71404 research outputs found
Sort by
PENGARUH LEAFLET, BOOKLET, VIDEO AN PENDAMPINGAN KADER KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP, KEYAKINAN DAN NIAT IBU REMAJA TENTANG PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN MP ASI DI KABUPATEN MAGELANG
Stunting adalah kondisi anak yang lebih oenden dari umurnya dikarenakan oleh berbagai faktor salah satunya yaitu pemberian ASI Eksklusif dan MP ASI yang salah. Ibu merupakan sosok yang berperan utama dalam membeikan ASI Eksklusif dan MP ASI bagi anak, namun ibu yang menikah dini dapat menyebabkan ibu memiliki pengetahuan, sikap, keyakian dan niat yang kurang sehingga perlu diberikan intervensi untuk meningkatkannya yaitu dengan pemberian leaflet, booklet, video dan pendampingan kader. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh leaflet, booklet, video dan pendampingan kader terhadap pengetahuan sikap, keyakian dan niat ibu remaja tentang oemberian ASI eksklusif dam MP ASI. penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan total populasi adalah 167 dengan sampel 90 orang menggunakaan simple random sampling. Hasil yang diperoleh yaitu kelompok eksperimen intervensi media leaflet, booklet dan video memiliki kenaikan rata-rata sikap, keyakinan dan niat lebih tinggi dari kelompok eksperimen pendampingan kader. Kelonpok eksperimen intervensi dengan pendampingan kader memiliki kenaikan pengetahuan lebih tinggi dibanding kelompok eksperimen dengan media. Dapat disimpulkan bahwa pendampingan kader lebih efektif meningkatkan pengetahuan dari leaflet, booklet dan video yang lebih efektif meningkatkan sikap, keyakinan dan niat ibu. Selain itu terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok eksperimen namun tidak ada perbedaan pada kelompok kontrol serta seluruh responden memiliki karakteristik yang homogen serta pengetahuan, sikap, keyakinan dan niat yang homogen pula. Diharapkan instansi terkait dapat memanfaatkan media intervensi yang diberikan guna meningkatkan pengetahuan, sikap, keyakinan dan niat ibu remaja mengenai pemberian ASI eksklusif dan MP ASI.
Kata Kunci : leaflet, booklet, video, kader, AS
EVALUASI PELAKSANAAN DETEKSI DINI GANGGUAN JIWA PADA USIA PRODUKTIF DAN USIA LANJUT DI PUSKESMAS BANYUURIP KABUPATEN PURWOREJO
Pelaksanaan deteksi dini gangguan jiwa merupakan amanat dalam memenuhi standar pelayanan kesehatan. Disamping itu terdapat upaya dalam mencegah bertambahnya prevalensi ODGJ Kabupaten Purworejo yang menempati peringkat tertinggi di Jawa Tengah. Puskesmas Banyuurip pada tahun 2019 telah melaksanakan deteksi dini gangguan jiwa dengan capaian 80,6% untuk usia lanjut dan 33,02% untuk usia produktif dari target 100%. Dari hal tersebut maka diperlukan evaluasi mengenai bagaimana pelaksanaan tersebut agar dapat mencapai angka capaian yang lebih tinggi dan mendekati tujuan. Maka dari itu perlu adanya strategi puskesmas untuk memastikan kinerja petugas optimal dalam melaksanakan pendataan kunjungan rumah. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi pelaksanaan dari aspek konteks, aspek input, aspek proses, dan aspek produk dalam deteksi dini gangguan jiwa di Puskesmas Banyuurip. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif menggunakan metode indepth interview yang dipilih berdasar teknik purposive sampling. Subjek penelitian merupakan Kepala Puskesmas, Koordinator Program Skrining, dan Kader Kesehatan sebagai informan utama. Sedangkan informan triangulasi yaitu Penanggung Jawab Porgram Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo dan Masyarakat . Hasil penelitian menunjukkan proses pelaksanaan masih terkendala pada kehadiran sasaran, terbatasnya tenaga kesehatan, dan kurangnya keterampilan kader dalam edukasi dan rujukan. Aspek konteks meliputi kebutuhan, masalah, dan sasaran sudah sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Aspek input meliputi pedoman, tenaga, dana, dan sarana prasarana sudah dapat mendukung pelaksanaan dengan perlunya peningkatan pada keterampilan kader. Aspek proses yaitu deteksi dini, edukasi, dan rujukan memerlukan pelatihan lagi untuk mendukung pelaksanaan. Sedangkan aspek produk dapat digunakan perencanaan pada periode selanjutnya.
Kata kunci : deteksi dini, gangguan jiwa, evaluas
Sikap Media Terhadap Pemberitaan Aksi Massa 22 Mei 2019 Pada Harian Kompas, Jawa Pos, Republika dan Majalah Tempo
Mass Action May 22, 2019 was a mass action carried out by several groups who felt disappointed with the results of the 2019 presidential election. The riots also occurred in several places in Indonesia. The existence of mass media in Indonesia has become one of the factors influencing its participation as a community media and social control. Therefore this study wants to know the attitude of the media towards reporting mass actions with an understanding of the concept of peaceful journalism. This research is a qualitative study using Robert Entman's Framing model analysis with Social Reality Construction Theory. The paradigm used is the constructivism paradigm. While the data examined is primary data from a collection of news narratives related to the Mass Action May 22, 2019in the four media.
The results of this study show that, firstly, there is a framing of news that is grouped in the construction of issues by the mass media, namely the issue of anarchism, treason issues, the issue of electoral fraud in a systematic and massive structure or (cheating TSM), and the issue of religious radicalism. These issues arose in the news related to the Mass Action May 22, 2019. The facts found eventually mass media mengframing into four other issues mentioned above. These four issues are out of the main context, namely the political issue.
Secondly, it was found that the attitude of the mass media was not aware of the conflict, instead there was the use of the media on the issue for the benefit of each of the mass media. The fact is also found the existence of the partisanship of the mass media towards certain parties. Finally the mass media in Indonesia in this case Kompas Daily, Jawa Pos, Republika and Tempo Magazine. Still practicing War Journalism
Relasi Sosial Pria dan Wanita dalam Peribahasa Bahasa Jawa
Peribahasa Jawa merupakan bentuk ungkapan yang mendeskripsikan pesan secara singkat dan padat yang mengandung prinsip kehidupan. Melalui peribahasa Jawa dapat mengungkapkan sikap hidup dan cara pandang masyarakatnya agar menjalankan hidup yang harmonis sesuai dengan norma dan nilai masyarakatnya Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Linguistik Antropologi. Sumber data penelitian ini berasal dari bersumber dari (1) Syuropati (2015) dengan judul Peribahasa Jawa, dan 2) Nuryani (2012) dengan judul 2000 Paribasan, Bebasan, Lan Seloka, (3) Triyono (1988) dengan judul buku Peribahasa Dalam Kebudayaan Bahasa Jawa . Hasil penelitian ini menunjukkan simbol yang digunakan sebagai entitas pria dan wanita dalam peribahasa Jawa meliputi: 1) simbol hewan untuk pria dan wanita, 2) simbol tumbuhan untuk pria dan wanita, 3) simbol benda untuk pria dan wanita, 4) simbol keadaan untuk pria dan wanita, dan 5) simbol alam untuk pria dan wanita. Selanjutnya, relasi pria dan wanita dalam peribahasa Jawa meliputi: 1) dikotomi superior untuk anak lalaki-laki dan perempuan, suami-istri, pria dan wanita, 2) persamaan: seperti sebutan untuk pria dan wanita yang belum menikah, larangan berbuat tindakan asusila, sikap istri atau suami yang mengkhianati pasangan. 3) nasehat untuk pria dan wanita, peran wanita dan pria 4) peran suami dan istri, 5) kesetaraan pria dan wanita dalam melamar. Selanjutnya dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara bahasa dan sosial budaya masyarakat Jawa
STUDI META-ANALISIS KARAKTERISTIK KOAGULAN ALAMI & KARBON AKTIF BERBAGAI BAHAN UNTUK MENURUNKAN KADAR CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD) LIMBAH CAIR INDUSTRI
Kegiatan Industri berkembang pesat seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi suatu daerah. Kegiatan Industri mempunyai dampak positif seperti meningkatkan perekonomian di daerah pendirian industri serta meningkatkan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Sedangkan beberapa dampak negatif nya terhadap lingkungan yaitu peningkatan pencemaran akibat buangan limbah, khususnya bagi pemilik industri yang tidak mempunyai bangunan pengolahan limbah. Komponen pencemar dalam air limbah, contohnya Chemical Oxygen Demand (COD) biasanya mempunyai nilai tertinggi. Treatment efektif yang kemungkinan besar dapat dilakukan oleh pemilik industri yaitu adsorbsi limbah cair industri dengan karbon aktif & koagulan alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor – faktor yang berpengaruh terhadap penurunan COD. Studi meta analisis dilakukan penulis dengan menggabungkan 20 penelitian yang bersumber dari jurnal / skripsi yang ter indeks pada laman, Sinta 2,3,4,5, Portal Garuda Dikti, dan Google Scholar dengan rentang waktu 13 tahun ( 2007 – 2020 ). Dari perhitungan selisih rerata seluruh variabel, didapatkan nilai p 0.000 atau p < 0,05 yang artinya terdapat pegaruh yang signifikan antara dosis adsorben, waktu kotak, jenis adsorben, dan konsentrasi limbah. Ketika dihitung besaran efek masing-masing variabelnya, nilai p dari dosis adsorben dan waktu kontak adalah 0.000 . Sedangkan pada variabel jenis adsorben dan konsentrasi limbah nilai p nya berturut turut sebesar 0.159 dan 0.225. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel dosis adsorben dan waktu kontak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap penurunan kadar COD limbah industri.
Kata Kunci : Limbah Cair Industri, Chemical Oxygen Demand, Karbon Aktif, Meta Analisi
HUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI MAKANAN LAUT DENGAN KADAR Pb DALAM DARAH PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANDARHARJO KECAMATAN SEMARANG UTARA KOTA SEMARANG
Kegiatan industri dan domestik menghasilkan limbah yang mengandung logam berat berupa Pb yang dapat mencemari sungai dan laut. Melalui proses bioakumulasi, Pb diserap oleh organisme akuatik seperti ikan, kerang dan udang. Paparan Pb yang berlangsung secara terus menerus dan dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan efek negatif bagi kesehatan seperti hipertensi, kelelahan, sistem reproduksi dan sistem saraf. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan antara frekuensi konsumsi makanan laut dengan kadar Pb dalam darah pada wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 34 wanita usia subur. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan laboratorium kadar Pb dalam darah. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Chi Square. Hasil analisis univariat diperoleh bahwa 15 responden (44,1%) responden memiliki frekuensi konsumsi makanan laut dengan kategori sering dan 19 responden (55,9%) memiliki kadar Pb dalam darah dengan kategori tidak normal. Hasil analisis bivariate adalah terdapat hubungan antara frekuensi konsumsi makanan laut dengan kadar Pb dalam darah (p-value = 0,012) dengan prevlensi rasio = 2,171 (95% CI = 1,144 – 4,121). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara frekuensi konsumsi makanan laut dengan kadar Pb dalam darah pada Wanita Usia Subur (WUS) di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo Kecmatan Semarang Utara Kota Semarang.
Kata Kunci : konsumsi makanan laut, Pb dalam darah, wanita usia subu
ANALISIS MANAJEMEN PENGENDALIAN KEBAKARAN DI TEMPAT HIBURAN KARAOKE YANG BERLOKASI DI SEMARANG, JAWA TENGAH
Karaoke adalah tempat dengan beberapa studio musik kecil yang dilengkapi dengan kamar kedap suara. Kawasan karaoke memiliki potensi yang cukup besar untuk menyebabkan kebakaran dengan barang-barang mudah terbakar seperti bahan bangunan, aktivitas dapur, dan minuman beralkohol di dalamnya, sehingga membutuhkan penerapan manajemen pengendalian kebakaran. Beberapa kasus kebakaran terjadi di tempat-tempat karaoke di berbagai negara, terutama Indonesia yang menyebabkan kerugian beberapa harta benda dan jiwa. Oleh karena itu penelitian deskriptif kualitatif dilakukan untuk menganalisis implementasi manajemen pengendalian kebakaran di tempat-tempat hiburan karaoke dengan wawancara mendalam dan metode observasi yang bertujuan untuk menggambarkan deskripsi pemenuhan manajemen pengendalian kebakaran di tempat-tempat hiburan karaoke dalam hal input, proses dan output elemen pengendalian kebakaran seperti prosedur dan fasilitas penyelamatan di karaoke. Penelitian ini dilakukan di 2 tempat karaoke yang berlokasi di Semarang. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan manajemen pengendalian kebakaran belum berjalan secara optimal, terutama pada sumber daya manusia dan fasilitas sistem perlindungan sehingga diperlukan tinjauan prosedur pengendalian darurat.
Kata kunci : Studio, Pengendalian Kebakaran, Mudah Terbakar, Prosedur, darura
HUBUNGAN PELATIHAN K3, PENGGUNAAN APD, PEMASANGAN SAFETY SIGN, DAN PENERAPAN SOP DENGAN TERJADINYA RISIKO KECELAKAAN KERJA (Studi Pada Industri Garmen Kota Semarang)
Kontributor terbesar kasus kecelakaan kerja disebabkan oleh faktor tindakan tidak aman, yaitu sekitar 80-85%. Tindakan tidak aman adalah kegagalan manusia dalam mengikuti prosedur kerja dan persyaratannya. Implementasi keselamatan dan kesehatan kerja telah dilakukan dengan baik, tetapi ada beberapa pekerja yang tidak mematuhi aturan dan nilai-nilai. Seperti yang terlihat beberapa pekerja yang tidak menggunakan APD selama bekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja, penggunaan alat pelindung diri, pengaturan tanda keselamatan, dan praktik penerapan SOP dengan risiko kecelakaan kerja di Indusrty Garment Semarang. Desain penelitian yang digunakan adalah metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja di kawasan tebang dengan total 86 pekerja. Sampel dalam penelitian ini diambil dari rumus cross sectional dan hasilnya adalah 46 pekerja. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan lembar observasi. Berdasarkan hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan bahwa ada korelasi antara pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (ρ-value = 0,003), penggunaan alat pelindung diri (ρ-value = 0,000), pengaturan tanda keselamatan (ρ-value = 0,001), dan menerapkan SOP (ρ-value = 0,001) dengan risiko kecelakaan kerja.
Kata kunci : kecelakaan kerja, industry garmen, APD, safety sig
Gambaran Faktor Risiko Jatuh pada Lansia di Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pucang Gading Semarang
Kejadian jatuh didefinisikan sebagai konsekuensi alami yang terjadi pada lansia
seiring proses menua yang mengakibatkan komplikasi dan dampak yang
merugikan. Jatuh disebabkan oleh faktor-faktor jatuh yaitu faktor intrinsik, faktor
ekstrinsik dan faktor situasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
gambaran faktor risiko jatuh pada lansia di Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia
Pucang Gading Semarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif
kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian sebanyak 80 responden.
Data penelitian diambil menggunakan kuesioner faktor risiko jatuh dan dianalisis
menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada faktor
intrinsik sebanyak 44 orang lansia (55%) dengan gangguan jantung, 34 orang lansia
(42.5%) dengan gangguan sistem anggota gerak, 49 orang lansia (61.2%) dengan
gangguan penglihatan dan 40 orang lansia (50%) dengan gangguan pendengaran
beresiko untuk terjatuh. Pada faktor ekstrinsik jatuh sebanyak 33 orang lansia
(41.2%) menggunakan alat bantu berjalan dan 55 orang lansia (68.8%) memiliki
lingkungan yang tidak aman atau berbahaya beresiko untuk terjatuh. Pada faktor
situasional jatuh pada lansia di Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pucang
Gading Semarang diperoleh hasil dari 80 orang lansia, sebanyak 48 orang lansia
(60%) tidak melakukan aktivitas fisik dan 37 orang lansia (46.2) memiliki riwayat
penyakit beresiko untuk terjatuh