6024 research outputs found
Sort by
Pengaruh Akuntabilitas Dan Transparansi Terhadap Kepatuhan Muzakki Asn Iain Palangka Raya Dalam Membayar Zakat Profesi
IAIN Palangka Raya merupakan salah satu kampus yang termasuk dalam PTKIN terdapat Unit Pengelola Zakat didalamnya ditambah dengan jumlah tenaga pegawai atau dosen yang cukup banyak dengan pendapatan yang kira-kira cukup memenuhi syarat wajib zakat. Terdapat 232 ASN IAIN Palangka Raya selaku tenaga kerja,karyawan. Begitu besar potensi zakat,maka dalam hal ini unit pengelola Zakat IAIN Palanga Raya mesti mengetahui besaran potensi zakat profesi,ASN tentunya memiliki pendapatan yang pasti dibandingkan dengan beberapa pekerjaan lainnya yang pendapatannya tidak pasti. Bukan hanya berlandaskan dalam persoalan kewajiban akan tetapi zakat dapat meretas persoalan ekonomi,masalah sosial dan politik.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kunatitatif. Tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan simple random sampling. Sampel dalam peneitian ini sebanyak 70 responden yang merupakan ASN IAIN Palangka Raya. Alat analisis yang digunakan adalah SPSS 26 dan yang ,meliputi analisis deskriptif,uji validitas,uji reliabilitas,uji asumsi klasik (uji normalitas,uji multikolonieritas dan uji heteroskedastisitas),analisis regresi linear berganda,dan uju hipotesis (uji R2,uji t dan uji f).
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variable akuntabilitas dan transparansi berpengaruh positif dan signifikan terhadapkepatuhan muzakki ASN IAIN Palangka Raya dalam membayar zakat profesi
Abstrak
IAIN Palangka Raya is one of the campuses included in PTKIN, there is a Zakat Management Unit in it plus a considerable number of teaching staff or lecturers with income that is approximately enough to meet the mandatory zakat requirements. There are 232 ASN IAIN Palangka Raya as labor, employees. So great is the potential for zakat, so in this case the IAIN Palanga Raya Zakat management unit must know the amount of professional zakat potential, ASN certainly has a definite income compared to several other jobs whose income is uncertain. Not only based on the issue of obligations, but zakat can hack economic, social and political problems.
The type of research used in this study is quantitative research. Sampling technique using simple random sampling. The sample in this study was 70 respondents who were ASN IAIN Palangka Raya. The analysis tools used are SPSS 26 and the one , validity test, reliability test, classical assumption test (normality test, multicolonicity test and heteroscedasticity test), multiple linear regression analysis, and hypothesis use (R2 test, t test and f test).
The results of this study show that the variables of accountability and transparency have a positive and significant effect on the compliance of muzakki ASN IAIN Palangka Raya in paying professional zaka
Analisis Pengelolaan Anggaran Dana Desa Berdasarkan Asas Akuntabilitas Dan Transparansi (Studi Kasus Di Desa Air Durian Jaya, Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang)
Pengelolaan anggaran dana desa di Desa Air Durian Jaya belum sepenuhnya menerapkan sistem akuntansi yang akuntabel dan transparan. Terlihat dari informasi sumber dana pembangunan desa yang dibagikan ke grup Facebook berupa laporan pertanggungjawaban namun secara sistematis tidak detail. Tujuan penelitian ini menganalisis mekanisme pengelolaan anggaran dana desa serta mendeskripsikan bentuk asas akuntabilitas dan transparansi di Desa Air Durian Jaya.
Penelitian ini merupakan studi lapangan dengan menggunakan metode kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Kepala Desa, Sekretaris Desa dan masyarakat. Teknik pengumpulan data penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian dianalisis melalui tahapan pengumpulan, pengurangan, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan: 1) Desa Air Durian Jaya telah mengikuti standar pengelolaan keuangan Permendagri Nomor 20 Tahun 2018, pemerintahan desa menggunakan aplikasi resmi yaitu Siskeudes. Aplikasi tersebut hanya dapat diakses oleh Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kaur Keuangan dan BPD. 2) Bentuk akuntabilitas dan transparansi di Desa Air Durian Jaya dalam UU Desa No. 6 Tahun 2014 Pasal 24 yang sesuai dengan dua asas tersebut. Sesuai dengan regulasi, belum sepenuhnya diterapkan seperti tidak terpasangnya publikasi Baliho dan belum ada situs web resmi desa. Bentuk akuntabilitas yang ada yaitu laporan pertanggungjawaban realisasi APBDes dan infografis. Bentuk transparansi yang ada yaitu musyawarah mufakat dan publikasi anggaran dana di media sosial.
Abstrak
The management of village fund budgets in Air Durian Jaya Village has not fully implemented an accountable and transparent accounting system. It can be seen from the information on the source of village development funds shared to Facebook groups in the form of accountability reports but systematically not detailed. The purpose of this study is to analyze the mechanism of village fund budget management and describe the basic form of accountability and transparency in Durian Jaya Water Village.
This research is a field study using qualitative methods. The subjects of this study are the Village Head, Village Secretary and the community. The data collection techniques of this study are observation, interviews and documentation. Then it is analyzed through the stages of collecting, subtracting, presenting data and drawing conclusions.
The results of this study can be concluded: 1) Air Durian Jaya Village has followed the financial management standards of Permendagri Number 20 of 2018, the village government uses the official application, namely Siskeudes. The application can only be accessed by the Village Head, Village Secretary, Finance Officer and BPD. 2) The form of accountability and transparency in Air Durian Jaya Village in Village Law No. 6 of 2014 Article 24 which is in accordance with these two principles. In accordance with regulations, it has not been fully implemented such as the absence of billboard publications and there is no official village website. The existing forms of accountability are accountability reports on the realization of the APBDes and infographics. The existing forms of transparency are consensus deliberations and publication of budget funds on social media
Analisis Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Pada Usaha Mikro Kecil Menengah Agen Sawit Di Kecamatan Seruyan Tengah
SAK-EMKM yaitu disusun untuk memenuhi kebutuhan pelapor keuangan entitas mikro, kecil, dan menengah. Usaha agen sawit bergerak menjual dan membeli buah sawit, oleh sebab itu agen sawit membutuhkan Sistem pencatatan laporan keuangan untuk usaha agen sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan SAK EMKM pada usaha agen sawit dan kendala pembuatan laporan keuangan pada agen sawit.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif pendekatan studi kasus. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah pemilik Usaha agen sawit yang dipilih di Kecamatan Seruyan Tengah yaitu agen sawit UD. Berkah Harati Sejatera (BEHAS) dan UD. Sultan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pencatatan keuangan yang dilakukan usaha agen sawit masih tidak sesuai dengan SAK EMKM, UD. Berkah Harati Sejatera (BEHAS) dengan menggunkan pencatatan yang sederhana secara menual dan UD. Sultan sebagian menggunakan pencatatan mengunakan aplikasi itu belum sesuai juga dengan SAK EMKM. Kendala yang menyebabkan belum terlaksana pencatatan keuangan berdasarkan SAK EMKM pada usaha mikro kecil menengah kecamatan Seruyan Tengah yakni karena adanya kendala yaitu kurangnya pemahaman, kedisiplinan dan sumber daya manusia.
ABSTRACT
SAK-EMKM is prepared to meet the needs of financial reporters of micro, small and medium entities. Palm oil agent businesses are engaged in selling and buying palm fruit, therefore palm oil agents need a financial report recording system for palm oil agent businesses. This research aims to determine the application of SAK EMKM in palm oil agent businesses and the obstacles to preparing financial reports for palm oil agents.
This research is a qualitative research with a case study approach. The subjects in this research are the owners of selected palm oil agent businesses in Central Seruyan District, namely palm oil agent UD. Berkah Harati Sejatera (BEHAS) and UD. Sultan. Data collection techniques in this research used observation, interview and documentation data techniques. The data analysis techniques in this research are data reduction, data presentation, and conclusions.
The results of this research show that the financial recording system used by palm oil agent businesses is still not in accordance with SAK EMKM, UD. Berkah Harati Sejatera (BEHAS) by using simple recording manually and UD. Some of Sultan's use of recording using applications is not in accordance with SAK EMKM. The obstacle that causes financial recording based on SAK EMKM to be carried out in micro, small and medium enterprises in Seruyan Tengah sub-district is due to obstacles, namely lack of understanding, discipline and human resources
Penerapan Prinsip Good Corporate Governance Dalam Pengelolaan Dana Desa Oleh Pemerintah Desa Sungai Paring Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur
Dana Desa dianggarkan setiap tahun dalam APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) yang diberikan kepada setiap desa agar pembangunan desa tersebut pelaksanaannya sesuai dengan tujuan dan tepat sasaran. Tujuan dari penelitian ini ialah mendeskripsikan penerapan prinsip good corporate governance yang dikerucutkan lagi menjadi prinsip Transparansi dan Akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa oleh pemerintah desa Sungai Paring Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskritif. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun subjek penelitian ini adalah Kepala Desa dan Sekretaris Desa dan dua orang masyarakat desa Sungai Paring. Pengabsahan data menggunakan triangulasi sumber dengan mengumpulkan data dan informasi sejenis dari berbagai sumber. Analisis menggunakan empat komponen, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan dana desa di desa Sungai Paring belum sepenuhnya bisa dikatakan transparan dan akuntabel. Dalam prinsip transparansi belum bisa dikatakan maksimal karena kurangya papan informasi dan website desa juga tidak digunakan secara maksimal dalam penyampaian informasi yang berkaitan dengan penggunaan dana desa. Adapun untuk prinsip akuntabilitas juga tahap prencanaan dan pelaksanaan belum bisa dikatakan berjalan dengan maskimal. Hal tersebut dikarenakan belum meratanya pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.
ABSTRACT
Village Funds are budgeted every year in the APBN ( State Income and Expenditure Budget ) which is giv en to each village development is carried out in accordance with the objectives an on target. The aim of the research is to describe the application of the principles of Good Corporate Governance which are narrowed down to the principles of Transparency and Accountability in the management of village funds by the Sungai Paring Village Government, Cempaga Subdistrict, Kotawaringin Timur District.
The method used in this research is a qualitative method using descriptive qualitative research. Research data collection was carried out by means of observation, interviews and documentation. The subjects of this research were the Village Head and Village Secretary and two namely the Sungai Paring village community. Data validation uses source triangulation by cellecting similar data and information from various sources. The analysis uses four components, namely data collection, data reduction, data presentation and concusion drawing.
The results of this research indicate that the management of village funds in Sungai Paring Village cannot be said to be fully Transparent and Accountable. In terms of the principle of transparency, it cannot be said to lack of information boards and village websites are also not used optimally in conveying information related to the use of village funds. As for the principle of accuontability, the planning abd implementation stages cannot be said to have run optimally. This is because transparency to the community is still felt to be lacking which can lead to low levels of community trust in the village government
Evaluasi Pengendalian Internal Pada Siklus Penjualan Di Pt Mahakarya Isen Mulang Konveksi Palangka Raya
Pengendalian internal perusahaan merupakan bagian integral yang tidak bisa dipisahkan dari aktivitas manajemen agar tujuan perusahaan tercapai. Pengendalian internal pada siklus penjualan digunakan untuk menjaga dan melindungi aset perusahaan, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan efektivitas, serta dipatuhinya kebijakan manajemen. Tujuan penelitian ini, 1) untuk mengetahui dan menganalisis pengendalian internal pada siklus penjualan di PT Mahakarya Isen Mulang Konveksi Palangka Raya. 2) untuk mengevaluasi pelaksanaan pengendalian internal pada siklus penjualan di PT Mahakarya Isen Mulang Konveksi Palangka Raya berdasarkan lima komponen COSO.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif. Adapun subjek dalam penelitian ini yaitu Admin/Customer Service, dan subjek tambahan/informan yaitu CEO/HRD dan Admin Keuangan yang paling mengetahui pengendalian internal pada siklus penjualan perusahaan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber dan member checking. Teknik analisis data dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, 1) pengendalian internal pada siklus penjualan di Isen Mulang Konveksi Palangka Raya telah diterapkan dengan baik terkait otorisasi transaksi, penggunaan dokumen dan catatan akuntansi yang memadai, dan verifikasi independen. Namun, masih ditemukan kelemahan terkait pemisahan tugas dikarenakan masih terdapat adanya perangkapan tugas yang berlebih pada karyawan. 2) evaluasi pelaksanaan pengendalian internal pada siklus penjualan di Isen Mulang Konveksi Palangka Raya berdasarkan lima komponen COSO telah dilaksanakan dengan baik terkait komponen lingkungan pengendalian, penilaian risiko, informasi dan komunikasi, serta pemantauan. Namun, masih memiliki kelemahan dalam pelaksanaan pada prinsipnya terkait komponen lingkungan pengendalian pada prinsip integritas dan nilai etika, wewenang dan tanggung jawab, struktur organisasi, penilaian risiko pada prinsip menetapkan tujuan, identifikasi dan analisa risiko, dan aktivitas pengendalian pada prinsip pengembangan aktivitas pengendalian atas teknologi informasi.
ABSTRACT
Company internal control is an integral part that cannot be separated from management activities so that company goals are achievied. Internal control in the sales cycle is used to maintain and protect company assets, check the accuracy and reability of accounting data, encourage efficiency and effectiveness, and comply with management policies. The purpose of this research, 1) to determine and analyze internal control in the sales cycle at PT Mahakarya Isen mulang Covection Palangka Raya. 2) to evaluate the implementation of internal control in the sales cycle at PT Mahakarya Isen Mulang Convection Palangka Raya based on the five COSO components.
This type of research is field research using qualitative methods. The subjects/informants are admin/customer service, and additional subjects/informant are CEO/HRD, and finance admin who know best about internal control in the company’s sales cycle. Data collection techniques in this research used observation, interview, and documentation techniques. Validating the data in this research use source triangulation and member checking techniques. Data analysis techniques by collecting data, reducing data, presenting data, and drawing conclusion.
The result of this research show that, 1) internal controls in the sales cycle at Isen Mulang Convection Palangka Raya has been implemented well regarding transaction authorization, use of adequate documents and accounting records, and independent verification. However weaknesses were still found regarding the separation of duties because there were still excessive tasks assigned to employees. 2) evaluation of the implementation of internal control in the sales cycle at Isen Mulang Convection Palangka Raya base on the five COSO components has been implemented well regarding the components of the control environment, risk assessment, information and communication, and monitoring. However, it still has weaknesses in its implementation in the principle of integrity and ethical values, authory and responsibility, organization structure, risk assessment in the principles of setting goals, identification and analysis of risk, and control activities in the principles of developing control activities over technology information
Evaluasi Keluarga Penerima Manfaat (Kpm) Pada Program Sembako Di Kelurahan Tangkiling Dalam Perspektif Ekonomi Islam
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya evaluasi pada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada program sembako. Program sembako merupakan pemberian bantuan oleh pemerintah kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui bank penyalur menggunakan kartu elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keluarga penerima manfaat (KPM) pada program sembako, dampak dari pelaksanaan program sembako, serta evaluasi KPM pada program sembako di Kelurahan Tangkiling dalam perspektif ekonomi Islam.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian lapangan. Waktu penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan yaitu pada bulan April hingga Mei 2024 berlokasi di Kelurahan Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya. Subjek dalam penelitian ini ialah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak 5 orang dan objek yang diteliti adalah program sembako dengan informan pendamping program sembako dan Lurah Tangkiling dengan menggunakan teknik purposive sampling dalam memilih subjek tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program sembako sudah berjalan dengan baik, hanya saja waktu penyaluran terkadang bisa terlambat hingga 2 bulan. Dampak positif pelaksanaan program sembako pada KPM di Kelurahan Tangkiling adalah KPM sangat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokoknya melalui bantuan ini. Sedangkan dampak negatifnya adalah ketergantungan masyarakat akan bantuan ini, sehingga kurangnya daya upaya untuk keluar dari lingkaran kemiskinan. Evaluasi KPM pada program sembako di Kelurahan Tangkiling sudah sejalan dengan prinsip evaluasi yaitu prinsip keseluruhan (komprehensif), prinsip kesinambungan, dan prinsip obyektif. Kemudian dalam perspektif Ekonomi Islam, pelaksanaan program sembako sesuai dengan nilai-nilai ekonomi Islam yaitu keadilan, pertanggungjawaban, dan takaful (jaminan sosial).
ABSTRACT
This research is motivated by the importance of evaluating the Beneficiary Families (KPM) in the basic food program. The basic food program is the provision of assistance by the government to Beneficiary Families (KPM) through channeling banks using electronic cards. This study aims to analyze the beneficiary families (KPM) in the basic food program, the impact of the implementation of the basic food program, and the evaluation of KPM in the basic food program in Tangkiling Village in an Islamic economic perspective.
This research uses a qualitative approach and type of field research. This research was conducted for two months, namely from April to May 2024, located in Tangkiling Village, Bukit Batu District, Palangka Raya City. The subjects in this study were the Beneficiary Families (KPM) as many as 5 people and the object studied was the basic food program with informants of the basic food program assistants and the Tangkiling Village Head using purposive sampling techniques in selecting these subjects. The data collection techniques used are observation, interview, and documentation.
The results of this study indicate that the implementation of the basic food program has gone well, it's just that the distribution time can sometimes be delayed for up to 2 months. The positive impact of the implementation of the basic food program on KPM in Kelurahan Tangkiling is that KPM is greatly helped in meeting their basic needs through this assistance. Meanwhile, the negative impact is the community's dependence on this assistance, resulting in a lack of effort to get out of the poverty circle. The evaluation of KPM in the basic food program in Kelurahan Tangkiling is in line with the evaluation principles, namely the overall principle (comprehensive), the principle of continuity, and the objective principle. Then in the perspective of Islamic Economics, the implementation of the basic food program is in accordance with Islamic economic values, namely justice, accountability, and takaful (social security)
Penetapan Harga Dalam Ekonomi Islam Pada Transaksi Jual Beli Emas Di Pasar Parenggean
Emas umumnya merupakan bentuk investasi bebas risiko. Oleh karena itu, investor yakin dengan berinvestasi emas maka nilai asetnya akan tetap terjaga. Banyak orang yang rela mengeluarkan uang cukup besar untuk memperoleh logam mulia dalam berbagai variasi, termasuk perhiasan emas. Adanya perbedaan harga dan diskon kerugian per gram emas di setiap toko membuat persaingan harga semakin ketat dan masyarakat harus mengevaluasi keuntungan yang akan diterimanya pada harga yang telah merekadapat ketika berinvestasi.
Berdasarkan latar belakang fokus penelitian ini yaitu: 1.Bagaimana mekanisme penetapan harga pada transaksi jual beli emas di Pasar Parenggean. 2. Bagaimana tinjauan penetapan harga pada transaksi jual beli emas di Pasar Parenggean dalam perspektif ekonomi Islam.
Adapun teknik triangulasi yang digunakan oleh peneliti adalah triangulasi sumber. Triangulasi sumber berarti membandingkan dan mengecek kembali tinggi rendahnya kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda. Pengabsahan data digunakan peneliti untuk mengumpulkan fakta-fakta yang terjadi di lapangan. Kemudian dijadikan bahan acuan peneliti untuk menjadikan sebuah referensi yang diperlukan dalam menyelesaikan penelitian.
Hasil penelitian menunjukan bahwa data yang peneliti peroleh, tingkat keuntungan yang diperoleh oleh pedagang emas bukan hanya pada selisih harga beli dengan harga jual, namun juga mereka siasati dari transaksi jual beli emas yang aktual di pasar ditetapkan secara sepihak oleh pihak pedagang emas, baik pembelian oleh konsumen dari pedagang maupun penjualan kembali oleh konsumen kepada pedagangnya, sehingga proses negosiasi harga cenderung tidak terjadi, bahkan rekayasa yang terlihat terjadi yaitu penetapan biaya atau ongkos pembuatan emas pada transaksi pembelian oleh konsumen, padahal tidak semua emas atau perhiasan emas yang dijual oleh konsumen kepada pedagang dilakukan peleburan dan dibuat bentuk perhiasan baru, karena yang sering terjadi hanya upaya penyempuhan emas supaya lebih menarik tampilannya di etalase.
ABSTRACT
Gold is generally a risk-free form of investment. Therefore, investors believe that by investing in gold the value of their assets will be maintained. Many people are willing to spend quite a lot of money to obtain precious metals in various variations, including gold jewelry. The existence of price differences and loss discounts per gram of gold in each shop makes price competition even tighter and people have to evaluate the profits they will receive at the price they have received when investing.
Based on the background, the focus of this research is: 1. What is the price determination mechanism for gold buying and selling transactions at Parenggean Market. 2. What is the review of price determination in gold buying and selling transactions at Parenggean Market from an Islamic economic perspective.
The triangulation technique used by researchers is source triangulation. Source triangulation means comparing and rechecking the high and low levels of trustworthiness of information obtained through different times and different tools. Data validation is used by researchers to collect facts that occur in the field. Then it is used as reference material for researchers to make a reference needed to complete the research.
The results of the research show that the data that the researchers obtained shows that the level of profit obtained by gold traders is not only based on the difference between the purchase price and the selling price, but also that they manipulate actual gold buying and selling transactions on the market which are determined unilaterally by the gold trader, both purchases by consumers from traders and resale by consumers to traders, so that the price negotiation process tends not to occur, in fact the engineering that appears to occur is fixing the cost or cost of making gold in purchase transactions by consumers, even though not all gold or gold jewelry is sold by consumers to traders This is done by melting down and making new forms of jewelry, because what often happens is only an attempt to refine the gold so that it looks more attractive in the display case
Efektivitas Sistem Pembayaran Tunai Dan Non-Tunai Pada Kalangan Umkm Di Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya
Pada perkembangan teknologi sekarang, berbagai kebijakan dan pengembangan sistem pembayaran telah dilakukan oleh BI dengan di latar belakangi oleh Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/12/PBI/2009 dan Nomor 16/8/PBI/2014 sebagai salah satu pendukung agenda Bank Indonesia untuk menciptakan masyarakat mengurangi penggunaan uang tunai di Republik Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas sistem pembayaran tunai dan non-tunai pada kalangan UMKM di Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Populasi penelitian ini berjumlah 1.182 unit. Dalam penelitian ini menggunakan sampel yaitu sebanyak 100 responden dengan menggunakan Rumus Slovin. Teknik analisis data yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah menggunakan analisis regresi linear berganda dengan menggunakan program SPSS versi 25.
Hasil penelitian menunjukan pada uji t bahwa variabel sistem pembayaran tunai memiliki nilai thitung sebesar 2.706 > 1,985 maka dikatan variabel X1 yaitu sistem pembayaran tunai berdampak efektif pada kalangan UMKM. Variabel sistem pembayaran non-tunai memiliki nilai thitung sebesar 5,022 3,09 maka dikatan sistem pembayaran tunai dan non-tunai berpengaruh simultan pada kalangan UMKM. Uji R2 sebesar 0,300 hal tersebut berarti variabel kalangan UMKM berpengaruh oleh variabel sistem pembayaran tunai dan sistem pembayaran non-tunai. Hasil Uji t variabel yang sangat efektif yaitu sistem pembayaran non-tunai yang mana memiliki nilai thitung sebesar 5,022.
ABSTRACT
In current technological developments, various policies and payment system developments have been carried out by BI with the background of Bank Indonesia Regulation Number 11/12/PBI/2009 and Number 16/8/PBI/2014 as one of the supporters of Bank Indonesia's agenda to create a society. reduce the use of cash in the Republic of Indonesia. The aim of this research is to determine the effectiveness of cash and non-cash payment systems among MSMEs in Jekan Raya District, Palangka Raya City.
The type of research used in this research is a quantitative method. The population of this study was 1,182 units. This research used a sample of 100 respondents using the Slovin Formula. The data analysis technique used to answer the problem formulation uses multiple linear regression analysis using the SPSS version 25 program.
The research results show in the t test that the cash payment system variable has a t valuecount is 2,706 > 1.985, so it is called variable X1, namely the cash payment system has an effective impact on MSMEs. The non-cash payment system variable has a t valuecount is 5.022 3.09, it means that cash and non-cash payment systems have a simultaneous influence on MSMEs. The R2 test is 0.300, this means that the MSME variable is influenced by the cash payment system and non-cash payment system variables. The results of the t test are a very effective variable, namely the non-cash payment system which has a t valuecount amounting to 5,022
Pemanfaatan Limbah Minyak Goreng Bekas (Migos) Oleh Komunitas Kalimantan Berbagi Di Kota Palangka Raya
Penelitian ini dilatar belakangi dengan melihat dari perkembangan limbah minyak Goreng Bekas yang semakin meningkat tiap harinya dan diharapkan agar pengelolaannya juga dilaksanakan secara efektif dan efisien. Namun demikian, antara produksi limbah dengan kemampuan untuk mengelola limbah tersebut tidak seimbang. Penyebabnya adalah terbatasnya sarana pengumpulan dan pengangkutannya. Komunitas Kalimantan Berbagi hadir dan siap untuk mengolah dan menampung minyak goreng bekas pakai ibu-ibu rumah tangga di Kota Palangka Raya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan limbah minyak goreng bekas dan kendala Komunitas Kalimantan Berbagi setelah adaanya program pemanfaatan limbah minyak goreng bekas di Kota Palangka Raya.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif dengan data hasil wawancara yang diperoleh dari Ibu-ibu rumah tanggga yang pernah mengikuti Komunitas Kalimantan Berbagi. Pengambilan subjek dan informannya menggunakan motode purposive sampling, teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi dan teknik pengabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Sedangkan teknik analisis data pada penelitian ini terdapat empat tahap yaitu keleksi data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data.
Temuan penelitian yang didapatkan sebagai berikut: (1) Pemanfaatan limbah minyak goreng bekas oleh komunitas berbagi dengan cara menjual kembali untuk menjadi bahan dasar biodesel dan memproduksi minyak goreng bekas menjadi lilin dan sabun, dengan memanfaatkan minyak goreng bekas dapat mempengaruhi tiga aspek, yaitu kesehatan, lingkungan dan ekonomi. (2) Kendala yang dihadapi komunitas Kalimantan berbagi setelah adanya program pemanfaatan minyak goreng bekas berasal dari internal dan eksternalnya. Internal: kurangnya semangat atau dorongan untuk berkonsentrasi dalam memanfaatkan limbah minyak goreng bekas ini, kemudian kurangnya sumber daya manusianya dari komunitas Kalimantan berbagi, karena sebagian besar dari relawan komunitas adalah para pekerja yang memeliki kesibukan masing-masing. Eksternal: Keterbatasan tersedianya bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan lilin dan tidak adanya penelitian terkait bahaya minyak goreng bekas jika di pergunakan menjadi sabun badan.
ABSTRACT
This research is motivated by seeing the development of used cooking oil waste which is increasing every day and it is hoped that its management will also be carried out effectively and efficiently. However, the relationship between waste production and the ability to manage waste is not balanced. The reason is the limited means of collection and transportation. Kalimantan Berbagi Community is present and ready to process and accommodate cooking oil used by housewives in Palangka Raya City. The purpose of this study is to determine the utilization of used cooking oil waste and the constraints of the Kalimantan Berbagi Community after the utilization of used cooking oil waste in Palangka Raya City.
This study used qualitative research methods with interview data obtained from housewives who had participated in the Kalimantan Berbagi Community. Retrieval of subjects and informants using purposive sampling methods, data collection techniques using interviews, observation and documentation techniques and data validation techniques using source triangulation. While the data analysis technique in this study has four stages, namely data selection, data reduction, data presentation, and data verification.
The research findings obtained are as follows: (1) The use of used cooking oil waste by sharing communities by reselling it to become the basic material for biodiesel and producing used cooking oil into wax and soap, by utilizing used cooking oil can affect three aspects, namely health, environment and economy. (2) The obstacles faced by the Kalimantan community share after the program of utilizing used cooking oil come from internal and external. Internal: lack of enthusiasm or encouragement to concentrate on utilizing this used cooking oil waste, then lack of human resources from the Kalimantan sharing community, because most of the community volunteers are workers who have their own busy lives. External: Limited availability of materials needed in candle making and no research related to the dangers of used cooking oil if used as body soap
Analisis Impulsive Buying Pada Mahasiswa Iain Palangka Raya Disebabkan Konten Media Sosial Dalam Perspektif Ekonomi Islam
Penelitian ini dilatarbelakangi maraknya media sosial di semua kalangan. Dari berbagai macam konten yang ada di media sosial terdapat konten bernama racun Shopee, konten racun Shopee ini dapat mendorong penontonnya untuk berperilaku konsumtif bahkan impulsive buying. Penelitian membahas mengenai perilaku impulsive buying pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Palangka Raya setelah melihat konten racun Shopee. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dua hal, yaitu (1) untuk menganalisis perilaku impulsive buying mahasiswa yang terpengaruh konten media sosial, (2) untuk menganalisis pandangan Ekonomi Islam terhadap perilaku impulsive buying.
Penelitian ini merupakan penelitian fenomenologi dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek yang diwawancara adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam berjumlah 4 (empat) orang. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian, teknik pengabsahan data digunakan triangulasi sumber, sedangkan teknik analisisnya melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Temuan penelitian yang didapatkan sebagai berikut: (1) Mahasiswa FEBI IAIN Palangka Raya memiliki kecenderungan impulsive buying, ditandai dengan perilaku mahasiswa ketika berbelanja yang masuk ke dalam empat tipe pembelian impulsif, yaitu pure impuls, reminder impuls, suggestion impuls, dan planned impuls, Namun, mahasiswa masih mempertimbangkan aspek keuangan dan kebutuhan sebelum berbelanja. (2) Dalam pandangan ekonomi Islam, impulsive buying tidak dianjurkan namun tetap boleh dilakukan selama masih memenuhi aturan konsumsi dalam Islam, sehingga pembelian masih dapat terkendali dan tidak berlebih-lebihan.
ABSTRACT
This research is motivated by the widespread use of social media in all circles. Among the various types of content on social media, there is content called "Racun Shopee" which can encourage viewers to behave in a consumptive and even impulsive buying manner. The study discusses impulsive buying behavior among students of the Faculty of Islamic Economics and Business at IAIN Palangka Raya after viewing “Racun Shopee” content. This study aims to determine two things: (1) to analyze the impulsive buying behavior of students influenced by social media content, (2) to analyze the Islamic Economics perspective on impulsive buying behavior.
This study employs a phenomenological research approach with a descriptive qualitative method. The subjects interviewed were four students from the Faculty of Islamic Economics and Business. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Data validation utilized source triangulation, while data analysis proceeded through stages of data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing.
The research findings are as follows: (1) Students from the Faculty of Islamic Economics and Business at IAIN Palangka Raya exhibit tendencies towards impulsive buying, characterized by their shopping behaviors falling into four types of impulsive purchases—pure impuls, reminder impuls, suggestion impuls, and planned impuls. However, students still consider financial aspects and needs before making purchases. (2) Within the framework of Islamic economics, while impulsive buying is discouraged, it remains permissible under adherence to Islamic consumption principles, ensuring purchases are moderated and within limits