71404 research outputs found
Sort by
STRATEGI KONSERVASI TERINTEGRASI ANTAR KELEMBAGAAAN DALAM MENDUKUNG PELESTARIAN TAMAN NASIONAL GUNUNG MERBABU DI KABUPATEN BOYOLALI
Kawasan konservasi diantaranya Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) sebagai benteng terakhir kawasan hutan yang memiliki manfaat secara ekologis, sosial dan ekonomi baik untuk lingkup lingkungan lokal maupun global. Hal tersebut perlu mendapat perhatian dan dukungan tidak hanya pengelola kawasan namun juga integrasi peran lembaga-lembaga terkait. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa persepsi dan keterlibatan atau peran pemerintah daerah dan lembaga terkait serta menyusun strategi terintegrasi antar kelembagaaan terkait dalam mendukung pelestarian kawasan TNGMb di Kabupaten Boyolali. Metode penelitian ini merupakan penelitian bersifat deskriptif eksploratif dengan pendekatan kualitatif dalam menentukan persepsi dan peran kelembagaan serta analisis SWOT digunakan dalam penentuan strategi konservasi terintegrasi antar kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelembagaan yang ada di Pemda, POLRI, swasta, dan kelompok masyarakat di Kabupaten Boyolali memiliki persepsi yang baik tentang kawasan TNGMb yait terkait potensi sumber daya alam dan pengelolaan kawasan di TNGMb dengan prosentase sebesar 73,91%. Tingkat keterlibatan kelembagaan dikategorikan masih rendah dengan rata-rata sebesar 65,89% baik dalam aspek konservasi/lingkungan, sosial budaya, ekonomi maupun organisasi. Peranan stakeholder lembaga dalam mendukung pelestarian TNGMb hanya sebatas pelibatan program dan kegiatan yang merupakan implementasi kebijakan pengelolaan TNGMb yang bersumber pada anggaran APBN Kementerian LHK melalui Balai TNGMb, dan belum memadukan program antar sektor yang diinisiasi dan dianggarkan oleh masing-masing lembaga. Strategi peran terintegrasi antar kelembagaan dalam mendukung pengelolaan TNGMb yaitu (1) Mensinergikan kebijakan dan program pembangunan didaerah penyangga TNGMb dengan pengelolaan kawasan TNGMb; (2) Mengintegrasikan pengelolaan potensi wisata di dalam dan luar kawasan berbasis masyarakat melalui pengembangan tata ruang wisata daerah; (3) Pembentukan forum multisektoral dalam mendukung pengelolaan kawasan TNGMb dan sekitarnya; (4) Mitigasi gangguan atau bencana kawasan TNGMb secara kolaboratif; (5) Pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan TNGM dengan melibatkan stakeholder lembaga terkait; (6) Inventarisasi potensi di dalam dan luar kawasan serta penyusunan desain tapak wisata alam di zona pemanfaatan melibatkan masyarakat; (7) Pengembangan kawasan penyangga TNGMb; (8) Peningkatan sadar lingkungan kawasan TNGMb lintas sektor; (9) Pengaktifan kembali forum pemanfaat air dalam TNGMb; (10) Peningkatan kapasitas SDM stakeholder mitra demi pengelolaan kawasan yang efektif.
Kata kunci : Taman Nasional Gunung Merbabu, kelembagaan, konservasi,
Boyolal
KAJIAN PUSTAKA: ANALISIS PENGARUH MOTIVASI TERHADAP KINERJA PADA BIDAN DI FASILITAS KESEHATAN
Motivasi adalah keinginan untuk melakukan sesuatu dengan menentukan kemampuan bertindak untuk memuaskan kebutuhan individu. Adanya motivasi yang diberikan sesuai dengan haknya akan sangat mempengaruhi kinerja seseorang. Bidan merupakan salah satu tenaga operasional dalam pelayanan kesehatan. Kinerja bidan yang baiksangat diperlukan oleh pasien. Meningkatnya kinerja bidan tidak lepas dari faktor motivasi baik yang bersifat intrinsik maupun ekstrinsik. Performa kerja bidan yang kurang baik,cenderung dilatarbelakangi oleh tidak puasnya atas pengelolaan organisasi di fasilitas kesehatan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Hubungan Motivasi Terhadap Kinerja Pada Bidan di Fasilitas Kesehatan. Metode yang digunakan adalah metode literature review atau tinjauan pustaka melalui pendekatan sistematis untuk melakukan analisa data secara sederhana (simplified approach). Pencarian database yang digunakan meliputi Science Direct, Scopus, SpringerLink, Garuda DIKTI dan Google Schoolar. Alur pemilihan artikel diseleksi melalui kriteria inklusi yaitu sesuai dengan analisis tujuan, artikel asli, dapat diakses, batas waktu 10 tahun terakhir (2010-2020) dan hasil dari setiap artikel, serta keterbatasan yang terjadi. Dari hasil penelusuran, terdapat 707 artikel yang teridentifikasi dari seluruh database dan diambil 20 artikel sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan untuk ditelaah dan dianalisis. Hasil yang didapat berdasarkan analisis 20 artikel metode yang paling banyak digunakan dalam penelitian adalah menggunakan metode kuantitatif. Dengan variabel motivasi yang paling sering dteliti yakni kondisi kerja, supervisi, administrasi dan kebijakan. Dari beberapa variabel motivasi yang dianalisis diketahui bahwa motivasi mempengaruhi kinerja seorang petugas kesehatan baik intrinsik maupun ekstrinsik.Motivasi memiliki hubungan dan berpengaruh terhadap kinerja pada bidan di fasilitas kesehatan.
Kata Kunci: Motivasi, Kinerja, Bida
ANALISIS SPASIAL KAITAN KARAKTERISTIK BREEDING PLACE DENGAN VARIASI POPULASI Anopheles sp. DI DAERAH ENDEMIS MALARIA KABUPATEN PURWOREJO
Penyakit malaria merupakan salah satu penyakit menular akibat vektor nyamuk yang menjadi masalah kesehatan di beberapa negara dengan iklim tropis sampai saat ini termasuk Indonesia. Malaria ditularkan melalui nyamuk Anopheles spp. betina yang telah terinfeksi parasit plasmodium penyebab malaria. Di Jawa Tengah, Kabupaten Purworejo memiliki predikat kasus terbanyak malaria pada tahun 2018 menjadi daerah endemis malaria. Desa Kaliharjo, Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kaitan karakteristik breeding place dengan variasi populasi Anopheles spp. yang ditemukan di kandang ternak dan tempat serta mengidentifikasi persamaan jenis Anopheles spp. yang ditemukan di Kandang ternak dan tempat perindukan dengan pendekatan spasial. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan desain penelitian cross sectional dan dilakukan pada bulan Juli – Agustus 2020. Sampel dalam penelitian ini adalah larva Anopheles sp. yang diambil dari breeding place dengan metode survei larva dan nyamuk Anopheles spp. dewasa yang ditangkap dalam kandang ternak dengan metode resting. Berdasarkan pengumpulan data karakteristik breeding place didapatkan suhu sebesar 29,8 – 33,9oC, kelembaban 55 – 87%, pH 8,1 – 10,2 , dan ketinggian 113 – 129 mdpl. Berdasarkan analisis buffer 500 m dan 1000 m dari tempat perindukan yang berupa genangan air dan sungai berpasir, Anopheles vagus merupakan spesies yang ditemukan di seluruh kandang ternak dalam area buffer. Variasi spesies nyamuk yang ditemukan sebanyak 6 spesies antara lain, Anopheles aconitus, Anopheles flavirostris, Anopheles kochi, Anopheles limosus, Anopheles maculatus, dan, Anopheles vagus. Jenis dan karakteristik tempat perindukan mempengaruhi variasi spesies yang ditemukan di Desa Kaliharjo.
Kata kunci : Anopheles, Malaria, Spasial, Purworej
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, IKLIM KOMUNIKASI, DAN PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT TERHADAP KINERJA PEGAWAI (Kasus pada Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu)
Performance is the implementation of work tasks and the results of the work assignments. The performance of the members of the organization will create the organizational performance. Organizational success is measured by organizational performance. Government organizations are increasingly required to have excellent performances.
Previous research and literature show that several factors affect performance which are leadership style, communication climate, and perceived organizational support. This study aims to examine the influence of leadership style, communication climate, and perceived organizational support on the employee performance of Medicinal Plants and Traditional Medicine Research and Development Center. This research was conducted with an explanative quantitative method using a questionnaire on the entire population of 79 employees. The theories used in this research are Administration Management Theory, Bureaucratic Theory, and Perceived Organizational Support Theory. Regression analysis was performed by using the IBM SPSS program. Hypothesis testing uses the coefficient of determination to see the value of the contribution of the influence of the independent variables and ANOVA to see the significance. The results show that leadership style, communication climate, and perceived organizational support together have a positive and significant effect on employee performance. Perceived organizational support give the highest value in its effect on employee performance. This result shows that leadership style, communication climate, and perceived organizational support are factors that must be considered by MPTMRDC to improve employee performance
KAJIAN PERUBAHAN LINGKUNGAN PASCA KEGIATAN PENAMBANGAN EMAS ILEGAL DI KABUPATEN KOLAKA PROVINSI SULAWESI TENGGARA
Kegiatan penambangan banyak mengundang sorotan masyarakat karena pengrusakan lingkungan, salah satunya adalah penambangan emas tanpa izin (PETI) selain merusak lingkungan membahayakan jiwa penambang karena keterbatasan pengetahuan penambang dan juga karena tidak adanya pengawasan dari dinas instansi terkait. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis; 1) perubahan sifat fisik tanah dan sifat kimia tanah pasca adanya pertambangan emas ilegal di Kelurahan Ululunggolaka Kebupaten Kolaka; 2) tingkatpencemaran air sungai yang terjadi akibat pertambangan emas ilegal di Kelurahan Ulunggolaka Kabupaten Kolaka; dan 3) perubahan sosial ekonomi terhadap masyarakat dengan adanya penambangan emas ilegal di Kelurahan Ulunggolaka Kabupaten Kolaka. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kausalitas dengan pendekatan kuantitatif. Data primer penelitian ini diperoleh dari observasi kondisi fisik dan kimia tanah pada lokasi bekas penambangan emas ilegal di Kelurahan Ulunggolaka, observasi kualitas air pada lokasi bekas penambangan emas ilegal di Kelurahan Ulunggolaka serta wawancara menggunakan kuesioner yang dilakukan kepada 40 responden yang merupakan masyarakat Kelurahan Ulunggolaka sebagai bentuk pengecekan silang maupun untuk mengetahui informasi lain yang berkaitan dengan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat pada lokasi bekas penambangan emas ilegal di Kelurahan Ulunggolaka.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa reaksi tanah setelah terjadi penambangan emas ilegal relatif mengalami penurunan baik dari fisik maupun kimia tanah dibandingkan sebelum ditambang. Dari segi fisik, kondisi aerasi tanah setelah terjadi penambangan emas ilegal menyebabkan struktur tanah menjadi jelek dan sifat pengolahan tanahnya semakin berat yang umumnya didominasi oleh kadar debu hingga mencapai rata-rata 69,5%. Dari segi kimia, tanah bekas penambangan mengalami kenaikan tingkat derajat kemasaman tanah sehingga memengaruhi penurunan ketersediaan unsur hara Hasil uji kualitas air menunjukkan penurunan nilai pH terhadap air sungai di wilayah pertambangan ilegal hingga sebesar 5,1% menunjukkan tingkat pencemaran air sungai di wilayah bekas penambangan emas ilegal di Kelurahan Ulunggolaka cukup tinggi dan dapat membahayakan kesehatan penduduk. Perubahan sosial, ekonomi, dan budaya terhadap masyarakat dengan adanya penambangan emas ilegal di Kelurahan Ulunggolaka menunjukkan dampak negatif seperti terjadinya penurunan pendapatan usaha tani karena meningkatnya biaya produksi, keterbatasan dan meningkatnya harga-harga sembako, tingginya komoditas beras. Sedangkan untuk faktor budaya, dampak yang timbul dari adanya penambangan emas ilegal adalah terjadinya kerawanan sosial masyarakat seperti perjudian dan peredaran minuman keras.
Kata kunci:perubahan lingkungan, penambangan emas ilegal, kabupaten kolaka.
Many mining activities invite the spotlight of the surrounding community because of environmental destruction, one of which is gold mining without (PETI) permission which in addition to damaging the environment also endanger the lives of miners because of the limited knowledge of miners and also because there is no supervision from the relevant agencies. This study aims to find out and analyze; 1) changes in physical properties of soil and soil chemical properties after illegal gold mining in the Ululunggolaka Village of Kolaka Regency; 2) the level of river water pollution that occurs due to illegal gold mining in the Ulunggolaka Village of Kolaka Regency; and 3) socio-economic changes to the community in the presence of illegal gold mining in the Ulunggolaka Village of Kolaka Regency. The type of research used in this study is causality research with a quantitative approach. The primary data in this study were obtained from observing the physical and chemical conditions of the soil at the site of the former illegal gold mining in the Ulunggolaka Village, observing water quality at the location of the former illegal gold mining in the Ulunggolaka Village and interviewing a questionnaire conducted on 40 respondents who were Ulunggolaka Village communities form of cross checking or to find out other information relating to the social, economic and cultural conditions of the community at the location of the former illegal gold mining in the Ulunggolaka Village.
The results of this study indicate that soil reactions after illegal gold mining have relatively decreased both from physical and chemical soil compared to before being mined. From a physical point of view, the condition of soil aeration after illegal gold mining causes the soil structure to become ugly and the soil processing properties become increasingly heavy which is generally dominated by dust levels to reach an average of 69.5%. In terms of chemistry, ex-mining land has increased levels of soil acidity, affecting the decrease in nutrient availability. The water quality test results showed a decrease in pH value of river water in illegal mining areas up to 5.1% indicating the level of river water pollution in the former gold mining area illegal in Ulunggolaka Village is quite high and can endanger the health of the population. Social, economic, and cultural changes to the community with illegal gold mining in the Ulunggolaka Village showed negative impacts such as a decline in farm income due to increased production costs, the high commodity of rice. Whereas for cultural factors, the impact arising from illegal gold mining is the occurrence of social social insecurity such as gambling and liquor circulation.
Keyword : environmental change, illegal gold mining, kolaka distric
TINGKAT PENGETAHUAN DAN UPAYA PREVENTIF IBU PKK DALAM PENCEGAHAN PANDEMI COVID-19 DI WILAYAH RW 11, KELURAHAN METESEH, SEMARANG
COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus RNA dengan gejala-gejala berupa demam, batuk, flu sebagai gejala awal yang muncul. COVID-19 dapat menyerang pada semua usia, baik bayi, balita, remaja, maupun dewasa dan lebih parahnya yaitu pada lansia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai pengetahuan dari ibu PKK, dan mengetahui hubungan antara pengetahuan dan perilaku preventif juga kebiasaan mencuci tangan pada ibu PKK. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dan menggunakan pendekatan cross-sectional dengan menggunakan teknik total sampling dengan total keseluruhan responden sebanyak 60 orang, data penelitian ini diambil secara langsung dengan menggunakan kuesioner. Variabel bebas pada penelitian ini ada nilai pengetahuan responden terkait COVID-19 dan variabel terikat pada penelitian ini ada perilaku preventif responden dalam menghadapi COVID-19 dan kebiasaan mencuci tangan responden untuk mencegah COVID-19. Penelitian ini menggunakan uji chi-square. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ditemukan adanya hubungan antara nilai pengetahuan dengan perilaku preventif COVID-19 (p-value = 0,001), dan tidak terdapat adanya hubungan antara pengetahuan dengan kebiasaan mencuci tangan (p-value = 0,785), dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan responden dengan perilaku preventif responden secara signifikan bahwa pada nilai pengetahuan yang rendah ditemukan perilaku preventif yang rendah pula pada responden, dan tidak ditemukan adanya hubungan antara pengetahuan dengan kebiasaan mencuci tangan karena ditemukan hasil yang tidak signifikan dikarenakan data yang terlalu sedikit dan menyebabkan adanya ketimpangan hasil.
Kata Kunci : COVID-19, PKK, Pengetahuan, Perilaku preventi
GAMBARAN TEKNIK DISIPLIN ANAK DALAM ANIME “USAGI DROP” KARYA UNITA YUMI KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA 宇仁田ゆみの作品「Usagi Drop」のアニメに懲戒技術
ABSTRACT
Hanif Masyudul Haq. 2020. "An overview of child disciplinary techniques on Anime entitled "Usagi Drop" Created by Unita Yumi" Thesis, Japanese Language and Culture Study Program, Faculty of Humanities, Diponegoro University, Semarang. Supervisor Yuliani Rahmah, S. Pd., M.Hum.
This research uses anime entitled Usagi Drop as material object and disciplinary techniques as the formal object. The purpose of this research is to analyse an overview of disciplinary technique on raising kid pattern that Daikichi did on anime Usagi Drop created by Unita Yumi. Literature sociology method is used in this research. Besides, this research is classified as a type of library research. The narrative structural approach by Himawan Pratista is used to analyse the intrinsic elements and disciplinary techniques by Elizabeth Hurlock is used to analyse disciplinary techniques which Daikichi used to raise Rin.
This research presents narrative movie's structural which contains character, problem and conflict, purpose, relation between narrative and space, and relation between narrative and time. In addition, the results of this research based on elizabeth hurlock's disciplinary techniques showed that Daikichi used child raising pattern with authoritative and democratic disciplinary technique.
Keywords: Anime, disciplinary techniques, child raising pattern, Psychological Literature, Usagi Dro
ANALISIS KONTRASTIF REDUPLIKASI BAHASA JEPANG DAN BAHASA BETAWI 日本語とベタウィ語における重複の対照分析
ABSTRACT
Puri, Ayu Santika. 2020. “Contrastive Analysis of Reduplication of Japanese and Betawi Languages”. Thesis of Japanese and Cultural Studies, Faculty of Humanities, Diponegoro University, Semarang. Advisor S.I. Trahutami, S.S., M.Hum
This research discusses “Contrastive Analysis of Reduplica.tion of Japanese and Betawi Languages”. The purpose of this research is to describe the process of forming and the meaning of abbreviations in Japanese and Betawi and as well as to describe the similarities and differences in reduplication in Japanese and Betawi Languages.
This thesis used material object in the form of sentences in the novel "Kimi Sou Kyoku", online novels www.yomou.syousetsu.com, short stories "Bang Jali Kondangan", and "Gambang Jakarta". The methods that used on this analysis are agih method to divide each direct elements and then the data will be compared using contrastive technique.
The results of this research concludes five ways of forming reduplication, there are (1) Reduplication of basic forms (2) Reduplication of basic forms with phoneme changes (3) Reduplication + affixes (4) Reduplication of changes in some basic form consonants (5) Reduplication of changes in the first syllable of basic forms. The meaning of Japanese and Betawi languages reduplication has seven meanings, they are plural meaning, meaning of repetition / continuity, emphasis, indirect, past, minimum, and scattered depiction. The reduplication of Japanese and Betawi languages have 3 similarities in the formation process, namely reduplication of basic forms, reduplication of basic forms with changes in phonemes, and reduplication + suffix. But, the differences are in the 2 formation processes that are not found in Japanese and there are no process that causes phoneme changes in the Betawi language and there is only reduplication with final affixes in Japanese while in Betawi there is reduplication with initial and final affixes.
Keywords: reduplication, contrastive, structure, meanin
NILAI MORAL DALAM VIDEO GAME DORAEMON: NOBITA NO BOKUJOU MONOGATARI KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA 『ドラえもん:のび太の牧場物語』というビデオゲームの道徳的価値
ABSTRACT
Wijaya, Naufalqilla Rizkia. 2020. “Moral Value in Video Game Doraemon: Nobita no Bokujou Monogatari; Sociology and Literature Studies". Undergraduate Thesis, Japanese Language and Culture Study Program, Faculty of Humanities, Diponegoro University, Semarang. Advisor Fajria Noviana, S.S., M.Hum.
This undergraduate thesis examines the moral values contained in the video game Doraemon: Nobita no Bokujou Monogatari. There are two purpose of this research, first is to describe the structure of the DNBM video game genre Role-Playing Game and second is to describe the moral values contained therein. This research is a library research with the sociology of literature method. Data presented in a descriptive qualitative manner. The structural analysis is based on the basic elements that make up Wibawanto's writings game. The analysis of moral values is based on Luhmer's writings on Japanese moral education for the elementary school level, which is divided into four relationships that must be met. As a result, it is known that the four relationships in moral education as the standard of Japanese moral values have been fulfilled. The four relationships are which divided into four groups of desirable habits. The four relationships are 1) matters belonging to oneself; 2) relationship of self to other persons; 3) matters related chiefly to nature and sublime things; 4) matters concerning the group and society. It can be concluded that the DNBM video game is very appropriate to provide teaching about moral values, especially to children. In addition, the results of this study are expected to balance the many negative perceptions about video games in society.
Keywords: Video Game; Literature Work; Moral Valu
ONINKOUTAI (PERUBAHAN FONEM) PADA GAIRAIGO BAHASA JEPANG 外来語における音韻交替
Widyanti, Desti Anne. 2020. “Oninkoutai (Perubahan Fonem) pada Gairaigo Bahasa Jepang”. Skripsi.Japanese Language and Culture Study.Diponegoro University.Advisor Lina Rosliana, S.S., M.Hum.
This research discusses " Oninkoutai (Perubahan Fonem) pada Gairaigo Bahasa Jepang ". The purpose of this research is to describe the process and causes of oninkoutai in gairaigo.
The data are gathered from Kamus Kata Serapan Bahasa Jepang (Dictionary Of Japanese Loan-Words). The methods that will be used on this analysis are deskriptif kualitatif method and then pustaka method and catat method
Oninkoutai (phoneme change)in gairaigo can occur in vowls and consonant. Phoneme change in gairaigo can be occur at the beginning of word, in the middle of word and at the end of a word. Oninkoutai in gairaigo there are 8 changes of vowels and 6 changes of consonants.
Keywords: Oninkoutai, Gairaigo, Phonem