71404 research outputs found
Sort by
GAMBARAN KEPASIFAN GURU DALAM MENINDAKLANJUTI IJIME DI FILM KIZUDARAKE NO AKUMA KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA 映画『傷だらけの悪魔』におけるいじめに対しての教師の受動性の代表
ABSTRACT
Zafira, Annisa, 2020. “Representation of Teachers’ Passivity in Handling Ijime in the Film Kizudarake no Akuma”, Thesis, Japanese Language and Culture, Faculty of Humanities, Diponegoro University, Semarang. The advisor is Fajria Noviana, S.S., M.Hum.
This research aims to describe the representation of teachers’ passivity upon handling ijime in a film entitled Kizudarake no Akuma. The method used for collecting data was done by library research and was analyzed using comparative descriptive method. The theories that were used to analyze were narrative structure theory by Pratista and sociology of literature theory by Swingewood. The narrative structure that was analyzed were story and plot, correlation between narrative and space, correlation between narrative and time, main elements of narrative, mise-en-scene, and sound. The theory of sociology of literature by Swingewood was used to analyzed how teachers’ passivity upon handling ijime was being represented in the film Kizudarake no Akuma.
The result of this study showed that there were a few of similarities between cases of ijime, boukansha, and neglects done by teachers in the film Kizudarake no Akuma and in real life. One of the examples of these similarities is when a teacher character named Ōseto Midori returns a note containing a report about ijime, with when a teacher in Aichi denies there is ijime in their class even though they have gotten the report directly from the victim. This film teaches that ignoring ijime, thus being a boukansha, is one of the many kinds of ijime.
Keyword: Film Kizudarake no Akuma, Ijime, Boukansha, Passivity, Teache
Prinsip Taman Ramah Anak Ditinjau dari Tahap Perkembangan Anak Studi kasus: Taman di Kota Semarang
Konsep ramah anak merupakan isu penting dalam pembangunan negara di dunia. DI Indonesia, konsep ini diterjemahkan dalam kebijakan Kota Layak Anak (KLA) yaitu pembangunan berbasis hak anak. Semarang memiliki 30% lebih penduduk berusia anak, namun belum banyak taman bermain yang khusus dibangun dengan konsentrasi penerapan prinsip ramah anak. Taman bagi anak berperan sebagai ruang untuk beraktivitas di ruang luar, bersosialisasi, dan bermain. Penyediaan taman ramah anak perlu memperhatikan aspek perkembangan anak, di mana anak yang berusia lebih muda memiliki kemampuan dan kebutuhan yang berbeda dibandingkan anak yang berusia lebih dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan karakteristik prinsip taman ramah anak dari kelompok tahap perkembangan anak yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara untuk menggali lebih dalam mengenai motivasi, persepsi dan harapan anak dalam menggunakan taman. Temuan penelitianini menunjukkan bahwa secara umum prinsip yang paling diutamakan oleh anak dari semua kelompok usia adalah kesehatan dan kenyamanan. Ditinjau dari perkembangan usia anak, terdapat tiga pola kecenderungan yaitu prinsip yang bertambah penting seiring berambahnya usia, yang berkurang, dan yang memiliki nilai kepentingan stabil. Diharapkan peneltian ini dapat membantu dalam perumusan kebijakan taman ramah anak yang lebih spesifik bagi perkembangan anak.
Keyword: Taman, Ramah Anak, Perkembangan Ana
FAKTOR-FAKTOR DOMINAN DALAM MEMBENTUK KARAKTERISTIK PASAR TRADISIONAL (Studi Kasus : Pasar Tradisional Desa Gawok – Sukoharjo)
Pasar telah lama menjadi bagian dalam terbentuknya peradaban kota. Di Jawa contohnya, pasar menjadi salah satu unsur utama dalam membentuk tata kota kerajaan Kasunanan Surakarta. Seperti halnya pasar Gawok, salah satu pasar tradisional yang tumbuh dalam pandangan kehidupan sosial masyarakat Jawa, serta sistem penataan pasar kerajaan Jawa yang masih bertahan hingga sekarang. Dengan segala karakteristiknya pasar Gawok masih bertahan melawan gempuran arus modernisasi dan pemahaman serta ideologi rasionalis yang mengikis budaya dan tradisi kearifan lokalnya. Dikhawatirkan hal ini berdampak pada memudarnya eksistensi pasar Gawok dan pasar tradisional lainnya yang ujungnya berimbas pada hilangnya pasar tradisional. Maka penelitian ini mempunyai tujuan untuk mencari faktor-faktor dominan dalam membentuk karakteristik pasar tradisional dalam lokus penelitian pasar Gawok di Sukoharjo. Metode penelitian kualitatif sebagai landasan penelitian dan pendekatan eksploratif dengan cara observasi secara langsung dan wawancara dengan informan terpilih secara mendalam, data yang didapat kemudian di reduksi dan dianalisis agar didapatkan temuannya. Hasil penelitian didapatkan temuan berupa faktor lingkungan, faktor ekonomi, faktor fisik, dan faktor nonfisik dalam wujud budaya yang membentuk karakteristik pasar Gawok serta mempengaruhi eksistensinya. Temuan ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu rekomendasi dalam usaha membangun, mempertahankan,serta melestarikan pasar-pasar tradisional yang berbudaya kearifan lokal di Indonesia
Kata Kunci : Karakteristik, Pasar Tradisional, Kearifan loka
MAJAS SINDIRAN DALAM TINDAK TUTUR ILOKUSI BAHASA JEPANG PADA ANIME SLAMDUNK (Kajian Pragmatik) アニメにおける指示発話行為
KONFLIK BATIN TOKOH KYUUTA PADA FILM BAKEMONO NO KO KARYA MAMORU HOSODA (KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA) 細田守が制作された『化け物の子』の映画における九太という登場人物の身分葛藤 :心理学的文学研究
ABSTRACT
Rahmawati, Liza Fuzna. 2020. "The Inner Conflict of Kyuuta in Mamoru Hosoda’s Movie Bakemono no Ko ". Thesis of Japanese Language and Culture Department, Diponegoro University, Semarang. Advisor Yuliani Rahmah, S.Pd., M.hum
Bakemono no Ko tells the life of a boy named Kyuuta who was a human but spent his childhood to adolescence in Jutengai, the land of monsters (Bakemono). Kyuuta was confused about his identity as a human or a monster. This research reveals the inner conflict of Kyuuta in the Bakemono no Ko movie.
The method used to obtain data is library research. This study uses a narrative structural theory, which is to find out the narrative structure of the film Bakemono no Ko which includes characters, plot, goals, narrative relationship with space and narrative relationship with time. In addition, the authors also use the method of literary psychology to uncover Kyuuta's inner conflict and the factors that cause his inner conflict. The theory used is the theory of Kurt Lewin.
The result of this study is Kyuuta was confronted with various choices that caused a sense of doubt and causing his inner conflict. There are two types of Kyuuta’s inner conflict such approach-avoidance conflict and avoidance-avoidance conflict. There are 5 factors that cause Kyuuta's inner conflict, there are driving force, restraining force, forces corresponding to a persons needs, Induced force, Impersonal Force.
Keywords: Bakemono no Ko, Kyuuta, inner conflict, Kurt Lewin, approach-avoidance conflict, avoidance-avoidance conflic
ANALISIS STRUKTUR NARATIF ANIME KAZE NO TANI NO NAUSIKA KARYA HAYAO MIYAZAKI 宮崎駿による風の谷のナウシカアニメにおけるナラティブ構造要素分析
ABSTRACT
Firdiani, Amalia. 2020. “Narrative Structure Analysis in Kaze no Tani no Nausika Anime by Hayao Miyazaki”. Thesis, Department of Japanese Language and Culture, Faculty of Humanities, Diponegoro University, Semarang. The Advisor: Yuliani Rahmah, S. Pd, M. Hum.
This thesis used anime entitled Kaze no Tani no Nausika as material object. The research aims to describe the narrative elements in anime of Kaze no Tani no Nausika. This thesis is qualitative descriptive studies. The method used in this thesis is structural. This thesis uses narrative structure theory by Himawan Pratista.
The result shows there are 6 place as place settings. The plot that used is linear plot. Range of story information that used is the combination of restricted narration and omniscient narration. The main character of anime is Nausika also as protagonist character. The purpose of protagonist characters is preventing the war and informing people about Fukai and the purpose of antagonist characters is to burn Fukai.
Keywords : Anime, narrative structure, narrative elemen
HUBUNGAN KEBIASAAN SNACKING DENGAN STATUS ANTROPOMETRI PADA REMAJA SMP DI KOTA SEMARANG
Indonesia mengalami peningkatan prevalensi gizi lebih pada remaja dari tahun ke tahun. Ketidakseimbangan energi yang masuk dengan energi yang keluar menjadi penyebab terjadinya gizi lebih. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan kebiasaan snacking dengan indikator obesitas remaja SMP di Kota Semarang. Penelitian observasional ini dilakukan dengan desain cross sectional. Subjek sebanyak 69 siswa dipilih menggunakan metode clustered random sampling berdasarkan kelas. Data dikumpulkan melalui wawancara kuesioner recall 2x24 jam, FFQ dan recall aktivitas fisik, serta pengukuran antropometri IMT/U, persen lemak tubuh menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA), dan lingkar pinggang menggunakan pita pengukur. Analisis data dilakukan menggunakan uji Rank spearman, Pearson product moment, dan Chi square. Hasil penelitian menunjukkan 42,0% subjek dengan status gizi overweight, rerata persen lemak tubuh subjek laki-laki 22,2% dan perempuan 27,7%, subjek laki-laki dengan lingkar pinggang berlebih 18,8% dan perempuan 24,3%. Sebanyak 87% remaja mengonsumsi snack dengan frekuensi 1-3 kali sehari, jenis snack yang dikonsumsi 66,7% dalam bentuk makanan, dan rerata kontribusi energi, protein, dan lemak snack yaitu masing-masing 22,6%, 19,2%, dan 25,6% . Terdapat hubungan antara kontribusi protein snack (p=0,049) dan kontribusi lemak snack (0,035) dengan TKE sehari. Terdapat hubungan antara TKE sehari (p=0,006) dan TKP sehari (p=0,044) dengan Skor Z IMT/U. Ada hubungan TKE sehari (p=0,000) dan TKP sehari (p=0,012) dengan persen lemak tubuh, serta TKE sehari (p=0,010) dengan lingkar pinggang. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kontribusi protein snack dan kontribusi lemak snack dengan status antropometri melalui TKE sehari
Kata kunci : Kota Semarang, remaja, snacking, status antropometr
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERSEPSI KESELAMATAN PADA PEJALAN KAKI PENGGUNA PELICAN CROSSING JL. PEMUDA KOTA SEMARANG
Persepsi keselamatan merupakan proses suatu individu menggambarkan kesan indera mereka dalam rangka memberikan makna kepada lingkungan terhadap keselamatan. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi persepsi keselamatan pejalan kaki diantaranya: karakteristik individu, kondisi situasional, dan kondisi lingkungan. Studi kasus dilakukan pada persepsi keselamatan pejalan kaki yang menyeberang menggunakan pelican crossing di Jl. Pemuda, Kec. Sekayu, Kota Semarang. Tujuan dari studi ini yakni untuk menganalisa faktor- faktor yang berhubungan langsung dengan persepsi keselamatan pada pejalan kaki. Metode penelitian yang digunakan yakni analitik observasional menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dari studi adalah seluruh pejalan kaki pengguna pelican crossing Jl. Pemuda dengan jumlah sampel yang didapat sebanyak 108 responden. Teknik sampel menggunakan metode simple linear time function untuk mengantisipasi jumlah populasi yang tidak dapat dihitung. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada variabel yang berhubungan dengan persepsi keselamatan pejalan kaki. Variabel tersebut yakni umur (p=0,510), jenis kelamin (p=0,311), waktu menyeberang (p=0,653), karakteristik menyeberang (p=0,544), kepatuhan (p=0,570), konflik kendaraan bermotor (p=0,137), dan tindakan berbahaya (0,910). Rekomendasi yang diberikan dari penelitian ini yakni penegakan peraturan bagi pejalan kaki dan pengendara yang melintas pada pelican crossing. Penelitian ini juga merekomendasikan untuk penambahan instalasi pelican crossing pada area-area kota Semarang yang juga memiliki volume pejalan kaki yang cukup tinggi.
Kata kunci : pejalan kaki, persepsi keselamatan, pelican crossin
HEALTH BELIEF MODEL PADA PERILAKU IBU HAMIL DALAM PERENCANAAN PERAWATAN MASA NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TLOGOSARI WETAN KOTA SEMARANG
AKI di Indonesia masih cukup tinggi dari capaian tahun sebelumnya. Kota Semarang AKI masih ditemukan kematiannya saat masa nifas. Puskemas Tlogosari Wetan merupakan puskesmas yang memiliki AKI tinggi pada masa nifas secara konsisten sejak tahun 2016-2018. Tujuan penelitian, untuk menganalisis penerapan health belief model pada perilaku ibu hamil dalam merencanakan perawatan masa nifas di wilayah kerja Puskesmas Tlogosari Wetan Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebesar 93 ibu hamil trimester 2-3 terbagi 8 kelurahan. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian, bahwa perilaku perencanaan perawatan masa nifas pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Tlogosari Wetan masih rendah (47,3%). Hasil uji bivariat penelitian ini menunjukan bahwa variabel persepsi keseriusan (p=0,012) memiliki hubungan dengan perilaku ibu hamil dalam perencanaan perawatan masa nifas. Sedangkan variabel karakteristik responden, pengetahuan, persepsi kerentanan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, efikasi diri dan isyarat untuk bertindak tidak memiliki hubungan dengan perilaku ibu hamil dalam perencanaan perawatan masa nifas. Perencanaan perawatan masa nifas yang rendah kemungkinan akibat ibu hamil yang tidak memiliki pengalaman kehamilan sehingga kurang mengetahui apa yang akan dilakukan dan ibu hamil yang memiliki pengalaman kehamilannya merasa masa nifas tidak akan membahayakan kesehatan. Variabel keseriusan yang berhubungan dengan rendahnya ibu hamil merencanakan masa nifas, masih kurang mengetahui pentingnya bahaya yang mungkin dapat terjadi saat masa nifas. Ibu hamil diharapkan rajin membaca mengenai informasi kesehatan masa nifas, selain itu Puskesmas Tlogosari Wetan dapat memberikan edukasi berupa media video yang menarik.
Kata kunci : Health belief model, AKI, perencanaan perawatan masa nifa
KANDUNGAN LOGAM BERAT Pb PADA AIR BERSIH DAN PADA DARAH WANITA USIA SUBUR DI KOTA SEMARANG
Kondisi Penentuan status mutu air perlu dilakukan sebagai acuan untuk pemantauan kualitas air yang terkontaminasi, salah satunya oleh logam berat timbal. Bandarharjo adalah salah satu wilayah pesisir di Semarang yang memiliki industri di sekitarnya yang menghasilkan limbah cair yang mengandung logam timbal, sehingga berpotensi mencemari sumber air bersih di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pencemaran logam berat timbal pada air sumur gali, dan air tanah dalam dan kandungan logam berat timbal di dalam darah pada wanita usia subur di Puskesmas Bandarharjo Kecamatan Semarang Utara. Populasi dalam penelitian analitik observaional ini adalah seluruh wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo yang berjumlah 50 orang. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling yaitu wanita usia subur yang berusia antara 15 hingga 49 tahun dengan jumlah 31 responden. Pemeriksaan kadar timbal dalam darah dilakukan menggunakan metode AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji hubungan Chi Square dengan nilai α 5%. Rata-rata kadar timbal dalam darah sebesar 78,08 μg/dL dengan rentang 54,2 – 99,7 μg/dL. Kandungan logam berat timbal pada air bersih memiliki nilai rata-rata sebesar 0,295 mg/L dengan rentang 0,080 – 0,446 mg/L. Terdapat hubungan antara kualitas sumber air bersih dengan kadar timbal dalam darah wanita usia subur dengan nilai p-value sebesar 0,041 (<0,05) dengan nilai Ratio Prelavence 3,020 (95% CI = 1,043 - 8,739). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ditemukan timbal pada sumber air bersih dan darah pada WUS di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo Semarang Utara.
Kata Kunci : air bersih, timbal darah, wanita usia subu