71404 research outputs found
Sort by
Studi Pendahuluan: Penyusunan Modul Intervensi Kebersyukuran Daring untuk Menurunkan Burnout pada Perawat
Perawat merupakan salah satu tenaga kesehatan yang menjadi garis terdepan dalamdunia kesehatan. Tanggung jawab dan rutinitas dalam bekerja serta tuntutan masapandemi COVID-19 membuat perawat memiliki potensi terkena burnout. Olehkarena itu dibutuhkan suatu upaya untuk menurunkan burnout yang dialami olehperawat yang mempertimbangkan waktu kerja perawat. Penelitian inimenggunakan metode riset aksi yang bertujuan untuk menyusun modul intervensikebersyukuran daring untuk menurunkan burnout pada perawat. Penyusunanmodul dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu analisis kebutuhan, penyusunanmodul, expert judgment secara kualitatif oleh lima orang tenaga ahli di bidangpsikologi, revisi modul awal, uji coba lapangan dengan enam partisipan, revisimodul II, dan modul evaluasi. Berdasarkan hasil validasi ahli dan evaluasipartisipan uji coba, modul mengalami perbaikan dan penelitian ini menghasilkanmodul intervensi kebersyukuran daring yang terdiri dari pre-test dan tiga sesiintervensi (pembukaan, intervensi, penutupan) serta follow-up yang telah siapdilakukan penelitian lanjutan atau diimplementasikan pada perawat
FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN DAN SEBARAN KASUS DEMEM BERDARAH DENGUE(DBD) DI KECAMATAN PRAMBANAN
Kecamatan Prambanan merupakan daerah di Kabupaten Klaten dengan kasus DBD tertinggi dalam 3 tahun terakhir.Tercatat 2 kasus pada 2018, 42 kasus pada 2019, dan 53 kasus pada 2020.Demam Berdarah Dengue (DBD) dapat menjadi penyebab KLB.Banyak faktor yang mempengaruhi penyebaran kasus DBD di Kabupaten Prambanan, salah satunya terkait dengan faktor lingkungan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko lingkungan yang berhubungan dengan kasus DBD di Kabupaten Prambanan.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan studi kasus kontrol.Data dianalisis melalui uji chi-square dan analisis pola spasial. Hasil analisis univariat adalah kepadatan populasi berisiko 21,3%, rumah positif jentik dan rumah bebas jentik berisiko 53,2%, kontainer positif jentik berisiko 47,9%, suhu udara berisiko 45,7%, dan kelembaban udara berisiko 48,9%. Ada hubungan antara rumah positif jentik dan rumah bebas jentik (p-value = 0,023), suhu udara (p-value = 0,038) dengan sebaran kasus DBD. Tidak ada hubungan antara kepadatan populasi (p-value = 1.000), container positif larva (p-value = 0,099), dan kelembaban udara (p-value = 0,302) dengan sebaran kasus DBD. Sebaran kasus DBD di Kabupaten Prambanan dipengaruhi oleh rumah positif jentik dan rumah berisiko bebas jentik yang didukung oleh suhu udara yang optimal untuk perkembangan nyamuk.
Kata kunci : DBD, Faktor Risiko Lingkungan, Pemetaan Spasia
ANALISIS PERBEDAAN TINGKAT KEPUASAN IBU HAMIL TERHADAP MODEL PENDAMPINGAN LANGSUNG DAN TELEMEDICINE DI PUSKESMAS KOTA SEMARANG
Pandemi COVID-19 mengakibatkan perubahan terhadap mekanisme pendampingan ibu hamil di Kota Semarang untuk menekan penyebaran kasus. Pendampingan ibu hamil dilakukan dengan dua model yaitu pendampingan langsung dan telemedicine. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kepuasan ibu hamil yang mendapatkan model pendampingan langsung dengan yang mendapatkan model telemedicine pada berbagai aspek seperti hubungan petugas-pasien, kenyamanan pendampingan, pengetahuan dan kompetensi petugas, efektifitas pendampingan, keamanan pendampingan dan kepuasan secara komposit. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini terdiri dari 110 sampel ibu hamil yang dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan model pendampingan secara merata. Terdapat dua metode yang digunakan untuk menunjukan tingkat kepuasan dalam penelitian ini, yaitu analisis univariat dengan tabel frekuensi dan analisis bivariat dengan uji Mann-Whitney U. Analisis univariatmenunjukan tingkat kepuasan yang lebih baik pada kelompok model telemedicine dibandingkan dengan model pendampingan langsung. Analisis bivariatmenunjukan adanya perbedaan tingkat kepuasan pada aspek hubungan petugas-ibu hamil (sig. = 0,020), aspek pengetahuan dan kompetensi petugas (sig. = 0,008), dan kepuasan secara komposit antara dua kelompok sampel (sig. = 0,020), sedangkan tidak ada perbedaan pada aspek kenyamanan (sig. = 0,511), aspek efektifitas (sig. = 0,162), dan aspek keamanan (sig. = 0,113). Dengan demikian disarankan Dinas Kesehatan Kota Semarang untuk mengembangkan teknologi telemedicine yang aman dan nyaman, meningkatkan kinerja dan memberikan pelatihan Gasurkes KIA, serta melakukan mix model pendampingan.
Kata Kunci : Pendampingan Ibu Hamil, Kepuasan Ibu Hamil, Telemedicin
HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN, STATUS GIZI IBU MENYUSUI DAN KANDUNGAN PROTEIN PADA AIR SUSU IBU (ASI) (TELAAH SISTEMATIK)
Kandungan Air Susu Ibu (ASI) yang memiliki fungsi penting dalam mencegah morbiditas hingga mortalitas bayi adalah protein. Kandungan protein dalam ASI dipengaruhi oleh asupan protein ibu dan status gizi ibu menyusui. Asupan protein dan status gizi ibu merupakan faktor penting yang dapat dikendalikan oleh ibu dan dapat diukur dalam sebuah penelitian. Tujuan dari penelitian studi literatur ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan asupan protein, status gizi ibu menyusui dan kandungan protein yang terdapat dalam ASI. Jenis penelitian adalah sistematik review menggunakan sumber data hasil pencarian pada database online antara lain SCOPUS, Science Direct, Google Scholar, Proquest, dan Portal Garuda. Jurnal nasional minimal Sinta 3, dan jurnal internasional terindeks Scopus. Pencarian artikel berdasarkan kata kunci didapatkan 7389 artikel. Hasil akhir didapat 18 artikel yang memenuhi syarat untuk direview. Terdapat 4 dari total 9 artikel menyatakan adanya hubungan antara asupan protein dan kandungan protein ASI. Terdapat 8 dari 13 artikel menyatakan ada hubungan antara status gizi ibu menyusui dan kandungan protein ASI. Asupan protein memiliki hubungan secara tidak langsung terhadap kandungan protein pada ASI dikarenakan penyerapan asupan protein pada ibu dan produksi protein ASI dipengaruhi oleh status gizi ibu, psikologis, serta hormon. Status gizi ibu menyusui memiliki hubungan secara langsung terhadap kandungan protein pada ASI. Ibu yang memiliki status gizi baik akan menyerap protein dari makanan dengan lebih optimal serta akan menghasilkan ASI dengan kandungan protein yang optimal.
Kata kunci : ibu menyusui, ASI, protein, asupan protein, status giz
ANALISIS SPASIAL FAKTOR IKLIM, KEPADATAN DAN MOBILITAS PENDUDUK YANG BERHUBUNGAN DENGAN SEBARAN KASUS COVID-19 (Studi di Wilayah Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Tegal dan Kota Semarang Tahun 2020)
Faktor iklim mempengaruhi perkembangan dan efisiensi penularan virus. Wilayah Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Tegal dan Kota Semarang merupakan wilayah yang memiliki stasiun BMKG di Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis spasial faktor iklim, kepadatan dan mobilitas penduduk terhadap sebaran kasus COVID-19. Metode penelitian observasional analitik menggunakan desain cross-sectional. Sampel studi adalah kejadian COVID-19 bulan November-Desember 2020 di Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Tegal dan Kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian COVID-19 terlihat pada suhu rata-rata tinggi dan kelembaban rendah berkorelasi signifikan di Kabupaten Tegal (p-value=<0,05), curah hujan rendah dan kecepatan angin sedang tidak signifikan di semua wilayah penelitian, kepadatan tinggi berkorelasi signifikan di Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Cilacap, dan Kabupaten Tegal (p-value=<0,05), dan mobilitas penduduk tinggi berkorelasi signifikan di Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Cilacap, dan Kota Semarang (p-value=<0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebaran kasus COVID-19 di Kabupaten Tegal berhubungan dengan faktor iklim yaitu suhu rata-rata dan kelembaban. Kepadatan penduduk dengan sebaran kasus COVID-19 di Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Cilacap, dan Kabupaten Tegal, sedangkan mobilitas penduduk berhubungan dengan sebaran kasus COVID-19 di Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Cilacap, dan Kota Semarang.
Kata kunci : COVID-19, Iklim, Kepadatan, Mobilitas, GI
EFEKTIVITAS PENERAPAN PELAYANAN PENDAFTARAN ONLINE PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT NASIONAL DIPONEGORO KOTA SEMARANG
Pendaftaran pasien rawat jalan biasanya dilakukan dengan cara pasien langsung datang ke rumah sakit sehingga menghabiskan waktu yang lama untuk mengantri. Rumah Sakit Nasional Diponegoro Semarang saat ini telah menggunakan sistem komputerisasi dalam proses pelayanan pendaftaran pasien rawat jalan dengan aplikasi berbasis android “RSND-Ku”. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan efektivitas pelayanan pendaftaran online dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. dengan metode deskriptif kuantitatif kepada 100 pasien pengguna layanan pendaftaran online dengan rentang usia 20-40 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi pelayanan pendaftaran online rawat jalan yaitu nilai p kualitas sistem sebesar 0,000, koefisien korelasi sebesar 0,460, nilai p nilai kualitas informasi 0,000 dan korelasi 0,472, nilai p kualitas layanan 0,000 dan korelasi 0,498, dan penggunaan dengan nilai p 0,000 dan korelasi 0,441. Peneliti menyarankan untuk meningkatkan kecepatan sistem, pembaharuan informasi, dan tampilan layanan serta melakukan sosialisasi alur pelayanan pendaftaran online.
Kata Kunci: Efektivitas, Pelayanan Pendaftaran Online, aplikasi RSND-K
“Di Ujung Penyesalan” Interpretative Phenomenological Analysis tentang Pengalaman Wanita yang Meninggalkan Hubungan Friends with Benefits
Hubungan pertemanan yang dijalin oleh dua individu dengan melibatkan aktivitas seksual tanpa disertai oleh perasaan romantis, komitmen, dan keinginan untuk melanjutkan hubungan ke arah yang lebih serius disebut dengan hubungan Friends with Benefits (FWB). Individu membutuhkan suatu hubungan yang kuat, stabil, dekat, dan peduli satu sama lain yang tidak dapat dipenuhi dengan hubungan FWB. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami pengalaman wanita yang meninggalkan hubungan FWB dan menjalin kembali hubungan romantis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan teknik analisis data Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Partisipan berjumlah tiga orang yang dipilih menggunakan teknik purposive dengan kriteria: wanita berusia 18 hingga 25 tahun, pernah (sudah tidak lagi) menjalin hubungan FWB minimal 5 bulan, dan sedang menjalin hubungan romantis. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur. Penelitian ini memperoleh tiga tema induk dengan sepuluh tema superordinat dan satu tema khusus. Tema superordinat yang ditemukan antara lain: 1) terjebak dalam hubungan FWB, 2) emosi yang semu dalam hubungan FWB, 3) prinsip dalam menjalin hubungan FWB, 4) dampak negatif dari hubungan FWB, 5) dorongan mengakhir hubungan FWB, 6) hambatan meninggalkan hubungan FWB, 7) penerimaan atas berakhirnya hubungan FWB, 8) motivasi menjalin hubungan romantis, 9) kebersyukuran dalam hubungan romantis, dan 10) keyakinan untuk menikah, serta satu tema khusus, yaitu kekhawatiran akan kegagalan hubungan romantis. Hasil penelitian mengungkap bahwa penyebab ketiga partisipan terjebak dalam hubungan FWB adalah memiliki pengalaman buruk terhadap hubungan romantis. Dalam menjalin hubungan FWB, partisipan merasakan emosi yang semu dan dampak negatif. Hal yang melatarbelakangi partisipan untuk mengakhiri hubungan FWB adalah bertemu dengan kekasih dan merasakan dampak negatif dari hubungan FWB. Ketiga partisipan menjalin kembali hubungan romantis dan merasa bersyukur dengan hubungan tersebut