71404 research outputs found
Sort by
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPADATAN LARVA Aedes spp. PADA TEMPAT-TEMPAT UMUM DI KECAMATAN MIJEN KOTA SEMARANG TAHUN 2020
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit endemis di Kota Semarang yang setiap tahunnya dilaporkan adanya kasus DBD, salah satunya di Kecamatan Mijen. Tempat potensial penularan DBD adalah tempat umum yang penduduknya berasal dari beberapa daerah berkumpul, sehingga membuat kemungkinan penularan tinggi. Metode yang digunakaan saat survey larva adalah metode visual. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kepadatan larva Aedes spp. di tempat-tempat umum di Kecamatan Mijen menggunakan indeks kepadatan larva. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Survei larva menggunakan metode single larva. Sampel yang digunakan adalah 100 TTU. Hasil angka house index (HI)= 54%, container index (CI)= 26,47% dan breteau index (BI)= 63% didapatkan density figure 6-9 sehingga kepadatan larva tergolong tinggi dengan risiko penularan DBD tinggi pula. Angka bebas jentik (ABJ) di tempat-tempat umum sebesar 46% hal ini menunjukan bahwa masih jauh dibawah standar nasional yaitu ABJ ≥ 95%. Perlu dilakukan evaluasi dan pengendalian larva yang lebih ketat khususnya di TTU agar tidak menjadi tempat potensial perindukan nyamuk Aedes spp dan penularan penyakit DBD.
Kata kunci :DBD, Tempat-tempat Umum, Kepadatan Larv
HUBUNGAN ANTARA DESAIN STASIUN KERJA DENGAN TINGKAT KELELAHAN OTOT PADA PEKERJA LAUNDRY BAGIAN SETRIKA DI KELURAHAN TEMBALANG
Kelelahan otot pada pekerja dapat terjadi karena desain stasiun kerja yang digunakan tidak ergonomis sehingga pekerja dalam melakukan pekerjaannya dilakukan dengan postur tubuh yang kurang tepat yang apabila dilakukan dalam waktu yang lama dapat memberikan pembebanan statis yang berlebihan terhadap otot. Pekerja laundry bagian setrika di kelurahan Tembalang menggunakan stasiun kerja yang termasuk dalam kategori ergonomis maupun tidak ergonomis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara desain stasiun kerja dengan tingkat kelelahan otot pada pekerja laundry bagian setrika di kelurahan Tembalang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan observasional analitik yang menggunakan pendekatan Cross-Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja laundry sektor informal yang melakukan aktivitas menyetrika yang berada di kelurahan Tembalang yang tidak diketahui jumlah populasinya. Jumlah sampel yang digunakan sebesar 19 responden yang diambil menggunakan teknik Accidental Sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yakni angket online. Hasil penelitian menujukkan bahwa responden cenderung memiliki stasiun kerja ergonomis sebesar 57,9% dan cenderung mengalami kelelahan otot tingkat rendah sebesar 68,4%. Analisis statistik menggunakan Uji Exact Fisher Test menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara desain stasiun kerja dengan tingkat kelelahan otot pada pekerja laundry bagian setrika di kelurahan Tembalang dengan nilai signifikansi (p = 0,177). Disarankan bagi pekerja untuk melakukan peregangan di sela-sela bekerja serta didukung juga oleh pemilik tempat kerja untuk menciptakan stasiun kerja yang sesuai.
Kata Kunci: Desain Stasiun Kerja, Kelelahan, Otot Seluruh Tubu
Resiliensi remaja putri korban bullying di Semarang: Studi deskriptif
Fenomena bullying yang dialami oleh remaja begitu mengkhawatirkan dengan berbagai
dampak buruk yang dapat dialami oleh remaja korban bullying. Penelitian ini bertujuan
untuk memperoleh gambaran resiliensi remaja putri korban bullying. Penelitian ini
menggunakan cross-sectional design dengan pendekatan deskriptif. Purposive sampling
digunakan untuk teknik pengambilan data dan diperoleh 329 remaja putri korban bullying
pada dua sekolah di Semarang sebagi responden penelitian. Kuesioner Adolescent
Resilience Scale (ARS) digunakan untuk mengukur tingkat resiliensi. Data analisis
disajikan dalam bentuk frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menujukkan 48,93%
responden mempunyai tingkat resiliensi tinggi; 41,34% kategori sedang dan 9,73%
kategori rendah. Berdasarkan hal tersebut, kebutuhan partnership antara perawat dengan
sekolah dan orang tua perlu ditingkatkan sehingga intervensi anti-bullying yang bersifat
holistic mampu menekan dampak negatif dari bullying melalui peningkatan resiliensi
korban bullying.
Kata kunci: Resiliensi, bullying, remaja putri, Indonesi
STUDI KUANTITATIF : HUBUNGAN ANTARA KUALITAS TIDUR, STATUS GIZI, BEBAN KERJA, STRES KERJA DAN MOTIVASI KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA GURU TAMAN KANAK-KANAK DI MASA PANDEMI COVID-19
Kelelahan kerja merupakan suatu bagian dari mekanisme tubuh dalam melakukan suatu
perlindungan bagi tubuh supaya terhindar dari kerusakan yang parah serta dapat kembali
normal setelah beristirahat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan
antara kualitas tidur, status gizi, beban kerja, stress kerja dan motivasi kerja dengan kelelahan kerja pada guru taman kanak-kanak di Kecamatan Mijen. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Analitik Observasional dan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini merupakan guru taman kanak-kanak di Kecamatan Mijen. Sampel pada penelitian ini menggunakan total populasi yaitu sebanyak 39 responden.Variable bebas pada penelitian ini yaitu kualitas tidur, status gizi, beban kerja, stress kerja,motivasi kerja dan variable terikatnya adalah kelelahan kerja. Teknik analisis datamenggunakan uji statistic Chi-Square. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapathubungan yang signifikan antara kualitas tidur (p-value 0,035), beban kerja (p-value 0,049),stress kerja (p-value 0,021) dan motivasi kerja (p-value 0,004) sementara variable yang tidak menunjukan hubungan yang signifikan yaitu status gizi (p-value 0,860). Kesimpulan penelitian ini adalah kelelahan kerja dapat dipengaruhi oleh kualitas tidur, beban kerja, stress kerja dan motivasi kerja.
Kata kunci : Kelelahan Kerja, Guru, Covid-1
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI MASA DEPAN PADA ANAK DIDIK PEMASYARAKATAN (ANDIKPAS) DI LPKA KELAS II BANDAR LAMPUNG
Penelitian ini memiliki tujuan guna mengetahui hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan kecemasan menghadapi masa depan. Subjek penelitian ini yaitu Andikpas yang berada di LPKA kelas II Bandar Lampung sebanyak 85 orang. Teknik pengambilan sample pada penelitian ini menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan skala dukungan sosial orang tua yang terdiri dari 31 aitem valid dengan koefisiensi reliabilitas 0,930 dan skala kecemasan menghadapi masa depan terdiri dari 48 aitem valid dengan koefisiensi reliabilitas 0,951. Analisis data menggunakan metode non parametriks Spearman’s Rho. Dapat diketahui hasil analisis data pada penelitian ini yaitu diperoleh nilai koefisiensi rxy = -0,330 dengan signifikansi sebesar 0,019 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukan bahwa ada hubungan negatif antara variabel dukungan sosial orang tua dengan variabel kecemasan menghadapii masa depan pada andikpas di LPKA kelas II Bandar Lampung. Hal ini dapat dikatakan bahwa apabila dukungan sosial tinggi maka kecemasan menghadapi masa depan akan cenderung rendah. Sebaliknya, apabila dukungan sosial rendah maka kecemasan menghadapi masa depan akan cenderung tinggi.
Kata Kunci: Dukungan Sosial Orang Tua, Kecemasan Menghadapi Masa Depan, Andikpas, LPKA
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM KLINIK SANITASI DI PUSKESMAS CIRACAS KOTA SERANG DALAM UPAYA MENANGGULANGI PENYAKIT BERBASIS LINGKUNGAN
Rendahnya kualitas hidup terutama kesehatan masyarakat terkait dengan kondisi dan perilaku lingkungan yang buruk dapat menimbulkan penyakit berbasis lingkungan. Permasalahan permukiman di Kota Serang secara umum dapat dilihat dari rendahnya kualitas dan tingkat pelayanan sanitasi, baik di perkotaan maupun perdesaan. Pada tahun 2020 terdapat 9.254 kasus diare, 256 DBD dan 1.346 kasus Tuberkulosis di Kota Serang. Kabupaten Serang merupakan kecamatan dengan kasus terbanyak yaitu diare 2.417, DBD 116, dan Tuberkulosis 691. Dari 5 Puskesmas yang ada di Kabupaten Serang, Puskesmas Ciracas merupakan Puskesmas yang masih aktif melaksanakan kegiatan klinik sanitasi hingga saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan program klinik sanitasi di Puskesmas Ciracas Kota Serang dalam upaya penanggulangan penyakit berbasis lingkungan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan deskriptif. Sampel penelitian ini adalah Puskesmas Ciracas. Ada 3 aspek yang dievaluasi dalam penelitian ini, yaitu aspek organisasi, interaksi dan dampak. Dasar evaluasi yang digunakan untuk mengevaluasi program klinik sanitasi berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 13 Tahun 2015 tentang Pelayanan Kesehatan Lingkungan di Puskesmas. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diambil dari wawancara mendalam dengan informan utama yaitu petugas puskesmas. Informan triangulasi sebanyak 3 orang yaitu Kepala Puskesmas Ciracas, Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan dan Staf Jabatan Fungsional Sanitarian Terpadu di Dinas Kesehatan Kota Serang. Sedangkan data sekunder dari laporan hasil pelayanan di klinik sanitasi dan profil kesehatan Kota Serang Provinsi Banten tahun 2020, meliputi data penyakit berbasis lingkungan. Dari hasil penelitian, pelaksanaan program klinik sanitasi sudah berjalan namun masih memiliki banyak kendala dalam pengelolaan penyakit berbasis lingkungan. Dari segi organisasi hanya terdiri dari petugas sanitarian yang memiliki beban kerja yang tinggi, dana operasional yang tidak tersedia, sarana penunjang kegiatan yang kurang memadai dan tidak adanya target pencapaian program klinik sanitasi yang menyebabkan program klinik sanitasi ini tidak maksimal. berlari. Dari segi interaksi, pelayanan memberikan kegiatan penyuluhan dan kunjungan rumah, namun kegiatan penyuluhan hanya dilakukan dua kali dalam seminggu karena keterbatasan tenaga kesehatan. Dari segi dampak, tidak semua pasien dan klien mendapatkan intervensi berupa perbaikan dan pembangunan sarana sanitasi, sebagian besar pasien dan klien hanya mendapatkan intervensi berupa penyuluhan.
Kata kunci : Klinik sanitasi, Penyakit Berbasis Lingkungan, Puskesma
ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM JOGO TONGGO DI KELURAHAN SISWODIPURAN KABUPATEN BOYOLALI
COVID-19 telah ditetapkan WHO sebagai global pandemic dengan persebaran yang cepat termasuk di Indonesia. Dalam menanggulangi situasi tersebut Pemprov Jateng mengeluarkan Instruksi Gubernur No.1 Tahun 2020 tentang Pemberdayaan Masyarakat dalam Percepatan Penanganan COVID-19 di Tingkat RW melalui pembentukan Satgas Jogo Tonggo. Kabupaten Boyolali termasuk kedalam 10 besar wilayah penemuan kasus COVID-19 tinggi di Jateng dan merupakan kawasan zona merah dengan total kasus 2.131 tersebar di hampir seluruh kecamatan. Kelurahan Siswodipuran telah menerapkan program Jogo Tonggo, salah satunya di Dukuh Gatak. Namun penemuan kasus COVID-19 terus mengalami kenaikan mencapai 36 kasus (2 Desember 2020). Dk.Gatak sendiri merupakan kawasan perkotaan padat penduduk yang dekat dengan pusat pemerintahan dan mobilisasi yang tinggi. Sebagai dukuh yang paling aktif dalam Jogo Tonggo masih ditemukan warga yang kurang peduli dan belum mengetahui pelaksanaan Jogo Tonggo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara mendalam terhadap informan berdasarkan metode purposive sampling. Pelaksanaan program di Dukuh Gatak belum berhasil melaksanakan sebagian besar kegiatan Jogo Tonggo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program Jogo Tonggo belum berjalan optimal karena di pengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pelaksana kurang memahami tujuan dari program sehingga menimbulkan perbedaan presepsi mengenai pelaksanaannya. Pelaporan Jogo Tonggo tidak berjalan secara rutin dan tertulis serta tidak terdapat pelatihan anggota Satgas maupun anggaran khusus. Selain itu, fasilitas dan sarana prasarana yang tersedia masih terbatas, belum semua anggota Satgas berperan aktif dalam kegaiatan, dan terdapat ketergantungan yang tinggi pada pemerintah desa. SOP Jogo Tonggo tingkat RT/RW belum terbentuk dan sosialisasi kepada anggota Satgas maupun masyarakat masih sangat minim.
Kata kunci : Jogo Tonggo, Pemberdayaan Masyarakat, COVID-19, Gotong Royon