71404 research outputs found
Sort by
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PRAKTIK PENCEGAHAN CORONAVIRUS DISEASE 2019 (Studi di Pulau Jawa Tahun 2020)
Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit saluran pernapasan baru yang pertama kali terdeteksi di Wuhan, China pada Desember 2019 dan telah dinyatakan sebagai pandemi global.Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dalam mengurangi penyebaran COVID-19. Komitmen dan kepatuhan masyarakat dalam menghadapi situasi pandemi ini umumnya dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap dan praktik. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengetahuan, sikap, dan praktik pencegahan COVID-19 pada masyarakat di Pulau Jawa. Penelitian ini menggunakan desain studicross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 1.680 responden. Variabel dalam penelitian ini diukur melalui angket yang didistribusikan secara daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwalebih dari setengah responden memiliki pengetahuan, sikap, dan praktik pencegahan COVID-19 yang baik serta mendapat dukungan sosial dan dukungan tenaga kesehatan yang cukup baik. Sumber informasi yang paling banyak digunakan oleh responden adalah media sosial.Peningkatan pengetahuan dan praktik pencegahan COVID-19 masih diperlukan. Hal ini dapat dilakukan melalui peningkatan edukasi dan mempertegas protokol kesehatan yang berlaku.
Kata Kunci: COVID-19, Pengetahuan, Sikap, Praktik, Pulau Jaw
ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN PEDULI REMAJA (PKPR) DI PUSKESMAS MAGELANG TENGAH KOTA MAGELANG
Latar belakang : Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) merupakan program pendekatan bagi pelayanan kesehatan remaja guna memberikan pelayanan yang berkualitas bagi remaja untuk mengatasi permasalahan kesehatan remaja. Capaian kunjungan pelayanan kesehatan remaja di Puskesmas Magelang Tengah pada tahun 2019 belum mencapai target yang diberikan oleh Dinas Kesehatan. Tujuan penelitian adalah menganalisis pelaksanaan program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) di Puskesmas Magelang Tengah.
Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi. Pemilihan subjek berdasarkan kriteria purposive sampling. Variabel yang diteliti meliputi komunikasi, sumber daya, sikap/disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan program PKPR oleh puskesmas masih berfokus menjangkau remaja di sekolah dan belum melakukan kerjasama secara maksimal dengan lintas sektor. Komunikasi antar anggota tim PKPR belum dilakukan secara teratur. Terdapat keterbatasan sumber daya yaitu pemahaman petugas mengenai program serta ruangan yang dimiliki puskesmas belum sepenuhnya menjamin adanya privasi dan kerahasiaan remaja. Pelaksanaan sesuai pedoman juga belum dilakukan karena petugas mengalami kesulitan dalam penerapan aturan yang tersedia. Serta kegiatan monitoring evaluasi yang belum dijalankan secara maksimal sehingga kurang berdampak pada adanya perbaikan program.
Kesimpulan dan saran : Penelitian ini menyarankan adanya kajian mengenai evaluasi dan peranan pelayanan kesehatan remaja yang tersedia di puskesmas Kota Magelang serta melakukan penilaian dan pemantauan SNPKPR secara rutin guna mengetahui permasalahan yang menjadi penghambat tidak optimalnya pelaksanaan program.
Kata Kunci : remaja, pelaksanaan, pelayana
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PRAKTIK HIGIENE PERSONAL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 DI PROVINSI DKI JAKARTA
COVID-19 merupakan penyakit baru disebabkan oleh virus SARS-CoV2 yang menjadi perhatian dunia dan Indonesia karena banyaknya jumlah kasus dan transmisi yang cepat antar manusia. Oleh karena itu diperlukan pengetahuan, sikap, dan praktik higiene personal sebagai upaya pencegahan dasar tingkat individu selama pandemi COVID-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan praktik higiene personal sebagai salah satu upaya pencegahan COVID-19 di Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional. Pengambilan data penelitian menggunakan survei angket online. Sampel pada penelitian ini yaitu sejumlah 150 responden berusia 15-29 tahun yang bertempat tinggal dan berdomisili di Provinsi DKI Jakarta selama pandemi COVID-19. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik chi square. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh mayoritas responden mempunyai pengetahuan yang cukup sebesar 51,3% responden, sikap yang cukup sebesar 56% responden, praktik yang cukup sebesar 84,7% responden, dan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap dengan nilai p=0,04 namun tidak ada hubungan yang signifikan antara sikap dan praktik dengan nilai p=0,086 Dapat disimpulkan, responden sudah mempunyai pengetahuan, sikap, dan praktik yang cukup mengenai higiene personal sebagai pencegahan COVID-19. Diharapkan masyarakat untuk selalu mengikuti perkembangan informasi mengenai pencegahan COVID-19 terutama mengenai higiene tangan, etika batuk atau bersin, dan mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kata kunci : COVID-19, Higiene Personal, Pengetahuan, Sikap, Prakti
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTIK PENCEGAHAN COVID-19 PADA MAHASISWA DI KOTA SEMARANG (Studi pada Tiga Perguruan Tinggi di Kota Semarang)
Indonesia merupakan salah satu negara yang cukup parah terkena virus COVID-
19. Wabah ini menimbulkan tantangan penting bagi kesehatan masyarakat, para peneliti, dan komunitas medis. Dalam masa pandemi COVID-19 ini, diharapkan mahasiswa dapat berperan aktif dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa S1 aktif dari tiga perguruan tinggi di Kota Semarang. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 390 responden. Variabel dalam penelitian ini adalah jenis kelamin, bidang ilmu, tingkat pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dukungan institusi, informasi tentang COVID-19 dan praktik pencegahan COVID-19 pada mahasiswa. Hasilnya dianalisis menggunakan uji chi square. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah quota sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mengetahui variabel yang diteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara bidang studi responden (p
= 0,00), tingkat pengetahuan (p = 0,02), sikap (p = 0,00), dukungan keluarga (p = 0,00), dukungan kelembagaan (0,00), dan informasi tentang COVID-19 (p = 0,00) terhadap praktik pencegahan COVID-19 pada mahasiswa, dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kelamin (p = 0,058) terhadap praktik pencegahan COVID-19 pada mahasiswa. Bidang ilmu responden, tingkat pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dukungan institusi, dan informasi mengenai COVID-19 merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik pencegahan COVID-19 pada mahasiswa dari tiga perguruan tinggi di Kota Semarang.
Kata Kunci: COVID-19, Preventif, Praktik, Mahasisw
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTIK PHBS SELAMA PANDEMI COVID-19 DI DESA RANDUBOTO KABUPATEN GRESIK
COVID-19 merupakan suatu pandemi, termasuk di Indonesia. Faktor utama cepatnya penyebaran COVID-19 diakibatkan oleh faktor pengetahuan dan praktik PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Praktik PHBS yang harus dilaksanakan selama pandemi COVID-19 antara lain mencuci tangan menggunakan sabun, mengkonsumsi makanan sehat, melakukan aktivitas fisik secara teratur, tidak merokok di dalam rumah, membersihkan lingkungan sekitar, dan melakukan istirahat yang cukup. Terhitung sejak 9 Juli 2020, 3 warga sudah dipastikan positif COVID-19 di Desa Randuboto.Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor – faktor yang berhubungan dengan praktik PHBS selama pandemi COVID-19 di Desa Randuboto Kabupaten Gresik. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah snowball sampling. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 108 sampel yang memenuhi kriteria inklusi.Variabel bebas dalam penelitian ini adalah tingkat pengetahuan, sikap, dan ketersediaan sarana prasarana pendukung.Variabel terikat dalam penelitian ini adalah praktik PHBS selama masa pandemi COVID-19. Responden dalam penelitian ini mayoritas berumur ≤ 25 tahun sebesar 63,9%. Sedangkan tingkat pendidikan responden mayoritas adalah 52,8%. Variabel yang berhubungan dengan praktik PHBS selama pandemi COVID-19 adalah tingkat pengetahuan (0,001), sikap (0,001), serta ketersediaan sarana prasarana pendukung (0,001). Praktik PHBS di Desa Randuboto pada saat pandemi COVID-19 menunjukkan praktik yang baik sebesar 55,6%. Diharapkan perlu meningkatkan pengetahuan dengan kegiatan edukasi, memberikan pembinaan dan menambah pengetahuan masyarakat sehingga dapat mempengaruhi kebiasaan rutin yang lebih baik.Selain itu diharapkan juga tersedia fasilitas cuci tangan umum.Lokasi penempatan fasilitas umum ini harus mudah dijangkau, serta terdapat sabun.
Kata kunci : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, coronaviru
KAJIAN STRATEGI KEBERLANJUTAN UMKM BERBASIS RUMAH/HBE PENGOLAHAN BANDENG DI KAMPUNG TEMATIK BANDENG KROBOKAN SEMARANG
UMKM berbasis rumah/Home-Based Enterprise (HBE) adalah sebuah usaha berskala mikro, kecil
hingga menengah yang berlokasi di rumah. HBE melibatkan keluarga sebagai tenaga kerja utama serta
menggunakan rumah sebagai tempat tinggal sekaligus ruang usaha. HBE merupakan sektor informal yang
memiliki banyak keunggulan, diantaranya mudah dibangun tanpa memerlukan keterampilan khusus,
menurunkan tingkat pengangguran, menciptakan lapangan kerja serta menjadi sumber penghasilan tambahan
dalam rumah tangga. HBE bukan hanya sebuah aktivitas ekonomi namun juga menjadi sumber penghidupan
bagi para pelaku dan keluarganya. Di sisi lain, mayoritas HBE mengalami kesulitan untuk mempertahankan
usahanya karena sifat alami HBE yang sangat rentan terhadap perubahan
PREDIKSI PERUBAHAN CADANGAN KARBON AKIBAT KONVERSI TUTUPAN LAHAN DI KOTA SALATIGA TAHUN 2019-2029
Perubahan iklim sudah menjadi isu global karena peningkatan suhu permukaan bumi
berdampak buruk bagi lingkungan dan kelangsungan hidup manusia. Hal ini dipicu oleh kegiatan
antropogenik yang dapat meningkatkan emisi Gas Rumak Kaca di atmosfer, seperti pembangkit
listrik, pengolahan air limbah, pembuangan sampah, bahan bakar untuk transportasi, pertanian,
serta konversi tutupan lahan. Cadangan karbon pada setiap tutupan lahan berbeda-beda
berdasarkan kemampuan tutupan lahan tersebut dalam menyerap karbon. Konversi lahan di sini
tidak hanya disebabkan oleh kegiatan deforestasi dan degradasi hutan tetapi juga kegiatan yang
menghasilkan penutupan lahan dengan cadangan karbon yang lebih rendah. Kegiatan konversi
tutupan lahan seringkali terjadi di kota sebagai akibat dari pertumbuhan dan pembangunan kota
yang menerus, salah satunya di Kota Salatiga
ANALISIS TARIF MRT BERDASARKAN ATP DAN WTP PEKERJA DI KAWASAN TOD DUKUH ATAS
Mass Rapid Transit (MRT) merupakan moda transportasi umum massal yang dioperasikan
sejak Maret 2019 di DKI Jakarta. Stasiun Dukuh Atas merupakan salah satu stasiun MRT yang berada
di kawasan Transit Oriented Development (TOD) pertama yang saat ini tengah dikembangkan oleh
PT. MRT. Kawasan TOD Dukuh Atas merupakan kawasan dengan dominasi penggunaan lahan area
komersil dan penggunanya pekerja kantoran. Kawasan Dukuh Atas merupakan kawasan melting point
dari 5 moda transportasi umum massal, yang menyebabkan pengguna memiliki karakteristik yang
beragam. Pengadaan MRT diharapkan dapat mengalihkan pengguna kendaraan pribadi agar
menggunakan transportasi umum masal. Pemerintah wajib menetapkan tarif transportasi umum yang
dapat dijangkau oleh masyarakat. Kenyataannya, tarif MRT Jakarta memiliki gap yang besar dengan
tarif moda transportasi umum serupa lainnya, yaitu BRT dan KRL
EVALUASI KINERJA KEBIJAKAN PROGRAM AGROPOLITAN DI KECAMATAN SUMOWONO DAN KECAMATAN BANDUNGAN KABUPATEN SEMARANG
Salah satu program pemerintah dalam mengatasi kesenjangan antara wilayah perkotaan
dan pedesaan adalah kebijakan program agropolitan. Pengembangan kawasan agropolitan
diharapkan dapat mewujudkan pemerataan pembangunan dengan mengembangkan kawasan
pedesaan. Pengembangan potensial pedesaan salah satunya adalah pertanian sebagai roda
pertumbuhan ekonomi. Sehingga, dengan adanya program ini diharapkan mampu membangun
pertumbuhan ekonomi berbasis pertanian, meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan
masyarakat pedesaan, serta untuk melayani, mendorong, dan memacu pembangunan pertanian
KAJIAN TIPOLOGI PENGGUNA MODA TRANSPORTASI DI KAWASAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT DUKUH ATAS DKI JAKARTA
Salah satu bentuk konsep yang diterapkan pemerintah DKI Jakarta dalam mengatasi permasalahan
kemacetan adalah dengan mengembangkan Kawasan Berorientasi Transit dimana menitikberatkan integrasi
antar moda serta tata guna lahan di sekitarnya sehingga mendorong penggunaan kendaraan umum dan
mengurangi kendaraan pribadi. Namun, Pengamat Transportasi MTI (Masyarakat Transportasi Indonesia)
Darmanintyas menyebutkan bahwa Kawasan Dukuh Atas sebagai kawasan yang terintegrasi masih jauh dari
ideal untuk pengguna. Penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya menemukan bahwa kondisi jalur pejalan
kaki di Kawasan Dukuh Atas, khususnya untuk pengguna Trans Jakarta di Halte Dukuh Atas 1, masih kurang
memadai. Padahal jalur pejalan kaki merupakan fasilitas yang esensial dalam integrasi kawasan, khususnya
pusat transit seperti Kawasan Dukuh Atas. Hal tersebut juga di tunjukan bahwa secara keseluruhan,
penggunaan Trans Jakarta di DKI Jakarta mengalami penurunan tingkat kepuasan yang cukup drastis