Diponegoro University

Diponegoro University Institutional Repository
Not a member yet
    71404 research outputs found

    MEDIA SOSIAL DAN GERAKAN SOSIAL (Analisis Wacana Kritis Gerakan Hijrah Riba pada Akun Instagram @xbank.indonesia)

    Get PDF
    A social movement is a collective effort or action taken by the community to achieve a common interest or goal. Current social movements are not limited to struggles or resistance to power based on a materialist economy, but can also take the form of resistance to issues in society. The development of information technology provides space for social movement actors to campaign for their ideas and ideas and influence the public to be involved in the social movements that are being carried out. The Hijrah Riba Movement is a new form of social movement that is classified as a conservative movement and is oriented towards individual change. This movement invites Muslims to stay away from the practice of usury. This study aims to describe the discourse strategy, the social cognition of text producers, and the dominant ideology that influence the discourse of the usury migration movement. This study uses the critical discourse analysis method of the Teun A. Van Dijk model. The results of this study reveal that: (1) The discourse strategy used by text producers in building discourse on the usury migration movement is by utilizing macro structures, superstructures, micro structures in the uploaded text, and using cultural framing through 3 stages; diagnostic framing, prognostic framing, motivational framing. (2) The social cognition process of text producers is influenced by the views, beliefs and prejudices that come from work experience and the belief system of text producers. (3) In the social context, the dimensions of power and the dimensions of access are supporting factors for the discourse of the usury migration movement. The power found in this study is the power of Islamic teachings against its adherents. Then in the dimension of access, text producers have access to planning, access to settings, access control to social media Instagram @ xbank.indonesia and its followers which have reached 577 thousand. The usury migration movement carries the spirit of the Islamic neorevivalism ideology to invite Muslims to return to the purity of Islamic teachings in the past

    HUBUNGAN FAKTOR PERILAKU PENCEGAHAN DENGAN KEBERADAAN KUTU BUSUK (Cimex spp) DI DESA PURBAYASA, KABUPATEN PURBALINGGA

    Get PDF
    Kutu busuk atau Bed bugs merupakan insekta penghisap darah yang dapat dijumpai di permukiman. Terdapat 2 spesies kutu busuk yaitu Cimex lecturius dan Cimex hemipterus. Kutu busuk memiliki habitat pada tempat yang gelap, lembab, dan celah sempit seperti pada celah bambu atau kayu serta celah-celah pada kasur berbahan kapuk. Masyarakat Desa Purbayasa masih banyak yang menggunakan perabot dari bambu atau kayu, selain itu masih banyak masyarakat menggunakan kasur berbahan kapuk. Berdasarkan survey pendahuluan yang telah dilakukan di 7 rumah Desa Purbayasa RW 3, 57% rumah masih terdapat kutu busuk. Kutu busuk (Cimex spp). 57% responden juga mengaku jarang menjemur kasur maupun perabot rumah yang terbuat dari bambu atau kayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan kutu busuk dan faktor perilaku yang berhubungan keberadaan kutu busuk. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah 51 responden. Hasil penelitian menunjukkan 9.8 % rumah responden positif kutu busuk , tidak ada hubungan antara faktor pengetahuan pencegahan dengan keberadaan kutu busuk (α=0.05, ρ= 0.217 ), terdapat hubungan antara faktor sikap pencegahan dengan keberadaan kutu busuk (α=0.05, ρ=0.0003 ), terdapat hubungan antara faktor praktik pencegahan dengan keberadaan kutu busuk (α=0.05, ρ=0.000 ). Simpulan : tidak ada hubungan antara pengetahuan pencegahan dengan keberadaan kutu busuk. Terdapat hubungan antara sikap dan praktik pencegahan dengan keberadaan kutu busukfaktor perilaku yang berpengaruh adalah sikap dan praktik. Kata kunci : Perilaku, Keberadaan Kutu Busuk, Desa Purbayas

    KAJIAN PENGEMBANGAN AWAL DESA WISATA Studi Kasus: Desa Pamotan, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang

    Get PDF
    Wisata selama beberapa waktu terakhir mampu menjadi sektor pendorong utama perkembangan ekonomi dan merupakan sektor yang berkembang pesat. Wisata menjadi salah satu pengembangan ekonomi yang paling efektif dan mampu bersaing dengan sektor lainnya. Desa wisata menjadi salah satu strategi pengembangan wisata yang banyak dilakukan saat ini. Hal ini karen

    KUALITAS HIDUP MASYARAKAT PERKOTAAN KEDUNGWUNI KABUPATEN PEKALONGAN

    Get PDF
    Kualitas hidup tidak hanya memengaruhi kesejahteraan seseorang, namun juga berpengaruh terhadap perencanaan pada suatu wilayah. Pada dasarnya suatu perencanaan tidak hanya memperhatikan bagaimana membangun sebuah ruang, namun juga kualitas kehidupan masyarakat yang tinggal di dalamnya. Lingkungan yang dibangun dan dikembangkan guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat adalah kota kecil. Kota kecil menjadi solusi karena memiliki beberapa fungsi yang diperlukan bagi penduduk perkotaan serta desa sekitarnya untuk meningkatkan kualitas hidup. Kota kecil yang menjadi lokasi penelitian ini adalah perkotaan Kedungwuni. Kedungwuni sebagai Pusat Kegiatan Lokal dan daerah investasi tinggi akan memicu pertumbuhan yang sangat pesat di masa yang akan datang. Sebelum muncul permasalahan akibat perkembangan perkotaan Kedungwuni yang tidak dikelola dengan baik, maka perlu adanya perencanaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pengukuran mengenai kualitas hidup masyarakat perkotaan Kedungwuni perlu dilakukan untuk mengetahui aspek apa saja yang perlu ditingkatkan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat

    KAJIAN PERAN STRATEGI MIGRASI SEBAGAI UPAYA PENGHIDUPAN BERKELANJUTAN PERDESAAN PADA RUMAH TANGGA MIGRAN (STUDI KASUS: RUMAH TANGGA MIGRAN DI DESA PADAS, DESA JONO DAN DESA GAWAN KECAMATAN TANON, KABUPATEN SRAGEN)

    Get PDF
    Penduduk perdesaan dikenal sebagai kelompok masyarakat yang memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap tekanan dan risiko pada penghidupan mereka. Salah satu bentuk adaptasi penduduk perdesaan yaitu dengan melakukan strategi migrasi. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis peran strategi migrasi yang dilakukan oleh rumah tangga di Desa Padas, Desa Jono, dan Desa Gawan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus

    ANALISIS PENGADAAN DAN PENDAYAGUNAAN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) PUSKESMAS SEBAGAI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH (BLUD) DI KOTA SEMARANG

    Get PDF
    Penyelenggaraan kegiatan UKM dan UKP di Puskesmas membutuhkan SDM yang terdiri dari tenaga kesehatan dan tenaga non kesehatan. Apabila kebutuhan SDM tidak direncanakan dengan baik, akan terjadi kekurangan tenaga. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut puskesmas didorong untuk menerapkan skema BLUD. Berdasarkan studi pendahuluan di Dinas Kesehatan Kota Semarang, terdapat permasalahan yaitu adanya pihak Puskesmas yang tidak memperpanjang kontrak dan memberhentikan SDM yang telah dikirim oleh Dinas Kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis proses manajemen sumber daya manusia dalam pengadaan dan pendayagunaan tenaga puskesmas di Dinas Kesehatan Kota Semarang sebagai BLUD. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara mendalam di Dinas Kesehatan dan 4 Puskesmas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat Puskesmas di Kota Semarang yang belum melakukan perencanaan SDM Non- ASN dengan baik serta terdapat SDM Non-ASN yang kinerjanya kurang baik. Disamping itu, ketersediaan SDM di Kota Semarang masih belum memenuhi kebutuhan dari puskesmas yang mempengaruhi pelaksanaan kegiatan di Puskesmas, dimana kegiatan di Puskesmas tidak dapat terlaksana dengan baik serta beban kerja tenaga meningkat. Berdasarkan hal tersebut, Proses manajemen sumber daya manusia dalam pengadaan dan pendayagunaan SDM Non-ASN Puskesmas di Dinas Kesehatan Kota Semarang sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) belum terlaksana secara optimal di 2 (dua) Puskesmas di Kota Semarang. Kata Kunci : Puskesmas, BLUD, SDM Non-ASN, Manajemen SD

    HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DAN CELEBRITY WORSHIP PADA PENGGEMAR K-POP DI KOTA SEMARANG

    Get PDF
    Indonesia merupakan negara yang berada di urutan kedua dengan penggemar K-Pop terbanyak di dunia. Hal ini dibuktikan dengan munculnya bebagai macam fanbase atau fandom di Indonesia, salah satunya berada di Kota Semarang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui korelasi antara kecerdasan emosional dan celebrity worship pada penggemar K-Pop di Kota Semarang. Populasi studi ini yaitu penggemar K-Pop yang tergabung ke dalam komunitas penggemar K-Pop dan memiliki bias sebanyak 150 orang. Sampel sebanyak 108 orang (96,29% perempuan, rata-rata usia 20 tahun) yang diperoleh dengan menggunakan convenience sampling. Data diperoleh dengan menggunakan Skala Kecerdasan Emosional (32 aitem valid, α = 0,926) dan Skala Celebrity Worship (21 aitem valid, α = 0,874). Analisis regresi sederhana menunjukkan korelasi sebesar 0,215 dengan nilai signifikansi sebesar 0,026 (p<0,05). Ada korelasi positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dan celebrity worship. Artinya, semakin tinggi kecerdasan emosional, maka akan semakin tinggi celebrity worship. Sebaliknya semakin rendah kecerdasan emosional, maka akan semakin rendah celebrity worship. Kecerdasan Emosional memberikan sumbangan efektif sebesar 4,6% terhadap celebrity worship, sedangkan sisanya sebesar 96,4% berhubungan dengan hal lain

    ANALISIS KONTRASTIF PRONOMINA DEMONSTRATIF BAHASA JEPANG DAN BAHASA SUNDA 「日本語とスンダ語の指示代名詞の対照分析」

    Get PDF
    ABSTRACT Omide, Rena. 2021. “Analisis Kontrastif Pronomina Demonstratif Bahasa Jepang dan Bahasa Sunda”. Thesis, Departement of Japanese Language and Culture, Faculty of Humanities, Diponegoro University. Advisor: Elizabeth Ika Hesti A.N.R, S.Hum., M.Hum. A text or conversation frequently uses the designation of a case by using demonstrative pronouns. The use of demonstrative pronouns has references to the thing that is designated. Demonstrative pronouns are affected by the location or line which is designated outside the text and reference in which refers to the text content or the form of shared knowledge contextually. This thesis has two purposes. The first purpose is to analyze Japanese and Sundanese demonstrative pronouns in usage, and the second purpose is to know the differences and the similarities between Japanese and Sundanese demonstrative pronouns, especially in usage. The data are collected from the fairy tales and folk tales of Japan and Sunda. The data collection is done by the writing method. The method of data analysis uses contrastive method. The data were analyzed by using Sundanese and Japanese dictionary. The method of presenting the result of the data analysis is descriptive method, which presents the result of analysis data with words. The results of this thesis are 1) there are six kinds of Japanese demonstrative pronouns. They are noun, noun pointer, place, direction, adjective pointer, and state. 2) There are four kinds of Sundanese demonstrative pronouns. They are general, place, thing/way, and amount. In terms of usage, Japanese and Sundanese demonstrative pronouns have similarities in terms of location and context. The differences between the use of Japanese and Sundanese demonstrative pronouns are (1) Japanese demonstrative pronouns don’t have a function whose pronoun forms a phrase, (2) Sundanese demonstrative pronouns don't have a specific design of function, (3) Sundanese demonstrative pronouns don't have another function exophorically (out of discourse/speech) except for indicating place, and (4) Sundanese demonstrative pronouns don't have complete designating form proximity in adjectives, circumstances, and ways. Keyword : Reference, Anaphora, Cataphora, Demonstrative Pronoun

    PERILAKU CEMAS TOKOH ELSA DALAM FILM ANIMASI FROZEN PRODUKSI WALT DISNEY ANIMATION STUDIOS (KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA)

    Get PDF
    The object of literary studies in this research is animated movie Frozen produced by Walt Disney Animation Studios in 2013. The purpose of this research is to find out anxious behavior of Elsa’s character. There are three main focus of the study about anxious behavior that can be observed by anxiety behavior characteristic, namely avoidance behavior, dependent behavior, and shaken behavior. The approach study used literary psychology approach to study about literature problems with psychological view point. The research shows that animated movie Frozen, anxiety behavior on Elsa’s character is described by three characteristics of anxiety behavioral aspect (avoidance behavior, dependent behavior, and shaken behavior) with many scenes. As for the dominated anxious behavior refer to Elsa’s character which is related with Elsa’s superpower strengths and anxiety about social environment. Key words: Frozen, anxiety, avoidance behavior, dependent behavior, and shaken behavio

    Panduan Praktik Laboratorium Keperawatan Medikal Bedah

    Get PDF

    65,209

    full texts

    71,404

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Diponegoro University Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇