71404 research outputs found
Sort by
KAJIAN TIPOLOGI HOME BASED ENTERPRISES (HBE) DI SENTRA INDUSTRI MAKANAN OLAHAN BANDENG KOTA SEMARANG
Usaha Mikro, Kecil, dan Menegah
(UMKM) berbasis rumah atau Home-based Enterprises
(HBE
)
dikenal sebagai jenis UMKM yang memanfaatkan ruang hunian pelaku usaha untuk bekerja didalamnya
(home
as workplace
)
(Strassmann, 1987:121
). Jenis HBE yang banyak dikembangkan oleh masyarakat Kota
Semarang adalah HBE bidang kuliner jenis olahan bandeng. Terdapat tiga poin utama yang menunjukkan
bahwa eksistensi HBE pengolahan bandeng merupakan potensi yang bisa dikembangkan, antara lain UMKM,
wisata kuliner, dan kampung tematik. Kuliner bandeng merupakan kuliner unggulan dibanding kuliner Kota
Semarang lainnya. Jumlah pengusaha bandeng mencapai 351 unit pada tahun 2020, sedangkan nilai
produksinya adalah 17,4 milyar dengan jumlah produksi mencapai 865,93 ton pada tahun 2015. Kecamatan
Semarang Barat, Tambakrejo, dan Semarang Utara merupakan tiga kawasan HBE pengolahan bandeng yang
memiliki nilai produksi dan investasi bandeng terbesar di Kota Semarang. Untuk mengembangkan potensi
HBE pengolahan bandeng, diperlukan pengenalan karakter dari setiap unit HBE yang ada di tiga kecamatan
tersebut sehingga identifikasi terhadap unit-unit HBE dapat diketahui. Hal inilah yang melatarbelakangi
pertanyaan penelitian, “Bagaimana tipologi HBE yang terbentuk dalam Sentra Industri Makanan Olahan
Bandeng Kota Semarang?”. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi tipologi HBE di Sentra Industri
Makanan Olahan Bandeng di tiga kecamatan Kota Semarang untuk menemukenali karakter dan prasyarat
tumbuh kembangnya tipe-tipe HBE yang ditemukan dengan menggunakan lima modal sustainable livelihood.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan tiga metode analisis, yaitu Analisis
Faktor Konfirmatori, Analisis Cluster, dan Analisis Deskriptif. Data-data yang digunakan diperoleh dari data
primer maupun sekunder dengan total responden adalah 51 unit HBE
CONTENT ANALYSIS MAINSTREAMING RESILIENCE INTO DEVELOPMENT PLANNING POLICIES
Resilience assessment has been conducted in Semarang City by two different
organizations using two different methods (i.e., CRI and UCRA) in 2017 and 2018. Based
on the result of those resilience assessments, it reveals that some of the resilience
indicators are not suitable for local conditions in Semarang City regarding development
planning policies. RPJMD is a development planning policy with a combination of
sectoral planning and comprehensive planning to budgeting process of the local
government programs. RPJMD also includes local government performance indicators
that reflect the level of good governance and lead to enhance city resilience. Hence,
indicators in RPJMD also can be considered as resilience indicators. All of this implies
that RPJMD describes the local government already uses resilience thinking in its
strategies, policies, and programs. However, city resilience encompasses many aspects
and more complex
A SEMIOTIC ANALYSIS: THE REPRESENTATION OF PATRIARCHY IN THE VINTAGE PRINTED ADVERTISEMENTS PRODUCED DURING THE CREATIVE ADVERTISEMENT ERA
VIOLATING POLITENESS PRINCIPLES OF THEMAIN ANTAGONIST CHARACTER IN CRAZY RICH ASIAN MOVIE
EVALUASI KESESUAIAN PENGGUNAAN LAHAN UNTUK BUDIDAYA PADI ORGANIK MENGGUNAKAN METODE ELECTRE
Pertanian berkelanjutan memiliki urgensi dalam perbaikan kualitas lahan dan potensi untuk meningkatkan pasokan pangan sehat. Evaluasi kesesuaian penggunaan lahan sebagai sarana penting untuk menilai kualitas kesesuaian lahan dalam budidaya pertanian. Khususnya budidaya padi organik memiliki kriteria-kriteria kesesuaian lahan seperti temperatur, curah hujan, kedalaman tanah, pH, c-organik, lereng, tingkat erosi, periode transisi organik yang berdampak pada hasil rangking dan kelas kesesuaian lahan. Delapan lahan pertanian organik digunakan sebagai alternatif yaitu Sawangan, Mangunsari, Tirtosari, Podosoko, Butuh, Krogowanan, Kapuhan, dan Jati. Metode pengambilan keputusan multi criteria (MCDM) yang berfokus pada eliminasi alternatif-alternatif berdasarkan kesesuaian dan ketidaksesuaian yakni Elimination Et Choix Tradusiant la REalite (ELECTRE) digunakan dalam hubungan perangkingan. Sistem pendukung keputusan (SPK) berbasis web dibuat untuk mempercepat integrasi pengolahan data dan menyajikan informasi yang aktual dari proses seleksi kesesuaian lahan. Implementasi DSS dengan Metode ELECTRE untuk evaluasi kesesuain penggunaan lahan pada budidaya padi organik menghasilkan rangking alternatif terbaik yaitu Tirtosari dengan nilai Ekl=5 dan korelasi rank spearman dari hasil perbandingan sistem dengan data pakar menunjukkan rs=0.95. Hasil penelitian ini menunjukan integrasi web dengan ELECTRE cukup efektif diterapkan untuk pengambilan keputusan dalam pertanian organik.
Kata kunci: pertanian berkelanjutan, padi organik, ELECTRE, SPK, kesesuaian lahan.
Sustainable agriculture has an urgency in improving land quality and the potential to increase the supply of healthy food. Land-use suitability evaluation as an important tool for assessing the quality of land suitability in agricultural cultivation. Especially organic rice cultivation has land suitability criteria such as temperature, rainfall, soil depth, pH, c-organic, slopes, erosion level, organic transition periods that have an impact on ranking results, and land suitability classes. Eight organic agricultural lands are used as alternatives, namely Sawangan, Mangunsari, Tirtosari, Podosoko, Butuh, Krogowanan, Kapuhan, and Jati. The multicriteria decision-making (MCDM) method that focuses on eliminating alternatives based on concordance and discordance namely Elimination Et Choix Tradusiant la REalite (ELECTRE) is used in ranking relationships. A web-based decision support system (DSS) was created to accelerate the integration of data processing and present actual information from the land suitability selection process. The implementation of DSS with the ELECTRE Method for land-use suitability evaluation in organic rice cultivation produces the best alternative ranking, Tirtosari with Ekl = 5 and Spearman rank correlation from the system comparison results with expert data shows rs = 0,95. The results of this study indicate that the integration of the web with ELECTRE is quite effectively applied for decision making in organic agriculture.
Keywords: sustainable agriculture, organic rice, ELECTRE, DSS, land suitabilit
IMPLEMENTASI ZERO-ONE MULTIDIMENSIONAL KNAPSACK PROBLEM DENGAN METODE BRANCH AND BOUND
Knapsack adalah wadah yang digunakan untuk menyimpan benda-benda
dengan ukuran yang sama atau kurang dalam beberapa kapasitas. Masalah yang biasa
timbul yaitu pemilihan item/barang yang dapat memaksimalkan nilai fungsi tujuan
dari objek-objek yang akan dimasukkan ke dalam wadah dengan kapasitas terbatas.
Multidimensional Knapsack Problem (MKP) merupakan sebuah model optimasi yang
digunakan pada masalah knapsack dengan kumpulan kendala sumber yang berbeda
atau satu kendala yang terdiri dari atribut multidimensional. Multidimensional
Knapsack Problem dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan
memaksimalkan fungsi tujuan dengan beberapa kendala atau batasan yang dihadapi.
Setelah model Multidimensional Knapsack Problem pada Tugas Akhir ini dikaji,
dilakukan solusi numerik menggunakan metode Branch and Bound dapat dicapai
fungsi tujuan optimal dengan memenuhi semua kendala
m
yang dihadapi