing strategy for handicraft anjat bags in RT 12, Mandomai Village, Kapuas Regency, Central Kalimantan, still relies on collectors and consumers who come directly to the production site and only one subject uses Facebook social media as promotion. The advantage of craftsmen's products is that they are able to develop products following the times, both in terms of shape and motif. The segmentation of anjat bag craftsmen is still in the Mandamai area and surrounding areas. The government's efforts to help market anjat bag handicrafts in Mandomai Village are still only through promotional media, by bringing anjat handicraft products to regional exhibitions
Minat Masyarakat Dalam Membeli Frozen Food Di Kelurahan Panarungkota Palangka Raya
Seiring bergantinya zaman kegiatan manusia semakin berkembang dan masyarakat mulai beradaptasi dan mengikuti pola hidup negara maju yang dimana masyarakat lebih menyukai sesuatu yang bersifat mudah, ringkas dan instan. Perubahan ini menyebabkan persediaan bahan pangan di tingkat rumah tangga juga mulai bergeser dari semula menggunakan bahan pangan segar beralih sebagian ke produk pangan beku (Frozen Food). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab masyarakat berminat membeli Frozen Food di Kelurahan Panarung Kota Palangka Raya dan untuk mengetahui minat masyarakat dalam membeli Frozen Food di Kelurahan Panarung Kota Palangka Raya
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Lokasi yang diambil dalam penelitian ini adalah di Kelurahan Panarung, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dengan subjek penelitian sebanyak 12 orang masyarakat yang sudah mengetahui Frozen Food di Kelurahan Panarung. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. sedangkan teknik pengabsahan data dilakukan triangulasi teknik. Selanjutnya teknik analisis data dilakukan dengan empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. Kemudian data yang dikumpulkan dianalisis.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada masyarakat di Kelurahan Panarung ada 2 faktor yang menyebabkan masyarakat berminat membeli produk Frozen Food yaitu Faktor Eksternal (Budaya, Sosial, Kualitas Produk, Promosi dan Lokasi) dan Faktor Internal (Gaya Hidup, Motivasi, Sikap dan Kepercayaan) dari masing-masing masyarakat di Kelurahan Panarung. Masyarakat di Kelurahan Panarung berminat membeli Frozen Food dengan alasan makanan beku tersebut memiliki kelebihan yang sangat praktis dan juga dapat disajikan dengan cepat. Sehingga banyaknya masyarakat yang tertarik untuk mengkonsumsi produk Frozen Food.
ABSTRACT
As time goes by, human activities are increasingly developing and society begins to adapt and follow the lifestyle of developed countries where society prefers something that is easy, concise and instant. This change causes the supply of food ingredients at the household level to also shift from using fresh food ingredients to Frozen Food products. This study aims to determine the factors that cause people to be interested in buying Frozen Food in Panarung Village, Palangka Raya City and to determine people's interest in buying Frozen Food in Panarung Village, Palangka Raya City.
This research is a type of qualitative research with a descriptive qualitative approach. The location taken in this study was in Panarung Village, Palangka Raya City, Central Kalimantan, with 12 research subjects who already knew about Frozen Food in Panarung Village. Data collection techniques used observation, interview and documentation techniques. while the data validation technique was carried out using triangulation techniques. Furthermore, the data analysis technique was carried out in four stages, namely data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Then the collected data was analyzed.
The results of this study indicate that in the community in Panarung Village there are 2 factors that cause people to be interested in buying Frozen Food products, namely External Factors (Culture, Social, Product Quality, Promotion and Location) and Internal Factors (Lifestyle, Motivation, Attitude and Belief) from each community in Panarung Village. The community in Panarung Village is interested in buying Frozen Food because Frozen Food has very practical advantages and can also be served quickly. So that many people are interested in consuming Frozen Food products