6024 research outputs found
Sort by
Dampak Usaha Peternakan Ayam Petelur Terhadap Ekonomi Masyarakat Di Desa Jemaras Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur
NIM. 2014120358
Pentingnya telur untuk memastikan kehidupan yang sehat dan mempromosikan kesejahteraan pada masyarakat, karena telur memiliki kapasitas secara langsung meningkatkan kesehatan orang dewasa dan anak-anak di seluruh dunia. Telur adalah sumber protein berkualitas tinggi dan mengandung 13 vitamin dan mineral. Industri telur dapat memainkan peran positif terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan usaha peternakan ayam petelur di Desa Jemaras Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur, dan dampak usaha peternakan ayam petelur terhadap ekonomi masyarakat di Desa Jemaras Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur.
Pelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian lapangan. Waktu penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan yaitu pada bulan Mei hingga Juni berlokasi di Desa Jemaras Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur. Subjek dalam penelitian ini ialah pemilik usaha peternakan ayam petelur sebanyak 3 orang dan karyawan yang bekerja di peternakan ayam petelur sebanyak 9 orang, dan masyarakat sekitar sebagai subjek tambahan sebanyak 2 orang sebagai informan dengan menggunakan teknik purposive sampling dalam memilih subjek tersebut. Objek yang diteliti adalah dampak usaha peternakan ayam petelur terhadap ekonomi masyarakat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan usaha peternakan ayam petelur di Desa Jemaras berjalan dengan baik dilihat dari fungsi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating) dan pengendalian (controling). Kemudian pengelolaan usaha peternakan ayam petelur di Desa Jemaras sudah sejalan dengan prinsip manajemen bisnis syariah yaitu prinsip kepatuhan terhadap hukum syariah, prinsip etika bisnis syariah, prinsip transparansi dan akuntabilitas, prinsip larangan riba dan maysir dan prinsip pengelolaan risiko syariah. Dampak positif usaha peternakan ayam petelur terhadap ekonomi masyarakat di Desa Jemaras yaitu dapat memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga sandang dan pangan tercukupi. Kemudian kesejahteraan masyarakat yang bekerja di peternakan ayam petelur sesuai dengan pendapat Imam Al-Ghazali, yaitu dapat memenuhi kebutuhan pokok (dharuriyat) dan kesenangan dan kenyaman (hajiyat). Kemudian dampak negatif keberadaan usaha peternakan ayam petelur ini hanyalah bau kotoran ayam tersebut, apabila tertiup angin ke pemukiman warga maka aroma tersebut akan tercium.
ABSTRACT
The importance of eggs to ensure a healthy life and promote well-being in society, as eggs have the capacity to directly improve the health of adults and children around the world. Eggs are a source of high-quality protein and contain 13 vitamins and minerals. The egg industry can play a positive role in inclusive and sustainable economic growth, as well as improving welfare. This study aims to analyze the management of laying hen farming business in Jemaras Village, Cempaga District, East Kotawaringin Regency, and the impact of laying hen farming business on the community economy in Jemaras Village, Cempaga District, East Kotawaringin Regency.
This research uses a qualitative approach and a type of field research. This research was carried out for two months, namely from May to June, located in Jemaras Village, Cempaga District, East Kotawaringin Regency. The subjects in this study are 3 laying hen farm business owners and 9 employees working in laying hen farms, and the surrounding community as an additional subject as 2 people as informants using purposive sampling techniques in selecting the subject. The object of research is the impact of the laying hen farming business on the community's economy. The data collection techniques used are through observation, interviews and documentation.
The results of this study show that the management of the laying hen farming business in Jemaras Village is going well in terms of planning, organizing, actuating and controlling functions. Then the management of the laying hen farm business in Jemaras Village is in line with the principles of sharia business management, namely the principle of compliance with sharia law, the principle of sharia business ethics, the principle of transparency and accountability, the principle of prohibition of usury and maysir and the principle of sharia risk management. The positive impact of the laying hen farming business on the economy of the community in Jemaras Village is that it can meet the economic needs of families, clothing, and food are met. Then the welfare of the people who work in laying hen farms is in accordance with the opinion of Imam Al-Ghazali, namely being able to meet basic needs (dharuriyat) and pleasure and comfort (hajiyat). Then the negative impact of the existence of this laying hen farming business is only the smell of chicken manure, if the wind blows to the residents' settlements, the aroma will be smelled
Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan Pada Baitul Maal Wat Tamwil (Bmt) Kube Sejahtera Unit 068 Di Sampit
Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Kube Sejahtera Unit 068 di Sampit merupakan suatu lembaga keuangan yang berbasis koperasi, yang dimana lembaga meminjamkan dana untuk modal usaha nasabah. Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) ini berlatar belakang swasta, karena swasta sudah semestinya lembaga ini memakai modal sendiri untuk keperluan bertransaksi untuk nasabah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalilis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Kube Sejahtera Unit 068 di Sampit .
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian ex-post fakto. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 33 responden. Teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi dan kuesioner. Dan dianalisis mengunakan program aplikasi SPSS versi 23.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kepemimpinan, komitmen kerja, lingkungan kerja, gaji, dan kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Kube Sejahtera Unit 068 di Sampit. Dibuktikan dengan besaran P-value kepemimpinan (X1) 0,002, P-value komitmen kerja (X2) sebesar 0,000. P-value lingkungan kerja (X3 ) sebesar 0,001, P-value gaji (X4 ) sebesar 0,000. P-value kepuasan kerja (X5 ) sebesar 0,000 < 0,005. Sedangkan nilai R Square 0,818 artinya variabel kinerja karyawan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Kube Sejahtera Unit 068 di Sampit dipengaruhi kelima faktor-faktor yang diteliti dalam penelitian ini. Dengan ditemukannnya pengaruh positif dan segnifikan variabel kepemimpinan, komitmen kerja, lingkungan kerja, gaji, dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan maka diharapkaan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Kube Sejahtera Unit 068 di Sampit harus bisa memperhatikan gaya kepemimpinan yang tepat untuk diterapkan, memaksimalkan komitmen kerja karyawan, menciptakan lingkungan kerja karyawan yang kondusif, ketepatan dan besaran gaji yang diterima karyawan, serta tingkat kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan.
ABSTRACT
Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Kube Sejahtera Unit 068 in Sampit is a cooperative-based financial institution, where the institution lends funds for customers' business capital. Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) has a private background, because the private sector is supposed to use its own capital for customer transactions. The purpose of this research is to determine and analyze the factors that influence the performance of employees of Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Kube Sejahtera Unit 068 in Sampit.
This research is quantitative research with an ex-post facto type of research. The number of samples used in this research was 33 respondents. Data collection techniques are observation and questionnaires. And analyzed using the SPSS version 23 application program.
The research results show that leadership, work commitment, work environment, salary and job satisfaction have a positive and significant effect on the performance of Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Kube Sejahtera Unit 068 employees in Sampit. This is proven by the P-value of leadership (X1) being 0.002. The P-value of work commitment (X2) being 0.000. The P-value of the work environment (X3) is 0.001, the P-value of salary (X4) is 0.000. The P-value of job satisfaction (X5) is 0.000 <0.005. Meanwhile, the R Square value of 0.818 means that the employee performance variable of Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Kube Sejahtera Unit 068 in Sampit is influenced by the five factors examined in this research. With the discovery of the positive and significant influence of leadership variables, work commitment, work environment, salary and job satisfaction on employee performance, it is hoped that Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Kube Sejahtera Unit 068 in Sampit must be able to pay attention to the appropriate leadership style to be implemented, maximizing commitment employee work, creating a conducive employee work environment, the accuracy and amount of salary received by employees, as well as the level of job satisfaction regarding employee performance
Peran Dinas Tenaga Kerja Kota Palangka Raya Dalam Meningkatkan Kesempatan Kerja Kepada Penyandang Disabilitas
Kesempatan untuk bekerja bagi penyandang disabilitas masih sangat terbatas dan bahkan dipandang sebelah mata oleh pengusaha yang membutuhkan tenaga kerja. Mereka beranggapan bahwa penyandang disabilitas tidak mampu bekerja secara maksimal dengan keterbatasan yang dimiliki. Dengan anggapan seperti itulah maka sampai saat ini masih banyak perusahaan yang belum mempekerjakan penyandang disabilitas. Bekerja merupakan hak-hak bagi setiap orang, khususnya para penyandang disabilitas juga mempunyai hak bekerja yang sama dengan non disabilitas demi mencukupi kebutuhan ekonominya.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Objek dalam penelitian ini adalah seluruh data yang terkait mengenai peran pemerintah terhadap kesempatan kerja penyandang disabilitas, data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi yang diabsahkan menggunakan triangulasi sumber dan kemudian dianalisis melalui tahapan data collection, data reduction, data display dan conclusion drawing/verifying.
Hasil penelitian ini menunjukan, pertama bahwa langkah dan tahapan Dinas Tenaga Kerja Kota Palangka Raya dalam meningkatkan kesempatan kerja penyandang disabilitas mempunyai beberapa program pelayanan yaitu, pelayanan AK 1, pelayanan informasi pasar kerja, program job fair dan unit layanan disabilitas. Kedua dari segi hambatan belum tersedianya database pencari kerja penyandang disabilitas, Kurang optimalnya sosialisasi peraturan perundangan tentang kesamaan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas dan tingkat pendidikan penyandang disabilitas.
ABSTRACT
Opportunities to work for people with disabilities are still very limited and even underestimated by employers who need labor. They assume that people with disabilities are not able to work optimally with their limitations. With such assumptions, until now there are still many companies that have not hired people with disabilities. Working is a right for everyone, especially people with disabilities also have the same right to work as non-disabled people to meet their economic needs.
This research is a field research using a descriptive qualitative research approach. The object of this research is all data related to the role of the government on employment opportunities for persons with disabilities. The data was collected through observation, interviews and documentation techniques which were validated using source triangulation and then analyzed through the stages of data collection, data reduction, data display and conclusion drawing/verifying.
The results of this study show, first, that the steps and stages of the Palangka Raya City Manpower Office in increasing employment opportunities for persons with disabilities have several service programs, namely, AK 1 services, labor market information services, job fair programs and disability service units. Second, in terms of obstacles, there is no database of job seekers with disabilities, less than optimal socialization of laws and regulations regarding equal employment opportunities for persons with disabilities
Pengaruh Akuntabilitas Dan Transparansi Terhadap Kepatuhan Muzakki Asn Iain Palangka Raya Dalam Membayar Zakat Profesi
IAIN Palangka Raya merupakan salah satu kampus yang termasuk dalam PTKIN terdapat Unit Pengelola Zakat didalamnya ditambah dengan jumlah tenaga pegawai atau dosen yang cukup banyak dengan pendapatan yang kira-kira cukup memenuhi syarat wajib zakat. Terdapat 232 ASN IAIN Palangka Raya selaku tenaga kerja,karyawan. Begitu besar potensi zakat,maka dalam hal ini unit pengelola Zakat IAIN Palanga Raya mesti mengetahui besaran potensi zakat profesi,ASN tentunya memiliki pendapatan yang pasti dibandingkan dengan beberapa pekerjaan lainnya yang pendapatannya tidak pasti. Bukan hanya berlandaskan dalam persoalan kewajiban akan tetapi zakat dapat meretas persoalan ekonomi,masalah sosial dan politik.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kunatitatif. Tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan simple random sampling. Sampel dalam peneitian ini sebanyak 70 responden yang merupakan ASN IAIN Palangka Raya. Alat analisis yang digunakan adalah SPSS 26 dan yang ,meliputi analisis deskriptif,uji validitas,uji reliabilitas,uji asumsi klasik (uji normalitas,uji multikolonieritas dan uji heteroskedastisitas),analisis regresi linear berganda,dan uju hipotesis (uji R2,uji t dan uji f).
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variable akuntabilitas dan transparansi berpengaruh positif dan signifikan terhadapkepatuhan muzakki ASN IAIN Palangka Raya dalam membayar zakat profesi
ABSTRACT
IAIN Palangka Raya is one of the campuses included in PTKIN, there is a Zakat Management Unit in it plus a considerable number of teaching staff or lecturers with income that is approximately enough to meet the mandatory zakat requirements. There are 232 ASN IAIN Palangka Raya as labor, employees. So great is the potential for zakat, so in this case the IAIN Palanga Raya Zakat management unit must know the amount of professional zakat potential, ASN certainly has a definite income compared to several other jobs whose income is uncertain. Not only based on the issue of obligations, but zakat can hack economic, social and political problems.
The type of research used in this study is quantitative research. Sampling technique using simple random sampling. The sample in this study was 70 respondents who were ASN IAIN Palangka Raya. The analysis tools used are SPSS 26 and the one , validity test, reliability test, classical assumption test (normality test, multicolonicity test and heteroscedasticity test), multiple linear regression analysis, and hypothesis use (R2 test, t test and f test).
The results of this study show that the variables of accountability and transparency have a positive and significant effect on the compliance of muzakki ASN IAIN Palangka Raya in paying professional zaka
Penilaian Hasil Belajar Pada Aspek Sikap Di Sdit Tiara Az-Zahra Kota Palangka Raya
Penelitian ini bertitik tolak dari permasalahan penilaian hasil belajar aspek sikap sosial dan sikap spiritual pada siswa yang dilakukan oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan penilaian hasil belajar pada aspek sikap di SDIT Tiara Az-Zahra Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian yaitu tiga orang guru kelas SDIT Tiara Az-Zahra Palangka Raya yang terdiri atas guru kelas 1, guru kelas 3, dan guru kelas 6 dan satu orang guru PAI dari kelas 1-6. Informannya adalah kepala sekolah dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, dan triangulasi teknik. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Perencanaannya, beberapa guru telah merumuskan rencana penilaian; 2) Pelaksanaannya, dalam penilaian sikap masih kurang maksimal karena masih adanya ketidaksesuaian antara pelaksanaan dengan perencanaan yang telah dirancang. Pelaksanaan penilaian aspek sikap sosial dan spiritual pada siswa lebih banyak menggunakan teknik observasi dan adanya buku rupa-rupa sikap. Penguatan yang diberikan guru terhadap kemampuan sikap siswa juga banyak berupa pujian, teguran, hukuman yang mendidik serta nasehat. Kendala yang dihadapi oleh guru adalah keterbatasan waktu, tidak adanya guru BK dan kurangnya guru yang ada di sekolah; 3) Pelaporannya, pada pengolahan dan pelaporan bisa dilihat dalam hasil nilai yang sudah menjadi satu dalam raport yang dibagikan setiap akhir semester. Guru kelas telah menuliskan deskripsi naratif penilaian sikap spritual dan sikap sosial. Kemudian melaporkannya pada orang tua siswa serta melakukan tindak lanjut terhadap hasil penilaian sikap spritual dan sikap sosial siswa.
ABSTRACT
This research is started from the issue of learning outcome assessment in aspects of social attitudes and spiritual attitudes for students thath are done by teachers. Therefore, this research is important to learn and describe planning, implementation, and reporting of learning outcome assessment for the attitude aspect at SDIT Tiara Az-Zahra Palangka Raya. This research uses a descriptive qualitative approach. The subjects of this research were 3 classroom teachers at SDIT Tiara Az-Zahra Palangka Raya consisting of 1st grade teacher, 3rd grade teacher, and 6th grade teacher, and a PAI teacher who taught from 1st-6th grade teacher. Meanwhile, the informants were the school principal and students. The data collection techniques were used are interviews, observation and documentation. The data validity checking technique uses source triangulation and engineering triangulation. Data analysis techniques using data collection, data reduction, data presentation and conclusions. Research results show that: 1) In planning, the teacher has formulated an assessment plan which includes learning indicators; 2) The implementation, in attitude assessment, is still not optimal because there are still inconsistencies between the implementation and the plans that have been designed. The assessment of social aspects and spiritual attitudes among students used observation techniques and journals. The reinforcement given by teachers to students' behavioral abilities also takes the form of praise, reprimands, educational punishments and advice. The obstacles faced by teachers in implementing the attitude aspect assessment are limited time and the absence of a guidance and counseling teacher and lack of teachers in schools; 3) The reporting, in processing and reporting the assessment, it can be seen in the results of the scores which have become one in the report card which is distributed at the end of each semester. The class teacher has written a narrative description of the assessment of spiritual attitudes and social attitudes. Then report it to the student's parents and follow up on the results of the assessment of the student's spiritual and social attitudes
Penerapan Model Pembelajaran Ctl (Contextual Teaching And Learning) Berbasis Metode Mind Mapping Pada Mata Pelajaran Pai Di Smas It Hasanka Palangka Raya
Penelitian bertujuan untuk (1) mengetahui penerapan model pembelajaran CTL (Contextual teaching and learning) berbasis metode mind mapping pada mata pelajaran PAI siswa kelas X SMAS IT Hasanka Palangka Raya, (2) mengetahui hasil belajar PAI sebelum dan sesudah dilakukan pembelajaran pada siswa kelas X SMAS IT Hasanka Palangka Raya (3) mengetahui ada atau tidak adanya perbedaan hasil belajar PAI antara model pembelajaran CTL (Contextual teaching and learning) berbasis metode mind mapping dengan model pembelajaran kooperatif learning pada siswa kelas X SMAS IT Hasanka Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis quasi eksperimental dengan design nonequivalent control group design. Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas X-A sebagai kelas eksperimen, kelas X-B sebagai kelas kontrol dan peneliti yang melakukan eksperimen. Penerapan model pembelajaran diukur menggunakan data lembar observasi dan dianalisis menggunakan skala Guttman. Data hasil belajar dianalisis menggunakan Ms excel dan N-Gain, dan data pengaruh dianalisis menggunakan independent sample t- test dengan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan model pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) berbasis metode mind mapping pada pelajaran PAI di kelas eksperimen telah terlaksan dengan baik, dilihat dari nilai rata- rata penerapan model pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) berbasis metode mind mapping untuk pertemuan pertama sebesar 86% dan pertemuan kedua sebesar 91% dengan rata- rata keseluruhan sebesar 89 dengan kategori baik. (2) hasil belajar PAI kelas eksperimen pretest memiliki rata- rata 67 termasuk dalam kriteria kurang baik, sedangkan nilai posttest 94 termasuk dalam kriteria sangat baik. Hasil belajar PAI kelas kontrol pretest memiliki nilai rata- rata 68 termasuk dalam kriteria kurang baik sedangkan nilai posttest 88 termasuk kategori baik. (3) ada perbedaan hasil belajar PAI antara penerapan model pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) berbasis metode mind mapping dengan model pembelajaran kooperatif learning dengan nilai signifikasi 0,01< 0,05 yang artinya Ho ditolak dan Ha diterima sehingga kelas eksperimen dengan rata- rata 94,09 lebih tinggi dari kelas kontrol dengan rata- rata 87,50 dapat disimpulkan model pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) berbasis metode mind mapping bagus diterapkan dalam pembelajaran.
ABSTRACT
The research aims to (1) determine the application of the CTL (Contextual teaching and learning) learning model based on the mind mapping method in PAI subjects for class SMAS IT Hasanka Palangka Raya (3) determine whether or not there are differences in PAI learning outcomes between the CTL (Contextual teaching and learning) learning model based on the mind mapping method and the cooperative learning model for class X SMAS IT Hasanka Palangka Raya students. This research uses a quasi-experimental quantitative method with a nonequivalent control group design. The subjects of this research were students in class X-A as the experimental class, class X-B as the control class and researchers who conducted experiments. The application of the learning model was measured using observation sheet data and analyzed using the Guttman scale. Learning outcome data were analyzed using Ms Excel and N-Gain, and influence data were analyzed using independent sample t-test with SPSS 25. The results of the research show that: (1) the application of the CTL (Contextual Teaching and Learning) learning model based on the mind mapping method in PAI lessons in the experimental class has been implemented well, seen from the average value of the application of the CTL (Contextual Teaching and Learning) learning model based on the mind mapping method for the first meeting was 86% and the second meeting was 91% with an overall average of 89 in the good category. (2) The pretest experimental class PAI learning results had an average of 67, which was included in the poor criteria, while the posttest score was 94, which was included in the very good criteria. The PAI learning results for the pretest control class had an average score of 68, which was included in the poor criteria, while the posttest score was 88, which was included in the good category. (3) There is a difference in PAI learning outcomes between the application of the CTL (Contextual Teaching and Learning) learning model based on the mind mapping method and the cooperative learning model with a significance value of 0.01<0.05, which means Ho is rejected and Ha is accepted so that the experimental class has an average of 94. .09 higher than the control class with an average of 87.50. It can be concluded that the CTL (Contextual Teaching and Learning) learning model based on the mind mapping method is good for applying in learning
Analisis Peran Dan Strategi Bmt Ugt Nusantara Dalam Mengurangi Praktik Rentenir Di Kota Palangka Raya
Penelitian ini dilatarbelakangi karena maraknya praktik rentenir di Kota Palangka Raya yang mana hal tersebut dikatakan langsung oleh anggota DPRD Kota Palangka Raya, sehingga dengan adanya peran BMT bisa menjadi salah satu solusi bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar tidak mengajukan pinjaman kepada rentenir. Sehingga terbentuklah rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu, pertama bagaimana peran BMT UGT Nusantara dalam mengurangi praktik rentenir di Kota Palangka Raya?, Kedua bagaimana strategi BMT UGT Nusantara dalam mengurangi parktik rentenir di Kota Palangka Raya?, ketiga apa saja kendala BMT UGT Nusantara dalam mengurangi praktik rentenir di Kota Palangka Raya?
Adapun dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian field research dan pendekatan penelitian kualitatif dengan subjek penelitian adalah Kepala Operasional Cabang (KOC) dan dua informan yaitu anggota BMT UGT Nusantara dan nonanggota BMT UGT Nusantara yang pernah menggunakan praktik rentenir yang mana teknik pengumpulan data menggunakan beberapa cara yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi selain itu pengabsahan data meggunakan triangulasi sumber dengan teknik analisis data melakukan beberapa langkah yaitu pertama pengumpulan data, kedua reduksi data, ketiga penyajian data, keempat kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Peran BMT UGT Nusantara dalam mengurangi praktik rentenir yaitu dengan beberapa hal yaitu, pertama menjauhkan UMKM dari ekonomi nonsyariah, kedua memberikan pendanaan dan pembinaan kepada UMKM, ketiga melepaskan ketergantungan terhadap rentenir. Strategi BMT UGT Nusantara dalam mengurangi praktik rentenir dengan cara beberapa hal yaitu, pertama memberikan akad yang jelas dengan menyampaikan perjanjian atau kesepakatan dengan tegas dan mudah di pahami, kedua menghadirkan produk simpan pinjam, ketiga memberikan layanan jemput bola ke anggota. Kendala BMT UGT Nusantara dalam mengurangi praktik rentenir adalah keterbatasannya SDM (pengurus) BMT UGT Nusantara dan minimal pembiayaan yang diberikan BMT UGT Nusantara untuk satu anggota adalah Rp.1.000.000 (satu juta rupiah) dengan adanya jaminan dari anggota jadi bagi anggota yang tidak mempunyai jaminan tidak bisa melakukan pembiayaan.
ABSTRACT
This research was motivated by the rampant practice of loan sharking in Palangka Raya City which was said directly by members of the Palangka Raya City DPRD, so that the role of BMT could be one solution for micro, small and medium enterprises (MSMEs) not to apply for loans to loan sharks. So that the formulation of the problem in this study was formed, namely, first, what is the role of BMT UGT Nusantara in reducing loan sharking practices in Palangka Raya City?, Second, what is the strategy of BMT UGT Nusantara in reducing loan sharking in Palangka Raya City?, third, what are the obstacles of BMT UGT Nusantara in reducing loan sharking practices in Palangka Raya City?
As for this study, it uses the type of field research and qualitative research approach with the subject of research being the Head of Branch Operations (KOC) and two informants, namely members and nonmembers who have used loan sharking practices where data collection techniques use several ways, namely observation, interviews and documentation, in addition to data validation using source triangulation with data analysis techniques, doing several steps, namely first; data collection, second data reduction, third data presentation, fourth conclusion.
The results of this study indicate that the role of BMT UGT Nusantara in reducing the practice of loan sharks is by several things, namely, first keeping MSMEs away from the non-sharia economy, second providing funding and coaching to MSMEs, third releasing dependence on loan sharks. BMT UGT Nusantara's strategy in reducing loan sharking practices by means of several things, namely, first providing a clear contract by conveying an agreement or agreement firmly and easily understood, second presenting savings and loan products, third providing ball pickup services to members. The obstacles of BMT UGT Nusantara in reducing the practice of loan sharks are the limited human resources (administrators) of BMT UGT Nusantara and the minimum financing provided by BMT UGT Nusantara for one member is Rp.1,000,000 (one million rupiah) with collateral from members so for members who do not have collateral cannot do financing
Penerapan Model Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (Nht) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Matematika Kelas V Mi Ar-Raudhah
Kurangnya pemahaman peserta didik pada mata pelajaran matematika materi pecahan disebabkan karena dalam proses pembelajaran guru belum menggunakan model pembelajaran yang bervariatif. Hal ini berpengaruh pada rendahnya hasil belajar peserta didik, sehingga peneliti tertarik untuk menerapkan model kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran matematika kelas V MI Ar-Raudhah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk: (1) Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran matematika menggunakan model kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) pada kelas V MI Ar-Raudhah. (2) Meningkatkan hasil belajar Matematika dengam model kooperatif numbered heads together (NHT) pada kelas V MI Ar-Raudhah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan bersiklus dengan model Kurt Lewin yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari 23 peserta didik. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi untuk melihat aktivitas guru dan peserta didik, wawancara dengan Ibu Nazila selaku guru mata pelajaran matematika, dokumentasi saat proses penelitian dikelas V dan tes formatif berupa tes awal dan akhir. Data yang diproleh dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif yaitu pengolahan angka rata-rata dan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pelaksanaan model kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) pada siklus I hasil analisis peserta didik pada siklus I memperoleh persentase 79,37% dengan kriteria baik dan meningkat pada siklus II menjadi 87,5% dengan kriteria baik sekali. (2) penggunaan model kooperatif tipe numbered heads together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar Matematika pada kelas V MI Ar-Raudhah, dilihat dari hasil ketuntasan klasikal pada siklus I mencapai 65% dan pada siklus II mencapai 78%. Dari siklus I ke siklus II meningkat sebesar 13%, serta memperoleh N Gain pada siklus I sebesar 0,15 dengan kategori “Rendah” dan siklus II sebesar 0,63 dengan kategori “Sedang”. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat peneliti, maka dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model kooperatif tipe numbered heads together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik. Peningkatan tersebut juga dapat dilihat dengan N Gain yang meningkat.
ABSTRACT
Students’ lack of comprehension regarding mathematics subject, specifically fractions, is considered due to less varied instructional models used during learning process by the teachers. In this case, it affected students’ learning outcomes, leading the researcher to implement Numbered Heads Together (NHT) cooperative learning model to improve mathematics learning outcomes of the fifth-grade students at MI Ar-Raudhah. The objectives of this study were to: (1) Describe the implementation of mathematics instruction by using Numbered Heads Together (NHT) cooperative learning model of the fifth-grade students at MI Ar-Raudhah. (2) Improve mathematics learning outcomes by using Numbered Heads Together (NHT) cooperative learning model of the fifth-grade students at MI Ar-Raudhah. This study applied Classroom Action Research (CAR) method by using Kurt Lewin’s model cycles, which consisted of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects involved 23 students. Data collection techniques were observation to perceive teacher and student activities, an interview with Mrs. Nazila, the mathematics teacher, documentation during research process, and formative tests comprising pre- and post-tests. The data obtained were analysed by using descriptive quantitative analysis which included processing average scores and percentages.The results indicated that: (1) The implementation of Numbered Heads Together (NHT) cooperative learning model in cycle I showed that the students’ analysis results in cycle I achieved a percentage of 79.37% with a “Good” criterion, which increased in cycle II to 87.5% with a “Very Good” criterion. (2) The use of Numbered Heads Together (NHT) cooperative learning model could improve mathematics learning outcomes of the fifth-grade students at MI Ar-Raudhah. This was evident from classical completeness results in cycle I which reached 65%, and in cycle II which reached 78%. The increase from cycle I to cycle II was 13%, with an N-Gain in cycle I of 0.15 (categorized as “Low”) and in cycle II of 0.63 (categorized as “Medium”). Based on the research findings, it can be concluded that using Numbered Heads Together (NHT) cooperative learning model could improve students’ mathematics learning outcomes. This improvement was also reflected from the increase in N-Gain
Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Proses Pembelajaran Di Sd Muhammadiyah Pahandut Palangka Raya
Kurikulum merdeka menciptakan pembelajaran aktif dan kreatif. Program ini bukanlah pengganti dari program yang sudah berjalan, namun untuk memberikan perbaikan sistem yang sudah berjalan. Kurikulum merdeka memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk melakukan sesuai keterampilan yang dimiliknya, sehingga peserta didik dapat menunjang kekereatifannya. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui persiapan guru dalam menyusun rencana pembelajaran kurikulum merdeka di kelas V SD Muhammadiyah Pahandut Palangka Raya, 2) mengetahui pelaksanaan pembelajaran dan asesmen kurikulum merdeka di kelas V SD Muhammadiyah Pahandut Palangka Raya. Penelitian ini di fokuskan pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini yakni guru kelas VA dan VB, sedangkan informan dalam penelitian ini yaitu 5 siswa kelas VA, 5 siswa VB, kepala sekolah, dan koordinator bidang kurikulum di SD Muhammadiyah Pahandut Palangka Raya. Data analisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi/kesimpulan. Hasil penelitian ini menjelaskan, bahwa dalam implementasi kurikulum merdeka dalam proses pembelajaran terdapat 2 komponen, 1) Perencanaan pembelajaran di SD Muhammadiyah Pahandut Palangka Raya peneliti menemukan bahwa guru membuat modul ajar yang berisi tujuan pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dengan berpedoman dari Capaian Pembelajaran (CP) yang diberikan oleh pusat. 2) Pelaksanaan dan Asesmen, pada tahap pelaksanan di SD Muhammadiyah Pahandut Palangka Raya guru melakukan beberapa tahapan yaitu pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup berdasarkan siklus implementasi kurikulum merdeka dengan menguatkan terciptanya pembelajaran yang berdiferensiasi. Pada tahap asesmen guru melakukan tiga bentuk asesmen, yang pertama asesmen diagnostik, asesmen formatif, dan asesmen sumatif berdasarkan pada siklus kurikulum merdeka.
ABSTRACT
The independent curriculum creates active and creative learning. This program is not a replacement for programs that are already running, but to provide improvements to systems that are already running. The independent curriculum gives students the freedom to act according to their skills, so that students can support their creativity. This research aims to 1) determine teacher preparation in preparing independent curriculum learning plans in class V of SD Muhammadiyah Pahandut Palangka Raya, 2) determine the implementation of independent curriculum learning and assessment in class V of SD Muhammadiyah Pahandut Palangka Raya. This research focuses on the subject of Pancasila Education. This research uses a qualitative approach using descriptive research. The data collection techniques used were interviews, observation and documentation. The subjects in this research were the VA and VB class teachers, while the informants in this research were 5 VA class students, 5 VB students, the school principal, and the curriculum coordinator at SD Muhammadiyah Pahandut Palangka Raya. Data analysis goes through the stages of data collection, data reduction, data presentation, and verification/conclusion. The results of this research explain that in the implementation of the independent curriculum in the learning process there are 2 components, 1) Learning planning at SD Muhammadiyah Pahandut Palangka Raya. Researchers found that teachers created teaching modules containing learning objectives (TP) and Learning Objective Flow (ATP) based on guidelines. from the Learning Outcomes (CP) provided by the center. 2) Implementation and Assessment, at the implementation stage at SD Muhammadiyah Pahandut Palangka Raya teachers carry out several stages, namely introduction, core activities and closing based on the independent curriculum implementation cycle by strengthening the creation of differentiated learning. At the assessment stage the teacher carries out three forms of assessment, the first is diagnostic assessment, formative assessment and summative assessment based on the independent curriculum cycle
Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Anak Menggunakan Media Plastisin Di Tk Muslimat Nu 1 Palangka Raya
Salah satunya perkembangan anak usia dini adalah perkembangan motorik halus. Motorik halus tidak terlalu membutuhkan tenaga, namun membutuhkan koordinasi mata dan tangan yang cermat. Semakin baiknya gerakan motorik halus anak membuat anak dapat berkreasi. Usia 5-6 tahun koordinasi gerakan motorik halus anak sudah berkembang dengan pesat. Seperti mengkoordinasikan gerakan visual motorik atau mengkoordinasikan mata dan tangan secara bersamaan. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan tentang penggunaan media plastisin dalam pembelajaran di TK Muslimat NU-1 Palangka Raya dan kemampuan motorik halus anak dengan menggunakan media plastisin. Metode penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bersifat deksriptif, yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari objek dan responden yang diamati Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Penggunaan media plastisin dalam pembelajaran di TK Muslimat NU 1 Palangka Raya, untuk melihat aktifitas guru dan anak. 2) Mengembangkan kemampuan motorik halus anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan media plastisin di TK Muslimat NU 1 Palangka Raya meliputi kemampuan, a) Menggambar sesuai gagasannya melalui kegiatan media plastisin. Pada kegiatan menggambar sesuai gagasannya ada 11 anak, 8 anak Berkembang Sesuai Harapan (BSH) 1 anak Mulai Berkembang (MB) 2 anak Belum Berkembang (BB). b) Meniru bentuk melalui kegiatan media plastisin. Pada kegiatan meniru bentuk ada 11 anak, 7 anak Berkembang Sesuai Harapan (BSH) 2 anak Mulai Berkembang (MB) 2 anak Belum Berkembang (BB). c) Eksplorasi dengan berbagai media melalui kegiatan media plastisin. Pada kegiatan eksplorasi dengan berbagai media ada 11 anak, 9 anak Berkembang Sesuai Harapan (BSH) 2 anak Belum Berkembang (BB).
ABSTRACT
One aspect of early childhood development is a fine-motor skill development. Fine-motor skills do not require much strength but do require precise eye and hand coordination. The better a child’s fine motor skills, the more they can create. At ages 5-6, children’s fine motor coordination develops rapidly, such as coordinating visual motor movements or coordinating eyes and hands simultaneously. The purpose of this study was to 1) describe the use of plasticine as a learning medium at TK Muslimat NU-1 Palangka Raya and 2) outline children’s fine motor skills by using plasticine. This study was a field research and applied a qualitative approach. And, it was a descriptive study, producing descriptive data in the form of written or spoken words from observed subjects and respondents. The results indicated that: 1) The use of plasticine as a learning medium at TK Muslimat NU-1 Palangka Raya aimed to observe teacher and child activities. 2) Developing fine-motor skills in children aged 5-6 years through plasticine activities at TK Muslimat NU-1 Palangka Raya included the ability to: a) draw according to their ideas using plasticine. In drawing activities based on their ideas, out of 11 children, 8 were developing as expected, 1 was starting to develop, and 2 were not developing yet. b) Imitate shapes using plasticine. In shape imitation activities, out of 11 children, 7 were developing as expected, 2 were starting to develop, and 2 were not developing yet. c) Explore with various media using plasticine. In exploration activities with various media, out of 11 children, 9 were developing as expected and 2 were not developing yet