71404 research outputs found
Sort by
SPIRIT FILANTROPI: KAJIAN BUDAYA ORGANISASI TANOTO SCHOLARS ASSOCIATION UNIVERSITAS DIPONEGORO
Pada hakikatnya, manusia adalah makhluk yang hidup dengan berkelompok. Manusia
menggunakan kemampuan akalnya telah mengembangkan berbagai macam sistem
tindakan demi memenuhi kebutuhan hidupnya yang kemudian dikomunikasikan
kepada individu-individu lain dalam kelompoknya tentang pola tindakan-tindakan
tersebut. Fokus bahasan yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana
proses Tanoto Foundation mengenkulturasi spirit filantropi kepada Tanoto Scholars
Association yang biasa disingkat TSA khususnya TSA Universitas Diponegoro.
Penelitian ini menggunakan pendekatan fungsionalisme dalam menjelaskan budaya
organisasi Tanoto Scholars Association Universitas Diponegoro sebagai bagian
utama dari eksistensi organisasi serta mendeskripskan bentuk-bentuk, makna, dan
fungsi kegiatan organisasional yang dilakukan oleh Tanoto Scholars Association
Universitas Diponegoro. Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah
etnografi, metode ini merupakan pekerjaan mendeskripsikan suatu kebudayaan
dengan memahami suatu pandangan hidup dari sudut pandang penduduk mengenai
budayanya, sedangkan teknik pengambilan data yang digunakan adalah observasi
partisipasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa daya adaptasi TSA Undip terutama anggotanya
terhadap lingkungan eksternal belum cukup kuat dan secara internal, rasa
kepemilikan organisasi belum tumbuh pada beberapa Tanoto Scholars. Hal ini
menyebabkan kinerja dan partisipasi anggota TSA Undip dalam menjalankan proyek
sosial belum bisa maksimal.
In reality, people are living creatures with groups. Human beings use his ability to
develop a wide range of action systems to meet the needs of his life that are then
communicated to other individuals in his group about the pattern of those actions.
The focus of the discussion that is the purpose of this research is how the Tanoto
Foundation process of the enculturation of philanthropy to the Tanoto Scholars
Association that commonly abbreviated TSA, especially the TSA Diponegoro
University. This study used a functionalism approach to explain the organization
culture of the Tanoto Scholars Association of Diponegoro University as a major part
of the organization's existence as well as describing the forms, meanings, and
functions of activities Organized by the Tanoto Scholars Association of Diponegoro
University. The method that the author uses in this study is ethnography, this method
is the work of describing a culture by understanding a living view from the viewpoint
of the population about its culture, while the data retrieval technique that used are
participatory observation, in-depth interviews, library studies, and documentation.
Based on the results of these study shows that the adaptation of TSA Undip especially
their member to the external environment has not been strong enough and internally,
the sense of ownership of the organization has not grown on some Tanoto Scholars.
This led to the performance and participation of TSA members Undip in running
social projects cannot be maximized
PENEKANAN ILLOKUSI DALAM NOVEL VISUAL STEINS;GATE 「シュタインズゲート」ビジュアルノベルにおける発語内効力 (Kajian Pragmatik)
INTISARI
Devara, Muhammad Alda. 2020. “Penekanan Illokusi Dalam Novel Visual Steins;Gate (Kajian Pragmatik)’. Skripsi, Program Studi S1 Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro. Dosen pembimbing Maharani Patria Ratna, S.S., M.Hum.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tindak tutur illokusi dalam novel visual Steins;Gate, serta mengklarifikasikan adanya tuturan illokusi berdasarkan Alat Penunjuk Tekanan Illokusi yang digunakan oleh penutur. Penulis memperoleh data dari tuturan antar tokoh dalam novel visual Steins;Gate. Metode yang digunakan dalam menganalisis data adalah metode padan pragmatis.
Penelitian ini menemukan dua hasil, yaitu: (1) tindak tutur illokusi yang paling banyak ditemukan adalah tindak tutur direktif dengan makna memerintah. (2) penutur paling banyak menggunakan Alat Penunjuk Tekanan Illokusi untuk menekankan keinginan mereka terhadap lawan tutur.
Kata Kunci : tindak tutur, alat penunjuk tekanan illokus
ANALISIS PENGARUH KREATIVITAS IKLAN, KREDIBILITAS BRAND AMBASSADOR DAN E-WOM TERHADAP BRAND LOYALTY GRAB DI KOTA SEMARANG YANG DI MEDIASI OLEH KEPUASAN
The advancement of technology nowadays has made communication alot
easier. Grab is one of the mammoth online application that enables users to get
any kind of service delivered easily. It provides a variety of services which
contribute toward people’s interest. This achievement grows a competitive
climate among similar company. In order to improve costumer loyality, Grab
utilize various kind of communication strategic. The aim of this study is to
determine the effect of advertising credibilty, brand ambassador credibility and
electronic word of mouth (e-wom) toward Grab brand loyalty mediated by
customer satisfaction.
The theory used in this study is the Elaboration Likelihood Model (ELM).
The analysis technique used is path analysis using Component Based SEM with
SmartPLS 3.0. Sobel test is used to find out the mediation function of customer
satisfaction.
The results of the study stated that there was no effect of advertising
creativity on satisfaction, there was an influence on the credibility of brand
ambassadors and E-Wom on satisfaction and there was an effect of satisfaction on
Grab on Brand Loyalty Grab. Where as the mediation function of satisfaction
takes the role of full mediation in controlling the relationship between advertising
creativity and brand ambassador credibility towards brand loyalty, to control the
relationship between e-wom and brand loyalty satisfaction takes the role of partial
mediation. The independent and mediating variables in this study had an effect of
0.625 or 62.5% on Grab brand loyalty in the city of Semarang. While around
37.5% is influenced by other variables outside this study. In order to gain a better
result, Grab needs to make more effective promotional strategies to be able to
compete as the first choice of online transportation on public awareness
KEJADIAN SICK BUILDING SYNDROME DI INDONESIA : LITERATURE REVIEW
Sick Building Syndrome (SBS) adalah gangguan kesehatan dalam bentuk gejala yang diikuti oleh ketidaknyamanan dengan lingkungan dan keluhan bau karena kondisi lingkungan yang tidak memenuhi persyaratan dan ada pencemaran di dalam ruangan, bisa dalam bentuk jamur, mikroba, dan bahan kimia. Kualitas udara yang buruk dapat berdampak negatif pada pekerja atau karyawan dalam bentuk keluhan masalah kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejadian Sick Building Syndrome di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur. Literatur dilakukan secara online melalui beberapa situs web atau situs internet terpercaya. Penelitian ini dilakukan pada 15 artikel yang terdiri dari 9 artikel nasional dan 6 artikel internasional. Artikel dianalisis secara bivariat dan diproses melalui tahapan dalam bentuk pengeditan, pengorganisasian, analisis dan penjabaran. Hasil studi dari 15 artikel, menunjukkan ada hubungan antara faktor fisik (suhu, kelembaban, aliran udara, pencahayaan, kebisingan dan ventilasi). kualitas), faktor kimia (CO2 dan CO), faktor biologis (kuman) faktor stres kerja (beban kerja dan tekanan kerja), dan faktor individu (usia, masa kerja, jenis kelamin dan kebiasaan merokok) dan tidak menemukan korelasi antara faktor fisik (debu ) dan faktor biologis (jamur) dengan terjadinya Sick Building Syndrome.
Kata Kunci : Sick Building Syndrome, Kualitas Udara dalam Ruanga
YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN NAKHODA KAPAL TERHADAP VEKTOR PENYAKIT DI PELABUHAN LAUT SAMARINDA
Nakhoda adalah pemimpin tertinggi di kapal mempunyai wewenang untuk mencegah adanya faktor risiko kesehatan. Pengetahuan yang tinggi nakhoda dapat mencegah keberadaan vektor di kapal melalui instruksi yang dibuat. Oleh karena itu perlu untuk mencari faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan nakhoda.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan rancangan potong lintang (Crossectional).Sampel semua kapal yang sandar di Pelabuhan Samarinda pada 23 Januari 2020 s.d 22 Februari 2020, berjumlah 38 responden. Data diperoleh dari wawancara menggunakan kuesioner kepada responden Variabel bebas pada penelitian ini adalah umur nakhoda, volume kapal (Gross Tonnage), jenis kapal, pengalaman berlayar, sedangkan variabel terikatnya adalah pengetahuan nakhoda terhadap vektor penyakit. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square dengan derajat kepercayaan 95%. Jumlah nakhoda (responden) kapal terbanyak pada kategori umur ≤ 49 tahun yakni 23 orang (60,5%). Nakhoda yang bekerja pada volume kapal (Gross Tonnage/GT)kategori ≤ 683 GT dan > 683 memiliki jumlah sama banyak yakni 10 orang.Jenis kapal terbanyak adalah Kapal Motor (KM) dengan jumlah 24 kapal (63,2%). Jumlah nakhoda terbanyak pada kategori pengalaman berlayar ≤ 13 tahun yakni 20 orang (52,6%). Nakhoda berpengetahuan baik dengan jumlah terbanyak yakni 20 orang (52,6%). Variabel yang tidak memiliki hubungan terhadap pengetahuan nakhoda adalah umur (p=0,208), volume kapal (Gross Tonnage)(p=1,000). Sedangkan variabel yang memiliki hubungan dengan pengetahuan nakhoda adalah jenis kapal (p=0,042), pengalaman berlayar (p=0,004). Perusahaan pelayaran diharapkan memberikan fasilitas berupa pelatihan atau sosialisasi kepada nakhoda agar dapat meningkatkan pengetahuannya terhadap vektorpenyakit
Kata Kunci : Nakhoda, Pengetahuan, Vektor Penyaki
KESANTUNAN DALAM ANIME VIOLET EVERGARDEN EPISODE 1-6 アニメシリーズ「ヴァイオレットエバーガーデン」における丁寧さのげんり
ABSTRACT
Kismala, Elyn. 2020. “Analisis Kesantunan dalam Anime Violet Evergarden Episode 1-6”. Thesis, department of Japanese Studies Faculty of Humanities, Diponegoro University. The Advisor : Maharani Patria Ratna, S.S., M.Hum.
There are two goals in this research. First, describing violations and obedience of politeness maxims found in Violet Evergarden anime series. Second, describing the politeness scales found in Violet Evergarden anime series.
This research uses conversation happened in Violet Evergarden anime series as the data source to collect. The type of research used is qualitative with form of descriptive. The research consist of three stages. First of all, collect and providing data using listen method and taking note technique. After the data is collected, it will be analyzed using “analisis ekstralingual” method. And lastly, the data will be presented using informal method. The theory which used in this research is Leech’s politeness theory, which consists both maxim and scale politeness theory.
Based from the result of the research done, it can be concluded that Violet Evergarden is giving message to people for behaving politely and accordingly whether towards clients or work partners.
Keywords: Violet Evergarden, Politeness Maxim, Politeness scale
EVALUASI PROGRAM PUSKESMAS TANPA ANTRIAN KOTA SEMARANG (PUSTAKA) DI DINAS KESEHATAN KOTA SEMARANG
Dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan dengan memanfaatkan teknologi, Dinas Kesehatan Kota Semarang menginovasikan Program Puskesmas Tanpa Antrian Kota Semarang sebagai fasilitas mobile health yang merupakan layanan pendaftaran secara online di Puskesmas Kota Semarang. Namun, presentase pemanfaatan pengguna PUSTAKA di Kota Semarang masih rendah dan masih terdapat keluhan terkait format pendaftaran yang terkesan rumit. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi program PUSTAKA di Dinas Kesehatan Kota Semarang dari aspek konteks, input, proses, dan produk. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Responden dalam penelitian ini adalah Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Primer dan Tradisional, Pemegang Program PUSTAKA di DKK Semarang, Pemegang Program PUSTAKA Puskesmas Kagok dan Krobokan, Pasien Pengguna dan Bukan Pengguna PUSTAKA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam program PUSTAKA dilihat dari aspek konteks meliputi kebutuhan, masalah, peluang dan asset sudah sejalan dalam mendukung tujuan program sehingga menjadi dasar yang baik pada perencanaan program PUSTAKA. Aspek input menunjukkan jadwal pelaksanaan, tenaga, dana, sarana dan prasarana sudah baik, namun pada pedoman pelaksanaan program dan legalitas masih belum baik. Aspek proses menunjukkan kegiatan yang menunjang sudah sesuai dengan jadwal pelaksanaan, sedangkan kemampuan staf dan pencatatan pelaporan belum optimal pada pelaksanaan program PUSTAKA. Aspek produk menunjukkan bahwa waktu tunggu pendaftaran dan kemudahan pasien sudah mencapai tujuan program, namun pada kemudahan pasien belum terdapat penilaian secara riil.
Kata Kunci : Evaluasi, Program PUSTAKA, Pendaftaran Onlin
FAKTOR RISIKO KEJADIAN CARPAL TUNNEL SYNDROME (CTS) PADA PEKERJAAN PENGGUNA KOMPUTER: LITERATURE REVIEW
Pekerjaan dengan menggunakan komputer memiliki risiko terjadinya kejadian Carpal Tunnel Syndrome karena melakukan gerakan berulang pada tangan dan jari dalam waktu yang lama. Jika kegiatan tersebut berlangsung dalam posisi yang janggal dan lama akan menyebabkan kelemahan otot pada tangan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian CTS pada pekerjaan pengguna komputer.Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kajian pustaka (literatur review) comparative study. Artikel yang digunakan diperoleh secara online melalui beberapa situs jurnal non cetak terpercaya seperti Scopus, PubMed, Science Direct dan Google Scholaryang dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir (2010-2020). Penelitian literatur review ini dilakukan pada 15 artikel yang terdiri dari 9 artikel nasional dan 6 artikel internasional. Artikel dianalisis melalui tahapan editing, organizing, analizing,kemudian diseminasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor individu yang meliputi usia, jenis kelamin, indeks masa tubuh, riwayat penyakit dan masa kerja serta faktor pekerjaan yang meliputi lama kerja, gerakan berulang, dan postur janggal memiliki kaitan dengan kejadian CTS pada pekerjaan pengguna komputer. Faktor individu yang memiliki kaitan yang kuat dengan kejadian CTS adalah masa kerja.Sedangkan pada faktor pekerjaan yang memiliki kaitan yang kuat dengan kejadian CTS yaitu postur kerja janggal pada tangan.
Kata kunci :Carpal Tunnel Syndrome, faktor risiko, pekerjaan pengguna
komputer, kajian pustak
SYSTEMATIC REVIEW: KEBERADAAN PEROKOK DALAM RUMAH SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEJADIAN PNEUMONIA PADA ANAK
Salah satu faktor risiko lingkungan tempat tinggal yang terkait pneumonia adalah adanya paparan asap rokok. Penelitian yang ada menyebutkan bahwa kualitas udara dalam rumah berhubungan dengan kejadian pneumonia, tetapi kontribusi dari adanya anggota keluarga yang merokok di dalam rumah terhadap kejadian pneumonia pada anak masih belum jelas. Tujuan penelitian ini memberikan gambaran apakah keberadaan perokok dalam rumah meningkatkan risiko kejadian pneumonia anak. Jenis penelitian ini adalah systematic review.Database yang digunakan dalam penelusuran adalah Portal Garuda Indonesia, PubMed, Scopus, dan ProQuest. Artikel yang digunakan adalah artikel dengan desain penelitian observasional dan fokus membahas hubungan paparan asap rokok dengan pneumonia anak (usia <12 tahun). Sebanyak 8 artikel dikaji. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor terkait paparan asap rokok yang terbukti berkaitan dengan peningkatan risiko pneumonia adalah adanya anggota keluarga yang merokok, lokasi merokok berada di dalam rumah, adanya bau tembakau di dalam ruangan, paparan asap rokok pada masa prenatal terutama dari ibu yang merokok pada masa kehamilan, dan usia anak pada saat terpapar asap rokok. Dapat disimpulkan bahwa paparan asap rokok lingkungan (ETS) meningkatkan risiko pneumonia anak, dimana sumber asap rokok berasal dari adanya anggota keluarga yang merokok di dalam rumah.
Kata kunci : Faktor Risiko, Pneumonia, Paparan Asap Rokok Lingkunga
PEMEROLEHAN BAHASA PADA ANAK USIA 2-5 TAHUN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI (STUDI KASUS ANAK-ANAK DI DUSUN PANJATAN DESA KEDUNGKELOR WARUREJA-TEGAL: KAJIAN PSIKOLINGUISTIK)
This study has purpose to describe of the language acquisition of 2-5 years old children on daily lives in Panjatan Kedungkelor village. The data collection methods used were observation with basic taping technic, talk and listening involved technic, not involved proficient free technic, advenced recording and note technic, and interview technic. The data source of this research is the speech of 10 children aged 2 until 5 years old in Panjatan Village. This research is qualitive methods, and processing data informally according to psycholinguistics studies.
Based on the results of data analysis of the children’s language acquisition in Panjatan Village, found acquisition in the phonology in the form of ways and forms of stimulation and acquisition in the phonology studies. Ways of children’s language acquisition found include: 1.) Imitating, 2.) Remembering, 3.) Asking, 4.) Story telling. The form of stimulations obtained includes: 1.) Stmulation of parents; 2.) Stimulations of simple instruction; 3.) Stimulations of visual’s, 4.) Stimulation of taxtile. Language acquisiton in the phonology studies in found some some occurence of: 1.) Change of consonant; 2.) Deletion of consonant; 3.) Shortening of words.
Keywords: Language acquisition, psycholinguistics, ways acquisition, stimulation, phonology acquisition